Kiss
By D2L
Rate T
Genre: Suspense/ Romance
Summary: Dengan kedua paras wajah mereka yang tampan, mereka dengan mudahnya memikat perhatian seseorang lalu memanfaatkannya untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan. Begitulah kebiasan yang kedua manusia itu. Sungmin dan juga Kyuhyun yang tidak pernah terpisahkan. Bahkan saat mereka saling berbagai kekejian dunia di tangan mereka.
.
.
.
Happy Reading
.
.
.
Malam itu lagi-lagi cuaca sangat tidak mendukung. salju dan badai keras melandai daerah perbatasan menuju Icheon, pesawat yang dinaiki oleh Kyuhyun, dan juga Sungmin bergoyang-goyang membuat beberapa penumpang yang ada di sana menjadi panik.
Kyuhyun melihat ke samping kanannya dimana dia mendengar suara gesekan pada lantai pesawat. Sepertiny ada barang yang jatuh dan merosot ke bawah sampai melewati bagian samping pesawatnya, betapa dia terkaget saat melihat tas kantor yang tergelincir, dan dibagian mulutnya kyuhyun dapat melihat mulut pistol yang sedikit terkeluar.
Kyuhyun menguncangkan bahu Sungmin dengan pelan, membuat laki-laki manis itu terbangun. Sungmin dengan kesadaran yang masih setengah, dan mengucek-ngucek matanya bertanya pada Kyuhhyun,"Ada apa?"
"Mereka ada di sini," desis Kyuhyun.
Sungmin langsung membuka matanya besar-besar. Badannya tersentak. Apalagi ketika melihat bahwa tas selempang yang dibawa Kyuhyun berisikan beberapa senjata yang mulai digenggam oleh laki-laki berambut ikal itu.
Bagaimana dia bisa menyusupkannya? pikir Sungmin panik.
"Terlalu banyak orang," bisik Sungmin berusaha untuk menutupi rasa panik, dan juga takutnya. Terutama pada laki-laki yang disampingnya yang dia mulai anggap benar-benar bukan laki-laki biasa, sekaligus berbahaya.
"Mereka tidak akan bertindak sebelum pesawat mendarat sepertinya, karena mereka juga tidak ingin mati tentunya," Sungmin memberikan saran.
Kyuhyun meletakkan kembali pistol miliknya lebih masuk ke dalam tas, dan menarik tangannya keluar.
"Baiklah," ucap Kyuhyun sambil menghelah napas.
Tapi sepertinya itu bukanlah jalan pikiran Kyuhyun. Laki-laki itu tampak berpura-pura untuk sejalan pikiran dengan Sungmin. Selagi Sungmin mengalihkan perhatiannya ke jendela, Kyuhyun memasukkan tangannya ke dalam kedua saku jaket miliknya. Dengan erat dia kembali menggenggam pistol yang disembunyikannya di sana.
Beberapa menit setelah Kyuhyun menggenggam kedua pistol miliknya, terjadi ledakan dahsyat di bagian belakang kapal. Suaranya sangat besar, dan Kyuhyun dan Sungmin hampir saja terkena, pasalnya mereka duduk di bagian tengah pesawat.
Pesawat itu langsung saja oleng, dan mulai terjun ke bawah tidak bisa dikendalikan oleh pilotnya. Para penumpang berteriak histeris, menangis karena merasa dirinya terancam, dan juga keluarga mereka yang sudah mati, tapi yang paling buruk adalah beberapa penumpang yang keluar dari pesawat karena bagian belakang yang sudah hancur.
"Sungmin. Sebaiknya kau segera menuju bagian depan!" perintah Kyuhyun.
Sungmin mengangguk,dan dengan cepat dia berusaha untuk membawa dirinya agar tidak kalah dengan angin kencang yang berusaha untuk membawanya terhantam keluar dari badan pesawat.
Disaat Sungmin berusaha untuk menyelamatkan dirinya, Kyuhyun berusaha untuk berdiri tegak, mengeluarkan kedua pistol yang sedang dipegangnya dan menatap sinis pada beberapa pakaian laki-laki berbaju hitam dengan pistol juga dimasing-masing tangan mereka.
