Waktu menunjukan pukul 7 pagi KST. Seorang namja sudah bergulat dengan bahan makanan dan peralatan memasak di dapur. Kim Junsu, nama namja tersebut, memasak untuk ketiga buah hatinya yang akan memulai lagi kegiatan sekolahnya setelah libur musim panas usai. Pancake sebagai menu sarapan mereka, serta ayam dan udang tempura untuk mengisi kotak makan siang mereka.
Pancake dan kotak makan siang untuk kedua jagoan dan seorang tuan putri sudah siap. Tinggal membangunkan dan mempersiapkan mereka untuk berangkat sekolah.
Setelah membersihkan peralatan memasak dan dapur, namja yang akrab disapa dengan Suie ketika bersama dengan keluarganya itu naik ke lantai atas rumahnya. Ke kamar anak-anaknya.
.
.
~Step Papa Chap1~
.
.
Kamar pertama dengan pintu yang berhiaskan ukiran nama kedua jagoannya, "유민" yang terbuat dari kayu. Dibukanya pintu itu pelan-pelan dan terliat keduanya sedang tidur dengan nyenyaknya di tempat tidur mereka masing-masing. Tertawa pelan Junsu menyaksikan wajah mereka. Begitu damai, seperti malaikat tanpa dosa. Tapi entah menjadi apa saat mereka terbangun dan mulai bertengkar tentang hal-hal kecil.
Jung Yoochun, sebagai anak tertua dia sekarang belajar di bangku kelas empat SD. Walaupun demikian Chunnie, bagaimana Junsu memanggil jagoannya, sudah bisa mengemban tanggungjawab, membantunya untuk menjaga dan menjadi contoh yang baik bagi kedua dongsaeng yang lebih muda darinya. Dengan rambut yang sedikit bergelombang, mata yang sipit, hidung mancung, dan bibir bawahnya, dia adalah andalan Junsu.
Jung Changmin, anak kedua dan merupakan jagoannya yang sangat jenius untuk anak seumuran dengannya. Dia sekarang duduk di bangku kelas dua dan suka menggurui hyungnya yang duduk di kelas empat. Itu karena kejeniusannya. Kadang itu menimbulkan heran pada diri Junsu. Apa yang menyebabkan dia bisa sepintar itu?
Minnie, sapaan bocah jenius itu ketika di rumah, memakan makanan yang sama dengan saudaranya yang lain. Tapi.. mungkin jumlah makanannyalah yang menjadi pembeda. Ketika makan, perutnya terasa tidak mengenal kata kenyang. Jangan lupakan postur tubuhnya yang tinggi menjulang untuk ukuran anak kelas 2 SD. Dan hal itu disempurnakan dengan rambut yang lurus, mata yang lebih lebar dari orang Korea pada umumnya, hidung yang tak kalah mancung dari hyungnya dan bibir penuh karena terlalu banyak makan.
Disentuhnya bahu Yoochun. Tidak susah untuk membangunkannya.
"Chunnie-ah.. bangun sayang. Waktunya sekolah," dengan sayang Junsu membangunkannya.
Yoochun menggeliat dibalik selimut hangat yang melindunginya dari dinginnya malam.
"Ayo sayang.. Kau tak ingin terlambat di hari pertama kan? "
"Eomma..," sahut Yoochun dengan suara serak khas anak bangun tidur.
"Ayo.. anak eomma yang paling ganteng cepat bangun. Kau harus bergantian kamar mandi dengan Minnie," Junsu membantu Yoochun membuka selimutnya. Dengan mata yang setengah tertutup Yoochun turun dari tempat tidurnya dan menuju ke kamar mandi. Sedangkan Junsu mulai membersihkan dan menata tempat tidur Yoochun sebelum membangunkan Changmin.
Changmin sangat susah untuk dibangunkan. Butuh kesabaran ekstra. Junsu duduk disamping Changmin yang masih berada di alam mimpinya. Sesekali tertegar geletukan gigi-giginya yang terlihat seperti orang yang sedang makan. Junsu bepikir mungkin Minnienya sedang pesta dan makan besar dalam mimpinya. Membayangkannya saja membuat Junsu ingin tertawa lebar. Tapi tidak mungkin dilakukannya sekarang.
"Hai Minnie baby.. Sudah pagi, waktunya sekolah," diciumnya pipi Changmin dengan sayang.
