.

" kerja bagus, aku bangga padamu " ucap tuan Kim pada Bang Yongguk yang hanya tersenyum tipis, Namjoon yang melihat itu hanya berdecih pelan. Dia kesal pada sepupu yang selalu dipuji oleh ayahnya

" hentikan sikapmu itu! " bentak tuan Kim, pria berumur lebih dari setengah abad yang duduk di kursi roda itu mendelik tidak suka pada putranya, rupanya dia mendengar decihan Namjoon

" seharusnya kau banyak belajar dari Yongguk tentang bagaimana memimpin dan menjalankan organisasi "

" maafkan aku " ujar Namjoon pelan sembari membungkuk

" kau terlalu banyak membuang waktuku, jika kau tetap tidak menunjukkan kemajuan apapun, aku akan menyerahkan organisasi ini pada Yongguk " ucap tuan Kim lalu memerintahkan pengawalnya untuk membawanya pergi meninggalkan Namjoon dan Yongguk yang kemudian membungkuk hormat

" berhentilah mengurus berandalan di sekolahmu Namjoon-ah, kau harus lebih berkonsentrasi pada organisasi atau aku akan merebutnya darimu " ujar Yongguk sinis setelah tuan Kim dan kedua pengawalnya pergi dari ruangan tersebut, dia menatap Namjoon dengan pandangan meremehkan

" urus urusan sendiri "

" well, aku sudah bisa melihat siapa pemimpin organisasi ini selanjutnya " ditepuk pelan bahu Namjoon dan berjalan meninggalkan namja bersurai blonde pucat itu dengan seringai kebanggaannya

" brengsek " umpat Namjoon. Dia lalu mengambil ponsel dari saku mantel yang baru saja bergetar. Sebuah senyum tercetak di wajahnya begitu tahu siapa yang menghubunginya

" noona "

.

" bagaimana sekolahmu? " tanya Yunho saat makan malam, dia dan istrinya baru saja kembali dari luar negeri untuk urusan pekerjaan dan Daehyun bersyukur lebam di wajahnya sudah menghilang serta tidak ada yang memberitahu keadaannya beberapa hari terakhir ini pada kakak maupun kakak iparnya

" baik hyung "

" apa sekolah barumu menyenangkan sayang? " Jaejoong menaruh potongan steak yang sudah dipotong kecil ke piring Daehyun

" yeah, aku senang berada disana "

" kau sudah mendapatkan teman? Hyung sangat berharap soal ini "

Daehyun terkekeh " tentu saja, mereka teman yang baik "

" benarkah? Ajaklah mereka ke rumah dan makan bersama " Yunho bersemangat

.

" Seokkie.. "

Hoseok yang sedang memainkan pspnya mendongak untuk menatap sosok kakak satu-satunya " ada apa? "

" pakailah tuksedo terbaikmu dan pergi bersamaku "

" pergi saja sendiri "

Jung Ilwoo menghembuskan napas pelan " ini acara dengan rekan bisnis, mereka juga ingin mengenalmu "

Hoseok kembali menatap layar pspnya " aku tidak ingin mengenal mereka "

" bagaimana pun juga kau itu akan- "

" aku tidak akan masuk dalam bisnis memuakkan itu, berhentilah memaksaku "

" baiklah, aku akan pergi sendiri. Lain kali ikutlah bersamaku " Ilwoo lalu meninggalkan Hoseok yang kemudian menatap punggungnya

" aku tidak akan masuk ke dalam lingkungan yang membuat keluarga kita hancur "

.

Prang..!

Vas besar itu dibanting oleh tuan Min " dasar jalang! " bentak pria berusia 42 tahun itu pada wanita yang berstatus istrinya

" kau brengsek! " nyonya Min balas meneriaki suaminya

" ini semua gara-gara kau! Kau tidak bisa diharapkan untuk menjadi seorang ibu! "

" lalu kau pikir kau sudah menjadi ayah yang baik?! Yoongi seperti ini karena dia melihat tingkah brengsekmu setiap hari! "

PLAKK..

Tuan Min menampar nyonya Min hingga jatuh tersungkur, napasnya naik turun karena emosi yang memuncak. Dia baru saja mendapat laporan dari kepala pelayan tentang tingkah putra satu-satunya selama dia pergi ke luar negeri

" lalu untuk apa kau sebagai ibunya?! Aku bekerja dari pagi hingga tengah malam untuk memenuhi semua kebutuhannya seharusnya kau berada di rumah dan mengajarkan hal baik padanya! Dasar tidak berguna! "

Nyonya Min bangkit dan memegang pipinya " aku juga bekerja untuknya! "

" apa pekerjaanmu hah?! Merayu para lelaki? Jika bukan karena permintaan mendiang ibu aku tidak sudi menikah dengan pelacur sepertimu! "

" hei! Sadarlah siapa yang memohon untuk segera menikah? Aku membuang karirku sebagai model hanya untuk menikah dengan pria brengsek sepertimu ! "

" model? Kau hanya pelacur di agensi itu bodoh! "

Pertengkaran pasangan suami istri Min itu terus berlanjut dengan pecahnya beberapa barang di lantai satu. Makian, bentakan bahkan pukulan dan tamparan pun sering terdengar jika tuan dan nyonya Min berada di rumah. Sementara itu di kamar, Yoongi meremas surai hitamnya dan membenamkan wajahnya ke bantal. Wajahnya basah dan napasnya tersengal, dia terlihat begitu tertekan dengan keadaan rumahnya

" Yoongi memukul, masuk sel dan sekarang ketahuan merokok di sekolah! Ini semua karena kau tidak bisa mendidiknya dengan baik! "

" dia mencontohnya darimu brengsek! "

Yoongi yang sudah tidak tahan mendengar suara pertengkaran orang tuanya pun keluar dari kamar dan berjalan menuruni tangga, dia dapat melihat tatapan takut dan prihatin dari beberapa maid di sudut ruang tengah yang membuatnya bertambah muak

" kalian berisik! " teriaknya membuat tuan dan nyonya Min menoleh

" sayang, masuklah ke kamarmu " ujar nyonya Min lembut , sangat berbanding terbalik dengan suaranya beberapa saat tadi

Yoongi mengambil pisau kecil dari dalam saku celananya dan mengarahkan benda tersebut ke lehernya

" jika kalian bertengkar lagi benda sialan ini akan menembus leherku "

Tuan Min menggeleng cepat, pria dengan dandanan ala casanova itu berkata dengan lembut " jangan sayang, buang benda itu "

Nyonya Min mengangguk, dia pun melangkah menuju Yoongi yang berdiri di ujung tangga dengan wajah frustasi

" berikan benda itu pada eomma sayang, kau tidak boleh memegang benda berbahaya seperti itu "

Yoongi lalu melempar pisau tersebut ke lantai dan kembali ke kamarnya, dia benar-benar muak dengan keluarganya. Dirinya meraih kunci mobil dan jaket beserta dompet lalu pergi menenangkan diri di klub malam, diacuhkan teriakan ayahnya yang bertanya dia hendak pergi kemana serta ibunya yang mulai menjerit karena sang ayah memulai lagi pertengkaran mereka dengan kembali menyalahkan nyonya Min atas kelakuan Yonggi. Dia menghubungi kedua sahabatnya, Namjoon dan Hoseok dalam perjalanan menuju klub Heaven. Dipukul keras stir mobil dan berteriak sekuat yang dia bisa. Yoongi muak dengan ayahnya, Yoongi muak dengan ibunya. Yoongi muak dengan keluarganya

.

