.
.
.
.
'SOULMATE MEAN'
Judul lain : Arti belahan jiwa
Disclaimer : Masashi Kishimoto
Bitter Trap : MIYAWAKI Yukino
Rated : T
Genre : Romance/Drama (gak tau yang mana, yang pasti gakjelas)
Pairing : Sasuke U Naruto U
.
.
.
.
-Naruto POV-
"kalau kau ingin tahu keberadaan Ototou-Ku, ikutlah denganku" kata Itachi sambil melihat kearahku dari ekor matanya. Kaget, ya kaget adalah ekspresi yang aku tunjukkan saat mendengar perkataan itachi. Aku langsung tersadar dari lamunanku ketika melihat itachi mulai beranjak dari tempatnya berdiri.
Tanpa pikir panjang lagi aku langsung mengikuti arah kemana itachi pergi karena aku sangat ingin tahu dimana dan keadaan sasuke sekarang. Sekarang aku berjalan kearah jalan yang dilalui oleh itachi, berjalan dan terus berjalan.
^Kediaman Uchiha^
"Masuklah…" kata itachi-nii kepadaku yang saat ini sedang berdiam diri di depan pintu kediaman uchiha.
Tapi entah mengapa aku menjadi sangat gugup dan tidak berani melangkahkan kakiku secenti pun. Aku bingung, entah mengapa rasanya kakiku sangat sulit digerakkan. Mungkin karena itachi-nii melihatku tidak bergeming dari depan pintu, itachi-nii langsung menarikku keruang tengah.
Setelah sampai diruang tengah aku terkejut karena melihat tempat menaruh 'abu' orang yang sudah tiada. Aku bingung kenapa Itachi-nii menarikku kesini, dan apakah ini ada hubungannya dengan abu itu? Memangnya itu abu siapa? Apakah aku mengenalnya?
"Dia...-" aku tersentak kaget karena tiba – tiba saja Itachi-nii berbicara, huh!
"Dia... adalah orang yang kau kenal." Lanjut Itachi-nii.
Setelah mendengar perkataan Itachi-nii tiba-tiba saja aku terdiam, entah kenapa perasaanku jadi tidak enak. Entah hanya perasaanku atau apa, aku merasa sangat tegang dan... takut.
"Ini debu milik Kyuubi Namikaze" kata Itachi-nii dengan wajah dan nada datar.
DEG!
Entah kenapa dadaku sesak, dan sulit bernafas. Apakah benar yang dikatakan Itachi-nii? Itachi-nii bercand kan? Tidak mungkin kan? Tidak... mustahil, ini... itachi-nii pasti salah! Ini tidak mungkin debu milik kyuubi kan? Bukan kyuu yang itu kan? Orang yang sudah kuanggap sebagai kakak kandungku?! Cinta pertamaku?! MUSTAHIL! Aku tidak akan pernah mempercayai hal ini! Ini mustahil!
-End Naruto POV-
-Normal POV-
"kau sudah tahu kalau sewaktu kecil sasuke berada dipanti, kan?" kata itachi sambil menatap naruto yang masih terlihat sangat syok. ''disana sasuke dan kyuubi tumbuh bersama seperti saudara jadi sudah pasti sasuke mendengar tentang dirimu dari kyuubi'' lanjut itachi sambil melirik naruto dari ekor matanya untuk melihat bagaimana reaksi yang ditunjukkan oleh naruto -syok-. tapi tiba - tiba saja itachi tersentak kaget karena melihat ari mata yang menetes dipipi naruto. dan itachi mendapat satu kesimpulan, yaitu bahwa naruto tidak mengetahui apapun yang terjadi pada kyuubi enam tahun yang lalu.
"hahh... sepertinya kau tidak tahu apapun yang terjadi pada kyuubi?" pancing itachi untuk mengetahui kebenaran, walaupun itachi sudah tahu tentang kebenaran dari ini semua.
.
.
.
setelah mendengar pertanyaan yang lebih cocok disebut pernyataan dari itachi, naruto memasang raut wajah bingung dengan ibu jari dan telunjuknya mengapit dagunya seolah - olah sedang berfikir (memang kenyataannya seperti itu). "humm... enam tahun yang lalu ya?" kata naruto polos seperti tidak terjadi apapun. melihat itu pun itachi swetdrop sendiri, ia bingung kenapa ada ya orang yang kelewat polos seperti ini? padahal tadi suasana sedang tegang - tegangnya... ._.a
"ahh! aku tahu!" teriak naruto yang mendadak membuat itachi terkaget - kaget mendengar teriakan naruto yang sangat memekakan telinga itu.
"tahu apa naruto?" tanya itachi yang masih ada sedikit swetdrop dikepalanya karena kelabilan naruto. 'aku heran kenapa sasuke dan kyuubi suka bocah labil seperti itu sih?' inner itachi yang heran karena tipe sasuke dan kyuubi yang sangat aneh.
"pasti waktu saat aku dan kyuubi jalan - jalan ke hutan kan?" kata naruto dengan nada yang kelewat senang, untung aku tidak suka pada perempuan ini. dan bila dibandingkan dia dengan kyuubi, kyuu lah yang unggul segalanya. selain otaknya yang encer, ramah, baik, dan lembut (dengan caranya sendiri) pokoknya kyuubi yang terbaik deh. tunggu! kenapa aku membandingkannya denglan kyuubi? kyuubi kan laki – laki? Ah! Tapi aku tidak perduli! Karena memang kenyataannya aku menyuka- TIDAK! Tapi mencintau kyuubi. Aku tidak perduli perkataan orang yang mengatakan bahwa aku ini gay, ataupun pecinta sesama! Aku tidak perduli! Karena ya... aku memang mencintai kyuubi sejak hari itu...
