Tittle : Romantica

Author : Biechan

Pairing : YunJae a.k.a Couple fenomenal ^^

Gendre : Mature,M-preg,Fluffy and romantic

Rating : M

WARNING! THIS'S FANFIC YAOI,SMUT,PEDOFIL! DON'T LIKE DON'T READ!

Nb: Mian kalau ada TYPO dan EYD yang kurang jelas,author belum bisa edit malam ini…harap dimaklumi ^^

Enjoy itu ^^

.

.

.

.

Namja cantik yang kini masih meringkuk lucu diatas kasur belum terbangun meski seseorang tengah berbaring disisi tubuh mungilnya sambil menatapnya teduh. Mata bulat beningnya yang indah bergerak terusik dibalik kelopak matanya yang masih tertutup saat tangan besar nan kokoh membelai pipinya yang begitu lembut.

"Uugghh…."keluh Jaejoong tanpa mau membuka matanya malah dia membalikkan tubuh mungilnya kesamping menghadap seorang namja tampan yang terkekeh geli melihat tingkahnya.

"Ireona sayang…"

DEG!

Tubuh Jaejoong yang bergerak-gerak mencoba mencari kenyaman diatas kasur empuknya seketika menghentikan gerakkan itu dan membuka matanya dengan sangat lebar hingga sebuah jeritan memekikkan telinga namja tampan di sampingnya.

"Aigoo,sayang…telingaku bisa tuli"

"YUNNIEEEE!"jeritnya lagi sambil menubruk tubuh besar disampingnya memeluknya dengan begitu erat.

"Aigooo,aku tidak bisa bernafas"canda Yunho sehingga terdengar suara kesal nan manja dari Jaejoong.

"Yunnieeee….."

"Akh! Perutku sakit boo,jangan duduk sambil meloncat seperti itu"kata Yunho,namja tampan itu.

"Yunnieeeeeee,muaahh….muaahh…"

Kecupan bertubi-tubi diterima Yunho dibibir hati miliknya,Jaejoong terlihat begitu senang melihat suaminya telah pulang dan bersama dengannya sekarang.

"Yunnie,kapan pulang?"tanya Jaejoong yang kini asyik duduk diperut Yunho tanpa memperdulikan sesuatu tengah terusik dibagian bawah perut Yunho.

"Semalam dan kau sudah tidur…"kata Yunho sambil mengelus kedua paha Jaejoong yang berada dikedua sisi tubuhnya.

"Miaanhaeee,Joongie lelah karena tadi disekolah banyak tugas dan ulangan"kata Jaejoong dengan puppy eyes miliknya.

"Arasso,tidak apa boo…"kata Yunho sembari tersenyum.

"Hehehehe…."cengir Jaejoong.

"Waeyo? Apa yang lucu eum?"

Jaejoong menggelengkan kepalanya dengan cepat,Yunho mengerutkan keningnya kemudian bangkir dari posisi berbaring hingga Jaejoong yang duduk diperutnya hampir terjatuh. Jaejoong memeluk leher Yunho dengan sigap dan menenggelamkan wajahnya diceruk leher suaminya.

"Aku merindukanmu Yunnie-aahh…"kata Jaejoong pelan.

"Aku tahu sayang…"kata Yunho dengan tangan mengusap punggung Jaejoong lembut.

"Hari ini Joongie tidak usah ke sekolah yah"kata Jaejoong sambil memainkan ujung rambut Yunho dibelakang lehernya.

"Kenapa? Libur?"tanya Yunho heran.

"Ani,Joongie mau dirumah saja…"jawab Jaejoong.

"kau harus tetap sekolah hari ini"kata Yunho dengan tegas.

Jaejoong melepaskan pelukannya pada leher suaminya dengan wajah yang ditekuk juga mata yang memicing kesal. Yunho menggelengkan kepalanya tanda tak ada izin untuk bolos sekolah hari ini.

"Sehari ini saja Yunnieeee…Joongie mau dirumah bersama Yunnie"rengek Jaejoong.

"Tidak…"

"Sehari saja yaahh"rengek Jaejoong manja.

"Sekali tidak yah tidak sayang…."kata Yunho berusaha bersabar dengan sikap Jaejoong.

"Yunniekan sudah janji setelah pulang dari Thailand mau menuruti permintaan Joongie,iyakan? Jadi Yunnie tidak boleh menolak!"kata Jaejoong sambil mengacungkan jari telunjuknya.

"Untuk ini tidak sayang,ayo turun! Kau harus kesekolah…"perintah Yunho.

"Tidak mau!"keukeuh Jaejoong.

Keras kepala dan sikap manja Jaejoong muncul kepermukaan,dia benar-benar ingin bersama Yunho satu hari penuh karena dia begitu rindu pada suaminya tercinta tetapi Yunho melarang hal itu membuatnya mengambil inisiatif yang berbahaya. Dirinya yang tengah duduk dipangkuan Yunho menghadap ke Yunho mengaitkan kedua kakinya dipinggang suaminya dengan erat,membuat dirinya begitu dekat dengan sang suami. Pantatnya bergesekan dengan sesuatu dibawah sana dan Jaejoong tidak menyadari itu tetapi Yunho,namja tampan itu tengah menahan sesuatu.

