Disclaimer: Cuma fanfiksi ga jelas ini aja yang bisa uki akui sebagai kekayaan intelektual… uki bukan gubernur Tokyo maupun anggota gokudo, sumpah!

Rate: Te nyerempet Em or Em sedikit Te?

Warning: awas abal, gaje n typhos tambah OOC. AU. Bad languages, mature theme, violence n little tamarine

Kamu Kan Punya Papa! ?

-part 2-

By

Poppyholic Uki

...

"Lalu anak ini anak siapa-" ucapan Oyabun terputus karena suara heboh.

BRAAKKK..

DRAP.. DRAP... DRAP...

GREEKKKK...

"MAAF OYABUN! SAYA TERLAMBAT!" teriak Zaraki panik. Di tangannya, ada kantong belanja hasil perburuannya. Oyabun dan ketua muda menoleh pada Zaraki.

"Anak ini anaknya Zaraki, Oyabun!" Tiga jenderal muda kompak menunjuk rekannya yang baru tiba.

"Ken-chan!" Yachiru menghambur pada Zaraki, meninggalkan Ukitake.

"Ken-chan kok lama...? Aku lapel..."

"EEHHH?"

"HHAA?"

"WAAAA!"

"BOOOHHHONNNGGG~!"

...

Pembaca yang terhormat, saat ini Jenderal Muda Zaraki sedang diinterogasi. Selain para Kakak Besar, Oyabun, Ketua Muda dan Paman Chojiro tidak ada yang boleh mengganggu. Hanya saja para jenderal muda nekat untuk menguping. Mereka merasa punya hak untuk mendengar karena merekalah yang pertama kali diganggu oleh masalah anak-yang-tiba-tiba-muncul-ga-tau-dari-mana-rimbanya. Dan kalau dilihat mereka mirip seperti patung totem, dimana Ichigo sebagai pondasi disusul oleh Renji dan diatasnya adalah Uryuu –yang tadinya berkata tidak berminat untuk ikut mencuri dengar dan mengejek kelakuan kekanak-kanakan kedua rekannya– Sedangkan Yachiru bersama dengan Kiyone yang mendadak di panggil ke rumah induk.

"Anak itu tiba-tiba saja datang ke tempatku mencari papa," kata Zaraki.

"Lantas, punya hubungan apa dia denganmu?" tanya Ketua Muda.

"Dia bilang aku ini papanya."

"Sejak kapan kau menyembunyikan keberadaan seorang anak dari kami? Kau ingat dengan peraturan keluarga kita kan?"

"Aku juga tidak tahu, Kak Shunsui. Yachiru bilang dia anak dari Retsu."

"Retsu siapa? Maksudmu Retsu Unohana?"

"Benar, Kak."

"EEEEHHHH? ANAK RETSU-SAN DAN ZARAKI?" hambur trio jenderal muda dan beberapa anggota yang ternyata ikut mencuri dengar.

"Oi! Kalian kompak sekali ya? Bubar!" teriak Kaien.

"Tapi-"

"Tidak ada tapi-tapian, patung totem!" maksudnya trio jenderal muda yang masih berpose patung totem.

"Zaraki, bukannya aku ingin ikut campur dengan kehidupan cintamu. Tapi aku sudah menganggap Retsu seperti keluargaku sendiri. Bisa kau menceritakan ada hubungan apa antara kau dan Retsu?" tanya Oyabun.

"Itu..."

.

.

Mari kita intip kisah cinta yang terlupakan antara Zaraki Kenpachi dengan seorang wanita bernama Unohana Retsu.

Kisah ini terjadi ketika Zaraki masih menjadi anggota muda Keluarga Yamamoto. Ia terkenal sebagai biang keributan dan kerap memancing perkelahian. Tidak ada yang tidak kenal dengan Kenpaci Zaraki si Beruang. Hampir semua pos polisi di Shinjuku, Shibuya, Minato dan Edogawa pernah dikunjung dalam artian negatif. Kena kepalan tinjunya, bisa dipastikan lawannya tidak akan sadarkan diri selama tiga hari.

