Title : You Changed My World
Cast : Cho Kyuhyun, Lee Sungmin, and Others
Genre : Romance, Drama, Hurt/Comfort
Rate : M
Warning : Boys Love, Yaoi, Mpreg, Typo(s)
CHAPTER 2
Ryeowook mengedarkan pandangan nya kekanan dan ke kiri. Sudah setengah jam yang lalu Sungmin meminta ijin sebentar untuk membeli permen kapas dan sekarang bahkan lewat dari setengah jam. Ryeowook sedikit menghentakkan kaki nya. Dia terlihat seperti anak yang kehilangan ibu nya.
Dari arah kanan muncul seorang namja manis dengan wajah tertekuk dan jangan lupa bibir yang mengerecut pula. Yap, namja tersebut adalah Sungmin. Tanpa dia ketahui, Ryeowook menatap intens dirinya
"Kau kenapa Min?" Tanyanya seketika setelah Sungmin sampai dihadapannya
Sungmin tidak menjawab dan lebih menetralkan nafas nya yang terburu-buru
"Min?" Ryeowook menepuk pundak Sungmin dan sedikit bergidik ngeri melihat wajah merah namja pecinta pink itu
"Aku kesal Ryeowookie" Adunya
"Kesal. Dengan siapa?"
Sungmin menarik nafasnya sebentar sebelum berbicara "Apa kau masih ingat dengan namja yang kuceritakan waktu itu. Namja yang menabrak ku waktu itu?" Tanyanya
Ryeowook berpikir sebentar dan menanggukkan kepala nya "Tentu saja aku masih ingat. Bahkan kau terlihat menggebu-gebu ketika menceritakannya padaku waktu itu Min" Ujarnya polos
"Dan tadi aku bertemu dengannya"
"MWO!"
Sungmin mengusap telinga nya yang terasa panas akibat teriakan Ryeowook "Yah siapa yang menyuruh mu untuk berteriak dekat telinga ku"
"Hehe Mian" Cengir Ryeowook
"Huh lupakanlah. Sekarang dengarkan dan jangan berteriak dulu sebelum aku selesai menceritakannya"
"Oke. Lalu kelanjutannya bagaimana"
Sungmin menceritakan dengan semangat dan di dengarkan oleh Ryeowook secara seksama. Tak ada satupun cerita yang terlihat dari bibir mungil Sungmin. Namja manis tersebut terlihat kesal mengingat pertemuan tak manis nya barusan bersama Kyuhyun
"Jadi nama nya Kyu?"
Sungmin mengendikkan bahunya "Entahlah" Ujar nya acuh
"Lalu darimana kau tau namanya 'Kyu' " Ujarnya kesal.
"Yeoja yang bersamanya tadi menyebut nama Kyu. Jadi kupikir nama nya Kyu" Ucap Sungmin
Ryeowook hanya ber-oh ria "Jadi begitu Min. Bersabarlah, kalau suatu saat kau bertemu dengannya lagi, bukankah nantinya kau bisa membalas perbuatan nya bukan?"
"Semoga saja"
"Oke, karena Sungminnie sudah kembali bagaimana kalau kita melanjutkan permainan kita yang tertunda tadi?"
Sungmin mengangguk dengan semangat "Tentu. Dan aku ingin naik wahana yang itu"
Kedua namja manis tadi kembali meneruskan kegiatannya. Hingga tak sadar hari sudah semakin sore bahkan matahari juga hampir tenggelam. Tapi mereka berdua tak menggubrisnya karena sekarang waktunya untuk bersenang-senang.
.
.
.
Sungmin merebahkan badannya yang lelah. Namja manis itu menatap langit-langit kamarnya yang bewarna pink. Sambil memikirkan rencana apa nantinya yang akan dia buat untuk membalas perbuatan Kyuhyun. Dan tak lama terdengar suara jentikkan jari. Sungmin tersenyum menyeringai sebentar sebelum menutup matanya untuk tidur
.
.
.