"Cah! Sekarang Yunnie tidak bisa pergi lagi"kata Jaejoong dengan begitu riang,tubuh mungilnya menempel seperti perangko di tubuh suaminya lalu tertawa memperlihatkan deretan giginya seakan yang dilakukannya itu lucu padahal kelakuannya begitu mengganggu sesuatu dibawah sana.

"Aigo,sayang…aku tidak bisa bergerak"kata Yunho yang berusaha menjauhkan sedikit tubuh Jaejoong yang membuatnya sedikit tidak bisa bernafas.

"ANDWAE! ANDAWEEE~~"pekik Jaejoong sambil mengeratkan pelukannya kepada Yunho.

Refleks Yunho menutup telinganya cepat kemudian mencubit bibir Jaejoong yang suka sekali berteriak.

"Baiklah! Terpaksa aku yang akan memandikanmu"kata Yunho dengan seringai menggoda,dia tahu Jaejoong tidak pernah mau membiarkan Yunho melihatnya telanjang,alasannya dia malu. Dan sikap itulah yang membuat Yunho tak pernah melakukan sesuatu yang lebih kepada istrinya,sikap Jaejoong yang polos membuatnya bingung harus melakukan apa. Jika dia melakukannya dan ternyata Jaejoong tidak siap bahkan mungkin dia tidak mengerti tentang "BERCINTA" . Ini resiko menikah dengan anak di bawah umur.

Mendengar perkataan Jaejoong,senyum seumringah miliknya perlahan mengendur digantikan dengan pipi gendutnya yang mengembung kesal. Yunho kembali menyeringai dan Jaejoong semakin cemberut.

"Mau jawab apa sekarang eum?"tantang Yunho.

"Biarkan saja!"kata Jaejoong namun tersembunyi nada bicaranya yang gugup dan ragu.

"Jinjja?"tanya Yunho,wajahnya terlihat begitu terkejut.

"Iya!"kata Jaejoong lantang namun detik kemudian dia menundukkan kepalanya sambil memainkan kukunya.

"Baiklah…baiklaahh…hari ini libur"kata Yunho,dia menyerah dan melihat sikap Jaejoong yang memaksa dirinya melakukan hal yang belum siap dia lakukan membuat Yunho menyerah. Dia tidak ingin melakukannya disaat Jaejoong ragu.

"Ani,gwenchanayo"kata Jaejoong menatap wajah suaminya yang tengah tersenyum padanya.

"Cah! Kita turun kebawah,seperti sarapan sudah siap.."kata Yunho tanpa menjawab perkataan Jaejoong tadi.

"Yunnie,marah?"tanya Jaejoong.

"Ani,aku tidak marah boo…"jawab Yunho.

"Jinjja?"tanya Jaejoong lagi.

"Ne…"jawab Yunho.

"Kalau begitu! Poppo?"pinta Jaejoong.

Yunho mengecup bibir plum Jaejoong bertubi-tubi,merasa cukup Jaejoong menghentikan Yunho dengan membekap mulut suaminya

"Sekarang! Yunnie harus melakukan apa yang Joongie mau!"

"Baiklah,tuan muda"canda Yunho

"Yang pertama gendong Joongie,palli! Palli! Joongie lapar!"

"Aigo,istriku ini…"

Yunho bangkit dari tempat tidur dengan Jaejoong yang memeluknya dari depan,sesekali Yunho bercanda dengan mengeluh Jaejoong begitu berat hingga membuat Jaejoong kesal. Sepanjang menyusuri koridor rumah, beberapa maid yang melihat mereka hanya tersenyum namun Yunho langsung mendeathglare mereka untuk tidak melihat adegan kemesraan mereka.

"Yunnie,kenapa maid disuruh menunduk?"

"Karena mereka tidak pantas melihat hal ini,mereka hanya maid"

"Eumm…"

Sesampainya dimeja makan Jaejoong turun dari gendongan Yunho kemudian menyuruh Yunho duduk sementara dia mengambilkan sarapan untuknya. Yunho terus saja mengamati gerak-gerik istrinya,dalam hatinya dia begitu beruntung bertemu dengan Jaejoong.

"Ini untuk Yunnie…"kata Jaejoong setelah meletakkan piring dengan sandwich juga secangkir kopi didepan Yunho.

"Gomawo sayang…"kata Yunho dengan senyum dibibirnya membuat kedua mata sipitnya kini tinggal sebuah garis. Sangat lucu.

"Tuan besar,apa hari ini anda ingin kekantor?"tanya Lee ahjussi yang sudah dari tadi berada disana.

"Lee ahjussi,Yunnie tidak boleh kekantor hari ini arasso? Joongie mau berdua dengan Yunnie…"kata Jaejoong sebelum Yunho menjawab pertanyaan Lee ahjussi.

"Baiklah tuan muda…"kata Lee ahjussi mengerti

"Lee ahjussi,hari ini aku tidak masuk karena ingin menemani anak kecil ini"canda Yunho sambil mencubit pipi gembul Jaejoong.

"Huwaaa,appo yunnie!"kesal Jaejoong.

"Kau kekantorlah hari ini untuk memantau keadaan disana dan jangan biarkan ada karyawan yang bermalas-malasan"kata Yunho.

"Baik,tuan besar…."kata Lee ahjussi kemudian dia mengundurkan diri untuk ke kantor segera sesuai perintah majikannya.

