Fade to Dark

Disclaimer: Naruto bukan Punya saya tetapi milik Mr. Masashi Kishimoto

Genre: Adventure( dengan sisipan Romance, Humor dan Family)

Rating : M

Pair : Naruto x ?Warning : gaje, OC, OOC, Typo(mungkin), dan masih banyak lagi.

Summary :

Berjalan diantara hitam dan putih. Kelamnya dunia shinobi membuatnya memilih jalan berbeda dari dua saudaranya. Melindungi dari balik bayangan kegelapan tanpa mereka sadari.

Fic ini tidak mengandung maksud apapun dan tak berniat menyinggung pihak manapun.

Cerita ini hanya fiktif belaka. Kalo ada kesamaan crita, plot, dan alur itu hanya kebetulan semata. Tapi kalau ada kesamaan nama, tempat, judul dan sifat itu memang disengaja.

Chapter - 02

Naruto hanya duduk di atas patung Shodaime Hokage seperti biasa mencari ketenangan, sebab jika Naruto berkeliling di desa hanya akan melihat pemandangan yang sangat tidak menyenangkan.

"Seperti biasanya, kamu selalu berada disini, Naruto..." ucap sang Anbu yang memakai topeng.

"Ada apa Shisui -Nii berada disini...?" tanya Naruto Pada Anbu yang melepaskan topeng hingga terlihat saringan pada kedua mata dengan 3 tomoe.

"Yare.. yare.. apa kamu tidak senang kedatangan Otoutomu tertampan ini..."ucap Shisui sambil tersenyum dengan gaya cool nya.

"Aku tidak ingin berbasa basi denganmu Nii-san.." ucap Naruto dingin dengan nada datarnya ia berdiri hendak pergi meninggalkan Shisui.

"Aaahhh.. seperti biasa kamu selalu begitu, baiklah aku ingin melatihmu.." ucap Shisui menghela nafas dengan rasa bosannya melihat tampang Naruto yang seperti biasa tak memiliki ekspresi, meskipun hanya pada saat tertentu saja dia bisa mengungkapkan ekspresinya.

"Aku tidak ingin sekarang, biarkan aku sendiri.." Ucap Naruto lalu berjalan menuju tempat yang lebih baik untuk dirinya.

"Kapan lagi..?kau selalu mengundurkan waktu untuk latihanmu..?apa kau lupa dengan impianmu..? jika ia melihatmu, mungkin dia tidak akan senang melihatmu seperti ini, bukan mungkin lagi tapi dia tidak akan mau memandangmu saat kau melihat bintang-bintang dilangit.." ucap Shisui menatap tajam pada Naruto. Membuat Naruto mengingat akan masa lalunya yang kelam merasa sedih.

FlashBack

Disuatu hutan terpencil, seorang bocah berumur 4 tahun berambut jabrik bewarna kuning dengan mata sebiru langit sedang berada di atas pohon, duduk bersantai menikmati indahnya alam dengan hembusan angin yang menyejukkan.

"Aaaakkkhh.." suara teriakan terdengar dari dalam hutan yang tidak jauh dari bocah yang duduk bersantai tersebut. Dengan sigap bocah itu langsung turun dan pergi ke arah asal suara teriakan itu.

"Oi bocah serahkan dirimu, atau kau akan mati.." ucap salah satu ninja yang berbadan tegap dari ketiga ninja yang memakai topeng.

"Dasar keparat.. aku tidak akan mati sebelum membunuh kalian semua.." ucap bocah yang dalam keadaan terluka yang masih ingin melawan mereka.

"Aaakkhh…" suara ketiga ninja tersebut jatuh tak sadarkan diri.

"Oi..ayo cepat kita lari.." ucap bocah berambut jabrik berwarna kuning kepada bocah yang terluka itu. Setelah menjauh dari ketiga ninja itu mereka telah beristirahat sambil mengobati luka.

"Kamu tidak apa apakan..?" ucap bocah berambut kuning jabrik tersebut.

"Hmm..arigato.." dibalas anggukan oleh bocah yang berambut hitam dengan mata berwana hitam.

"Namaku Yuji, salam kenal..!" ucap bocah itu memperkenalkan dirinya sambil tersenyum.

Naruto yang mendapat respon seperti itu membuatnya merasa senang. "Namaku Naruto, salam kenal juga.." balas Naruto dengan tersenyum karena belum ada seorang pun yang mengenalkan diri sambil tersenyum kepadanya.

"Sebagai rasa terima kasihku akan ku tunjukakan sesuatu padamu, aku yakin kau pasti akan senang.." ucap Yuji pada Naruto.

"Benarkah..?" ucap Naruto pada Yuji.