Sungmin menuruni tangga rumahnya dengan lambat. Namja tersebut terlihat casual dengan T-shirt bewarna hitam yang terlihat kontras di kulit putih susu nya dan tak lupa celana jeans bewarna putih miliknya. Namja tersebut berniat pergi sebelum suara Umma nya menahan dirinya
"Mau pergi kemana Sungmin-ah?" Tanya Leeteuk- sang Umma
Sungmin tersenyum "Mau pergi Umma"
"Pergi lagi? Bukankah kemarin kau juga pergi?" Tanya Leeteuk kembali
"Hari ini aku ingin bertemu dengan Hyukkie Umma. Dia baru saja datang dari Jepang. Dan sebagai sahabat aku ingin bertemu dengannya. Lagipula sudah lama aku tak bertemu dengannya Umma" Ujar Sungmin sedikit memelas agar sang Umma mengijinkannya pergi
Leeteuk sedikit berpikir "Kau pergi sendiri? Apa perlu Umma minta pak Kang untuk mengantarmu"
"Tidak perlu Umma. Tadi aku sudah berjanji dengan Wookie. Dan sepertinya dia sudah menungguku. Baiklah kalau begitu aku pergi Umma" Tanpa menunggu jawaban Leeteuk, Sungmin melesat pergi meninggalkan kediaman mewahnya
.
.
.
Ketiga sahabat itu saling berpelukan erat karena sudah lama tak berjumpa. Sekarang ini mereka berada di Café milik Orang tua Eunhyuk. Sungmin, orang itu yang lebih dulu melepaskan pelukannya
"Kau ternyata berubah Hyuk. Aku kira kau akan tetap jelek seperti dulu" Ucap Sungmin sedikit mengejek
Eunhyuk merengut "Yah aku tak seperti dirimu. Umur sudah kepala dua tapi wajah seperti anak-anak. Kau terlihat seperti anak TK Min" Ujar Eunhyuk tak kalah mengejeknya
"Apa kau bilang barusan? Mau kujitak eoh?" Sungmin sudah berniat menjitak kepala Eunhyuk sebelum suara teriakkan memekkan milik Ryeowook menyapa gendang telinga keduanya
"BERHENTII!"
Ryeowook menatap Sungmin dan Eunhyuk bergantian "Kita baru saja bertemu kenapa kalian berdua jadi malah ribut? Harusnya suasana seperti ini kita ciptakan dengan romantic bukan keributan" Ucap namja mungil itu sedikit menasehati
"Tapi dia yang mulai duluan Wook" Ujar Sungmin membela diri dengan menunjuk Eunhyuk sebagai pelaku
Merasa tak terima namja berambut Coklat tersebut menjitak keras kepala Sungmin "Harusnya katakan itu pada dirimu sendiri. Bukankah tadi kau sendiri yang memulai dengan mengatakan ku jelek? Haruskah ku replay kembali?"
"Tadi itu aku hanya bercanda Hyuk. Kau tetap tampan kok" Sungmin mencoba sedikit mengambil hati Eunhyuk agar sang sahabat tidak marah padanya
Eunhyuk sedikit melirik wajah aegyo milik Sungmin dari sudut matanya "Benarkah yang kau katakan itu Lee Sungmin?" Tanyanya
"It's all right Hyuk. Ayolah jangan marah padaku" Sungmin menggoyangkan lengan kanan Eunhyuk kembali
"Baiklah. Karena hari ini suasana hatiku sedang baik kau akan kumaafkan"
Sungmin bersorak riang "Yey. Terima kasih Eunhyuk-ah" Ujarnya
Ketiga nya kembali melanjutkan obrolan yang sempat tertunda akibat insiden –Eunhyuk dan Sungmin- tadi. Sungmin menatap kearah keluar dan tiba-tiba matanya membulat kaget. Tangannya terkepal erat ketika mengetahui siapa yang baru saja masuk kedalam cafe Eunhyuk. Tanpa dia sadari Eunhyuk dan Ryeowook menatapnya aneh
"Kau kenapa Min. Siapa yang kau lihat?" Tanya Eunhyuk
Sungmin diam dan lebih memilih melihat Kyuhyun bersama seorang yeoja. Dan sepertinya itu bukanlah yeoja yang kemarin pergi dengan Kyuhyun pikirnya. Tak menjawab sama sekali, Sungmin memilih berdiri dan mengambil just strawberry miliknya sambil menatap berang Kyuhyun.
