"Tapi setidaknya, paman berikan aku ide sebagai permulaan" otak encer Gray mendadak sepi akal. Jujur, dia juga takut harus menghadapi Juvia. Wakaba yang punya status 'tangan kanan' dibuat babak belur, bagaimana dia dengan hubungan 'teman masa kecil'. Masuk rumah sakit kali
"Kamu itu bagaimana, anak muda zaman sekarang tidak kreatif! Jelek-jelekin aja tuh si Levi-sama. Cari kekurangannya terus puji Lyon. Pasti Juvia langsung berpangling ke lain hati" enak bener ngomongnya, sampe hujan air liur ikut serta memeriahkan
"Kalau begitu mah, saya masuk rumah sakit duluan"
"Pikiranlah cara lain, misalnya sogok si mangaka buat bikin Levi-sama meninggal"
"Uangnya darimana?"
"Dari kamu. Modal dikit napa?"
Dikira sogok mangaka itu semudah membalik telapak tangan? Bukan hanya Juvia yang menghajarnya, seluruh fans Attack on Titan mulai dari kakek-nenek, cewek-cowok bahkan anak kecil, pasti keroyokin massal Gray sampai jomblo ngenes ini tambah ngenes. Belum sempat menggandeng tangan pacar, dipanggil Tuhan terlebih dahulu. Ah, amit-amit deh! Batinnya merinding. Mendadak firasat Gray tidak enak. Aura gelap terasa memancar dibalik pintu, jangan bilang….
"Maaf paman. Sepertinya ada yang ingin berbicara di sana" ucap Gray berusaha pamit baik-baik. Tanpa menunggu persetujuan, langsung cap cus meninggalkan ruang kerja
Tok…tok…tok….
"Juvia rupanya. Jarang sekali kamu datang ke sini, ayo peluk ayahmu…."
"Langsung ke point-nya saja. Aku tidak setuju dijodohkan dengan Lyon"
"Dulu…." mengalunlah lagu sakitnya tuh di sini, karya Cita Citata (lagi), yang memang cita-citanya Cita Citata itu menjadi penyanyi dangdut. Saentro kantor pun serentak harlem shake ria
"Kenapa sayang? Lyon itu tampan, kaya raya, baik hati, tidak sombong dan rajin menabung. Oh, atau mungkin kamu ingin bertunangan sama Gray?"
"Hah….sama si jelek Gray Fullbuster? Aku me-no-lak! Kecuali, jika dia bisa menyamai Levi-sama. Ya ampun, dia terlalu ganteng sih. Kyaaa….!"
"Hoi Gray dengar kan?! Katanya kamu jelek lho, hahaha!"
Demi apa banget, Juvia seenak udel bicara kayak gitu. Dia tuh mana tau, Gray jago olahraga terutama basket. Nilai mata pelajaran sempurna. Punya banyak prestasi. Pewaris tunggal perusahaan Fullbuster, kurang mapan apalagi coba? Daripada Levi-sama itu, kerjaannya cuma gelantungan di pohon pake tali, terus memotong daging mentah seukuran raksasa. Bukannya dipanggang atau dibakar malah dibiarinin gitu aja.
Siapa coba yang bodoh? Ya jelaslah guaa! /ngaku
"Tu-tunggu sebentar! Dengarkan dulu penjelasan ayah" pinta paman teramat sangat. Mau tidak mau Juvia menurut, kembali duduk dan bersikap manis, di depan perusahaan boss perusahan Lockser. Kira-kira beginilah, gambaran tingkatan mereka sekarang
"Katakan saja, ayah. Setelah ini, aku harus menonton episode final Attack on Titan. Kyaa….Levi-sama pasti tampil keren" mendadak ber-fans girling ria. Padahal suasanya sudah oke tadi, biar mirip di drama korea gitu
"Apapun yang terjadi, ku kan selalu ada hanya untukmu…." woy salah skenario, cerita author bukan kumpulan penggalan lirik lagu galau tahun 2015!
Back to story….
"Apapun yang terjadi, kamu harus bertunangan dengan Lyon. Juvia, ayah melakukannya demi masa depan perusahaan Lockser. Kalau tidak….kita bisa bangkrut!"
"Bangkrut….apa maksud ayah?"
