Title: It's You / neorago 2
Casts:
-Kim Ryeowook ~ 29 tahun ~orang Korea
-Cho Kyuhyun ~ 31 tahun ~orang China
-Hyukjae ~ 29 tahun
Genre & Warning :Yaoi
OooooO
SEOUL 2015
"Tenang saja aku pasti akan menikah umma tapi belum sekarang"
"Kapan lagi Ryeowookie. Temanmu sudah menikah atau punya pacar semua. Rekan kerja juga begitu. Dimana lagi kamu bisa menemukan pacar kalau tidak dijodohkan appa ne adeul…"
"Ommaaaaaa" rengek Ryeowook dengan nada "tolong jangan mulai lagi…."
"Umma serius sayang. Usiamu sudah 30 tahun Juni nanti. Kamu butuh pasangan yang bisa menemanimu Wookie" ujar sang umma dengan halus tapi penuh penekanan.
Ck. Ryeoowook tidak menjawab. Selalu seperti ini, nanti sang umma pasti akan capek sendiri juga membicarakan jodoh dengan Ryeowook.
"Kalau kamu tidak mau dijodohkan, kalau begitu setidaknya terimalah lamaran Hyukjae…" tambah sang umma lagi karna Wookie tidak menjawab
Baru sedetik kalimat itu diucapkan Ryeowook langsung menjawab
"Aniyo!" Ryeowook langsung menyahut dengan cepat saat mendengar nama Hyukjae disebut.
"Aku tidak akan pernah pacaran dengan Hyukjae umma... Siapapun orang itu yang penting bukan Hyukjae lahhh" ujar Ryeowook dengan tegas –lagi.
Ryeowook dan Hyukjae hanya teman dari dulu. Wookie tidak mau mengubah itu walaupun Hyukjae tidak pernah keberatan kalau mereka jadi lebih dari teman sekalipun.
Hanya saja sekarang; akhir-akhir ini hanya dia dan Hyukjae lah yang masih saja single diantara teman-teman sepantaran mereka. Jadilah tidak aneh orang tua Ryeowook jadi mengancam bawa-bawa Hyukjae segala.
Tapi tidak, ryeowook tidak mau pacaran dengan Hyukjae. Dia tidak akan pernah mau.
"makanya… cobalah dengan anaknya teman appa yang dari China itu ya sayang?
Dia juga lulusan luar negeri seperti mu, usia kalian tidak terpaut jauh… Appa juga sudah sangat kenal dengan keluarganya. Kalian pasti cocok!
Putra bungsunya itu belum punya pacar Wookie, dia banyak berkerja di Seoul….
Kalian kenalan dulu lah, ya? Bagaimana?"
Agak salah sepertinya Wookie menyebut siapa saja karna menolak saat bawa-bawa Hyukjae, umma nya jadi menawarkan perjodohan setengah memaksa seperti jualan obat seperti ini… haduh…
Siapa pula… pria kebangsaan China yang sangat ngotot untuk dikenalkan dengan dirinya ini? Dan kenapa harus kembali ke dia lagi? Belum tentu dia masih single juga umma… pikir Ryeowook dalam hati
Sudah kurang lebih 1 tahun perbincangan seperti ini mengapung di kediaman keluarga Kim. Ryeowook yang sudah hampir memasuki usia kepala 3, sebagai anak tunggal pula, orang tuanya lah yang lebih getar-getir karna Ryeowook belum punya pacar juga..
Kim Ryeowook, seperti typical pria sukses di pekerjaan yang terlalu sibuk untuk cari pacar lagi adalah pria baik, ceria, berpenampilan menarik, datang dari keluarga lebih dari berada, tapi terlalu fokus dalam berkerja dan belum mendapatkan teman yang bisa dijadikan pasangan menjalani hubungan serius.
Entah kenapa hubungannya dengan orang-orang sebelumnya gagal terus karna 1-2 alasan lainnya. Bukan keinginannya juga sih untuk belum punya calon pendamping hingga saat ini.
