CHAPTER 2
I'M KYUHYUN NOT KYURA
Tidak seperti yang Siwon perkirakan, ternyata ia pulang saat pagi—tak sesuai dengaan prediksinya. Tetapi ia berharap istrinya tak pergi terlalu pagi, karena hari ini ia akan mengajak istrinya pergi ke pulau Jeju. Bukankah mereka belum berbulan madu? Dan itulah kenapa Siwon akan mengajak istrinya ke pulau Jeju.
Siwon menuju kekamarnya dengan senyuman simpul namun tampak sangat gembira. Siwon membuka pintu kamarnya, tampak tak ada siapapun di kamarnya. Kyura sudah pergi, pikirnya. Raut kekecewaan jelas terukir diwajahnya. Siwon berbalik dan menuju ke tangga. Ia duduk di tangga dengan wajah menunduk dan menghela napas berat berkali-kali. Berbagai pertanyaan menghantui otaknya. Apa Kyura tak ingin menikah dengannya? Apa Kyura tak mencintainya lagi? Bahkan sampai-sampai Kyura tak dapat mengorbankan waktunya hanya untuk sekedar mengobrol dengan Siwon.
Lamunan Siwon buyar ketika seorang pemuda lewat di lantai bawah yang datang dari arah dapur. Ia memegang PSP yang ia ketahui milik Kyura. Siwon mengintai pemuda itu. Setelah yakin pemuda itu sudah keluar dari rumahnya, dengan cepat Siwon memeriksa dapur, ternyata tak ada siapapun. Siwon berlari keluar rumah, tampak pemuda yang ia temukan itu memasuki mobil milik Kyura, dengan cepat Siwon bersembunyi dan mengintip dari balik pintu.
Siwon menghampiri mobil miliknya yang ia parkir diluar pagar rumah. Siwon mengejar mobil Kyura yang dikendarai pemuda tadi. Dalam hati Siwon, ia sangat marah. Ia kira pemuda itu adalah selingkuhan Kyura dan dengan semudah itu juga Kyura memberi barang miliknya ke pemuda itu.
Siwon terus mengikuti mobil itu sampai akhirnya berhenti di pinggir jalan yang cukup sepi. Pemuda itu keluar dari mobilnya dengan sebuket mawar putih yang dibungkus plastic merah muda. Pemuda itu menaiki tangga menuju kesuatu tempat dan Siwon tahu itu adalah pemakaman.
Pemuda itu menghampiri sebuah makam, ia tampak berjongkok disana dan meletakkan buket mawar itu di sebelah batu nisan. Siwon memperhatikan bagaimana pemuda itu—dengan bersembunyi di balik pohon cherry di makam itu.
Beberapa saat Siwon menunggu agar pemuda itu pergi. Siwon tak melihat wajah pemuda itu saat pemuda itu melewati pohon cherry tempatnya bersembunyi. Ia lebih memilih memperhatikan makam yang pemuda tadi kunjungi. Siwon merasa sangat dekat dengan makam itu. Setelah yakin pemuda itu tak ada, Siwon menghampiri makam.
Siwon berjongkok di sebelah makam. Ia membaca nama yang ada di nisan itu, juga foto berbingkai warna silver yang terletak di depan nisan. Sakit. Bagai ribuan panah prajurit Joseon mengenai dadanya. Sangat sakit rasanya. Tubuhnya bergetar dan dapat dirasakan suhu tubuhnya menurun. Air yang keluar dari pelupuk matanya pun tak dapat Siwon kendalikan.
Cho Kyura. Itulah nama juga foto yang ia lihat di nisan itu. Memang sulit dipercaya bagi seorang Choi Siwon. Karena apa? Karena selama ini Kyura selalu bersamanya bahkan tadi malam dan melewati secuil moment yang indah. Tetapi apa? Tetapi makam itu jelas-jelas menampilkan wajah juga nama Cho Kyura. Lalu siapa yang selalu bersamanya saat ini? Pantas saja Siwon merasakan beberapa keganjilan. Kyura yang bersamanya bukanlah seperti Kyura yang ia kenal.
