Really I'm Sorry

Cast : Oh Sehun

Kim Jongin

Do Kyungsoo

Xi Luhan

Park Chanyeol

Huang Zi Tao

Byun Baekhyun

Kim Minseok

Summary : Sehun melakukan kesalahan besar ketika mengetahui bahwa jongin adalah seorang gay. Melihat peluang ini, Kyungsoo dan luhan memanfaatkan situasi membuat jongin dan sehun semakin menjauh satu sama lain."kau egois, hun"| "kabar bahwa kau ini gay"|"astaga! Jongin!"| BL! KaiHun. HanHun. KaiSoo. Little bit Chanhun HanXiu

Ada yang berbeda dari sehun hari ini. Hanya melihatnya sekilas saja sudah pasti yakin dia sedang emosi tapi di tahannya. Seperti biasa, sehun memakan bekalnya ketika sampai di sekolah. Sedari tadi jongin sudah mengajaknya berbicara tapi hanya di balas "hm" "mungkin" "ya" tidak".

"kau tidak menjemputku"sehun masih bergelut pada acara makan paginya

"bukankah luhan menjemputmu?"

Sehun meletakkan sendok dan garpunya lalu menghadap jongin. Sudah cukup, dia sangat emosi. "sudah ku bilang luhan tidak menjemputku! Aku sudah mengirimu pesan untuk menjempuku! Tapi kau tidak menjemputku juga"

"bukankah dengan jelas luhan menawarkan jemputan padamu dan kau menerimanya?"

"astaga jongin... ya luhan memang menawarkan jemputan pada ku tapi sudah ku bilang luhan tidak dapat menjemputku maka dari itu aku menyuruhmu menjemputku dan kau menyetujuinya. Jika kau tidak bisa menjemputku, seharusnya bilang saja tidak bisa"

"kau egois, hun" Sehun hanya menggeretakkan giginya melihat punggung jongin menjauh

"Apakah dia bodoh? Lama berpikir? Bagaimana bisa dia marah? Seharusnya aku yang marah di sini, bukan dia" marah sehun pada kedua temannya yang lain yang sedari tadi hanya menatap perdebatan dirinya dan jongin.

Tao mendesis "kau egois hun, kau sudah menerima jemputan luhan tapi kau malah menyuruh jongin menjemputmu. Bilang saja agar di pesta itu kau bisa di temani 2 namja sekaligus"

"bagaiman bisa kau berkata seperti itu, tao?" Sehun mengaga tak percaya. Air matanya sudah memenuhi pelupuk matanya yang siap meluncur kapan saja jika dia mengedipkan matanya.

"aku memang menerima tawaran jemputan luhan tapi luhan tidak bisa menjemputku malam itu. Maka dari itu aku menyuruh jongin menjemputku! Apakah ini hasil ajaran orang tuamu hm? Di temani 2 namja sekaligus? Bahkan aku masih straight, tidak seperti kau yang gay" lanjut sehun.

"jaga mulutmu sehun!" kali ini bukan dari mulut tao melainkan dari seseorang di sebelahnya, baekhyun.

"apa? Kau akan membelanya? Membela semua tuduhannya? Kalian berdua sama saja!" sehun menggebrak mejanya sebelum pergi dari kelas itu.

Sehun terus saja berjalan. Air matanya tak berhenti mengalir deras. Sangat sakit saat teman sendiri mengatakan hal yang tidak benar kepadanya. Menggaet 2 namja sekaligus? Bodoh sekali dia, pikir sehun.

Dia ingin menenangkan pikirannya dulu di atap sekolah tapi dia baru ingat, sekolah ini tak punya atap sekolah-.- jadi dia hanya ke taman belakang sekolahnya saja, memang tamannya itu kecil. Hanya ada 6 bangku taman di sana.

Dia duduk di salah satu bangku tersebut lalu mengeluarkan ponselnya. Mendengarkan musik. Sangat bagus untuk mewakili semua perasaan. Sehun mulai memejamkan mata dan bersender pada bangku tersebut. Seidaknya 15 menit kedepan hatinya tak seburuk sekarang untuk memulai pelajaran.

-Really I'm Sorry-

Dilain tempat, jongin menghabiskan waktunya di perpustakaan. Berdiam diri menatap novel inggris yang sedari tadi di pegangnya. Oh..jangan pikir jongin menyukai ini. Bahkan dia sangat buruk dalam hal pelajaran bahasa inggris.

"hey, jongin" jongin mengadahkan kepalanya

"ah-hei kyungsoo" jongin tersenyum menanggapi kedatangan kyungsoo. Kyungsoo menarik salah satu kursi di situ dan mendudukinya. Senyum manisnya tak lepas dari bibir berbentuk hati itu.

