Spirit Shinobi


Disclaimer: I don't own anything from Naruto manga. But this fic is mine.

Rate: M

Pair: Naruto x ?

Warning : Typo, AlurPasaran, OC, OOC, GodLike.

Summary :Terlambat dalam berkembang, walau begitu dibalik itu semua terdapat sebuah Hikmah yang dapat diambil. GagalSummary, SpiritShinobi...


Thiyahrama: Chara Spirit berasal dari Mortal Combat '-')/ Mungkin nanti bakal ada lagi chara dari sana.

Michaelgabriel455 : Yoi vak '-')/

Griegeiriea : Ya silahkan :p

792 : Yoa, kayanya bakal cepet upnya kalo udah abis UN :D

Nexad Party : Pair belum ditentukan hehe

Agusgaga122 : Nih update '-')/


Chapter 2 : Akhir Pelatihan dan Kembali.

Konohagakure no Sato, sudah satu minggu sang Yondaime Hokage berusaha mencari keberadaan putra sulungnya yang menghilang tanpa jejak, dia sama sekali tak ingin mempercayai opini opini yang terdengar olehnya jika Namikaze Naruto sudah meninggal. Dia selalu berusaha untuk mencari keberadaan putranya tersebut, bahkan untuk beberapa hari ini pekerjaan sebagai Hokage dia serahkan kepada Sandaime untuk sementara.

Tak hanya Namikaze Minato yang mencari Naruto beberapa hari ini, Kushina pun ikut dalam pencarian ini, begitu pula dengan Menma, dan jangan lupakan ratusan anbu dibawah perintah Yondaime dan Sandaiame pun ikut andil dalam pencarian ini, dan sampai saat ini pula setitik cahaya pun tak mereka dapatkan, segel Hiraishin milih Minato pun tak berfungsi, Byakugan klan Hyuuga pun tak menemukan sedikitpun jejak, anjing anjing ninja pun tak ada manfaatnya.

Frustasi, sudah pasti namun mereka masih tetap berusaha mereka tak ingin menjadi orang tua yang tak berguna untuk anaknya, Menma pun bahkan selama seminggu lebih ini tak masuk keAkademi, dan lebih mementingkan mencari kakaknya walaupun Minato sudah melarangnya karena dia percaya jika dirinya sendiri dapat mengatasi hal ini.

Hari kedua belas pun sudah terlewatkan, dapat dilihat dengan jelas wajah pucat dan terlihat bagai tak bernyawa diwajah sang Yondaime Hokage dan istrinya, malam ini mereka pun tak mendapatkan sedikit pun petunjuk, dari wajah Minato dan Kushina yang tengah berjalan pun dapat dilihat bagaimana ekspresi keputusasaan mereka, mata mereka menatap kosong kebawah.

Sesampai dirumah mereka langsung masuk kedalam kamar tidur mereka berdua tanpa sedikit pun berbicara pada Menma yang sedari tadi meminta penjelasan dari kedua orang tuannya. Menma tahu seperti apa rasa yang dirasakan kedua orang tuanya, walaupun Menma tak lebih merasakan sakit dari pada kedua orang tuanya.

Namun tak Minato dan Kushina ketahui jika malam ini Menma berniat keluar dari Konoha tanpa sepengetahuan mereka, Menma sudah mempersiapkan semuanya,, semuanya. Bahkan, dia berniat memotong sedikit daging yang ada dipundak kirinya tempat dimana segel Hiraishin milik ayahnya tertanam, namun dia urungkan hal tersebut sebelum dia berhasil keluar dari desa ini.

Dan malam inilah Menma sudah beranjak menuju gerbang desa Konoha, beberapa Shinobi dan Kunoichi yang berpapasan dengannya hanya menundukkan kepalanya karena mereka merasa menyesal sekaligus malu karena sampai hampir dua minggu mereka sama sekali tak dapat menemukan kakak Menma yang menghilang tanpa jejak, namun tak dapat dipungkiri pula jika mereka sedikit menatap Menma cukup lama karena melihat Menma yang membawa sebuah tas punggung miliknya dimalam hari ini.

Perjalanan yang dilalui oleh Menma akhirnya selesai, dia saat ini sudah berdiri didepan gerbang desa Konoha. Izumo dan Kotetsu yang melihat Menma berdiri didepan gerbang pun cukup bingung, namun akhirnya mereka menghampiri Menma yang saat itu masih menatap lurus kearah luar gerbang Konoha. Menma yang merasa dirinya akan kedatangan seseorang pun mengalihkan perhatiannya kearah kanan tubuhnya.

