Accidently Love

Dearkimkai present:

Kim Jongin

X

Oh Sehun

Kris Wu

Park Chanyeol

WARN! DLDR, BOYSLOVE, CRACKPAIR!

PERCAYALAH TYPO ITU ADA!

.

.

Chapter 2 begin...

Sehun dan Kris saling berpandang, meminta jawaban satu sama lain. Seoalah tak ada yang mau membuka mulut masing-masing untuk menjawab pertanyaan namja yang tengah berbaring lemas dan dipenuhi kebingungan.

Tiba-tiba suara pintu terbuka mengalihkan perhatian mereka semua, si Park datang dengan dokter semalam yang menangani Jongin. Sehun dan Kris pun segera menyingkir untuk memberi akses bagi si dokter.

"Tuan Kim, mari saya check kondisi anda terlebih dahulu" ucap sang dokter dan mulai memakai stetoskopnya.

"Maaf, siapa tuan Kim? Dan, ini dimana?" tanya Jongin yang terdengar begitu parau, sungguh dia butuh air putih untuk tenggorokannya.

Dokter yang hendak memeriksa kondisi Jongin pun berhenti sejenak, ia memberenggut dan menggelengkan kepalanya. Semoga asumsinya ini salah.

"Apakah tuan mengingat nama anda?"

"Nama? Eum.. namaku, siapa namaku? Aku, aku siapa?" mata Jongin mulai bergerak risau, ia menatap sekelilingnya dengan kelopak mata mengerjap takut, daya ingatnya seolah tak bekerja untuk membantu dirinya. Sistem retrieval-nya tak bisa menemukan kembali informasi yang telah ia simpan dalam memori otaknya.

"Baiklah, tak apa.. bagaimana dengan ketiga pria ini? Anda mengingatnya?" tanya dokter kembali dengan menunjuk Sehun, Kris, dan Chanyeol yang tengah harap-harap cemas. Wajah mereka tegang dibarengi lengan yang saling menyikut satu sama lain.

Jongin menatap ketiga pria rupawan dihadapannya, ia memicingkan mata mencoba mengingat siapa nama-nama dibalik wajah asing tersebut. Namun nihil, ia sama sekali tak bisa mengingat siapa mereka.

Sekeras apapun Jongin mencoba menguak memori otaknya, ia tak akan bisa. Tak akan pernah ingat.

Tentu saja tidak ingat, kenal saja tidak.

"Tidak, aku tidak mengingatnya" Jongin menggeleng pelan.

Mendengar jawaban-jawaban dari Jongin, dokter tersebut dapat menyimpulkan apa yang tengah dialami oleh Kim Jongin. Ia pun segera memeriksa keadaan si pasien lalu memberi intruksi pada seorang suster yang menjadi assistennya untuk memeriksa tekanan darah Jongin.

Dokter dengan marga Lee tersebut mendekat kearah tiga laki-laki yang sedari tadi hanya diam tak bersuara, ia mengajak ketiganya untuk keluar dari kamar inap dan membicarakan tentang keadaan Jongin.

"Apa kalian sudah menghubungi keluarga dari saudara Kim Jongin?" Dokter Lee mulai membuka pembicaraan.

Ketiga laki-laki itu hanya saling bertukar pandang.

"Keluarganya berada di luar negeri, Jongin tinggal bersama kami" Kris menjawab dengan penuh kebohongan yang bahkan terdengar sangat lancar sekali.

"begitukah? Baiklah, saya jelaskan kepada kalian

Jongin tengah mengalami Retrograde Amnesia, kemungkinan besar akibat benturan di kepalanya karena kecelakaan semalam. Ia tidak bisa mengingat informasi di masa lalu." Jelas sang dokter yang didengarkan secara seksama oleh Kris, Chanyeol, maupun Sehun.

"Lalu, apa yang harus kita lakukan?" kali ini Chanyeol yang bertanya.

"Kita akan lakukan CT scan untuk tindakan lebih lanjut, dan bantuan keluarga serta orang-orang terdekat sangat diperlukan untuk membantu dia mengingat kembali tentang informasi-informasi di masa lalunya"

Dearkimkai

Dua cup ice americano dan satu cup ekspresso terlihat terlupakan, tak tersentuh oleh pemiliknya sedari tadi. Tiga otak itu tengah berfikir untuk memecahkan masalah yang tengah mereka hadapi. Masalah. Kim Jongin.

"Jadi, siapa yang akan pergi ke Jinan?" Kris bersandar pada sofa dengan tangan yang bersedekap. Ia menatap dua temannya yang saling diam tak ada yang menjawab.

"Hun," Chanyeol buka suara.

