WISH - A LOVE STORY

기대 - 러브 스토리

Baekhyun X Chanyeol

.

제 02 화

.

"Baekhyun-a, tolong katakan aku tidak sedang bermimpi! Katakan kalau kau juga melihatnya" ucap Taeyeon panik, Ia mengerjapkan matanya berulang kali.

"Kau tidak sedang bermimpi. Dia adalah Chanyeol yang kuceritakan, namja yang tadi kutemui" ucap Baekhyun menatap lurus kedepan. Chanyeol terlihat sedang berjalan sempoyongan.

"Apa maksudmu?"

"Mereka adalah orang yang berbeda, meskipun wajah mereka terlihat mirip" ucap Baekhyun.

"Jinjja? tapi bagaimana... Ommo, apakah dia mabuk? Dia terlihat sempoyongan" Taeyeon memasang gerakan hendak membuka pintu mobil. Baekhyun buru-menahan tangannya.

"Yaa.. Kenapa kau mau keluar? Teruskan saja mobilnya".

"Pria itu sedang mabuk. Kau tega meninggalkannya dalam keadaan seperti itu?"

"Dia Namja, dia bisa menjaga dirinya sendiri. Tidak akan ada seorangpun yang akan menculik dan memperkosanya. Cepat jalankan saja mobilnya!" Perintah Baekhyun.

.

.

.

.

Taeyeon menghentikan mobilnya tepat di depan Rumah Baekhyun. "Kau serius mau membawanya ke rumahmu?" Tanya Taeyeon tak yakin. Baekhyun melepas sabuk pengamannya dan membuka pintu mobil, "Tentu saja, Ayo bantu aku mengangkatnya ke luar".

"Tapi kenapa harus di rumahmu?" Tanya Taeyeon.

"Apa Kau tau rumahnya? Tidak, kan?"

"Terus kenapa sekarang kau berubah pikiran? Bukankah tadi kau yang bersikeras agar kita meninggalkannya? Apa jangan-jangan..." Taeyeon menggoda, Ia memicingkan matanya dan tersenyum nakal.

Wajah Baekhyun memerah, "Aniyo.. tidak ada maksud apa-apa! Setelah ku pikirkan, kau memang benar. Namja juga dapat menjadi korban kejahatan, aku pernah membaca ada sekelompok geng wanita yang mencegat Namja di malam hari dan memperkosanya" Baekhyun berusaha menjelaskan

Tapi terlambat, Taeyeon tau temannya ini sedang bersikap aneh. Memandangnya dengan tatapan menggoda, "Hei, berhenti menggodaku. Cepat bantu aku mengeluarkannya" Baekhyun cepat-cepat keluar dari mobilnya, tak mau lagi dipermainkan.

Taeyeon membuka pintu penumpang dan menarik keluar tangan Chanyeol yang sedang tertidur pulas. "Aigoo.. Namja ini benar-benar sedang mabuk berat" ucapnya menggelengkan kepala.

"Bagaimana cara kita membawanya masuk? Kita tidak mungkin menyeretnya sampai kedalam rumahmu, kan?" ucap Taeyeon kebingungan menggaruk kepalanya.

Baekhyun terlihat sedang berpikir.

"Mmm... Ah benar! Kurasa Ahjussi di sebelah rumahku punya gerobak, tunggu sebentar aku akan pergi meminjamnya."

"Yaa.. kau serius??" Taeyeon memasang tampang bodoh. Ia tak menyangka temannya akan punya pemikiran seperti itu.

3 menit kemudian Baekhyun datang dengan mendorong gerobak pasir, Ia menghentikannya tepat di depan mobil Taeyeon. Dengan susah payah mereka berdua mengangkat Tubuh Chanyeol dan menidurkannya ke atas gerobak.

"Huft.. akhirnya.." ucap mereka lega.

Baekhyun memegang pundak temannya, "Taeyeon-a, kau pulanglah. Nanti biar aku saja yang membawanya kedalam. Maaf sudah menggangu waktumu yang berharga" ucapnya.

"Dan selanjutnya apa yang akan kau lakukan padanya? kau tidak akan 'menyentuhnya' kan?"