"Menma-sama, apa yang anda lakukan malam malam seperti ini disini?" Izumo adalah orang yang pertama kali angkat bicara, Kotetsu hanya menimpalinya dengan anggukan setuju akan pertanyaan dari Izumo barusan. Menma yang melihat Izumo dan Kotetsu hanya tersenyum kecil, namun setelahnya-

BUGH BUGH

Dua buah pukulan keras dilayangkan oleh Menma tepat kearah ulu hati dari Kotetsu dan Izumo, kedua Chunin penjaga gerbang tersebut pastilah terkejut namun mereka tak mengindahkan hal tersebut karena setelah pukulan tersebut menyerang keduanya mereka sama sekali tak melihat Menma berdiri didepan mereka, namun tak berapa lama dua buah kepulan asap muncul didepan mereka berdua.

"Kemana larinya Menma-sama, Izumo, Kotetsu?" Izumo dan Kotetsu yang mendengar pertanyaan dari Anbu berkode Taka dan Bear tersebut menggelengkan kepala mereka. "Kami tadi diserang oleh Menma-sama, namun kami menyimpulkan jika yang menyerang kami hanyalah Bunshin darinya, karena setelah kami diserang olehnya kami sedikit melihat kepulan asap saat kami menahan sakit karena serangan darinya."

Bear dan Taka mengangguk mengerti akan penjelasan dari Kotetsu barusan. "Teruskan tugas kalian, kami akan berusaha mencarinya!" Kotetsu dan Izumo mengangguk, setelahnya Taka dan Bear menghilang menjadi kepulan asap kembali.


Kediaman Hokage

.-.

Malam ini Minato dan Kushina baru saja akan beranjak tidur namun sebuah ketukan keras dipintu rumah mereka membuat hal yang akan mereka lakukan tersebut haruslah mereka tunda, Minato berjalan dengan sedikit lemas untuk menyambut siapa yang bertamu tengah malam seperti ini. Sesampainya didepan pintu Minato segera membuka pintu tersebut dengan perlahan.

"Ada apa Taka sampai kau malam malam seperti ini kemari?" Minato angkat bicara saat Taka dan Bear membungkuk kearahnya.

"Lapor Hokage-sama, Menma-sama keluar dari desa dan baru saja menyerang Izumo serta Kotetsu." Minato pastilah membulatkan mata saat ini, tak sampai satu detik raut wajah Minato berubah drastis dan menatap tajam kearah kedua Anbu yang ada didepannya saat ini. "Kenapa kalian kesini ! Cepat beri tahu anbu yang lain untuk segera mencari Menma! Apa lagi sekarang, Naruto yang belum ditemukan dan sekarang Menma yang keluar desa!"

Kedua anbu yang baru saja mendapat amarah dari Minato segera menghilang menjadi kepulan asap, Minato yang berada disana pun berlari kearah kamarnya untuk menemui Kushina. "Kushina, bangun kita harus pergi menyusul Menma!" Kushina yang baru saja terbangun dari tidurnya masih belum mengerti apa maksud dari Minato saat itu.

"Menma keluar desa Kushina!" Ucapan dari Minato barusan tak khayal membuat Kushina harus membulatkan matanya sempurna, Minato tahu Kushina pastilah shcok saat mendengar kabar darinya, tak mau membuang buang waktu Minato langsung menyentuh pundak Kushina dan menghilang meninggalkan kilatan kuning.


Namikaze Menma, saat ini dia tengah berjalan sendiri ditengah hutan yang tak begitu jauh dari desa Konoha, tatapan miliknya menatap tajam kearah sekitarnya berjaga jaga jikalau ada sesuatu yang datang menyerangnya disaat dia tengah dalam keadaan lengah, sebuah pedang berada dipunggungnya, dia tahu jika itu adalah pedang milik kakaknya dan kini dia membawanya karena hanya dengan pedang inilah dia merasa jika dirinya dekat dengan kakaknya.

Kesiagaan Menma meningkat saat salah satu semak belukar yang berada disisi kiri tubuhnya menimbulkan sebuah suara gemresak khas semak yang tersenggol, tangan kanan Menma sudah memegang ganggang pada pedang milik kakaknya walaupun dia tahu Kenjutsunya sama sekali tak sebaik kakaknya.

