Title : STUPID LOVE
Author : Nana Luna or Diana032
Cast : kagamine Len dan Hatsune Miku
Other cast : Megapoid Gumi dan beberapa chara vocaloid yang numpang lewat aja
Pair(s) : MiLen ( Miku X Len) GuLen (gumi x Len)
Genre : Typo bertebaran *munggut bareng Ren*, bahasa sulit dipahami karena bahasa planet mars /ditendang reader/ dan banyak kegajean didalamnya yang memicu mual mual, pusing,demam tinggi, badan jadi lemas da/Ren :kok ini ciri penyakit hepatitis ya/ lalu EYD gak sesuai
okey silahkan scroll kebawah \(^.^)/ i hope you like it.
.
.
Happy Reading
Miku, dan Len sedang melewati lorong koridor beiringan tetapi tak jauh dari mereka terlihat Gumi memandang Len terus.
Brak
Tiba tiba tubuh pendek Len tertabrak tak elit dengan seorang siswi atau siswa.
"Ittai!"
"Wahai Junior yang cantik maukah kau masuk kedalam klub drama kami?"Tanya siswa yang ternyata seorang siswa. Memang Gender yang ambigu.
"Drama?"Tanya Miku bingung sambil memiringkan kepalanya kesamping sedikit.
"Ha'I, Drama-desu."Sahut temannya bersurai dark blue.
"Drama itu Apa?"Tanya Miku polos.
"Drama itu karya sastra yang ditulis dalam bentuk dialog dengan maksud dipertunjukkan."Jelas Gumi sambil melipat kedua tangannya didada.
"Ho~"
"Sekarang kau sudah mengerti , Junior manis?"Tanya Siswa yang bergender ambigu itu.
"Tidak."Balasnya padat, singkat dan tak jelas.
Gubrak
Pernyataan singkat itu membuat semuanya pingsan kecuali Len yang baru bangkit dari pingsannya.
"Memang ada apa dengan klub drama kalian? Bukan kalian sudah cukup anggota?"Tanya Gumi menatap senpai senpai anehnya.
"Jadi begini, anggota kami banyak keluar dan kami harus mengejar 3 bulan sebelum festival sekolah."Jelas senpai bersurai dark blue.
"Klub Drama? Aku ikut!"Seru Len riang gembira.
"Sayang sekali kami tak mengundangmu."Tolak senpai bergender ambigu itu. Sedangkan Len hanya mengembungkan pipinya kesal.
"Bagaimana Junior manis?"Ujar Senpai bersurai ungu itu masih menunggu jawaban Miku.
"Baiklah, aku dan Len ikut!"seru Miku merangkul bahu Len.
"sudah kukatakan, pemuda shota itu tak diterima!"Tolak senpai itu membuat emosi Len mencapai puncak.
"Hoi! Tak sadar diri, lihat dirimu sendiri! Apa dirumahmu tak punya kaca ya? Jelas jelas kamu yang lebih mirip cewek bukan aku!"Amuk Len.
Sebenarnya jangan menggunakan kata kata kramat seperti 'Shota', dan sejenisnya kalau tak mau di bantai sadis dengan Len.
"Apa katamu pendek!"ujar senpai itu tak terima. Kalau ini di manga akan terlihat kilatan petir yang keluar dari mata mereka.
"Dasar Terong!"
"Pisang!"
"Ungu!"
"Kuning!"
"Cantik!"
"Imut!"
"anu .. perkenalkan namaku Kaito shion kelas 2-2, dan disana Gakupo kamui kelas 2-3,"Ujar temannya agak canggung dengan kedua cewek tersebut.
"oh salam kenal senpai! Perkenalkan namaku Miku Hatsune kelas 1-4, salam kenal senpai!"Perkenal Miku dengan semangat membuat Kaito tersenyum lembut.
"Ehehe~"Gelak Gumi melihat Miku dan Kaito sedikit mengobrol ringan. Manik Kaito melirik kearah Gumi yang tersenyum gaje.
"Kamu juga bergabung?"Tanya Kaito menatap Gumi. Gumi menunjuk wajahnya sendiri seakan mengatakan 'aku?'.
"Hm,"
"Aku tak bergabung dengan grub aneh ini."Ujarnya angkuh.
"Sayang sekali ya Gumi-can… padahal kalau ada Gumi-can akan lebih menarik…,"Ujar Miku seperti ingin menangis.
"Aku tak sudi satu klub denganmu!" Gumi mengalih pandangan kearah lain membuat Miku tambah mewek.
"Hei kalian berdua!"Seru Kaito membuat Gakupo dan Len menghentikan debat mereka.
"Sudah diputuskan! Sepulang sekolah kalian akan menghadiri ruang klub drama,"Ujar Kaito lalu beranjak.
"Good bye, Honey~"ujar Gakupo centil dan jangan lupa fly kissnya kearah Miku membuat Len muntah seketika.
"Lenny, kau akan mengikuti klub itu?"Tanya Gumi mendekat kearah Len.
"Aku hanya ingin seklub dengan Miku-can, terlebih Miku –can lebih mengenal disini."Jawab Len asal padahal; Aku tak akan membiar siapa pun mendekati Miku!.
"T-Tapi…"
"Baiklah, aku akan membantu Lenny,"Tanggap Miku polos tanpa mengenal modus Len.
.
Beberapa menit kagak jelas
.
Terlihat tiga anak manusia menatap serba horror kearah pintu bertulis 'klub drama' . Bukan karena ada kecoa bukan. Tapia da sesuatu hijau hijau yang keluar disela sela pintu itu.
"Apakah ini klub Drama?"Tanya Len cemas bercampur takut.
Brak
"HUAAA!"jerit Mereka serempak dan jangan lupa Len lah yang menjerit paling keras.