"Ayah Lyon, Jura Narsis, mengancam akan menghancurkan perusahaan, jika kamu tidak menikah dengan anaknya. Dia benar-benar mengerikan, ayah takut gagal mempertahankan kekayaan keluarga Lockser"
"Ralat ayah, Jura Narkis bukan narsis" balas Juvia memasang wajah bad poker face. Sedang serius masih bisa-bisanya memplesetkan nama orang lain
"Mau Narkis, narsis, nista, nusta, ayah tidak peduli! Juvia, kejayaan perusahaan Lockser berada di tanganmu. Jadi…."
"Jadi, biarkan aku pulang ke rumah dan nonton anime, oke?"
TIDAKKKKK!
Pintu terbanting keras, menampar Gray yang bersembunyi di belakang. Ini bukan saatnya untuk mengobati mimisan, karena PAMAN LEPAS KENDALI DAN MENUSUK-NUSUK BONEKA VOODO! Bak pahlawan kesiangan, dengan sigap kedua tangannya merebut benda terkutuk itu, lalu diinjak-injak seakan menaruh dendam, baru dibuang ke tong sampah. Kenapa pula harus berlagak over dramatik dulu? Jelas dong supaya kelihatan keren, melebihi lapisan langit ke-delapan /eh?
"Sadarlah paman! Kamu tidak bisa membunuh seseorang menggunakan boneka voodo, kalau dia hanya manusia dua dimensi. Bagaimana coba, caranya mengambil rambut si Levi? Itukan syarat utama!"
Hening….
Ternyata Gray memang kebelet bodoh.
"Ah iya benar juga. Untung kamu kasih tau paman"
"Tentang saja. Aku pasti membuat Juvia ingin bertunangan dengan Lyon, demi perusahaan Fullbuster juga!"
"Terima kasih Gray….mendengarnya terhura paman"
Syukurlah skenario cerita ini terselamatkan, meski di akhir susunan kalimatnya terbalik-balik. Gray pun pulang ke rumah sambil bersenandung, walaupun masalah yang menghadang belum selesai, setidaknya dia dapat mengakhiri Senin, dengan nyawa masih menempel di raga. Kebayang enggak sih, kalau cewek marah itu seseram apa? Lebih-lebih terserang PMS, truk juga bisa dijungkir balik!
"Omong-omong….darimana paman mendapat boneka voodo, ya?"
Sumpah, pertanyaanmu gak penting untuk dibahas.
Keesokan harinya….
Pagi sekali Gray sudah pamit berangkat ke sekolah. Dia bertekad mencari informasi sebanyak mungkin, niatnya buat uhukmodusuhuk, maksudnya supaya bisa membantu paman. Benar saja, Juvia tengah duduk santai ditemani komik Attack on Titan, menikmati lagu lewat dua pasang earphone. Karena keberadaannya dianggap kutu air, Gray mencabut paksa salah satu dan ikut mendengarkan, duduk di sebelah kanan bangku yang belum dihuni pemiliknya.
Namun….
Angriff auf die Titanen
Der Junge von einst wird bald zum Schwert greifen
Buset dah, bahasa apa itu?! Gray terjatuh dalam posisi tidak elit, earphone Juvia ikut tertarik, sehingga menindih tubuh kekar si surai raven. Bangku kayu yang berserakan mereka indahkan, dengan mode ala macan betina kena PMS, dia marah-marah pakai bahasa Prancis, keluar kelas meninggalkan komik di atas meja berserta Gray. Merasa bersalah tidak, bingung iya. Fasih bener yak cerocosannya, bunga-bunga cinta jadi bermekaran.
Ciee...yang terus, kepikiran! Meski sebenarnya tidak lucu sih, jatuh cinta kepada seseorang karena dia memarahimu, menggunakan bahasa Prancis. Maklumlah, Gray kan udah ngenes tingkat akut.
"Eh, apaan nih?" gumam Gray sendirian, membuka lipatan kertas yang terjepit oleh kaki kursi. Buat jaga-jaga tolong hubungi RSJ terdekat permirsa
Wah, ada petunjuk baru rupanya!
To : Paman
Hari Minggu besok, Juvia akan mengunjungi festival cosplay di pusat perbelanjaan Magnolia. Menurut paman harus bagaimana?
From : Paman (sekalinya aja berhubungan dengan Juvia. SMS dibalas secepat kilat)
Ikutan festival-nya. Kamu cus pley jadi si Levi-sama, terus bilang ke dia, 'maaf, tetapi cowok dua dimensi dan cewek tiga dimensi tidak bisa bersama'. Mantap kagak?