" apa kau juga mengajak Daehyun? " tanya Namjoon saat tiba di ruang VIP klub Heaven

Yoongi menggeleng dan kembali meneguk smirnoffnya " aku tidak punya nomor ponselnya, ajak saja dia kemari "

Namjoon lalu duduk di samping Yoongi dan menghubungi Daehyun

" nde "

" oh, Daehyun-ah kau sibuk? "

" tidak, ada apa? "

" datanglah ke Heaven sekarang "

" baiklah " PIP

" dia akan segera datang, dimana Hoseok? " Namjoon menuangkan smirnoff ke dalam gelas miliknya

" dia masih menjemput mainannya terlebih dahulu "

Namjoon terkekeh senang " aku akan sangat senang jika dia mau berbagi mainannya padaku "

" aku muak dengan keluargaku, mereka brengsek " ujar Yoongi setelah membakar ujung rokoknya dan menghisap batang kanker tersebut

Namjoon lalu mengisi lagi gelas Yoongi dengan smirnoff, dia sangat tahu dengan jelas kondisi keluarga Yoongi, mereka telah bersahabat cukup lama untuk saling mengetahui satu sama lain

" aku juga muak, Yongguk berpikir dia yang paling hebat. Appa akan memberikan organisasi padanya jika aku tidak menunjukkan kemajuan apapun "

Yoongi menoleh " eh? Itu tidak boleh terjadi. Masa depanku tergantung pada organisasimu " dirinya berencana untuk ikut ke bekerja sama dengan organisasi Namjoon meskipun perusahaan ayahnya akan jatuh ke tangannya namun dia akan mendapat keuntungan yang lebih besar jika bersama organisasi Namjoon

" aku juga tidak akan membiarkan hal itu terjadi Yoongi-ah, aku akan membuktikan pada appa jika aku lebih baik dari pada Yongguk brengsek itu "

" hai " Hoseok masuk dengan membawa seorang yeoja yang terlihat sedikit risih, yeoja dengan dress sepaha berwarna biru itu memeluk tangan Hoseok protektifs

" akhirnya kau datang juga, ini mainan barumu? " Namjoon menatap yeoja yang datang bersama Hoseok, dia merasa pernah melihat yeoja tersebut. Yeoja itu menatap tajam pada Namjoon

Hoseok duduk di hadapan Yoongi dan Namjoon " ya, bagaimana? "

Yoongi tersenyum sekilas " dia menarik, apa kami juga boleh mencobanya? "

" ah! Aku baru mengingatnya " Namjoon memukul meja pelan " kau adik Himchan bukan? Wah, aku tidak menyangka kau berada disini, bagaimana bisa kau pergi? Apa iblis betina itu mengijinkanmu pergi? "

" kau mengenal Taehyung? "

" nde, dia adik dari Himchan tunangan Yongguk "

Taehyung hanya tersenyum singkat lalu bersandar di bahu Hoseok

" hai, apa aku terlambat? " Daehyun baru saja tiba, dia langsung masuk dan duduk di samping Namjoon

" tidak, kami bahkan baru akan memulainya " ujar Yoongi lalu mengisi gelas Daehyun dengan smirnoff

" siapa dia? " tanya Daehyun saat melihat Taehyung, matanya lalu beralih ke paha mulus Taehyung yang jelas terlihat

" mainan Hoseok "

" aku bukan mainan Hoseok! Aku kekasihnya! " bentak Taehyung marah, dia menatap tajam pada Namjoon

" heol.. kekasih? Kau bermimpi terlalu tinggi nona Kim " Yoongi mengibaskan tangannya di depan wajah Taehyung sementara Hoseok hanya tertawa pelan tanpa berusaha membela Taehyung

" sadarlah, kau itu hanya mainan Hoseok " tambah Namjoon dengan wajah yang menurut Taehyung sangat menyebalkan itu

" brengsek! " Taehyung bangkit namun dia segera ditarik oleh Hoseok

" mau kemana? "

" aku mau pulang "

Hoseok menyeringai lalu mendekatkan wajahnya ke wajah Taehyung

" pulang? siapa yang mengijinkanmu? Kau akan menemaniku dan memuaskanku bersama teman-temanku malam ini "

Plakk..

Kedua mata Hoseok melebar, Taehyung baru saja menamparnya dengan cukup keras sementara Yoongi, Namjoon dan Daehyun menatap takjub. Ini pertama kalinya Yoongi dan Namjoon melihat Hoseok ditampar oleh yeoja sedangkan Daehyun mengakui sikap berani Taehyung

" kau akan menyesalinya " ujar Hoseok lalu mendorong tubuh Taehyung dan mencumbu kasar yeoja tersebut. Tidak dihiraukan teriakan dan rontaan Taehyung, Hoseok pun merobek dress tersebut hingga memperlihatkan pakaian dalam berwarna biru dan tubuh putih bersih Taehyung

Yoongi menyikut lengan Namjoon yang langsung bangkit " boleh kami bergabung Hosek-ah? "

Hoseok mendongak dan mengangguk dua kali " tentu "

" kau tidak ingin bergabung? " tanya Yoongi pada Daehyun yang menghabiskan smirnoff di gelasnya sedangkan Namjoon sedang memasukkan miliknya ke dalam mulut Taehyung

" apa boleh? "

Yoongi meninju pelan bahu Daehyun " tentu saja "

" baiklah "

.