"Apa?" Sehun menatap malas pada Chanyeol, ia tak bodoh dan ia tahu kalau pertanyaan Kris tadi lebih diarahkan pada dirinya. Sehun merasa tidak adil. Jinan itu jauh asal kalian tahu.

Kenapa harus aku?

"Tidak ada yang mau pergi, ya?" Kris menegakkan duduknya, lalu menyeruput ekspressonya yang sudah tidak terlalu panas lagi.

Ia kembali bersuara, "Baiklah, aku saja yang pergi kesana"

Chanyeol dan Sehun menatap Kris tak percaya, mereka jadi tak enak sendiri terutama Sehun.

"Kau serius?" tanya Chanyeol dan mendekatkan tubuhnya pada temannya yang memiliki wajah layaknya anime jepang.

Kris pun hanya mengangguk dan meyeruput kopinya kembali, terlihat begitu santai.

Lagi pula tidak ada salahnya pergi ke Jinan, Kris kan bisa sekalian liburan –meskipun hanya sebentar.

"Tidak, biar aku saja yang berangkat" kali ini Sehun yang mengambil keputusan, sedari tadi ia diam untuk berfikir sejenak. Bagaimana pun rasa bersalah masih menyelimuti hatinya skibat kejadian semalam.

"Benar! Kau saja Hun yang berangkat, kau kan yang menyebabkan dia kecelakaan" jawab Cahnyeol setengah mencibir. Ucapan pria satu ini kadang memang tidak terkontrol, polos tapi frontal. Ya bisa dibilang sangat jujur.

Sehun tak terima dengan apa yang Chanyeol ucapkan, mata coklat pekatnya menatap tajam pada namja bertelinga lebar tersebut. Tidak bisa! Ia merasa tak sepenuhnya salah disini!

"Jika kau tidak mabuk lalu muntah di kaki dan mobil mahalku, aku tidak akan kehilangan konsentrasi menyetir hingga menabrak orang!" Balas Sehun dengan suara yang cukup keras sambil memukul meja didepannya dengan kedua tangan yang mengepal geram, urat-urat kehijauan yang terlapis kulit putihnya sampai terlihat, Sehun benar-benar tidak terima jika ia disalah-salah 'kan. Menyebalkan sekali.

"Ya! kalu begitu Kris juga bersalah disini!"

Mendengar namanya disebut oleh Chanyeol, Kris langsung refleks menoleh kearah temannya itu dengan kedua alis mengkerut dan tidak lupa melayangkan tatapan protes. Chanyeol benar-benar minta di cekik.

"Kenapa bisa aku?"

"Karena kau yang menyuruhku menahan muntah, padahal aku sudah bilang berhenti!"

Sehun yang mendengar hal itu jadi manggut-manggut sendiri, benar kan kalau ini bukan seratus persen kesalahannya? Kedua teman gilanya itu juga turut andil dalam peristiwa kecelakaan yang melibatkan namja asing bernama Kim Jongin itu.

"Jarak apartemen kita memang sudah dekat! Sangat tanggung jika kita berhenti"

"Tapi kan tetap saja, disini bukan hanya aku dan Sehun yang bersalah"

Park Wu Oh ini malah terlibat adu mulut dan saling salah – salahan. Manusia memang begitu, paling menghindari salah dan hanya mau berebutan benar. Tsk!

"Mana bisa begitu, lagi pula seingatku pemuda semalam itu berlari ditengah jalan tanpa memperhatikan sekitar dan bukankah pada saat itu kita sedang tidak melewati cross line?" kali ini Kris mencoba mengingat kejadian tadi malam, dimana ia adalah satu-satunya orang yang melihat kondisi jalanan depan ketika Sehun dan Chanyeol meributkan muntahan.

"Benarkah?" Sehun terlihat sangat antusias dengan pertanyaan Kris barusan, ia merasa mendapat angin segar.

Kris memang memikirkan tentang kecelakaan itu sejak semalam, takut-takut jika korban memperkarakan masalah ini kepada polisi. Maka dari itu, Kris pun berusaha mencari cela agar dirinya dan dua temannya itu punya alibi yang cukup kuat jika hal yang tidak di inginkan benar-benar terjadi. Yah setidaknya sedia payung sebelum hujan lah.

"Hn, aku kan tidak mabuk semalam dan mataku tidak rabun" Jawab Kris yakin.

Senyum senang tak terelakan lagi di bibir tipis Sehun, setidaknya ia tak lagi merasa sangat bersalah. Karna ia tak sepenuhnya bersalah disini. Ya begitu. Sehun yakin.

