Time after Time
(Sequel Spindle Tree)
Cast ; Kim Taehyung
Jung Hosoek
All BTS MEMBER
rate : aman
kalau tidak suka YAOI, maaf aku nulisnya Yaoi
kalau tidak suka Vhope, maaf tapi aku cinta mati sama Vhope
kalau tidak mau baca ff vhope, maaf tapi aku nulisnya mau vhope
kalau benci typo, maaf tapi jari-jariku suka lupa diri dan mencipta typo dimana-mana
ini sequel dari spindel tree, pada minta sequel karena ada yang bilang ceritanya gantung
semoga sequel ini menjawab semua perasaan gantung kalian
"aku harus bilang kalau aku jatuh cinta padanya, dan aku harus pastikan kalau dia mencintaiku juga atau menolak ku, yang paling penting adalah aku bisa mengatakannya, bukan jawaban darinya" ini bukanlah masalah waktu, tapi apa yang diberikan waktu padaku, setelah aku lelah menunggu.
Taman dekat sungai Han itu selalu ramai, taehyung tahu dan sangat benci itu. Tapi mau bagaimana lagi, 15 menit lalu Jin hyung menyeretnya tiba-tiba saat taehyung tengah bergelung dalam tempat tidurya dengan selimut hampir membungkus seluruh tubuhnya. Saat ini dia tengah dalam perjalan dengan pakaian sangat ala kadarnya, sebuah celana training panjang dan hoodie tipis yang dipakaianya setiap pergi tidur, bahkan menurut Jin hodie tersebut baunya sudah seperti kandang dinosaurus saking tak pernah dicucinya (seperti Jin tahu saja bau kandang dinosaurus itu seperti apa)
"kau ini niat tidak sih datang menonton performnya Jimin?" oceh Jin dibalik kemudinya, taehyung hanya melirik sekilas, malas menjawab, kakinya dia angkat ke atas dashboard mobil, dan satu lagi dia hanya menggunakan slipper rumah saat ini, dia benar-benar berpenampilan seperti beggar yang akan meminta-minta dipinggir sungai Han, setidaknya itulah yang Jin lihat saat ini.
"setidaknya gunakan pakaian yang pantas demi Jimin" cerocos Jin saat tak mendapat jawaban dari si tersangka yang kini justru asik memain-mainkan jendela mobil dengan menaik turunkan kacanya.
"salahkan orang yang menarik ku secara paksa lima belas menit lalu" jawab taehyung datar
Jin hanya melongo, karena bagaiamna pun memang dia yang menarik taehyung paksa, lupa juga membawakan pakaian ganti yang mungkin saja bisa digunakan taehyung dalam mobil. Dia sudah kepalang gugup karena kekasihnya namjoon akan tampil lebih awal, tentu saja dia tidak ingin ketinggalan melihat perform kekasihnya dari jarak dekat. Seok Jin pun berdehem, padahal jelas-jelas tenggorokannya tidak gatal. Kebiasannya setiap kali merasa bersalah.
"lagi pula buat apa aku berdandan keren buat si bantet itu" ucapan taehyung yang ini menyebabkan toyoran keras di bahunya, yang mana tentu saja Jin lah penyebabnya, meskipun sudah berteman cukup lama dengan taehyung, jin masih tidak habis pikir bagaimana dua manusia Jimin dan taehyung bisa cocok satu sama lain, menggantungkan diri satu sama lain, bagai kertas yang sudah dikasih lem, keduanya selalu menempel kemana pun, padahal jelas-jelas sifat keduanya sangat bertolak belakang, Jimin yang terkesan ramah dan selalu ceria, sedangkan taehyung yang terkesan jutek dan dingin, kadang gila, belum lagi mulut taehyung yang kejamnya minta ampun pada Jimin, tapi anehnya Jimin dan taehyung justru selalu makin lengket tiap harinya.
"kau ini jangan begitu pada Jimin, begitu-begitu dia sudah sangat keren sekarang" ujar Jin, sambil memarkirkan mobilnya setelah mereka sampai di tempat tujuan
"dan ingat tae, jangan menyesal karena kau sudah berpakaian seperti itu, dan tolong setidaknya rapihkan rambutmu itu, ada sisir dilaci dashboard ku" ujar Jin, menatap sekilas pada taehyung yang tidak merespon sama sekali, yang dilakukan taehyung justru hanya mengusap-usap sedikit rambutnya tanpa sedikit pun berniat mengikuti anjuran Jin yang menyuruhnya menggunakan sisir.
