Best Ending?
Sehun x Kai (SeKai/HunKai)
Sehun x Luhan "GS" (SeHan/ HunHan)
H
U
N
K
A
I
"Seandainya kau tidak bertemu dengannya, apakah kau akan tetap mencintaiku?"
H
U
N
K
A
I
Chapter 01
SEOUL
"Apa malam ini kau lembur lagi, Hun?" Kim Jongin—pria manis berkulit agak sedikit kecoklatan itu tengah merapikan dasi yang terpasang di leher suaminya—Oh Sehun.
"Sepertinya begitu.."
"Banyak rapat yang harus aku hadiri hari ini, belum lagi kunjungan beberapa investor yang ingin menanamkan modalnya di perusahanku, sayang,~" Kancing emas yang menghiasi lengan kemeja itu kini telah berada pada tempatnya, merapatkan dua helai kain yang semula terpisah.
"Selesai," Jongin menepuk pelan dada bidang milik suami tercintanya. "Kau nampak menawan seperti biasa tuan Oh..." disertai dengan senyum di wajah manisnya. "Kau juga istriku yang manis," pinggang ramping Jongin kini berada dalam dekapan Sehun, semakin erat hingga kedua tubuh dengan beda tinggi sekitar 10 cm itu menempel bak kertas diberi lem. "Kau wangi, sayang..." Sehun mulai menghirup aroma manis yang menguar dari tubuh Jongin, hidungnya mulai menciumi tiap jengkal kulit leher Jongin. "Ngghhh... Hunnn... kau bisa ter...ngghh...lam...ngghh..bat..." Jongin berusaha mendorong tubuh kekar milik suaminya dengan perlahan, mengingat jam dinding di kamar itu sudah menunjukkan pukul 08:15 dan dalam waktu 30 menit lagi rapat akan dimulai, sedangkan kini Sehun tengah mencumbu leher istrinya. Dasar Oh-pervert-Sehun!
"Aw!" Sehun memekik ketika dadanya merasakan sakit seperti terkena sengatan listrik.
Jongin menatap suaminya itu dengan pandangan kesal, menatap acuh saat melihat Sehun meringis memegangi dada sebelah kiri.
"Tsk, cubitanmu sungguh menyakitkan sayang~"
"Rasakan!" Jongin berbalik dengan terlebih dahulu menjulurkan lidahnya—mengejek— kearah Sehun.
"Hei! Tunggu, Oh Jongin!" Sehun menyusul Jongin menuju keluar kamar mereka, senyum senang masih terpatri di wajah tampan kepala keluarga Oh itu.
H
U
N
K
A
I
"Direktur!" Sehun yang tengah berjalan santai sambil mengutak atik ponsel canggih ditangannya menoleh kearah sumber suara.
"Oh, ada apa sekretaris Kim?" Sehun menatap heran sang sekretaris yang begitu tergesa menghampirinya.
"Apa anda lupa? Hari ini anda harus mengunjungi anak perusahaan yang berada di Jeju, Direktur Oh!" jelas terlihat raut kekesalan di wajah sekretaris Kim—kakak sepupunya dari pihak Ibu.
"Aku kira besok!" Sehun lupa.
"Tsk,bukankah kemarin sudah saya ingatkan. Tadi pagi juga sudah saya kirimkan pesan ke ponsel anda mengenai jadwal besok." Papar sekretaris Kim yang memojokkan Sehun.
"Ugh..." Sehun merasa bersalah, ia bahkan belum sempat memberi kabar kepada istrinya tercinta yang dengan setia menunggu kepulangannya hari ini.
"Baiklah, siapkan tiket tercepat supaya aku bisa sampai di Jeju, hyung!" Kim Joonmyeon—sekretaris Kim—mendecakkan lidah, mengejek keteledoran adik sepupunya itu kali ini. Oh My, bisa-bisanya ia lupa dengan janji sepenting itu. Apa saja yang sebenarnya dilakukan oleh adiknya itu kemarin bersama Jongin, jangan-jangan... ugh. Ia tak ingin memikirkannya lebih jauh.
"Kabari Jongin, Hun. Aku tidak ingin dia mengkhawatirkan suaminya yang tidak akan pulang malam ini dengan tidak tidur semalaman," tidak ada lagi bahasa sopan ketika mereka telah keluar dari kantor.