Kyuhyun bergerak cepat mundur ke belakang, dan menaiki kursi pesawat miliknya, meloncati, dan melewati laki-laki berpakaian hitam itu. Dari belakang, Kyuhyun melakukan hal yang sama, sampai dia tiba di deretan kursi yang ketiga, dari dua deretan yang ada. Dua dari kiri, dan kanan, dan empat di tengah sendirian.
Dengan cepat Kyuhyun menarik pelatuknya, dan mengenai dua orang diantara delapan orang itu. Enam orang sisanya menembaki Sungmin. Kyuhyun dengan cepat menaiki kursi yang ada di depannya, dan berlari di atas deretan kursi itu sambil terus melontarkan peluru untuk membeli waktu bagi Sungmin untuk lebih berlindung di tempat yang aman.
Sungmin dengan cepat bersembunyi di balik pintu toilet depan pesawat itu. Sedangkan Kyuhyun kini sudah bertatap muka melawan enam orang yang tersisa. Kyuhyun menyiku dengan keras orang yang ada di belakangnya, dan dengan lincah dia menembaki dua orang yang hendak untuk menyerbunya.
Setelah membuat dua orang itu mati dengan tembakan tepat dipelipis mereka, Kyuhyun membalikkan tubuhnya dan menembaki orang yang tadi disikunya itu sampai kepalanya hancur dan meneluarkan sedikit onggokan daging otak yang menjijikan.
Satu orang berlari ke arah Kyuhyun dan mengarahkan pisau kecil miliknya ke wajah Kyuhyun, Kyuhyun sedikit membuat badannya tertunduk ke belakang dan segera memberikan tenaga pada kakinya agar tubuhnya bisa bersalto ke belakang lalu kedua kaki itu dengan mantap mengenai orang yang memegang pisau itu.
Saat orang yang berpegangan pisau itu melayang di udara, Kyuhyun dengan cepat menembakinya dengan pistol di tangan kanannya, sedangkan tangan kirinya menembaki dua orang sisanya. Kyuhyun bahkan bisa menang tanpa perlawanan yang berarti bagi ke delapan orang berpakaian hitam, dan bersenjata itu.
Saat semua musuhnya sudah habis, Kyuhyun segera berlari menuju ke tempat Sungmin bersembunyi, tapi sebelum itu dia menemukan ketertarikannya dengan salah satu tas hitam yang sempat dipegang oleh laki-laki berbaju hitam itu yang baru saja dibunuhnya. Tanpa membuang waktu Kyuhyun segera mengambilnya dan kembali berlari lagi.
Ketika sudah berada di depan pintu toilet, Kyuhyun mengetuknya dan berkata,"Sungmin keluarlah. Sekarang sudah aman." Dan kemudian Sungmin segera membukanya. Dengan cepat Kyuhyun menarik tangan Sungmin untuk menuju ke pintu darurat pesawa itu dengan membawa dua parasut, tapi kemudian Sungmin menghentikan pergerakan Kyuhyun.
"Kau gila! Kita tidak mungkin meninggalkan pesawat ini begitu saja untuk menyelamatkan diri kita sendiri padahal masih banyak orang di sini yang bisa selamat!" seru Sungmin seraya menghentakkan tangannya dari genggaman Kyuhyun.
"Kau seharusnya sadar bahwa pilot yang ada di pesawat ini sudah ditembak mati. Tidak ada lagi yang bisa mengendalikan pesawat yang hanya sisa setengah badan ini untuk menyelamatkan mereka. Jangan pernah berucap hal omong kosong. Aku masih ingin hidup. Jika kau masih saja keras kepala untuk menyelamatkan mereka, maka aku sama sekali tidak akan segan-segan meninggalkanmu sendiri di sini dan akhirnya kau mati sia-sia tanpa sempat membalaskan dendammu!" seru Kyuhyun.
Sungmin mendecak kesal. "Aku tahu bahwa kau bisa mengendalikan pesawat Cho Kyuhyun. Kau anggota FBI,kan? Itu sebabnya kau bisa menyelundupkan senjata itu ke dalam pesawat ini dan selalu menutupi identiasmu sebagai putra dari keluarga Cho agar kau tidak membahayakan ummamu dengan musuh-musuh yang mentargetkanmu. Jangan kau remehkan koneksiku juga Cho Kyuhyun," ucap Sungmin.