SRREK SRREK

Sekali lagi semak tersebut bersuara, Menma tetep bersiaga, dia tahu jika itu hanyalah hewan karena tak mungkin jika seorang ninja bersembunyi dibalik semak yang tingginya tak lebih tinggi dari dada Menma, namun karena sikap siaga itulah Menma dapat menangkis lima buah Shuriken yang mengarah kepadanya, dan dia juga dapat menghindari beberapa tembakan bola bola api yang mengarah kepadanya.

"Hohoho, kau lincah dan hebat untuk ukuran bocah sepertimu." Sebuah suara terdengar diindra pendengaran Menma, Menma menajamkan pengelihatannya menatap siapa yang baru saja menyerangnya, dalam pengelihatan Menma dia dapat melihat sosok Ninja yang menurutnya cukup aneh.

Bagaimana tidak, sebuah pakaian berwarna hitam polos dia kenakan, mulai dari pakaian ninja tanpa lengannya yang menunjukkan otot otot lengannya yang sudah cukup terbentuk, celana kain hitam dengan sabuk kain yang serupa dengan pakaiannya, anehnya lagi dia menggunakan topeng yang senada pula dengan pakaian yang dikenakannya.

Dikepalanya hanya kedua bola mata berwarna putih keseluruhannya sajalah yang terlihat, bahkan sehelai rambut pun tak ada yang nampak disana, walau mata penyerang tersebut terlihat tanpa pupil tapi Menma tahu jika pelaku penyerangan atas dirinya tersebut tengah menatap tajam kearahnya, Menma kembali memasang kuda kuda bertarung miliknya saat melihat sosok tersebut berjalan kearahnya dengan tenang.

"Siapa kau dan apa maumu!"

Tak ada jawaban, sosok tersebut tetap berjalan kearahnya dengan perlahan, melihat hal tersebut Menma tak ambil pusing, Menma lebih memilih berlari kearah sosok tersebut dengan pedang yang siap ditebaskan kearah sosok tersebut. Melihat Menma berlari kearahnya, sosok tersebut berhenti dari berjalannya.

Menma semakin dekat kearah sosok yang tadi menyerangnya dengan jutsu yang bisa dibilang hanya Rank B dan sosok tersebut masih tetap diam ditempatnya berdiri tadi, setelahnya-

TRANK

Menma terkejut saat sebuah rantai berujung tajam dengan warna hitam menyerangnya walaupun dia sempat membelokkan arah serangan tersebut dengan pedang milik kakaknya yang dia bawa, dan keterkejutan Menma ditambah karena rantai yang baru saja menyerang dirinya seperti masuk kedalam telapak tangan sosok tersebut. Dia tahu hanya Uzumaki terpilih saja yang dapat mengeluarkan serangan menggunakan rantai chakra.

"Serang aku lagi Namikaze Uzumaki Menma!" Menma benar benar tersentak kaget akan perkataan dari sosok tak dia kenali tersebut, namun Menma tak ambil pusing akan hal itu dia lebih memilih untuk kembali berlari kearah sosok yang kini berjarak sekitar sepuluh meter darinya berdiri, namun-

SRING

Sebuah kilatan kuning menghentikan Menma saat dia akan menyerang sosok tersebut, Menma mendecih kesal karena dia tahu siapa yang datang sekarang, ditambah lagi dengan beberapa kepulan asap yang mengelilingi tempat pertarungannya saat ini. Namikaze Minato dan Uzumaki Kushina, mereka datang tepat waktu bersama satu pleton anbu Konoha.

"Apa maksudmu menyerang anakku!" Minato berkata dengan nada tinggi, namun sosok tersebut tak menghiraukannya, Minato mengambil sebuah kunai cabang tiga dari dalam tas ninjanya, Kushina menarik pedang miliknya yang berada disarung pedang yang tengah dia genggam, dan seluruh anbu menarik tanto milik mereka untuk bersiap menyerang sosok tersebut.

"Khukhukhu, ternyata ayah dan ibunya datang, Konbanwa ne Yondaime-sama, Akai Chiso no Habannero, dan ... Jinchuriki Kyuubi no Kitsune." Mata seluruh orang yang ada disana membulat mendengar empat kata terakhir yang terlontar dari mulut dibalik topeng hitam tersebut, seluruh anbu bergerak menyerang kearah sosok tersebut namun-

SRING SRING SRING

Tak sampai tiga detik, seluruh anbu yang akan menyerang sosok tersebut terikat sebuah rantai perak yang berbeda dengan saat rantai tersebut menyerang Menma, Minato dan Kushina pastilah terkejut saat melihat apa yang terjadi, namun mereka tak tinggal diam, kedua duet maut dalam Perang Dunia Shinobi ke-tiga tersebut melesat kearah sosok yang berdiri dengan tenang didepan mereka.