"Tentu saja tidak! Aku hanya akan membiarkannya menginap semalam di rumahku. Besok pagi saat dia sudah sadar, aku akan mengusirnya keluar" ucap Baekhyun meyakinkan.

"Ok, arasseoyo! Annyeong!" Taeyeon melambaikan tangan dan menjalankan mobilnya.

Baekhyun berbalik dan mendorong gerobak yang berisi Chanyeol masuk ke dalam.

"Ah benar-benar! dia kurus tapi sangat berat"

.

.

.

'PIIP'

Pintu rumah terbuka. "Ugh, berat sekali!" Baekhyun terlihat kesusahan membopong tubuh Chanyeol ke atas sofa dan mengatur posisi tidurnya.

"Aku akan benar-benar senang melakukan ini jika saja dia adalah Chanyeol yang kukenal, tapi sejak dia adalah Chanyeol 'yang lain' dia sangat menyusahkanku" gerutunya. Tapi jika dipikirkan lagi, bukankah dia yang bersikeras membawa namja ini kerumahnya?

Baekhyun masuk ke kamar dan mengambil selimut, membuka dan meletakannya diatas tubuh Chanyeol. Kemudian dengan tertatih dia berjalan kearah sofa yang satunya, sofa yang berhadapan dengan sofa tempat Chanyeol tidur sekarang.

Ia duduk dan meregangkan tubuhnya yang terasa pegal karena membopong Chanyeol.

"Kurasa aku sudah gila karena membawa masuk Namja mabuk dan membiarkannya tidur dirumahku, Jika ada yang tahu pasti mereka akan menganggapku cabul" Baekhyun duduk memeluk lututnya menghadap Chanyeol. Hatinya terasa sakit dan berdebar-debar disaat bersamaan. (hati-hati say, jangan-jangan...)

"Yaa nappeun nom (Bodoh/Brengs*k), bagaimana bisa kau begitu mirip dengannya!" omelnya. Orang yang di omeli tetap tertidur pulas.

"Aigoo.. Lihatlah! bagaimana bisa dia tidur dengan sangat nyenyak?" Baekhyun menatapnya lama, mengamati setiap detil dari Namja itu.

"Mata, Hidung, Alis, Bibir dan bentuk wajahnya terlihat sama dengan Chanyeolku. Hanya telinga gajahnya saja yang membedakan" ucapnya menilai.

"Ahhh... aku juga ingin minum banyak soju dan melupakan semuanya!" Berdiri dari tempatnya duduk dan menghampiri Chanyeol yang tengah tertidur. Didekatkan wajahnya ke wajah Chanyeol.

"Setidaknya rasa rinduku bisa sedikit terobati dengan menatap wajahnya" Ia mengelus pipi Chanyeol dengan jari-jarinya.

"tidurlah dengan baik! jangan tiba-tiba bangun dan menghancurkan rumahku ya. Selamat malam, Chanyeol-a" Ia segera beranjak ke kamarnya untuk tidur. Benar-benar hari yang melelahkan buatnya.

"..ngg.. Kajimma (Jangan pergi)..." Igau Chanyeol, gelisah.

.

.

.

.

.

.

Pagi itu matahari bersinar dengan terang. Baekhyun menggeser kain gorden dan membiarkan sinarnya masuk melalui jendela menerangi sebagian ruangan.

Chanyeol yang merasakan silau, membuka matanya perlahan dan bangun. Ia memegang kepalanya yang masih terasa sakit dan pusing akibat efek dari alkohol yang diminumnya.

"Akh.. Dimana ini?" Ia melihat sekeliling, mencoba mengenali tempatnya berada sekarang. Ruangan yang tidak terlalu besar dengan beberapa perabotan dan wallpaper berwarna merah muda dengan sedikit motif buah Strawberry.

"Sudah bangun?" ucap Baekhyun dari belakang, membuat Chanyeol terkejut dan berbalik.

"Yaa.. Michin Yeoja (Wanita Gila)??" Ucap Chanyeol melihat Baekhyun. masih teringat jelas diingatannya saat Baekhyun bertingkah aneh ketika mereka pertama bertemu kemarin.