"Oppa, nanti namdongsaengku Cho Kyuhyun akan datang dari London, kau harus datang ke dinner kami ne?"
Terngiang satu kalimat di telinga Siwon. Sangat tidak asing. Ya, Siwon ingat dengan namdongsaeng Kyura yang mirip dengan Kyura—Cho Kyuhyun. Jadi selama ini, ia tidur dengan namja juga berciuman dengan namja. Siwon mengacak rambutnya frustasi. Kenapa ia bodoh seperti ini? Berkali-kali ia merutuki dirinya yang ia anggap sangat bodoh. Sebenarnya apa rencana Tuhan hingga ia menjalani hidup yang rumit seperti ini?
(Your Noona is You)
Siwon memasuki rumahnya dalam keadaan marah, kesal, frustasi, perasaan bodoh yang bercampur menjadi satu. Siwon tahu Kyuhyun pasti ada di kamar sekarang, dengan cepat ia menghampiri kamarnya.
'brakkk'
Siwon membuka pintu dengan kasar. Kyuhyun yang saat itu berpenampilan namja sangat kaget. Siwon menghampiri Kyuhyun yang spontan raut wajahnya menjadi takut. Siwon memukul pipi Kyuhyun—berkali-kali—hingga memar.
Siwon menarik baju Kyuhyun dan menarik kerahnya. Ia memojokkan Kyuhyun ke dinding, "Sebenarnya kau siapa hah?" teriak Siwon kemudian memukul pipi Kyuhyun lagi.
"Cho Kyuhyun! Aku Cho Kyuhyun!" jawab Kyuhyun—terkesan memaksa—karena luka di pinggir bibirnya yang terasa perih.
"Brengsek! Apa maumu eoh? Kenapa kau menyamar sebagai Kyura? Kenapa?" tanya Siwon dengan nada tinggi. Matanya makin memerah menahan amarah. Bagaimana tidak? Tentu ia merasa sangat dirugikan dengan ditipu seperti itu.
Kyuhyun tersenyum evil dan itu membuat satu hantaman keras menghantam pipi chubbynya, "Kau bodoh!" umpat Kyuhyun. Satu hantaman menghantam Kyuhyun lagi—membuat pipinya benar-benar membiru, "Kau tahu? Kyura Noona tidak mencintaimu lagi. Ia pergi dan menjebakku untuk hidup dengan pria bodoh sepertimu!" jawab Kyuhyun yang jelas-jelas memancing emosi Siwon.
Siwon menarik napasnya dan ingin memukul Kyuhyun sekali lagi, namun ia melepas Kyuhyun dan melemparnya ke lantai, "Sekarang kau pergi dari rumahku. Cepat!" teriak Siwon menunjuk pintu kamarnya.
Kyuhyun berdiri. Ia menghampiri Siwon sambil memegang pipinya yang memar, "Kau bodoh!" kata Kyuhyun sekali lagi kemudian berbalik dan keluar dari kamar itu—bahkan dari rumah Siwon.
(Your Noona is You)
"Annyeong haseyo." sapa Kyuhyun ketika memasuki rumahnya.
"Kyunnie?" tanya Heechul yang terkaget. Bagaimana tidak? Ia mendapati anaknya dalam keadaan babak belur seperti itu. Heechul segera menghampiri Kyuhyun yang kesakitan. "Kyunnie kau kenapa eoh? Kenapa kau seperti ini?" tanya Heechul.
"Semua gara-gara Kyura Noona dan persetujuan Appa atas ide Noona yang bodoh itu." jelas Kyuhyun pada Heechul.
"Kyu bukankah ini sudah berjalan dengan baik beberapa bulan ini?" tanya Heechul terheran.
"Berjalan apanya Eomma?" bentak Kyuhyun kesal, "Aku selalu pergi terlalu pagi dan pulang mendahului pria itu. Aku tersiksa Eomma. Bahkan aku harus menghindar dari pria itu agar hal yang harus dilakukan istri itu tak terjadi padaku! Aishhh ide itu sangat gila," kata Kyuhyun kemudian pergi menuju ke kamarnya.