Minato melemparkan kunai cabang tiganya kearah sosok tersebut, namun belum sampai mengenai sosok yang menjadi sasaran kunai Minato sebuah bayangan hitam yang menyerupai sosok tersebut menghentikan laju kunai Minato, lagi lagi Kushina dan Minato terkejut bukan main, begitu juga seluruh anbu yang masih menjadi tawanan oleh rantai sosok tersebut.

Namun lari Minato dan Kushina terhenti saat melihat siapa orang yang ditarik sosok tersebut menuju kedepannya, Namikaze Menma, saat ini dia tengah meronta dalam ikatan rantai yang melilit seperempat tubuhnya, Minato mendecih kesal sifat licik sosok tersebut benar benar tak bisa dimaafkan.

"Apa kau ingin menyerangku lagi Hokage-sama? Jika ya, anakmu ini akan terbelah menjadi puluhan bagian dan kau akan kehilangan anak keduamu setelah Namikaze Naruto menghilang dua minggu yang lalu." Sekali lagi, semua yang ada disana tak dapat menahan ekspresi terkejut mereka, bagaimana orang luar bisa tahu akan hal tersebut?

"Aku tahu jika aku pasti akan kalah melawan duet maut Perang Dunia ke-tiga ini, ah bukan, melawan kau pun aku pasti kalah Hokage-sama. Dan oleh karena itu lebih baik kalian dengarkan penjelasanku terlebih dahulu, khukhukhu." Ucapan dari sosok tersebut membuat Minato dan Kushina mendecih, ditambah lagi tawa yang menandakan bahwa ada hal yang disembunyikan oleh sosok tersebut.

Minato sedikit menggeram, namun dia tahu apa konsekuensinya jika dia gegabah menyerang sosok serba hitam tersebut, apalagi puluhan rantai yang mengikat anbu serta Menma adalah rantai yang dikeluarkan oleh sosok tersebut dapat dengan mudah membelah tubuh tubuh yang tengah dililitnya saat ini. "Baiklah, apa yang ingin kau katakan pada kami!" Minato menjawab ucapan sosok tersebut dengan nada yang dia tinggikan.

"Baiklah, sebenarnya aku akan pergi keKonoha malam ini untuk bertemu denganmu Hokage-sama, namun saat dalam perjalanan aku bertemu dengan anakmu yang berjalan sendiri dihutan ini, aku menyimpulkan bahwa dia hendak keluar dari desa secara diam diam untuk mencari kakaknya yang beberapa saat yang lalu aku mendengar dari desas desus orang orang luar jika Namikaze Naruto menghilang-" Minato mendengarkan dengan saksama, begitu pula dengan Kushina.

"-Aku membawa kabar jika Namikaze Naruto bukan menghilang ataupun mati ! Dia saat ini tengah dalam masa pelatihan bersama dengan ketiga gurunya, dan aku adalah Noob Saibot, salah satu bunshin khusus dari salah satu guru Namikaze Naruto." Semua yang mendengar ucapan dari Noob Saibot barusan membulatkan matanya.

Rantai milik Noob Saibot menghilang, membuat seluruh anbu dan Menma terjatuh walau mereka dapat mendarat dengan sempurna, Minato menatap tajam kearah Noob yang mulai membalikkan badannya, namun Noob berhenti saat Minato kini sudah berada didepannya seraya melayangkan sebuah pukulan kearahnya, Noob hanya diam tak bergeming.

BUGH

BOFT

Tubuh Noob berubah menjadi sebantang kayu saat pukulan Minato mengenainya. "Kau berfikir jika aku berbohong Hokage-sama ? Tunggulah dua minggu lagi dan pelatihan Naruto sudah genap sebulan disini, atau tepatnya 720 hari didimensi sana, aku pergi dulu Kiiroi Senko, Red Habannero, Jinchuriki Kyuubi dan Anbu, JaaNee." Semua yang ada disana berniat mencegah kepergian Noob Saibot, namun apa daya tubuh Noob sudah berbaur bersama gelapnya malam dan menghilang.


Disisi lain.

.-.

BUUMMM

BUUMMM

KRRAK PYYAR

DAARR

Mulai dari suara ledakan, sesuatu yang terpecah sampai sambaran petir terdengar didalam dimensi dimana Naruto berlatih dengan ketiga gurunya, dimensi yang tadinya berwarna putih sempurna kini dipenuhi oleh lubang lubang bukti dari kerasnya latihan Naruto, dan saat ini Naruto tengah dalam posisi membungkuk akibat kelelahan saat berlatih melawan kedua Spiritnya.

