Cit cit
Suasana pagi yang damai, di apartemen yang sederhana. Seorang pemuda pirang masih saja bergelung dalam selimutnya. Pemuda itu atau Naruto masih dengan nyamannya berkeliaran dalam dunia mimpi. Naruto akan bangun jika alarm berbunyi, tapi gak deh kan alarmnya kemarin di banting. Jadi bisa dipastikan Naruto akan bangun kesiangan nantinya.
drap
drap
drap
Derap langkah pelan mendominasi kamar Naruto, seseorang menghampiri Naruto dan jongkok disampingnya. Mengamati wajah lucu Naruto yang masih terlelap.
"Hoi putri tidur! Ayo bangun." Suaranya bariton yang sangat digilai kaum hawa mengalun indah di telinga Naruto, membuat Naruto semakin terbenam dalam selimut. Melihat usahanya sia-sia sosok itu mendekatkan diri pada telinga Naruto dan meniupnya pelan membuat Naruto melenguh pelan, dan setelah itu kembali tertidur tenang.
Menggelengkan kepalanya sosok itu tak kehilangan akal, akhirnya sosok itu mengelitik pinggang Naruto tak lupa juga masih meniup telinganya.
"Ahaha.. hentikan, ini geli.." Suara tawa Naruto membuat sosok disampingnya terkekeh pelan. Tapi tetap saja Naruto bandel tak membuka matanya. Sosok itu semakin menggelitiki Naruto, membuat Naruto tak tahan dan akhirnya membuka matanya.
"Ku bilang hentikan!" Naruto berteriak dan bangun dari tidurnya memandang sekitar hanya untuk mendapati keheningan. "Hanya perasaan, hoaaammm.. " Menguap panjang, Naruto turun dari ranjang, menyentuhkan kaki telanjangnya pada lantai kayu yang dingin membuatnya merinding. "Jam berapa ini? Ibu aku masih mengantuk!" Teriak Naruto memanggil ibunya yang mungkin sekarang sedang memasak di rumah sana. Merenggangkan tubuhnya Naruto akan beranjak untuk mandi sebelum langkahnya terhenti karena sesuatu mencengkaram pergelangan kakinya.
Seketika Naruto membeku, melihat kebawah hanya untuk mendapati sebuah tangan putih yang muncul dari bawah ranjangnya mencengkaram erat pergelangan kakinya erat. Naruto sudah pucat pasi, dia tak bisa berhadapan dengan hal mistis seperti ini. "Ku mohon, apapun itu lepaskan kakiku. Aku tak akan mengganggu. Aku hanya ingin mandi." Suara Naruto bergetar
Wajah Naruto semakin pucat begitu sebuah kepala berambut hitam muncul dari bawah ranjang, Naruto menahan nafasnya melihat kepala itu semakin keluar dari bawah ranjang, kakinya masih di cengkeram erat.
"Waaa..."
Brukk
Disclaimer : Masashi Kishimoto
Pairing : Sasuke x Naruto
Rated : T
Warning : Typo bertebaran dimana-mana, Boy Love, YAOI dll
Brukk
Naruto tumbang alias pingsan, sementara sosok yang tadi menakuti Naruto hanya garuk-garuk kepala dan keluar dari bawah tempat tidur Naruto. "Yah pingsan." Sosok itu memandang tubuh pingsan Naruto di atas tempat tidur. Enak banget jatuhnya di atas kasur. "Oy bangun." Mengguncang tubuh Naruto, bahkan dia sudah menendang tubuh Naruto hingga jatuh dari tempat tidurnya..
"Aduh sakit." Naruto memegang kepalanya yang baru saja menyentuh lantai. Naruto belum sadar jika ada sosok yang berdiri menjulang di hadapannya.
"Ayo bangun."
Tangan putih yang terjulur didepannya membuat Naruto ingat adegan sebelum dia pingsan, dimana ada tangan putih yang mencengkeram kakinya. Jangan bilang jika hantu tadi belum pergi.
