DEWA LEMON

Setiap hari Uzumaki Naruto harus menghadapi dewa-dewa yang membencinya! Hal ini terjadi setelah monster ekor sembilan dalam perutnya berkata bahwa ia adalah renkarnasi dari DEWA LOKI (dewa yang telah memporak-porandakan dunia langit) padahal Naruto itu hanya seorang murid yang kurang cerdas (baca bodoh). Otaknya aja selalu diisi dengan pikiran tentang adegan lemon.

"NARUTO NO BAKA! Jangan bercanda dobe! Kamu lebih pantas jadi dewa lemon atau yadong!" | "Huh kamu kebanyakan nonton film dasar dewa mesum aka dewa lemon,nilai matematika mu selalu dapat nol nih!" | "Naruto-kun berjuanglah!

.

.

Disclaimimer : Naruto 100% milik Masashi Kishimoto

Rated : T+ :D ?*mana ada rated T+.

Genre : Adventure/Fantasy, Humor , Romance

Pair : Naruto/Hinata, Sakuke/Sakura

Warning : Bahasa tidak sesuai EYD, lime, gaje , OCC,crack, typo disana-sini, dan tolong jangan dijudge :') author kan bukan dewa jadi kalau ada kesalahan maklumin aja :D

.

.

Chapter 2

Pertemuan dengan Kyubi

"Enghh." Naruto menggeliat pelan dan merasakan rasa dingin yang menusuk tulang-tulangnya.

"Di mana aku? Brrrr dingin eh." Naruto melihat tempat itu, sungguh tempat yang aneh! Semuanya serba putih kemudian terdengar suara berat yang tidak asing bagi telinga Naruto.

"Akhirnya aku bisa berbicara langsung dengan mu Loki.."

"Kyaaaaaaaaaaaaaaaaaaa ada rubah raksasa."

Toeeng "Heh Loki, jangan bercanda bodoh!."

Naruto tidak memperdulikan kata-kata makhluk raksasa dihadapanya "Dimana ini? Dan siapa kamu?"

Dengan entengnya Kyubi menjawab "Di perutmu dan aku temanmu. Kyubi."

Naruto melongo dengan mulut yang menganga, ia begitu terkejut. 'Di perut? Teman?!' Naruto pun jatuh terjengkang ala anime lagi.

Sekitar 1000 tahun yang lalu terjadi sebuah peristiwa yang mengubah hidup semua penghuni dunia langit, Kedamaian dan kebahagian mereka telah rusak bersama hancurnya dunia langit, banyak dewa yang pergi dan memilih untuk mengasingkan diri karena tidak mau terbunuh sia-sia oleh monster ekor sembilan yang tiba-tiba saja muncul kemudian merusak segala sesuatu yang dilihat nya. Diatas kepala monster tersebut berdiri dengan tegak sang pemiliknya, siapa lagi kalau bukan Si Dewa Pengacau Loki. Entah apa yang ada diotak Loki, ia terus saja menghancurkan dan raut wajahnya terlihat begitu datar. Tentu saja itu membuat semua dewa keheranan, apa yang terjadi dengan Loki? Mereka semua tau, Loki adalah anak terakhir dari pimpinan dewa dan ia sangat suka membuat onar serta mengerjai dewa-dewa lain tapi Loki tak pernah sampai merusak seperti ini biasanya Loki merusak untuk menghibur dirinya sendiri yang memang begitu kesepian kerena dianggap tak penting di dunia langit.

Ayah sekaligus pimpinan para dewa begitu marah dengan perangai putra terakhirnya, ia pun mengalahkan monster ekor sembilan karena tidak tahu harus bagaimana maka Menma memasukkan monster tersebut kedalam perut putranya serta menyegel dengan setengah dari kekuatan sang pemimpin para dewa. Tapi ternyata itu adalah pilihan yang begitu salah karena hal tersebut justru membuat Loki menjadi semakin kuat. Kemudian muncul 2 dewa yang ternyata adalah kakak kandung dari Loki lalu disusul oleh 3 dewa tertinggi lainnya yang membantu untuk mengalahkan atau lebih tepatnya menjinakkan Loki karena tidak ada pikiran untuk membunuh Loki mengingat dia adalah putra terakhir dari Menma.