Pada suatu hari, Zaraki yang baru saja kembali dari Katsushika, tempat tugas dari Kaien Shiba, pulang ke rumah induk. Tapi di tengah jalan ia terlibat keributan dan perkelahian dengan salah satu anggota keluarga Shihouin. Polisi datang untuk menangkap mereka, Zaraki berhasil lolos dan dikejar oleh polisi. Ia berlari ke sebuah gang kecil di belakang toko sake, namun di sana ada seseorang yang dapat berpotensi menjadi saksi mata. Segera Zaraki membekap mulutnya dan bersembunyi dan menunggu hingga para polisi itu menjauh dari tempat itu. Setelah polisi berlalu, barulah ia sadari bahwa orang dalam sekapannya itu adalah seorang wanita. Belum sempat meminta maaf, polisi kembali lagi menyisir tempat itu. Zaraki pergi sebelum dapat mengucapkan sepatah kata pun kepada wanita itu. Namun dua hari kemudian Zaraki bertemu kembali dengan wanita itu di rumah induk. Ternyata wanita itu adalah pengurus toko sake milik keluarga Yamamoto, yang saat ini diurus oleh Ganju shiba. Wanita itu adalah Retsu Unohana.

"Ka-kamu..?"

"Rupanya anda keluarga Yamamoto. Saya datang untuk mengantarkan sake yang dipesan, nama saya Retsu Unohana."

"Maaf soal yang kemarin..."

"Tidak apa-apa."

Sejak pertemuan kedua di gekkan rumah induk, mulai terjalin hubungan yang kemudian menjurus spesial di antara mereka berdua. Zaraki tidak pernah merasa getaran aneh saat bersama Retsu. Sebulan setelah pertemuan itu, Zaraki mulai mengencani Retsu hingga tiba-tiba saja Retsu menikah dan kemudian menghilang delapan tahun lalu. Sejak itu, Zaraki melupakan semua hal tentang Retsu hingga tiba-tiba Yachiru muncul di depannya dan membawa foto Retsu dan dirinya, dan memberi kabar bahwa Retsu sudah meninggal.

.

.

Kembali ke masa sekarang. Semua yang ada di ruangan itu tertegun mendengar cerita Zaraki, termasuk trio totem –eh jenderal muda yang masih menjadi totem meski Kaien sudah memperbolehkan mereka untuk ikut mendengar di dalam ruangan. Kalau para pencuri dengar yang lain, sudah melarikan diri setelah mendengar perintah Kaien.

"..." Oyabun meminum tehnya yang sudah dingin akibat terlalu lama diabaikan.

"Maafkan saya, Oyabun. Maaf saya sudah merahasiakan hubungan saya dengan Retsu."

"Bagaimana, Oyabun?" tanya Paman Chojiro.

"Hmmm... Kita tidak tahu apa benar anak itu anakmu dengan Retsu atau bukan. Dan tidak mungkin anak katagi berada di sini," kata Ketua Muda.

"Tapi Retsu-san pernah menjadi bagian dari keluarga besar kita," kata Sajin.

"Aturan di keluarga ini adalah untuk tidak bertindak egois dan mengabaikan keluarga. Zaraki, uruslah anak itu hingga kita tahu dimana keluargannya!" perintah Oyabun.

...

Tiga orang jenderal muda tampak terlihat di sebuah klub malam di distrik Kabukicho, Shinjuku. Bukan hal tabu bagi mereka untuk menginjakkan kaki kemari. Tapi tidak bagi saya! Tempat remang-remang dan penuh asap rokok! Tidaaak! Tapi demi pembaca sekalian, saya rela menahan nafas. Ukh!

Coba kita lihat, wajah Ichigo Kurosaki begitu suntuk dan demikian pula dengan Uryuu Ishida. Tampaknya Renji berhasil menipu mereka. Kepada Uryuu ia mengatakan akan mentraktirnya makan oden sedangkan pada Ichigo ia menjanjikan ramen gratis. Tapi ia malah membawa mereka kemari. Tempat ini adalah salah satu tempat hiburan yang dimiliki Keluarga Yamamoto. Pengurus tempat ini adalah Isane yang juga adalah istri dari Sajin Komamura, salah satu anggota yang memiliki pegaruh kuat dan mereka bertiga memanggilnya dengan 'Kakak Besar'.