Kyuhyun mendecak kesal. Ternyata selama bersembunyi di bilik toilet itu yang dilakukan Lee ini sama sekali tidak hanya berdiam diri. Dia mencari tahu semua data yang berhubungan dengan Kyuhyun sampai keseluk-beluknya.
"Kendalikan pesawat ini dan daratkan ditempat yang aman atau tidak aku akan membocorkan identitasmu dan akan semakin banyak mush yang mentargetkanmu sampai akhirnya kau tidak akan bisa fokus dalam mencari pelaku yang membunuh ummamu atau disisi lain kau akan di penjarakan karena menyalahgunakan profesimu," ancam Sungmin.
Kyuhyun hanya bisa mendecak kesal. Sialan. Laki-laki yang ada di depannya ini benar-benar tahu bagaimana cara untuk menggertaknya.
Dengan kasar Kyuhyun melemparkan tas hitam temuannya ke arah Sungmin. "Jaga tas itu baik-baik dan cepat ikut aku ke ruang kendali pesawat!" perintah Kyuhyun dengan kasar.
Mereka berdua segera berjalan menuju pintu ruang kendali pesawat. Saat berada di depan, mereka kesusahan untuk membuka pintu tersebut. Pintu itu sudah diisolasi oleh mush mereka sebelumnya sehingga hal itu benar-benar memastikan bahwa pesawat ini tidak akan selamat, begitu pula dengan semua penumpang yang ada di dalamnya.
Kyuhun mendecak kesal. Dia akhirnya mengambil kedua pistolnya. "Menjauh atau jika salah satu dari peluru ini mengenaimu, aku tidak akan tanggung jawab," ucap Kyuhyun dengan nada sinis. Sungmin dengan terpaksa mundur dan bersembunyi di salah satu belakang kursi pesawat.
Kyuhyun dengan brutal menembaki engsel dari pintu besi tersebu. Pintu itu tampaknya mulai terputtus dengan besi-besi pengikatnya yang menyebabkan pintu itu sebelumnya susah sekali untuk dibuka. Kyuhyun segera memasukkan kembali pistol miliknya ke kantong celananya dan menendang dengan kasar pintu besi tersebut.
Dengan suara yang menggelegar pintu itu terjatuh ke lantai. Kyuhyun tanpa membuang masuk dan mendorong dengan kasar mayat pilot yang masih terduduk di kursi pilot tersebut. Kyuhyun segera mengambil earphone dan berusaha untuk menyambungkannya ke koneksi bandara Icheon. Dirinya berusaha untuk mengkonfirmasi apakah pihak bandara bersedia lapangannya dijadikan tempat pendaratan atau dia akan lebih memilih pendaratan yang lebih mengurangi resiko seperti daerah air. Dia juga harus memberikan informasi bahwa pesawat tipe ini masih ada dan belum sama sekali mengalami kecelakaan.
"Kau harus memberikanku bayaran yang besar atas apa yang kulakukan ini, Lee sialan," ucap Kyuhyun dengan nada kesal. Setengah mati dia berusaha untuk mengatur tekanan udara yang ada di pesawat ini dan juga stir pesawat yang susah sekali stabil karena pesawa ini hanya tinggal setengah. Bahkan sayap kirinya sudah patah.
Dan Sungmin hanya bisa mengatup mulutnya rapat-rapat berusaha untuk tidak membalasa makian itu karena dia tahu saat ini dialah yang membutuhkan Cho itu. Bukan dirinya yang dibutuhkan dan dia sudah cukup sadar akan kelemahan yang paling dibencinya tersebut.
.
.
.
Laut dengan bandara Icheon penuh dengan mobil-mobil polisi, ambulans, para wartawan dan juga para penduduk yang penasaran dengan pesawat yang tiba-tiba saja mendarat di sana.
Dengan cepat orang-orang yang bertanggung jawab akan keselamatan para penumpang yang masih ada di pesawat itu segera bergerak untuk menyelamatkan. Beberapa polisi sibuk untuk menurunkan kapal karet mereka dan mengarahkannya ke arah penumpang-penumpang yang mengambang dengan pelampung baju mereka. Sedangkan yang sudah diangkut ke darat langsung saja diurus oleh para dokter dan juga perawat.