Kini tinggal mereka berdua di meja makan,Jaejoong menjadi begitu manja saat makan bersama Yunho. Dirinya yang tidak menyukai brokoli dipaksa oleh Yunho untuk memakannya tapi Jaejoong menolaknya dengan memakai aegyo andalannya. Namun,Yunho tak tergoda sedikit pun.

"Ayo makan ini bagus untukmu"

"Tidak mau Yunnieee…"

"Makan!"

"Tidak!"

"Makan!"

"Tidak!"

"Tidak!"

"Makan!"

"Nah,ayo makan…."kata Yunho.

"AAAnnggg,Yunnie! Joongie tidak mau!"

"Sedikit saja"

"Tidak mau"

Jaejoong menutup kedua matanya dan mengeluarkan suara seperti orang menangis. Yunho pun menjauhkan sendok ditangannya dari Jaejoong lalu beralih memeluk istrinya. Jaejoong kesal dan menarik rambut Yunho membuat Yunho meringis.

"Mian…mian…"kata Yunho.

"Yunnie jahaatt…"kesal Jaejoong.

"Akkhh! Sakit sayang,baiklah-baiklah…tidak ada brokoli"kata Yunho.

"Janji?"tanya Jaejoong.

"Iya,aku janji…"

"Tuan besar,maaf saya menganggu…"

Seorang maid tiba-tiba muncul ditengah-tengah mereka. Yunho melepaskan pelukannya sementara Jaejoong melanjutkan makannya.

"Tuan Park datang berkunjung dan Tuan park menunggu diruang tamu…"

"Yoochun? Ah! Suruh dia menungguku di ruang keluarga saja…"

"Baik,tuan…"

"Sayang,kau lanjutkan makanmu ne? aku ingin bertemu dengan Yoochun"

"Ne,Yunnie…"

Yunho beranjak meninggalkan meja makan menemui sahabat karibnya Park Yoochun,Yoochun memang menghubunginya mau datang ke rumahnya.

"Hai hyung!"sapa Yoochun.

"Kau terlalu pagi untuk datang,aku sedang sarapan dengan istriku"kesal Yunho.

"Oke,maafkan aku…"

"Ada apa mencariku?"tanya Yunho.

"Kolega yang menolak bekerja sama dengan perusahaanmu dulu menelponku dan menyuruhku membujukmu untuk melanjutkan bisnis yang mereka batalkan dulu"kata Yoochun

"Heh! Jadi mereka ingin kembali berbisnis denganku setelah tahu aku sudah bebas dari penjara dan masalahku dengan keluarga istriku selesai begitu?"

"Yah,mungkin saja begitu…"

"Katakan padanya untuk berbisnis dengan yang lain,aku sudah menandatangani kontrak dengan perusahaan di Thailand…mereka lebih kompeten dan lebih profesional"kata Yunho.

"Mereka mencoba menjilatmu hahaha…"kata Yoochun

"Aku sudah menduga itu sebelum beberapa masalah menimpaku"

"Nanti aku akan menelponnya"

"Jadi hanya itu?"tanya Yunho

"Iya,hanya itu…"jawab Yoochun.

"Yak! Kenapa tidak menelponku saja! Kau menganggu tahu!"kesal Yunho,dia kembali kesal melihat Yoochun tak menampakkan wajah bersalahnya sama sekali.

"Begitu saja marah,aku kesini bukan hanya ingin menyampaikan ini tapi-"

"Yunnie…."

Jaejoong muncul disamping Yunho kemudian menunduk hormat kepada Yoochun dan Yoochun membalasnya. Yunho menarik tangan Jaejoong duduk dipangkuannya sedangkan Yoochun hanya tersenyum melihat mereka.

"Sudah selesai makannya?"tanya Yunho.

"Sudah Yunnie…"

"Baiklah,sekarang pergilah mandi. Aku ingin membicarakan sesuatu dengan Yoochun"

"Apa?"tanya Jaejoong penasaran.

"Entahlah…"jawab Yunho.

"Ini masalah orang dewasa jae…"kata Yoochun sembari tersenyum aneh kearah Yunho.

"Yah,sudah…karena Joongie masih kecil! Joongie kekamar saja"kata Jaejoong sambil melompat turun dari pangkuan Yunho. Dia polos sekali mengatakan dirinya masih kecil membuat Yunho dan Yoochun tersenyum mendengar ucapannya.

"Tunggu aku dikamar setelah aku berbicara dengan Yoochun"kata Yunho dan dijawab anggukan oleh Jaejoong.

Yoochun melirik sesekali kearah perginya Jaejoong memastikan,Jaejoong benar-benar pergi.

"Sekarang katakan apa yang ingin mau kau bicarakan?"tanya Yunho tidak sabaran.

"Ck! Ini juga untuk kebaikanmu hyung…"

"Maksudmu?"

"Ambil ini,aku membeli coklat perangsang ini di paris untuk Jaejoong dan sangat manjur…."kata Yoochun

"Coklat perangsang? Yoochun…apa maksudnya ini?"Yunho mendeathglare Yoochun.

"Aku tahu kau belum menyentuhnya jadi aku membantumu,terlihat dari aura wajah Jaejoong….dia masih suci eoh? Yah,kenapa bisa kau kalah darinya"ledek Yoochun sambil tertawa sesekali.