Mereka berdua pun turun dari mobil, suasana di taman dekat suangai Han sudah cukup ramai, meskipun acara dance dan rapp yang sebulan sekali ini sering diadakan oleh perkumpulan komunitas underground rapp dance di seoul tersebut belum juga dimulai. Jin berjalan beriringan dengan taehyung, penampilan mereka sangat kontras, Jin yang terlihat sangat keren dengan kaus putih yang dibalut jaket kulit hitam untuk menghalau udara seoul yang sudah mulai memasuki musim dingin, celana jeans hitam dan sepatu vans putih dan kacamata tanpa frame bertengger manis dihidungnya, benar-benar terlihat menawan, sedangkan orang disampingnya justru berbanding 180 derajat, taehyung dengan sandal jepit rumahnya, celana training yang ujungnya dilipat sebelah dan hodie abu-abu kebesaran serta rambut acak-acaknya benar-benar terlihat menyedihkan. Tapi nyatanya taehyung cuek saja
Dia membatin. Biar si jim pendek itu tahu kalau aku memang tidak berniat menonton aksi sok gantengnya itu. Setidaknya itulah yang dipikirkan taehyung
"oh Jin kau datang, Namjoon kurasa sudah bersiap-siap, 10 menit lagi dia tampil" itu Min Yoongi, salah satu anggota rapper yang juga namjoon bergabung di dalamnya, taehyung dan Jin tentu saja sudah sangat mengenal Yoongi, karena seburuk apapun Yoongi terlihat, nyatanya dia adalah salah satu mahasiswa terbaik di KAIST.
"Astaga Jin, kau bawa gelandangan" pekik Yoongi sarkastik saat melihat penampilan taehyung yang memang seperti gelandangan.
"hyung, please kau juga sering berpenampilan seperti ini saat dikampus, jangan berlebihan deh" timbal taehyung, sambil melirik suram ke arah yoongi, yang dilirik hanya terkikik gemas, mau bagaimana lagi seburuk apapun penampilan taehyung, dia memang terlihat menggemaskan.
"kau tidak tampil Min?" Tanya Jin saat menyadari kalau yoongi berpenampilan sangat casual malam ini, tidak begaya swag yang biasa ditampilkanya saat dia akan naik ke atas panggung
"tidak, aku hanya ingin jadi penonton saja malam ini. Lagi pula sepupuku akan datang, aku harus menemaninya setidaknya" jawab Yoongi, menarik Jin dan taehyung ke salah satu sisi taman yang cukup dekat dengan panggung.
"oh sepupu mu yang dari jepang bukan? Benar kau harus kenalkan padaku dan juga taehyung" Jin antusias, sedangkan taehyung melongo dengan sangat tidak manisnya. Apa? Jepang? Kenapa akhir-akhir ini taehyung sering sekali mendengar kata jepang.
BTS
"hyung memangnya kau masih ingat jalan menuju sungai han?" jungkook masuk ke dalam mobil yang dikendarai hoseok, membenarkan letak seatbelt dipinggangnya. Hoseok dibalik kemudi tersenyum
"memangnya aku berapa lama tidak di korea sih, kau ini ada-ada saja, seperti sungai Han akan pindah ke new Zealand saja dalam tiga tahun" jawab hoseok terkekeh, sambil mulai melajukan kemudinya.
"benar juga sih, tapi padahal tadi yoongi hyung menawari ku tumpangan dan mau menjemput, kita seharusnya datang dengan dia agar tidak merasa canggung" jawab Jungkook
"tapi aku yang akan sangat canggung kookie" jawab hoseok, tersenyum. Yoongi itu bagi hoseok sebenarnya bukan akan menimbulkan rasa canggung, tapi lebih tepatnya aura gelap yang menghimpit dirinya, Yoongi itu terlalu menyeramkan, bahkan hoseok saja bingung bagaimana jungkook yang imut bisa memiliki sepupu yang semenyeramkan min yoongi. Hoseok bergidig
"ah aku benar-benar tidak sabar untuk segera sampai" jungkook tersenyum girang, hoseok hanya meliriknya sekilas, pikirannya saat ini kemana-mana, dia setangah bingung juga setangah antusias, antusias karena menurut namjoon akan ada taehyung disana. bingung, bagaimana caranya harus bersikap. Jujur saja, setelah tiga tahun tidak melihat taehyung, hoseok takut kelepasan.
Bagaimana pun juga, hoseok memang masih cinta, meskipun dia dan taehyung tidak pernah saling menyapa, tapi rasanya perasaan hoseok untuk taehyung masih tetap sebanyak dulu.