To : Paman
Biaya kostumnya? Jangan bilang aku yang keluarin duit.
From : Paman
Kali ini biar paman yang biayain. Anak sekolahan dasar, gak modal bener.
Tidak modal? Paman saja yang pelitnya mirip Erza, NAUDZUBILAH BANGET! Gray menyimpan handphone ke dalam saku celana, menyadari Juvia telah balik dan lanjut membaca komik. Untung dia tidak ngeh, kertas di tengah halaman menghilang tanpa jejak. Justru bagus dong, jadinya nyawa Gray selamat untuk hari ini. Tokoh utama kesayangan kita belum boleh mati~.
Hari Minggu….
Waktu santai Gray dipangkas habis, dia yang awalnya ingin menonton doraemon, terpaksa membatalkan niat tersebut karena disuruh datang ke festival, satu jam lebih cepat. Di sana, seorang lelaki bernama Bob sedang menanti kedatangannya, yang mengaret lima belas menit. Emangnya Juvia tiba jam berapa? Kenapa aku harus ke sini jam sembilan?! Batin Gray mengacak rambut frustasi, terutama setelah melihat penata riasnya macam BANCI DARI TAMAN LAWANG!
Ini paman yang tidak modal, atau penampilannya memang begitu?
"Silahkah duduk, Gray-chan"
"Demi apa, dia manggil gue yang ganteng ini pake imbuhan –chan?! Siapapun, tolong siapkan tabung oksigen!"
"Kita mulai saja, ya"
'Emak, kalo misalnya aku enggak pulang-pulang, berarti sudah terkontaminasi virus banci, dan bang toyib'. Gray tidak mengerti, Bob mengapakan wajahnya yang mendadak penuh riasan kosmetik. Eyeshadow, bulu mata palsu, lipstik, pita warna pink, emang gue cewek macho disangka nyamar jadi cowok apa?!
Dibanding membantu paman, dia lebih kepengen pulang dan mengurung diri tujuh hari tujuh malam. Gawat banget kalo sampe si otak api sama pacarnya tau, dia berubah menjadi power ranger, eh maksudnya banci! Mau ditaruh dimana muka keluarga Fullbuster? Mungkin supaya tidak kena malu, nama si Gray dicoreng duluan dari kartu keluarga.
"Sudah selesai. Sapalah Juvia-chan, dia sedang kemari" plisss help me siapapun! Gray tidak peduli meskipun Bahas Inggrisnya acak kadut. Penampilanlah yang paling dikhawatirkan
"Copslayer Levi-sama, ya? Salaman dong!"
"Se-se-se…se…selamat….siang" bahkan Gray lupa, cara membedakan pagi dan siang. Juvia membatu sesaat, tiba-tiba berlari pergi sambil berteriak, 'ada cosplayer banci!'
Semtara itu paman di kantor….
"Rencana saya pasti sukses besar. Dengan begini, Juvia tidak akan ngefans lagi sama orang bernama Levi-sama itu, hahaha!"
Balik lagi ke Gray….
"PAMAN MAU MEMPERMAINKANKU YA?!"
Cermin memantulkan rupa Gray, yang didominasi warna pink menor dan merah tua. Tak ketinggalan bulu mata anti badai ala Syahrini.
Wuhuu….cucok bingits deh chapter dua ini.
Bersambung….
Balasan review :
BlackHage-chan : Thx ya udah review, mampir terus deh jadi terharu saya. Kayak kamu yang tergila2 sama Natsu, aku juga suka banget sama Jellal, dan lahirlah ide gila ini ._. Kalo soal penulisan entah kenapa aku masih ngerasa biasa banget, tapi kalau udah bagus ya berarti harus dipertahankan ya. Oke deh pasti dilanjut, maaf lho kelamaan.
Fic of Delusion : Semoga cara nyadarinnya gak bikin kamu ngerasa aneh dengan Gray. Thx ya udah review, maaf kelamaan update.
GummyZone : Itu ungkapan hati dan pikiran author, wkwkw, karena buat cerita yang gaya bahasa formal bener2 nguras pikiran, bisa gila duluan author-nya, wkwkw. Oke thx ya udah review, maaf kelamaan update!
NlorenZo : Oke thx ya udah review, maaf kelamaan update!
aprianor007 : Meski sebenernya author gak pandai2 banget bikin cerita humor. Oke deh thx atas sarannya, author usahakan deh. Thx juga udah review. Maaf update-nya kelamaan.
