MINNA!
Hosh… hosh… langsung baca aja ya!
Hiruma: AUTHOR SIALAN!
Auhtor: kyaaaaa!
Be A Man
Disclaimer: Riichiro Inagaki & Yuusuke Murata (lupa taruh di chap 1 ==')
Main Idea: Shield Via Yoichi
Pairing: HiruMamo
Warning!: Buat Hiruma FC! Disini Hiruma bakal se-OOC BANGET! Hihihi, jangan marah ke Chris ya! Ini idenya Via! Marah aja ke dia! (Via: kok gue lagi?)
Chapter 2:
Hiruma & Hunting
(========)
Saturday. 14.00, Garden
"Udah lama nunggu?" tanya seorang gadis, - Mamori Anezaki, 17 tahun – sambil menghampiri pemuda yang sedang berdiri di sebelah pohon cemara yang besar. Tampak pemuda itu mulai kesal. Mungkin terlalu lama menunggu.
"Kenapa lama banget sih? Capek tau eke nunggunya!" jawab pemuda itu, - Youichi Hiruma, 18 tahun – sambil merapikan bajunya yang mulai kusut karena menunggu terlalu lama.
"Ya ya, Hiruma. Lagipula, kita akan pergi kemana?" tanya Mamori lagi. Ia mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru taman.
"Eke udah punya calonnya loh! Nah nyok berangkaat! Cap cus euy!" ucapnya semangat. Mamori, yang melihat sahabatnya itu hanya bisa swt. 'Susahnya punya temen banci setan!'
Akhirnya, mereka berdua pergi dari tempat itu. Hiruma menarik tangan Mamori. Mamori hanya santai saja. Toh, Hiruma itu kan temannya.
(========)
MAMORI POV
Aku pasrah saja saat tanganku ditarik oleh Hiruma. Toh, niatnya juga agar aku segera mendapatkan pacar. Tibalah kami dipinggir jalan. Menunggu taksi. Ia tampak melambai-lambaikan tangannya memanggil taksi. Ia bahkan memanggil taksi itu memakai sapu tangan. Sungguh lebaynya. Yah, apa boleh buat, jika kau mengingatkannya maka aura setannya akan keluar. Sungguh, hal yang tidak menyenangkan.
Menurutku, Hiruma merupakan seorang yang tampan. Aku sudah pernah melihatnya tak berdandan ala perempuan. Waw… mataku terpana melihat tubuhnya! Jarang-jarang loh!
Oh ya. Hiruma menjadi seperti seorang perempuan akibat ke empat kakaknya yang semuanya perempuan. Bahkan, aku masih mengingat suatu hal yang memalukan! Hihihihihi….
MAMORI POV END
FLASHBACK
"Hiru-chaan~ kau cocoknya pake ini!"
"Gak! Hiru-chan harusnya pake ini!"
"Pilihan kalian jelek! Yang pink yang bagus!"
"Aku kan yang tertua! Pakai yang ini saja!"
Terdengar suara ribut-ribut dari arah sebuah kamar. Ternyata, didalamnya terdapat 5 orang anak perempuan dengan 1 orang bocah laki-laki? Si bocah berambut spike kuning itu terlihat hanya bingung memandangi ke empat orang cewek yang lalu lalang didepannya. Sati gadis cilik lagi hanya tersenyum kecil.
"Hiru-chan, kau pakai yang ini saja ya!" usul seorang cewek berambut kuning pucat sebahu itu dihadapannya. Gadis itu menyodorkan sebuah kaus oblong berwarna pink cerah.
"Tidak! Hiru-chan pake yang ini aja!" salah seorang gadis lagi menyodorkan sebuah kaus oblong berwarna hijau muda dengan motif kupu-kupu.
"TIDAK! YANG INI AJA!" teriak si kembar yang menyodorkan baju berwarna kuning dengan motif bunga matahari.
"A-aneki? Aku pakai ini saja…" bocah yang sedang kebingungan itu, akhirnya mengeluarkan suara. Tampaknya imut sekali!
Bocah itu menunjuk ke sebuah kaus biasa berwarna biru muda dengan motif awan. Gadis-gadis yang tadi, -kakak-kakaknya- memandangnya kemudian berpikir.
"Hm… kakak rasa itu cocok." Kata gadis berambut kuning pucat sebahu. Tiga orang yang lainnya mengangguk setuju.
"Baiklah! Kau ganti baju cepat!" kata gadis itu lagi.