"ini keajaiban. Bagaimana kau disini?"

"aku sedang ada masalah dengan seseorang. ini hal yang rumit kyungsoo. Kau mungkin tidak akan mengerti" jongin menghela nafasnya dengan lesu

"ah okay.. jadi..kata kuncinya?"

"sehun" kyungsoo tersenyum miris, selalu sehun. Sedikit-sedikit sehun. Apa-apa sehun.

"jadi ini tentang sehun ya? Ah"

Cukup berdiam lama setelah kyungsoo kembali mengeluarkan suaranya "apakah itu benar?"

Jongin menaikkan sebelah alisnya bingung "benar apanya? Maksudmu?

"kabar bahwa kau ini gay"

"ya?" jongin menegakkan tubuhnya. Kabar apa ini? Tidak ada angin, tidak ada hujan kenapa ada kabar murahan seperti ini?

"sehun yang memberitahuku bahwa kau ini gay. Katanya kau berhubungan dengan Cho Saem dan sudah melakukan suatu ekhem...hubungan..intim" kyungsoo melirik jongin.

Semua kata-kata itu lolos di bibir manisnya. Tak ada beban sedikitpun ketika mengatakan itu semua. Dan sedikit kebohongan pada bagian akhirnya juga tidak membuat kyungsoo merasa bersalah. Dia bahkan seperti tidak mengingat janjinya pada sehun. Tidak- dia ingat janji itu. Dia sengaja melakukannya.

Jongin yang tak percaya akan itu semua hanya membelakkan matanya dan segera berdiri. Masalah apa lagi ini? Belum selesai masalah sebelumnya dengan sehun dan muncul masalah baru lagi.

Dia melangkahkan kakinya keluar dari perpustakaan. Menyisakan kyungsoo dengan smirk yang terpatri di bibirnya.

-Really I'm Sorry-

Sudah hampir 1 jam sehun berusaha berkutat pada tugasnya. Suara tao dan baekhyun benar benar mengganggunya. Biasanya tidak seperti ini.

Bukan, sehun sudah terbiasa akan suara keributan yang di hasilkan tao dan baekhyu. Tapi kali ini beda. Mereka berdua terus saja mengajak jongin untuk bercanda dan menganggap sehun tidak ada.

Sehun sudah tidak tahan lagi di situasi seperti ini. Mereka pikir dia ini apa? Nyamuk? Sehun segera bangkit dari bangkunya, mengambil buku tugasnya dan berjalan ke arah depan. Yoon Songsaenim tidak melihat sehun, sedari tadi dia hanya menunduk sambil memeriksa tugas-tugas dari kelas lain.

"chan bolehkah aku duduk disini?" bukan hanya chanyeol, dua namja yang duduk di depan mereka juga tak kalah kagetnya atas kehadiran sehun

"tentu saja!"

Chanyeol menggeser badannya dan pindah ke bangku satunya agar sehun dapat menempati bangkunya. Sehun hanya tersenyum terima kasih pada chanyeol. Luhan yang berada pas di depan sehun tidak berhenti melayangkan senyum pada sehun.

"aku hanya sementara disini, jadi aku harap kalian tidak terganggu"

"tentu saja tidak!" luhan dan chanyeol menatap satu sama lain. Sehun tertawa kecil menyaksikan kekompakan mereka saat menanggapi pernyataan sehun.

Sesaat chanyeol dan luhan terpaku melihat bagaimana sehun tertawa. Eyesmilenya, bibir tipisnya, rahang tegasnya, bagaimana bisa ada mahkluk sesempurna ini? Pikir luhan dan chanyeol bersamaan, tidak melepas tatapan mereka pada sehun.

lain hal dengan jongin, dia memandang di depan dia dengan tatapan bencinya. Entahlah, benci yang dia maksud untuk siapa.

Dia benci sehun tidak meminta maaf padanya. Dia benci bagaimana chanyeol dan luhan sangat menyambut sehun dengan senangnya. Dia benci sehun lebih memilih bersama mereka. Dia benci bagaimana luhan terus-terusan menghadap kebelakang hanya untuk mencuri perhatian sehun. Dia membenci semuanya.

"hey lagi jongin" jongin melihat siapa yang menyapanya barusan. Kyungsoo -lagi-

Dia mengambil tempat dimana seharusnya tempat duduk sehun. Duduk di bangku sehun dengan santainya tanpa beban sedikitpun.

"bolehkah aku duduk disini? Aku benci duduk sendirian, mungkin kau juga" jongin hanya membalasnya dengan anggukan yang kentara terlihat ragu-ragu.

