Ch.1 The War, Born, and Orphanage

Narator : "Pada suatu hari, terjadi Perang Ke-III antara Orde dan Legiun. Perang ini dilatarbelakangi oleh (kayak belajar sejarah aja) perebutan wilayah. Perang ini memakan korban yang tidak sedikit. Disaat itu, Orde hampir kalah dan 99% bagian Orde telah hancur. Disaat itu, di bagian yang hampir hancur, ada seorang wanita yang berhasil melahirkan, tetapi, tempat ini tidak memungkinkan untuk dijadikan tempat untuk membesarkan anak. Wanita itu membawa anaknya menjauh dari daerah yang berbahaya. namun sangat disayangkan, wanita itu tewas karena terkena peluru dan mengalami pendarahan".


10 Tahun Kemudian...

*cit cit cit*(suara burung, bukan suara tikus lho ya)

(?) : "Bangun!"

(?) : "Zzz..."

(?) : "Oy, Bangun!"

(?) : "Zzzzzzzzzzzzzzzzzzzz..."

(?) : "*sigh* Tidak ada cara lain, ya" (mengambil ember yg terisi air)

(?) : (Tersiram) "WAH!" "...Lagi-lagi disiram ya..."

(?) : "Cepat Bangun, Shadow! Atau kau mau kusiram lagi?"

Shadow : "Iya,iya! Aku Bangun, Werewolf!"

Werewolf : "Cepat! yg lain sudah nunggu tuh!"

Shadow : "... 'kenapa pake nunggu aku segala?' Yasudah, ayo kesana Werewolf! :)" (sambil memegang tangan werewolf)

Werewolf : "u-uhm..." (ekspresi malu)


Sesampainya di Ruang Makan

Shadow : "Semuanya, maaf membuat kalian menunggu!" (masih memegang tangan Werewolf)

Orphan 1 : "Tidak masalah, kami sudah terbiasa... yg lebih penting..."

Werewolf : "Lepasin tanganmu, Woy!" *Blush*

Shadow : "maaf maaf, kalo gak kupegang ntar lu telat lagi"

Werewolf : "ma-maaf saja kalau aku lambat..." *Still Blushing*

Shadow : "yaa... tapi kalau kamu menjadi serigala, tidak ada yg bisa mengalahkanmu dalam hal kecepatan"

Orphan 1 : "... 'Gue belum slesai bicara, mereka malah bermesraan duluan' ..."

Shadow : "Ngomong - ngomong, mana yg lain? kok cuma lu doang?"

Orphan 1 : "Itu yg dari tadi pingin gue omongin..."

Werewolf : "emg lainnya kemana?"

Orphan 1 : "Semuanya pada ke Alun - Alun. Katanya ada pemilihan Class (dibaca : senjata yg cocok)"

Shadow : "Oooo..."

Orphan 1 : "..."

Werewolf : "Lha trus napa lu gk ikutan ?"

Shadow : "Iya, napa lu masih disini?"

Orphan 1 : "...'Nih 2 orang bener-bener lupa apa pura - pura bego'? karena acaranya untuk 17 tahun keatas..."

Shadow : "Oiya, aku lupa (XP)"

Werewolf : "Pantas saja kita juga tidak dibangunkan..."

Orphan 1 : "... Sekarang hanya kita bertiga ya... yang belum milih Class ..."

Shadow : "Yaa... kita tunggu saja. 7 tahun lagi juga dapet"

Werewolf : "lagian masih banyak anak kecil disini..." (sambil menggendong Orphan kecil)

Shadow : 'Tuh anak nongol dari mana coba' "Oh! aku lupa!"

Orphan 1 : "Lupa Apaan?" (bingung) 'perasaan gk ada apa - apa lagi deh'

Shadow : "Aku lupa Julukan lu!"

Orphan 1 : "..." *drop*

Shadow : "?"

Werewolf : "Woy, masa seangkatan cuma orang 3 lupa julukan... Dia itu..."

Orphan 1 : "Gue Delia, dan gue gk pake nama julukan!"(lagi puber)

Narator : "Rupanya Orphan ini Adalah Seorang Perempuan"

Shadow : "Nih suara datang dari mana? kok gk kliatan orangnya?"

Narator : "Jangan hiraukan Saya"

Delia : "Udah ah dari tadi kalian berdua nanya' terus. Ayo makan!"


Beberapa Detik Kemudian..

Shadow : *nom nom* "BTW, tuan pemilik mana?"

Werewolf : *nom nom* "GTW"

Delia : "Bentar lagi Papa juga date... EBUSET! pada kemana semua lauknya?! gue belum ambil apapun..."*Kecewa*

Shadow+Werewolf : "Tuh!" (nunjuk ke Orphans dengan perut yang udah kayak gunung mau meletus... dari bawah)

Delia : "..." 'Gue baru inget anak-anak disini rakus kayak rakun semua!'

Shadow : "kalo lu mau ambil aja laukku. Aku gk seberapa laper.."

Delia : "... eh?"

Shadow : "Nih. kutaruh dipiringmu." (memasang senyuman polong eh polos!)

Delia : "EEEEEEHH!?"*blush*

Shadow : "?"


To Be Continue...