.

Taehyung bersenandung lembut sambil memasukkan phone case biru polos yang sudah dia masukkan ke dalam kotak berwarna kuning yang nantinya akan dia berikan untuk Hoseok ke dalam tas, dia akan pergi ke acara fansign Hoseok hari ini

" Hyunggie, Kookie sudah datang " ujar Seokjin di balik pintu

" nde unnie, aku akan segera keluar " Taehyung lalu memakai ranselnya dan berjalan keluar kamar, di lantai bawah ada Jungkook dan Seokjin

" kau terlihat gembira sekali Hyunggie "

Taehyung tersenyum lebar " tentu saja unnie, aku akan menemui Hoseok oppa jadi aku sangat bahagia "

Seokjin mengacak surai Taehyung " hati-hati disana, kau ingin ku jemput? "

" tidak perlu unnie, aku akan pulang sendiri "

" baiklah, jaga dirimu "

Taehyung mengecup pipi Seokjin " aku pergi dulu, bye unnie "

" kami pergi unnie " ucap Jungkook

" hati-hati " teriak Seokjin karena Taehyung sudah berlari dengan menarik tangan Jungkook, kekasih Namjoon itu hanya tersenyum saat melihat tingkah calon adik iparnya. Beginilah Taehyung jika sudah mengenai Hoseok, yeoja itu selalu saja bahagia dalam hati Seokjin berharap jika Taehyung mendapatkan pendamping yang bisa membahagiakan dirinya seperti Hoseok

.

Hati Taehyung berdebar keras saat tersisa dua orang di depannya, dia pun menggenggam kotak serta album baru Hoseok

" selamat siang oppa " sapa Taehyung ramah

Hoseok tersenyum lebar " selamat siang nona "

" ini untukmu oppa " Taehyung menyodorkan kotak berwarna kuning pada Hoseok

" wah.. gomawo, apa isinya? " Hoseok menatap kotak tersebut dengan pandangan antusias

" itu phone case yang bisa menyala dalam gelap " jelas Taehyung lalu menyodorkan album yang dibawanya untuk ditandatangani Hoseok

Hoseok menerima albumnya dan membubuhkan tanda tangan di atasnya " benarkah? terima kasih. Siapa namamu gadis cantik? "

" Taehyung. Kim Taehyung " ucap Taehyung dengan pipi bersemu

" nama yang bagus, terima kasih Taehyung-ie " Hoseok menyerahkan album yang sudah dia tanda tangani

" boleh aku berfoto bersama oppa? " tanya Taehyung sembari menerima album tersebut

Hoseok mengangguk lalu memanggil seorang staf, Taehyung memberikan ponselnya pada staf tersebut lalu dia berdiri di samping Hoseok yang langsung memeluknya dari samping membuat jantung Taehyung seperti akan keluar. Taehyung memang sering datang ke acara fansign maupun acara musik Hoseok namun dia hanya beberapa kali saja mendapat kesempatan berfoto

" hana dul set " klik

" gomawo " ucap Taehyung saat menerima kembali ponselnya

" gomawo oppa "

" nde, terima kasih sudah datang Taehyung-ie, duduklah di kursimu karena setelah ini aku akan bernyanyi "

Taehyung tertawa pelan dan berjalan menuju kursinya karena setelah acara fansign selesai Hoseok akan bernyanyi. Dia mengecek baterai kameranya serta lightstick dan banner

" aku akan mencetaknya setelah ini " ujar Taehyung saat kembali melihat layar ponselnya dan perhatiannya teralih saat Hoseok berdiri dari kursi dan berjalan ke tengah panggung, namja tampan itu tersenyum beberapa saat sebelum bernyanyi