"Om hantu maafkan aku! Aku janji tak akan bangun kesiangan atau mengganggumu. Ku mohon jangan ganggu aku~" Naruto menundukan kepalanya dan mengangkat kedua tangan khas orang memohon, membuat sosok dihaadapannya memandang heran.
"Aku bukan hantu."
"Ehh, lalu siapa kau?" Naruto masih menundukan kepalanya, siapa tahu sosok didepannya ini membohonginya kan.
"Ck, dasar bodoh. Tentu ini aku."
"Aku tak bodoh." Naruto yang tak terima akhirnya memandang sosok yang dari tadi tak berani dia lihat. Melompong dan juga heran."Kau! Ugh siapa aku lupa." Naruto menunjuk tak sopan sosok yang masih menjulang di hadapannya.
"Sasuke."
"Ya itu, kenapa kau bisa ditempatku?! jangan-jangan kau mau maling ya?! Mal.." Naruto akan berteriak maling sebelum sebuah tangan membekap mulutnya erat, bahkan sosk itu juga menutupi jalur pernafasannya.
Sadar orang dalam dekapannya sudah akan mati kehilangan nafas, sosok itu melepas dekapannya dengan ancaman pada Naruto agar tak berteriak pagi-pagi.
"Hah hah.. kau mau membunuhku yah?!"
"Kubilang jangan berteriak."
"Dari mana kau masuk!" Naruto berteriak, membuat Sasuke harus mengorek telinganya
"Tentu saja dari pintu," Jawab Sasuke enteng.
"Tapi tapi bagaimana bisa?"
"Kau tak menguncinya, ceroboh sekali. Untung aku ini tak tertarik dengan barang-barangmu."
"Brengsek kau! Untuk apa kau kesini dan kenapa kau berpakaian rapi sekali?" Kayanya Naruto emang perlu disiram air, belum bangun tu bocah.
Sasuke menonyor Naruto "Kau bodoh atau apa. Tentu saja aku mau kerja, dan kau membuat kita terlambat."
"Hieeee.. Aku kesiangan."
Oke. Tinggalkan Naruto yang tengah sibuk bersiap-siap. Sasuke saat ini tengahberada di dapur Naruto, megobrak-abrik lemari di dapur. Entah mencari apa.
"Oy dobe.. Kau tak punya makanan ya!" Sasuke agak berteriak, masih mengobrak-abrik dapur Naruto.
"Ada ramen di lemari dapur. Bisa kau seduhkan untukku.. Tolong.. " Untung kau pake nada tolong Nar, dan Sasuke setelah menemukan ramen instan mengambil dua lalu menyeduhnya. Sekali-kali sarapan ramen mungkin tak apa-apa.
Sasuke menunggu Naruto, sambil memakan ramennya terlebih dahulu. Mungkin jika ada Uchiha lain yang melihatnya memakan ramen dia akan langsung di tarik pulang dan di beri makanan yang layak. Naruto datang dengan pakaian yang belum rapi, bahkan dasinya belum dipasang dengan benar. Dia langsung duduk dihadapan Sasuke dan melahap ramennya dengan cepat.
"Pakailah pakaian yang benar dobe.. kau bisa dinilai jelek jika seperti itu." Sasuke memandang penampilan Naruto yang benar asal itu. Bagaimana mungkin orang macam ini bisa masuk ke perusahaan keluarganya. Wajahnya memang menarik tapi tidak dengan perilakunya dan penampilannya.
"Kau bilang kita telat." Naruto yang sudah selesai makan mulai merapikan penampilannya kembali, mengancingkan kemejaya dan memasang dasinya. Setelah rapi dia menyusul Sasuke yang sudah keluar dari apartemennya. Bisa dia lihat Sasuke sudah menaiki motornya.