'brakkk'
Kyuhyun menutup pintu kamarnya dengan sangat keras. Heechul menangis. Hal itu harusnya tak terjadi pada anak lelakinya. Dari awal ia harusnya menolak permintaan Kyura dan harusnya juga ia mencegah agar Hangeng tak menyetujui ide gila itu.
Heechul menghampiri kamar Kyuhyun. Ia mengetuk pintu kamar Kyuhyun, bermaksud agar dirinya diperbolehkan masuk.
"Ka! Aku tidak mau menemui siapapun! Ka!" teriak Kyuhyun, dan menutup kepalanya dengan bantal.
Kyuhyun menangis, ia tak peduli dengan air matanya yang jatuh ke pipinya yang lebam—menimbulkan rasa perih—. Cengeng? Mungkin ya. Kyuhyun memutar kembali ingatan masa lalunya, saat Siwon menciumnya, saat Siwon memeluknya, saat Siwon memanggilnya Kyura bahkan saat Siwon mengucapkan 'saranghae' padanya. Kyuhyun merindukan semua itu. Apa Kyuhyun mulai menyukai Siwon? Tetapi ia adalah namja dan juga Siwon telah membuatnya terluka. Kyuhyun mengerti, Siwon marah karena ia telah menipu dan menyamar sebagai Kyura. Tetapi perasaan itu, perasaan itu tak bisa Kyuhyun bohongi.
(Your Noona is You)
Malam menjelang. Siwon hanya duduk di tangga rumahnya dengan wajah masam, perasaan bercampur aduh juga pikiran yang frustasi. Bagaimana bisa ia tertipu beberapa bulan terakhir? Bukankah sejak menikah Siwon sudah merasakan hal yang aneh terjadi pada Kyura? Dari pipi Kyura yang chubby, Kyura yang tahu makanan kesukaan Siwon, Kyura yang menyukai PSP dan semuanya itu adalah palsu. Dia bukanlah Kyura, namun dia adalah Kyuhyun. Siwon tak mungkin juga kan mengadu pada Appa dan Eommanya? Ia bukanlah anak kecil yang selalu merengek. Ia seorang pria, seorang yang sudah dewasa, bahkan sudah memiliki istri. Namun tetap saja, semuanya palsu. Kyuhyun bukanlah istri yang Siwon kehendaki. Istri yang ia kehendaki telah pergi selamanya dan tak mungkin kembali. Tak mungkin bisa merajut rumah tangga yang bahagia bersamanya lagi.
Siwon beranjak dari tempatnya duduk. Ia berjalan gontai menuju ke mobilnya. Pikirannya benar-benar kalut. Ia masuk ke dalam mobilnya dan menuju ke suatu tempat.
Siwon memberhentikan mobilnya di gang yang gelap. Di gang itu terdapat gang lebih kecil dan lebih masuk ke dalam. Siwon memasuki salah satu gang yang dihimpit bangunan berlantai 5. Secercah cahaya terdapat di ujung gang sempit itu. Siwon sampai di cahaya yang ditimbulkan lampu pijar 5 watt. Terdapat pintu cokelat dengan berbagai coretan kata-kata yang tak pantas. Pintu itu dijaga oleh dua orang pria yang bertubuh besar, kekar dan tinggi.
Ketika melihat Siwon yang datang mendekat, salah satu di antara mereka bergeser dan menghalangi pintu. "Siapa kau? Sepertinya kau baru pertama kali datang ke tempat ini." kata seorang lagi. Pria itu mengamati Siwon dari bawah hingga ke atas, tampak berantakan. Siwon merogoh saku celananya, mengambil satu kertas yang cukup tebal—kartu nama.
"Ini kartu namaku," kata Siwon menyerahkan lembaran kertas itu.
"Choi Siwon, direktur Hyundai corp." gumam pria yang berdiri di depan pintu. Pria itu bergeser ketika mengetahui Siwon adalah seorang direktur. Siapa yang tak tahu Hyundai? Semua orang tahu salah satu perusahaan besar itu.
Siwon berjalan melewati kedua pria itu. Ketika berada beberapa langkah dari kusen pintu, Siwon berbalik, "Aku lupa memberi ini." kata Siwon memberi dua lembar seratus ribu won pada mereka.