Tapi dikeadaan seperti ini… Apa benar-benar sudah saatnya untuk Ryeowook mengikuti kemauan orang tuanya sekali-sekali?
Ayah Ryeowook sudah sering mempromosikan putra rekan kerjanya yang kebangsaan China yang juga masih single sejak sekitar satu tahun lalu. Ryeowook sampai afal spesifikasi orang yang dibicarakan appa nya tesebut:
Dia adalah peneliti, melanjutkan perusahaan keluarga yang cukup besar di Seoul dan juga di China, dia tinggi, tampan, pria baik baik, ber bobot bibit berperilaku baik, bonafit, mandiri, dewasa, lulusan luar negeri, lancar berbahasa inggris. Ya, itulah definisi yang selalu diceritakan appanya. Disusul dengan promosi tanpa diminta seperti:
"Tadi di kantor appa bertemu Kyuhyun lagi, dia masih menanyakanmu loh Ryeowookie"
"Ryeowook, kamu benar-benar tidak ingin bertemu dengannya? Bagaimana kalau appa memberitahu dia nomor telepon mu? Ya? Ya?"
"Ryeowook, Kyuhyun sedang di Seoul loh seminggu, kamu yakin tidak mau ikut appa makan siang dengannya Sabtu ini?"
"Ryeowook, appa mau main golf dengan Kyuhyun, ikut ya?"
Ryeowook sampai hafal dengan satu nama ini tapi ia tidak pernah tertarik dengan tawaran sang appa. Ia sendiri tidak mengerti kenapa appa nya bisa setertarik ini mengenalkan dia dengan pria lain?
Sudah sebegitu sedihnya kah Ryeowook dimata appa nya hingga ayahnya harus terus menyodorkan pria bernama Kyuhyun tersebut?
Ryeowook selalu menolak dengan halus tiap kali di ajak-ajak dengan modus nama Kyuhyun secara tidak langsung.
Ryeowook hanya bersyukur ayahnya belum berkata:
"ryeowook, di acara makan malam ulang tahun umma kali ini Kyuhyun ikut ya!" hehe.
Ryeowook bersyukur ia bisa selamat dari bujukan appa nya tentang Kyuhyun itu selama berbulan-bulan. Bukannya ia tidak mau atau jual mahal sih… Tapi Ryeowok belum merasa sebegitu sedihnya saja sampai harus dijodohkan.
Eh sekarang… sepertinya sudah datang waktunya Ryeowook tidak bisa kabur lagi… Saat sang umma memberitahukan appanya Ryeowook akhirnya bersedia bertemu dengan orang yang mau dijodohkan dengannya, tiba-tiba satu nama yang cukup familiar muncul lagi
"wah bagus begitu! Kyuhyun sekarang sudah menetap di Seoul kok! Kalian bahkan bisa lebih leluasa bertemu sekarang!" ujar appa nya Ryeowook dengan mata berbinar-binar.
Ryeowook hampir menepuk jidat saat mendengar ucapan ayahnya tersebut.
OooooO
"Ryeowook…."
"eung appa"
"bagaimana kalu di pertemuan pertama kalian, sekalian bertemu dengan ayahnya juga, kenalan dengan teman appa tersebut?"
"eungg?" Ryeowook masih belum mudeng siapa itu 'kalian' dan apa maksud dengan 'teman appa'
"ya iyalah ditemani kalian yeobo.. kalau Ryeowook salah bertemu orang yang ternyata bukan Kyuhyun kan tidak lucu….." tiba-tiba sang umma yang menyusul ikut menimpali perbincangan mereka.
Ryeowook baru mengerti setelahnya.
Ohhhh… masih membicarakan Kyuhyun lagi…. Heheheh
Sampai sekarang saja aku tidak tau batang hidung orang nya seperti apa.. hahahaha
OooooO
2 minggu setelahnya di Seoul
"Kenalkan ini putra bunsu ku, Cho Kyuhyun"
"Ah iya kenalkan juga ini anak tunggalku juga. Kim Ryeowook."