Eh, selain tiga jenderal itu, ada pula anggota yang lain, seperti Izuru Kira, Shuuhei Hisagi, Tetsunosuke Iba dan Asano Keigo. Maaf bukan bermaksud melupakan kehadiran mereka, hanya saja penerangan di tempat ini menyulitkan saya untuk memperhatikan keadaan dengan jelas. Selain mereka ada pula beberapa hostess yang menemani mereka.

"Tidak kusangka ano buta bisa memiliki masa lalu dengan Retsu-san."

"Retsu-chan terlalu bagus buat buat Kenpachi."

"Memangnya kau sudah 'mencoba'nya, Kak Tetsu?"

"Yahh... Dulu."

"EH?"

"Wah! Aku baru tahu!"

"Bocah, saat itu mungkin kau masih mengompol dan minum ASI punya ibumu!"

Jiban... Jiban... Pembela kebenaran... Jiban-

"Moshi-moshi, ada apa, Kak? Ya, baiklah..." Tetsunosuke menyudahi pembicaraan via teleponnya. "Bocah-bocah, aku ada urusan dulu. Silahkan berpesta tapi sisakan aku sebotol sake!"

"Hati-hati di jalan, Kak!"

"Hn."

Pesta kembali dilanjutkan. Dan.., mulai sedikit liar. Apa perlu saya menjelaskan detilnya? Eh perlu? Serius? Tapi... Baiklah! Kalau melihat sebelah kiri, terlihat Shuuhei sedang mencumbu seorang hostess sambil merapat ke tembok. Apa? Lebih detil lagi? Yakin nih? Sementara Renji sedang menikmati servis yang diberikan salah satu primadona klub ini yang saya tahu bernama Senna. Lalu Keigo dan Izuru sedang menikmati shushi bar. Begini pembaca sekalian, maksudnya menikmati hidangan shushi yang disuguhkan di atas tubuh dua orang hostess yang –uhuk– sama sekali tidak berbaju. Telanjang A.K.A. Bugil alias Naked. Puas? Apa? Belum? Tidak saya sangka kalau pembaca adalah manusia mesum!

"Kyaahh..."

"Ouuh... O-oy Ichigon! Uryuun! Kenapa ahh..., hanya minum saja? Kapan kalian itu jadi homo?" seru Renji.

"Funya chin, ne?"

"HAHAHAHAHHAHA..."

"Kalau mencari kagema sebaiknya kalian pergi ke Shinjuku Nicho saja!" Pembaca sekalian, Shinjuku Nicho yang dimaksud adalah distrik Shinjuku Ni Chome, distrik hiburan malam yang sebagian besar melayani kaum pecinta sesama jenis.

"Urusai Bakazaru! Aku kemari karena kau bilang ada kedai oden yang enak!" kata Uryuu. Ichigo menghabiskan gelas terakhirnya dan berdiri.

"Oy Renji! Aku pulang duluan!"

"Ahh.. E-eh tidak bisa! Sudah lama kita tidak bersenang-senang sama-sama!"

"Aku mau bersenang-senang dengan wanitaku! Kalau mengganggu, kubunuh kau!"

Ichigo mengacungkan jari tengahnya kemudian berlalu. Benar-benar tidak sopan ya! Sementara itu salah satu hostess, yang bernama Momoko, mendekati Uryuu yang sedang minum sendirian dan menempelkan dadanya yang berukuran... E atau F ya? Ke lengan Uryuu.

"Uryuu-sama... Kita senang-senang yuk!"

"..."

"Uryuu-sama boleh menyentuh semua bagian tubuh Momoko... Uryuu-sama mau mencoba mengukur dada Momoko? Boleh..."

"..."

Momoko memindahkan tubuhnya sehingga berhadapan dengan Uryuu yang wajahnya masih jutek –ia sangat tidak suka dibohongi soal oden, selain dibohongi soal Oyabun– Pembaca mesum sekalian, ia meletakkan sebelah tangan Uryuu ke dalam blusnya dan meletakkan tangannya di atas blus dan meremasnya sehingga Uryuu dapat merasakan kekenyalan buah dadanya.

"Ahhh... Bagaimana? Besar kan?"

"..."

Selagi sebelah tangannya meremas tangan Uryuu, dan dadanya sendiri, Momoko menuntun tangan Uryuu yang sebelahnya lagi ke dalam rok mininya. Waduh...

"..."

"Ahh... ah... Uryuu-samahh..."

