Okeh.. Chapter 1 juga..

Karna tak pintar bikin cerita...

Jadi maav aja kalo critanya aneh n berbelit n gazebo...

Disclaimer : Percaya ga kalo w bilang digimon pnya w??? engga kan??? pastinya engga lah...


GUBRAKKK

Seorang gadis berambut brunette jatuh tiba2 di lorong sekolah yang sepi ga ada orang.

"Adawww..." rintihnya sambil mengelus kepalanya yang kayaknya benjol, lalu meringis memprihatinkan.

Duuh.. Non mah jahat banget.. Masa gue cakep2 didorong paksa... Pikirnya narsis. Lagi mikir begitu tau2 ada orang nanyain.

"Eeh, kamu ga papa?? Kayaknya benjol tuh." Orang yang tak disangka2 akan muncul dikoridor sepi dan hening sudah jongkok disebelahnya.

"Ekbujubused!!" Latahnya kumad dan sekali lagi jatuh.

Orang itu pun tertawa dan berkata ,"Kamu anak baru yang dikabarin itu ya?" lalu membantu gadis brunette itu berdiri.

"Ooo.. Iya.. ya.." dia teringat akan kata2 nonanya yang mengatakan bahwa semuanya akan diset dan dia menjadi anak baru disekolah Sora... "Ehm, saya Miharu Saito." Miharu memperhatikan orang yang tadi menolongnya dan sadar bahwa yang berbicara dengannya itu tak lain adalah Sora yang masuk dalam misinya. "Sora Takenouchi?"

"Iya sekali.. Tau darimana?"

"Ooh.. Jelas tau dong.. Nona saya kan demen banget nonton digimon.. eh.. maksud saya... kamu itu sudah kudengar kabarnya di sekolah lama." Miharu nyerocos bagai kereta api super ekspres, otomatis Sora tak ngerti dan ber-iya iya saja.

Lagi asyik2nya berduaan(bukan "berduaan" gitu loh) tiba2 bapak2 setengah baya datang menghampiri. "Kamu Miharu Saito?? Ayo masuk kelas, pelajaran sudah dimulai, perkenalkanlah dirimu. Dan kamu juga Sora Takenouchi,ayo masuk." Mereka pun berjalan dibelakang guru itu.

-uUu-

"Saya Miharu Saito, pindahan dari sekolah.. sekolah..." kata2nya putus karena dia memang bukan pindahan dari sekolah manapun, tapi biar ngasal dilanjutin aja deh ,"sekolah yang ada di Osaka."

Selagi murid2 berbicara, Miharu melihat2 keadaan kelas. Dan tampaklah di penglihatannya, Yamato duduk disebelah Sora dan tak ada Taichi disitu.

Pantesan bisa deket!!Duduk aja sebelahan.. Mesti dicegah ni...

Tanpa pikir panjang lagi, Miharu berbicara ,"Pak, bolehkan saya duduk di tempat itu?" jarinya menunjuk kursi Yamato.

"Ayolah pak, saya tahu saya ini lancang minta seenaknya kursi dan saya sangat minta maaf akan itu kepada bapak, Ishida-san,dan saya sangat membutuhkan duduk di situ, Itu tempat favorit saya. Dan saya akan sangat sedih bila bapak tak mengijinkan saya. Maka saya minta maaf sekali lagi dan sebesar-besarnya hingga.." kata2nya yg bagai kilat dipotong oleh pak guru yang berfirasat Miharu tak akan berhenti ngomong ,"Ya ya baiklah. Ishida, tolong kamu pindah ke kursi belakang." Hingga suka tak suka, tentu Yamato harus pindah.

-uUu-

Istirahat pun tiba, anak2 berhamburan keluar kelas dengan hati gembira.

Dan tampaklah Taichi datang menghampiri Sora dan Yamato.

"Taichi!" Sora dan Yamato memanggilnya. Sora pun langsung mengenalkan Miharu tanpa diminta lagi. "Eh, ini Miharu Saito, anak baru yang dikabarin." Mendorong Miharu kedepan Taichi, lalu melanjutkan ,"Miharu, ini Taichi." Setelah berbasa-basi mereka berjabat tangan. Saat inilah, Yamato mengajak bicara Sora.

"Sora, aku ingin bicara denganmu sebentar."

Kata2 itu terdengar di telinga Miharu yang super tajam, dan langsung mengambil sikap karena otaknya otomatis teringat pada gajinya. Tanpa basa-basi, ia menengok dan menarik tangan Yamato.

"Semua, maaf ya kupinjam Ishida-san sebentar!" dengan tenaga baja, Miharu menarik Yamato. Mencegahnya berdekatan dengan Sora. Dan menariknya keluar kelas, meninggalkan Taichi dan Sora yang bengong bengong heran.