Jimin sedang membereskan lokernya saat Namjoon memeluk pinggangnya erat

" kau mengagetkanku oppa "

Namjoon hanya tertawa pelan lalu memutar tubuh Jimin hingga dia bisa menatap wajah imut dan polos kekasihnya itu

" aku merindukanmu "

Jimin memukul lengan Namjoon pelan " dasar perayu, cepat lepaskan bagaimana jika ada guru yang melihat? "

Namjoon berdecak lalu melepaskan pelukannya " malam nanti kau punya acara? "

Jimin berbalik dan mengambil beberapa buku yang dia perlukan untuk pelajaran berikutnya " tidak ada "

Namjoon bersandar di loker sebelah loker Jimin " temani aku menjemput Seokjin noona "

" unnie akan pulang? wah.. sudah lama sekali "

Namjoon bergumam " pekerjaannya sudah selesai "

" unnie pasti bertambah cantik "

" tentu saja "

.

Youngjae menggeram pelan sembari memukul kepalanya, dia masih saja mengingat kejadian beberapa waktu lalu bersama Daehyun di ruang kesehatan

" pabo Youngjae! "

" kau akan semakin bodoh jika terus memukuli kepalamu seperti itu "

suara Daehyun mengagetkan Youngjae, yeoja bermarga Yoo itu menoleh dan mendapati Daehyun yang sedang menatap lurus ke arahnya. Dia sendiri tidak tahu kapan namja ini masuk karena sejak tadi kelasnya kosong

" jangan pedulikan aku " Youngjae lalu beranjak dari kursinya dan bergegas keluar tapi Daehyun menahan lengannya

" maafkan aku. Aku tahu kau pasti tidak suka dengan kejadian beberapa hari lalu "

" tidak perlu dipikirkan, anggap saja tidak pernah terjadi " Youngjae berusaha melepaskan genggaman tangan Daehyun

" bisa kau lepaskan? " tanya Youngjae setelah berusaha keras dan tidak berhasil

Daehyun menggeleng " tidak, ikut denganku "

Daehyun lalu menarik Youngjae keluar kelas

" yak! Apa yang kau- aishh yak! Jung Daehyun! " namun Daehyun tidak menanggapi teriakan Youngjae, dia terus menarik yeoja tersebut ke ruang kesehatan tanpa mempedulikan pandangan orang-orang yang mereka lewati

" apa hubungan Youngjae dengan orang baru itu? " tanya Seunghoon pada Mino yang sedang menikmati lollipop rasa cola

Mino mengangkat bahunya " entahlah, mungkin mereka sepasang kekasih "

" aku masih kesal dengannya " Seunghoon memandang keluar jendela

" lupakan, sekarang kita sudah menjadi satu " geng Winner telah menjadi bagian dari geng Bangtan setelah Yoongi dan Hoseok mengalahkan Seunghoon dan Mino di parkiran klub Heaven beberapa hari lalu

" dasar brengsek! " teriak Youngjae saat mereka telah sampai di ruang kesehatan, dia lalu mendorong Daehyun agar menyingkir dari pintu

" jadilah kekasihku "

" mwo?! "

Daehyun menatap lurus Youngjae dengan pandangan serius " kita resmi menjadi sepasang kekasih hari ini "

Kedua alis Youngjae terangkat, namja di hadapannya benar-benar tidak waras

" kau tidak waras? "

" aku sangat waras "

" kalau begitu aku yang gila. Minggir! " Youngjae tetap berusaha menyingkirkan Daehyun dari pintu. Daehyun lalu memegang bahu Youngjae dan menghempas tubuh yeoja itu ke tembok, sebelah tangannya memegang dagu Youngjae dan dia mulai mencium Youngjae kasar

Kedua mata Youngjae melebar karena perlakuan Daehyun, dia berusaha mendorong, memukul bahkan mencakar leher Daehyun namun namja Jung itu tetap tidak peduli dan tetap melanjutkan kegiatannya melahap bibir Youngjae hingga kebutuhan Daehyun akan oksigen mendesak, dia melepaskan tautan bibir mereka dan mendapati Youngjae dengan wajah basah akibat saliva Daehyun dan air mata Youngjae serta bibir yang sedikit membengkak. Daehyun lalu memeluk Youngjae yang sedang terisak, dielus lembut surai hitam Youngjae

" maafkan aku "

" kau brengsek Jung Daehyun "

" ya, aku brengsek dan kau kekasihku "

.

Himchan tersenyum lebar saat melihat kekasihnya masuk ke ruangannya, dia lalu beranjak dan segera memeluk namja bermarga Bang tersebut

" apa yang kau perbuat disini Gukkie? "

Yongguk mengesek ujung hidungnya ke ujung hidung Himchan " apa aku tidak boleh mengunjungi kekasihku? "

" tentu saja boleh, apa kau membawa kabar yang baik? "

Yongguk mengangguk " aku akan segera menjadi pemimpin organisasi "

" eh? Benarkah? Apa tua bangka Kim itu sudah menyetujuinya? "

Yongguk mengecup lembut bibir Himchan " belum untuk saat ini tapi aku sangat yakin dengan posisiku "

" Namjoon tidak akan bisa melampauimu sayang "

" tentu saja " Yongguk lalu mencium bibir Himchan kasar dan segera membaringkan yeoja itu ke sofa dan menindihnya

" aku sudah tidak sabar lagi " Yongguk membenamkan kepalanya ke perpotongan leher Himchan

" just do it " ujar Himchan disela desahannya akibat permainan lidah Yongguk di lehernya, dia meremas surai hitam legam milik kekasihnya itu bahkan kedua kakinya sudah melingkar di pinggang Yongguk

Tangan kanan Himchan bergerak dan meremas sesuatu dibalik celana jins Yongguk hingga membuat namja Bang menggeram rendah, dia lalu menghentikan kegiatannya di leher Himchan dan menatap kekasihnya

" kau selalu tidak sabar "

.

Hoseok dan Yoongi bersandar di sofa hitam yang terdapat di atap sekolah, sofa hitam itu dibeli Hoseok sebagai tempat bersantai dirinya dan dua sahabatnya. Mereka memilih membolos pelajaran terakhir dan menikmati matahari terbenam sedangkan Namjoon tidak beruntung karena Jimin memaksanya untuk mengikuti pelajaran terakhir

" nyaman sekali " Hoseok memejamkan matanya

" ya, posisi kita di sekolah ini sudah kuat "

Hoseok bergumam, dia puas telah menguasai semua geng di sekolah mereka tanpa terkecuali bersama kedua sahabatnya

" ini tahun terakhir bukan? Aku sudah tidak sabar "

" aku juga, setelah ini apa kau akan melanjutkan sekolah? "

Yoongi menggeleng " aku bosan, aku akan langsung berbisnis bersama Namjoon. Bagaimana denganmu? Apa Ilwoo hyung memaksamu masuk universitas? "

Hoseok mendesah pelan " mendiang ibuku yang menginginkannya "

Yonggi mengangkat jarinya hingga sejajar dengan wajahnya dan menutupi sinar orange matahari " terkadang itu menjadi sesuatu yang memuakkan Hoseok-ah "

" kau benar, tapi aku tetap harus melakukannya. Sebut saja ini sebagai bakti seorang anak "

Yoongi terkekeh pelan " kau tidak mendapat kesulitan saat mengantar Taehyung? "

" awalnya dia marah, kami bahkan bertengkar lagi di mobil tapi kemarahannya reda saat aku mengatakan jika aku mencintainya. Sangat bodoh "

Yoongi dan Hoseok tertawa keras " ya, dia sangat bodoh "

.