"Gamsahamnida, sajangnim." jawab mereka.
Siwon memasuki ruangan gelap itu. Mencapai ke tempat tujuan tidaklah mudah. Ia harus melalui beberapa meter ruangan seperti gang dengan suasana gelap dan pengap, hingga ia menemui pintu lagi. Siwon membuka pintu itu dan masuk ke dalam ruangan yang sangat bertolak belakang dengan ruangan sebelumnya.
Ruangan ini begitu ramai dan hingar bingar music dengan tempo cepat dan keras memenuhi seluruh sudut ruangan. Siwon melihat orang-orang di sekitarnya. Ia tahu tak semua orang di tempat ini adalah orang yang bergembira, namun ini adalah orang yang sama seperti dirinya. Orang-orang yang frustasi dan meleburkan seluruh kekesalannya disini. Ya, itulah night club yang kini Siwon masuki.
"Hey." sapa seorang gadis yang mendekati Siwon. Siwon melihat gadis itu, ia tak seperti gadis, namun lebih tampak seperti seorang pemuda. Ya, penampilannya seperti namja.
"Eumhh, hey." jawab Siwon.
"Sepertinya kau orang baru, siapa namamu?" tanya gadis itu, "Namaku Amber Josephine. Kau bisa memanggilku Amber." kata gadis itu memperkenalkan dirinya—Amber.
"Choi Siwon, itu namaku." lanjut Siwon.
"Owh baiklah Siwon~ssi. Ikut denganku. Aku ingin mendengar ceritamu, sepertinya kau punya masalah hingga masuk ke tempat seperti ini." kata Amber berjalan menuju ke kursi di dekat meja bartender. Siwon tentu saja mengikuti Amber. Siwon rasa Amber bukanlah gadis yang terlalu buruk, "Sepertinya kau orang yang baik, Siwon~ssi," katanya meraih kursi yang cukup tinggi kemudian mendudukinya.
"Apa kau bisa menilai orang seperti itu?" tanya Siwon, "Panggil Siwon saja, itu cukup!" perintahnya.
"Hahahaha kau tak usah heran Siwon. Ya aku tahu. Lihatlah caramu berpakaian dan motif wajahmu, kau sepertinya pebisnis yang baik dan juga kutu buku." jelas Amber.
"Kurasa itu tebakan yang beruntung," gumam Siwon.
"Jadi? Apa yang membawamu ke tempat nista seperti ini?" tanya Amber—serius.
"Kekasihku, istriku dan juga seorang pemuda penipu yang membuat hidupku terasa hancur." jawab Siwon.
"Kekasih? Istri?" heran Amber, "Biar kutebak, apa kau berselingkuh? Lalu pemuda itu? Sepertinya masalahmu cukup rumit." kata Amber.
"Tidak, semua tidak seperti yang kau pikirkan." ujar Siwon memutar kursinya. Tangannya ia letakkan di atas meja bartender. Seorang bartender pun menyuguhinya segelas red wine. Siwon meraih gelas itu dan meneguk red wine itu hingga habis, "Semuanya berawal dari pernikahanku. Aku ingin menikahi seorang gadis bernama Kyura yang sangat aku cintai, hingga hal yang aku harapkan terwujud. Di hari pernikahan, berbagai masalah muncul. Kurasa masalah itu hanya aku yang menyadari. Entah kenapa keluarga Kyura meminta agar acara diundur beberapa jam. Saat itu aku tak memikirkan hal yang aneh hingga saat pengucapan janji selesai, aku menyadari ada yang berbeda dari Kyura." jelas Siwon.
"Berbeda? Apa maksudmu?" tanya Amber tak mengerti.
"Aku mengenal Kyura cukup lama. Kami menjalin hubungan hampir lima tahun. Aku mengenal Kyura dengan pipinya yang tirus bahkan saat terakhir aku bertemu dengannya, beberapa hari sebelum pernikahan. Tetapi Kyura yang aku nikahi malah memiliki pipi chubby. Aku tak yakin perubahannya secepat itu." lanjut Siwon. Bartender kembali menuang red wine ke dalam gelas Siwon. Siwon meneguknya hingga habis—lagi. Siwon terdiam sesaat. Memorinya bersama Kyuhyun muncul lagi.