"Berhenti tertawa dan ambil ini,aku tidak mau begini…"kata Yunho dan mengembalikan coklat itu kepada Yoochun.

"Oke! Oke! Aku tidak akan memaksamu karena ini urusanmu tapi sebagai sahabat karibmu aku ingin membantumu saja mendapatkan sesuatu yang kau inginkan,jangan berbohong hyung…kau sangat menginginkannya bukan? Simpan barang itu siapa tahu kau berubah pikiran"kata Yoochun.

"Kau memang sahabat karibku yang brengsek!"canda Yunho sambil melemparkan bantal kursi kearah Yoochun hingga gelak tawa membahana disana.

Setelah mengantar Yoochun sampai depan pintu,Yunho bergegas menuju kamarnya. Saat ingin membuka pintu kamar,pintu itu tiba-tiba terbuka dan menampakkan Jaejoong yang berdiri disana. Yunho langsung memeluk tubuh mungil istrinya dan mengangkatnya tinggi-tinggi hingga wajahnya sejajar dengan dada Jaejoong. Wangi sabun bayi kemarin masih tercium olehnya begitu wangi hingga merebak menusuk hidungnya sedangkan Jaejoong sendiri tertawa geli melihat tingkah Yunho padanya.

"Mau kemana tadi eoh?"tanya Yunho dengan kepala mendongkak keatas melihat wajah Jaejoong yang tersenyum padanya.

"Joongie mau mencari Yunnie tadi…"

"Euumm…."angguk Yunho.

"Sudah mandi ?"tanya Yunho lagi.

"Belum,Joongie menunggu Yunnie…"kata Jaejoong malu-malu.

Yunho menatap Jaejoong lama,mencari sebuah keseriusan atas apa yang diucapkannya tadi karena Jaejoong suka sekali membohonginya.

"Yunnie mau mandikan?"tanya Jaejoong.

"Aaahh…nee…"jawab Yunho gugup,entah kenapa dia jadi gugup.

"Ayo mandi bersama!"kata Jaejoong sambil menggoyang-goyangkan kedua kakinya yang menggelantung dibawah dan tangannya yang mengelus rambut Yunho.

"Kau mandilah duluan"kata Yunho.

"Yunnie tidak mau?"tanya Jaejoong

"Tidak sedang membohongiku lagikan?"tanya Yunho.

"Ani,Joongie tidak berbohong"jawab Jaejoong mantap.

Yunho berpikir sejenak,otak pervertnya bekerja bersamaan dengan sebuah seringai di bibirnya.

"Tapi aku belum mau mandi,aku mau tidur sebentar"kata Yunho sambil melangkah menuju ranjang.

Jaejoong mempoutkan bibir plumnya hingga dia merasakan tubuhnya terhempas keatas kasur. Yunho memerangkap tubuh mungilnya dibawah,mata bulat Jaejoong hanya berkedip-kedip lucu melihat Yunho diatasnya.

"Dua minggu di Thailand,aku sangat….merindukan sesuatu"bisik Yunho di telinga Jaejoong.

"Aaahh…Yuunnie…"desah Jaejoong ketika Yunho mengulum telinganya.

Yunho terus mengulum telinga Jaejoong dan tangan kanannya menarik lengan baju Jaejoong yang longgar hingga terlihat bahu mulusnya,Jaejoong sendiri memejamkan matanya menikmati perlakuan Yunho sementara bibir plumnya sesekali mengeluarkan desahan.

"Kau bilang kemarin menginginkanku bukan?"tanya Yunho.

"Nee…uughh…"

Yunho berhenti mengulum telinga Jaejoong dan berpindah mengecup pundak istrinya mengukir sebuah lukisan berwarna merah disana,Jaejoong memegang pundak Yunho menahan sensai yang dirasakannya. Hari ini Yunho tak mau membiarkan tubuh istrinya tidak memiliki bercak merah.

Desahan Jaejoong terus terdengar membuat Yunho semakin tidak sabar melakukan sesuatu yang lebih dan berharap Jaejoong tidak menolaknya. Birahi Yunho semakin naik keubun-ubun dengan tidak sabaran. Ia menarik baju Jaejoong sekaligus hingga terlepas dan menampakkan dua benda berwarna pink didepannya.

"Yunnie…"Jaejoong ingin menutup dadanya namun tangannya ditahan oleh Yunho.

"Aku benar-benar tidak bisa menahannya sayang…"

Setelah mengucapkan itu Yunho langsung mencium bibir plum sang istri,tak membiarkan bibir plum itu lepas darinya. Jaejoong meronta dibawah tak bisa bergerak karena kedua tangannya di pegang oleh Yunho. Ciuman-ciuman lembut yang dilakukan Yunho membuat Jaejoong mulai terbawa suasana hingga membalas ciuman sang suami.

Cengkaraman tangan Yunho melonggar sesaat setelah Jaejoong membalas ciumannya dengan begitu ragu,kaku dan gemetar. Yunho sering menciumnya tapi keadaannya lain saat ini,rasa gugup menerpa dada Jaejoong. Yunho berusaha menyalurkan kenyamanan dan sebuah kepercayaan jika Jaejoong akan baik-baik saja.