Namun, kedua Spirit Naruto hanya berdiri dengan tenang seraya menatap Naruto yang tengah mulai terduduk karena kelelahan, bagaimana tidak, dia hanya bocah tujuh tahun yang dilatih ekstreme oleh ketiga Roh ninja tersebut. "Lebih baik kau beristirahat dahulu Naruto, kita sudahi latihan hari ini" Naruto mengangguk meng'iya'kan ajakan dari gurunya sekaligus spiritnya tersebut.

Dengan bantuan dari Sub-Zero dan Scorpion yang kini memapahnya menuju kakeknya Uzumaki Arashi Naruto mulai bangkit kembali. Arashi yang melihat latihan Naruto yang begitu keras nampak puas dengan kekuatan Naruto saat ini, dia benar benar berkembang walaupun tidak sepesat yang dia inginkan, dia memaklumi karena fisik Naruto yang hanya fisik bocah tujuh tahun.

"Kau telah berlatih keras Naruto, jika seperti ini terus kau bisa lebih cepat menemui Minato dan Kushina." Naruto tersenyum lebar saat dia mendengar pujian dari kakeknya tersebut, sudah hampir dua tahun didimensi ini Naruto berlatih namun tinggi badannya tak begitu bertambah, hanya saja otot ototnya sudah terbentuk walau tak sebesar kedua Spiritnya tersebut.

"Tentu saja, aku akan berlatih lagi jika staminaku sudah kembali Jiji." Naruto menjawab ucapan dari Arashi dengan senyum yang terulas diwajahnya. "Tou-san, dan Kaa-san pasti bangga dengan kekuatanku sekarang, dan pasti Menma iri denganku hehehe." Arashi hanya tersenyum menanggapi ucapan Naruto barusan seraya dia kini menepuk nepuk kepala Naruto dengan perlahan.

DEG.

"Noob berhasil Arashi-sama, Minato dan Kushina kini telah tahu dimana Naruto berada." Arashi mengangguk atas penjelasan dari Scorpion barusan, Naruto yang mendengarnya pun juga ikut tersenyum, sekarang dia lebih tenang berlatih karena kedua orang tuanya pasti tak akan berlebihan mengkhawatirkannya.

"Yosh, ayo berlatih lagi –tebbayo!" Arashi tersenyum, Sub-Zero dan Scorpion mengangguk untuk meneruskan latihan keras Naruto sampai satu tahun kedepan didimensi tersebut.


Konohagakure no Sato.

.-.

TOK TOK TOK

TOK TOK TOK TOK TOK TOK

"Iya aku datang!" Dari dalam sebuah rumah yang cukup besar terdengar teriakan keras, suara dari seorang laki laki tepatnya. Setelah membuka pintu tersebut, lelaki tua tersebut melihat Minato dan Kushina yang saat ini menatap kearahnya dengan tajam. "Aku tahu dimana Naruto berada Sandaime-sama!" Hiruzen nampak sedikit tersentak kaget, namun dengan cepat dia dapat mengontrol kembali ekspresinya.

"Lalu dimana Naruto, Minato?!" Minato sedikit tersentak karena pertanyaan dari Hiruzen barusan, namun dia segera menatap Kushina yang berada disamping kiri tubuhnya, Kushina nampak mengangguk meng'iya'kan maksud Minato barusan. "Dia kini berlatih didimensi milik gurunya Hiruzen-sama." Hiruzen cukup kaget akibat ucapan dari Minato barusan.

"Si-Siapa yang menjadi guru Naru-chan, Yondaime-sama?" Bukan Hiruzen yang bertanya, namun anbu yang kini berdiri dibelakang Hiruzen, Hiruzen berbalik menatap siapa yang bertanya barusan, dia tahu hanya dialah anbu yang menjaganya, salah satu anbu terbaik yang ada diKonoha. "Kami juga tak tahu Shisui, tapi yang pasti dia sangat kuat, bahkan salah satu bunshin dari guru Naruto cukup membuat kami kewalahan, walau cara yang dia gunakan cukup licik."