~FlashBack~
Itachi kecil yang sedang bermain ayunan ditaman merasa terganggu saat mendengar suara isak tangis yang sangat memilukan. Suara itu semakin lama semakin mengecil menambah rasa sakit untuk orang yang mendengarnya. Karena Itachi kecil yang mempunyai jiwa 'ingin tahu' yang sangat besar ia mencari asal suara itu berasal. Ditengokkan kepalanya kesana kemari untuk mencari asal suara isak tangis itu berasal. Rupanya suara itu berasal dari arah belakangnya, lebih tepatnya dari arah hutan kecil yang ada di belakangnya. Itachi mulai berjalan mencari sumber suara isak tangis itu berasal.
Setelah berjalan kesana kemari mengelilingi hutan kecil tersebut, itachi merasa sangat lelah, sehingga ia memutuskan untuk berteduh dibawah pohon besar yang rindang. Tidak lama setelah ia berteduh dibawah pohon tersebut, tiba – tiba saja ia mendengar suara isak tangis itu lagi. Dan suaranya semakin lama semakin jelas, ia mengikuti arah dari mana suara itu berasal. Setelah bersusah payah ia mencoba melewati semak – semak yang lebih tinggi dari tubuh mungilnya itu, ia telah sampai pada sumber suara isak tangis yang sangat menyayat hati tersebut. Dan rupanya suara isak tangis yang menyayat hati tersebut berasal dari anak laki – laki berwajah sangat manis.
Saat pertama kali melihatnya itachi sedikit pangling mengira anak manis tersebut perempuan, karena melihat wajahnya yang sangat manis dengan rambut yang panjangnya melewati bahu, pipi chubby yang merona, mata bulat besar berwarna merah menyala dan tajam seperti kucing, serta bibir tipis berwarna merah setelah habis menangis, benar – benar membuat mata semua orang akan tertipu bahwa anak itu sebenarnya adalah laki – laki. Karena itachi tidak tega melihat anak manis itu mengeluarkan Kristal beningnya kembali, ia segera menuju ke tempat anak itu duduk. Dan tanpa aba – aba ia segera menjatuhkan dirinya disebelah anak itu.
Itachi melihat anak itu lama, lalu... "ada apa? Kenapa kamu menangis?" tanya itachi pada anak manis yang sedang menangis itu.
Mendengar suara yang tiba –tiba saja memasuki gendang telinganya, anak manis tersebut langsung saja tersentak kaget karena tidak menyadari kehariran orang lain yang tiba – tiba saja datang tersebut. Anak manis tersebut memandang itachi dengan mata sembabnya sebentar lalu langsung mengalihkan perhatiannya kearah lain setelah melihat senyuman manis yang disuguhkan(?) oleh itachi kepadanya.
"Siapa namamu?" tanya itachi yang tidak mau menyerah soal 'ingin mengetahui tentang coretgadiscoret pria manis disampingnya ini'
Tetapi ucapan itachi hanya dianggap angin lalu saja oleh anak manis tersebut. Itachi sudah tidak perduli dan menjatuhkan harga dirinya demi anak manis yang sangat disukainya tersebut dalam pandangan pertama.
"hey! apa kamu mendengarku?" tanya itachi kembali tanpa rasa pantang menyerah tersebut.
"tentu saja orang tua! Aku mendengarmu!" kata anak manis tersebut dengan sedikit terisak setelah mendengar suara cempreng(?) itachi.
"hah? Tua?" tanya itachi bingung dengan perkataan anak manis tersebut.
"ya tua! Lihat saja wajahmu itu, masih kecil saja kau sudah mempunyai keriput. Huh!" kata anak manis tersebut dengan menggembungkan kedua pipinya yang chubby sambil menunjuk wajah itachi.
"hey! Ini bukan keriput, tapi tanda lahir!" kata itachi yang kesal karena tanda lahirnya yang dikatai keriput.
"kalau aku bilang keriput, ya keriput!" kata anak kecil tersebut tetap kekeuh pada pendiriannya.
"sudah kubilang bahwa ini adalah tanda lahir! Tapi... sudah lah! Aku tidak perduli, yang pasti kau sudah tidak menangis lagi.
"eh?!" kaget, ya tentu saja kaget. Anak manis tersebut benar – benar tidak sadar bahwa tangisannya sudah reda.
"syukurlah ya~" kata itachi dengan nada senang karena pertengkaran bodoh mereka membuat anak manis tersebut tidak menangis lagi.
"kyuubi..."
"eh?" hanya itulah yang diucapkan kyuubi karena tidak mengerti maksud anak manis tersebut.
"cih. Sudah keriputan bodoh pula!" kata anak manis tersebut dengan kesal.
"hei! Apa maksudmu dengan bodoh itu hah?! Kau tahu bahwa aku itu selalu juara satu dikelas!" kata itachi sangat kesal karena dikatai bodoh oleh anak manis itu.
"aku tidak perduli" jawab anak manis itu dengan dingin.
"baiklah, jadi apa maksudmu dengan yang tadi?" tanya itachi.
"yang mana?" bukannya menjawab anak manis tersebut malah balik bertanya.
"kuh! Kau ini masih kecil sudah pikun ya! Tentu saja yang tadi. Rupanya kau itu bodoh ya" sungut(?) itachi dengan kekesalan yang hampir memuncak.
"ohh... yang tadi"
"jadi apa?" tanya itachi yang sudah sangat penasaran.
"cih! Tentu saja itu namaku bodoh!" jawab anak manis tapi bermulut pahit yang diketahui bernama kyuubi.
"hei! Aku tidak bo-"
"kyuubi?"
.
.
.
.
.
.
"Tsuzuki"