" Seokjin akan kembali malam ini bukan? "

Namjoon berbalik dan mendapati Yongguk sedang bersandar di pintu balkon dengan seringai menyebalkan di wajahnya

" bukan urusanmu "

Yongguk terkekeh " tentu saja itu urusanku, ah.. aku sangat merindukan sepupuku yang cantik itu "

" jangan pernah menyentuh noona-ku " Namjoon lalu berjalan melewati Yongguk, kepalanya bisa terbakar jika berbicara dengan namja yang berstatus kakak sepupunya itu. Yongguk adalah orang yang sangat menyebalkan untuk Namjoon

" aku tidak menyentuhnya. Setidaknya belum "

" aku akan membunuhmu "

Dan ancaman Namjoon membuat senyuman Yongguk menjadi lebih lebar

.

Yoongi bersandar di pinggir bathup dengan mata terpejam, dihirup aroma lemon yang membuat pikirannya segar. Tangannya sibuk memainkan busa di permukaan air. Telinganya tidak mendengar suara ribut pertengkaran kedua orang tuanya, tentu saja mereka sedang pergi entah kemana tapi Yoongi tidak peduli

" aku akan hidup lebih lama jika setenang ini "

.

" welcome back noona " Namjoon memeluk Seokjin erat

" noona merindukanmu "

Namjoon melepas pelukannya dan mengecup lembut dahi Seokjin " noona semakin cantik "

" dasar perayu tapi apa kau sehat? " tanya Seokjin khawatir melihat tubuh Namjoon yang sedikit kurus

Namjoon mengangguk " aku sangat sehat noona "

" dan aku dilupakan " cibir Jimin yang sejak tadi berada di balik punggung Namjoon, yeoja Park itu lalu memeluk Seokjin

" aku merindukanmu unnie "

" unnie juga, apa kau menjaga Namjoon dengan baik selama aku pergi? "

" tentu saja unnie "

.

Daehyun sedang memainkan rubik saat ibunya menelpon

" nde eomma "

" bagaimana kabarmu sayang? "

" baik, bagaimana dengan eomma dan appa? " Daehyun membuang rubik itu ke udara lalu menangkapnya

" eomma dan appa juga baik, bagaimana sekolahmu? Eomma harap kau tidak merepotkan Yunho dan Jaejoong "

Daehyun terkekeh " tentu saja tidak eomma, aku menjadi anak yang baik "

" lalu untuk apa kau pergi ke club? Tempat itu tidak pernah baik untukmu "

" eh? " Daehyun terkejut hingga dia gagal menangkap rubik dan terjatuh ke ranjang

" eomma melihatnya di sns-mu, kau memposting foto bersama 3 orang namja "

" oh, temanku berulang tahun dan mengadakan pesta disana. Tenang saja, semuanya baik-baik saja eomma "

" jangan mengulangi perbuatanmu yang dulu lagi sayang "

" nde eomma "

" eomma masih punya banyak urusan. Nanti eomma akan menghubungimu lagi. Jaga kesehatanmu sayang, eomma mencintaimu "

" nde, aku juga mencintai eomma "

.

" selamat datang princess "

Seokjin menoleh dan menatap Yongguk yang sedang tersenyum lebar padanya, namja itu lalu mendekat dan duduk di sampingnya. Mata Seokjin bergerak ke kiri dan ke kanan berharap ada maid atau siapa pun di sekelilingnya namun hasilnya kosong, ini sudah jam 1 pagi dan dia mengutuk dirinya yang masih menonton di ruang tengah seharusnya dia menonton di kamar saja

" be calm " ujar Yongguk dengan suara rendahnya

" apa yang kau inginkan? "

Yongguk tersenyum, dia lalu mendekatkan wajahnya pada wajah Seokjin

" menatapmu seperti ini, sudah lama aku tidak melakukanya. Kau terlihat semakin cantik Seokjinnie "

Seokjin mendorong Yongguk dan beranjak dari sofa namun tangannya ditarik kasar hingga dia kembali duduk " aku masih ingin melihatmu "

Seokjin berusaha melepas genggaman Yongguk di pergelangan tangannya, bibirnya bergetar hebat " aku tidak ingin melihatmu "

" kenapa kau jadi setakut ini? apa malam itu aku membuatmu trauma terlalu dalam? "

Ingatan Seokjin kembali mengingat peristiwa 4 bulan lalu yang membuatnya langsung pergi ke Paris " kumohon, aku benar-benar tidak ingin melihatmu "

Yongguk menyeringai lebar mendapati keadaan Seokjin seperti ini, dia puas bisa menundukkan yeoja angkuh di hadapannya

" apa yang kau lakukan? " suara Namjoon membuat Seokjin bernapas lega, dia bersyukur adiknya itu telah kembali dari mengantar Jimin pulang ke rumah

Yongguk melepaskan genggaman tangannya dan beranjak dari sofa " aku hanya mengucapkan selamat datang pada sepupuku "

Namjoon menggeram saat melihat wajah ketakutan Seokjin, dia lalu menghampiri kakaknya dan berdiri di hadapan Yongguk. Seokjin pun segera bersembunyi di punggung Namjoon

" jangan pernah mendekatinya lagi "

" kau bertingkah seolah bisa melindunginya " Yongguk lalu meninggalkan Namjoon dan Seokjin

" noona baik-baik saja? " tanya Namjoon pada Seokjin setelah Yongguk pergi

Seokjin mengangguk pelan

" apa yang dia lakukan pada noona? "

Seokjin menggeleng " tidak ada tapi aku tidak ingin melihatnya lagi "

Namjoon merasa kakaknya sedang menyembunyikan sesuatu darinya namun dia tidak bisa memaksa yeoja kesayangannya itu untuk bercerita

" beristirahatlah, aku akan mengantar noona ke kamar "

.