"Hmm.. ikutlah denganku.." ucap Yuji mengajak Naruto pergi ketempat yang dituju oleh Yuji.

Terlihat sebuah gua dengan banyak orang yang ada didalamnya, sedang melakukan kegiatan bermacam-macam, seperti menanam tumbuhan-tumbuhan, bercanda tawa, dan masih banyak lagi, kira kira sekitar 30 orang.

"Nah kita sudah sampai.."ucap Yuji memperlihatkan isi dalam gua dengan beberapa Kristal yang indah dan beberapa orang yang melihat kedua bocah itu.

"Wah.." kagum Naruto membuat perhatian banyak orang didalam hanya tersenyum senyum kecil.

"Hei.. Yuji kenapa kamu bawa bocah itu kemari, cepat bawa dia keluar.." ucap kakek yang keluar dari kerumunan orang yang memperhatikan kedua bocah, yang tampaknya dia pemimpin dari kelompok itu.

"Berisik Jiji no baka, Naruto itu temanku, enak saja kamu mengusirnya"ucap Yuji yang tidak suka dengan perkataan kakeknya.

Naruto yang mendengar perkataan Yuji, merasa sangat senang karena belum ada seseorang yang ingin berteman dengannya, jangankan berteman mendekatinya saja tidak ada yang mau. "Hmm.. biarin saja, Torino-san.. lagi pula Yuji juga kesepian" ucap pria muda yang sekira umurnya 28 tahunan.

"Ano.. maaf karena telah membuat keributan" ucap Naruto yang merasa tidak enak karena dia telah membuat orang terganggu.

"Tidak apa apa.. namamu Naruto-chan kan" ucap perempuan muda yang umurnya kira kira 27 tahunan itu.

"Hmm.." ucap Naruto dengan anggukan dan tampak kedua pipi Naruto memerah dipanggil seperti itu.

"Panggil saja aku Akimi, salam kenal.." ucap Akimi memperkenalkan diri sambil tersenyum.

"Kalau aku Toara.." ucap pria yang tadi berbicara dengan Torino.

Dan banyak yang lain berkenalan dengan Naruto, seiring waktu berjalan, Naruto memiliki banyak teman, yang selama ini ia kesepian tanpa ada yang mau berteman dengannya, jangankan menyapanya, melihatnya saja menganggapnya seperti kotoran yang menjijikkan, saling berbagi cerita Naruto menceritakan kisahnya yang memilukan membuat yang lain juga merasa sedih, bagi mereka lebih baik tidak memiliki keluarga kalau hanya di abaikan saja.

Begitu juga Naruto merasa sedih karena mereka adalah korban dari penelitian Orochimaru dan mereka berhasil menyelamatkan diri, keluarga mereka telah tiada akibat peperangan yang terjadi dan konflik yang tidak ada habisnya, dan sekarang kemarahan mereka diarahkan pada Konohagakure, karena semua terjadi juga ulah dari Konohagakure.

Hanya satu yang Naruto sembunyikan dari mereka ialah identitasnya sebagai penduduk Konoha, yang membuatnya takut kalau dia akan kesepian lagi dan mereka akan berbalik membencinya.

Namun kebahagiaan yang dirasakan Naruto tidaklah lama. Mereka yang bersembunyi akhirnya ketahuan dan dibantai. Hingga habis.

"Naruto pergilah bersama Yuji.." ucap Torino.

"Tapi.." ucap Naruto yang terhenti.

"Jangan cemaskan kami.." Toara yang menimpali ucapan Naruto.

"Maaf.. hiks.. hiks.. maaf.. maafkan aku, hiks.. aku tak bisa berbuat apa apa, aku bahkan hanya seorang pembohong yang memikirkan keegoisan ku sendiri, hiks.. hiks.. maafkan.. aku.. hiks.. aku.. pantas untuk mati.. hiks.. hiks.. karena aku.." tangis Naruto mengema terdengar di hutan tempat pembantaian itu.

"Sudahlah Naruto.. kami semua sudah tau.. kalau kau berasal dari Konoha, bagi kami kau tetap bagian dari kami danakan selalu seperti itu.. tetaplah tersenyum.. karena kami mencintaimu.." ucap Akimi dengan tersenyum begitu juga Toara, Torino, dan yang lainnya.

"Naruto.. berjuanglah.. dan gapailah impianmu juga impian kita" ucap semuanya pada Naruto dengan senyuman memberi semangat.

"Yuji.. jangan sampai mati dan jaga Naruto.. karena kita keluarga.. benarkan.." Teriak mereka yang membantu Yuji melarikan diri bersama Naruto.