Namun siapa yang peduli? Yang terpenting bagi kyungsoo, dia dapat sebangku dengan jongin. Jongin sedikit berat sebenarnya melihat orang lain menempati posisi sehun tapi yasudahlah, dia tidak memiliki alasan berarti untuk menolak kyungsoo untuk duduk di sebelahnya.

-Really I'm Sorry-

Sehun sibuk mengatur nafasnya, kejadian satu jam lalu dimana ia tak sengaja memergoki jongin tidak memakai seragam atasnya di toilet membuat sehun berlari untuk kabur.

Ia juga tak mengerti, mengapa ia harus kabur seperti ini. Padahal ia dan jongin sama-sama lelaki. Tapi mengingat tadi- jongin benar-benar mempunyai badan yang bagus. Otot-otot di lengannya-

"TIDAAKK! Astaga, oh sehun, apa yang kau pikirkan" sehun menyandarkan tubuhnya pada dinding di belakangnya.

"Tidak mungkin aku menyukai jongin, aku masih straight! Ingat sehun, kau masih menyukai seohyun sunbae"

"kau sedang apa?"

"astaga! Jongin!" lagi-lagi sehun memegang dadanya. Sehun merasakan sesuatu yang aneh di pipinya. Astaga! Jangan bilang dia merona.

Jangan sampai merona. Jangan sampai merona. Jangan sampai me-

"kau kenapa? Wajahmu memerah. Kau sakit?" sehun mencelos.

Setidaknya jongin tidak berpikir macam-macam lebih tepatnya jongin tidak berpikir wajah sehun memerah karena kedatangan jongin yang mengingatkannya atas kejadian di ruang ganti tadi

"a-aku tidak apa-"

"tapi kau kelihatannya sakit" sehun membelakkan matanya saat jongin dengan secara tiba tiba menangkup pipinya.

"bernafaslah, kau tidak bernafas"lanjut jongin

Bagaimana bisa sehun bernafas? Detak jantungnya bahkan berdetak 2x lipat dari biasanya.

"LEPASKANNN!" sehun dengan kasar menepis tangan jongin di pipinya. Sekilas dia menatap jongin lalu pergi meninggalkan jongin secepatnya.

Entahlah. Tapi mimik wajah jongin tidak begitu mengenakkan. Ada sedikit perasaan kecewa di hatinya. Tapi entah apa itu.

-Really I'm Sorry-

"hey kyungsoo" kyungsoo menoleh kebelakang lalu tersenyum

"iya jongin?"

"apakah kau memiliki pulsa di ponselmu?" jongin menatap kyungsoo dengan sangat berharap

"OH TENTU SAJA! ekhem maksudku ada kok"

"ah syukurlah, bolehkan aku meminjam ponselmu sebentar saja untuk mengirim pesan pada hyung ku untuk menjemputku. shh kurasa hyung ku lupa untuk menjemputku"

"tentu saja boleh" kyungsoo tersenyum dan mengeluarkan ponselnya. Sedikit berkutat untuk membuka kata sandi ponselnya lalu memberikannya pada jongin

Jongin menerimanya dengan senang hati. Segera dia mengirim pesan pada hyungnya. Tapi secara tidak sengaja dia melihat nama sehun di ponsel kyungsoo.

Bukan pesan dari sehun melainkan pesan dari luhan tapi menyangkut-nyangkutkan nama sehun.

"apakah sudah, jongin?"

"maaf kyungsoo, tapi aku sedikit lupa nomor hyungku" jongin berbohong.

"baiklah, tidak apa-apa. Aku akan menunggumu"

Kyungsoo
"luhan, bisakah kau menjemput ku?"

Luhan
"tapi aku harus menjemput sehun. maaf kyungsoo"

Kyungsoo
"aku sudah menyuruh jongin menjemput sehun, kau tenang saja"

Luhan
"baiklah, bersiaplah kau"

"bukankah tanggal pesan ini adalah tanggal dimana malam baekhyun ulang tahun? Mengapa kyungsoo meminta aku menjemputnya kalau dia juga meminta luhan untuk menjemputnya?" beberapa pertanyaan sudah berkecamuk di pikiran jongin saat ini

Jongin menarik nafasnya dalam-dalam

"kyungsoo"

"hm?"

"kau apakan hubungan persahabatan aku dengan sehun?"

.

.

.

.

.

.

TBC

Huuaaaa~ akhirnya selesai juga chap ini wkwkwk
Lega princess/?
Ada yg nanya "sehun uke kan?" "ini kaihun bukan sekai kan"
Jadi aku bikin disini KAIHUN \(^.^)/
Aku emang bikin karakter sehun di sini uke manly/?
ya karena emang sehun itu aslinya ganteng ganteng manly, princess bisa apa? :"

Review juseyo~