Amber pun meneguk red wine miliknya, "Lalu apa yang terjadi? Apa yang kau nikahi itu bukan Kyura?" tanya Amber.
"Bukan. Berbulan-bulan aku tinggal dengannya. Setiap hari ia bertingkah aneh hingga aku menemukan seorang pemuda yang keluar dari dapur dan pergi dengan mobil Kyura. Aku mengikuti mobil itu. Mobil itu berhenti di pemakaman daerah Gwangju. Aku melihatnya mengunjungi sebuah makam. Saat ia pergi aku menghampiri makam itu, dan ternyata makam itu adalah makam Kyura." jelas Siwon.
"Makam Kyura?" gumam Amber, "Lalu Kyura yang bersamamu siapa?" tanya Amber lagi.
"Pemuda itu, dia adalah namdongsaeng Kyura." jawab Siwon, "Hahahaha aku terlalu bodoh bahkan aku menceritakan hal bodoh itu pada orang yang baru aku kenal. Jika semua orang tahu, mungkin semuanya akan menjauh dariku karena aku menikahi seorang laki-laki," lanjut Siwon.
"Itu tidak seperti yang kau pikirkan." ucap Amber, "Di dunia ini tak jarang manusia menyalahi kodratnya, tetapi itulah takdir yang harus mereka terima dan mereka jalani." Amber berdecak, "Ck. Kau kira aku ini sama seperti gadis lainnya? Semua tidak semudah yang kau pikirkan."
Siwon mengernyit, "Apa maksudmu?"
"Dulu aku mempunyai kekasih, namanya Victoria." jelas Amber.
"Victoria? Apakah dia seorang yeoja?" tanya Siwon merubah raut wajahnya menjadi sangat serius.
"Ya, dia adalah gadis yang sangat cantik. Tetapi semuanya berubah, ketika orang tua Victoria tahu tentang hubungan kami. Mereka menjodohkan Victoria dengan seorang namja pilihan mereka. Aku berusaha melupakan kenangan kami, hingga aku pindah ke Korea. Bahkan aku sama sekali tak berniat kembali ke China. Aku takut saat aku ke China, aku bertemu Victoria." jelas Amber, "Dan mulai saat itu, aku memutuskan untuk tidak mencintai atau dicintai lagi," lanjutnya.
"Jadi maksudmu? Kau?" kata Siwon dengan nada menggantung.
"Ya, seperti itulah." jawab Amber tersenyum simpul, "Lalu, apakah kau mulai mencintai pemuda itu?" tanya Amber.
"Entahlah, aku tak bisa berpikir jernih saat ini."
"Suatu saat kau akan mengerti perasaanmu!"
Malam makin larut. Suasana night club itu semakin ramai dan makin menyesakkan. Berbagai adegan not child pun tampil disana tanpa memikirkan rasa malu. Amber masih menemani Siwon disana. Tampak Siwon telah tertidur dan bertumpu pada meja bartender. Mungkin ini efek yan timbul karena Siwon terlalu banyak meneguk wine. Amber mengamati Siwon yang tertidur, tampan pikirnya.
"Ahjussi!" panggil Amber dan menjentikkan jarinya pada seorang pria paruh baya. Badannya tak terlalu besar seperti pria yang ditemui Siwon sebelumnya. Ya, dia adalah pemilik night club itu.
"Wae?" tanya Ahjussi itu. Ia segera menghampiri Amber.
Amber memberi selembar kertas kecil pada Ahjussi itu, "Aku ingin menyewa kamar untuk temanku, kau pastikan kamar yang ditempatinya adalah nyaman. Aku percayakan dia padamu." jelas Amber.
Ahjussi itu mengangguk. Dia termasuk tamu VIP, pikir Ahjussi itu ketika melihat kartu nama Siwon, "Kau tenang saja, semuanya bisa diatur." jawab Ahjussi itu. Ahjussi itu tersenyum, ya ia ingin sesuatu.
