Midorima pun langsung sadar setelah mendengar suara bel yang sudah berdentang 5 menit yang lalu. Ternyata hari ini ada jadwal pelajaran dengan Nijimura-sensei dan dipastikan siapa yang terlambat dari 10 menit, tak segan-segan akan membersihkan koridor kelas 2 sampai bersih.
Langsung saja Midorima berlari kearah tangga lantai 2 dengan tergesa-gesanya. Kalau terlambat, bisa-bisa reputasinya sebagai siswa teladan yang tak pernah terlambat hancur.
Three Love
Disclaime to Kuroko no Basuke by Tadatoshi Fujiwara
Genre: Friendship & Romance
Pairing: Midorima.S, OC, Akashi.S
Warning! Mungkin ada kesalahan tulisan, bahasa, OOC dan humor. Kalau tidak suka, terserah anda.
Chapter 2:
"Shintarou! Kenapa kau terlambat?!"
Terlihat jelas kalau Nijimura-sensei begitu marahnya dengan Midorima karena ia terlambat 15 menit. Butuh waktu 10 menit dari gedung menuju kelas ini. Midorima hanya menundukkan kepalanya karena takut melihat wajah Nijimura-sensei. Sedangkan aku hanya melihat dan sedikit merasa kasihan dengannya. Jujur saja, sedetik pun ia tidak pernah terlambat. Bahkan, reputasi sebagai siswa teladan pun sedikit berguncang karena keterlambatan hari ini.
"Sumimasen, sensei. Tadi aku habis dari toilet-nanodayo"
"Aku tidak suka melihat ketelambatan seorang murid lebih dari 10 menit. Termasuk dirimu yang sebagai siswa teladan disekolah. Sepulang sekolah, bersihkan koridor kelas 2 sampai bersih!"
"Ha'i"
"Wakatta. Silahkan duduk"
Midorima pun berjalan lemas menuju bangku yang terletak didepanku. Ia pun langsung duduk dan menenggelamkan kepalanya dengan kedua tangan yang disilangkan diatas mejanya. Mido-kun, apa yang terjadi denganmu? Yah, itulah pertanyaan batinku saat ini dengan keadaan Midorima. Jujur saja, aku sangat khawatir dan cemas dengan keadaannya saat ini.
Sepulang sekolah sesuai dengan hukuman Nijimura-sensei, Midorima mulai membersihkan koridor kelas 2 yang begitu panjangnya. Kalian tahu, butuh waktu 1 jam untuk membersihkan 1 koridor yang begitu panjangnya. Aku masih berada dikelas karena aku ketinggalan menyalin tulisan dipapan kedalam buku catatan. Setelah selesai, aku langsung membersihkan alat-alat tulis dan memasukkan kedalam tasku. Langsung aku menggendong tasku dan keluar dari kelas menuju Midorima yang masih mengepel dalam keadaan yang tidak memungkinkan.
"Mido-kun, biarkan aku membantumu"
"Tidak usah-nodayo. Aku bisa melakukannya sendiri"
"Tapi, kondisimu tidak memungkinkan untuk menyelesaikan koridor ini, Mido-kun"
"Aku baik-baik saja. Tenang saja-nanodayo"
Aku hanya bisa menarik nafas karena kekerasan kepalanya. Sudah jelas kondisinya tidak memungkinkan untuk membersihkan koridor ini, tapi masih dipaksakan. Tiba-tiba...
BRUK!
"Mido-kun?! Hey, kau tidak apa-apa?"
Aku langsung panik karena Midorima ambruk dan untung saja aku menahannya supaya ia tidak terhantam kelantai. Aku mencoba untuk menyadarkannya, namun hasilnya tidak ada. Langsung saja aku mengambil handphoneku dan mencari 1 kontak yang kuambil acak. Yap, Aomine Daiki.
"Aku mohon angkat, Aho!"
'Hmm...(namamu). Ada apa?'
'Hey, Mine-kun aku minta tolong dengan yang lainnya'
'Tolong apaan? Aku mengantuk nih'
'Jangan pikirkan katukmu, Aho! Segera datang kekoridor kelas 2 sekarang! Midorima tidak sadarkan diri!'
'Yap, aku akan datang kesana dengan yang lainnya! Tunggu sebentar!'
TUUTT
Aku langsung menyimpan handphoneku dan menunggu pertolongan. Mido-kun apa yang terjadi denganmu sekarang, batinmu khawatir.
Tidak sampai 15 menit, semuanya (Aomine, Kise, Murasakibara, Kuroko, Kagami, Akashi, Kotomi dan Nagiko) sudah berada dikoridor kelas 2. Semuanya lihat kanan-kiri untuk mencari posisi kami sekarang. Sontak Kotomi melihatku sedang terduduk dengan Midorima yang masih berbaring dilututku.
