Halo minna-san. Sedikit penjelasan, di chapter ini akan mengisahkan tentang pertemuan kedua NaruHina dan bagaimana sampai mereka bisa bertemu untuk yang kedua kali.

Title: Konoha: The Forbidden City

Disclaimer: Naruto Belong to Masashi Kishimoto

Warning: AU, OOC, typo(s), Alurnya kecepetan, dsb.

Read and Review yah! DLDR ^-^

..

-"Sebenarnya... ayah dan Hiashi dulu adalah teman..."

"TEMAN!?" Mata Naruto terbelalak, "Ayah dan kaisar Elf berteman?"

"Yah!" Minato mengambil nafas panjang, "Pertemuan ayah dan Hiashi dimulai ketika ayah masih berumur 98 tahun, muda sekali."

FLASHBACK

Seorang anak berambut blonde jabrik kini sedang memandang air sungai yang jernih. Perlahan tubuhnya berubah menjadi seekor singa jantan gunung dan meneguk banyak sekali air sungai.

"Siapa itu!" Teriak sang singa yang kini sudah berbuah menjadi anak laki-laki lagi. Dari balik semak belukar, muncul seorang anak laki-laki berambut hitam panjang, dialah putra mahkota Elf, Hiashi dan anak laki-laki adalah Minato putra mahkota bangsa Shape-Shifter.

"Maaf teman.." Sahut Hiashi, sebuah tanda ukiran muncul didahinya, "Perkenalkan, namaku Hyuuga Hiashi, anggota keluarga kerajaan Elf."

Minato yang masih sangat muda tentu belum mengerti soal pertentangan antara kedua bangsa (Elf dan Shape-Shifter).

"Oh hai Hiashi, panggil aku Minato!" Minato tersenyum balik seraya menjabat tangan Hiashi. Hiashi berdecak, mengambil sebuah batu kali dan melemparkannya kedalam sungai.

"Aku tahu, kau pasti bukan bangsa Elf-kan?"

"Tentu..." Jawab Minato lancar. Dia melepas jabat tangannya dan mengambil sebuah batu, "Taruhan, batuku akan memantul diair sebanyak 6 kali!"

"Aku yakin kamu hanya bisa 4 kali!" Tantang Hiashi. Tanpa basa-basi Minato pun melempar batunya dan seperti yang diperkirakan, batu itu memantul sebanyak 4 kali.

"Cih!"

"Kau kalah Minato..." Hiashi menjulurkan lidahnya."

"Baiklah! Aku kalah..." Minato memelas. Dia pun memegang pundak Hiashi, "Teman?"

"Teman!" Teriak Hiashi.

FLASHBACK END

"Dan sejak aksi taruhan melempar batu itu, ayah dan Hiashi menjadi teman baik!" Minato kembali menatap tajam Naruto.

"Aku tahu ayah masih punya perasaan persahabatan!" Naruto ceria lagi.

"Yah.. Tapi Hiashi tidak.."

"A-apa maksud ayah?" Tanya Naruto dengan nada sangat-sangat bingung. Nadanya kini sudah berubah 180 derajat.

"Dia..." Minato mengeluarkan setetes airmata, "Dia yang membunuh Kushina, ibumu. Busur-jangkar-pendek yang tertancap didada ibumu ketika dia meninggal akibat perang berasal dari busur-jangkar-pendek kerajaan dengan bertanda Hiashi!" Mata Naruto terbelalak untuk kesekian kali. Hiashi yang membunuh ibuku? Pertanyaan ini selalu terlontar didalam hatinya. Ibu Naruto dan istri Minato, Uzumaki Kushina meninggal ditempat ketika sebuah busur-jangkar pendek (berbentuk seperti sebuah anak panah tetapi ujungnya sangat runcing, terbuat dari berlian yang dipahat berbentuk jangkar. Sifat berlian yang sangat kuat membuat busur itu mampu menembus pohon sekalipun)-menancap didadanya. Saat kematian Kushina, Minato berumur 193 tahun dan Naruto baru berumur 25 tahun. Naruto yang masih sangat bayi tentu belum mengerti apa-apa. Untuk diketahui, para Shape-Shifter akan berhenti tumbuh saat umurnya mencapai 122 tahun (17 tahun), jadi mereka akan terus terlihat seperti orang berumur 17 tahun. Alasan para Elf tidak tahu akan kesempurnaan paras para Shape-Shifter adalah karena fitnah dari nenek moyang mereka yang mengatakan bahwa wajah para Shape-Shifter kurang lebih seperti Troll yang jelek, dan badan mereka ceking seperti para gnome.

"Dan hukumanmu karena telah menolong para Elf menurut kitab aragroe pasal 1002 ayat 9923 adalah membunuh Elf yang kau tolong!"

"Ta-"

"Tidak ada tapi-tapian!" Minator berteriak dengan sangat keras, "Bunuh dia! Atau kau yang kubunuh.."

Naruto memelas dan mengangkat bahunya, "Baiklah yah.." Tanpa berlama-lama dia berubah menjadi seekor serigala besar berwarna jingga dan melompat turun dari menara kekaisaran Shape-Shifter, tempatnya tadi berpijak.

..

"Masukan dia ke penjara-kura-kura!" Teriak Hiashi memecahkan keheningan kota mati Konoha.