"Euugghh..hhmmppttt…"

Ciuman kasar dan memabukkan penuh dengan gairah terjadi pagi ini,Yunho tidak bisa diam dan puas jika hanya mencium Jaejoong. Dia berpindah menuju leher jenjang sang istri dan refleks Jaejoong mendongakkan kepalanya keatas sementara Yunho mencetak sebuah lukisan cintanya di leher mulus Jaejoong.

Wajah Jaejoong mulai berkeringat,kakinya yang terjepit diantara kaki Yunho bergerak gelisah. Bibir plumnya terlihat sedikit membengkak dan basah karena saliva. Bahu mulusnya pun sama penuh bercak merah dan lehernya sebentar lagi bernasib sama.

Yunho terus melakukan semua yang ditahannya selama 5 bulan,sementara Jaejoong terlihat pasrah dibawahnya. Kini aksinya berpindah bagian dada Jaejoong,mata musang Yunho tak berkedip melihat bagian dada Jaejoong yang telihat begitu seksi dan agak montok. Sebelum menyentuh bagian itu Yunho melihat wajah Jaejoong sendu dan basah. Dia mendekatkan wajahnya keleher Jaejoong.

"Sayang,aku benar-benar tidak bisa menahannya lagi…"bisik Yunho dengan deru nafas Yunho yang terasa beradu dan suaranya yang serak membuat wajah Jaejoong memanas juga bergidik geli merasakan gesekan bibir basah Yunho dilehernya.

Jaejoong tak membalas ucapan Yunho karena sensai yang tengah menjalar ditubuhnya,Yunho yang sudah tidak sabaran menjauhkan wajahnya dari leher Jaejoong dan berpindah kepada benda pink kenyal dikedua dada montok istrinya.

"Aaaaakkkkkkhhh…yunnnnaaahhh…yuuuunn…nnieehhh…"desah Jaejoong bersaman dengan kepalanya yang terhempas kebantal,kedua tangannya yang ditahan oleh Yunho mengepal kuat. Perlakuan Yunho terhadap bagian tubuhnya itu membuatnya merasakan sesuatu yang begitu nikmat.

"Euummpphh…sllrruuppps….slluuppss…."decakan nikmat keluar dari mulut Yunho yang tengah menikmati sesuatu yang kenyal didada Jaejoong.

"Aaahh…aahh….aahh…euugghh..hhh…"desahan Jaejoong terdengar seperti rintihan.

Desahan yang keluar dari mulut namja cantik itu membuat nafsu birahi Yunho semakin meluap tak terbendung,sesuatu mendesak ingin keluar diantara selangkangnya. Tak tahan lagi Yunho melepaskan cengkramannya di kedua tangan Jaejoong dan hisapannya di dada Jaejoong,dengan terburu-buru Yunho melebarkan kedua paha Jaejoong yang masih memakai hot pants longgar berwarna coklat,Jaejoong mengamati apa yang akan dilakukan Yunho meski penglihatannya agak buram karena tubuhnya yang mulai lemas.

"Aaahh..aahh…aahh…Akh!"pekik Jaejoong bersamaan dengan kedua kakinya yang mengait erat di pinggul Yunho dan tubuhnya yang bergoyang keatas dan kebawah.

Pekikan kenikmatan Jaejoong karena perbuatan Yunho yang tengah menggesek-gesekkan bagian intimnya dengan bagian intim Jaejoong meski mereka masih memakai celana masing-masing. Jaejoong tak tahan lagi,dia semakin mendesah dan kedua tangannya beralih meremas rambut coklat Yunho yang kembali melumat benda kenyal didadanya sambil meremasnya dengan lembut.

Gesekan Yunho semakin cepat dan selangkangnya dia tekan di selangkang Jaejoong yang kini dirasakannya agak sedikit basah. Aktivitas itu terus berlanjut hingga beberapa menit lamanya,Yunho masih tak puas untuk tidak menyentuh semua bagian tubuh Jaejoong. Tangannya yang semula meremas dada Jaejoong berpindah satu kebagian pantat Jaejoong,Yunho memiringkan sedikit tubuh Jaejoong hingga tangannya yang besar masuk kedalam hot pants longgar Jaejoong menyentuh pantat mulus Jaejoong.

Jaejoong menggeleng-gelengkan kepalanya tidak tahan dengan apa yang dilakukan Yunho dengan mata yang terpejam erat,tenggorokannya semakin kering karena terus mendesah. Tiga kenikmatan sekaligus dia dapatkan,Jaejoong yang polos mungkinkah berakhir di cengkaraman Yunho malam ini. Melihat Jaejoong yang tak menolak dan tidak berontak sedikit pun membuat Yunho semakin semangat untuk menyentuh tubuh istrinya lebih jauh lagi.

"Yunnngghhh…Yunnnnaahhh….."

Kenikmatan itu terus berlanjut sampai akhirnya Yunho menarik hot pants longgar Jaejoong bersama dengan celana dalam Jaejoong,sontak Jaejoong terkejut dan berusaha bangkit tetapi Yunho menahannya. Entah setan apa yang merasuki Yunho,yang jelas namja tampan itu sangat bernafsu pagi ini. Apalagi kegiatan mereka sudah sejauh ini hingga dia bisa membuat Jaejoong naked didepannya,selama ini dia tidak pernah melihat Jaejoong naked saat keluar kamar mandi pun Jaejoong menggulung handuknya sampai dada hingga yang dilihatnya bagian bahu keatas.