Youngjae menaruh kembali buku-buku yang selesai dia baca ke rak perpustakaan, dia mendesah berat mengingat kejadian kemarin. Dirinya terlihat begitu lemah dan tidak berdaya di hadapan Daehyun

" sepasang kekasih? Aku pasti sudah gila "

" kau sudah memiliki kekasih? " suara Junhong sukses membuat Youngjae menjatuhkan beberapa buku yang belum sempat diletakkannya dan membuatnya menjadi perhatian para penghuni perpustakaan

" kau membuatku terkejut Junhong-ie " omel Youngjae lalu kembali memungut buku-buku di lantai

Junhong hanya tersenyum lebar hingga matanya menjadi semakin sipit

" mian Jae-ie, aku hanya bertanya tapi itu bagus jika kau sudah punya kekasih, itu artinya kau sudah tidak lagi memikirkan Seunghoon bodoh itu lagi "

Youngjae berdecak " jangan menyebutnya bodoh "

Junhong mengikuti Youngjae yang berjalan keluar dari perpustakaan, yeoja berkulit salju itu hanya menemani Youngjae belajar untuk seleksi masuk perguruan tinggi

" lalu aku harus menyebutnya apa? orang yang menyakiti sahabatku pantas disebut bodoh "

" terserah kau saja nona Choi "

" setelah ini kita makan es krim? "

Youngjae menatap Junhong " kau melupakan diet-mu? "

Junhong memainkan ujung jarinya " hanya sedikit, lagipula aku sudah berhasil menurunkan berat badanku hingga 3 kilogram "

" benarkah? Tapi aku merasa kau semakin terlihat gendut " Youngjae lalu berlari meninggalkan Junhong yang masih memproses perkataannya

" yak! " Junhong berteriak dan menghentakkan kakinya ke lantai, yeoja tinggi itu lalu mengejar Youngjae yang sudah berbelok

Brukk..

" aisshh " Youngjae mengelus dahinya

" untuk apa kau berlari seperti itu? " tanya Daehyun dingin

" ah? Tidak ada " Youngjae bangkit dan merapikan seragamnya yang sedikit berantakan

" berhentilah bersikap menyebalkan seperti itu " ucapan Daehyun membuat Youngjae menundukkan kepalanya, suara Daehyun yang rendah dan dingin membuat nyali Youngjae pergi entah kemana

" setelah sekolah selesai, tunggu aku di kelas " setelah mengatakan itu Daehyun lalu berjalan meninggalkan Youngjae

" eh? Menunggunya di kelas? Bukankah- "

" ayo ke kelas " Junhong yang baru saja muncul lalu menarik tangan Youngjae

.

" Mino oppa " panggil Jimin pada Mino yang baru saja akan meminum air di tepi lapangan, dia baru saja selesai bermain basket bersama Seunghoon, Yoongi, Hoseok, Jaebum dan Namjoon

" ada apa? "

Jimin menyerahkan selembar undangan pada Mino " Youngmin dan Minwoo akan merayakan tahun ketiga mereka di Heaven besok malam "

" berlebihan, ini pasti ide Youngmin "

Jimin mengangguk semangat " dan aku yang merencanakan pesta "

" aku akan datang. Terima kasih " Mino lalu ke lapangan

" nde oppa "

.

" aku sangat mendukung keputusan tuan Kim untuk menjadikanmu sebagai pemimpin organisasi ini Yongguk-ah " Kim Junmyeon menuangkan red wine ke gelasnya dan gelas Yongguk

" Namjoon sama sekali tidak menunjukkan perkembangan apapun, dia hanya menangani beberapa transaksi kecil dan menagih pajak dari setiap klub malam di Gangnam " Yongguk lalu meminum red winenya

" itu menyedihkan untuk pewaris seperti dia "

Yongguk terkekeh " karena itu aku sangat yakin dengan posisi ini, tinggal menunggu si tua bangka Kim pergi dari dunia dan aku akan mendapatkan semuanya "

" kenapa harus menunggu? Kau bisa membuatnya pergi dengan cepat "

Yongguk menatap Junmyeon yang sedang menyeringai padanya

" kau melakukannya pada ayahmu? "

Junmyeon mengangguk, namja berwajah seperti malaikat itu meneguk habis red winenya " aku tidak bisa menunggu Yongguk-ah "

.

" makanlah yang banyak appa " Seokjin menambah samgyetang ke mangkuk sang ayah

" gomawo Jinnie, appa sangat merindukan masakanmu "

" karena itu makanlah yang banyak, appa dan Namjoon terlihat kurang sehat "

" apa Namjoon sudah pulang? "

Seokjin menggeleng " mungkin sebentar lagi "

" appa sangat mengkhawatirkan dirinya, dia tidak menunjukkan kemajuan apapun appa rasa dia terlalu sibuk mengurusi sekolahnya "

" appa.. "

" appa sangat mengharapkan dia untuk meneruskan organisasi ini "

Seokjin mengelus punggung tangan ayahnya " aku yakin dia bisa melakukannya "

" kapan Jinnie? Appa masih tidak yakin untuk menyerahkan organisasi ini pada Yongguk, dia terlihat sangat ambisius dan terlalu kejam. Appa takut dia berbuat sesuatu pada kalian berdua saat appa sudah tidak ada lagi "

" jangan berbicara seperti itu appa "

" organisasi ini selalu dipimpin oleh keturunan Kim sayang "

" karena itu appa harus yakin pada Namjoon, dia pasti bisa menggantikan appa untuk memimpin organisasi ini "

Tuan Kim mengelus wajah Seokjin " berilah dia pengertian Jinnie "

" baik appa " Seokjin mengangguk paham namun dalam hati kecilnya dia ingin menghentikan semua ini. Dia muak dengan organisasi yang membuatnya dan Namjoon kehilangan ibu mereka di usia yang masih sangat membutuhkan kehadiran dan kasih sayang seorang ibu

" appa akan menikahkanmu dengan Woo Jihoo "

" eh? "

Tuan Kim mengangguk " dia adalah orang yang bisa melindungimu "

Seokjin mengingat sosok namja yang merupakan teman sekelasnya semasa sekolah, Woo Jihoo atau sekarang dipanggil Zico adalah pemimpin yakuza Jepang yang paling berpengaruh dan disegani

" lakukan apapun yang bisa membuat appa tenang "

Tuan Kim tersenyum " terima kasih Seokjinnie "

.