"Dobe." Sasuke memanggil Naruto yang lelet sekali jalannya, tak tau ya sebentar lagi masuk jam kantor. "Cepat jalan atau kita akan terlambat."
"Sudah sana kau berangkat sendiri saja, aku bisa memakai sepedaku." Naruto menolak untuk berangkat bersama Sasuke, dia lebih memilih telat dari pada nyawanya yang jadi taruhan karena dia tau Sasuke pasti nanti akan mengebut.
"Kau akan semakin terlambat jika tak ikut denganku, ayo cepat." Sasuke tetap memaksa NAruto untuk ikut dengannya.
"Lagian siapa yang menyuruhmu menjemputku, aku bisa berangkat sendiri." Naruto masih tak berjalan dari tempatnya, mengabaikan Sasuke disana yang sudah pada batas kesabaran
"Tentu saja karena aku partner yang baik, kita bisa mendapatkan nilai A jika kita kompak." Alasan Sasuke ini mah..
"Tapi tidak dengan datang keartemenku, masuk seenaknya dan membangunkanku.. Aku bisa bangun sendiri dan apa-apaan caramu membangunkanku tadi.. Tidak lucu." Naruto terus berceloteh tak memperhatikan bahwa Sasuke sudah turun dari motornnya dan mengampirinya. "Kau itu jika bukan teman kerjaku sudah ku buang kau ke sungai, baru kenal sudah membuatku sebal. Dasar menyebalkan."
"Banyak omong." Tanpa persetujuan dari Naruto, Sasuke mengangkat Naruto ala karung beras membawanya menuju motornya dan langsung mendudukan disana. "Diam dan jangan banyak bicara." Ucap Sasuke mengintimidasi, membuat nyali Naruto menciut.
Sasuke sudah menyalakan mesin motornya tapi masih belum juga melajukannya. Menunggu Naruto berpegangan padanya.
"Kau mau jatuh ya.. cepat pegangan."
"Aku tak akan jatuh, sudah jalan saja. Nanti katamu akan telat jika tak bergegas kita akan telat." Naruto terus mencibir, tak mau berpegangan.
"Oke.. Jika jatuh jangan berteriak." Sasuke langsung menancap gas dan mau tak mau membuat Naruto berterik kencang setelah itu memeluk pinggang Sasuke sangat erat.
.
.
.
Sasuke dan Naruto tiba tepat waktu, mereka menaiki lift. Ruang kerja mereka di lantai 11. Didalam lift pun Sasuke masih sibuk menggoda Naruto, tapi kegiatan itu berhenti saat ada orang lain yang masuk. Naruto tak begitu memperhatikan orang yang ikut masuk ke dalam lift, dia asik berbalas pesan dengan temannya sekarang. Mereka keluar begitu pintu lift terbuka dan berjalan menuju ruangan tempat mereka bekerja.
Drrt drrtt
Sasuke merasakan sakunya bergetar, dia berhenti sebentar membuat Naruto juga berhenti. Membuka pesan yang masuk, ternyata dari baka Anikinya yang meng smsnya untuk segera keruangannya. Sasuke memasukkan handpone nya ke sakunya kembali lalu memandang Naruto. "Kau duluan.. aku ada urusan penting."
Naruto hanya mengangkat bahunya, mana dia peduli Sasuke mau pergi kemana bukan urusannya juga.
.
.
Sasuke memasuki lift kembali dan kali ini menekan tombol tempat teratas gedung ini. Setelah keluar Sasuke langsung berjalan menuju ruang direktur utama dan langsung masuk tanpa persetujuan siapapun.
"Ada apa kau memanggilku." Ucap sasuke ketus pada seorang yang duduk di kursi kebesarannya.
"Ototou.. Aku akan mengirimmu ke Amerika."
"Apa!"
.
.
.
Tbc
Agak ragu aku post yang ini. Semoga tak mengecewakan kalian dan maaf menunggu lama
Mohon saran dan kritikannya flame juga gak papa lah
Terima Kasih
RnR