"Michin Yeoja?? Siapa yang kau panggil dengan sebutan itu?" ucap Baekhyun tak percaya mendengar ucapan Chanyeol tadi.

"Bukannya mengucapkan ucapan terima kasih atau salam, kau malah memanggilku dengan sebutan itu"

"Ah... Mian! aku hanya kaget tiba-tiba melihatmu. kamu Yeoja yang kemarin di Minimarket, kan?"

"Molla (Entahlah)!! Cepatlah ikut aku ke dapur, aku membuatkanmu sup pereda mabuk. kepalamu pasti masih sakit" Baekhyun tak mau lagi membicarakan kejadian di Minimarket kemarin. mengingatnya saja Ia sudah sangat malu.

"Kenapa diam saja? ayo ikut aku!" Baekhyun menatap tajam kearah Chanyeol yang masih duduk terdiam.

"Kau sedang membuat sup tapi kenapa kau memegang pisau daging?" Chanyeol terlihat sedikit ketakutan.

"Tidak ada alasan apapun, Aku hanya sedang ingin memegangnya" ucapnya sambil memainkan pisau daging yang dipegangnya.

"Yaaa... Apa tadi kau berniat untuk membunuhku? Ommona.. Kau membuatku merasa merinding" Chanyeol menyilangkan tangan ke tubuhnya seolah-olah berusaha melindungi diri.

"Aish Jinjja. Berhentilah berpikiran macam-macam! Cepat masuk ke dapur dan habiskan sup mu!"

Chanyeol segera berdiri dan berjalan mengikuti Baekhyun ke dapur.

"Duduklah" Baekhyun mempersilahkan, Ia meletakan sup diatas meja. Chanyeol mengambil sendok dan mulai makan.

"Omong-omong Michin yeo..." ucap Chanyeol. Baekhyun dengan cepat menotong, "Baekhyun. Namaku Baekhyun! Berhenti memanggilku dengan sebutan itu". Ia membersihkan peralatan yang digunakannya membuat sup dan menyusunnya.

"Ah ya, Baekhyun-a kenapa kau membawaku ke rumahmu? Apa kau mengenalku?" Tanyanya penasaran, menyeruput kuah sup yang sudah hampir habis. Ia memakannya dengan lahap.

"Entahlah.. aku juga tidak tahu kenapa aku membawamu kemari" Baekhyun masih asyik menyusun Peralatan dapur.

Chanyeol yang entah sejak kapan berada di belakang Baekhyun, berbisik ke telinganya "Apa mungkin... Kau menyukaiku?".

Baekhyun refleks membalikan badan berteriak.

"Yaaa!! Kau mengejutkanku! Seharusnya kau bilang kalau sudah selasai makan!" Chanyeol tertawa melihat respon Baekhyun yang menurutnya sangat lucu.

"Ah.. Anggap saja bantuanku ini karena kelakuanku yang tidak sopan kepadamu kemarin" Ucapnya Marah, Sekarang dia benar-benar malu karena membicarakan kejadian kemarin

Baekhyun menarik napas dalam dan berkata, "Keluar dari rumahku, Aku mengusirmu! Cepatlah keluar sebelum kau membuatku semakin gila!!".

"Tapi sebelum itu, bisakah aku meminta supnya lagi?" Chanyeol menjulurkan mangkuknya.

.

.

.

.

.

.

"Chanyeol-a.. berjanjilah padaku, tak peduli apapun yang terjadi kau akan selalu ada disampingku" Ucap Baekhyun, Chanyeol memeluknya dengan erat.

"kenapa kau meminta sesuatu seperti itu? tanpa kau minta pun, aku akan melakukannya!"

"Hanya saja aku takut kehilangan dirimu. aku tidak yakin bisa hidup tanpamu di sisiku" Baekhyun membenamkan kepalanya ke dada Chanyeol.

"Baekhyun-a, Kau ingat saat kita pertama bertemu? Kita sama-sama besar di panti asuhan, kita tidak memiliki Ibu ataupun Ayah" Chanyeol mengelus rambut Baekhyun dengan lembut.