"Singkirkan tanganmu."

"U-Uryuuhh-samahh..."

"Singkirkan atau kau sudah tidak memerlukannya lagi, hm?"

Si hostess melepaskan tangan Uryuu. Uryuu menyiram tangannya dengan sake dan mengelapnya. Sementara Renji sedang 'bermain' dengan Senna, yang lain saya tidak tahu ke mana.

"Ahh... Abarai-sama..."

"Renji, kalau mau menu lengkap ke hotel saja! Aku pulang!" kata Uryuu.

"Heh! Kenapa pulangnya cepat sekali? Yah... Benar, Senna... Di situ..."

"Anak-anak kucingku menunggu di rumah." Anak kucing adalah istilah lain dari wanita panggilan ataupun wanita simpanan.

"A-apa? Aku tidak pernah mendengar kalau kau punya pacar! Siapa orangnya? Oy! Tunggu dulu! Ahh... Dasar Uryuun Si Pendendam! Ohh... Kau pintar, Senna..."

Sejujurnya saya juga tidak pernah mendengarnya, pembaca sekalian. Sejak kapan Uryuu punya pacar? Mungkin ada baiknya kita mengikuti Uryuu untuk memastikannya. Apa? Pembaca masih ingin melihat 'permainan' Renji? Kalau begitu silahkan pembaca menunggui Renji sendirian, saya akan mengikuti Uryuu saja.

...

Apartemen Uryuu tetap rapi –seperti biasanya– Nah sekarang kita lihat siapa pacar Uryuu saat ini.

"Aku pulang! Haruko! Fuyuko! Natsuko!" Hah? Tiga pacar sekaligus? Serius nih? Tidak disangka ternyata Uryuu seorang play-

"Myuuww..."

"Meoow..."

"Miiiww..."

He? Kucing toh? Jadi maksudnya 'anak kucing' yang benar-benar anak kucing? Padahal pembaca tadi mengira-ngira kalau Uryuu tinggal bersama seperti Ichigo dan Rukia kan? Bicara soal Ichigo, mungkin sebaiknya kita mengintip apartemennya.

Wah... Buat pembaca yang mengharapkan ada adegan panas, kali ini terpaksa harus gigit jari. Sepertinya 'permainan' panas mereka telah selesai. Mereka berdua mencoba menormalkan kembali detak jantung dan nafas mereka. Rukia membelakangi Ichigo, yang dibalik selimut sedang memeluknya erat. Kedua mata Ichigo terpejam dan menciumi rambut Rukia, sedangkan Rukia memandangi jendela dengan merasakan sepasang lengan kekar yang saat ini memeluknya.

"Jadi untuk sementara, Zaraki-san mengurus anak itu ya?"

"Ya."

"Begitu ya? Aku ingin melihat anak itu juga."

"..."

"..."

"Rukia, apa kau tidak pernah terpikirkan punya anak?"

"..." Rukia membalikkan tubuhnya dan menangkup pipi Ichigo dan mengecup singkat bibirnya.

"Entahlah."

"Benar tidak pernah?" tanya Ichigo lagi. Rukia tidak menjawab, melainkan beranjak dari futon dan mengenakan kaos Ichigo yang kebesaran untuknya.

"Ichigo, jika aku tiba-tiba menghilang seperti Unohana-san, apa kau akan mencariku atau diam saja dan mencari pacar baru?"

"Cih... Aku tidak akan mencarimu."

"..."

"Aku akan gila dan mencarimu seperti Ashura yang menjadi gila karena Sasshi."

"Hmpf... Dasar pembual."

Bersambung ke part 3

Maap buat yang nunggu lemon. Setelah dipikir malah ga bagus ngasih lemon di chap ini. Btw Sasshi adalah kekasih Ashura yang diculik Taishakuten.

~Gekkan = serambi

~ Buta = b*bi

~ Funya chin = your 'tool' is small, ngerti kan maksudnya?

~ Bakazaru = monyet bodoh

~ Kagema = pelacur cowok yg biasax melayani cowok juga

Tengkyu udah baca fic ini... biar begini2 uki masih perlu saran n kritik membangun... btw boleh kok ngasih flame

Gebyar Tahapan RnR! Makin banyak saldo reviewx, makin besar kesempatan fic ini buat diupdate! *plakk!*