"Kita pergi sekarang. Aku sudah menyuruh seseorang untuk menghapus data kita sebagai penumpang pesawat ini. Akan lebih gawat jika kita tetap bersama mereka dan akhirnya kita diinterogasi. Bagiku tidak masalah. Tapi akan menjadi masalah jika mereka tahu kau adalah Lee yang sedang dalam masa pelarian," ucap Kyuhyun melihat pergerakan polisi yang sangat cepat untuk mengangkut para penumpang lainnya.
"Bagaimana caranya?" tanya Sungmin keheranan. Mereka tidak mungkin bisa pergi dari daerah yang sudah dijaga ketat seperti ini. Jika saja mereka ketahuan melarikan diri, mereka malah akan dituduh sebagai pelaku dari insiden pesawat ini.
"Walaupun kau sudah menghapus data tentang kita, tapi ada saksi mata asli mengenai keberadaan kita. Apalagi para penumpang yang lainnya yang melihat kita menerobos masuk ke dalam ruang kendali itu dan lagi kau ada berbicara dengan orang bandara di sini untuk meminta ijin mendarat,kan? Mereka pasti akan mencarimu dengan clue suaramu," ucap Sungmin.
Kyuhyun mendecak kesal. Apa yang dikatakan Sungmin benar. Lalu apa yang akan mereka lakukan sekarang? Tertangkap sekarang dan menjadi buronan dikemudian hari sama buruknya.
"Kau yang melarikan diri terlebih dahulu. Biar aku yang akan tetap ada di sini. Kau hanya dilihat oleh saksi mata para penumpang di sini dan aku masih bisa berbohong nanti dengan mengatakan mereka berhalusinasi karena panik dengan keadaan. Lagipula aku anggota FBI. Para polisi itu tidak akan terlalu mencurigaiku dan akan langsung melepaskanku. Kita nanti akan bertemu di Best Western Songdo Hotel Park," ucap Sungmin.
"What? kau menyuruhku menunggumu di hotel berbintang lima itu? Dan lagi aku tidak tahu kapan kau akan kembali dan sudah pasti aku akan terus tinggal di hotel itu sampai kau datang. Kau tau berapa banyak uang yang harus kuhabiskan,hah?" ucap Sungmin sedikit kesal.
"Aih, tidak usah membantah. Ketika aku datang aku perlu tempat istirahat yang terbaik tahu. Badanku saja sudah sangat pegal gara-gara kejadian ini," sergah Kyuhyun,"Sudah tidak sudah protes lagi. Cepat sana berenang. Kapal selam itu sudah menunggu di bawah jembatan para polisi-polisi itu," perintah Kyuhyun.
"Ck. Baik-baik," ucap Sungmin pasrah pada akhirnya.
Sungmin segera menahan napas dan menyelam. Dia berenang dengan cepat ke bawah jembatan yang dimaksudkan Kyuhyun dan dia benar-benar menemukan sebuah kapal selam yang berukuran tidak terlalu besar. Sungmin cukup terkaget saat pintu kapal selam itu terbuka dengan sendirinya, tapi kemudian dia dengan cepat berenang masuk ke dalam . Sungmin menarik napas banyak-banyak saat sudah berada di dalam. Dia mulai berjalan menuju ruang kendali dan dia mendapati tidak ada seorangpun yang mengendalikan kapal selam ini.
Ketika Sungmin berada di ruang kendali, entah kenapa mesin yang ada di ruang kendali itu menyala dan kemudian menggerakkan turbinnya dan bergerak. Sungmin cukup kaget melihat apa yang Kyuhyun dapatkan dari dirinya sebagai anggota FBI. Fasilitas yang harganya tidak main-main.
"Semoga saja dia berhasil berkelit dari para polisi itu dan dengan sampai di hotel itu," ucap Sungmin bermonolog sendiri dan menyamankan dirinya di salah satu kursi yang ada di ruang kendali itu seraya menikmati sedikit pemandangan di bawah air ini.
.