"Saito-san? Mau ngomong apa ya?" Yamato bertanya dengan kesal karena diseret2 kaya anjing rabies.

"Aduh maaf ya Ishida-san. Tapi aku tak ada niat bicara di daerah SMP ini, jadi aku akan menarikmu sampai ke bagian SD baru aku bicara." Miharu menariknya lagi. Sebenarnya ini Cuma alasan, ia tak tahu mesti ngomong apa, makanya narik2 anak orang ke bagian SD, biar ada waktu nyari topik.

-uUu-

Di ruang komputer SD.

"Hikari.. Maukah kamu pergi bersamaku ke Taman bermain hari Minggu ini!??!" Daisuke bertanya pada Hikari dengan suara lirih dan menyedihkan, tapi dasar emang nasib apes, itu tak membuat Hikari mengatakan iya.

"Maaf ya Daisuke, tapi aku nggak bisa." Jawabnya pendek, daripada ngga bisa, sebenarnya lebih tepat nggak mau.

"Kenapa??" Dasar Daisuke kepala batu, dibilang ngga, masih ngotot nanya.

"Ehmm.. karena.." Hikari bingung akan mengatakan apa sebagai alasannya. Untung saja kata2 itu terpotong oleh kedatangan Yamato yang diseret2 Miharu.

"Yamato??" Hikari langsung mengalihkan perhatiannya. Hikari gembira dan juga bingung. Gembira tak usah melanjutkan alasannnya pada Daisuke, dan bingung Yamato datang diseret oleh orang tak dikenal bagai anjing kena rabies. Dan Daisuke juga teralihkan perhatiannya.

Miharu yang sempat mengidolakan Hikari itu pun langsung mengenalinya ,"Hikari Yagami?" secara kontan melepas Yamato dan mendekatinya.

"Ehm? Ada apa ya?" Hikari merasa aneh didekati oleh gadis sebaya kakaknya dan dipandang dengan tatapan 'kamu imut sekali' pun mundur dan tanpa sengaja menabrak meja, hingga digivice pinknya jatuh. Tangan cekatan Miharu pun mengambil digivice itu melebihi Hikari tanpa tahu itu digivice.

"Ini jatuh.." saat Miharu menyerahkannya pada Hikari, tiba2 muncul digivice di tangan Miharu. Cuman digivicenya aneh, kayak tamagochi, tapi dilihat sekali itu udah jelas digivice, khas banget!

"Itu kan..!" Daisuke yang tadinya murung sudah ditolak oleh Hikari pun lupa dengan kesedihannya, dia malah tampak bingung, diikuti dengan Hikari dan Yamato.

Tapi emang dasar Miharu norak! "Ini apa?? Tamagochi doorprize ya??" padahal tu anak udah nonton digimon berkali2. Kalo tau, bossnya bisa marah dah.

"Itu kan digivice!!" Daisuke dan Hikari berseru bersamaan, membuat Daisuke senang, ini takdir! Begitu pasti pikirnya. Cuman Hikari sih cuek2 aja. Namanya juga kebetulan!!

Miharu melihat benda itu dan baru sadar ,"Oh iya ya, pantesan kayaknya pernah liat." lalu menaruh digivicenya di atas meja, dia memang ga peduli dengan digivice dan lalu menyerahkan digivice Hikari kepada Hikari. Untung Miharu ngga lupa terus dibawa pulang. ,"Makasih ya." jawab Hikari malu2 dicampur bingung.

"Iya sama2. Aku balik dulu ya!" Miharu yang pikun2 n rada aneh itu pun pergi meninggalkan digivice nya dan Yamato yang bengong. Merasa sukses menjauhkan Yamato dan Sora, ya itukan tujuannya kemari. Jelas aja Yamato langsung manggil.

Ni anak apaan sih! Pikirnya

"Eh! Tadi katanya mau ngomong! Gimana sih??"

Miharu berbalik dengan muka polos dan berkata ,"Eh iya, tapi gara2 tadi aku jadi lupa mau ngomong apa." Yah, dia aja lupa tadi dia nyeret2 anak orang ke bagian SD gara2 ga tau mau ngomong apa.

"A..." kata2 Yamato terputus saat tiba2 digivice Miharu dan digivicenya, tak ketinggalan Daisuke dan Hikari berkedip2. Memungkinkan semua digivice digi-destinied pun berkedip.

Dan sinar yang membuat semuanya menutup matapun nampak. Terdengar suara2 yang familiar.

Begitu mereka membuka mata, tampak digimon yang amat familiar di depan mata

"Nume nume nume."

"NUMEMON??" Hikari, Daisuke, dan Yamato berseru bersamaan.


Chapter 01 slesai...

Mga2 yg baca ngerti...

Chapter 02 gag bkal lama...

Tenkzz!!