Chapter ini kuusahakan update dengan cepat karna mungkin beberapa saat ke depan aku akan sedikit sibuk dengan tugas-tugas kuliahku. Maaf soal words kalau misalkan menurut kalian tetap kependekan karna aku memang langsung menuliskan apa yang ada di kepalaku. Kalau seandainya aku sudah kehilangan mood di akhir, aku akan berhenti dan langsung ku publish karna takut kalau kutambah lagi, jalan cerita yang kukembangkan akan melenceng jauh. Oh, dan satu lagi ini murni SasufemNaru, Hinata hanya sebagai flashback kisah mereka yang rumit. So, here we go...

Naruto©Masashi Kishimoto

If We Are In Love©Kenny Abimanyu

Cast : Namikaze Naruto (femNaru), Uchiha Sasuke, Hyuuga Hinata, etc.

Pairing : Sasufemnaru, slight Sasuhina, and others

Any Bashing Chara(s)

Standard Warning(s) Applied

Don't like don't read

Tapi aku mencintainya, Sasuke-kun

Entahlah, aku merasa nyaman saat di dekatnya

Maafkan aku Sasuke-kun, aku tidak tahan diacuhkan olehnya

Lebih baik aku mati daripada ditinggalkan olehnya

.

.

.

Pria bermata kelam itu terbangun dari tidurnya. Sial. Mimpi itu lagi. Kenapa terasa seperti de javu ?. Jika ia tau dari dulu kejadiannya akan seperti itu maka seharusnya ia menjauhkan Hinata dari gadis berambut pirang itu. Gadis itu memang sialan. Setelah tadi di club dia berhasil meloloskan diri dari Uchiha Sasuke. Ia menendang selangkangan lelaki itu sampai perih rasanya. Dibiarkannya gadis itu kabur. Heh, sampai mana gadis itu bisa bertahan. Dengan nama besar dan segala kekuasaan yang dia miliki, Sasuke bersumpah mulai saat ini ia akan membuat hidup si pirang bagai di neraka. Ia menyeringai. Mungkin menambah penderitaan si pirang di kampus akan menjadi tontonan yang menarik baginya sebelum ia benar-benar menyelesaikan skripsi dan sidang akhirnya dengan sempurna.

Tiga tahun lalu

Indah. Sangat indah. Gadis berambut indigo dihadapannya ini benar-benar sangat indah. Keturunan Hyuuga. Sang Hyuuga terakhir. Pertemuan mereka terjadi beberapa tahun yang lalu. Membawa mereka dalam hubungan yang rumit setelahnya. Persaingan perusahaan. Pengkhianatan. Menyebabkan gadis ini kehilangan seluruh keluarganya disaat ia masih butuh kasih sayang orangtua.

"Aku akan mengangkat Hinata-chan menjadi anakku, mulai sekarang ia adalah adik kalian."

Ya, otousan dan ayah Hinata adalah sahabat kental sejak lama. Tak heran jika otousan sudah menganggap Hinata sebagai anaknya sendiri.

Awal yang mainstream, bukan ?

Begitulah. Tahun-tahun berlalu. Siapa sangka hati si Uchiha bungsu yang awalnya hanya menganggap Hinata sebagai adik bisa berubah menjadi perasaan yang terjadi antara wanita dan pria. Perasaan yang takut akan kehilangan. Perasaan yang ingin selalu bersama. Tapi entahlah dengan si Hyuuga. Disaat ada lelaki yang mati-matian mencintainya, ia malah jatuh ke dalam jurang yang terdalam. Ia masuk ke dalam neraka terdalam.

Ia mencintai sahabat wanitanya.

Namikaze Naruto. Gadis periang. Berambut pirang panjang, sedikit urakan, dan berkulit tan.

Hanya untuk menutupi kedoknya yang mencintai sahabat wanitanya, ia menerima pernyataan cinta sang kakak angkat. Keluarga Uchiha pun terlihat sangat setuju. Ah, mungkin itulah yang mereka inginkan. Membuat Hinata menjadi Uchiha yang seutuhnya.

Semua kesalahan ini bermula dari saat Hinata menginjak awal masuk SMP. Ia adalah anak yang sulit bergaul, pendiam, dan sulit didekati. Namun Naruto dengan segala keluguan dan tekadnya mendekati gadis itu. Gigih menjadi sahabatnya. Dalam lingkup persahabatan mereka, Naruto pun mengenal Sasuke sang kakak angkat yang berbeda sekolah dari mereka. Dengan rentang umur yang terpaut dua tahun.

Disinilah semua masalahnya berasal.