Sehun dengan cepat menekan tombol di ponsel canggihnya, menghubungi sang istri tercinta.
TUTT... TUTTT...
"Hallo?"
"Hai, sayang~"
"Ada apa Hun?"
'Sepertinya ia mengantuk'—batin Sehun ketika mendengar nada suara yang sedikit lemah dari biasanya.
"Maafkan aku sayang, hari ini aku tidak bisa pulang,"
"...umm, kenapa?"
'Aku yakin kini sayangku pasti memajukan bibirnya—merajuk' Sehun tersenyum lebar membayangkan ekspresi istrinya itu.
"Aku lupa besok ada pertemuan penting di Jeju, jadi aku harus berangkat malam ini juga sayang~"
"..."
"Hallo? Sayang kau masih disana?"
"..Ya, Hun~ aku masih disini."
"Oh, aku kira kau tertidur sayang~ he he he"
"Umm... jadi, berapa lama kau di Jeju?"
Sehun nampak berpikir, "Kurang lebih 3 hari sayang~"
"Ugh, Kenapa lama sekali?"
"Ini sangat penting sayang, ada banyak hal yang harus aku tangani disana,"
"...tapi 3 hari aku tidak akan bisa bertemu denganmu, Hun~"
"Oh, sayangku~ aku akan bawakan banyak hadiah ketika pulang nanti, dan tentu saja aku akan selalu menghubungimu disaat waktu luangku sayang~"
"...ugh... baiklah Hun~ kau boleh pergi..."
"Jaga dirimu disana sayang, jangan selingkuh ketika aku tidak ada, mengerti?"
"Iya Oh Sehun sayang~"
"Baiklah, aku pergi dulu istriku~ I Love You..."
"Love you too~"
Sehun menutup panggilan itu, wajahnya terlihat senang.
"Sudah bicaranya?" Joonmyeon yang sejak tadi berdiri di belakang Sehun, dan mendengar semua pembicaraan lovey-dovey pasangan itu, menatap Sehun dengan wajah yang seolah mengatakan 'Menjijikan'.
"Oh, ayolah hyung, kau seperti tidak pernah seperti itu saja dengan Kris hyung." Bela Sehun.
"Demi apa Oh Sehun. Aku sama sekali tidak pernah melakukan hal yang ughh seperti yang kau lakukan dengan Jongin beberapa menit lalu." Protes Joonmyeon.
"Ha Ha Ha, kalau begitu sekali-kali kau harus mencobanya hyung. Itu sangat me-nye-nang-kan~" Sehun tertawa ketika melihat ekspresi Joonmyeon yang ingin muntah.
"Tsk, ayo cepat naik! Aku sudah membelikan tiket untukmu." Joonmyeon menaiki mobil hitam dengan merk terkenal itu lebih dahulu.
"Aku juga sudah menelepon pemilik hotel di dekat anak perusahaan untuk menyediakan kamar untukmu, kau tinggal datang dan tidur. Semua sudah aku siapkan." Sehun memasangkan seatbelt kemudian melonggarkan dasi yang terasa mencekik lehernya.
"Kau memang yang terhebat hyung!" Joonmyeon menghidupkan mobil miliknya, kemudian melajukan mobil itu ke arah bandara.
H
U
N
K
A
I
JEJU
Sehun sampai dini hari sekitar pukul 3 pagi, tubuhnya sangat lelah ia hanya tidur kurang lebih tiga setengah jam setelah ia mengirimkan pesan kepada istri tercinta bahwa ia sampai di tujuan dengan keadaan selamat sentosa.
'Good Luck, Sayang!'
Sebuah pesan singkat dari Jongin yang membuatnya tetap tersenyum meskipun tubuhnya lelah.
'Thanks, I LoveYou Oh Jongin~' balasnya kemudian bergegas menuju tempat tujuannya—anak perusahaan HJ Corp.
H
U
N
K
A
I
"Ughhh~" Sehun menyandarkan tubuhnya diatas sofa ruang kerja miliknya.
"Kau berhasil, Oh!"
"Yeah..." terlalu lelah untuk menanggapi pujian hyungnya.
"Bagaimana kalau ku ajak kau mengunjungi salah satu tempat terbaik di Jeju!"
