Disclamer: Masashi Kishimoto
Author : Alriany Fujiwara
Naruto punya Masashi Kishimoto. Tapi fic ini. Murni hasil dari ide Author sendiri.
(OOC, MISS TYPO, GAJE, dan kekurangan lainnya)
Cincin tak bertuan yang Hinata temukan di kursi taman kota. Membuatnya harus bertemu dengan pemuda kuning jabrik yang mesum dan mengalami kejadian aneh.
Pemuda itu bilang Hinata calon istrinya? Yang benar saja?
Chapter 2
"Huaaaaaaa... tetap tidak bisa? Bagaimana ini?" Hinata menagis frustasi di kamarnya. Sejak lima jam tadi, ia sibuk melakukan berbagai cara untuk melepaskan cincin di jari manisnya. Mulai dari merendam tangannya dalam bak berisi air, memberi lotion agar jarinya licin dan memudahkan cincin itu untuk lolos dari jarinya dan beberapa cara lain yang ekstrim. Namun tetap tak berhasil.
'Jangan sekali-sekali berusaha melepas cincinnya! Karena itu hanya akan sia-sia!'
Merebahkan tubuhnya ke kasur. Hinata menghela nafas.
"Aku tidak ingin menikah dengan pria aneh itu!" lirih gadis itu.
'Oh Kamisama, bantu aku?' mohonnya dalam hati. Sambil menatap langit-langit kamarnya.
Lalu setelahnya Hinata tidur dengan mimpi buruk yang menemani malamnya.
.
.
.
"KYAAAAA .. Pemuda itu tampan sekali!"
"Kau lihat? Ia tadi tampak bercahaya!"
"OOOOHHH aku seperti melihat malaikat!"
"Bisa bangunkan aku? Ini seperti mimpi! Itu kan putra Namikaze-san!"
Berbagai sorakan yang memenuhi gerbang depan Konoha Gakuen membuat Hinata menolehkan kepalanya lesu. Di siang sepanas ini. Kenapa siswi-siswi itu pada berteriak heboh begitu?
"Ah, Hinata-chan!"
Masih belum sadar. Hinata menyipitkan matanya yang di hiasi lingkaran hitam-kurang tidur-. Mencoba mengenali sosok yang melambai juga mendekat ke arahnya. Pemuda jabrik yang mengaku calon suaminya.
Calon suaminya?
Ah, Hinata sepertinya lupa. Calon suaminya itukan kemarin berjanji menjemput dirinya. Setelah sadar. Hinata berbalik. Mencoba untuk berlari ke arah yang berlawanan.
Namun terlambat. Sebelum Hinata berniat kabur. Naruto bahkan sudah berada di depannya. Dengan mencekal lengannya. Pemuda itu sudah mengantisipasi kekaburan Hinata ternyata.
"Mau kemana? Pulang denganku!" ujarnya.
Tersenyum kaku. Hinata menggeleng.
Bagaimana tidak sekaku itu? Mereka bahkan menjadi pusat tontonan siswi-siswi yang tadi bersorak kearah Naruto.
"A ..aku tidak Mau!"
Naruto menyeringai. "Aku tidak menginginkan penolakan." Lalu, tanpa aba-aba. Naruto mencium Hinata singkat.
"Itu hukuman karena menolakku!" ucapnya tanpa dosa.
Hinata terdiam dengan mata melotot sempurna. Sedangkan siswi-siswi yang menonton mereka menjerit kecewa tidak terima. Pemuda yang mereka kagumi beberapa menit barusan mencium gadis pemalu dan tidak terkenal seperti Hinata?
"Perhatian semuanya? Gadis ini. Jangan ada yang mengganggunya. Dia calon istri ku!" teriak Naruto mengangkat tangan kirinya dan tangan Hinata keatas. Menunjukkan bukti jika Hinata miliknya- Cincin yang tersemat di jari keduanya-.
Semuanya mendengus kecewa karena hal tersebut. Objek yang tadinya ingin di kagumi ternyata sudah memiliki calon.
PLAKK
Mendapat kesadarannya. Hinata menampar keras pipi Naruto. Gadis itu menangis.
"K ..kau i ...tu ci-uman perta ...ma ku! ... dasar mesum!" umpatnya. Lalu berlari pergi sekuat mungkin.
Naruto terdiam. Kejadian tiba-tiba tersebut membuatnya terdiam, tidak bisa berpikir. Hinata menamparnya? Gadis itu bahkan mengatainya mesum. Tapi, ia bilang. Itu tadi ciuman pertamanya? Ciuman pertamanya.
Oh tidak! Sekuat tenaga Naruto berlari mengejar Hinata. Meski ia sudah kehilangan jejak.
.
.
.
Hinata menghentikan larinya. Gadis itu mengatur nafasnya yang terengah-engah. Menyenderkan punggungnya pada dinding jembatan. Sisa airmata masih tampak dipelupuk matanya.
Hinata menutup mulutnya. Ia takkan bisa lagi menjadi pengantin. Bahkan, pemuda itu juga mencuri ciuman pertamanya. Setelah merusak mimpinya mendapat pengakuan cinta yang romantis dari pria yang dicintainya. Pemuda itu juga bahkan merusak mimpinya berciuman dengan suaminya di altar pernikahan.
"Di sini kau rupanya!"
Hinata mendongakkan kepalanya. Kemudian matanya kembali melotot ketika mengetahui suara siapa itu.
"J ...jangan mendekat!" pekiknya.
Pemuda itu menatapnya dengan mata yang menyiratkan kekhawatiran yang pekat.
"H ..hei, yang tadi itu. Aku minta maaf?" ucapnya.