Krauk. Krauk. Krauk
"Eomma..," Changmin menunjukan dua jarinya, masih dengan matanya yang tertutup. Dan gigi yang seperti mengunyah makanan tentunya.
"Ye Minnie. Apa ini?" Junsu bingung melihat anaknya menunjukan kedua jarinya sehingga membentuk tanda peace atau angka dua.
"Euh..," lenguh Changmin dengan masih mengacungkan kedua jarinya.
"Eh? Dua?" tanya Junsu, sedikit ketawa. Dia merasa lucu melihat kelakuan anaknya yang ke dua. "Kenapa dengan angka dua?"
"Minnie mau makan pancake dua porsi," jawab Changmin dengan mata yang masih tertutup.
Junsu sudah tidak dapat menahan ketawanya. "Haha.. Arayo. Kalau Minnie tidak bangun sekarang juga semua pancake buat Chunnie hyung dan Jiyoolie," godanya.
"Andwae. Minnie bangun eomma. Minnie sudah bangun," segera Changmin bangun dari tempat tidurnya dan membuka matanya dengan bantuan kedua tangannya. Sesungguhnya dia masih mengantuk.
"Okay. Karena Minnie sudah bangun dua porsi pancake buat Minnie".
"Jangan lupa ice creamnya eomma," senyum Changmin lebar.
"Ini masih pagi sayang. Tidak baik makan yang dingin-dingin," sahut Junsu yang sukses membuat Changmin mempoutkan bibirnya.
"Eomma pelit," kesal Changmin. Dia melipatkan kedua tangannya didepan dadanya.
"Omona anak eomma imut sekali pagi-pagi sudah ngambek," Junsu mencubit pipi Changmin yang membuatnya semakin cemberut. "Buruan mandi sana. Nanti Minnie bisa minta appa untuk membelikan Minnie ice cream".
"Jinjjayo?" ucap Changmin semangat.
"Iya," Junsu menarik Changmin untuk beranjak dari tempat tidurnya. "Appa akan pulang dari Jepang hari ini. Dan berjanji akan menjemput kalian dan menginap di apartemen appa."
Mendengar apa yang diucapkan eommanya, Changmin langsung meloncat-loncat di lantai. Dia sangat merindukan appanya. Dan terbayang makanan apa saja yang bisa dia minta dari appanya. Membayangkannya saja sudah membuat perutnya berkroncongan.
"Aish.. Cacing diperutmu sangat perlu diperiksakan ke dokter," goda Junsu sambil membersihkan dan merapikan tempat tidur Changmin.
"Anio. Minnie sehat eomma. Minnie cuci tangan dan kaki sebelum makan dan sebelum tidur," coba Changmin menyakinkan eommanya.
"Jeongmalyo?" lirik Junsu yang dibalas anggukan oleh Changmin.
"Jeongmal," sekali lagi Changmin menganggukan kepalanya.
"Anak pintar. Sini! Anak pintar patut diberi hadiah pelukan oleh eommanya," Changmin mendekat dan segera dipeluk hangat oleh Junsu.
Entah mengapa ketiga anaknya takut untuk diajak pergi ke dokter. Dan dengan trik itu Junsu mengajarkan cara hidup sehat kepada mereka. Bisa dibilang sedikit licik, tapi yang penting baginya adalah kesehatan anak-anaknya. Mereka boleh main apa saja termasuk bermain pasir asal tidak lupa cuci tangan dan kaki sebelum makan dan tidur. Hal mudah yang dapat mempengaruhi cara hidup dan kesehatan mereka. Dan itu cukup berhasil.
Tidak lama setelahnya terdengar pintu kamar mandi yang terbuka, menampakkan Yoochun yang sudah segar dan bersih siap untuk pergi ke sekolah. Setelah mengenakan pakaian tentunya.
Junsu melepas pelukannya pada Changmin dan menyuruhnya untuk segera mandi.
"Okay Chunnie pakai pakaianmu. Eomma akan membangunkan Jiyoolie," Junsu beranjal dari tempat tidur Changmin dan keluar menuju kamar Jiyool. Tapi sebelum benar-benar keluar kamar YooMin, dia memberika pelukan kepada putra sulungnya tersebut. Junsu akan bersikap adil terhadap semua anaknya. Satu mendapat pelukan, maka yang lain juga akan mendapatkannya.