"Baiklah aku mengerti." kata Amber. Ia merogoh saku celananya, mengambil beberapa lembar uang won. Amber memberi uang itu pada Ahjussi.
Ahjussi itu meraih uang tadi. Ia mencium lembaran uang itu kemudian beranjak. Sebelumnya, ia memukul punggung Siwon dengan lembaran uang itu.
"Dasar kepiting." gumam Amber ketika ia ingat sebuah kartun yang disana kepiting berperan sebagai seorang yang bermata hijau juga pelit.
Amber berdiri dari posisi duduknya. Ia menengok jam tangan yang melingkar di pergelangan tangan kirinya. Sudah dini hari, pikirnya. Amber meraih tangan Siwon dan bermaksud memapah Siwon. Amber membawa Siwon ke kamar yang barusan ia sewa pada Ahjussi pemilik night club.
Amber merebahkan Siwon di tempat tidur—berukuran king size—, "Heuh, berat sekali." gumam Amber, "Eumhh kira-kira Kyuhyun itu menyukainya atau tidak ya?" gumam Amber—bertanya-tanya. Amber menarik selimut dan menutupi badan Siwon sebatas dada.
(Your Noona is You)
Kyuhyun mendorong pintu café dengan tanda 'push' dan juga 'open' dipintunya. Kyuhyun kini tampak seperti artis besar Korea. Bagaimana tidak? Ia memakai masker juga topi yang hampir menutupi wajahnya. Kyuhyun menuju ke meja kasir. Di belakang atas kasir itu tertera nama café yang Kyuhyun kunjungi, 'Mouse and Rabbit' itulah namanya.
"Annyeong, aku memesan ice cream vanilla." kata Kyuhyun kemudian ia memegang pipinya yang kesakitan.
"Ne." jawab pemuda yang berdiri di belakang meja kasir. Ia menyiapkan ice cream yang dipesan Kyuhyun tadi. Kyuhyun menunggu beberapa menit untuk mendapatkan ice creamnya.
"Yeogi." kata kasir itu. Kyuhyun menuju ke meja yang berada di pojok dekat jendela.
Kyuhyun menoleh ke arah jalan raya, melihat kendaraan yang lalu lalang. Ia menyendok sesendok ice cream kemudian memasukkan ke dalam mulutnya. Kyuhyun memperhatikan toko boneka yang berada diseberang jalan. Entah kenapa, kebetulan ada sepasang kekasih yang keluar dari toko itu. Namja itu setinggi Siwon dan yeoja itu kira-kira setinggi Kyura. Walaupun mereka sebenarnya bukan Siwon dan Kyura namun Kyuhyun berhalusinasi melihat mereka. Badan Kyuhyun terasa panas dan hatinya terasa sakit, lebih sakit dari luka yang ia derita sekarang. Kyuhyun membuka kacamatanya dan mengucek matanya pelan. Ada perasaan lega di hati Kyuhyun, ternyata bukan mereka pikirnya.
Kyuhyun berpikir sejenak, apa yang dirasakannya barusan? Rasa sakit itu, mungkinkah ia cemburu membayangkan hal itu?
(Your Noona is You)
Siwon menggeliat, merapatkan selimutnya dan makin masuk ke dalam selimut. Udara pagi yang cukup dingin terasa menusuk tubuhnya. "Eunghhh." lenguh Siwon. Siwon membuka matanya. Terlintas wajah Kyuhyun yang tersenyum manis padanya. Siwon memejamkan matanya erat lagi, berharap wajah itu benar-benar terhapus dari memorinya.
Siwon bangun dari posisi tidurnya. Kepalanya terasa berdenyut-denyut sakit. Ia terlalu banyak meminum wine tadi malam. Siwon mengedarkan seluruh pandangannya ke ruangan yang ia tempati sekarang. Ia mengambil ponsel yang ia letakkan di meja sebelah ranjang. Satu pesan masuk.
From: +8210436xxxx
To: Siwon
Aku Amber. Aku harap kau menyimpan nomor ponselku. Kalau kau perlu sesuatu, kau bisa menelponku atau mengirimi aku pesan.
