SAKURA
Day 3 after the Breakdown
'Empty. My heart just beyond of empty.'
Kupandangi tulisan tanganku yang tidak begitu rapi. Tapi yasudah lah, lagipula siapa yang akan membaca buku novel tua yang bahkan sudah tidak bersampul ini?
Ya, sore itu sepulang sekolah aku singgah di sebuah warung kopi, namanya Hell-o's. Hell-o's lebih terlihat seperti kafe yang di sudutnya terdapat beberapa lemari buku dan tentu saja buku. Buku-buku di tempat ini merupakan buku-buku lama dan tua, seperti buku yang aku pegang ini, bahkan sudah tidak bersampul. Mereka tidak memberi tanda bahwa pengunjung tidak boleh mencoret buku di sini, jadi itulah yang kulakukan akhir-akhir ini. Mencoret buku-buku di sini. Untuk setidaknya meninggalkan jejak, bahwa Haruno Sakura pernah berada di sini.
Aku sungguh-sungguh dengan perkataanku, aku ingin meninggalkan jejak, karena siapa yang tahu kapan aku mati?
Kututup buku itu dan meletakannya kembali di salah satu rak, bercampur dengan buku-buku tua yang lain. Aku kembali ke kursiku dan menyedu kopi yang kupesan beberapa jam yang lalu. Kopi itu bahkan sudah tidak panas lagi. Rasanya aku tidak ingin pulang ke rumah. Rasanya aku ingin tetap di tempat ini. Walau tempat ini tidak Nampak berkelas, tapi tempat ini jauh lebih nyaman. Apalagi dengan aroma kopi yang memenuhi ruangan ini.
Tapi sayangnya Hell-o's bukanlah milikku, aku harus keluar dari tempat itu sebelum mereka mengusirku. Keluar dari Hell-o's seolah membawaku ke dimensi yang berbeda. Keluar dari Hell-o's membawaku kembali pada kenyataan yang tak pernah ingin kuhadapi.
Kau tidak akan pernah tahu, awalnya mungkin hidupmu terlihat normal, semuanya baik-baik saja, hingga suatu waktu semua hal hancur dalam waktu singkat. Pertemanan, percintaan, persaudaraan. Semuanya hilang.
