~ Cross The Devil ~
Chapter 2 : A New Home
Naruto is always belongs to Masashi Kishimoto
Hari ini merupakan pagi yang tenang di Konohagakure. Matahari pagi bersinar hangat dan lembut. Burung-burung berkicau dengan riangnya serta semilir angin pagi yang berhembus sejuk menambah kedamaian. Yaaa, itu sebenarnya memang suasana pagi penuh ketenangan yang sempurna. Jika saja tidak ada suara berisik yang membuat burung-burung yang tadinya berkicau riang malah terbang ketakutan !
" APA ? "
Ternyata suara berisik tersebut adalah suara shock mengerikan*ugh* yang berasal dari sebuah rumah mewah di tengah Konohagakure. Di gerbang masuk rumah tersebut terdapat tulisan 'Uchiha' sehingga semua orang di Konohagakure pasti mengetahui bahwa rumah mewah itu adalah rumah yang ditempati oleh keluarga Uchiha*siapa sih yang gak kenal Uchiha ?*
"Sasuke, tidak perlu berteriak," komentar Tou_san Sasuke.
"haa ? Kalian bercanda, kan?" Tanya pemuda berambut biru raven ala chicken butt yang bernama lengkap UchihaSasuke pada orangtuanya.
"Tidak," jawaban singkat namun pasti keluar dari mulut sang Tou_san.
"Gomen, sayang. Kami tahu ini sangat mendadak dan ketahuilah kalau kami juga tidak ingin meninggalkanmu sendirian," jelas sang Kaa_san mencoba memberi pengertian.
"Tapi…. Kenapa tiba-tiba kalian harus pindah ke luar negeri ?" teriak Sasuke histeris.
Pagi ini harusnya menjadi pagi yang Normal dan biasa saja. Yang diisi oleh rutinitas Sasuke yang seperti biasa yaitu bangun pagi lalu bersiap-siap untuk berangkat sekolah,, setelah itu sebelum berangkat ia harus sarapan dulu bersama keluarganya... Namun,, pada sarapan kali ini, Tou_san dan Kaa_sannya menyampaikan bahwa mereka akan pindah ke luar negeri tepatnya Sunagakure karena mereka harus mengelola perusahaan mereka disana. Sebenarnya Sasuke ingin ikut dengan orangtuanya ke Sunagakure tapi dia tidak suka melanjutkan sekolahnya di luar negeri.
Perlu diketahui bahwa walaupun keluarga Uchiha sangaaat kaya tapi Sasuke tidak pernah ditelantarkan sebelumnya sehingga dia sangat membutuhkan kedua orangtuanya terutama Kaa_sannya untuk mengurus hidupnya sehari-hari. Hal ini berkebalikan dengan ketiga temannya yang juga kaya raya akan tetapi broken home.
"Haaaaaah..." Sasuke menghela nafas. "Tapi, bagaimana aku bisa mengurus hidupku sendiri selama kalian tidak ada? Padahal aku baru saja masuk sekolah awal bulan ini.." jelas Sasuke dengan tampang pasrah. Herannyaa,, orangtua Sasuke justru tersenyum mendengarnya. Hal itu membuat alis pemuda bermata onyx itu naik.
" Ada yang lucu ya ?" tanya Sasuke dengan jengkel.
"Jangan marah dong sayang, kamu tidak perlu mengkhawatirkan hidupmu disini. Kami sudah mengurusnya untukmu." Jawab Kaa_san.
"Haah? Maksudnya ?"
"*hhee*sasuke,, mulai besok kau akan tinggal di rumah teman lama kami, rumah kita ini akan Tou_san renovasi sebagai kantor cabang baru disini" jelas sang Kaa_san.
" ? "
~oo~
Flashback On
Hari itu orangtua Sasuke bertemu dengan teman lama mereka, Haruno. Dalam pertemuan yang penuh nostalgia itu sahabat-sahabat lama tersebut saling curhat mengenai kehidupan mereka sekarang terutama tentang anak-anak mereka. Orangtua Sasuke bercerita bahwa anak mereka sangatlah tidak dewasa, keras kepala dan manja. Tiba-tiba, saat mereka sedang asyik bercerita, Tou_san Sasuke mendapat ide yang dipikirnya bisa mengubah perilaku putranya tersebut.