Hiruzen dan Shisui anbu kepercayaan Hiruzen mengangguk mengerti. "Jadi lebih baik kau besok batalkan pengumuman jika Naruto dikabarkan meninggal, dan kapan dia akan kembali Minato?" Minato dan Kushina mengerti maksud dari Hiruzen, dan perkataan dari Hiruzen barusan adalah pemikiran dari Minato dan Kushina beberapa saat yang lalu. "Dia akan kembali sekitar dua minggu dari sekarang Sandaime-sama."

SKIP TIME

Pagi yang indah kembali mewarnai Konoha, dikantor Hokage saat ini tengah berkumpul sang Yondaime Hokage bersama beberapa anbu dan beberapa petinggi klan yang ada diKonoha, mereka saat ini tengah membicarakan maksud Minato memanggil mereka. Wajah terkejut memang nampak diwajah mereka saat Minato membicarakan hal yang akan dia sampaikan.

"Jadi, selama ini Naruto berlatih disalah satu dimensi buatan gurunya?" Minato mengangguk menjawab pertanyaan dari Shikaku Nara sang penasehat Konoha sekaligus sahabat Minato, kabar yang dibawa Minato dan Hiruzen memang cukup mengejutkan. "Pantas saja seluruh pasukan pencari yang kau gerakan tak menemukan hasil sedikitpun Minato." Kini Hiashilah yang angkat bicara, Minato hanya mengangguk kecil.

"Baiklah, jadi mulai hari ini regu pencari akan dihentikan dan kita tinggal menunggu kembali datangnya Naruto." Semua mengangguk mengerti akan ucapan dari Minato barusan, semua nampak lega karena salah satu calon shinobi berbakat diKonoha telah ditemukan walaupun belum kembali kedesa tersembunyi ini. "Baiklah jika begitu kami permisi dulu Hokage-sama." Minato mengangguk meng'iya'kan ucapan tersebut.

Saat semua telah keluar, kini tinggallah Minato sendiri berada didalam kantor Hokage, dia nampak menatap langit lagit ruangan tersebut, rasa rindu pastilah menghinggapinya saat ini, berbagai pertanyaan terlintas dibenak Minato akan seperti apa Naruto saat kembali setelah kepergiaanya yang satu orang pun tak mengetahuinya, Menma pastilah iri dengan Naruto jika Naruto sudah bertambah kuat, dan pastilah dia akan meminta kakaknya untuk melatihnya dengan keras setelah ini.

Beberapa saat telah berlalu dimana waktu tersebut hanya dihabiskan Minato untuk menerawang jauh sekaligus berfikir tentang anak sulungnya, sesaat kemudian Minato kembali menatap kemeja kerjanya. "Sial, kenapa harus kertas kertas menjengkelkan ini lagi!"


Disisi lain, didimensi buatan kedua Spirit Naruto kini dapat dilihat Naruto tengah melayangkan pukulan berlapis api kearah sosok Ninja berpakaian biru yang kita ketahui bernama Sub-Zero, namun pukulan Naruto sama sekali tak sampai kebadan Sub-Zero karena sebuah rantai besi yang nampak membara berusaha menyerangnya, Naruto dapat menghindari serangan dari Scorpion barusan dengan sebuah dinding es tebal yang menghilangkan jarak rantai dengan tubuhnya.

Naruto kini kembali berdiri menghadap kearah ketiga musuhnya, tubuh kekar penuh luka nampak pada Naruto, nafas yang sedikit berat terdengar berasal dari bocah bersurai kuning cerah tersebut, tak beda jauh dengan Naruto, ketiga gurunya pun kini nampak mengatur nafasnya yang sedikit lebih ringan diatas Naruto, namun sedikitpun luka tak tampak pada ketiga gurunya, curang memang karena didalam dimensi ini hanya Naruto sajalah yang dapat terluka.

Namun tak berapa lama setelahnya Naruto kembali melesat kearah ketiga gurunya yang kini mulai menyebar guna sedikit menyulitkan Naruto karena serangan tiba tiba dari mereka bertiga, target Naruto saat ini adalah Arashi sang kakek Naruto, tak mau kalah dengan cucunya Arashi pun juga ikut melesat kearah Naruto dengan bogem mentah yang siap menghajar tubuh Naruto setiap saat.

BUGH

Dua pukulan bertenaga saling hantam, tubuh Naruto nampak terseret beberapa langkah kebelakang karena kuatnya pukulan Arashi yang dia beri sedikit tambahan chakra, namun hal tersebut bukanlah suatu masalah besar bagi Naruto, masalahnya kini berada pada tempat yang dia injak sudah berubah menjadi es karena efek kekuatan dari Sub-Zero yang tengah menapakkan kedua telapak tangannya ketempat dia berpijak.