Loki terlihat kelimpungan akibat serangan bertubi-tubi dari 6 dewa tersebut, dan pada akhirnya para dewa dapat 'menjinakkan' Loki dan mengunci segala kekuatan serta ingatan Loki. Sebagai hukuman atas merusak dunia langit maka Loki dijatuhi hukuman mati tapi usul dari salah satu dewa tertinggi itu ditolak mentah-mentah oleh Menma beserta kedua saudara Loki. Menma pun mengusir Loki dari dunia langit untuk di jatuhkan ke bumi tapi ia sengaja mengirim anak nya ke masa 1000 tahun kemudian, ia tak ingin anak nya di bunuh oleh para pembencinya maka Menma membuat agar kekuatan serta ingatan Loki dapat kembali setelah Loki berumur 16 tahun dalam wujud manusianya. Kedua saudara kandung Loki mengajukan dirinya untuk ikut dan terlahir kembali di bumi, karna mereka ingin menjaga Loki, meskipun Loki salah tapi seluruh keluarganya tidak ingin Loki dalam bahaya, dan mungkin saja perangai Loki dapat dirubah jika dilahirkan kembali. Karena tidak memiliki pilihan lain maka Sang pimpinan dewa pun melepas kedua anaknya untuk bisa menjaga si Adik terkecil. Sebelum itu Menma dengan kekuatan yang tersisa memberikan sebuah pertahanan agar tak ada yang dapat menemukan ketiga anak itu. Tentu saja tidak berlaku untuk selamanya karena setelah anak-anak itu berumur 16 tahun maka seluruh pertahanan nya akan musnah.

Kyubi bercerita panjang kali lebar dengan bersemangat,sedangkan pemuda tampan dihadapannya hanya melongo dengan mulut yang terbuka sempurna, Naruto memang kurang cerdas tapi semua cerita itu benar-benar tak bisa diterimanya begitu saja. Mata nya mengerjab-ngerjab tak percaya kemudian ia tersenyum sinis kearah Kyubi yang membuat kedua bola mata Kyubi melotot.

"Kau tak percaya dengan segala ucapanku Loki?" Rubah raksasa itu seakan mengerti apa yang dipirkan Naruto.

"Aku memang bodoh, tapi cerita mu jauh kebih bodoh." Ucapnya dingin.

Kyubi hanya mendengus kesal karena Naruto tak mempercayainya lagi.

"Kupikir setelah aku menceritakan segalanya maka kau akan ingat kembali kawanku."

Kini Naruto sedang terduduk di lantai putih yang begitu dingin, kalau memang ia berada dalam tubuhnya mengapa keadaan nya begitu dingin.

Lagi-lagi Kyubi membaca pikiran bocah itu "Karena tempat ini menggambarkan dirimu yang sebenarnya Loki, dingin ya hatimu begitu dingin dan penuh dengan rasa dendam yang membara. Sebenarnya aku sudah menolak ajakan mu untuk menghancurkan dunia langit tapi kau langsung mengendalikan seluruh tubuhku untuk dapat mematuhi perintahmu itu, harusnya kau sadar Loki bahwa ayah mu dan kedua kakakmu sangat menyayangimu. Meskipun cara mereka dalam mendidikmu itu jelas salah tapi mereka tetap keluargamu."

Naruto memandang Kyubi keheranan. "Maaf ya paman rubah, bukannya aku ingin menganggapmu gila tapi bicaramu memang seperti orang gila."

Grrrrrrrrrr~ Kyubi menggeram marah membuat Naruto ketakutan. Kyubi maju kedepan tapi sebelum dirinya menyerang Naruto, Kyubi langsung membuang mukanya kearah lain.

"Huh yasudah lah kita tunggu saja sampai usia mu 16 tahun, sebenarnya aku khawatir dengan keadaan mu tapi sepertinya kedua kakakmu menjaga dirimu dengan baik meskipun mereka juga tidak ingat apa-apa."

"Nee, emm siapa kedua kakakku itu? Aku ini anak pertama paman rubah! Aku hanya punya seorang adik."

"Adik? BAKA! Kau ini anak terakhir! Kau hanya punya 1 orang kakak laki-laki yang mempunyai rambut seperti pantat ayam dan seorang kakak perempuan yang mempunyai rambut berwarna merah jambu."

Kata-kata Kyubi sukses membuat Naruto kembali melongo seperti anak idiot, Kyubi pun terkekeh pelan.

"Kembalilah Loki, kita akan bicara lagi jika kamu sudah ingat masalalu mu."

Naruto hanya mematung tak mengerti bagaimana caranya kembali.

"Sepertinya semua orang begitu mengkhawatirkanmu, pejamkan saja matamu dan fokuskan untuk kembali Loki."

"Eh emang bisa ya?!" Naruto masih saja keras kepala.

"YA bisa lah BAKA!."

"Oke,oke slow dong Broder." *saking bodohnya si Naruto ngomong Inggris aja blepotan.

.

.

TBC

.

.

Sorry banget! Chapter kali ini sangat singkat karena Author sedang sibuk di dunia nyata ._. biasalah lagi magang ala Seles Panci!

Tunggu Chapter selanjutnya ya..

Dan terimakasih untuk yang sudah review