"oh iya hyung, aku pernah cerita padamu kan waktu di jepang, orang itu nanti akan aku kenalakan padamu di sungai han" ujar jungkook mengembalikan hoseok dari lamunanya, dia tersenyum, mengangguk menanggapi ucapan jungkook tentang cerita lama dirinya saat masih berada di korea.
Tidak cukup lama, mereka pun sampai ditempat tujuan, setelah mengurusi parkir yang ternyata cukup ribet karena tempat parkir yang sudah hampir penuh, akhirnya hoseok dan jungkook pun berjalan menuju taman pinggir sungai han, mencari sosok pria berambut putih dengan kulit pucat tak kalah putihnya, siapa lagi kalau bukan min yoongi, sepupu jungkook yang menakutkan itu.
"hey kookie, aku disini" dari arah kiri mereka, terdengar Yoongi memanggil sambil melambai-lambaikan tangannya ke arah hoseok dan jungkook.
Hoseok pun berbalik, diikuti jungkook yang malah justru segera berlari menghampiri yoongi, meninggalkan hoseok yang berjalan pelan.
Disana bukan hanya yoongi yang berdiri, ada pria tinggi dengan penampilan bak pangeran yang hoseok tahu sebagai pacar temannya, namjoon, kim seok jin yang tampan, dan disamping kirinya, ada pria lain dengan jaket hodie abu-abu kebesaran, berpenampilan seperti hendak berangkat tidur alih-alih menonton mini konser dance rapper, dengan pandangan datar dan wajah tanpa ekspresi yang masih diingat hoseok meski sudah tiga tahun tidak melihat, wajah tanpa ekspresi namun tetap terlihat imut bak anak anjing yang selalu datang dalam mimpi hoseok.
Disana, tempat dimana hoseok sedang menuju ke arahnya, berdiri taehyung yang juga menatap tajam ke arahnya.
BTS
Taehyung rasanya ingin mati saja, apa perlu dia melompat saja sekarang ke dalam sungai Han? tapi pasti airnya sangat dinginkan. dan Taehyung juga sebenarnya tidak benar-benar berniat untuk mati. masalahnya sekarang dia sangat menyesal, kenapa tadi dia tidak berdandan dulu sebelum datang, atau paling tidak dia menyisir rambutnya sesuai anjuran Jin hyung di dalam mobil. Taehyung kan jadi benar-benar krisis kepercayaan diri sekarang.
Bagaimana dia tidak mengalami krisis kalau disebrang sana, 10 meter dari arahnya, lebih tepatnya sedang berjalan ke arahnya, cinta lamanya yang indah sekaligus menyakitkan, cinta yang sudah tiga tahun ini menghilang dari matanya, Jung Hoseok yang dulu terlihat bodoh saat dikejar anjing, kini terlihat makin tampan setelah tiga tahun menghilang dari pandangan.
ya, Kim seok Jin benar, taehyung menyesal karena sudah berpenampilan seperti beggar dan sekarang, tiba-tiba yoongi menariknya dari balik bahu Jin, berkata tentang tidak tahu malunya dia karena sudah berpenampilan seperti pengemis di depan sepupunya yang tampan, menarik tangan taehyung untuk menjabat tangan seorang pria imut dengan gigi kelinci yang diseret oleh Yoongi, yang kini, dengan sangat antusias memandang taehyung dengan takjub.
"woaah, penampilanmu sangat keren, aku jeon Jungkook, kau?" teriak pria bergigi kelinci itu padanya, setelah dengan luar biasanya menggenggam tangan taehyung untuk berjabat tangan dengannya. Taehyung hanya melongo memandang tangannya yang sudah digenggam si pemuda bergigi kelinci yang mengaku bernama jungkook itu
"aku taehyung, dan ngomong-ngomong aku sepertinya lebih tua dari mu" ujar taehyung, melepas tangannya yang masih saja digenggam oleh jungkook.
"ah iya hyung, kau lucu sekali, keren dan imut dalam waktu bersamaan. aku selalu ingin berpenampilan bebas seperti itu haha" taehyung pikir si jungkook ini berlebihan, entah dia benar-benar menyukai gaya berpakaian taehyung atau sebaliknya, justru sedang menghina taehyung secara sarkasme, taehyung tidak terlalu peduli, yang dia pedulikan adalah seorang pria dengan kemeja yang dibalut sweter dongker diluarnya, tampak sangat elegan ditambah timberland yang membalut sepasang kakinya. bolehkah taehyung menjerit sekarang? dia benar-benar tidak tahan karena Hoseok saat ini berdiri tepat disampingnya, bahkan taehyung bisa mencium wangi parfume-nya yang beraroma seperti Hujan.