Sasuke yang naif itu tak pernah tau bahwa si Hyuuga lemah itu sering menjadi sasaran bully di sekolahnya. Dia hanya diam. Tak memberitahukan keadaannya kepada siapapun. Narutolah yang selama ini menyelamatkannya. Gadis itu sangat garang jika menyangkut tentang sahabatnya. Bahkan ia tak segan-segan melapor pada guru jika saja gadis itu tak melarangnya. Ia takut pemusnahan identitas yang selama ini dilakukan oleh teman-temannya akan berakibat semakin buruk untuknya dan Naruto. Tapi itulah Naruto, tak peduli apapun yang dilakukan orang-orang itu terhadapnya ia tetap tegar dan kuat bahkan berani melawan. Tidak seperti dia yang selalu berada di balik punggung Naruto. Saat itu kedua orangtua Naruto masihlah hidup. Mereka adlah keluarga sederhana. Hinata selalu tersenyum setiap kali ia datang ke rumah Naruto yang kecil kebahagiaan selalu melingkupi rumah itu. Paman Minato yang ramah akan mengajaknya untuk melihat-lihat album foto Naruto semasa kecil kemudian menjadikannya bahan olok-olokan.

"Apa kau tau Hinata ? Dulu saat masih balita Naruto hobi lompat dari atas ranjang seperti monyet. Ya Tuhan, aku pikir darimana anak perempuanku mendapat pelajaran seperti itu. Aku hampir saja memasukkannya ke kebun binatang untuk berkumpul dengan keluarga monyetnya."

Dan Naruto pun hanya bisa mencak-mencak sendiri. Kemudian akan mengadu pada Kushina, ibunya. Ya, bibi Kushina. Wanita hangat yang kadang suka sekali bereksperimen dengan masakan walaupun akhirnya makanan itu hancur tak berbentuk. Tapi tetap saja ia akan menyuruh putri dan suaminya untuk memakannya sampai habis.

"Ayahmu kan berkata apa adanya, Naru-chan."

Yak, sepertinya Kushina lebih pro pada suami ketimbang putrinya. Hinata hanya tertawa menyaksikan itu semua. Tak apa. Ia akan bertahan di sekolah asalkan ia bisa kembali pulang ke keluarga ini. Ia membandingkan keluarganya yang dulu, keluarga Uchihanya, dan keluarga Naruto. Dia hanya bisa menangis dalam diam. Keluarganya yang dulu sangatlah hangat walau tidak seheboh para Namikaze.

Namun, sekarang semuanya berbeda. Ya, keluarganya memang kembali utuh. Bahkan ia mendapat tambahan dua orang kakak. Sasuke dan Itachi. Tapi lihatlah, mereka sibuk dengan urusan masing-masing. Rumah yang ia tinggali sekarang terlalu besar dan mewah hanya untuk diisi oleh lima orang anggota keluarga yang sangat jarang berinteraksi kecuali di meja makan beserta para pembantu yang bekerja di situ. Wajar mengingat keluarga Uchiha adalah keluarga yang terpandang. Mereka sangat kaya raya. Bahkan mungkin harta kekayaan mereka takkan bisa habis melebihi tujuh turunan. Kak Itachi memang sangat baik dan yang paling hangat setelah mama Mikoto yang wanita karir, tapi tetap saja mereka berdua jarang ada di rumah. Sibuk. Sedangkan Sasuke ?. Heh, jangan ditanya. Sedari kecil ia memang disiapkan untuk menjadi pewaris kedua setelah Itachi. Dia banyak mengikuti kursus seolah disiapkan untuk menjadi Itachi yang kedua. Anak yang jenius.

.

.

.

Awal pertemuan Naruto dan Sasuke pun bukan hal yang menarik. Mereka saling mencaci maki satu sama lain. Benar-benar anak kecil yang merepotkan.

Saat itu Hinata bersikeras tidak mau pulang ke rumahnya. Sudah berhari-hari dia menginap di tempat Naruto. Sasuke bersama Itachi datang menjemput mereka. Ya, Sasuke saat itu yakin kalau gadis miskin yang tidak ada apa-apanya ini mencoba mempengaruhi calon istrinya di masa mendatang.

"Hinata, ayo pulang. Tidak baik membuat otousan dan okaasan menunggumu untuk makan malam. Mereka mengkhawatirkanmu", suara Itachi melembut.

"Tapi Hina masih mau disini, gak mau pulang. Hina mau tinggal disini aja."

"Tidak baik terlalu sering menginap di tempat orang lain, Hinata".

"Untuk apa kau tinggal di rumah jelek ini, Hina. Rumahmu yang sekarang jauh lebih bagus."

Sasuke memotong pembicaraan sambil mengernyit memperhatikan sekeliling rumah ini.

Nyut

Kuping Naruto panas mendengarnya.

"Apa kau bilang, tuan angkuh sok tampan?. Kau pikir sementang dirimu kaya raya kau bisa menghina orang seenaknya ?.Kurang ajar. Sini kalau berani lawan aku."

"Hn, Dobe"

"A-apa kau bilang ?"

"Do-be"

"Cih, kurang ajar kau Temeeeeeee."

Dan berakhir dengan Itachi yang mencoba melerai keduanya sembari meminta maaf akan kelakuan adiknya pada pasangan dewasa Namikaze itu.

To be continued...

Untuk beberapa chapter kedepan kemungkinan akan mengandung flashback. Dan kemungkinan besar pula fict multichapter ini tidak lebih dari 10 chapter.

Makasi banyak buat yang udah me riview fict ini :D

Doakan saja aku punya banyak waktu luang untuk mengupdate fict ini karna aku lagi on fire sama pairing SasufemNaru :D

Mind to RnR ?