Dearkimkai

Setelah perdebatan tadi siang, disinilah Sehun dan Chanyeol sekarang – Jinan.

Tiga laki-laki itu sudah sepakat bahwa satu diantara mereka harus menjaga Jongin di rumah sakit dan Kris lah yang mengemban tugas tersebut berdasarkan hasil adu suit gunting batu kertas.

Seoul menuju Jinan membutuhkan waktu perjalan lebih kurang 5 jam, tidak sebentar dan mampu membuat pantat kedua lelaki itu panas karena terus terduduk di kereta.

"Kau yang setir" Sehun melemparkan kunci mobil sewa kepada Chanyeol.

Bagaimana pun Sehun masih sedikit takut untuk mengendarai mobil kembali, apalagi kejadian tabrak menabrak itu baru kali pertamanya Sehun rasakan dan parahnya yang ditabrak itu manusia bonus trotoar. Ia memang baru memiliki SIM sih, padahal umurnya sudah 22 tahun.

Kemudian keduanya memutuskan untuk mencari alamat yang tertera pada kartu identitas milik Jongin. Alamat itu jadi satu-satunya harapan agar bisa bertemu dengan keluarga dari pemuda –yang kata Chanyeol- manis tersebut.

Setelah satu jam berkeliling, mobil yang dikendarai Chanyeol itu pun berhenti di sebuah rumah sederhana dan bergaya tradisional khas Korea. Keduanya turun dari mobil dan melihat lihat daerah sekitar.

"Benar ini rumahnya?" Sehun bertanya sedikit ragu, lantaran rumah yang mereka datangi itu sangat sepi dan seperti tak berpenghuni.

"Jika kita sudah mengikuti instruktur sesuai alamat di kartu identitas ini, maka jawabannya adalah benar" Chanyeol berujar sambil melangkahkan kakinya untuk memasuki pekarangan rumah tersebut, meninggalkan Sehun yang masih berdiri di dekat mobil.

.

.

.

"Jadi apakah namaku Kim Jongin?" tanya seorang pemuda tan dengan suara yang terdengar lebih nyaring dibanding tadi pagi ketika ia baru sadar.

"Iya begitulah" Jawab Kris seadanya, ia sedikit was-was juga jika ada pertanyaan-pertanyaan Jongin yang –pastinya- tidak ia ketahui nanti.

"Dokter bilang kau temanku, siapa namamu?" Jongin begitu semangat ketika menyadari ia memiliki teman disini, setidaknya ia akan terbantu dan tidak seperti anak hilang yang bahkan tidak tahu identitasnya sendiri.

"Kris, Kris Wu" senyum tulus Kris selipkan pada bibirnya ketika ia menangkap binar bahagia dari mata bening Jongin. Laki-laki setengah bule itu tampaknya sependapat dengan temannya Chanyeol bahwa Kim Jongin di depannya ini manis.

"Kris? Hmm, aku benar-benar tidak mengingatmu. Maafkan aku ya" raut wajah Jongin terlihat berubah menjadi sendu ketika memorinya benar-benar tak bisa mengingat temannya sendiri. Si Kim ini sedang sedit tapi kenapa matanya benar-benar menggemaskan sih! Sebelas duabelas dengan puppy yang sedang merajuk. Haft.

"Tidak apa Jong, aku dan yang lain akan membantumu" ucap Kris dengan tangan terulur untuk mengusak surai hitam Jongin yang berbentuk mangkuk tersebut.

"Yang lain? Apakah itu laki-laki pucat dan laki-laki bertelinga lebar tadi?" jongin makin senang bahwa temannya tidak hanya satu tapi tiga!

Kris tidak bisa tidak tersenyum mendengar diskripsi Jongin tentang kedua temannya yang saat ini tengah berada di Jinan. Laki-laki pucat dan laki-laki bertelinga lebar? Pffft, ya memang.

"Mereka adalah Sehun dan Chanyeol"

"Oh.. mereka dimana sekarang?" tanya Jongin sambil menguap lebar, ia mengantuk padahal masih jam tujuh malam. Mungkin pengaruh obat.

"Sedang ada urusan, nanti akan kemari" Kris berdiri dari kursi yang berada disisi ranjang Jongin, ia menarik selimut untuk menutup tubuh Jongin sampai batas dada.

"Tidurlah, kau harus banyak istirahat"

Jongin pun mengangguk patuh.

Kris yang hendak melangkah untuk beralih menuju sofa tiba-tiba terhenti, ia menatap pergelangan tangannya yang tertahan oleh jemari Jongin.

"Terimakasih Kris.. hyung" ucap Jongin dengan senyum begitu tulus, ia kemudian melepaskan jari-jarinya dan menarik selimut sampai leher lalu memejamkan kedua matanya.