Keterkejutan Naruto bertambah saat sebuah bola api yang cukup besar datang dari arah atas tubuhnya, disana Scorpion sudah membuka topeng miliknya menunjukkan wajah aslinya yang hanya berisi tengkorak dengan kobaran api yang menyelimuti, nampak kedua rahang Scorpion terbuka menembakkan bola api berdiameter lebih dari sepuluh meter kearah Naruto berdiri.

Ingin menghindar namun kakinya sudah terselimut oleh es Sub-Zero, ingin menghentikan bola api tersebut ratusan peluru peluru angin sudah melesat kearahnya akibat serangan dari Arashi, otak cerdas Naruto mulai berputar berfikir secepat kilat untuk menghilangkan atau pun minim untuk mengurangi dampak serangan tersebut. Seberkas cahaya kecil melintas diotak Naruto, dia membuat sebuah segel tunggal dengan tangan kirinya, segel berbentuk harimau tepatnya.

Raiton : Denshi Bakuhatsu (Elemen Petir : Ledakan Listrik)

Tepat pada lima puluh senti saat bola api dan peluru angin tersebut akan menghantam Naruto, sebuah ledakan petir berskala sedang keluar dari seluruh tubuh Naruto, ledakan petir tersebut sukses menghalau serangan gabungan dari ketiga guru Naruto. Dan akibat dari ledakan petir barusan es es yang menjerat kaki Naruto pun ikut menghilang, dan kesempatan ini dimanfaatkan oleh Naruto untuk balik menyerang kearah ketiga gurunya.

Naruto menghilang bersama kepulan asap dan muncul beberapa meter dibelakang Scorpion, Scorpion yang merasakan adanya bahaya yang berada dibelakang dirinya pun membalik badannya dan melihat Naruto sudah bersiap menyerang kearahnya dengan sebuah pedang es yang berada ditangan kirinya sedangkan pada tangan kanannya kobaran api yang meletup letup siap dia hantamkan pada sosok yang berada didepannya saat ini.

TRANK BUGH BUGH

Bunyi dentingan pedang dan suara pukulan terdengar, rantai rantai milik Scorpion menghalau berbagai serangan Naruto dengan cukup mudah, namun sebuah pukulan bersarang diperut Scorpion dan itu cukup untuk membuatnya terdorong beberapa langkah kebelakang. Naruto berniat menyerang kembali, namun sebuah pukulan diterimanya walaupun Naruto sudah menghalaunya dengan sisi tumpul pedangnya, namun kuatnya pukulan tersebut membuat Naruto sedikit terdorong.

Namun, belum sempat mengambil nafas lega Naruto harus merasakan rasa sakit saat sebuah tendangan telah didapatnya dari Arashi, Naruto tahu jika itu kakeknya karena rambut merah yang sedikit berkibar karena cepatnya pergerakan dari Arashi. Naruto terlempar cukup jauh walaupun dia sudah menancapkan pedang esnya kearah pijakannya, setelah berhenti Naruto menatap bengis kearah ketiga orang yang berdiri dengan tenang menatap dirinya.

"Cih, jika begini terus." Naruto menghilangkan kobaran api dan pedang es yang menjadi senjatanya, dan dia menggabungkan kedua jari tengah dan telunjuknya untuk membentuk bentuk plus didepan tubuhnya. Kagebunshin no Justu!

Naruto berteriak cukup keras saat menyebutkan tehniknya, lima clon muncul disisi kanan dan kiri tubuh Naruto. Naruto pun berlari kearah ketiga gurunya dengan membagi klonnya untuk menghadapi gurunya masing masing dua beserta dirinya yang asli dengan sebelumnya dia berlari zig zag untuk membuat ketiga gurunya tak mengetahui dirinya yang asli dimana.

.

.

.

.

BRUK BOFT BRUK BOFT

"Sudah cukup Naruto, kau sudah berkembang pesat sebelas bulan ini." Naruto hanya dapat mengangkat tangan kanannya dan memberi tanda jempol kearah Arashi yang kini tengah terduduk mengatur nafasnya bersama dengan Sub-Zero dan Scorpion. Didepan mereka, nampak Naruto yang tergeletak tak berdaya dengan nafas yang tak beraturan karena baru saja menyelesaikan latihan kerasnya selama didalam dimensi ini.