"hyung kenapa kau tidak bilang kalau taehyung hyung sangat imut" tiba-tiba jungkook berteriak ke arah yoongi yang sedang berbicara tentang namjoon yang sebentar lagi akan tampil pada hoseok. taehyung yang masih menetralisir hatinya dibuat kaget karena jungkook yang berbicara cukup keras.
"karena menurut ku si taehyung ini tdak ada imutnya sama sekali" dan jawaban Yoongi sukses membuat Taehyung benar-benar hampir memutuskan untuk bunuh diri dan membawa yoongi tenggelam bersama
"ah iya hampir lupa, taehyung, kenalkan ini Jung Hoseok, temannya namjoon, kupikir kau mungkin pernah melihatnya saat SMA, karena kalian satu sekolah dan jung kenalkan ini Taehyung. pengemis. yang sayangnya cukup imut dari KAIST" lalu yang taehyung ingat tangannya tiba-tiba sudah digenggam hosoek yang tersenyum sangat sangat manis ke arahnya.
BTS
jika taehyung ingin bunuh diri, lain lagi dengan Hoseok yang sudah kehilangan nyawanya dari awal, sejak Yoongi memanggil jungkook dan dirinya dari parkiran untuk segera menghampiri mereka. berterimakasihlah pada kelas meditasi yang sudah dia ikuti selama satu tahun ini di jepang, meskipun jantungnya melompat-lompat persis seperti tiga tahun lalu, dia tetap bisa menjaga ekspresi muka dan deru nafasnya dengan tenang.
tapi hoseok hampir kelepasan saat Yoongi tiba-tiba menyatukan tangan mereka, tangan taehyung dan tangannya untuk bersalaman. hanya bersalaman saja padahal, tapi hoseok hampir pingsan. dia tersenyum menyedihkan, dia benar-benar yakin kalau senyumnya bahkan terlihat seperti senyum om-om mesum yang sedang menggoda bocah dibawah umur, hoseok ingin gantung diri saja rasanya.
masalahnya taehyung benar-benar imut sekarang. style-nya yang menurut Yoongi mirip pengemis, justru terlihat sangat imut dimata hoseok. mungkin sebenarnya pakaian apapun yang dikenakan taehyung akan terlihat imut dimata hoseok.
"Kim Taehyung" suaranya masih sama, berat namun terdengar sangat merdu ditelinga Hoseok, Hosoek kan jadi ingat kejadian di belakang gedung sekolah dulu. sayangnya Taehyung tidak sedikitpun memberi senyum segi empatnya pada Hoseok. sepertinya memang benar, hanya hoseok yang selalu terbayang-bayang kejadian tiga tahun lalu dibelakang sekolah.
"aku Hoseok..emmm.." gugup, hoseok benar-benar gugup saat mengucapkan namanya sendiri, lidahnya seperti diberi beban bertonton karung beras sampai dia kelu dan hampir tidak bisa bicara. sedangkan Taehyung, dia terlihat tidak nyaman dan buru-buru melepaskan genggaman tangan Hoseok, apakah taehyung segitu tidak sukanya dengan tangan Hoseok? hoseok pun kecewa, padahal dia sangat betah berlama-lama menggenggam tangan taehyung, rasanya pas sekali, tangan mereka seperti sudah diciptakan untuk saling menggenggam satu sama lain.
"wah kalian sudah berkumpul" dari arah entah dari mana, Hoseok dikejutkan dengan suara itu. jika suara taehyung yang paling sangat dia rindukan makanya dia ingat, lain lagi dengan suara ini, dia mengingatnya karena dia benar-benar membenci. itu Jimin yang menghampiri mereka.
dengan senyum kekanak-kanakanya Jimin menghampiri mereka, Yoongi mendelik ke arah Jimin, berkata tentang bagaimana dia bisa meninggalakan backstage saat sebentar lagi dia akan tampil, dan Jimin hanya tersenyum dan berkata dia harus menghampiri mereka agar tidak gugup dan melihat seseorang untuk kembali mencarger mentalnya yang hampir runtuh karena gugup, tersenyum genit (dimata Hoseok) ke arah taehyung dan berkata, sambil merangkul dengan tiba-tiba
"aaaah cinta ku tersayang kau datang juga, aku mencintaimu lahir dan batin" mendengar itu rasanya Hosoek ingin mencincang habis Jimin, apa-apaan itu, mencintai lahir batin katanya? heol yang benar saja
"diam kau bantet, aku tidak sudi kau cintai" jawab Taehyung sambil melepaskan rangkulan Jimin dari bahunya. Hoseok tertawa menang dalam hati, setidaknya meskipun terlihat becanda, taehyung tidak sudi menerima cinta Jimin
"umumumu, sini ku cium, kau imut sekali dengan pakaian tidur ini hahahaha" dan Hoseok benar-benar tidak tahan dengan sikap Jimin yang memonyong-monyongkan mulutnya ke arah taehyung
"maaf bisakah aku bertemu dengan namjoon di backstage?" entah angin darimana, tiba-tiba hoseok mengeluarkan kalimat itu begitu saja, dengan nada yang tentu saja cukup keras, sehingga mampu membuat Jimin beralih padanya, memandangnya. sebenarnya Hoseok tidak ada urusan sama sekali dengan namjoon, mungkin ini semua efek dari rasa cemburunya.