Baekhyun memejamkan matanya, mendengarkan setiap perkataan Chanyeol dengan tenang.

"Saat itu kau benar-benar kecil dan lemah. Melihatmu yang selalu menanggis membuatku bertekad untuk selalu melindungimu"

"Benarkah?"

"Tentu saja. Aku mengatakan pada diriku jangan sampai membuatnya menangis, selalu buat dia bahagia. Aku akan menjadi Ayah, Ibu dan Kakak untuknya."

Baekhyun meraih tangan Chanyeol dan mengaitkan jari kelingking mereka.

"Chanyeol-a.. Ayo kita selalu seperti ini hingga 100 tahun nanti!"

.

.

.

Baekhyun.. Baekhyun-a.." ucap taeyeon, Ia menepuk pelan pundak Baekhyun yang sedang tertidur di meja. Panggilan Taeyeon yang terdengar samar-samar di telinganya, membangunkannya.

"Baekhyun, sudah hampir jam 9! Ayo kita ke kampus" Taeyeon memperhatikan jam tangannya.

"Ah Mian, Aku tertidur" Ia mengusap sedikit air mata di sudut matanya. Lagi-lagi untuk kesekian kalinya dia memimpikan Chanyeol.

"Bagaimana kau bisa masuk ke rumahku?" Tanyanya kemudian.

"Aku kan tau Pin rumahmu, kau yang memberi tahuku. 5 Menit aku menekan bel tapi kau tidak kunjung keluar, terpaksa aku masuk"

"Baiklah Aku akan cuci muka dan mengambil tasku, setelah itu kita pergi" Ia bergegas ke kamar mandi dan membasuh wajahnya.

"Ppali (Cepatlah)!! Aku sudah membawa tasmu, langsung susul saja aku ke mobil" teriak Taeyeon.

Selang 6 menit kemudian Baekhyun sudah keluar dari rumah dan berlari kearah mobil Taeyeon yang sedang terparkir. Membuka pintu dan duduk disamping Taeyeon, "Kajja (Ayo pergi)" ucapnya.

Taeyeon menjalankan mobilnya menyusuri jalan, Ia juga memutar lagu untuk menambah suasana pagi itu. Suara musik Twice - Knock Knock mengalun pelan di dalam mobil.

"Baekhyun-a, Aku sudah mulai berpacaran lagi. Dengan senior di kampus kita" Ucap Taeyeon membuka percapakan. Dia terdengar sangat bahagia.

"Pantas saja kau terlihat berbeda pagi ini"

"Benarkah? Apaa... Aku terlihat semakin cantik?" Ucapnya memasang Aegyo andalannya.

"Berhenti bermain-main, fokus saja kedepan." Nasihatnya, Ia tersenyum simpul.

Sudah 3 tahun Baekhyun hidup menjomblo.. bukan karena tak laku, banyak pria di kampusnya yang mengincarnya tapi Ia tolak.

Meskipun sejujurnya dia merindukan sesosok namja disampingnya, Ia tak bisa menemukan atau lebih tepatnya 'tidak mau' mencari pengganti Chanyeol.

Ia tidak ingin menjadi penghianat dengan mengingkari janji yang pernah Ia buat. Janji untuk hanya memberikan hatinya kepada Chanyeol seorang.

"Siang ini selepas kuliah aku, pacarku dan teman-temannya akan Hangout di sebuah kafe. Dan kau harus ikut!" ucap Taeyeon.

"Mwo?? kenapa aku harus ikut?"

"Untuk Menemani ku. aku tidak merasa nyaman jika hanya aku perempuan yang ikut. Sekalian juga, siapa tahu kamu mendapatkan pacar disana" ucapnya terkekeh.

"Aniyo!Aku tidak mau!" Baekhyun menggelengkan kepalanya menolak. Ia benar-benar sedang tidak ingin membuka hatinya untuk namja lain.

"No no no.. tidak boleh ada penolakan! kau akan tetap ikut denganku"

.

.

.

.