"Bagaimana jika kami menitipkan Sasuke kami padamu Haruno ? kata Tou_san Sasuke tiba-tiba.
"Aku tidak keberatan sih. Tapi asal kau tahu rumahku itu kecil dan mungkin Sasuke tidak akan terlalu menyukainya, apa hal itu tidak apa-apa ?"
"Suka atau tidak suka, mau tidak mau, Sasuke itu harus bisa merasakan dan belajar bagaimana bertahan hidup tanpa orangtua, kan tidak mungkin kami selaku orangtuanya akan hidup selamanya. Besok aku akan mulai mengurus pemindahkan kantor pusatku ke Sunagakure dan rumahku disini akan kujadikan kantor perusahaan dan kuharap kau mau menjadi CEOnya Haruno."
"Benarkah ?,, tapi apakah tidak akan terlalu tiba-tiba jika kau mengumumkan semua ini ? aku khawatir anakmu tidak akan bisa menerimanya."
"iya Tou_san, bukankah Haruno juga mempunyai seorang putri. Aku takut kita akan merepotkan mereka." Ujar Kaa_san dengan nada cemas.
"mengenai hal itu aku sudah mengurusnya, putri Haruno telah kumasukkan ke dalam sekolah yang sama dengan Sasuke agar mereka bisa lebih mengakrabkan diri. Jika toh mereka menjadi terlalu akrab kita tinggal nikahkan saja mereka kan ?" ujar Tou_san Sasuke.
"Ya. Aku tidak keberatan. Mereka berdua kan sama-sama anak tunggal. Kupikir mereka pasti akan cocok!"
"Sungguh kau tidak keberatan?" wajah Kaa_san Sasuke berubah cerah.
"Iya, aku sungguh-sungguh. Suruh saja anakmu datang ke alamat ini," Haruno menuliskan alamat yang dimaksud dan memberikannya pada Tou_san Sasuke.
Tou_san Sasuke menerima kertas berisi alamat itu dengan mata berbinar, "Thank you, Haruno! Kami titip Sasuke yaa!"
"Hahaha.. tak masalah."*haduuuh kasian Sasuke*
Flashback Off
Sasuke kini berdiri di depan sebuah rumah yang bertuliskan 'Haruno' pada tembok gerbangnya. Ia lalu melirik kertas yang ada dalam genggamannya untuk memastikan sekali lagi bahwa ia tak salah rumah dan juga untuk menutupi kenyataan bahwa rumah yang akan dia tinggali sekarang sangatlah berbeda jauh dari rumahnya dulu.
"Haaaaaaaaaagh..." ia menghela nafas lagi. Siapa yang sangka kalau ia sekarang harus tinggal dengan orang yang bahkan belum pernah ia temui sebelumnya. Ia memang sering mendengar cerita orangtuanya dan mendengar nama Haruno beberapa kali, tapi ia belum pernah sekalipun bertemu sahabat orangtuanya tersebut.
Sasuke melangkahkan kakinya di halaman dan akhirnya berdiri di pintu masuk. Ia lalu dengan perlahan mengetuk pintu rumah itu.
"Tok..Tok..Tok.."
3 kali Sasuke mengetuk dan hasilnya tidak ada respon apapun dari pemilik rumah. Ia lalu kembali mengetuk pintu di depannya. Semenit... dua menit... tiga menit... hingga akhirnya...
Brak ! Brak ! Brak !
"Permisiiii ! Ada orangnya nggak sih?"
Sasuke yang cepat emosian itu akhirnya termakan emosinya tersebut. Ia mulai memukul-mukul bahkan menendang pintu itu dengan penuh amarah. Dalam pikirannya dia berharap pintu itu akan terbuka dengan beberapa tambahan ekstra tendangan dan benar saja, tak berapa lama kemudian pintu sialan itu pun terbuka. Dari dalamnya muncul seorang gadis manis berambut pink awut-awutan ala bangun tidur*awut-awutan aja masih cantik* yang membuat Sasuke sempat terpaku beberapa saat pada sosok gadis itu sebelum tiba-tibaaa …
"KAU !" Seruan itu membuat Sasuke kembali pada dunia nyata.
Onyx dan Emerald bertemu.. What happen next ?
To Be Continued
...Mohon Reviewnya…