Hyung? Apa Kris memang terlihat setua itu ya?

Kris hanya tersenyum berjalan menuju sofa dan menyamankan dirinya disana dengan kedua mata yang tak terlepas dari Jongin.

Anyway, Sehun dan Chanyeol apa kabar?

.

.

.

Tampang lelah Sehun dan Chanyeol benar-benar tidak bisa disembunyikan, setelah perjalanan berjam-jam tadi di tambah acara kesana kemari mencari rumah Jongin akhirnya kedua lelaki itu mendapat fakta bahwa Kim Jongin sudah tidak memiliki keluarga di Jinan.

Tetangga samping rumah Jongin itu menerangkan bahwa Jongin hanya hidup dengan neneknya yang baru saja meninggal sekitar dua bulan yang lalu. Hal itu pula yang membawa Jongin untuk pergi ke Seoul menemui kakak kandungnya. Sialnya tetangga yang bertubuh tambun itu tak mengetahui siapa nama kakak Jongin, melihatnya saja tidak pernah. Apalagi mengetahui keberadaan saudara tua Jongin.

"lalu sekarang bagaimana?" suara Chanyeol terdengar lemas.

"Tentu saja pulang" jawab Sehun malas, ia benar benar merasa tak ada harapan. Harapan apa Oh Sehun? Harapan keluar dari masalah dengan mengembalikan Jongin pada keluarganya? Author tidak akan mempermudah jalanmu.

"Aku ingin makan, lapar Hun"

"Ya terserah saja"

Dearkimkai

Empat pasang kaki panjang itu berjalan bersama dengan formasi dua depan dua belakang. Jongin tengah beriringan dengan Chanyeol yang sedari tadi tak henti-hentinya mebicarakan hal-hal konyol. Chanyeol bilang kulit putih Sehun itu karena tubuhnya pernah tersiram air cucian beras, dan tentu saja Sehun hanya bisa mendengus tak terima dirinya yang tampan itu tengah jadi bahan cerita konyol Chanyeol.

"Jangan mengarang!" ucap sehun sambil menoyor kepala Chanyeol dari belakang. Chanyeol hanya meringis lalu tak meperdulikan Sehun dan kembali mengajak Jongin bercerita.

Omong-omong Park Wu Oh ditambah Kim itu sekarang sedang menuju tempat tinggal mereka – apartment. Dokter sudah mengijinkan Jongin keluar dari rumah sakit setelah dirawat tiga hari, dan meskipun kepalanya masih harus dililit perban.

"Aku masih tidak percaya, tersangka bisa tinggal dengan korbannya" Sehun berucap lirih namun masih bisa didengar Kris yang ada disampingnya.

"Aku tidak merasa menjadi tersangka" jawab Kris enteng dengan memasukkan kedua tangannya pada saku jeans hitamnya.

Sehun menoleh pada Kris dan tersenyum miring, "Kau benar."

Mata indah Jongin menatap takjub dengan interior apartment yang akan ditinggalinya itu, terkesan minimalis namun elegan. Sebagai orang yang pernah tinggal disini –menurut cerita Park Wu Oh tentunya- Ia merasa asing.

"Apakah benar, dulu aku tinggal disini bersama kalian ?" Tanya Jongin yang masih melihat sekeliling.

"Tentu saja Jongin!" Ucap Chanyeol riang. Chanyeol yang pada dasarnya memiliki sifat supel dan mudah bergaul itu senang-senang saja dengan kehadiran Jongin di tengah-tengah mereka. Jongin itu manis, begitu pula sifatnya. Jadi pasti tak akan merepotkan.

"Lalu dimana kamarku?"

Kris, Sehun, dan Chanyeol terdiam. Mereka lupa belum menyiapkan jawaban tentang ini, dan lupa harus ditaruh mana Jongin nanti.

"Kau sekamar dengan Oh Sehun!"

To be continue...

.

Finally chapter 2 update yeay!

Terimakasih banyak buat para reader yang sudah mau meluangkan waktu untuk membaca serta memberikan review! Thanks dear ~

Saya sudah menentukan pair di fanfiction ini! Silahkan ditebak-tebak sendiri ya hahaha, yakin deh pasti kalian udah bisa nebak!

Maaf moment hunkai atau chankai-nya baru nongol dikit atau bahkan gak ada. Sabar saja ya hehe

Last, give me some review (again) guys! Biar mangat gitu wkwk

Eh EXO COMEBACK ! Kai makin uke duh! Otokeeh?!

Salam Uke Kai!

Sincerely,

Dearkimkai