"Mamo-chan? Kau naik ke mobil saja ya?" seorang anak kecil kaget. Ia yang sedang mengkhayal dikagetkan oleh seorang gadis berambut kuning pucat yang diikat bak ekor kuda.
"A-ah, iya kak! Mamo turun dulu ya!" segera gadis kecil itu berlari keluar.
"Hihihihihi…. Hiruma didandani bak cewek!" gumam gadis itu.
FLASHBACK END
(========)
Tiiiittt….
"Hah?"
Tibalah mereka berdua di sebuah restoran bertema makanan Italy. Saat masuk kedalam, ada 2 orang waitress yang menyambut mereka dengan senyuman hangat. Mamori dan Hiruma pun membalasnya juga. Tanpa menunggu lama-lama, mereka menuju ke sebuah meja bernomor 17 di ujung ruangan itu.
Saat telah sampai, mereka Mamori langsung disuruh duduk oleh Hiruma. "Ayo, kau duduk."
"Kau sendiri?" Tanya Mamori lagi. Hiruma hanya menyeringai.
"Sabar dikit lah, eke mau nelpon calon-calon pacarmu itu!" katanya sembari mengambil hpnya.
Mamori jadi bingung. "Calon-calon? Hm…"
"SMS eke kalo gak mau. Oke?" ia mengacungkan jempolnya. Kemudian, berlalu pergi.
(========)
Selang 15 menit kemudian, tampak seorang pemuda bertubuh lentur, rambutnya berwarna pirang cerah. Perlahan, ia berjalan mendekati meja Mamori. Kesan pertama yang di tangkap Mamori bahwa pemuda ini gentleman.
"Ehm… apa kau Mamori?" pemuda itu berdehem kemudian bertanya pada Mamori. Mamori hanya mengangguk.
"Silahkan duduk," ucap Mamori. Kemudian, pemuda itu duduk berhadapan dengannya.
"Ahaha! Namaku Taki. Salam kenal!" ucap pemuda yang bernama Taki itu. Ia menyodorkan tangannya kepada Mamori.
Mamori bersalaman dengannya sambil mengucapkan, "aku Mamori."
"Kau seorang pelajar Mamori?" tanya Taki lagi.
"Hm! Aku seorang pelajar di Universitas Deimon," jawab Mamori sambil mengeluarkan hpnya. "Kau sendiri?"
"Aku seorang penari. Mau lihat kemampuanku?" ucapnya. Ia kemudian keluar dari kursinya. Memulai kuda-kudanya untuk menari.
"Eh?" tanpa aba-aba dari Mamori, Taki sudah berputar-putar di tempatnya berdiri. Mamori hanya bisa sweatdrop melihat kelakuan Taki.
'Ini sih bukan gentleman, tapi jingleman!' Mamori membatin.
"Ahahahaha!" Taki berputar sambil berteriak. Semua orang yang lagi makan memandangnya dengan tatapan bermacam-macam.
Mamori hanya bisa menutup telinganya. Segera ia memainkan jari-jarinya diatas keypad hpnya. Ditekannya kuat dan cepat.
Setelah mengirim pesan, Hiruma datang. Ditariknya (baca: diseret) Taki keluar. Tak berapa lama, Hiruma telah kembali.
"Kenapa? Kau nggak suka?" tanya Hiruma. Mamori mendengus kesal.
"Orang aneh begitu disodorin! Ya gak maulah!" ucapnya.
"Yaudah, aku nelpon yang berikutnya ah!" Hiruma mengeluarkan hpnya lagi.
Tak beberapa lama lagi, seorang pemuda gendut yang datang. Ia melambaikan tangan kepada Hiruma dan Mamori. Kemudian, ia mendekat.
"Hiruma! Aku gak mau yang kayak bola gitu!" Mamori berbisik ke telinga hiruma.
"What? Dia kan berisi! Baguslah," jawab Hiruma. Ia hanya tersenuym licik kepada Mamori.
"Aku gak mau!" bisik Mamori kesal.
"Hai…" pemuda yang tadi sudah berada di tempat Mamori dan Hiruma berdiri. Ia memberikan senyum kepada mereka berdua.
"Kau kembali saja, Kuso!" ucap Hiruma kepada pemuda itu. ia mengusirnya.
'Setannya keluar…' batin Mamori.
"Yasudah, aku telpon yang berikutnya." Ia mengambil hpnya lagi. Pria yang tadi sudah menangis sambil berlari menuju pintu keluar. Ia menabrak semua yang lewat. Kasihan.