.
.
Kyuhyun dengan terburu-buru berlari menuju lift di Best Western Songdo Hotel Park. Dia segera memencet tombol 17 dan menunggu dengan tidak sabar pergerakan lift itu untuk sampai di lantai tempat Sungmin tinggal untuk saat ini. Kyuhyun kembali berlari ketika lift pintu itu terbuka dan segera mencari kamar dengan nomor 467. Ketika sudah mendapatinya dan kini berada di depan pintunya, Kyuhyun sama sekali tidak menggunakan media bel untuk memanggil Sungmin, dia menggedor pintu kamar hotel Sungmin dengan keras.
Tak menunggu lama Sungmin segera membuka pintu itu dan berkata,"Yak! Apa yang kau lakukan! Apa hotel berbintang lima ini kebun binatang?" Tapi kemudian Sungmin menutup mulutnya dengan tangannya dengan refleks ketika melihat siapa yang melakukannya yaitu Kyuhyun.
"Sorry. Salahmu sendiri menggedornya dengan sangat keras," ucap Sungmin berusaha untuk membela diri.
"Ya terserah. Lebih baik kau masuk sekarang dan pastikan tidak ada alat penyadap, kamera atau apapun yang bisa mendengar pembicaraan kita sekarang!" perintah Kyuhyun.
Sungmin langsung memasang wajah kesal, tapi dia tetap saja melakukannya dan disaat Sungmin sibuk dengan tugasnya, Kyuhyun dengan segera menutup pintu kamar hotel tersebut dan duduk di sisi ranjang yang ada di kamar hotel tersebut. Dia memegang sebuah tas hitam yang direbutknya dari orang-orang berbaju hitam yang mengincar mereka di atas pesawat itu sebelumnya.
"Tidak ada sama sekali," ucap Sungmin.
"Kalau begitu duduk sekarang dan dengarkan aku dengan baik," ucap Kyuhyun dan Sungmin diam siap untuk mendengarkan.
"Apa kau yakin bahwa yang dibunuh itu adalah orang tuamu?" Kyuhyun memasang wajah serius. Aneh mendengar pertanyaan begitu keluar dari mulut Kyuhyun. Tentu saja orang tua Sungmin sudah mati,kan? Dia, kan anaknya, mana mungkin Sungmin tidak bisa mengetahuinya?
"Tentu saja! Kau pikir mayat siapa yang kutemukan di dalam rumahku, hah?" teriak Sungmin marah.
"Lalu apa maksudnya dengan ini?" Kyuhyun mengeluarkan selembar kertas dari tas hitam itu dan menujukkannya kepada Sungmin,"Aku merebut tas ini dari orang-orang berbaju hitam yang mengincar kita di atas pesawat itu dan dokumen ini ada di dalamnya," lanjut Kyuhyun.
Sungmin membelakkan matanya. Dia tidak percaya dengan selembar dokumen yang kini sudah beralih di kedua tangannya. Di atas dokumen itu terdapat wajah kedua orang tuanya dan transaksi pembunuhan bayaran yang dimana orang yang harus dibunuh adalah Sungmin. Target pembunuh bayaran itu, mafia itu adalah Sungmin atas dasar perintah orang tuanya.
Sebetulnya apa yang sedang terjadi di sini?
.
.
.
TBC
.
.
.
A/N: Terima kasih atas reviewnya yang sudah diberikan dan juga yang sudah menfave, membaca fic ini. Mian tidak bisa membalas review kalian! tapi saku benar-benar dibuat senyam-senyum mebaca setiap review yang ditujukan untuk fic ini. Tanpa kalian semua fic ini tidak mungkin akan lanjut!
Ada yang bertanya kenapa judul ini diberi nama Kiss. Jawabannya simpel,sih. Sebab aku tidak akan bisa melanjutkan fic ini jika saja tidak mendengarkan lagu berjudul Kiss yang dibawakan 2NE1.
Ada juga yang memberi saran kalau lebih baik fic ini ditaruh ke rate M, tapi mian. rasanya aku masih setengah hati untuk membuat satu saja ficku yang menjadi rate M (_ _llllll)
Terima kasih sekali lagi sudah membaca. Mind to review?