One Step! Junbihagi. Osdo ibgo meorido manjigo

Two Step! Yeonseubhagi. Neoege eotteon mareul halji

Neoege julyeogo seonmuldo junbihaesseo yeah

Nega johahaesseumyeon johgesseo

Nae mam badajulkka silheohajin anheulkka

Simjangi teojil geoman gata eotteokhae

Oneureun kkog malhago sipeo

Neoreul saranghandago

Aesseo sumgyeowassdeon nae mameul malhal geoya

Neoui gwiyeoun boreul bol ttaemyeon ppoppohago sipeo

Oneureun kkog malhallae, neon naekkeoya

Nege i mareul halyeogo

Myeochireul jameul seolchyeosseo

Nuguboda sarangseureon neoigie

Gwiyeoun inhyeong gateun neoreul akkyeojugo sipne

Jumeonie neohgo danigo sipeul mankeum jaggo

Nune neoheodo an apeul geot gata neoui misoga jaglyeolhamyeon

On momi noga naeril geol gata

So Beautiful jeongiga on deus tteollyeo neo ape seomyeon

Nae mam badajulkka silheohajin anheulkka

Simjangi teojil geoman gata eotteokhae

Oneureun kkog malhago sipeo

Neoreul saranghandago

Aesseo sumgyeowassdeon nae mameul malhal geoya

Neoui gwiyeoun boreul bol ttaemyeon ppoppohago sipeo

Oneureun kkog malhallae, neon naekkeoya

Eonjekkajina neomaneul akkyeojul geoya

Neomanui gisanimi doelgeoya

Baegma tan wangjaga doen deusi neoreul daehaejulge

Donghwa sog gongjunimcheoreom maeil neukkige haejulge

I sesang eotteon namjadeulboda

Neol usge halgeoya neo hana haengboghage haejul jasin isseunikka

Oneureun kkog malhago sipeo

Neoreul saranghandago

Aesseo sumgyeowassdeon nae mameul malhal geoya

Neoui gwiyeoun boreul bol

ttaemyeon (ppoppohago sipeo)

Oneureun kkog malhallae neon naekkeoya

Oneureun kkog malhallae neon naekkeoya

.

Taehyung sedang menunggu taksi yang akan membawanya pulang saat sebuah Range Rover Titanium berhenti tepat di depannya

" Hyunggie " panggil sang pengendara setelah menurunkan jendela mobilnya

" Jimin oppa! " seru Taehyung

" kau mau kemana? "

" aku akan pulang "

Jimin menggerakkan kepalanya " masuklah "

Taehyung segera masuk ke dalam mobil dan duduk di samping Jimin yang merupakan mantan kekasih sekaligus seniornya saat masih sekolah menengah atas. Park Jimin sekarang telah menjadi seorang aktor yang cukup terkenal

" oppa semakin tampan, aku menyukai film terbaru oppa "

Jimin terkekeh lalu membuka laci dashboard dan mengeluarkan dua buah tiket berwarna emas " gomawo Hyunggie, datanglah ke pemutaran perdananya lusa "

" benarkah? Gomawo oppa " ucap Taehyung, matanya berbinar memandangi dua buah tiket VVIP di tangannya

" ajaklah si yeoja kelinci "

" tentu saja oppa "

" apa yang kau perbuat tadi? Universitasmu tidak berada di daerah itu "

Taehyung menatap ponselnya " aku baru saja menghadiri fansign Hoseok oppa "

" Jung Hoseok? "

Taehyung mengangguk penuh semangat " nde, Jung Hoseok "

Jimin berdecih kesal " apa yang kau suka darinya? "

" dia tampan, baik dan suaranya indah "

" jangan percaya dengan penampilannya "

Taehyung menoleh " eh? Apa berita itu benar? "

Jimin melirik Taehyung lalu berhenti karena lampu lalu lintas berubah menjadi merah " berita apa? "

" tentang hubungan oppa dan Hoseok oppa yang tidak baik karena supermodel Min Yonggi yang sekarang menjadi kekasih oppa berselingkuh dengan Hoseok oppa "

Jimin berdecak " jangan dengarkan berita murahan seperti itu "

" tentu saja tidak, lagipula aku juga tidak percaya pada berita seperti itu "