"huh? kau ingin bertemu dengan namjoon? sekarang?" Yoongi mendelik bingung, sebenarnya bukan hanya yoongi, tapi semuanya juga mendelik, mengingat 3 menit lagi namjoon akan tampil dan tiba-tiba hoseok berkata ingin bertemu namjoon, seperti keadaan darurat saja
"eh em, ah maksudku nanti, tidak sekarang, iya benar, nanti" jawab hoseok cengengesan
"eh hei, kau kan Hyung pembully itu? wah hyung kau tambah tampan" itu Jimin, lagi, kini berbicara ke arah hoseok, dan memeluk Hoseok tiba-tiba. hoseok kaget, tidak cukup dengan mengatakan dia pembully, dia juga dipeluk? sepertinya bocah ini bukan hanya kurang ajar, tapi juga seratus persen idiot.
"taetae, kau ingat sunbae yang selalu kuceritakan saat SMA dulu, yang tampan tapi bodoh itu yang selalu membuat aku berlari lima belas kali setiap sore di sekolah" masih merangkul hoseok dan berbicara pada taehyung. taehyung hanya melongo dan bergumam tentang ingat dan tidak ingat.
jimin masih nyerocos tentang hosoek yang hobby sekali membully dia saat SMA, tapi sekaligus berterimakasih karena sudah di bully dan sekarang badan Jimin jadi atletis sempurna, dan setelah itu hoseok bilang kalau dia tidak membully Jimin tapi memberi Jimin latihan fisik agar badannya terbentuk sempurna, karena dia pendek jadi dia harus punya aset lain yang bisa dibanggakan. Jimin sih percaya saja, karena dia memang sudah seperti itu, mudah percaya bercampur bodoh dalam waktu bersamaan.
namjoon selesai perform dengan sempurna, Jin terlihat sangat terpesona sepanjang penampilan namjoon diatas panggung. jungkook pun sama, dia memang selalu mudah terpesona pada apapun. Yoongi lain lagi, dia sibuk mengomentari penampilan namjoon yang ada saja celah salahnya dimata dia, sedangkan Taehyung dan Hoseok, mereka berdua terlalu sibuk untuk terpesona dengan penampilan Namjoon, mereka sibuk menetralisir deru nafas dan detak jantung masing-masing, tidak cukup dengan berada dalam satu lingkaran yang sama, mereka kini malah berdiri berdempetan, bahkan bahu mereka saling menempel satu sama lain, taehyung dan hoseok kan benar-benar tidak tahan,
hingga sampai pada saat Jimin akan tampil, sebelum pergi Jimin berkata dengan wajah serius
"setelah ini aku akan mengenalkanmu pada semua orang, secara resmi sebagai kekasihku" dan Jimin pun berlari ke atas panggung.
Hoseok mendengar itu, sebenarnya bukan hanya hoseok, tapi semua orang, Yoongi, Jin hyung, Jungkook dan Taeyung.
hoseok benar-benar kesal, ingin segera pulang saja dan menarik jungkook dari situ, mengajaknya pulang, tapi jungkook terlihat sangat bahagia, tersenyum seolah dunia ini sedang dalam fase bagus-bagusnya. begitupun taehyung yang terlihat menyemangati Jimin saat pemuda pendek itu berlari meninggalkan mereka untuk ke atas panggung, dan hoseok pun tidak melewatkan senyum segi empat yang paling manis yang taehyung berikan. yang sayangnya senyum itu bukan ditujukan untuk Hoseok.
dan Hoseok sangat yakin, sepertinya, malam ini Jimin akan mengenalkan pada seluruh dunia, bahwa taehyung adalah pacarnya.
TBC
Nah, nah, nah, saya kebingungan kan, kemaren di post pertama kenapa pembatas tiap paragraf-nya hilang, aku pake tanda bintang tadinya, sekrg aku ganti pembatasnya pake tulisan 'BTS' dan terimakasih sama yg setia mereview, memfollow dan memfavorite tulisan ini.
aku sayang kalian
