Hari itu adalah Valentine, BoboiBoy Gempa berniat untuk membuatkan orang yang disukainya coklat, lalu meletakkannya di atas meja sang pujaan hati. Tetapi bukan coklat sembarangan yang akan ia buat, Gempa berencana untuk mencampurkan sedikit darahnya ke coklat itu bersamaan dengan potongan kepala Ying, gadis yang telah berani mendekati pujaan hatinya sejak lama. Tapi Gempa masih agak ragu apakah hanya akan mengirim satu bagian tubuh saja.
Beberapa detik kemudian sebuah ide muncul di kepalanya.
Ia tak akan memberi kepala Ying bersamaan dengan coklatnya.
.
.
.
.
Keesokan harinya Gempa pergi ke sekolah lebih awal dari biasanya untuk meletakkan coklatnya sebelum ada yang melihatnya membuat coklat kepada Fang.
BoboiBoy pun pergi duduk di kursinya sambil menunggu Fang datang.
Kenapa?
Tentunya karena Gempa telah menantang Fang agar ia datang ke sekolah lebih cepat dari biasanya dan siapapun yang kalah harus memakan coklat di atas meja masing-masing sampai habis.
Dan sesuai dugaannya, Fang berlari masuk dengan terengah-engah sambil membanting pintu masuknya dengan kasar, ia melihat sekekeliling dan menyadari jika Gempa telah memenangkan pertandingannya.
Dengan nafas yang masih terburu-buru ia duduk tepat di samping BoboiBoy, lalu meletakkan tas selempangnya di meja lalu menatap tumpukkan coklat yang menggunung di kursinya.
"Selamat pagi Fang~~~" Sapa Gempa dengan hangat dengan senyum yang mengandung makna tersendiri. Fang meliriknya sekilas lalu mengambil secara acak coklat di atas mejanya. Sedangkan Gempa, ia hanya terkekeh kecil ketika merasa rencananya berhasil. Walaupun ia agak tak suka Fang memakan coklat dari orang lain, Gempa dapat memastikan setelah ia mengirimkan hadiahnya kepada Fang, maka ia akan patuh sepenuhnya kepada Gempa.
Bagaimana tidak?
Gempa akan menteror Fang dengan mengirimkan satu persatu bagian tubuh orang yang berani menjalin hubungan dengannya.
Fang pasti akan patuh kepadanya.
Gempa terkekeh, Fang menatapnya aneh karena merasa tak ada yang lucu saat dia harus menghancurkan giginya dengan memakan semua coklatnya. Ia tak akan tau, pikir Gempa. Siapa yang akan mengira jika orang terakhir yang dikira jahat adalah si 'pelaku' sebenarnya?
Itulah gunanya menjadi baik kepada semua orang, manusia begitu mudah tertipu atas perbuatan baik tanpa berfikir dua kali jika ia adalah orang yang sangat jauh dari kata 'baik'
Gempa kembali terkekeh, mata emasnya menggelap seiring dengan kelamnya isi pikirannya.
Menurut kepercayaan yang populer di jepang, gadis yang memberi coklat bercampurkan darah 'bulanan'nya akan membuat pemuda yang di sukainya menjadi 'tunduk' kepada mereka. Tapi, berhubung BoboiBoy Gempa adalah seorang pria yang menyukai seorang pemuda manis di kelasnya yang bernama Fang. Maka, Gempa mengganti darah 'bulanan' dengan darah dari tanggannya yang ia sayat sendiri.
Tentunya bukan hanya itu rencanya untuk membuat Fang tunduk dan patuh kepadanya.
.
.
.
.
End
Halo~~~~ ketemu lagi nih kita, hehehehe~~~~
Kalian jangan membunuh orang karena membaca cerita ini ya~~~ enggak baik kalau membunuh orang yang suka kepada orang yang kita juga sukai.
Mendingan kalian culik aja langsung.
Masalah selesai~~~~
Author tak bisa menjamin kalau orang yang kalian sukai akan membalas cinta kalian ketika di berikan coklat 'Bulanan' waktu valentine. Tapi, kalau belum di coba ya mana tau, kan?
Author sih belum pernah coba.
Kenapa?
Saya enggak pernah 'Bulanan' :v
RnR?