"Ne eomma," jawab Yoochun sambil membalas pelukan eommanya.
.
.
~Step Papa Chap 1~
.
.
Kamar kedua dengan pintu berwarna pink dihiasi dengan sticker bergambar Jiyool dengan kostum princessnya. Terlihat sangat imut. Dibukanya pintu itu pelan-pelan dan bisa dilihat uri princess yang sedang tidur dengan mulut yang sedikit terbuka. Junsu tidak bisa menahan tawanya lagi.
Jung Jiyool, tuan putri yang sangat manis. Pipinya yang tembem seperti bakpao menggoda orang-orang untuk mencubitnya. Saat tidak dalam keadaan tidur, matanya terlihat tajam seperti musang, hidung terbentuk dengan sempurna dan bibir yang berbentuk hati. Sedikit mengherankan tapi dia adalah anak appa yang sangat mirip dengan appanya. Umurnya baru 4 tahun dan sudah masuk play group karena ingin pergi sekolah seperti kedua oppanya. Yoolie benar-benar menjadi tuan putri di keluarganya dengan segala kemanjaannya, ketidak acuhannya, dan sifat yang ingin menang sendiri.
"Selamat pagi princess.. Waktunya sekolah," bisik Junsu di telinga Jiyool. Junsu sedikit mencondongkan tubuhnya diatas tempat tidur Jiyool.
"Eung..," sapaan Junsu hanya ditanggapi Jiyool dengan membalikan badannya, mendekat ke badan Junsu. Memeluknya. Mencari kengatan lebih dari eommanya.
"Come on baby.. Tidak ada princess yang bangun kesiangan," bujuk Junsu. Jiyool semakin mengeratkan pelukannya pada Junsu.
"Hihihi..," terdengar tawa Jiyool saat Junsu menggelitik perutnya.
"Ayo bangun. Oppadeulmu sudah menunggu. Atau kau ingin pancakemu dimakan Minnie oppa eoh?" Lagi, godaan yang sama dilakukan kepada anaknya.
"Andwae!" reaksi yang sama dengan Changmin. Kalau Changmin dan Yoochun suka bertengkar mengenai hal kecil, Changmin dan Jiyool lebih sering bertengkar soal makanan. "No no no eomma. Itsssss mai paenkek."
Junsu tertawa mendengar jawaban tuan putrinya. Yoochun mengajarinya bahasa Inggris sebelum masuk sekolah kembali. "Then my baby princess have to take her bath now."
"Huh?" Jawaban Junsu membawa kebingungan diotak putrinya yang baru belajar beberapa kata dalam bahasa Inggris.
"Haha Yoolie harus mandi dulu. Bau ompol." Junsu menjauhkan kepalanya dari Jiyool setelah menciumnya. Pura-pura tidak tahan dengan bau ompolnya.
"Eomma.. Yoolie enggak ngompol lho," Terang Jiyool dengan mata sipitnya yang telah membesar. Tanda dia tidak suka.
"Benarkah?" Digendongnya Jiyool oleh Junsu ke kamar mandi.
"Hemmm.. Jiyool pipis dulu cebelum bobok."
"Oh iya. Maafkan eomma kalau begitu," jawab Junsu sambil membuka piyama Jiyool dan mulai mandikannya.
"Aish eomma..," Terdengar nada kecewa dari Jiyool mendengar jawaban eommanya. Dicebilkannya mulut mungilnya dua centimeter kedepan. Imut.
"Waeyo baby? Eomma kan sudah minta maaf." Junsu menggosok punggung kecil Jiyool.
"Ne. Yooli maapin eomma. Tapiiiiii..." ada jedah dalam jawaban Jiyool.
"Tapi?"
"Tapiiii jangan lupa lagi ne?" putrinya yang sudah tidak pernah mengompol lagi sejak umur dua tahun itu meminta persetujuan eommanya.
"Roger baby princess," Junsu memberi hormat kepada anaknya.
"Hmmmm.." dianggukan Jiyool kepalanya sambil tersenyum menatap eommanya.
"Okay mandinya sudah. Sekarang gosok gigi dulu," dililitkan handuk berwarna pink ke tubuh kecil Jiyool. Kemudian dibawanya ke depan wastafel untuk menggosok gigi.