"ini akan sakit,tapi aku akan melakukannya dengan lembut boo…"kata Yunho.

"Andwae Yunnieee…."kata Jaejoong dengan suaranya yang serak dan pelan,tak yakin jika Yunho mendengarnya.

Yunho tak mendengar ucapan Jaejoong,istrinya. Dirinya sibuk menjilat kedua jarinya hingga sangat basah agar mudah memasuki hole Jaejoong yang tengah berkedut-kedut karena rangsangan yang diberikan Yunho tadi dan juga penis Jaejoong yang sedikit basah. Yunho melebarkan kedua paha Jaejoong dan tangan telunjuk Yunho digesekkan dengan cepat di lubang pink milik istrinya.

"Aaaaaaaahhhhh…."rintih Jaejoong,tangan Jaejoong meremas ujung bantalnya sementara Yunho mengerjai lubangnya dan menghisap putingnya lagi.

Rintihan Jaejoong semakin menjadi-jadi saat jari Yunho berganti dengan lidahnya yang kini meliuk-liuk disekitar lubang pink Jaejoong yang telah berdenyut-denyut minta diisi penis Yunho. Gemas dengan lubang pink yang pertama kali dilihatnya,Yunho mengisap lubang itu dengan kuat hingga lenguhan panjang terdengar ditelinganya. Tubuh mungil Jaejoong melengkung keatas saat merasakan seperti isi perutnya ditarik keluar oleh sesuatu dan itu sangat nikmat,Yunho terus mengisapnya tanpa henti tanpa mau membuat Jaejoong beristirahat sejenak untuk tidak mendesah setiap kali kenikmatan itu menghampirinya.

"Aku tidak tahan!"kata Yunho ketika menyudahi kegiatannya di hole Jaejoong.

Buru-buru dia membuka baju dan juga celana piyamanya,Jaejoong terbaring lemah di atas ranjang memandangi Yunho yang telah naked seperti dirinya membuat pipinya merona. Yunho menatap Jaejoong tiba-tiba,pandangan mereka bertemu. Yunho tersenyum lembut sambil merendahkan tubuhnya menindih Jaejoong,Jaejoong mengulurkan tangannya untuk memeluk leher Yunho. Sejenak mereka berpelukan,Yunho mengecup leher Jaejoong bertubi-tubi lalu membisikkan sesuatu ditelinga Jaejoong.

"Sayang,tak apa jika aku melakukan ini? Kau tidak akan marah padakukan?"tanya Yunho.

Jaejoong menggigit bibir bawahnya namun tiba-tiba dia mengingat kembali perkataan seseorang kepadanya semalam. Jaejoong mengeratkan pelukkannya ditubuh Yunho lalu dia pun mengangguk pelan,Yunho tersenyum bahagia. Jaejoong tak menolaknya. Yunho menarik wajahnya dari leher Jaejoong lalu menatap mata istrinya dengan teduh.

"Aku…aku…ingin melihat rumah ini ada bayi"kata Yunho perlahan.

Jaejoong menangkupkan wajah Yunho dikedua tangannya,Jaejoong mengangguk menyetujui perkataan Yunho. Bahagia itu yang dirasakannya,Jaejoong mengecup bibir suaminya kilat lalu tersenyum dengan senyumnya yang polos namun dibalas dengan seringai oleh Yunho.

"Tak ada pemanasan,ini hukuman karena membuatku menunggu terlalu lama…"

"Pemanasan? Joongie…aaahhh…."desah Jaejoong tiba-tiba sebelum melanjutkan perkataannya.

Jaejoong merasakan sesuatu dibawahnya tengah mendesak masuk,Jaejoong menatap wajah suaminya.

"Yunniee…appoo…"rengek Jaejoong yang terdengar begitu manja bagi Yunho.

"Appo?"tanya Yunho dengan pinggulnya berusaha mendorong penisnya masuk ke lubang Jaejoong.

Jaejoong mencengkram pinggul Yunho sambil menggigit bibir bawahnya menahan rasa sakit yang begitu terasa. Malam ini kesuciannya akan terenggut oleh suaminya sendiri,Jaejoong yang polos akhirnya mengerti apa yang dimaksud dengan bercinta. Ada kenikmatan dan juga rasa sakit.

"Appo! Appo!"jerit Jaejoong membuat Yunho menghentikan gerakkannya dan khawatir melihat Jaejoong yang menangis.

"Mianhae…"kata Yunho sambil menghapus airmata Jaejoong.

"Yunniieee,appoo…."kata Jaejoong.

"Sebentar lagi eum?"bujuk Yunho.

"Nee…."jawab Jaejoong.

"Kau boleh menggigit tanganku jika sakit…"

Jaejoong mengangguk mengerti dan Yunho kembali mendorong penisnya masuk kelubang sempit milik Jaejoong. Yunho kesusahan tentu saja,lubang anak remaja yang belum akil balik tentunya sangat sempit dan sensitif wajar saja jika terlalu menyakitkan untuk Jaejoong.

Setelah berusaha cukup lama,akhirnya penis Yunho tertanam dengan sempurna. Jaejoong terdiam merasakan dirinya begitu penuh dibawah sana. Saat Jaejoong lengah,Yunho melancarkan aksinya dengan mulai mengenjot lubang Jaejoong.

"AKH! AKH!"jerit Jaejoong sakit.

