#Chapter 02 : Me (Mako)


Mako PROV~

Hari ini aku akan pergi ke rumah sakit bersama mamaku. Aku akan memeriksa keadaanku lagi. Aku takut jika keadaanku semakin memburuk. Karena, aku juga tidak mengingat apa-apa tentang kejadian kemarin… aku takut, apa yang harus kulakukan? Kemarin aku dan Daiki melakukan apa saja? Aku tidak akan pernah berani menanyakannya kepada Daiki secara langsung.

"ma, aku takut." Ceritaku kepada mamaku.

"tenang dan berdo'alah." Mamaku juga kelihatannya tegang?

Aku dan mama sedang menunggu giliran untuk dipanggil menuju ruang praktek dokter. Tidak lama kemudian, seorang suster yang masih muda membuka pintu dan memanggil namaku, "Akiyama Mako!" segera aku dan mamaku memasukki ruang praktek dokter.

"selamat pagi, nyonya, nona Mako." Sapa Dokterku yang telah merawatku selama 6 tahun terakhir.

"selamat pagi" jawabku dan mamaku bersamaan.

Lalu, aku melakukan beberapa pemeriksaan, dan menjawab beberapa pertanyaan dokter. Setelah semuanya selesai dilakukan, dokter hanya menggelengkan kepalanya.

"sepertinya, keadaan anak nyonya semakin memburuk." Aku hanya bisa berdiam diri dan mamaku menutup mulutnya yang menganga karena kaget dengan sebelah tangan.

"apa, dok? Berapa lama dia akan bertahan?" mamaku berusaha menahan air matanya, dan kurasa, dia tidak sanggup menahannya.

"kekuatan memorinya sangatlah lemah saat ini. Mungkin dia akan tetap hdup, tetapi dia tidak akan ingat apapun yang pernah sebelumnya terjadi di kehidupannya."

"kh…" aku hanya mendesah, lalu pulang bersama mamaku. Aku harus menemui Daiki malam ini.

.

.

.

To be Continue