"Ryeowook-ah, insa."
Ryeowook menyapa kedua anak dan ayah ini dengan bahasa mandari dasar setelah membungkuk sopan.
Pria dihadapan Ryeowook tersebut hanya tersenyum tipis sedangkan ayahnya yang berusia hampir sepantaran sang appa tersenyum lebar melihat Ryeowook yang sangat lah sopan.
Mereka berempat duduk berhadap-hadapan sekarang. Ryeowook dengan pria ini, appa nya dengan ayahnya.
Ryeowook merasa sedikit lega melihat wajah pria yang akan dijodohkan dengannya ini. Walalupun Ryeowook belum memperhatikan wajahnya secara detil dan langsung, tapi Cho Kyuhyun ini adalah typical cowok bersih-terawat, well setidaknya cukup menjaga penampilan dan malah lebih baik dari pada ekspetasi nya. Ryeowook baru melihat wajahnya sekilas-sekilas saja, belum sempat menatap kedua matanya secara langsung
"Ah ne Ryeowook, Kyuhyun ini.. Lulus dari universitas yang sama denganmu loh!" Ujar appa nya Ryeowook membuka pembicaraan.
"Oh ya? Yang.. Dimana appa?"
Ayahnya Ryeowook tersenyum dan menangguk, tapi tidak menjawab dan mengarahkan untuk bertanya pada orangnya langsung. Ryeowookie menengok kepada ayahnya Kyuhyun setelah appanya memberi tahukan sesuatu dalam bahasa mandarin pada temannya itu.
"Ya itu benar.. Mungkin kalian sudah pernah bertemu sebelumnya.. Kyuhyun, apa kau lulus lebih dulu dari Ryeowook? Di Lancaster? Beritahulah pada Ryeowook!" ujar ayahnya Kyuhyun dengan bahasa mandarin pada Kyuhyun ini.
Ryeowook sudah mengerti sedikit bahasa mandarin kalau masih kalimat yang sederhana, tapi ia tidak bisa menjawab atau membalas pertanyaan.
Ryeowook yang masih mendengarkan hanya mulai memperhatikan wajah Kyuhyun ini lalu membulatkan kedua matanya dan mulai menggali memori nya tentang orang bernama Kyuhyun yang pernah ada di dalam hidupnya terutama di masa kuliah dulu. Ryeowook samar-samar mulai mengingat sesuatu dari wajah itu..
Oh crap.. Apa ada orang yang namanya Kyuhyun ia pernah kenal dulu? Rasanya tidak a...
"Ani appa kami lulus bersamaan. Tapi.. Beda jurusan" ujar Kyuhyun dalam bahasa Inggris akhirnya sambil balas menatap Ryeowook yang sejak tadi memperhatikannya.
"Tapi kami sudah bertemu sebelumnya. Ryeowook dan aku tinggal di flat yang sama dulu." Tambah Kyuhyun lagi lalu ayahnya Kyu berbincang dalam bahasa mandarin sendiri juga, memberitahukan informasi tersebut.
"Neo... Neo.." Ryeowook tergagap sebentar karna ia baru sadar kalau ini benar-benar Kevin atau Kyuhyun, yang pada keduanya Wookie tidak bisa bicara pakai bahasa korea. Walaupun ini di Seoul Kyuhyun atau Kevin, masih orang China. Jadi dia tidak bisa langsung bicara paka bahasa Korea saja..
"Kau… benar-benar Kevin yang di kampus dulu?" Tanya Ryeowook dalam bahasa inggris membalasi Kyuhyun
Ayah Kyuhyun ataupun ayah Ryeowook tidak mengerti bahasa inggris jadi mereka hanya senyum-senyum saja mendengarkan Wookie-Kyu ngobrol dalam bahasa inggris.