[Chanyeol's POV]

Banyak yang bilang aku adalah seorang bajingan yang suka mempermainkan wanita.

Aku tak peduli dengan omongan mereka, ini hidupku sendiri! Lagipula aku melakukannya bukan tanpa sebab.

Aku kesepian...

Sudah 10 tahun aku hidup tanpa Ibu, sosok yang selalu menyayangiku. sosok yang dulunya selalu menemaniku saat Ayah sedang sibuk dikantor dan tak pulang berhari-hari.

Meskipun kini setelah Ibu tak ada dan Ayah selalu berusaha untuk menggantikannya, aku tetap merasa kesepian.

Aku tidak membenci ayah, aku menyayanginya tapi rasa sayangku pada Ibu lebih besar.

Hingga kini aku selalu memacari setiap wanita yang kutemui, tapi selalu aku putuskan sehari kemudian.

Seperti saat ini..

"Maaf, kurasa aku ingin mengakhiri hubungan kita" ucapku datar. Yeoja di hadapanku terlihat terkejut.

"Apa maksudmu? Baru kemarin kita pacaran, kita bahkan belum berkencan. kenapa tiba-tiba minta putus?"

"Aku tidak merasa kita cocok. Aku mencari sosok wanita seperti ibuku, dan kau..." belum selesai berbicara, Ia menamparku.

pipiku terasa panas, setidaknya sepadan dengan perbuatanku.

"Yaaa isseki (Brengs*k)!!! kau bercanda? kalau kau mencari wanita yang seperti itu, berpacaranlah dengan Ahjumma-ahjumma diluar sana!"

"Mianhae (maaf).." ucapku. dengan penuh emosi dia berjalan menjauhiku.

Tidak pernah ada penyesalan, toh aku tidak pernah berniat untuk menyakiti mereka. Setidaknya aku selalu menjelaskan alasan aku memutuskan mereka.

Drrt..Drrt..

aku mengecek ponselku, ada pesan masuk dari Sehun.

From: Sehun

Jangan lupa, Cafe Daum. Cepat datanglah!

Aku hampir lupa kami akan kumpul bersama di salahsatu kafe. Aku berjalan menuju tempat aku memarkirkan motorku dan segera mengendarainya.

Cafe Daum terletak tidak terlalu jauh dari kampus kami, jadi hanya 3 menit untuk sampai disana. aku segera memarkirkan lagi motorku dan memasuki kafe tersebut.

Siang itu sedang tidak banyak pelanggan di sana, hanya terlihat beberapa orang yang sedang duduk mengobrol, termasuk teman-temanku. Aku berjalan menghampiri mereka dan dudul disamping Sehun, "Aku terlambat ya?" ucapku.

"Tidak tidak.. sebetulnya kami juga baru saja tiba" ucap Jongin. aku mengedarkan pandanganku melihat siapa saja yang datang. Selain Aku, Sehun, dan Jongin ada juga Kyungsoo dan dua orang wanita yang datang.

Salah satunya adalah Baekhyun! Ia kelihatan kaget melihatku. "Chingudeul (Teman-teman semua), perkenalkan ini adalah pacarku, Taeyeon" ucap Jongin memperkenalkan yeoja yang duduk disamping Baekhyun.

"Annyeong, Aku Taeyeon. Dan ini adalah sahabatku Baekhyun" Ucap pacar Jongin memperkenalkan diri, entah kenapa dia juga menatapku dengan ekspresi terkejut.

"Annyeong, Baekhyun-imnida, kami mahasiswa tahun kedua jurusan hukum" Baekhyun juga memberikan salam. kami semua saling berhabat tangan memperkenalkan diri.

Sehun menatapku dan berbisik, "Bukankah dia wanita yang di Minimarket kemarin?" menunjuk kearah Baekhyun.

"Iya, itu dia" ucapku singkat. Aku menatap Baekhyun, Ia terlihat canggung. Melihatnya membuatku ingin kembali menggodanya.

"Baekhyun-a, Bukankah kita pernah bertemu kemarin? Saat itu kau..."