Namja tampan itu tidak mengetahui tatapan berang Sungmin karena sekarang dia duduk membelakangi Namja aegyo itu. Tiba-tiba saja terdengar suara semburan di wajahnya
BYURR
Jus strawberry itu tumpah dengan sengaja di wajah tampan milik Kyuhyun
"Yah apa yang kau lak-" Namja itu mendongakkan kepalanya dan amarah semakin menjadi ketika mengetahui siapa –sang pelaku- sebenarnya
"Kau! Kenapa kau dengan seenaknya menyiramku!" Tanpa memperdulikan wibawanya sebagai seorang Presdir Kyuhyun berteriak di wajah tak berdosa milik Sungmin
"Wae? This is my revenge on your behavior at that time" Tunjuk nya lagi pada Kyuhyun
Namja pecinta wine itu membersihkan wajahnya "Aku mengira kau sudah melupakannya. Harusnya kau tak perlu menyiram wajah tampanku ini. Apa perlu kuberi sejumlah uangku untuk membayar semua tanggung jawabku kemarin?" Ucapnya
Merasa terhina dan amarah yang sudah memuncak Sungmi menampar keras pipi Kyuhyun
PLAAK
Bekar tamparan itu membekas merah di pipi putih pucat Kyuhyun. Namja pelaku penamparan kembali menatap Kyuhyun dengan wajah marahnya
"Kau kira aku namja rendahan yang hanya bisa kau bayar dengan sejumlah uangmu itu" Ujar nya dengan nafas terengah-engah "Dan aku tidak akan membiarkan diriku dengan terhina nya mengambil uang dari tangan kotormu itu" Ucap nya lagi
Kyuhyun sedikit tersulut emosi mendengar ucapan Sungmin "Rendahan? Bukankah semua orang seperti dirumu hanya perlu diberi uang untuk diam. Atau perlu kuberikan sesuatu yang lebih mahal lagi agar Mulut cerewetmu itu diam" Tunjuk Kyuhyun
"Terima kasih tapi aku tidak memerlukannya. Dan sepertinya aku sudah cukup puas karena telah memalukan Presdir yang Agung dengan kehormatan seperti dirimu. Dan untuk yeoja dibelakangmu.." Sungmin menunjuk yeoja dibelakang Kyuhyun "Tolong katakan padanya bahwa kau baik-baik saja. Karena aku takut kalau dirinya terkena serangan jantung karena melihat kekasihnya baru saja tersiram oleh namja yang tak dikenalnya. Aku pergi dulu Presdir terhormat" Ucapnya dengan senyum meremehkan.
Sungmin melangkahkan kakinya tanpa dia sadari Kyuhyun menatapnya intens. Sungmin sepertinya kau tidak akan tahu rencana jahat apa yang akan dilakukan Kyuhyun padamu karena telah mempermalukan dirinya
.
.
.
"Min aku tidak mengira kau akan mempermalukan Orang itu seperti tadi" Ujar Ryeowook. Sekarang ini mereka berdua berada di taman belakang Café bersama Eunhyuk tentunya. Setelah kejadian tadi Sungmin mengajak sahabatnya pergi ke taman belakang untuk sedikit mencerahkan suasana hatinya yang sedang hancur
"Entahlah tiba-tiba saja ketika melihat wajahnya aku jadi Dongkol apalagi mengingat kejadian waktu itu" Ujarnya
Eunhyuk yang tidak tahu akar masalah Sungmin dengan namja tadi mencoba bertanya "Aku tidak mengerti apa yang kalian bicarakan. Memang namja tadi ada masalah apa denganmu Min?"
Sungmin menghadapkan tubuhnya ke Eunhyuk dan menceritakan kejadian sewaktu dia menjadi korban penabrakan oleh Eunhyuk. Sebenarnya tidak ditabrak memang mengingat tubuh Sungmin waktu itu tidak luka hanya lecet sedikit dilutut. Dan yang lebih membuatnya dongkol isi dari Kotak makanannnya hancur berantakkan dan beruntung hanya sedikit. Tapi ketika melihat wajah Kyuhyun barusan membuatnya teringat kejadian itu apalagi kemarin Kyuhyun main pergi meninggalkannya sebelum dia selesai bicara
"Jadi begitu, kukira balasanmu sudah setimpal atas perbuatannya waktu itu" Ucap Eunhyuk sedikit menggebu.
Ryeowook yang duduk disamping Sungmin kembali bersuara "Apa kau tidak takut kalau nantinya dia berbuat hal jahat padamu karena kau telah memalukannya tadi Min?" Tanyanya
Sungmin terdiam. Sedikit berpikir juga dan sedikit membenarkan ucapan Ryeowook barusan. Karena Sungmin tahu tipe namja seperti Kyuhyun tidak akan diam begitu saja setelah dipermalukan dan ini membuatnya sedikit gelisah apalagi dia juga telah menampar pipi Kyuhyun
"Sepertinya kau ada benarnya Wook. Tapi berdoa saja semoga dia tidak melakukan apa-apa dengan ku" sebenarnya Sungmin sedikit takut juga tapi sebagai namja dia juga harus melawan ketakutannnya hanya untuk menghadapi Kyuhyun
"Semoga saja Min. Aku hanya takut terjadi apa-apa denganmu"
"Sepertinya ucapan Ryeowook benar Min. Kau harus lebih berhati hati dengannya. Semoga dirimu tidak bertemu dengan namja tadi" Ujar Eunhyuk sedikit menenangkan Sungmin
"Terima kasih. Aku pasti bisa menghadapinya. Kalian tidak usah khawatir. Nanti kalau dia berbuat macam-macam aku akan menghubungi kalian"
"Tentu saja kau harus menghubungi kami" Ujar Eunhyuk dan Ryeowook bersamaan
.