" maksudmu Yonggi tidak berselingkuh? " Jimin kembali melajukan mobilnya saat lampu lalu lintas berubah menjadi hijau

" aku percaya kalau Hoseok oppa tidak menjalin hubungan dengan Min Yonggi "

Jimin mengerang frustasi, seandainya dia bisa berpikir positif seperti Taehyung pasti pikirannya tidak sekacau ini. Min Yonggi dan Jung Hoseok adalah dua orang yang berhasil membuat pikirannya menjadi kacau. Mobil Jimin berbelok memasuki komplek perumahan Golden Gangnam tempat Taehyung tinggal

" aku akan sangat bahagia jika memiliki pikiran sepositif dirimu Hyunggie " ucap Jimin saat Taehyung hendak turun

Taehyung mengeluarkan senyum lebar khasnya " oppa hanya perlu menyingkirkan pikiran negatif di dalam otak oppa dan menggantinya dengan pikiran positif "

Jimin tertawa lalu mengacak surai Taehyung " gomawo untuk sarannya Hyunggie "

" nde oppa, gomawo untuk tumpangannya. Aku akan hadir tepat waktu lusa " Taehyung lalu keluar dari mobil Jimin dan melambaikan tangannya saat Jimin memutar mobilnya dan melaju keluar dari pagar. Taehyung lalu berjalan dengan sedikit melompat ke dalam rumah

.

" bagaimana acaranya? " tanya Namjoon saat makan malam, kakak Taehyung itu pulang lebih awal hari ini

" aku berhasil berfoto bersama Hoseok oppa "

Namjoon mencubit pipi Taehyung " selamat sayang "

" nde oppa, tadi aku pulang bersama Jimin "

Namjoon memiringkan kepalanya " Jimin? "

Taehyung mengangguk antusias " nde Jimin, Park Jimin "

Namjoon berpikir sejenak lalu menjentikkan jarinya, CEO Kim itu baru mengingat namja yang pernah menjadi kekasih adiknya itu, namja yang pernah dia marahi karena mengajak Taehyung pergi hingga pulang pukul 1 pagi " ah, dia sudah menjadi aktor bukan? "

" nde, pemutaran film terbarunya akan berlangsung besok dan aku mendapat tiket VVIP, bagus bukan? "

Namjoon mengangguk lalu memasukkan potongan daging ke dalam mulut " great "

" Seokjin unnie tidak makan malam bersama kita? "

" dia memiliki banyak pasien " kekasih Namjoon adalah seorang dokter ahli bedah di Seoul International Hospital

" ah, unnie pasti sangat sibuk " Taehyung memasukkan potongan terakhir daging ke dalam mulutnya

" begitulah, bahkan menjawab telepon dariku saja tidak sempat "

Taehyung mengecup pipi kiri Namjoon " poor oppa "

.

" kemana saja kau semalam? " Yonggi terkejut dengan pertanyaan serta Jimin yang tiba-tiba saja muncul di apartemennya, dia bahkan tidak mendengar suara pintu yang terbuka

" kau mengejutkanku oppa "

Jimin berdecak lalu duduk di samping Yonggi " kemana saja kau semalam? Aku mencarimu "

" aku pergi ke tempat Hoseok "

" untuk apa pergi kesana? "

Yonggi memutar bola matanya " hanya mengunjunginya dan memberikan selamat "

" aku tidak suka kau dekat dengannya "

" dia baik "

" aku tetap tidak suka "

" kenapa? Kau juga dekat dengan Kyungsoo dan aku tidak mempermasalahkan itu "

" kenapa kau membahas Kyungsoo? "

" karena kau membahas Hoseok " jawab Yonggi datar

Jimin menangkup wajah Yonggi " dengarkan aku, jauhi Hoseok. Aku tidak suka jika kau berada di dekatnya "

" kau juga harus menjauhi Kyungsoo "

" Kyungsoo? Kami berdua hanya berteman "

" aku dan Hoseok juga berteman "