Youngjae mengetuk permukaan meja dengan jarinya, sekolah sudah berakhir satu jam yang lalu dan Daehyun belum juga tiba

" apa dia tidak datang? "

Youngjae memutuskan beranjak dari kursinya dan berjalan keluar kelas, dia bosan menunggu Daehyun jika tahu seperti ini dia lebih memilih pulang bersama Junhong

" mau kemana? " karena berjalan sembari menunduk Youngjae tidak sadar jika Daehyun berdiri di ujung tangga

" aku mau pulang, ini sudah hampir malam "

" aku menyuruhmu menungguku bukan? "

Youngjae berdecak " aku sudah menunggu selama satu jam, itu batas toleransiku jadi sekarang menyingkirlah dari hadapanku "

" ayo kita pulang " Daehyun menggandeng tangan Youngjae dan berjalan menuruni tangga. Tangan Daehyun hangat dan pas menggenggam tangan Youngjae yang lebih kecil darinya

" apa yang kau lakukan tadi? "

Daehyun membuka pintu Audi kuningnya untuk Youngjae " sesuatu yang tidak boleh kau tahu "

" aku mengerti "

" kau ingin langsung pulang atau pergi ke suatu tempat? " tanya Daehyun setelah menyalakan mesin mobil

" langsung pulang, aku lelah "

Daehyun mengangguk lalu melajukan mobilnya keluar dari wilayah sekolah, mereka berdua hanya terdiam sepanjang perjalanan. Youngjae heran darimana Daehyun bisa mengetahui alamat rumahnya saat mobil Daehyun berhenti di depan rumahnya

" setelah ini jangan pergi kemana pun "

" aku tahu, aku bukan tipe yeoja yang suka keluar malam "

" baguslah " Daehyun lalu meraih tengkuk Youngjae dan menariknya kemudian mengecup lembut dahi Youngjae

" sampai jumpa besok di sekolah, aku akan menjemputmu "

Youngjae merasa wajahnya memanas hingga ke telinga dan leher, dia hanya mengangguk kaku dan mengucapkan terima kasih lalu keluar setelah Daehyun membukakan pintu untuknya

" hati-hati " ucap Youngjae saat mobil Daehyun meninggalkannya

.

Yoongi mendrible bola di tangannya beberapa kali sebelum memasukkan benda bundar itu ke dalam ring, dia baru saja melakukan three point shoot. Yoongi berjalan mengambil bolanya dan melakukan hal yang baru saja dia lakukan tadi hingga dua maid menghampirinya, salah satu dari mereka terlihat membawa ponsel Yoongi

" tuan, ponsel anda sejak tadi terus berbunyi "

Yoongi melakukan three point shot lagi sebelum meraih handuk untuk mengeringkan keringat di leher dan wajahnya, tangan kirinya menerima ponsel yang sudah memiliki 4 missed call dari Jimin. Dia lalu membentangkan handuk di leher dan meminum air yang diserahkan oleh maid

" ada apa? "

" oppa bersama kekasihku? " suara serak manja Jimin terdengar

Yoongi duduk di lantai lapangan dengan sebelah tangan menyangga tubuhnya

" tidak, kenapa? "

" nomor Namjoon oppa tidak aktif "

" mungkin dia bersama Hoseok "

" aku juga sudah menghubungi Hoseok oppa dan Namjoon oppa tidak bersamanya "

" sudah menghubungi Seokjin noona? "

" nomor Seokjin noona juga tidak aktif " dan Jimin mulai merengek

" mereka sangat kompak. Sudahlah tidak perlu khawatir, mungkin saja ponsel mereka berdua kehabisan baterai dan mereka tidak menyadarinya "

" apa aku harus mendatangi rumah Namjoon oppa? "

Yoongi berdecak " jangan melakukan hal konyol Jiminie, kau harus ingat jika Namjoon melarangmu mendatangi rumahnya "

" lalu aku harus bagaimana? " kali ini terdengar sangat jelas Jimin merengek, Yoongi bisa membayangkan kalau sekarang Jimin sedang memeluk boneka sapi pemberian Namjoon yang hampir sebesar dirinya dengan mata berair dan bibir yang mengerucut lucu

Yoongi menatap langit malam " tidurlah, ini sudah malam. Kau akan bertemu kekasihmu besok "

" tapi aku merindukan Namjoon oppa " suara Jimin mulai serak

" kau merepotkan sekali Jiminie, bukankah setiap hari kalian bertemu? Untuk apa saling merindukan satu sama lain "

" oppa tidak punya kekasih jadi tidak tahu rasanya seperti apa "

" yak! Kau membuatku kesal Park Jimin! " PIP. Topik tentang kekasih adalah topik yang sensitif untuk Yoongi

Drrt.. drrt..

From : Park Jimin

Mian oppa. Jaljayo ^^

" Jiminie merepotkan "Yoongi pun berbaring dan menggunakan lengan kirinya sebagai alas, dia menatap langit malam Gangnam yang selalu terlihat gelap

.

Dorr..

Dorr..

Dorr..

Tiga tembakan dari pistol Seokjin tidak mengenai satu pun dari targetnya, yeoja Kim itu menatap kesal pada sasaran berbentuk tubuh manusia

" wae?! " teriak Seokjin lalu meletakkan pistolnya kasar

" bersabarlah noona, kau sudah melakukan yang terbaik " ujar Namjoon yang sejak tadi berdiri di sampingnya

Seokjin melepas earphone dan menyerahkan pada seorang namja yang baru saja berdiri di samping Namjoon

" apanya yang terbaik? Kau sedang mengejekku? " ujar Seokjin tidak terima. Seharusnya dia menembak bagian kepala dari target namun dia malah menembak lengan, perut dan leher target

Namjoon menyerahkan sebotol air pada Seokjin " tembakan terakhir mengenai leher, itu sudah bagus untuk pemula seperti noona "

Seokjin berdecak " tetap saja terlihat payah, kau saja hanya butuh satu kali tembakan untuk mengenai sasaran tidak seperti aku yang butuh tiga kali itu pun tidak mengenai sasaran sama sekali "

Namjoon terkekeh " sudahlah noona, latihannya sampai disini saja. Kita lanjutkan besok jika noona punya waktu "

" besok aku harus meresmikan butikku lalu setelah itu aku akan sibuk mengurusi butik dan menghadiri berbagai seminar Namjoon-ah "

Namjoon menggenggam tangan kiri Seokjin " kita akan berlatih lagi saat noona benar-benar punya waktu "

Seokjin menunduk " dan aku tidak akan pernah berhasil, bagaimana bisa aku melindungimu jika menembak tepat sasaran saja tidak bisa "

Kedua alis Namjoon terangkat mendengar pernyataan kakak satu-satunya itu, dia lalu tersenyum lembut " noona tidak perlu melakukannya, aku akan melindungi diriku sendiri dan melindungi noona. Sekarang kita pulang "

.