"Aku berjanji setelah ini tidak akan sakit sayang"kata Yunho.

"Yunniee…hiks…"

Jaejoong memeluk leher Yunho dengan erat sementara Yunho sibuk mengenjot lubang istri tercintanya. Genjotan Yunho lambat laun berubah cepat dan Jaejoong tidak kesakitan lagi,kini dirinya tengah mendesah keras dengan wajah disembunyikan di ceruk leher suaminya.

"Boo,lihat aku sayang..."kata Yunho yang sedang asyik menggenjot Jaejoong.

"Joongie…aakhh…aahh….mal….lluuhhhh….aaahhh…yunnnieeaahh…."

"Kau masih tetap malu,aku ingin melihat wajahmu sayang…eeuughh….aakhh…"kata Yunho disela-sela desahannya sendiri,Yunho ingin melihat wajah mendesah Jaejoong. Pastilah sangat cantik dan menggoda namun sang istri begitu erat memeluk lehernya tak mau membiarkan Yunho melihat wajahnya yang merona sekarang. Dia sangat malu.

"Baiklah,aku akan membuatmu melihatku…"

Yunho menarik paksa tubuh Jaejoong menjauh hingga kembali berbaring terlentang di ranjang,Yunho menyeringai melihat wajah istrinya yang merona. Jaejoong ingin memalingkan wajahnya namun ditahn oleh Yunho,kedua tangan besarnya memegang wajah Jaejoong untuk menghadap padanya.

"Kau sangat cantik seperti ini…"

"Yunnieaah….aahh…aah…euugghh…"desah Jaejoong.

Yunho kembali merendahkan tubuhnya kemudian mengecup bibir Jaejoong perlahan dan tak disangka Jaejoong membalas kecupannya hingga akhirnya mereka beradu kecupan.

"Aku mencintaimu sayang…"kata Yunho

Mata bulat Jaejoong berkaca-kaca,tiba-tiba dia mengingat bagaimana perjuangan cinta mereka hingga mereka bisa bersama. Yunho begitu mencintainya lebih dari apapun di dunia ini dan Jaejoong tahu itu bahkan rasa cintanya kepada Yunho mungkin tidak bisa mengalahkan rasa cinta Yunho kepadanya.

"Yunnie…hh….aah…sarang..hhhh…..hhaae…."kata Jaejoong terbata-bata.

"Aku tahu…"balas Yunho.

Suasana tiba-tiba berubah sedih apalagi wajah Jaejoong yang menatapnya dengan mata berkaca-kaca,tak ingin merusak suasana. Yunho kembali memperlihatkan seringainya hingga detik kemudian jeritan-jeritan piluh penuh kenikmatan berkumandang diseluruh penjuru kamar mewah tersebut.

Jaejoong benar-benar tak tahan dengan perlakuan Yunho yang seperti membombardir lubangnya tanpa ampun,pergumulan mereka terus berlanjut hingga entah berapa posisi yang telah mereka coba. Yunho belum klimaks sama sekali,dimenahannya sementara Jaejoong entah bagaimana tubuhnya saat ini. Penuh keringat,bercak merah dimana-mana,saliva Yunho yang tertinggal disekujur leher dan kedua dadanya dan telah klimaks dua kali. Terkesan begitu seksi.

"Sebentar lagi..euuhhhh….euugghhhh…"kata Yunho yang tengah menghentak-hentakkan pinggulnya begitu cepat membuat penisnya menghujam lubang sempit istrinya semakin dalam dan semakin terkoyak.

Yunho menarik pinggang Jaejoong mengangkatnya sedikit sementara dia menghujam lubang istrinya,Jaejoong menjerit berusaha menggapai Yunho didepannya. Surga firdaus sebentar lagi menghampirinya,genjotan Yunho semakin kuat dan semakin dalam. Jaejoong menjerit lagi tanda ia akan klimaks lagi dan Yunho menarik keluar Juniornya yang penuh dengan cum Jaejoong hingga meninggalkan ujungnya yang masih tertanam disana. Yunho merendahkan tubuhnya memeluk istri tercintanya sampai akhirnya dia menghentakkannya pinggulnya kembali bersamaan dengan cairannya yang menyembur memenuhi rahim Jaejoong.

"AAAAAAKKKH~~~"lenguh Jaejoong dengan tubuhnya yang melengkung kaku.

"Akhirnya…"kata Yunho pelan dengan senyuman terukir dibibirnya.

Dia memeluk tubuh Jaejoong erat,menyembunyikan wajahnya diceruk leher Jaejoong kemudian mengecup kembali leher namja cantiknya yang basah karena keringat. Jaejoong merasa geli dan mencoba menjauhkan wajah Yunho dengan susah payah.

" Kau lelah? Tidurlah sayang…."

Yunho beranjak dari atas tubuh Jaejoong hingga penisnya yang masih tertanam terlepas begitu saja membuat Jaejoong melenguh hingga pipinya merona.

"Kemari…"kata Yunho.

Jaejoong membalikkan tubuhnya masuk kedalam pelukan hangat Yunho,sejenak dia menatap wajah suaminya dengan jari telunjuknya bermain dihidung Yunho.

"Waeyo?"tanya Yunho.

"Aniyo…"jawab Jaejoong kemudian memeluk tubuh Yunho.

"Kau malu?"tanya Yunho.