"Hmmm..." matanya terpejam, yang ia butuhkan saat ini adalah satu yaitu TIDUR.
"Lain kali saja hyung, aku sangat lelah..."
"Tsk, tidak ada lain kali Hun! Setelah ini kau pasti bersemangat lagi! Ayo!" pria blonde itu menarik sang adik dengan kuat.
Sehun yang memang sedang tak bertenaga malas untuk berontak ataupun mengeluarkan protes, jadi ketika ia diseret oleh calon suami kakak sepupunya itu ia hanya bisa pasrah.
Kedua pria itu pergi meninggalkan ruang kerja itu tanpa tahu sebuah ponsel canggih kini terus berkedip-kedip diatas meja. Tertera sebuah nama di ponsel itu, 'Oh Jongin'.
H
U
N
K
A
I
"Selamat datang, Tuan~" seorang wanita cantik yang mengenakan hanbok bercorak bunga dengan warna terang menyambut kedua pria itu.
"Seperti biasa Nona~" wanita itu nampak mengerti, ia kemudian berbalik badan menuju kesebuah ruangan yang berada paling pojok.
"Silahkan, tuan.." wanita cantik itu mempersilahkan kedua pria tampan itu masuk.
"Hyung, kenapa kau mengajakku kemari?!" bisik Sehun ditelinga Kris.
"Tenang saja, nikmatilah harimu saat ini Oh! Aku janji tidak akan mengatakan hal ini pada istrimu, hehehehe~"
"Tsk!" Sehun menatap jengah Kris. Disatu sisi, ia merasa telah mengecewakan Jongin, tapi disatu sisi ia menyetujui ucapan hyungnya itu.
"Sudah, jangan terlalu dipikirkan Oh, kita hanya menikmati hari ini dengan minum sepuasnya dan mengobrol hingga pagi. Tidak lebih dari itu, anggap saja ini hadiah dariku untukmu, karena kau sungguh hebat hari ini!" ujar Kris bangga.
"Terserah..." balas Sehun acuh.
"Maaf sudah menunggu lama tuan-tuan..."
Pintu disebelah mereka terbuka sedikit, menampakkan sosok wanita dengan memakai hanbok berwarna merah dengan sulaman emas, serta membawa hageum di tangan kanannya. Wanita itu sangat cantik, wajahnya yang manis, dipoles dengan makeup yang tidak terlalu tebal, rambut hitamnya digelung dengan rapi, ditambah dengan hiasan dikepala yang seakan mempercantik paras wanita itu.
Sehun terpaku menatap lurus kearah wanita cantik itu.
Dunia seakan berjalan dengan sangat lambat begitu ia menatap wanita itu.
Ia bahkan tidak mendengar apa yang dikatakan oleh hyungnya.
Fokusnya hanya tertuju kepada wanita yang kini duduk sambil memetik hageum di pangkuannya, melantunkan nyanyian merdu yang membuat hatinya teduh.
Saat ini ia bahkan tidak mengingat sama sekali mengenai Jongin—istrinya.
H
U
N
K
A
I
"Kau kemana Hun?" ponsel ditangannya terus ia genggam sejak tadi. Entah beberapa kali ia sudah melakukan panggilan di ponselnya itu, namun satu pun tidak ada yang dijawab.
Setelah pesan terakhir yang ia terima pagi tadi dari sang suami, ia sama sekali tidak bisa menghubunginya.
Meskipun baru sehari, namun hatinya merasa tak tenang, khawatir, dan cemas. Ia hanya takut. Entah pada apa tapi saat ini ia berharap Sehunnya baik-baik saja berada di Jeju.
Tanpa tahu apa yang sedang terjadi pada suaminya...
H
U
N
K
A
I
To The Next Chapter...
H
U
N
K
A
I
holla~
come back again...
hehehehe...
terima kasihbanyak reviewnya ya, readers sekalian, saya usahakan akan menyelesaikan fic saya... diharap kesabarannya menunggu...
maaf belum bisa membalas review kalian saat ini... jika ada kesempatan saya akan membalas dengan segera...
mohon dukungannya ya semua...
dukungan kalian adalah semangat buat para author termasuk saya...
panggil saya kuchan ajaya biar ga kepanjangan hehehhe