" tuan, ada tamu yang ingin menemui anda "

Hoseok menghentikan gerakan mengunyah dan mendongak pada maid yang baru saja berbicara " siapa? "

" seorang yeoja bernama Kim Taehyung "

" suruh dia kesini "

" baik tuan "

Beberapa saat kemudian Taehyung muncul dengan menggendong seekor Golden Retiever jantan yang masih kecil

" hai oppa "

" hai, duduklah " ujar Hoseok lalu tersenyum mengelus kepala anjing yang baru saja dibawa oleh Taehyung

" ini untuk oppa "

" untukku? Kupikir ini milikmu "

Taehyung menggeleng " aku membelikannya untuk oppa, dia seekor jantan Golden Retriever "

Hoseok langsung menggendong anjing tersebut sambil sesekali menciuminya

" gomawo Hyunggie "

" ayo beri dia nama " ujar Taehyung antusias

" nama? Ah.. aku sedang memikirkannya "

" bagaimana kalo Charles, Roger atau Henry? "

Hoseok menggeleng " bagaimana kalau Darong? "

Kening Taehyung berkerut " Darong? Itu terdengar seperti nama kucing "

" ah.. kenapa sulit sekali "

" Hobbi, namai dia Hobbi "

Guk.. gukk..

Anjing di gendongan Hoseok menyalak dua kali seperti setuju dengan nama pemberian Taehyung

Hoseok menatap anjing tersebut " kau menyukainya? Nde, namamu adalah Hobbi. Hobbi-ya.. "

Guk.. gukkk..

" aigoo, dia mengemaskan sekali " Taehyung mengelus kepala Hobi

" mian " ucap Hoseok setelah lama terdiam dan memandangi Taehyung yang sibuk bermain dengan Hobbi di gendongannya

" apa? "

" aku minta maaf atas perlakuanku beberapa waktu lalu padamu "

Taehyung bangkit dan mengecup dahi Hoseok " lupakan oppa "

Guk.. gukk..

" dia sepertinya cemburu kau menciumku tadi "

Taehyung tertawa pelan " dia anjing jantan oppa "

" aku belum membeli kandangnya lalu makanan dan selimutnya, aigoo.. apa di jam seperti ini petshop masih buka? "

" aku rasa tidak lagi oppa, ini sudah jam 9. Petshop biasanya tutup lebih awal "

" sial, apa mereka tidak bisa buka hingga larut malam? "

Taehyung berdecak " itu petshop bukan klub malam oppa, malam ini Hobbi tidur bersama oppa besok aku akan membantu mencari perlengakapan Hobbi "

.

Yongguk membuka matanya dan menatap Himchan yang tertidur disisinya, dia tersenyum lalu membelai lembut wajah Himchan sebelum mengecup bibir plum tersebut. Ponselnya bergetar di meja nakas menampilkan nama dan foto Junmyeon

" ya "

" kau dimana? datanglah ke Heaven sekarang "

" ada apa? "

" aku ingin mengenalkan kau pada seseorang "

Yongguk merenggangkan tubuhnya lalu beranjak pelan dari ranjang, dia berusaha agar Himchan tidak terbangun dari tidurnya " aku akan tiba 10 menit lagi "

" aku menunggu " PIP

" mau kemana Gukkie? " langkah Yongguk yang sedang menuju kamar mandi terhenti, namja yang memiliki tato di punggung sebelah kiri itu menoleh pada Himchan yang sudah bersandar di ranjang dengan selimut putih menutupi tubuh

" aku punya urusan sebentar, lanjutkan tidurmu Hime "

" apa akan lama? "

" tergantung, lanjutkan saja tidurmu "

Himchan kembali merebahkan tubuhnya dan menarik selimut hingga menutupi kepalanya sedangkan Yongguk masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri

.

" kenalkan ini Yifan, dia pemimpin mafia Dduizhang " Junmyeon memperkenalkan seorang namja tinggi dengan surai emas dan wajah angkuh

" senang bertemu Yifan-ssi "

Wu Yifan mengangkat sudut bibirnya sedikit " aku juga senang bertemu dengamu Bang Yongguk-ssi "

" Yongguk adalah calon pemimpin mafia Kim "

Yifan mengangguk " aku pernah mendengarnya, mafia Kim adalah satu dari mafia terhebat dan paling berpengaruh di Korea Selatan bukan? "

" tepat sekali Yifan-ssi dan aku adalah calon pemimpin generasi selanjutnya "

" tapi margamu Bang kupikir hanya marga Kim saja yang bisa mendapatkan tampuk kepemimpinan organisasi tersebut "

Yongguk terkekeh pelan " anggap saja aku calon paling berpotensi, putra pemimpin mafia Kim yang sekarang terlihat tidak menunjukkan minatnya pada organisasi "

Yifan mengangguk paham, dia lalu mengangkat gelas berisi wine miliknya setinggi wajah " kita mulai dari bersulang untuk pertemuan hari ini "

Cheers..

" jadi apa yang kau tawarkan untuk bekerja sama? " tanya Yongguk

" kudengar kau akan memulai bisnis heroin di Hongkong, aku kenal beberapa orang yang bisa memberimu kenyamanan disana "

" lalu sebagai gantinya "

Yifan menyesap sedikit wine sebelum berbicara " aku akan membuka rute baru pengiriman senjata dari Rusia, baru-baru ini pangkalanku di Thailand diketahui polisi jadi aku berniat memindahkannya rutenya melalui Busan, kudengar kau punya banyak kenalan disana "

" tentu saja, aku akan mengenalkan kau pada mereka "

" sepertinya kerja sama kita akan sukses " ujar Junmyeon

" aku berharap demikian Junmyeon-ah " Yongguk menghabiskan wine miliknya dengan sekali teguk

.

" Dae " panggil Yunho saat sarapan, mereka hanya sarapan berdua karena Jaejoong sedang pergi ke Jepang untuk urusan pekerjaan

" nde hyung "

" apa saja yang kau lakukan akhir-akhir ini? kau jadi sering pulang larut "

" aku hanya bersenang-senang hyung, bukankah itu wajar untuk anak seusiaku? "

Yunho mendesah berat " hyung harap kau hanya sekedar bersenang-senang dan tidak melakukan sesuatu yang merugikan "

" tenang saja hyung, semua baik-baik saja "

.