"Ani…"jawab Jaejoong yang tengah menyembunyikan wajahnya didada bidang Yunho.

"Jinjja?"goda Yunho.

Jaejoong mendongakkan kepalanya memandang Yunho dengan wajahnya yang sangat merah,Jaejoong kesal dan mendorong wajah Yunho menjauh dengan pelan.

"Baiklah,aku tidak akan tertawa…"kata Yunho.

"Agghhh!"kesal,Jaejoong menggigit dada Yunho yang terpampang didepannya.

"Sakit boo,baiklah maafkan aku yah…sekarang tidurlah"kata Yunho.

"Yunnie…"panggil Jaejoong lagi.

"Kenapa lagi sayang?"

"Appo…"kata Jaejoong manyun dengan wajahnya menahan sakit dibagian bawahnya ketika mencoba bergerak..

"Mianhae eum?"

"Ne…"jawab Jaejoong.

Jaejoong memejamkan matanya untuk tidur,sementara Yunho mengamati wajah damai istrinya yang berhasi dia sentuh hari ini. Sejenak dia mengingat coklat perangsang pemberian Yunho,sebuah seringai muncul dibibir Yunho entah apa yang tengah dia rencanakan.

Malam harinya,Jaejoong masih tertidur dikasurnya sementara Yunho tengah mengerjakan pekerjaan kantor di meja kerjanya. Tetapi tiba-tiba terbangun saat mengetahui Yunho tak memeluknya lagi,mata bulatnya terbuka dan melihat Yunho duduk dimeja kerjanya. Yunho tak sengaja melihat Jaejoong yang memandangnya,dia tersenyum lalu mematikan laptopnya sebelum beranjank menemui istrinya.

"Kenapa bangun?"

"Yunnie sedang apa?"

"Aku sedang membereskan file kerja sayang,kau lapar?"

"Ani,Joongie mau gendong…"

"Baiklah…"

Yunho mengangkat tubuh istrinya dari kasur ,Jaejoong memeluk leher Yunho dengan erat sementara kedua kakinya menggelantung dibawah. Jaejoong menyuruh Yunho membawanya kebalkon kamar dan Yunho menurutinya. Hembusan angin malam membuat tubuh Jaejoong yang berbalut selimut saja menjadi dingin.

"Ini masih sakit?"tanya Yunho sambil menepuk pelan pantat Jaejoong.

"Iya! Masih"manyun Jaejoong.

"Kita lakukan lagi bagaimana?"goda Yunho.

Semburat merah bermunculan dibibi Jaejoong,kedua tangannya membekap mulut Yunho dengan kesal.

"Yuunnieeeee…"kesal Jaejoong.

"Aku tidak bisa bernafas…"kata Yunho mencoba menghindari bekapan tangan Jaejoong.

Yunho terus saja menggoda Jaejoong,Jaejoong menjadi begitu malu. Mereka begitu asyik bercanda bersama membicarakan apapun yang bisa mereka bahas.

"Yunnie sudah makan?"tanya Jaejoong sambil membelai wajah suaminya yang mendongak padanya.

"Sudah tadi…"

"Baguslah.."kata Jaejoong singkat.

"Sebaiknya kita masuk kedalam,nanti kau masuk angin.."

"Shireo!"

"Eh? Waeyo?"

"Nanti Yunnie berubah menjadi beruang lagi! Yunnie beruang!"

Yunho mengerti arah bicara Jaejoong namun dia menjelaskan bahwa tidak akan melakukannya lagi untuk malam ini entah untuk malam yang lain atau hari-hari lainnya. Yunho menurunkan Jaejoong dari gendongannya tetapi Jaejoong malah diam membisu didepan suaminya dengan tatapan memicing lucu.

"Joongie mau pakai baju!"

"Yah,sudah sana pakai baju…."

"Tapi Yunnie kenapa disini?"

"Aku ingin melihatmu ganti baju

"Yunnieeee..ukh!"kesal Jaejoong lalu berlari menuju lemari mengambil baju dan ponselnya dimeja kemudian berjalan tergesa-gesa ke kamar mandi.

"Sayang,ayolah…aku sudah melihat semuanya"kata Yunho dibalik pintu kamar mandi.

Tak ada jawaban dari Jaejoong hingga beberapa menit lamanya,Jaejoong keluar dengan piyama lengkap,tanpa mau meminta izin Yunho kembali mengangkat tubuh istrinya.

"Yunnie,Joongie mau tidur…"

"Iya,kita akan tidur sayang…"

Mereka berbaring diatas ranjang,Yunho mematikan lampu dan mengeratkan pelukannya kepada Jaejoong.

"Tidurlah,sudah malam…"

"Iya…"

"Jaljayo,saranghae…"bisik Yunho ditelinga Jaejoong sebelum akhirnya dia ikut tidur.

Tbc…

Bie ngetik ngebut malam ini,mungkin ada TYPO dan EYD keselip mian yah hahaha….

Bie updatenya malam hehehe…ngga apa yah,semoga readers belom pada buat pulau XDD

Dan bie ucapin makasih buat yang udah komen di chap pertama,bie ngga bisa balas satu-satu komen kalian tapi bie ucapin makasih hehehe….yang nanya kapan update,ini udah update ^^

Yang udah baca review yah ^^

Buat nyemangatin aku buat lanjutannya…

Thank you :*