"Ya, nama asli ku Cho Kyuhyun, Mungkin kau lebih mengenalku dengan nama Kevin. Senang sekali bertemu denganmu lagi Ryeowook"
Balas Kyuhyun masih dalam bahasa inggris juga
Kyuhyun memberitahu ayahnya kalau Ryeowook tidak tau kalau ia adalah teman lama Wookie karna dulu memakai nama Kevin, nama inggrisnya.
Ryeowook juga memberitahu hal serupa pada ayahnya, dan sang appa baru berkata
"Oh iyaa. Appa ingat ibu nya Kyuhyun pernah berkata pada appa kalau dia sudah pernah bertemu denganmu sebelumnya. Pantas kau tidak kenal nama Kyuhyun... Ah ne.. Saat di inggirs dulu Kyuhyun masih memakai nama inggrisnya ya.. Ahahahahahh"
Ryeowook tidak tau sama sekali nama mandarin teman-temannya. Ia punya terlalu banyak teman dari Hong Kong dan China dan ia hanya tau nama inggris panggilannya saja. Kalupun Wook tau nama asli mereka itu karena sosial media. Nah di kasus Kevin, wookie tidak tau apa-apa soal Kevin selain orangnya yang ia temui langsung antara sedang mengenakan baju rumah atau jaket tebal.
Hahh bagaimana bisa sekebetulan ini mereka bertemu lagi sekarang coba?!
"Waaaw kau berbeda sekali sekarang! Kenapa.. Kenapa kau bisa berubah sebanyak ini? Aku sama sekali tidak mengenalimu Kevin! Eh.. maksudku Kyuhyun…" Tanya Ryeoowok refleks, antara kaget dan senang bisa bertemu teman lamanya seperti ini.
"Hemm sepertinya ucapan seperti itu bukanlah sesuatu yang aku harap dengar darimu setelah lama tidak bertemu…" Balas Kyuhyun dengan nada datar membuat nyali Ryeowook langsung ciut saat mendengarnya
"Aigoo iya.. Ah maaf maaf. Maksudku bukan seperti itu. Tapi sunggu kau beda sekali sekarang. Eh. Sudah lupakan sajalah hehe sorry Kyuhyun" Ryeowook langsung minta maaf secara spontan lagi. Pria ini memang adalah tipe orang yang ramah dan spontan.. Apalagi di keadaan seperti ini.. Tidak jarang Ryeowook merutuki dirinya sendiri karna salah tingkah hadeh..
Aigoo ternyata dia masih galak dan dingin saja seperti dulu. Sepertinya benar-benar hanya penampilan nya saja yang berubah. Pikir Ryeowook dalam hati.
Kyuhyun sendiri hanya menggulum senyum melihat Ryeowook meminta maaf seperti itu. Senang rasanya melihat Ryeowook salah tingkah seperti ini lagi. Setelah sekian lama.. Setelah sekian tahun mereka tidak pernah bertemu ataupun bertukar kabar dengan satu sama lain.
Ryeowook tentu saja kaget bertemu dengan Kyuhyun yang klimis dengan rambut 1:9 seperti ini, melihat penampilannya yang sangat rapi, stylish, wajahnya yang jauh lebih putih dan terawat. Dan tunggu... Kemana kacamata yang dulu dikenakannya?
Saat melihat kyuhyun langsung seperti ini Ryeowook baru ingat lagi bagaimana ia dulu sempat selalu memperhatikan pria dihadapannya ini sedikit-sedikit tanpa sadar dan menumpuk menjadi banyak.
Saat melihat Kyuhyun –atau Kecin yang ada dihadapannya sekarang baru ia ingat lagi bagaimana dulu mereka bertemu sekali-sekali dan Ryeowook selalu pura-pura tidak memperhatikannya walaupun ia sangat ingin bisa bertatapan mata Kevin langsung saat mereka bertemu.
Kevin yang cuek saat itu. Kevin yang sangat pendiam. Kevin yang sangat sangat sangat... Berbeda dengan Kyuhyun yan sekarang dari segi penampilan.