.
.
"Tolong kau cari seluruh identitas namja yang telah menyiram wajahku kemarin. Dan berkas hanya harus sudah ada di mejaku besok pagi" Kyuhyun terlihat menyuruh bawahannya untuk mencari identitas Sungmin. Bagaimana bawahannya tahu? Gampang sekali karena kemarin Kyuhyun tidak hanya pergi berdua dengan yeojanya. Bawahan nya sengaja menunggu Kyuhyun diluar. Dan ketika ia menemukan keributan yang menyebabkan wajah Sang boss tersiram, bawahan Kyuhyun langsung kedalam dan mengambil foto Sungmin secara diam-diam. Karena dia tahu perangai Sang Tuan apabila sudah ada yang berani melecehkannya
"Baik Tuan. Besok saya pastikan berkas yang tuan minta sudah ada diatas meja"
Kyuhyun mengangguk "Aku pegang janjimu. Dan sekarang kau boleh keluar dan jangan lupa laksanakan tugasmu" Sang bawahan mengangguk sebelum melangkahkan kakinya keluar. Sepeninggal bawahannya tadi, Kyuhyun menyeringai seram karena sebentar lagi mangsa nya akan ada di depan mata
"Sebentar lagi dan hidupmu akan hancur dengan seketika"
.
.
.
Sungmin hanya mengaduk makanan di hadapannya. Kangin dan Leeteuk melihat anaknya heran karena sedari tadi Sungmin hanya diam tidak bicara dan sepertinya pikiran sang anak sedang kacau
"Kenapa makanannya hanya diaduk nak? Apa masakan Umma tidak enak?" Leeteuk mengusap lembut anaknya yang sedang mengaduk makanan
"Tidak masakan Umma enak tapi aku hanya sedang tidak berselera" Ujar Sungmin setengah menunduk
Diam sejenak hingga suara sang Appa memecah keheningan "Kalau mempunyai masalah kau bisa membaginya dengan kami nak. Kami juga orang tuamu" Kangin mengelus kepala sang putra yang sekarang duduk diantara mereka berdua
Sungmin sedikit tersenyum ketika kedua orang tuanya memberikan perhatian untuk nya. Tanpa keraguan Sungmin memeluk kedua Orang Tua nya
"Terima kasih Umma, Appa" Ujarnya tersenyum yang juga diikuti oleh Kangin dan Leeteuk
.
.
.
Sungmin tidur dengan gelisah malam ini. Namja manis itu terlihat tak nyenyak dalam alam tidurnya. Sungmin terus membolak-balikkan badanya kekanan dan kekiri. Peluh bercucuran diatas dahi dan tubuhnya hingga membuat piyama yang dikenakannya sedikit basah
Sungmin menundukkan dirinya dan menyandarkan tubuhnya di kepala ranjang. Namja pecinta pink itu sedikit melamun entahlah setelah pulang dari cafe Eunhyuk tadi dia merasakan firasat yang buruk terhadap dirinya nantinya.
"Semoga besok aku baik-baik saja Tuhan. Dan semoga saja ini hanya firasatku saja" Sungmin kembali merebahkan tubuhnya dan juga menutup matanya yang terasa lelah
.
.
.
Kyuhyun menerima map coklat berisi berkas yang diterima oleh bawahannya. Kyuhyun membuka map tersebut dan melihat beberapa lembar kertas berketik itu dan namja itu tidak menyangka kalau bawahannya bisa menemukan berkas Sungmin secepat ini. Kyuhyun menutup mapnya sementara dan menyuruh bawahannya untuk keluar setelah memberi beberapa lembar Won atas kerja keras nya. Pintu tertutup, Kyuhyun kembali membuka map tersebut dan menyeringai senang
"Mangsa sudah di depan mata. Tinggal persiapkan rencana maka selesai sudah" Ujarnya sebelum menutup map tersebut dan menyimpannya di laci meja kerjanya
.
.
.