"Dan hari ini, kau sudah boleh keluar untuk kembali pulang Naruto." Walau ucapan dari Arashi barusan membuat Naruto senang, namun karena tubuhnya yang masih dalam keadaan lelah membuatnya hanya dapat tersenyum lebar beserta anggukan kecil yang menyusulnya. Sub-Zero dan Scorpion yang mengerti keadaan Naruto kini bisa dibilang parah pun mendekatinya, keduanya memegang dada bidang sisi kanan dan kiri Naruto.

Seberkas cahaya berbeda warna bersinar cukup terang, sedikit demi sedikit luka yang ada disekujur tubuh Naruto mulai menghilang, Naruto tahu dan mengerti akan hal tersebut. Hangat, itulah yang dirasakan Naruto saat ini, stamina yang tadinya hilang pun mulai terisi kembali. Arashi yang melihat hal tersebut lebih memilih diam, dia mengerti akan sifat kedua spirit milik cucunya tersebut, mereka sama sekali tak ingin Naruto terluka atau dilukai.

"Apa kau sudah siap Naruto?" Arashi angkat bicara saat melihat tubuh Naruto yang sudah pulih seperti sedia kala, Naruto yang mendengar pertanyaan dari kakeknya tersebut tersenyum lebar dan mengangguk mantab. "Kapanpun aku siap Jiji!" dengan semangat Naruto menjawab pertanyaan kakeknya barusan, Arashi tersenyum kecil sedangkan kedua spirit Naruto mengangguk mengerti.

"Saat portal terbuka secepatnya kau harus segera melompat kedalamnya Naruto agar kami segera kembali kedalam tubuhmu, karena waktu membuka portal dan waktu kami berada diluar tubuhmu hanya berkisar lima sampai delapan detik, oleh karena itu kau harus sesegera mungkin masuk kedalam portal tersebut" Naruto mengangguk mengerti, namun sebuah tepukan dipundaknya membuat perhatian Naruto beralih kearah belakangnya.

"Ini untukmu cucuku, walau tubuhmu tak begitu terlihat perubahaannya tapi bawalah hadiah dari kakek ini, dan jangan anggap ini perpisahan suatu saat nanti kau pasti akan bertemu dengan kakek lagi." Naruto tersenyum sendu mendengar ungkapan dari kakeknya barusan, kehangatan yang diberikan oleh kakeknya tersebut sudah membuatnya merasa seperti dirumah.

"Arigatou Jiji." Arashi tersebut dan sedikit demi sedikit tubuhnya berubah menjadi chakra dan mulai masuk kedalam tubuh Naruto kembali, namun sebelum sepenuhnya menghilang Arashi mengeluarkan suaranya. "Chakraku yang sedikit ini akan sedikit membantumu dikemudian hari cucuku, oleh karena itu kau dapat menggunakan Fuinjutsu sedikit lebih baik dari sebelumnya."Suara Arashi menghilang sempurna dan Naruto tersenyum mendengarnya.

"Lompatlah sekarang Naruto!" Sebuah portal terlihat didepan Naruto, tanpa berfikir panjang Naruto melompat kedalamnya diikuti Sub-Zero dan Scorpion yang berubah menjadi sebuah gumpalan energi yang masuk kedalam tubuh Naruto.


Dikediaman Namikaze.

Saat ini dapat dilihat Minato, Kushina, dan Menma tengah makan malam bersama, dari tatapan mata mereka nampak kebahagiaan menyertai makan malam hari ini, terlebih Menma, mereka bertiga tahu jika besok anak sulung mereka Namikaze Naruto akan kembali pulang dari pelatihannya selama hampir satu bulan ini.

"Tou-san, jika besok baka Nii-san pulang tolong hukum dia, seenaknya pergi tanpa pamit." Kushina dan Minato hanya tertawa kecil mendengar ungkapan dari Menma barusan, sedangkan Menma dia hanya tersenyum lebar kearah kedua orang tuanya yang sudah mulai tersenyum seperti sedia kala.

"Kau sungguh tega terhadap kakak tercintamu ini baka Otouto!" Perhatian ketiga orang yang saat ini berada dimeja makan tersebut teralihkan kearah salah satu pintu yang menjadi perantara menuju ruang keluarga, disana berdiri pemuda dengan surai kuning yang menatap kearah mereka bertiga dengan senyum lebarnya.

"NARUTO!"

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

To Be Continue...

Yo yo, chapter dua pun sudah publish, maaf menunggu lama. Dan semoga Chapter ini lebih baik dari chapter sebelumnya. Dan kayanya ada yang lupa sama ane :p ...

~~~Froozo Out~~~