"Senpai, mereka disana!" ucap Kotomi sambil menunjuk kearah kami.
Langsung saja, semuanya berlari kearah kami dengan tergesa-gesanya. Aku yang mendengar hentakan kaki yang begitu keras langsung menoleh dan melihat mereka datang menuju kearahku.
"(namamu)cchi kenapa dengannya~ssu?" tanya Kise dengan muka cemas.
"Nanti aku jelaskan semuanya. Sebaiknya kita bawa keruang UKS saja" jawabku dengan tegas.
Yap, semuanya langsung menolong Midorima dengan mengangkat tubuhnya bersamaan kecuali aku, Kotomi, Nagiko dan Akashi. Dengan tergesa-gesa, mereka hampir kehilangan keseimbangan karena langkah kaki mereka yang tidak bersamaan. Untung saja ruang UKS tidak jauh dari lokasi kejadian tadi. Sontak, Akashi memegang pergelangan tanganku pertanda berhenti.
"Ada apa, Akashi-kun. Aku harus melihat kondisinya"
"Bisa kita bicara sebentar? Ada yang harus kubicarakan"
"Hmm...wakatta. Tapi, hanya sebentar saja"
"Tapi, sebaiknya kita bicarakan ditempat lain"
"Yokatta"
Aku pun pergi dengan Akashi dari koridor kelas 2 dan berjalan menuruni tangga menuju koridor dasar. Entah kenapa nada bicara Akashi terlihat aneh setelah ia bicara denganku beberapa saat yang lalu.
Sementara didalam ruang UKS...
AUTHOR POV ON
"Nggghhh..."
"Midorima-kun, apa kau tidak apa-apa?"
"Kau merepotkan kami semua, Midorima"
"Mido-chin kenapa tidur dikoridor?"
Yap, ternyata Midorima sudah sadar dari mati suri *dihajar readers & Midorima* maksudku dari pingsan selama 30 menit. Midorima pun langsung menyesuaikan penglihatannya dan menemukan semua teman-temannya. Semuanya, kecuali kamu dan Akashi.
"I...ini dimana-nanodayo?" tanya Midorima pada semuanya.
"Senpai sekarang diruang UKS. Karena pingsan tadi dikoridor" jawab Kotomi sambil meletakkan P3K dilemari.
Midorima langsung memegang kepalanya karena sakit. Nasih baik karena ada Kotomi dan Nagiko. Selain pemain basket, mereka juga masuk dalam anggota kedokteran disekolah ini.
"Kuroko dimana (namamu)?" tanya Midorima sambil berusaha untuk bangun.
"Tadi dia pergi bersama Akashi-kun" jawab Kuroko dengan nada datarnya.
"Midorimacchi sebaiknya berbaring saja~ssu. Kata Nagikocchi, tubuhmu masih lemas~ssu" saran Kise sambil membaringkan Midorima diatas kasur.
"Mido-chin, apa kau takut denga rencana Aka-chin?" tanya Murasakibara dengan wajah yang...susah dijelaskan *dibuang kelaut*
Semua langsung diam mendengar pertanyaan dari Murasakibara. Kalian tahu, semuanya telah tahu rencana Akashi terhadapmu. Kecuali Kotomi, Nagiko, kamu, dan juga anggota basket lainnya. Hanya Kisedai dan Kagami yang tahu soal itu. Dan untung saja, Kotomi dan Nagiko pergi kegedung untuk memberitahukan keadaan Midorima pada kantoku. Kalau tidak, kiamat mungkin ada datang dan ada banjir darah disekolah ini *abaikan*
"Hhhh...sepertinya begitu-nanodayo"
"SENPAI! Ada berita baru!"
Sontak semua langsung balik dan memasang muka kesal dengan isyarat jangan-berisik-disini. Ternyata, Kotomi datang dengan wajah yang begitu senangnya.
"Kau berisik sekali, Kotomi. Ada apa?" kesal Aomine dan Kagami bersamaan.
"Akashi-senpai menyatakan perasaanya pada (namamu)-senpai ditaman tadi" jawab Kotomi sambil ngos-ngosan
"NA...NANI?!" teriak mereka bersamaan dengan syok.
"Bagaimana kau tahu, Kotomi-san?" tanya Kuroko yang masih syok
"Begini..."
Kotomi dan Nagiko keluar dari gedung setelah memberitahukan soal Midorima kalau ia tidak bisa latihan hari ini. Mereka berdua langsung keruang UKS dimana Midorima diistirahatkan untuk sementara. Ketika melewati taman sekolah, Nagiko melihat sosok 2 orang berada ditaman yang tidak asing dimatanya.