Naruto pun dibawa lari oleh Yuji dengan air mata berlinang meninggalkan mereka dibelakang, mendengar suara teriakan yang menggema dan hilang satu persatu. Dan tepat dimatanya, Yuji ditebas oleh para Anbu dari belakang yang mengejar mereka demi menolong Naruto. Setelah para Anbu menebasnya, mereka langsung menodongkan senjata mereka, dari kunai hingga tanto milik mereka pada Naruto.

Tiba tiba saja sesuatu keluar dari tubuh Naruto, aura gelap yang sangat hitam pekat menyelimuti tubuhnya dan menewaskan para Anbu yang menyerangnya.

"Tidak.. tidak.. Yuji.. jangan mati.. aku mohon.. jangan mati.. hiks.. hiks.." tangis Naruto yang melihat Yuji terluka sangat parah dan mengelurakan banyak darah.

"Naruto ambilah ini, aku yakin suatu saat kau akan mencapai impianmu, impian kita bersama…." Ucap Yuji sambil menyerahkan cincin Kristal berwarna merah.

"Mana mungkin.. aku.. hiks.. hiks.. tidak mampu melindungi teman-temanku, keluargaku.. aku.. hiks.. hiks.. tak pantas menjadi Ninja.." Tangis Naruto menggema sangat keras.

Yuji yang mendengar perkataan Naruto lalu menggelengkan kepalanya lalu berucap, "Naruto.. percayalah.. karena.. kami percaya padamu.. bukankah.. kita keluarga.." Itulah kata-kata terakhirnya yang diucapkan Yuji pada teman pertama sekaligus keluarganya dengan tersenyum.

"Aaaakkkkhhhhh…" teriakan Naruto menggema dengan di iringi tangisannya,begitu juga aura pekat yang keluar dari tubuh Naruto semakin membesar.

"Maafkan aku.. Naruto.. aku benar-benar tidak berguna" ucap seseorang yang menghampiri Naruto dengan air mata menetes dipipinya sambil mengepalkan tangannya merasa kesal dan sedih karena terlambat menyelamatkan apa yang berharga bagi Naruto.

"Shisui Nii.." ucap Naruto yang masih menangis, menoleh ke arah Shisui yang berada disamping Naruto.

Naruto yang melihat air mata Shisui membuat tangisannya mereda begitu pula dengan aura pekat yang dikeluarkan oleh Naruto.

FlashBack End

"Hahh..baiklah baiklah" ucap Naruto mengalah dengan menghela nafasnya.

"Oke.. waktunya untukmu berlatih sangat serius dan jangan harap dapat beristirahat dengan tenang.." Ucap Shisui dengan tatapan tajamnya saat di akhir ucapannya.

"O.. oke…" ucap Naruto yang mulai berkeringat dingin ketakutan.

SkipTime

Shisui memberikan latihan full pada naruto. Dia memulai melatih naruto dengan latihan fisik untuk melatih tubuhnya. Perlahan tapi pasti, latihan yang shisui terapkan dari pertama dan hari hari berikutnya semakin keras.

Pada saat naruto berumur 5 tahun, naruto telah mengaktifkan chakranya untuk pertama kali. Saat itu shisui merasa tersentak kaget merasakan chakra naruto yang sedikit, tidak seperti uzumaki seperti biasanya yang mempunyai chakra setara biju.

Shisui tidak tau apa yang terjadi sebenarnya, tapi dia tidak mau naruto kehilangan kesempatan menguasai chakranya. Dia mengajarkan naruto tekhnik hebat untuk mempercepat latihannya, yaitu kage bunshin. Kinjutsu yang Naruto menguasainya dengan pertama mencoba menciptakan 10 bunshin langsung.

Dia mulai mengajarkan naruto tetang chakra control dan naruto mempelajarinya dengan baik. Tapi disisi lain sangat susah mengontrol chakra yang monsterius (aura hitam) itu dengan usia yang baru 5 tahun.

Dengan kage bunshin dia kemudian melatih chakra controlnya, dan dia juga terus berlatih dengan membaca gulungan fuinjutsu di namikaze clan labrirary. Sejak saat itu juga dia mulai mempelajari fuinjutsu.

Dia diberikan grafity seal oleh shisui 6 bulan setelah naruto memulai latihan chakra control sekaligus taijutsu style. Shisui mengajari taijutsu style uchiha clan sedang clone naruto mempelajari gulungan taijutsu dari namikaze dan uzumaki clan.

Terget naruto adalah menggabungkannya menjadi taijutsunya sendiri.

To be Continue

Sumber :

MAKE DESTINY by @the ereaser. King Of Shinobi by @ksatria bangsa. The Legacy by @Akira elgan. Jalan Hidupku by @MrMentholz. Hikari No Yami by @Apocalypse of Yami. Ninja no Kage by @Azumamaro.