The Complicated Love
.
.
.
Disclaimer :
Kuroshitsuji / Yana Toboso
Vocaloid / Yamaha Corporation
Rating :
T
Genre :
Romance & Hurt/Comfort
Pairing :
CielxMikuxSebastianxLuka
Chara :Megurine Luka (Main), Sebastian Michaelis (Main), Hatsune Miku (Main), Ciel Phantomhive (Main), Finnian (Supporting), Maylene (Supporting), Bardroy (Supporting), Kagamine Twins (in chapter 2) (Supporting).
Summary :
Terjawab sudah. Luka menyukai Sebastian. Tidak ada yang tahu, termasuk Miku dan Sebastian. Hanya Ciel yang tahu. Luka menyuruh Ciel untuk tidak mengatakannya pada Miku. Karena ia tahu Miku menyukai Sebastian. Ia tak ingin Miku sakit hati karenanya…
.
.
.
Chapter 2
Opening Song : Acute – Luka, Miku Sebastian and Ciel (Lagi? Author udah bisa bayangin lho.. video klipnya gimana -bayangin aja gak ada yang nanya-)
"Uwaah! Kita sampai! Ayo kita makan es krim!" teriak Miku. Ia menarik tangan Sebastian ketoko es krim terdekat. Luka dan Ciel hanya diam saja, tapi mengikuti kemana Miku dan Sebastian pergi.
"Hmm… Anu.. Ciel?" Luka mulai membuka pembicaraan. Ciel tetap diam dan terus berjalan.
"Ciel?" panggil Luka sekali lagi. Ciel tetap diam.
Luka tidak memanggilnya lagi, ia menundukkan kepalanya dan terus berjalan.
"Aku tahu kau cemburu akan kedekatan Miku dan Sebastian… Iya kan?" Luka mulai berbicara lagi. Ciel tetap diam, tak perduli apapun yang dikatakan Luka.
"Sudahlah, aku tahu kok… karena aku juga cemburu," ucap Luka sembari menengok ke wajah Ciel.
Ciel sedikit terbelalak kaget. Ia menoleh ke Luka. Orang yang dari tadi berbicara dengannya tapi tidak diperdulikannya, baru setelah Luka mengatakan 'aku juga cemburu', ia baru memperdulikan ucapan Luka. Dan Ciel sedikit kaget.
"Maksudmu?" tanya Ciel heran.
"Kau bisa tebak sendiri," jawab Luka singkat.
"Kau menyukai Miku?"
"Hey bodoh, kau pikir aku ini 'pecinta sesama wanita' apa?" Luka kesal.
"Kalau begitu.. kau.. menyukai.. Sebastian?" tebak Ciel agak ragu-ragu.
"Tepat," Luka tersenyum.
"Luka! Cepat!" teriak Miku dari kejauhan.
"Kumohon jangan beritahu ini pada Miku dan Sebastian ya?" pinta Luka pada Ciel.
Ciel mengangguk pelan. Tapi.. 1 hal yang belum diketahuinya. Miku menyukai siapa? Sebastian? Orang lain diluar persahabatan mereka? Atau.. dirinya?
"Kalian mau es krim apa?" tanya Miku saat Luka dan Ciel sudah sampai.
"Aku Sundae Strawberry," ucap Luka.
"Kalau Sebastian?" Tanya Miku pada Sebastian.
'Ia menanyakan Sebastian dulu.. apa dia.. menyukai Sebastian? Biar nanti kutanyakan pada Luka. Dia pasti tau," ujar Ciel dalam hati.
"Aku tidak suka es krim… biar aku minum saja," kata Sebastian.
"Baiklah! Kalau Ciel?" Miku kini beralih ke Ciel.
"Aku.. yang vanilla saja," jawab Ciel.
"Baiklah! Aku sama dengan Ciel! Tunggu ya!" Miku berlari ketempat pemesanan es krim.
"Hah.. dasar Miku, terlalu ceria," ucap Luka sembari duduk dikursi terdekat.
"Luka.. sini sebentar..," bisik Ciel, ia menarik tangan Luka keluar.
"Ada apa sih?" Luka heran. Tiba-tiba Ciel menariknya keluar.
"Aku mau tanya sesuatu..," kata Ciel.
Luka diam, menunggu pertanyaan yang akan ditanyakan oleh Ciel.
"Miku.. suka siapa sih?" tanya Ciel.
"Kau bisa tebak, tidak usah tanya padaku," Luka memegang tangan Ciel.
"Sebastian?"
"Kau akan tau jawabannya," Luka menarik Ciel masuk, Miku dan Sebastian sudah menunggu.
"Kalian kemana sih? Kami dari tadi menunggu..," Miku berjalan kearah Luka.
"Kami hanya mencari angina sebentar kok," Luka tersenyum.
"Oh," Miku hanya ber-oh-ria. Ia kembali duduk dikursi samping Sebastian.
'Sepertinya tebakanku benar,' kata Ciel dalam hati. Ia duduk disamping Luka.
"Kau sudah tahu jawabannya kan?" bisik Luka pada Ciel. Miku dan Sebastian sedang berbincang.
Ciel mengangguk pelan "kau mempunyai perasaan yang sama sepertiku kan?" Ciel menoleh ke Luka.
"Cemburu? Itu pasti,"
"Silahkan! Es krim nya!" pelayan ditoko itu meletakkan es krim yang tadi dipesan Miku.
Miku mulai menyantap es krim nya "lezatnya!"
"Miku," panggil Luka.
"Apa?" Miku menoleh.
"Kau tau besok hari apa?" Luka mulai menyantap es krim Sundae Strawberry nya.
"Ha?" Miku memasang tampang bodoh.
"Dasar, kau harus bisa menebak besok hari apa, nih, kubantu, 4 Agustus,"
"Oh! Itu hari jadinya persahabatan kita kan?" tebak Miku. Luka mengangguk.
"Berarti besok kita semua harus memakai baju hitam. Itu kan perjanjiannya?-gak banget ya perjanjiannya-" Miku menyantap es krimnya lagi.
"Bajuku semuanya hitam," kata Sebastian.
"Nah, kalau Luka?" Miku bertanya.
"Aku sudah ada,"
"Ciel?"
"Aku juga sudah ada," jawab Ciel singkat tanpa menatap Miku.
"Nah! Kalau begitu tidak usah kita beli lagi!" Miku tersenyum senang.
"Dan aku juga punya kejutan untuk kalian..," lanjut Miku.
Semuanya serempak menengok ke Miku. Miku hanya tersenyum.
"Kejutan? Apaan?" tanya Luka heran.
"Nanti kau tahu..," Miku tersenyum lalu memandang Sebastian. Dan… Ciel…
~TBC~
'Masih' pendek kan? 'masih' gaje kan? 'masih' gila kan? 'masih' sarap kan? Kan kan kan? –'masih' dibuang-
Author nya 'masih' sakit nih.. –'masih' gak nanya-
Kalo 'masih' kasian ma Author.. Review ya? *lho?* Ya ya ya? *maksa*
Bye! See you next chap!
