"Ya! Bajuku basah! Aish jinjja! Seandainya hari ini tidak ada jam kuliah aku masih tidur cantik di kamar. Aish! Haaaa! Ah! Chankaman. Ada kemejaku di loker. Ahh Kim Heechul, kau benar-benar pintar hari ini." Pagi hari yang suram di tambah lagi kesuraman dari gerutuan seorang Kim Heechul yang membuat orang-orang di sekitarnya mulai menjauhinya menjadi pembukaan chapter ini. Kim Heechul. Ia sangat membenci hujan apabila datang. Tetapi di saat yang bersamaan ia juga menyukai hujan jika suatu hari kisah cintanya seperti di drama-drama percintaan yang sering ia tonton. Sepasang kekasih yang sedang bertengkar di tengah hujan deras dan berakhir dengan berpelukan. Oh so sweet.
Saat Heechul akan melewati kantin yang beruntungnya bersebelahan dengan kelasnya, baju basah yang sudah tertata apik di dalam kantung kertas di genggamannya, seketika terjatuh begitu saja saat ia melihat seseorang dari arah berlawanan begitu tampan dan keren. Di dalam matanya seolah-olah ada sinar ajaib di belakang orang itu. Hingga perlahan mulut Heechul pun menganga saking dahsyatnya pesona seseorang yang tengah berjalan menuju ke arahnya.
"Omona! Ada apa dengan anak boyband jaman sekarang?! He? Boyband? Haaahhh oh my god kenapa tiba-tiba udara di sekitar sini terasa panas? Huuuuufftt..." tangan Heechul berubah haluan menggerak-gerakkan bajunya berharap mendapat asupan angin yang memadai agar udara panas di sekitarnya perlahan berhenti. Belum berhenti sampai disitu, pemandangan selanjutnya menampakkan keindahan yang sama meski berbeda orang dan stylenya.
"Omona omona! Jinjja! Pintu ini benar-benar seperti kantong doraemon! Ajaibnya pintu ini memasukkan orang-orang tampan di dalamnya! Eits. Tunggu. Tunggu. Ini kan kelasku. Heee? Kyaaaaa... beruntungnya Kim Heechul hari ini! Ohh sini kupeluk." Dengan absurdnya Heechul memeluk pintu kelasnya dan mengelus-elusnya bagaikan pintu itu adalah kekasih masa depannya. Tak sadarkah dirimu wahai Kim Heechul bahwa tingkah konyolmu itu di lihat oleh seluruh orang yang telah masuk ke dalam kelas. Dengan teramat menanggung rasa malu akibat tingkah konyol sahabatnya, Kyuhyun yang sudah stand by di bangkunya memasukkan kepalanya di dalam tasnya. Jika nanti Heechul menemukannya dan menyapanya heboh, Kyuhyun sudah memutuskan akan pura-pura tak mengenalnya.
.
.
.
.
"So, where is he?"
"Jangan sok bisa memakai bahasa inggris Kim. Aku tahu bahasa inggrismu jauh lebih buruk dariku."
"Ah wae? Tidak bisakah kau memujiku pintar sekali saja iblis. Kau tahu? Aku belajar semalaman hanya untuk mengucapkannya dengan benar. Moodku langsung jatuh mendengar ucapanmu bocah Cho."
"Kau lihat baris kelima dari depan, tepat di belakang atas kita. Orang yang memakai kacamata itu namanya Kim Kibum."
"Ya. Neo micheoso?! Jadi aku harus memanggil ketujuh orang yang memakai kacamata itu dengan nama Kim Kibum?"
"Ehehehehe. Makanya dengarkan dulu. Kan aku belum selesai bicara Kim."
"Arasseo. Arasseo. Marhae."
"Jadi, Kim Kibum itu yang sekarang sedang merapikan rambutnya kebelakang. Lalu dia menulis lagi. Sekarang dia sedang menghadap ke jendela. Ah tidak tidak. Sekarang dia sedang memperhatikan dosen. Iya. Dia Kim Kibum."
"Ya! Cho Kyuhyun-ssi. Kau mau cari mati eoh? Aku disuruh mencari orang dengan ciri-ciri konyol seperti itu? Kau lebih cocok menjadi komentator sepakbola daripada hanya duduk dengan psp. Atau jangan-jangan... ooohhhhhh... Kim Heechul yang pintar ini sekarang tahu." Heechul tiba-tiba memandangi Kyuhyun dari atas sampai bawah dan sebaliknya. Kemudian ia mengangguk-angguk seraya mengusap dagunya. Dengan gaya duduk aristokratnya, ia sukses mengintimidasi Kyuhyun hingga membuatnya salah tingkah.
"M-mwo? Tahu apa kau?! Jangan bicara yang aneh-aneh. Aku tidak seperti yang kau bayangkan."
"Tidak seperti yang kubayangkan? Memangnya aku membayangkan apa hmm?" Kyuhyun semakin ingin memberi satu pukulan di wajah mulus Heechul saat melihat Heechul semakin tersenyum aneh.
"Kau mempermainkanku Kim Heechul. Aish. Sudahlah. Kau tidak tahu yang mana itu Kim Kibumpun aku tak rugi."
"Oh oh oh... jadi Kim Kibum hanya akan menjadi milikmu ya? Aigoo licik sekali uri Cho Kyuna... jadi kemarin siapa yang terkejut Kim Heechul adalah si penyuka lelaki hmm? Aku baru ingat. Dia adalah Cho Kyuhyun. Ahahha."
"Kim. Hee. Chul... Kau..."
"Ah.. Araseo. Araseo... hehehehe. Jadi yang mana Kim Kibum? Kali ini aku serius."
"Dia yang memakai kemeja merah kotak-kotak, kaus di dalamnya warna putih. Ia memakai headphone di lehernya."
"Omonaa... kenapa tak kau bilang dari tadi Cho! Kyaaaa... boyband keren seperti dia kenapa bisa nyasar kesini? Aigoo... Baiklah. Cho Kyuhyun. Sudah kuputuskan. Bantu aku mendekatinya. Okay?"
"Mana yang boyband? Aku tidak pernah melihat dia di televisi Kim."
"Kyu...itu hanya perumpamaan paboya!"
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
TBC.
.
.
.
Selamat menunaikan ibadah puasa bagi yg melaksanakan^^
Berhubung ini bulan Ramadhan, jadi Fi buat cerita yang ringan-ringan aja biar puasa kita juga aman hehe. Soal ff yg in progress ditunggu aja ampe bulan yg suci ini berakhir muehehehehe