Baekhyun terlonjak dan buru-buru memotong ucapanku, "Ah benar! Aku tidak menyangka akan bertemu 'lagi' denganmu" Ia memelototkan matanya padaku, wajahnya memerah. sepertinya dia merasa malu membicarakan kejadian kemarin.

"Omong-omong Chanyeol-ssi, aku tidak menyangka ternyata kita satu universitas. Aku tidak pernah melihatmu di kampus" ucap Baekhyun padaku.

"Mungkin karena aku jarang masuk kampus" jawabku sambil menyeruput kopi yang telah kami pesan.

"Waah.. pasti kau benar-benar bodoh sampai jarang masuk kampus" ucapnya enteng. Seketika semua yang datang tertawa. Wah, apa dia sedang meremehkanku?

"Kau tahu? meskipun jarang masuk, Nilaiku selalu tinggi. Aku termasuk salah satu mahasiswa yang berprestasi!" Ucapku menyombongkan diri.

"Benar. Nilai-nilai Chanyeol selalu tinggi! sepertinya dia yang terpandai diantara kami" Kyungsoo yang dari tadi hanya duduk diam kini membuka suara. ah dia bersemangat sekali mengatakan, sepertinya dia benar-benar mengagumiku.

"Ah.. benarkah.." ucap Baekhyun pelan, ia menundukan wajahnya sambil menyeruput kopinya. Wajahnya kembali memerah.

Kena kau! lihatlah siapa yang merasa malu sekarang. Ah.. yeoja ini benar-benar menarik.

.

.

.

.

.

.

Kami duduk mengobrol sampai jam setengah 4 sore. Kami segera membayar Pesanan kami ke kasir dan segera keluar.

"Wah.. benar-benar waktu yang menyenangkan. lain kali ayo kita kumpul-kumpul lagi seperti hari ini" Ucap Jongin.

"Kami pergi duluan ya, Annyeong!" Sehun membonceng Kyungsoo dan pergi meninggalkan kafe.

Aku juga segera berjalan kearah motorku dan menaikinya. Taeyeon memanggil dan menghampiriku sebelum aku menjalankan motorku.

"Sunbae (Senior) bisa tolong antar Baekhyun pulang? Aku akan pulang dengan Jongin dan tidak mungkin aku membiarkannya pulang sendiri" ucapnya meminta tolong. Aku melihat kearah Baekhyun, ia menundukan wajahnya

"Naiklah.." ucapku mengijikan.

"Ah.. tidak usah. aku bisa baik bus atau memesan taksi" ucapnya canggung

"Tidak apa-apa naiklah, aku memaksa!" aku menepuk jok belakangku. Akhirnya dengan agak terpaksa dia naik dan duduk dibelakangku.

"Kamsahamnida sunbae-nim! Baekhyun-a maaf karena tidak bisa mengantarmu pulang" ucap Taeyeon pada Baekhyun.

"Tidak apa-apa. pergilah, Jongin sudah menunggumu" Baekhyun menggerak-gerakkan tangannya menyuruh Taeyeon pergi.

"Berpeganglah.." aku segera menjalankan motor menyusuri jalan. Baekhyun melingkarkan tangannya ke pinggangku. entah kenapa terasa begitu nyaman.

"Kau tahu letak rumahku, kan? kau pernah kesana sebelumnya" Ucap Baekhyun dari belakang.

"Tenang saja.. Aku tidak akan membawamu pulang"

"Mwo?? Kemana kau akan membawaku?" ia terdengar kaget.

"Aku, akan membawamu ke sebuah tempat yang bagus.." ucapku, mempercepat laju motor.

[Chanyeol's POV End]

=TBC=

Annyeong!

terima kasih sudah mau membaca chapter ini sampai selesai. Mohon maaf jika ada beberapa typo bertebaran.

Next chapter Author akan berusaha membuat momen chanbaek menjadi sedikit lebih romantis.

Terima kasih juga untuk yang sudah review, fav dan follow. Author tidak menyangka ternyata ada yang mau membaca ff perdana author ini :')

Jangan lupa selalu tinggalkan review.

DON'T BE A SILENT READER !

-sekian-