Memori tentang Kevin terkubur dengan sendirinya di sudut otak Ryeowook sejak ia lulus kuliah seiring dengan berjalannya waktu. Tapi sekarang, sosok itu kembali lagi dihadapannya tanpa Ryeowook sendiri mengerti bagaimana mereka bisa sekebetulan ini bertemu lagi, di Seoul. Setelah 8 tahun seorang Kevin sudah tiba dihadapannya memperkenalkan diri dengan nama asli Cho Kyuhyun yang adalah… calon tunangannya lewat perjodohan.
OooooO
Epilogue:
"Kyuhyun"
"Ya"
"Apa kau ingat saat pertama kali dan satu-satunya dalam setahun kamu mengucapkan good night di pertemuan pertama kita?"
"Ingat" jawab Kyuhyun
Ryeowook tersenyum mendengarnya
Kyuhyun berbohong kecil. Padahal dia tidak ingat. Dia tidak ingat pernah mengucapkan 2 kata itu, tapi Ryeowook ingat. Bagaimana bisa ia masih mengingatnya hingga saat ini?
Kau tidak pernah tau betapa berartinya 2 kata itu untukku pada masa itu Kyuhyunie
Batin Ryeowook dalam hati.
Ya, setelah Ryeowook pikir-pikir. Tanpa sadar Ryeowook mungkin sudah menyukai Kyuhyun sejak sebelum dia sakit.
Makanya Ryeowook sampai se-inisiatif itu mengetuk pintunya dan membelikan obat. Gabungan antara rasa keingintahuannya akan Kevin dan suara batuk yang menyebalkan itulah yang membuat Ryeowook menujukkan niat baiknya duluan. Kalau Ryeowook tidak ada rasa suka pada Kevin sekalipun sadar atau tidak sadar, mungkin Ryeowook akan tidak perduli pada keadaan pria itu.
Walaupun setelahnya Kevin masih bersikap dingin padanya; berujung pada Ryeowook merasa sangat malu karna seakan ia yang terlalu menunjukkan perhatiannya yang berlebihan pada Kevin duluan..
Walaupun 7 bulan setelahnya mereka masih jarang bicara; Ryeowook samar-samar masih ingat betapa mengganjal perasaannya menghadapi sikap Kevin yang masih dingin padanya saat itu.
Selama 8 tahun Ryeowook tidak pernah tau kalau walaupun Kevin tidak membalas simpatik Ryeowook secara langsung, tapi dari satu inisiatif Ryeowook itulah yang membuat Ryeowook bisa bersama dengan Kyuhyun lagi sekarang.
Kalau ia tidak berani menunjukkannya simpatiknya dan perhatiannya saat itu, mungkin Kevin dan Kyuhun tidak akan pernah mengingatnya hingga sekarang.
Kalau Kyuhyun tidak berani mencari dan menghampiri Ryeowook di masa sekarang, ia juga tidak akan bisa mengenal Ryeowook lagi selamanya.
Cinta atau jodoh, bermula dari satu perasaan suka yang sangat mendasar, tapi juga membutuhkan kita untuk berani menunjukkannya dan melakukan sesuatu dengan perasaan suka yang sangat mendasar itu.
Mungkin kita bisa kecewa satu dua kali saat mengambil langkah mendekati orang ternyata yang bukan jodoh kita.
Tapi saat kita menunjukkan nya pada orang yang tepat, tidak perduli berapa lama waktu sudah berlalu, keberanian itu akan tetap berbuah hasil yang manis bagi diri kita sendiri.
How can it feels this hurt? How can I feel this bad just by being ignored by someone whom I don't even know very well?
Hahh... Ryeowook yang baru berusia 20 tahun saat itu tidak mengerti akan bagaimana rasanya kalau ia benar-benar jatuh cinta pada seseorang nantinya.