" tapi tatapan Hoseok padamu itu berbeda! " suara Jimin meninggi

Yonggi menghempas tangan Jimin " lalu kau pikir tatapan Kyungsoo itu tidak? semua orang yang melihatnya juga tahu jika Kyungsoo seperti ingin bercinta denganmu! Belum lagi saat kalian pergi bersama dua hari lalu, dia menempelimu seperti ulat bulu dan aku benci melihatnya kau tahu! "

Jimin bangkit dan berdiri tepat di hadapan Yonggi " jangan mengalihkan pembicaraan! Aku dan Kyungsoo hanya settingan agar film kami sukses "

Yonggi juga ikut berdiri " pembohong! Bahkan sebelum syuting film itu dimulai kalian sudah sangat dekat! Kau pikir aku tidak tahu saat kau pergi ke acara ulang tahunnya bulan lalu?! "

" kau memata-mataiku?! "

Yonggi membanting stoples kaca berisi permen yang dipegangnya sejak tadi

" semua orang tahu tentang itu brengsek! "

Mulut Jimin terbuka setengah " kau berubah Yonggi "

" kau yang berubah oppa, aku bahkan tidak mengenalimu lagi. Apa berselingkuh dengan Kyungsoo mengubahmu menjadi orang lain "

Plak!

Yonggi terjatuh ke sofa, dia merasa pipinya memerah dan panas. Jimin baru saja menamparnya

" berhentilah mencurigaiku! " setelah berkata seperti itu Jimin lalu meninggalkan Yonggi yang mulai terisak

" kau memang benar-benar berubah oppa " ujar Yonggi disela-sela isakannya

.

Kyungsoo menekan bel apartemen Jimin untuk yang ketiga kali, dia berdecak kesal karena sang pemilik apartemen tidak juga membukakan pintu. Saat akan menekan bel lagi pintu tersebut terbuka menampilkan Park Jimin dengan kaus putih dan celana pendek biru dan wajah khas bangun tidur

" selamat pagi Soo "

Kyungsoo lalu masuk dengan mendorong sedikit tubuh Jimin " selamat siang "

Jimin terkekeh " mian "

" kau pasti belum sarapan "

Jimin mengangguk " tentu saja Soo, aku baru saja bangun tidur "

" sana mandi aku akan menyiapkan sarapan untukmu, kau tidak lupa jika kita punya syuting cf hari ini bukan? "

Jimin lalu berjalan ke kamarnya sedangkan Kyungsoo membuka jaketnya dan menaruhnya di sofa sebelum pergi ke dapur

" wah.. ini terlihat enak " ujar Jimin saat Kyungsoo meletakkan sepiring nasi goring kimchi di hadapannya

" jangan hanya dilihat tapi juga dimakan " ujar Kyungsoo lembut

" tentu " saat akan memasukkan sesendok nasi goreng kimchi bel apartemen Jimin kembali berbunyi

Ting..

Saat Jimin akan beranjak untuk membukakan pintu, tangan Kyungsoo menahan lengannya

" aku saja yang buka, lanjutkan sarapanmu " Kyungsoo lalu berjalan menuju pintu dan membukanya dan dia langsung terkejut. Di depan pintu Min Yonggi telah berdiri dengan senyuman yang langsung berubah menjadi tatapan tajam saat melihat Kyungsoo

" apa yang kau lakukan disini? "

" aku.. itu.. " Kyungsoo mengutuk dirinya yang tidak bisa memberikan jawaban serta kemampuan aktingnya yang menghilang entah kemana

Yonggi mendorong kasar tubuh Kyungsoo " minggir jalang "

Dia lalu berjalan menuju kamar Jimin namun tidak mendapati kekasihnya disana membuatnya membanting keras pintu kamar Jimin sehingga sang pemilik kamar pun keluar dari dapur

" apa yang- Yonggi? "

Yonggi berbalik " ya, ini aku. kenapa? "

" kenapa tidak menelpon jika ingin datang? "

Air mata Yonggi membendung " agar oppa bisa menyembunyikan jalang ini? kenapa password apartemen oppa diganti? "