Junsu sudah menanamkan hal-hal kecil, mulai dari gosok gigi dan mencuci tangan dan kaki, buang air kecil sebelum tidur kepada anak-anaknya sejak kecil. Dengan harapan saat sudah besar mereka bisa hidup bersih, sehat dan tidak mudah sakit. Hal yang paling disyukurinya adalah anak-anaknya yang penurut dan melakukan semua yang dia ajarkan.
.
.
~Step Papa Chap 1~
.
.
Junsu membawa Jiyool dalam gendongannya di dada menuju ruang makan yang ada di dapur. Gadis kecil itu sudah siap untuk menuntut ilmu.
Di ruang makan sudah menunggu Yoochun dan Changmin. Yoochun terlihat santai dengan bermain PSPnya. Berbeda dengan Changmin yang terlihat lebih tidak sabar, mungkin karena perutnya yang sudah lapar.
"Gud moning Oppadeul," sapa Jiyool setelah di duduk dibangku khusus untuknya makan.
"Pagi.. Pagi.. Buruan kita makan," jawab Changmin asal.
"Baiklah. Berdoa dulu sebelum makan."
Yoochun menjadi pemimpin doa pagi itu. Memanjatkan rasa syukur atas nikmat yang diberikan Tuhan kepada mereka.
"Eomma.. Tadi eomma bilang mau kasih Minnie 2 porsi pancake, kenapa cuma satu?" protes Changmin sampil mengangkat piringnya.
"Minnie habiskan dulu itu yang ada dipiringmu. Kalau sudah habis eomma akan tambah pancakenya."
"Uhh okay.. Jangan sampai lupa ya?"
"Iya Minnie. Ingatkan eomma kalau eomma lupa."
"Eung..," mulut Changmin penuh sehingga hanya bisa ber-eungria sambil menganggukan kepalanya sebagai jawaban untuk eommanya.
"Aish.. Dasar food monster," Yoochun ikut menimpali.
"Yah hyung! Minnie bukan food monster. Tapi Minnie butuh banyak makan buat pertumbuhan Minnie," jawab Changmin nyolot. "Minnie ingin tinggi seperti appa. Dan tampan."
"Haha appa tidak tampan. Aku inilah yang tampan," dengan santai Yoochun membanggakan ketampanannya.
"Appa lebih tampan," si tuan putri bersuara. Memberi pernyataan kalau appanyalah yang lebih tampan.
"Haha.. Jiyool pun tahu siapa yang lebih tampan dan siapa yang bukan," Changmin tertawa geli dengan mulut yang penuh dengan pancake.
Berbeda dengan Yoochun sekarang tidak bisa bersantai lagi. Wajahnya memerah, tak menyangka yeodongsaengnya yang selalu manja dengannya, yang selalu minta dibelikan es krim, yang selalu dia lindungi dari kejahilan Changmin mengatakan bahwa dia tidak lebih tampan dari appa mereka. Dan secara tidak langsung tuan putri yang tidak ada cantik-cantiknya itu membela Changmin. Oops~ efek dari dibilang tidak tampan jadi menurut Yoochun semuanya jelek, termasuk adik kecilnya yang pada kenyataannya sangat cantik.
"Yoolie..," eram Yoochun sambil memberikan pandangan yang mengerikan.
"Eomma..," mendapatkan tatapan yang mengerikan membuat Jiyool gentar hingga meminta perlindungan dari eommanya.
"Sudah-sudah.. Ini masih terlalu pagi untuk mendengar pertengkaran kalian. Anak-anak eomma semuanya cantik dan tampan. Tidak ada yang jelek. Arasseo?" ucap Junsu mencoba menengahi pertikaian kecil di pagi hari yang bukan hanya terjadi sekali ini saja.
"Arasseo," jawab ketiganya kompak.
"Okay. Sekarang makan sarapan kalian, atau kalian akan terlambat masuk kelas." Junsu menambah porsi pancake di piring Changmin, sesuai dengan janjinya tadi.
"Chunnie.. Yoolie.. Kalian juga mau tambah pancakenya?" Junsu selalu memasak makanan lebih. Dia tidak mau bila sampai anak-anaknya merasa kurang dan tidak kenyang. Jika ada sisa makanan biasanya akan dibawa pulang oleh bibi Song untuk diberikan kepada cucu-cucunya. Bibi Song membantu Junsu untuk mengurus rumah yang mereka tinggali.