Seharian ini mood seorang Lee Sungmin sangat buruk. Bahkan Ryeowook sahabatnya sendiri tidak tahu apa yang menyebabkan namja cantik itu diam saja. Untuk Sungmin sendiri, entahlah sejak bangun dari bangun tadi mood nya tiba-tiba saja memburuk. Dan sampai sekarang Mood nya bahkan belum kembali seperti sebelumnya. Yang Sungmin lakukan hanya melamun tanpa mau menegur Ryeowook yang dari tadi menatapnya aneh
"Min apa kau sakit? Kalau sakit sebaiknya kau pulang. Lagipula kau tidak mengambil mata pelajaran berikutnya bukan?" Ucap Ryeowook. Namja mungil itu sedikit khawatir mengenai keadaan Sungmin
"Sepertinya aku memang harus pulang. Terima kasih atas sarannya Ryeowook-ah" Ujar Sungmin dengan senyum tipis
.
.
.
Sooyoung melangkah dengan cepat ke ruangan Kyuhyun. Yeoja itu berniat menemui kekasihnya. Kekasih? Seperti nya itu hanya berlaku untuk Sooyoung sendiri karena Kyuhyun tidak pernah menganggap yeoja yang dikencani nya adalah seorang Kekasih
"Chagi" Ujarnya tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu
Kyuhyun mengangkat kepala nya yang sedari tadi membaca dokumen perusahaan "Ada apa?" ucapnya dengan nada datar
"Kenapa hanya menjawab 'Ada apa'. Aku kesini berniat bertemu denganmu" Ujarnya seraya melangkah ke sisi meja namja Cho itu
Kyuhyun hanya menghela nafas "Aku sedang sibuk Sooyoung-ah. Don't disturb me now". Sooyoung merengut tak suka mendengar nada perintah dari presdir itu
"Apa kau tidak rindu denganku Kyu. Meski tidak bertemu beberapa hari tapi aku sudah merindukanmu" Ucapnya sedikit manja
"Kumohon mengertilah" Kyuhyun berdiri dari duduknya dan memegang pundak Sooyoung "Aku sedang sibuk. Jadi bisakah kau keluar?"
Sooyoung menghempas tangan Kyuhyun kasar "Shireo!. Aku masih rindu denganmu"
Kyuhyun mengusap wajah nya kasar. Entah kenapa sikap Sooyoung terlihat lebih manja dari beberapa teman kencan wanitanya. Bahkan cenderung memaksa apabila keinginannya tidak dikabulkan
"Soo, kalau kau tidak keluar sekarang aku tidak akan menghubungi mu lagi mulai sekarang" Ancam Kyuhyun
Sooyoung sedikit ketakutan melihat mata tajam itu "Baiklah aku akan keluar" dengan langkah pelan yeoja Choi itu keluar dari ruangan Kyuhyun menyisakkan namja tampan tersebut. Kyuhyun melangkah kembali menuju tempat duduknya dan mengambil smarthphone canggih nya untuk menelpon seseorang
"Bagaimana, apa kau menemukan dimana dia sekarang"
"…."
"Bagus. Pantau dan ikuti kemana dia melangkah"
"…."
"Oke. Aku tutup telponnya terlebih dahulu"
Kyuhyun mematikan sambungan teleponnya bersama seseorang di seberang sana. Dia memang menyuruh orang untuk mengikuti kegiatan Sungmin. Namja tersebut menimang handphone nya sebentar sebelum menyambar jas kerja nya dan pergi keluar dari ruangannya
.
.
.
Kyuhyun mengintip rumah Sungmin dari luar. Menurut orang kepercayaannya, namja mungil itu baru saja pulang dari Kuliah nya dan wajah namja cantik itupun juga terlihat pucat. Kyuhyun sedikit menyeringai ketika mendapati rumah Sungmin tak dipenuhi oleh banyak bodyguard sehingga tidak akan ada yang mencurigai dirinya yang tengah mengawasi rumah Sungmin dari luar karena kompleks perumahan Sungmin yang sepi dan juga kompleks ini hanya dihuni oleh keluarga Chaebol.
"Mungkin memang belum saatnya aku membalaskan dendam atas perlakuan mu kemarin. Tapi tunggu saja, mungkin perlakuan ku akan lebih kejam darimu" Kyuhyun tertawa bagai seorang iblis. Namja itu tersenyum puas akan rencana yang nantinya dia lakukan pada pemuda Lee itu.
TBC
Annyeong Chapter 2 telah hadir. Bagaimana untuk chapter kemarin? Apakah memuaskan. Semoga saja ya hehehe. Saya mau mengucapkan terima kasih atas review chapter kemarin. Saya sangat senang ketika membaca review dari readers tercinta. Dan jangan pernah putus asa dengan Kyumin. Sekian dulu cuap2 dari saya. Jangan lupa review ne. KyuMin is Real.
Kamsahamnida
Sign,
Elfkyumin137