Jimin berjalan mendekati Yonggi " aku bisa menjelaskannya Yonggie "

" apa yang harus dijelaskan oppa? " kali ini Yonggi terisak sedangkan Kyungsoo hanya memandang datar ke depan

Jimin memeluk Yonggi " Kyungsoo hanya datang untuk menyuruhku cepat bersiap dan pergi ke lokasi syuting cf, kami akan syuting cf bersama "

" apa dia manajermu? "

Jimin mengelus surai Yonggi sedangkan Yonggi terisak semakin keras

" aku akan pergi ke apartemenmu malam ini "

Yonggi mendongak " yaksok? "

Jimin mengangguk lalu mengecup lembut bibir Yonggi membuat Kyungsoo mengeratkan kepalan tangannya " pinky promise, sekarang pulanglah aku juga akan pergi "

Yonggi mengalihkan pandangannya pada Kyungsoo " bersama dia? Kalian akan satu mobil? "

Kyungsoo menggeleng lalu memakai jaketnya " tidak brengsek, aku akan pergi dengan mobilku sendiri. Sampai bertemu di lokasi syuting oppa " Kyungsoo lalu pergi diiringi tatapan menusuk dari Jimin dan Yonggi

" kau benar-benar tidak memiliki hubungan selain teman dengannya? "

" percayalah padaku sayang, aku hanya mencintaimu " Jimin melumat bibir Yonggi perlahan lalu memasukkan lidahnya ke dalam mulut Yonggi yang terbuka. Dia lalu menyandarkan Yonggi ke tembok dan menggelitik langit-langit mulut Yonggi membuat yeoja Min itu mendesah. Tangan Jimin masuk ke dalam kaus Yonggi dan meremas payudara besar Yonggi. Yonggi pun mengalungkan lengannya ke leher Jimin dan menarik Jimin agar memperdalam ciuman mereka

Tautan bibir mereka terlepas karena keduanya membutuhkan udara, Jimin menyeringai mendapati Yonggi dengan napas tersengal dan wajah memerah serta sedikit basah

" jika aku saja aku tidak syuting cf kupastikan kau berakhir di ranjangku "

Yonggi mengulum bibir bawah Jimin sebentar " aku akan menunggumu di apartemenku nanti malam "

.

Namjoon bersandar di mobil mewahnya yang terparkir di basement rumah sakit, dia menunggu kekasihnya yang sore ini memintanya untuk menjemput

" maaf membuatmu menunggu oppa " ucap Seokjin saat menghampiri Namjoon

Dikecup bibir Seokjin lembut " anything for you princess "

Seokjin tersenyum manis, dia lalu masuk ke dalam mobil setelah Namjoon membukakannya pintu " kau ingin langsung pulang atau pergi ke suatu tempat? "

" langsung pulang saja oppa, aku lelah "

Namjoon kemudian melajukan mobilnya meninggalkan basement rumah sakit

.

Jemari Taehyung bergerak lincah diatas keyboard laptop miliknya, sebuah senyum terpampang di wajah manisnya saat dia selesai mengerjakan tugasnya

" akhirnya " Taehyung lalu merenggangkan ototnya yang sedikit kaku dan menatap sekeliling kafetaria, tempat tersebut masi saja penuh meskipun waktu sudah menunjukkan pukul 6 sore

" sudah selesai? " tanya Jungkook yang baru saja tiba, sahabat sejak kecil Taehyung ini baru saja dari toilet setelah dua jam penuh menemani Taehyung mengerjakan tugas

Taehyung mengangguk lalu menutup laptopnya dan memasukkannya ke dalam tas

" kau mau langsung pulang? "

Jungkook menggeleng " bagaimana jika kita berjalan-jalan? Aku hanya bosan jika langsung pulang ke rumah "

.