" jadi kau akan dijemput Daehyun? " tanya Junhong sembari menuangkan susu ke dalam mangkuk sereal miliknya

Youngjae mengangguk " dia mengatakannya saat mengantarku pulang kemarin "

" bagaimana bisa kalian menjadi sepasang kekasih? Aku tidak melihat jika Daehyun itu menyukaimu atau melakukan pendekatan denganmu "

" entahlah Junhong-ie, aku saja masih tidak percaya sekarang telah menjadi kekasih Daehyun "

Junhong mengunyah serealnya pelan " aku baru setengah merestui hubungan kalian. Dia itu terlalu 'hitam' untukmu, maksudku kau pasti ingat tentang dia yang dihajar Jaebum oppa di lapangan aku hanya merasa dia bukan namja yang baik belum lagi dia sekarang sering pergi bersama Namjoon dan teman-temannya, itu semakin membuatku berpikiran buruk padanya "

Youngjae hanya terdiam dan terus memakan sarapannya

" tapi jika dia bisa membuatmu bahagia kenapa tidak? lagipula dia tampan "

Youngjae terkekeh " aku juga berpikir seperti itu "

Junhong menyentil dahi Youngjae " dasar, lalu kenapa kau memasang tampang seolah masa depanmu akan suram jika bersama Daehyun "

.

Seunghoon sedikit terkejut mendapati Daehyun sedang mencuci tangannya di wastafel, dia lalu menghampiri namja Jung itu dan mencuci tangan di wastafel sebelah Daehyun

" kau akan hadir di acara Minwoo malam ini? "

" tentu, kau sendiri? "

" aku juga akan hadir "

Seunghoon mengeringkan tangannya dengan tisu di samping wastafel

" apa kau dan Youngjae menjalin hubungan? "

Daehyun menoleh " ya, ada apa? "

Seunghoon menggeleng " tidak, aku hanya bertanya "

Daehyun meraih tisu dan mengeringkan tangannya " kau tidak berniat mendekati Youngjae bukan? "

Seunghoon terkekeh " aku ini mantan kekasihnya Daehyun-ah, kami baru saja memutuskan berpisah bulan lalu. Aku senang dia sudah mendapat kekasih baru dan tidak bersedih lagi "

Daehyun bergumam lalu meninggalkan Seunghoon

.

" kenapa ponsel oppa tidak aktif? Lalu kenapa tidak menjemputku pagi ini? " Jimin mengerucutkan bibirnya kesal memandang Namjoon yang sibuk dengan tabletnya

" oppa! " teriak Jimin saat merasa Namjoon tidak menghiraukan dirinya, beruntung mereka sedang berada di markas Bangtan bukan cafetaria sekolah, jika tidak Jimin akan menjadi bahan gosip yang tidak enak oleh para pembenci dirinya

" ada apa chagi? " tanya Namjoon tanpa mengalihkan pandangannya dari grafik-grafik dan table yang sejak pagi tadi dilihat dan dipahami olehnya. Tabel dan grafik itu adalah data tentang transaksi organisasi lima tahun terakhir, Namjoon juga mempelajari beberapa informasi organisasi dan memahaminya lalu menyusun beberapa rencana di kepala blonde pucatnya

" oppa mengacuhkanku " sungut Jimin

" aku tidak mengacuhkanmu chagi "

" lalu kenapa oppa terus memperhatikan benda itu sejak tadi? Aku bosan hanya duduk dan diam disini " Jimin menunjuk tablet milik Namjoon

Namjoon pun menaruh tablet tersebtu di atas meja dan menatap Jimin

" aku sudah memperhatikanmu, kau puas? "

Jimin memukul Namjoon dengan bantal sofa " oppa menyebalkan, aku pergi saja "

" mau kemana? " Namjoon menahan pergelangan tangan Jimin

" kemana saja, percuma aku berada disini dan oppa tidak memperhatikanku "

Namjoon tersenyum lalu menarik Jimin hingga jatuh ke pangkuannya, dia menyandarkan dagunya ke bahu Jimin " maaf "

" memangnya apa yang sedang oppa kerjakan sampai mengacuhkan aku seperti ini? apa oppa sudah tidak sayang lagi padaku? "

" tentu saja tidak chagi, aku menyayangimu, sangat. Aku hanya sedang melakukan sesuatu yang penting untuk masa depanku "

" hanya masa depan oppa saja? Tanpa aku? "

Namjoon terkekeh " tentu saja kau termasuk di dalamnya sayang "

Jimin menyandarkan kepalanya di bahu Namjoon dan membiarkan kekasihnya itu mengelus paha mulus miliknya " kalau begitu oppa harus mengatakan masa depan kita bukan masa depanku "

" iya, aku salah ya ampun Kim Jimin "

" namaku Park Jimin "

" hanya masalah waktu untuk mengubah menjadi Kim Jimin "

Jimin memukul lengan Namjoon pelan " dasar perayu, mulutmu manis sekali oppa aku jadi berpikir jika kau memiliki banyak yeoja di luar sana "

" aku memang memiliki banyak yeoja diluar sana "

Jimin mendelik tajam " eh? "

Namjoon mengecup pipi Jimin " tapi hanya Jimin pemilik Namjoon "

Jimin bersemu lalu mengecup lembut bibir Namjoon " aku tidak sudi berbagi dirimu dengan siapa pun "

.

Hoseok menatap ponselnya dan tidak menemukan satu pun pesan atau panggilan dari Taehyung, dia mendengus kesal

" sesuatu terjadi? " tanya Yoongi

" aku punya janji dengan seseorang sepulang sekolah "

" siapa? "

" Taehyung "

" kau masih bersama yeoja itu? apa sesuatu terjadi tanpa aku tahu? "

Hoseok terkekeh pelan " tidak ada, kami hanya akan jalan-jalan "

Yoongi menaikkan satu alisnya " benarkah? Aku tidak yakin "

" ishh.. kau ini "

" yeah, aku tahu seperti apa kau Hoseok-ah, kalian tidak hanya akan jalan-jalan biasa. Jadi apa kau akan membawanya ke hotel? Karena aku dapat memastikan jika Ilwoo hyung akan menendangmu dari rumah jika kalian melakukannya disana "

" God damn Yoongi, bisakah kau tidak berpikir seperti itu? kau membuatku jadi menginginkan Taehyung saat ini "

" kalau begitu jadikan dia milikmu malam ini, ajak dia acara Minwoo "

" aku akan berusaha "

Yoongi memandang Hoseok heran " berusaha? Kau selalu sukses dalam hal mengajak yeoja pergi keluar "

.

.

TBC

Bagaimana? Ini adalah tulisan saya ^^ sampaikan pendapat kalian di kotak review