Barisan Para Mantan

Disclaimer: Vocaoid milik pengembang masing-masing. BTS dan lagu I Need U adalah hak cipta label yang membawahi.


Chapter 1: Drug

Pemuda bersurai salju sebahu itu berdiri mematung di depan wastafel. Menatap kosong pantulan dirinya pada cermin. Ia menghela napas, menyentuhkan tangannya pada cermin yang dingin. Menatap lekat dirimya. Kulitnya memucat. Matannya sayu. Ia menghela napas. Keeping birunya beralih ke sebuah rak di sebelah cermin. Tangannya membuka lemari, meraih sebuah tabung kecil berisi pil-pil putih yang mengisi setengah membukanya dan mengeluarkan pil-pil itu. beberapa buah jatuh, membuat bunyi pluk pelan saat pil menghantam air yang tertampung memenuhi wastafel. Pemuda itu menghela napas. Menengadah dan memaksa dirinya menelan beberapa butir obat itu.

Piko…

Matanya mengejap beberapa kali. Kepalanya pusing dan matanya mulai tertutup. Namun ia masih berusaha untuk tetap sadar. Sebuah bayangan semu terpampang di hadapannya.

"Miki…"

Dan pandangannya menggelap.


Ia tak tahu sudah berapa lama ia terlelap. Ketika kedua keping biru itu perlahan muncul dari balik kelopak yang menutupinya, ia tersadar kalau ia masih berada di depan pintu toilet. Terduduk sambil berusaha menopang tubuhnya agar tidak terjatuh. Perlahan dengan tangan gemetar ia berusaha berdiri. Kembali meraih tabung kecil yang teronggok manis di tepi wastafel. Tinggal tersisa beberapa butir lagi. Ia menyandarkan kepalanya pada pinggir wastafel. Kepalanya terasa berputar hebat.

Sedikit lagi…

Dan semuanya akan segera berakhir…

Ia memejamkan matanya. Pikirannya membawanya pada memori beberapa waktu lalu. Seorang gadis. Furukawa Miki. Gadisnya. Piko menghela napas. Ada kilatan terlintas pada iris sewarna langit itu. ia membenci gadis itu. ia membencinya. Namun juga menyayanginya.

Miki. Gadis yang dulu menjalin hubungan dengannya. Keduanya akrab. Namun ia tak menyangka di balik punggungnya gadis itu mengkhianati kepercayaan yang diberikan pemuda itu padanya. Ia merasa bodoh. ia merasa dipermainkan. Sebagai laki-laki, harga dirinya seakan runtuh saat mendapati gadisnya bersama pemuda lain. Bukan cuma sekali. Beberapa kali ia melihat gadisnya bersama laki-laki lain. Hingga akhirnya ia memilih untuk mengakhiri hubungannya. Awalnya ia ba=erusaha bicara baik-baik. Namun gadis itu tak ingin hubungan yang terjalin hampir 5 bulan itu kandas begitu saja. Pembicaraan yang semula tenang menjadi tidak kondusif. Keduanya saling tunjuk. Saling menyalahkan. Saling mencaci. Piko masih ingat ketika tangan mungil Miki menamparnya. Memberi cap merah di pipi kirinya. Dan saat itulah kesabarannya menguap habis. Ia balas menampar gadis itu. mencaci-maki gadisnya dengan kata-kata yang sangat tak enak didengar. Dan setelah itu ia pergi. Meninggalkan sang mantan mengangis terisak. Ia sudah tak peduli lagi. Ia membenci gadis itu…

… namun masih menyimpan sepercik sayang padanya.

Dai ia sedikit menyesali kejadian itu. ia merasa bodoh. seandainya saja ia bisa memutar ulang waktu dan memperbaiki hubungannya kala itu. atau setidaknya berbid=cara baik-baik. Atau meminta maaf atas sikap kasarnya waktu itu. tapi ia terlambat. Sang gadis memilih mengakhiri hidupnya dengan terjun dari atap apartemen. Dan Piko menyesali hal itu.

Ia berpikir inilah saat baginya untuk kembali menemui sang gadis.

Semuanya segera berakhir…

Tangannya terangkat. Kembali mengeluarkan beberapa butir obat terakhir dari dalam tabung. Kemudian kembali menelannya dengan paksa.

Perlahan ia kembali kehilangan kesadaran.

[END]


#CatatanAuthor

Oh, tolong. Ayumu tau ini bener-bener pendek… jangan komentar apa-apa please. Jujur Ayumu rada bingung mau nulis gimana dan malah hasilnya begini TwT rasanya gak sreg sama tulisan sendiri… dan APA-APAAN INI TULISAN CUMA 610 WORDS #CapslockJebol hiks kayaknya Ayumu bener-bener kehabisan ide buat nyelesaiin fic ini *pundung di pojok kamar*

Kalo Readers berminat, mohon review. Ayumu terima segala kritik, saran, masukan, cacian, hinaan, atau ide mengenai hal-hal yang berkaitan putus cinta/dunia keper-mantan-an(?) karena Ayumu masih single tapi bahagia. Doi-kun bukan 'doi'nya Ayumu. Dia cuma 'teman' dan 'objek penderita' Ayumu doang :P (Doi-kun: apa-apan lu hah?!) please Ayumu kekurangan bahan mentah buat nulis. Ayumu pasti akan sangat berterima kasih atas review para Readers !