Yonggi menggigit bibir bawahnya gelisah, ini sudah pukul 10 dan Jimin belum juga tiba, nomor ponsel kekasihnya juga tidak bisa dihubungi. Berbagai pikiran buruk menghampiri kepala Yonggi

" hai "

Sapaan Jimin membuat Yonggi menoleh lalu segera tersenyum " oppa "

Jimin pun memeluk Yonggi dan mengecup dahinya berulang-ulang

" kita lanjutkan yang tadi siang? " ajak Jimin dan Yonggi pun menaikkan sebelah alisnya dan tersenyum nakal

.

" peresmian hotel? "

Namja yang lebih tua 4 tahun di hadapan Hoseok itu mengangguk sembari menggeser slide di tablet

" kau tahu Moon Jongup? Dia adalah sponsor terbesar di agensi kita dan dia akan meresmikan hotel barunya di Apgeujong malam ini jadi kau diminta untuk tampil di acara tersebut. Honornya lima kali honor off airmu yang biasa "

" Yonggi juga akan hadir? " Hoseok mengunyah dagingnya pelan

" tentu saja, Yonggi juga model dari agensi kita jadi dia harus hadir mengingat Moon Jongup mengundang seluruh artis dan penyanyi di agensi kita "

" padahal aku berencana untuk berkencan dengan ranjangku malam ini "

Sang manajer terkekeh " acaranya tidak berlangsung lama lagipula besok jadwalmu kosong jadi kau bisa bercinta dengan 'kekasihmu' itu "

.

Ballroom hotel mewah itu semakin terlihat mewah dengan dekorasi emas, seorang namja bermata sipit sedang sibuk menerima ucapan selamat dari para tamu yang hadir. Mata Hoseok mencari yeoja berkulit putih pucat yang dipastikan akan hadir mala mini, dia tersenyum lebar saat melihat Min Yonggi muncul dari pintu masuk namun senyumnya tidak bertahan lama saat melihat siapa yang menggandeng tangan Min Yonggi, dia adalah Park Jimin. Jimin dan Yonggi lalu menghampiri sang tuan pesta dan mengucapkan selamata serta sedikit berbasa-basi. Hoseok menggeram saat Jimin memeluk pinggang ramping Yonggi dan hatinya terbakar saat bibir keduanya bertemu

Namjoon menggandeng tangan Seokjin dan Taehyung memasuki ballroom tersebut

" selamat Jongupie, hotel barumu luar biasa "

" terima kasih hyung, oh Taehyung juga datang? " mata Jongup menatap Taehyung dengan pandangan memuja sementara Taehyung tersenyum manis pada Jongup

" selamat atas peresmian hotel barumu oppa " ucap Taehyung

" nde, terima kasih. Aku masih ingin mengobrol banyak tapi aku harus menemui tamu yang lain, silahkan nikmati acaranya hyung, noona dan.. Taehyung " Jongup berjalan sedikit terburu-buru, bukan karena dia dan Namjoon memiliki hubungan tidak baik hubungan keduanya sangat baik namun karena Jongup tidak mau Taehyung melihat wajahnya yang memerah, sudah sejak lama Jongup menyimpan perasaan pada adik dari rekan bisnisnya itu

" wah.. ada Hoseok oppa " ujar Taehyung saat melihat namja yang dicintainya itu naik ke sebuah panggung kecil di tengah-tengah ballroom

" Jongup mengundang cukup banyak idol " ujar Seokjin saat menatap ke sekeliling, tidak hanya pengusaha namun Moon Jongup juga mengundang beberapa idol terkenal lainnya, tidak heran karena Jongup juga merupakan salah satu sponsor di sebuah agensi

" dia punya banyak koneksi " sahut Namjoon, dia lalu menyodorkan segelas wine pada Seokjin

" dan Taehyung tidak akan bergerak dari tempatnya " Seokjin menatap calon adik iparnya yang sekarang telah siap dengan kamera ponsel untuk merekam penampilan Hoseok. Namja itu menutup matanya saat sang pianis memainkan tuts piano yang mengiringi penampilannya mala mini, Hoseok terlihat begitu tampan dengan tuxedo hitam yang membalut tubuh sempurnanya

What would I do without your smart mouth?