"Tidak ayah...!" Muka Hinata menatap ayahnya dengan tampang horror. Asal tahu saja, penjara-kura-kura adalah penjara buatan Hiashi sendiri. Penjara ini sangat sempit dan ceper, didalam, tepatnya diatas, ada berbagai macam duri dari logam titanium. Tahanan harus tetap tidur telungkup, bergerak sedikit saja... Nyawa taruhannya. Hinata yang menyadari 'kekejaman' penjara itu pun berusaha melepaskan diri dari cengkraman para penjahat yang begitu kuat.

"Kuharap kau menyukai penjara ini, Hinata." Ucap Hiashi dingin. Mereka melemparkan hinata masuk kedalam dan memasang duri-durinya, menutup lobang masuk-keluarnya dengan jeruji-api-hitam (seperti jeruji besi pada umumnya hanya saja dikelilingi oleh api hitam).

20 menit didalam penjara-kura-kura yang dijaga sangat-sangat ketat saja sudah membuat punggung Hinata mau patah. Dia berusaha menahan kesakitan dipunggungnya, matanya mencurahkan segala isi hatinya. Disetiap sisi kerajaan ada 5 orang penjaga dengan senjata lengkap, mencegah ada orang yang berusaha membebaskan Hinata.

"Siapa disana!" Teriak salah seorang penjaga ketika melihat bayangan yang bergerak dengan sangat cepat.

"Aku..." Naruto keluar dari antara semak-semak, berusaha terlihat kalem.

"Oh kau nak. Apa yang kau lakukan di-" Buagh! Sebuah pukulan mendarat diperut sang Penjaga, pukulan itu memingsankannya, pukulan telak dari Naruto. Naruto kembali berubah menjadi wujud serigalanya dan mengendap-ngendap masuk, berusaha mencari Hinata. Kali ini dia sangat kebingungan mencari Hinata sampai dia mendengar salah seorang penjaga berbisik pelan.

"Teganya Hiashi-sama memenjarakannya anaknya di penjara-kura-kura yang begitu bengis!"

"Penjara-kura-kura?" Gumam Naruto dalam wujud serigala. Dia menggeram pelan dan kemudian berlari mencari tempat yang dikatakan sang penjaga, dan 1 hal yang ada dalam pikirannya... Bawah tanah adalah tempat yang pas untuk memasang penjara yang berarti penjar-entah-apa-namanya-itu dipasang dibawah tanah.

..

Setelah sekian lama mencari, kedua pasang mata Naruto menangkap surai seorang gadis yang tampak seperti Hinata yang dia cari-untuk dibunuh. Gadis itu menelungkup dengan sedemikian rupa. Mata Naruto tiba-tiba berubah menjadi seperti garnet, sama seperti pertama kali dia bertemu Hinata, hanya saja.. Hatinya kini sedikit begejolak melihat Hinata tersiksa.

'Itu pasti akan sangat sakit.' Batin Naruto. Naruto kembali mengendap-ngendap. Setelah berdiri tepat dihadapan salah satu penjaga, Naruto pun melompat dan mencakarnya, berusaha membuat sedikit keributan. Otomatis semua penjaga berlari kearah penjaga yang terluka dan membuka kesempatan Naruto untuk membunuh Hinata.

"Hinata-san...!" Kini Naruto berbisik dengan sangat pelan, "Ikutlah aku! Aku akan membebaskanmu.." Naruto memutuskan untuk membunuh Hinata nanti di The Forbidden Forest (Hutan Terlarang) karena jika masih didalam Konoha, bangsa Elf akan menemukan dan membunuhnya dengan mudah.

"Siapa kau?" Tanya Hinata dingin. Naruto kemudian sadar bahwa wujud serigalanya membuat Hinata tidak mengenalnya, maka dia pun berubah menjadi wujud manusianya kembali.

"Kau? K-kau Naruto kan? Kau anima-"

"Tutup mulutmu Hinata-san. Ikutlah aku!" Bisik Naruto geram.

"Tapi bagai-"

"Naik ke pundakku."

"Pundakmu?" Hinata menjadi sangat bingung. Matanya menatap Naruto.

"Tentu saja!" Naruto berubah menjadi wujud serigala besarnya, "Ayo naik!"

"Itu dia! Dia yang menyerangku!"

Dengan langkah-kilat Naruto menerobos tempat itu dengan Hinata dipunggungnya.

Apakah Naruto akan membunuh Hinata?

..

TBC

Keterangan 1: Elf/Peri: Sejenis peri hutan, tidak bersayap, memiliki paras yang indah, serta sangat mahir dalam pembuatan senjata perang.

Keterangan 2: Shape-Shifter/pengubah bentuk: ada 2 ras Shape-Shifter. Yang pertama adalah animagus yang memiliki kemampuan untuk berubah menjadi hewan, dan metamorphagus yang memiliki kemampuan untuk merubah bentuk fisiknya. Selain itu juga ada beberapa kemampuan khusus lainnya: Telerpotasi, Telepati, dll..

A/N: Thanks buat yang udah review juga bagi para silent reader. Maaf yah chapter ini masih kependekan dan kurang memuaskan! Oh iya, Author akan membalas review kalian walaupun tidak semuanya:

Apras: Iya, tapi flashbacknya hanya sebentar kok ^^ thanks yah... Nih udah dilanjutin.

93: nih udah dilanjutin. Ok, udah di update nih ^^