"Kau tidak berniat bunuh diri di jembatan inikan?" sambungnya lagi masih tak menghilangkan ekspresi khawatirnya.
Hinata berkedip bingung. "Bunuh diri?"
Naruto menggaruk pipinya. "Ya, bukankah pernah ada kejadian. Seorang siswi nekat terjun ke sungai yang dingin karena ciuman pertamanya di curi!"
"Eh? Benarkah? " Komentar Hinata. Melupakan kejadian barusan yang bahkan melibatkan tentang ciumannya yang di curi.
"Benar!" Naruto mengangguk.
"Kau tau? Ia bahkan meminta pada si pria untuk mengembalikan ciumannya itu!" lanjut Naruto. Matanya terlihat menerawang. Kemudian bibirnya menyunggingkan sebuah senyum tipis.
"Memangnya bisa? Kalau begitu. Aku juga ingin kau kembalikan ciuman pertamaku!" pinta Hinata dengan polosnya.
Naruto terkikik geli lalu kembali menyeringai.
"Kau ambil saja sendiri jika ingin!"
"Eh?"
Naruto mendekat. "Kalau kau ingin ciumanmu kembali. Kau ambil sendiri. Cium aku. Jadi, ciumanmu akan kembali!"
Hinata meneguk salivanya gugup.
"MESUM!" pekik gadis itu lalu berdiri untuk kembali berjalan pulang.
Naruto tertawa keras.
"Hei Istriku! Tunggu!" teriaknya.
Hinata berbalik. "Aku bukan istrimu!"
.
.
.
"Wahhh, calon pengantin sudah datang rupanya?" olok seorang siswi berambut merah jambu-Sakura-. Hinata hanya diam dan duduk dikursinya. Mencoba untuk cuek dengan gosip-gosip tentang dirinya. Yang menyebar luas pagi ini. Serta olokan-olokan yang menyertai langkah kakinya sepanjang koridor sekolah tadi.
Arrgggh, sepertinya sekolah akan menyebalkan karena pemuda mesum itu.
"Kyaaaa! Hinata-chan? Bisa menceritakan padaku, bagaimana awal pertemuan kalian?" pinta seorang siswi berkucir satu yang tiba-tiba muncul di depan Hinata.
"Eh?"
"Pemuda yang kemarin itukan Uzumaki-kun? Putra pemilik Namikaze Corp yang terkenal itukan?" sambung gadis itu lagi.
Hinata menggeleng pelan. Tanda jika ia tidak tau.
"K ..kau, tidak tau hal itu?" tanya gadis itu ragu.
Hinata mengangguk. Gadis berperawakan imut itu menepuk jidatnya pelan. Ia kemudian memilih menduduki kursi di depan Hinata.
"Namanya Naruto Uzumaki kan?"
"Iya!"
"Dia itu putra Minato Namikaze. Pemilik perusahaan terbesar di Konoha. Foto-fotonya juga banyak beredar di majalah-majalah remaja. Sebagai pria muda yang berprestasi di bidang olahraga basket dan seni modeling!" jelas Gadis yang di ketahui bernama Ino itu panjang lebar. Hinata manggut-manggut mengerti.
"T ..tapi, kenapa ia tidak memakai marga Ayahnya?" tanya Hinata penasaran.
"Ah, kau pintar!" Ino menunjukkan jari telunjuknya ke atas.
"Alasan akan hal itu. Uzumaki-kun tidak mau menjelaskannya pada media. Ia hanya bilang, jika itu rahasia keluarganya."
"Begitu?"
Ino mengangguk. Gadis itu memajukan kepalanya.
"Tapi, meski begitu. Kau harus hati-hati, Hinata-chan!" ucapnya dengan suara pelan.
Hinata menggigit bibir bawahnya. Entah kenapa, perasaannya tiba-tiba tidak enak.
"Kenapa?"
"Karena. Aku pernah mendengar rumor jika pemuda itu me-sum! Usahakan agar ia tidak berbisik di telingamu. Jika itu terjadi. Katanya, kau akan jatuh dalam pesonanya!" Ino tersenyum simpul setelah menyelesaikan kalimatnya.
Sedangkan Hinata bergidik ngeri. Jika benar begitu. Apa yang akan terjadi dengan dirinya di hari-hari selanjutnya?
TBC
Gak nyangka bisa update ficnya secepat ini.^w^
Apakah ada yang ingin bertanya kenapa fic ini cepat sekali updatenya?
Hehhhe... ini karena kemarin Achan udah sempet membuat ficnya sampai ke chapter tiga. Jadilah deh. Langsung diupdate aja.
Terima kasih untuk reviewnya.
Bayangan Semu : hihi, khayalan tingkat tinggi? Sepertinya tidak apa. Asalkan jangan terjatuh.
Namie : 'naru punya kekuatan magic ya?' umm kayaknya y! Hhehhhehhhe author gak bisa bilang! :D
Misti Chan : hmm menurut Misti chan gimana? Stelah mlihat chapter ini. Apakah benar Naruto makhluk astral? Udah kejawab y di ch ini? #tersenyum sok manis^^
Hqhqhq: 'Naruto bukan manusia ya? Atau stalker?' kayaknya bukan keduanya deh.. :D
Mrs. EvilgameGyu : wah, Maaf. Ini memang hasil karya auhor. Author gak pernah berniat mlakukan plagiat atau juga sejenisnya.
Virgo24, Anita, Nube, merry chan : hehhhhe ini udah lanjut. ^_-
Oke! Sampai berjumpa lagi di chapter selanjutnya.
R&R please? *_*