Kalau kau bertanya, kau ada dimana sekarang, kau ada di kamar sewa night club itu. Aku sudah membayar tagihannya.
Siwon tersenyum. Ya, walaupun Amber adalah orang yang baru saja ia kenal, sepertinya Amber bukanlah gadis yang buruk. Dia seorang gadis yang baik.
(Your Noona is You)
"Yeoboseyo." kata Siwon mengangkat ponselnya, "Waeyo, Appa?" tanya Siwon. Kemudian ia menyesap espresso yang ia letakkan di atas meja makan.
"Siwon, apa yang kau lakukan pada istrimu eoh?" tanya Appa Siwon—Kangin yang saat itu secara to the point bertanya seperti itu.
"Appa! Apa yang Appa maksud eoh?" tanya Siwon, tiba-tiba amarahnya terasa memuncak.
"Ya! Istrimu, Kyuhyun! Cho Kyuhyun!" kata Kangin penuh penekanan pada kata di akhir.
Siwon sontak terkaget. Cho Kyuhyun? Jadi selama ini Appanya pun tahu yang menikah dengan Siwon bukanlah Kyura tetapi Kyuhyun, "Darimana Appa tahu?" tanya Siwon.
"Kau tak perlu tahu darimana Appa tahu. Yang jelas sekarang kenapa kau perlakukan Kyuhyun seperti itu eoh? Dia itu istrimu. Bagaimanapun juga kau telah mengucap janji itu bersama Kyuhyun bukan bersama Kyura." kata Kangin dengan lantang.
"Sesungguhnya ada apa dengan semua ini eoh? Kenapa kalian semua membohongiku? Kenapa kalian menjadikan aku boneka yang seenaknya kalian nikahkan dengan namja seperti Kyuhyun?" tanya Siwon dengan nada yang makin meninggi.
"Siwon dengar! Awalnya Appa juga terkejut dengan pernyataan Hangeng kalau yang menikah denganmu bukanlah Kyura namun Kyuhyun. Tetapi setelah Appa pikir-pikir dengan Eomma, semua itu tak ada salahnya. Bagi kami Kyura dan Kyuhyun sama saja walaupun mereka berbeda gender." jawab Kangin.
"Arghhhhh!" teriak Siwon dan 'brakkk'. Siwon melempar ponselnya ke dinding hingga hancur. Siwon juga melempar cangkir yang berisi espresso hingga pecah. Siwon mengacak rambutnya frustasi, "Kenapa semua ini terjadi padaku?" teriak Siwon.
(Your Noona is You)
Beberapa hari berlalu, Siwon hanya berada di rumahnya, tanpa kerja di kantor Appanya. Meskipun Kangin yang notabene Appa Siwon setiap hari menelponnya dan menyuruhnya melupakan hal itu kemudian memulai hal yang baru lagi bersama Kyuhyun. Saat itu pula amarah Siwon memuncak, bahkan untuk beberapa hari terakhir Siwon beberapa kali mengganti ponselnya yang rusak karena di banting. Siwon pikir, Appanya sama gilanya dengan Appa mertuanya—Hangeng yang dengan seenak jidat menikahkan dirinya dengan anak namjanya.
Ini adalah sore kesekian kalinya dimana Siwon membanting ponselnya karena semakin tak bisa menahan amarahnya yang memuncak ketika nama Kyuhyun terdengar di telinganya. Baginya Kyuhyun adalah manusia yang terbrengsek yang mungkin tak dapat di tolerir lagi.
Kini telepon rumah Siwon yang berbunyi. Untung saja Siwon tak cepat membanting telepon itu karena bukanlah Kangin yang menelponnya namun Amber.
"Yeoboseyo!" sapa Siwon dengan napas terengah-engah.
"Ya! Kau kenapa eoh?" tanya Amber, "Bahkan akhir-akhir ini aku sulit menghubungimu! Apa kau merusak ponselmu lagi?" tanya Amber—lagi.
"Ne, mianhaeyo karena merepotkanmu." sahut Siwon.
"Kangin, Choi Kangin, apa itu nama Appamu?" tanya Amber.