Drawing me in, and you kicking me out

You've got my head spinning, no kidding, I can't pin you down

Hoseok membuka matanya lalu memandang ke sekeliling, pandangannya tertuju pada Yonggi beberapa detik sebelum melanjutkan nyanyiannya

What's going on in that beautiful mind

I'm on your magical mystery ride

And I'm so dizzy, don't know what hit me, but I'll be alright

Taehyung tersenyum sembari bersenandung lembut mengikuti nyanyian Hoseok, matanya menatap Hoseok dengan pandangan yang dalam

My head's under water

But I'm breathing fine

You're crazy and I'm out of my mind

'Cause all of me

Loves all of you

Hoseok tersenyum sedikit

Love your curves and all your edges

All your perfect imperfections

Give your all to me

I'll give my all to you

You're my end and my beginning

Even when I lose I'm winning

'Cause I give you all of me

And you give me all of you, oh oh

suara Hoseok sedikit serak namun dia langsung kembali menormalkan suaranya. Yonggi menatap Hoseok dalam, dia bahkan tidak sadar jika Jimin menggenggam tangannya begitu erat karena kesal dengan tatapan mata Yonggi pada Hoseok

How many times do I have to tell you

Even when you're crying you're beautiful too

The world is beating you down, I'm around through every mood

You're my downfall, you're my muse

My worst distraction, my rhythm and blues

I can't stop singing, it's ringing, in my head for you

My head's under water

But I'm breathing fine

You're crazy and I'm out of my mind

'Cause all of me

Loves all of you

Love your curves and all your edges

All your perfect imperfections

Give your all to me

I'll give my all to you

You're my end and my beginning

Even when I lose I'm winning

'Cause I give you all of me

And you give me all of you, oh oh

Namjoon memeluk Seokjin yang sedang mengikuti nyanyian Hoseok

" lagu yang dia bawakan sesuai isi hatiku untukmu " bisik Namjoon

" dasar perayu "

Give me all of you

Cards on the table, we're both showing hearts

Risking it all, though it's hard

Alunan piano berhenti, Hoseok menarik napas lalu melanjutkan nyanyiannya tanpa dentingan piano sembari menutup mata

'Cause all of me

Loves all of you

Love your curves and all your edges

All your perfect imperfections

Give your all to me

I'll give my all to you

You're my end and my beginning

Even when I lose I'm winning

'Cause I give you all of me

And you give me all of you

I give you all of me

And you give me all of you, oh oh

Tepuk tangan memenuhi ballroom hotel tersebut, hampir 90% tamu yang hadir terpukau dengan suara Hoseok dan lagu yang dia bawakan. Hoseok sendiri tersenyum setelah sukses untuk tidak menangis meskipun hatinya terasa sangat sesak apalagi sekarang Jimin masih terus memeluk Yonggi sembari menatapnya dengan pandangan dia adalah pemilik satu-satunya Min Yonggi

Hoseok turun setelah memberi selamat pada Jongup, dia lalu berjalan keluar dari ballroom dan masuk ke dalam lift, ditekan angka 27 lalu bersandar di dinding lift

Hoseok membanting keras pintu tersebut, dia berjalan melewati helipad menuju pagar pembatas yang dipasang di sekeliling atap hotel. Bulir air matanya jatuh di kedua pipinya " wae noona? Kenapa ini sakit sekali? "

Hoseok menunduk dan bertumpu dengan kedua tangannya di pagar pembatas, dia membiarkan dirinya menangis sepuasnya disana

" oppa "

Sebuah suara lembut terdengar dari belakang membuat Hoseok dengan cepat mengusap air matanya dan berbalik, dia mendapati seorang yeoja dengan dress selutut berwarna putih sedang berdiri tidak jauh darinya. Taehyung lalu memeluk Hoseok erat, awalnya Hoseok terkejut dan ingin melepaskan pelukan tersebut namun niat tersebut disingkirkan saat dia menyadari betapa hangat dan nyamannya pelukan yeoja di depannya maka Hoseok pun membalas pelukan yeoja tersebut

" menangislah jika oppa masih ingin menangis "

Dan Hoseok pun menumpahkan segala sakit hati dan kesedihannya pada yeoja yang bertubuh lebih kecil darinya tersebut

.