"Ania." Yoochun dan Jiyool menggelengkan kepala mereka.
"Baiklah kalau begitu, segera habiskan makanannya." Junsu pun melanjutkan sarapannya yang tertunda. "Chunnie.. Eomma nanti ada pekerjaan di Busan dan akan menginap. Karena appa sudah pulang dari Jepang, appa yang akan menjemput kalian dan menginap di apartemen appa. Jadi tunggu appa ya?"
"Ne eomma," jawab Yoochun sambil memasukan suapan terakhir pancakenya.
"Minnie dan Yoolie tidak boleh nakal, kalian dengarkan apa yang diucapkan Chunnie hyung," nasehat Junsu untuk dua saudara yang lebih muda.
"Ne eomma," Jawab mereka bersamaan.
"Kalau sudah selesai ambil tas kalian dan sekarang kita berangkat ke sekolah."
Yoochun yang sudah selesai dengan sarapannya segera beranjak dari ruang makan dan mengambil tas sekolahnya yang diletakkan di ruang keluarga. Kemudian disusul ole Changmin dan Jiyool.
Junsu pun tak ketinggalan untuk mempersiapkan diri untuk pergi ke kantor. Dia sengaja membawa tas tambahan yang berisi baju dan kebutuhannya selama tinggal di Busan. Untuk keperluan anak-anaknya selama tinggal dengan appanya sudah disiapkannya juga. Orang suruhan appa merekalah yang akan mengambil kebutuhan mereka di kantor Junsu.
.
.
~Step Papa Chap 1~
.
.
Jalanan kota Seoul pagi itu padat merayap, untunglah letak sekolah ketiga bocah Jung itu tidak terlalu jauh dari rumah mereka. Hanya dalam 20 menit mereka telah sampai.
Sebelum keluar dari mobil Junsu mengingatkan kembali anak-anaknya kalau mereka harus menunggu appa mereka sampai datang menjemput dan untuk menjaga tingkah laku mereka selama menginap di apartemen appanya. Dia tidak ingin appa mereka kerepotan dalam mengasuh mereka untuk sementara. Sebagai appa dari ketiga anak mereka telah menyakinkannya ribuan kali kalau dia bisa mengurus dan mendidik anak-anak mereka saat Junsu sibuk dengan pekerjaannya.
"Jja.. Sekarang kalian masuk. Jaga tingkah laku kalian dan dengarkan apa kata guru kalain. Understand?"
"Yes Sir." Sekali lagi mereka menjawab kompak.
"Good. Yoochunnie.. Tolong antar Yoolie ke kelasnya dulu ya?"
"Ne eomma," jawab Yoochun tanda ada bantahan dari si sulung.
"Gomaweo."
"Bye eomma. Selamat bekerja," kalimat rutin yang YooMinYool ucapkan sebelum Junsu meninggalkan sekolah mereka. Senyum terpatri di wajah mereka.
"Bye Chunnie.. Bye Minnie.. Bye Yoolie.. Kalian masuklah," Junsu melambaikan tangannya.
"Ne." ucap kedua bocah SD dan satu bocah Play Group itu sambil membalas lambaian tangan ibunya
"Salanghae eomma," ucap Jiyool sebelum akhirnya digandeng Yoochun masuk ke dalam sekolah mereka.
"Nado saranghae nae aegideul," senyum Junsu sedikit sendu. Dia tidak tahu apa yang akan terjadi dimasa depan. Untuk saat ini dia akan menjalani kehidupannya dengan anak-anak yang dia cintai dengan sepenuh hati dan jiwa raga.
Junsu tidak ingin membayangkan apa yang akan terjadi esok, hanya rasa syukur yang bisa dia lakukan sekarang. Rasa syukur telah diberi kesempatan untuk membesarkan ketiga buah hatinya. Ketiga buah hatinya yang ia adopsi dengan mantan suaminya.
'Jung Yunho gomaweo'
.
.
~ tbc ~
.
.
A/N :
Chapter 1 Update~~~
Chapter ini khusus untuk menunjukan hubungan Junsu dengan ketiga anaknya.
Chapter depan YunJae udah mulai masuk ke cerita.
Terima kasih atas waktu yang diberikan untuk membaca ff saya. Review juseyo~~~
Special buat dua guest reviewers saya.. Thanks for your supports *smooches*