"Ne. Darimana kau tahu? Apa dia mengganggumu?"
"Anniyo, aku hanya bertanya saja. Oh ya sepertinya sore ini aku tak bisa mendengar ceritamu tuan Choi. Aku memutuskan untuk kembali ke China beberapa hari dan aku tak berharap jika aku harus bertemu Victoria disana."
"Emhh baiklah, aku mengerti." jawab Siwon. Ada rasa kecewa di dalam hatinya, padahal cukup banyak yang akan ia curahkan pada Amber.
"Kuharap kau cepat mencintai Kyuhyun." lanjut Amber.
"Ya! Berhenti menyebut nama itu. Aishh aku hampir gila karena nama itu setiap hari aku dengar." gerutu Siwon kesal. Siwon meletakkan gagang telepon ke tempat semula. Ia menuju ke sofa dimana ia tadi duduk. Serakan bangkai ponsel yang hancur pun tak dihiraukan Siwon. Ia mengambil jaket kulit yang terletak di sofa tunggal, sebelah kiri tempatnya duduk tadi. Siwon beranjak pergi entah kemana.
(Your Noona is You)
Kyuhyun terduduk dan termenung di gazebo belakang rumahnya. Walaupun pernikahan itu hampir dua bulan berlalu, namun bayangan yang indah—menurut pasangan suami istri—selalu berputar-putar di pikiran Kyuhyun. Kyuhyun menopang dagunya, kemudian menghela napas panjang, saat ia dicium Siwon pun terbayang lagi.
"Aishh.. Anni anni!" rutuk Kyuhyun mengacak rambutnya frustasi, "Hah kenapa pria itu bersarang di pikiranku? Nappeun!" lanjutnya merutuk.
Sesaat kemudian Kyuhyun memegang bibirnya dengan tangan kanannya. Masih sangat terasa bibir itu menempel dan melumat bibirnya. Tak bisa Kyuhyun pungkiri, bibir itu memang terasa berbeda, benar-benar ingin mencobanya lagi hingga selalu mengganggu pikiran Kyuhyun.
Angin berhembus lembut dan menerpa Kyuhyun dengan perlahan. Hembusan angin itu membuat mata Kyuhyun terpejam. Ia merasakan ada yang menyentuhnya, sentuhan lembut nan tulus yang membuatnya merasa nyaman. Cukup lama Kyuhyun terbuai dengan imajinasinya yang liar itu. Bagaimana tidak? Kyuhyun yang masih menyandang status pemuda normal, mengimajinasikan dirinya dipeluk dan dicium oleh manusia yang bergender sama dengannya.
Tiba-tiba Kyuhyun memejamkan matanya dengan sangat terpejam. Ia seperti merasakan kesakitan—walaupun sebenarnya luka di wajahnya karena Siwon telah sembuh total. Bayangan saat kedok Kyuhyun menyamar menjadi Kyura terbongkar terlintas dalam imajinasinya yang indah. Dengan cepat Kyuhyun membuka matanya. Napasnya memburu.
"Hiks.. Hikss.." Kyuhyun terdengar terisak. Apakah ia sedang menangis? Ya, ia memang menangis saat itu. Walaupun ia masih ragu dengan apa yang ia rasakan sekarang, namun Kyuhyun yakin perasaan itu telah menyelimuti dan memenuhi seluruh ruang di hatinya. Mungkin dulu Kyuhyun adalah pemuda yang tampak tampan dan kuat, bahkan menangis adalah hal yang sangat mustahil di alami oleh pemuda seperti itu. Tetapi gara-gara Siwon, semuanya merubah sikap Kyuhyun. Kyuhyun adalah pemuda lemah dan mudah menangis. Dadanya terasa sesak ketika mengingat masa-masanya menjadi Kyura. Akui saja, Kyuhyun memang menyukai saat-saat itu. Lalu apa Kyuhyun pikir Siwon memiliki perasaan yang sama dengannya?
TBC
A/N: Seperti biasa, terima kasih untuk para reader yang sudah bersedia membaca FF yang aneh ini. Terima kasih atas review nya ^_^