Kevin... Adalah salah satu orang pertama yang mengajarkan Ryeowook arti dan sebagaimana lelahnya untuk berharap
OoooO
"ingat saat aku sakit dulu?"
"yang batuk-batuk itu?"
"iya"
"tentu saja ingat. Kau batuk parah, dan demam tinggi" jawab Ryeowook "karna kebanyakan makan pizza selama seminggu"
Kedua bola mata Kyuhyun langsung membesar saat Ryeowook mengucapkan kalimat tersebut
"hah? Kau tau aku makan pizza semingguan selama itu?"
"heeh aku masih ingat dulu, kau hanya makan frozen pizza… makanya jadi sakit seperti itu kan"
Kyuhyun sontak tertawa saat Ryeowook menyelesaikan kalimatnya.
Ia tidak pernah menyangka kalau Ryeowook tau itu semua, kalau Ryeowook masih ingat itu semua hingga hari ini.
Kyuhyun tidak pernah tau kalau Ryeowook ternyata juga memperhatikannya dulu.
Dulu saat ia tersentuh kebaikan Ryeowook, saat ia senang melihat Ryeowook yang selalu senyum dan tertawa, saat ia suka melihat Ryeowook yang salah tingkah, Kyuhyun tidak berani mengambil langkah apa-apa untuk mendekati orang yang ia sukai.
Kyuhyun hanya diam dikamar dan berpikir kalau Ryeowook tidak pernah punya impresi apa-apa tentang dirinya. Ia tidak percaya diri hingga bulan demi bulan berlalu, dan saat Kyuhyun mau bertemu Ryeowook lagi untuk terakhir kalinya di hari kelulusan, ia sudah tidak menemukan Ryeowook lagi.
Tahun demi tahun berjalan dan banyak perubahan terjadi dalam hidup Kyuhyun. Ia lanjut sekoah, berkerja, kepercayaan diri seorang ChoKyuhyun tumbuh seiring dengan perkembangan karir nya sendiri. Ia bertemu dengan banyak orang, menambah banyak pengalaman disini dan disana, tapi ada satu memori yang Kyuhyun tidak pernah lupakan.
Memori terbaik di masa kuliahnya yang biasa-biasa saja adalah di Hari Minggu suram dimana teman sebelah kamarnya, seorang pria kebangsaan Korea Selatan mengetuk kamarnya dan menanyakan apakah dia baik-baik saja.
Memori terbaiknya adalah saat 10 bulan tinggal di akomodasinya tahun itu, ia punya tetangga-tetangga yang baik termasuk Ryeowook yang bisa sebegitu empatinya pada orang seperti dia.
Bertahun-tahun Kyuhyun mengenal banyak orang; tapi jarang ada orang seperti Ryeowook. Entah kenapa belum ada yang bisa menggantikan posisi Ryeowook di dalam lubuk hati terdalam Kyuhyun.
OoooO
"hahah tapi aneh ya, aku kadang masih bingung"
"bingung apa?"
"kebetulan sekali kita bisa bertemu lagi.. seperti ini… hehe"
Kyuhyun tersenyum lebar mendengar ucapan Ryeowook barusan
"tidak ada yang kebetulan Kim Ryeowook. Aku lah yang mencarimu hingga kesini. Aku yang melakukan semuanya" karna dulu aku membuat sebuah kesalahan yang cukup besar: tidak pernah berani mendekatimu sejak dulu.
Aku tidak tau apa yang akan terjadi nantinya didepan kita Kyuhyun. There is still a long way to go for us.. Tapi terima kasih sudah mencariku; kembali untuk memenuhi keinginan kita untuk mengenal masing-masing lebih dalam lagi yang sempat tertunda dulu..
OooooO
END (mungkin ada sequel)
Tolong sampaikan opini kalian ya tolong tolong, berharga banget setiap review kalian untuk saya author tau hehe. Terima kasihhh!
Gak lengkap? Sepotong-potong? Gak jelas? Yah emang kan author cuma iseng, cuma ingin nulis itu doang hehe.