"Huehehe…"
Len dan Miku menelan ludah horror melihat seorang keluar dari gumpalan asap hijau. Ditambah suasana mistik menguar begitu saja. Hoi ini bukan ff horror!
Brak
Dan sosok itu terjatuh kearah Len-Miku dengan reflek mereka mundur beberapa langkah.
"Dasar bodoh!"Umpat seseorang keluar dari pintu klub.
Wush
"Yo Honey!"sapa Gakupo kearah Miku.
"Selamat datang Miku, Len."Sapa Kaito normal.
"Eto senpai … mahkluk apa ini?"Tanya Len takut takut sambil menunjuk segumpalan manusia berwarna hijau.
"Abaikan saja, ayo masuk."Ujar Kaito. Len,Gumi, dan Miku segera berjalan masuk kedalam klub drama.
"Wah senpai mempunyai ruang klub yang luas, ya?"Ujar Miku menatap sekeliling. Banyak propeti propeti dan jangan dua tidak empat lemari kostum disudut sana.
"Tapi walau ruangannya luas kalau anggota sedikit tak berguna juga,"Kaito pundung seketika. Miku menghampirinya sambil menepuk pundak Kaito memberi semangat.
Gumi hanya ketawa ngak jelas. Jangan tanya isi kepalanya.
"Gumi-san, kau ikut juga?"Tanya Len baru mendapati sosok Gumi juga dalam ruang. Tunggu! Kok baru mendapati sih? Berarti selama ini Gumi dikacangi dong. Author meng-Troll ria diluar sana.
"Ayo kumpul!"Seru Kaito sambil menepuk meja. Membuat Gakupo, Len dan Miku berjalan ke meja bundar disana.
Brak
Len dan Miku sontak menatap kearah pintu sedangkan Gakupo dan Kaito mengabaikan.
"Aku sudah mengetik naskah dramanya!"Seru sosok bergumpalan hijau.
"Idenya apa, IA-san?"Tanya Kaito sambil menyipitkan matanya curiga. Kaito tahu, temannya bernama IA ini gemar membuat eksperimen,dan naskah yang aneh bin absurd. Bahkan, ia pernah menulis naskah 'Cinta bersemi dikalangan anak TK' What The …. ?
IA membetulkan letak kacamatanya lalu mendekap kedua tangannya didada memasang pose sok keren, "Judulnya … Serigala melamar seekor buaya yang-"
Bruk
Sosok itu terjatuh lagi akibat lemparan piano yang indah dari kaito yang entah darimana ia dapat piano.
"Ano, Kaito senpai…"Panggil Miku yang kebetulan duduk disamping Kaito. Kaito mendekatkan dirinya kearah Miku, dan mengabaikan aura hitam yang kini menyebar kemana mana.
"Ya, Miku-san?"Tanya mendekatkan wajah ke Miku membuat Len kesal bercampur cemburu.
"STOP!"Pekik Len membuat Miku dan Kaito meoleh dan menghentikan ketawa nista Gumi.
"Cukup Miku! Kau pilih dia atau aku? Pilih dia atau aku?"Ujar Len Alay bin lupa menunjuk Kaito bergemetar seakan Miku memilih Kaito ketimbang dirinya yang keren. Ihik.
"Honey tentu hanya memilih aku, Baka."Potong Gakupo (sok) Keren sambil mengibas ngibas rambut ungunya bak iklan suns*lk.
"Ngajak berantem, hah?"Ujar len tersulut emosi. Sedangkan Gumi kembali ketawa penuh nista.
Ceklek
Tampak lah sesosok cewek (sangat) cantik, seksi bak malaikat dari balik pintu tersebut.
Len yang enggak jadi baku hantam dengan Gakupo, lalu menoleh ke pintu.
"M-maaf aku terlambat Kaito-kun, Gakupo-kun."Ujar cewek bersurai pink itu.
Oh Len merasa cewek itu adalah malaikat jatuh sekarang, sedangkan Miku merengut kesal lalu menendang kaki Len membuat Len terjatuh dengan Muka mendarat dulu kelantai. Jangan Tanya itu dipelajari darimana, itu belajar dari Anney dari fadom sebelah.
Sedangkan Kaito dan Gakupo menatap horror kegadis pink itu.
Gumi hanya menaikkan sebelah alisnya sedikit terkejut.
IA menyusul dari belakang masuk lalu mengambil bangku disebelah Gumi.
Len yang sadar segera bangkit dan mengambil tempat duduk yang berdekatan dengan senpai nan cantik itu. mengabaikan tatapan membunuh Gumi maupun hawa enggak baik bagi kesehatan dari Miku.
"neh, Senpai~ Perkenalkan namaku Len Kagamine, mohon bantuannya ya~"Ujar Len dengan memberi kedipan mata. Sedangkan, senpai cantik itu mimisan.
" Kamu sangat shota Ne~ pasti kau Uke! Ultimate Uke!"serunya mengebu ngebu. Sedangkan Len, cowo berjiwa (shota) laki sedang membeku. Bagaimana tidak? Senpainya cantik bak malaikat ini mengenal istilah laknat itu? Apa jangan jangan?
"Mungkin kau cocok dengan Gakupo atau Kaito…"Nilainya sambil mengelus dagunya. Sedangkan Kaito dan Gakupo hanya memandang horror dari jauh.
Bagaikan disambar petir siang bolong, Len hanya mangap mangap bak ikan di akuarium sekarang. Dengan kilat ia pindah tempat duduk disamping Gumi dan Miku (Tempatnya semula).
"Oke, setelah kudiskusikan dengan Miku-san…"
TBC
Auhtor : sebentar huehehehe (Niru Gumi) oke apa pikiran Gumi? Ayo tebak!