" dimana Hyunggie? " tanya Namjoon saat akan pulang, mereka sudah berada selama 4 jam di acara ini dan dia baru menyadari jika adiknya tidak terlihat dimana pun karena dirinya dan Seokjin sibuk berbincang bersama Jongup dan beberapa pengusaha yang lain

" entahlah, dia menghilang begitu saja. Aku akan menghubunginya "

" unnie " gerakan Seokjin terhenti saat Taehyung menyapanya

" kemana saja kau? Ayo kita pulang " Namjoon lalu menggandeng tangan Taehyung dan Seokjin

" Jongupie, kami pamit pulang dulu "

" ah.. terima kasih sudah hadir hyung, noona dan.. Taehyung "

" nde, terima kasih sudah mengundang kami " ucap Seokjin

Taehyung lalu memeluk Jongup " sampai jumpa oppa, terima kasih untuk acaranya yang sangat hebat malam ini "

Jongup berusaha agar dia bisa tetap bernafas dengan normal, pelukan Taehyung yang terlalu tiba-tiba membuatnya sangat terkejut

" y..ya, aku bahagia mendengarnya. Sampai jumpa Hyunggie "

" jangan tersenyum terus seperti itu, kau membuat unnie khawatir " tegur Seokjin saat hendak turun di depan apartemennya. Sejak tadi Taehyung terus tersenyum lebar bahkan dia bersenandung lembut

" aku sedang bahagia unnie "

" aigoo.. namja bernama Jung Hoseok itu benar-benar luar biasa " ujar Namjoon

.

" aku tidak suka tatapanmu pada Hoseok tadi " Jimin mengetik password apartemen Yonggi

" aku sedang tidak ingin berdebat oppa " Yonggi lalu masuk mendahului Jimin, yeoja itu menaruh mantel putihnya di atas sofa

Jimin memutar tubuh Yonggi lalu mengulum bibir kemerahan tersebut

" jaljayo chagi "

" jaljayo oppa "

.

Hoseok menatap keluar jendela, dirinya mengingat kembali kejadian saat di atap hotel dan membuat jantungnya berdetak keras. Entah kenapa dia merasa nyaman dipeluk oleh yeoja tadi bahkan aroma vanilla yang berasal dari tubuh yeoja tersebut menenangkan sekaligus memabukkan baginya. Hoseok merasa jika yeoja tersebut tidak segera melepas pelukannya dan meminta maaf lalu pergi mungkin Hoseok akan menciumnya, entahlah.. otaknya memerintahkan seperti itu

" sial, aku lupa menanyakan nama dan nomor ponselnya "

.

Taehyung berjalan menuju kelasnya sembari tersenyum dan membalas sapaan beberapa orang yang mengenalnya, kebahagiaan dalam dirinya belum juga hilang hei dia baru saja memeluk idolanya semalam tentu saja itu adalah hal paling menyenangkan bagi seorang fans seperti Taehyung

" selamat pagi Jungkookie " sapa Taehyung lalu duduk di samping Jungkook

" sepertinya suasana hati princess Kim sedang baik "

Taehyung terkekeh " aku memeluk Hoseok oppa semalam? "

" dalam mimpimu? "

" tidak, ini nyata Kookie sayang. Ternyata rekan bisnis Namjoon oppa mengundang Jungkook ke acara peresmian hotel barunya yang kuhadiri semalam dan Hoseok oppa bernyanyi lalu aku memeluknya. Waah.. aku sangat bahagia "

" jinjja? kau cukup beruntung untuk seorang fans Hoseok "

" tentu saja, Kim Taehyung memang dilahirkan dengan segala keberuntungan "

.

.

TBC

Review please ^^