Munculah seorang pria dewasa, yang tampan. Tampak lebih tua 5 tahun dari Mamori. Mamori berpikir, mungkin pria ini yang cocok untuk menjadi pacarnya.
"Hai…" ucap Mamori. Pria ini tampak angkuh. Bahkan, ia tak membalas sapaan Mamori.
"Jadi? Ini gadis yang kau bicarakan itu?" tanya pria itu sombong.
"Kenapa? Kau tidak mau Musashi?" tanya Hiruma balik. Mamori hanya menatap mereka bingung.
"Masih kecil…" jawabnya tak kalah sinis. Mamori yang mendengar hal itu mulai marah. Ia mengepalkan kedua tangannya.
"Hei!" Mamori memukul meja. Darahnya pun terlihat telah naik ke ubun-ubun.
"Mamo-chan, tenanglah," Hiruma mencoba menenangkan Mamori. "Mushashi, kau pulanglah!"
"Cih!" pria itu pergi. Meninggalkan Mamori dan Hiruma disana. Mamori mulai tampak tenang.
"Minumlah," Hiruma menodorkan segelas air putih kepada mamori. Perlahan, mamori meminumnya.
"Hiruma, aku bosan. Tak ada yang cocok…" ucap Mamori pelan. Ia menyandarkan kepalanya di kaca yang berada disampingnya.
"Sabarlah Mamo-chan, ntar eke cariin yang lain!" Hiruma mulai mengambil hpnya lagi. Namun langsung dicegah oleh Mamori.
"Tak usah… pasti tak cocok lagi," jelasnya. Hiruma memandang sedih Mamori.
"Trus, gimana ding?" tanya Hiruma. Ia menatap Mamori lembut.
"Hmm…" Mamori menopang dagunya. Ia tampak berpikir. Agak lama, sampai akhirnya ia tersenyum.
"Kau!~" Mamori menunjuk Hiruma.
"Eh?~"
"Kau, jadi pacar pura-puraku!" Mamori berkata penuh semangat.
"Apa?"
"Kau jadi pacar pura-puraku!"
T B C
AAAAHHHH! HELP ME!
Drrrrrrt… drrrrrrt…
Minna! Gomen telat apdeth! Ni karena Ujian, ama Hiruma yang ngejar-ngejar Chris selama 3 hari! Halah… capeknya! Mana ngejarnya pake Cerberus dan bazooka! Gila!
Okay! Nampaknya, readers sekalian pada kaget ya, Hiru-kun jadi banci… kalo mau protes, tuh ama Via! Silahkan, silahkan… *Di geplak Via*
Hai! So, special thanks to:
Phoebe Yuu: yayaya… ini bakal jadi HiruMamo! Hahahaha… Chris juga ngakak pas nulis hal itu! nih apdethannya! ReAnRev lagi ya!
chara-chii12: Hiru-kun ganti profesi sejak Chris nulis ni cerita! Ini mah SUPER OOC! Sby toh? ReAnRev lagi ya!
undine-yaha: Sankyuuu! Chris udah buat Hiruma jadi banci! Give applause to me! *Plok-plok-plok panci melayang* Kosakata bancinya ucah banyak belum? Chris gak tau banyak karena Chris bukan banci! Wkwkwkwk… ReAnRev lagi ya!
mimimifeyfeyfey: ini udah cukup belum? ReAnRev lagi ya!
Shield Via Yoichi: Hahahahaha… ini bakalan ancur ditangan Chris! Cerita tentang Via ma Shien belakangan aja yah! Otakku lagi pengap! Hehehe… ReAnRev lagi ya!
Asako Karasuma: salam kenal juga! Maap ya udah bikin anikinya Asako-san jadi banci… hihihihi ReAnRev lagi ya!
YoshiKitty29: O.M.G! Chris juga kaget! ReAnRev lagi ya!
Youichi Nanase: haduhh dosa apa Chris sampe bikin orang laen sesak napas? ReAnRev lagi ya!
RiikuAyaKaitani: gak cocokkah? Pos pengaduannya pada 'Shield Via Yoichi' *plaak* ReAnRev lagi ya!
Liichiho-iru: kerenkah? Sankyuuuu! ReAnRev lagi ya!
Hahahaha… udah semua kan? Kalo pendek, silahkan mengeluh ama Via, *Via: dari tadi kok gua mulu sih?*
Hehehehe…. Kalo udah baca, WAJIB REVIEW!
REVIEW~ REVIEW~ REVIEW~REVIEW~REVIEW~REVIEW~REVIEW~