"Kotomi, bukankah itu Akashi-senpai dan (namamu)-senpai?"
"Mana? Dimana?"
"Itu, disana. Kelihatanyannya mereka membicarakan sesuatu"
"Ayo kita lihat dibalik semak itu"
Langsung Kotomi dan Nagiko berlari pelan-pelan dan sembunyi dibalik semak-semak yang tak jauh dari lokasi Akashi dan kamu. Mereka langsung memulai mendengar pembicaraan antara kamu berdua.
'Sejujurnya, ini mungkin sedikit aneh. Tapi, jujur saja aku menyimpan rasa ini padamu'
'Akashi-kun, apa maksudmu dengan ucapanmu? Aku tidak mengerti sama sekali'
'Aku sangat menyukaimu, Takanari. Semenjak kita masuk basket, aku sudah mengendam perasaan ini'
Kotomi dan Nagiko langsung terkejut dan memandang satu sama lain. Apa telinga mereka salah atau memang Akashi menyatakan perasaan pada kamu?
"Wah! Ini berita besar! Betul kan, kalau (namamu)-senpai akan ditembak oleh Akashi-senpai" ucap Kotomi dengan senyum kemenangan.
"Hhhh...iya, kau benar. Sebaiknya kau keruang UKS dulu. Aku mau ketoilet sebentar"
Kotomi dan Nagiko pun langsung pergi dari taman tersebut sebelum kamu berdua akan melihat mereka dan langsung diberi hukuman yang begitu beratnya.
"Begitu kejadiannya" ucap Kotomi setelah menyelesaikan cerita yang dilihatnya tadi.
Semua langsung diam terpaku setelah mendengar cerita dari Kotomi. Apa benar, kalau Akashi sudah menyatakan perasaan padanya?
Sedangkan Midorima, wajahnya tetap tenang seperti biasanya. Tetapi, didalam hatinya, serasa ditusuk ribuan jarum yang tajam. Sakit, itulah yang dirasakan olehnya saat ini setelah orang yang dicintainya telah dimiliki oleh iblis yang menyamar menjadi manusia (Akashi: *snap* *snap* *snap*. Author: maafkan hamba, tuan muda *sambil menunduk beberapa kali*)
Sore pun telah muncul dilangit, Kisedai (minus Akashi) dan Kagami pulang setelah kondisi Midorima sudah membaik. Ketika mereka berjalan kearah gerbang, ia melihatmu berdiri dengan seseorang yang tidak asing lagi, Akashi.
READERS POV ON
Setelah insiden pernyataan perasaan oleh Akashi, sekarang aku langsung pulang bersamanya. Yap, aku sudah resmi menjadi pacarnya. Mungkin debaran hati yang selalu muncul setiap kami (aku, Akashi dan Midorima) bersama, aku jatuh cinta pada Akashi. Sontak aku melihat mereka (Kisedai & Kagami) sudah keluar dari sekolah dan berjalan keluar gerbang. Aku langsung melambaikan tanganku pertanda aku memanggil mereka.
"Minna, ayo pulang bersama kami!"
Mereka langsung berjalan kearah kami. Aku begitu senangnya karena semua sudah berkumpul untuk pulang bersama. Tetapi, aku melihat ekspresi wajah Midorima yang sepertinya sangat dingin.
"Mido-kun, kau kenapa? Apa kau masih sakit?"
Midorima hanya diam dan tidak menjawab pertanyaanku. Dia kenapa sih? Kenapa dia jadi dingin padaku? Batinku.
"Gomen, (namamu)cchi. Kami tidak bisa pulang bersama kalian~ssu" ucap Kise sambil tersenyum, tapi paksa.
"Hah? Kenapa tidak bisa?" tanyaku kecewa.
"Ya, kami ingin masih disini untuk melakukan sesuatu. Hanya kami ber-6 saja. Kalian silahkan pulang saja dulu" jawab Kagami.
"Oh, souka. Wakatta, kami akan pulang dulu. Takanari, ayo" ajak Akashi.
Kami langsung pergi meninggalkan mereka yang masih berdiri digerbang sekolah. Dan, aku khawatir dengan sikap dingin Midorima kepadaku. Tuhan, apa yang harus aku lakukan? Aku tidak ingin persahabatan kami hancur hanya masalah kecil.
TO BE CONTINUE...
Hai minna! Kembali lagi dengan Author Fadhila setelah melanjutkan chapter 2 "Three Love". Kayaknya konflik akan dimulai antara kalian dengan Midorima, sakit hati setelah kalian mengetahui sikap Akashi dibelakangmu, dan kelakuan aneh Kisedai dan Kagami terhadapmu pada chapter selanjutnya. Penasaran? Saksikan dichapter selanjutnya.
Jaa~na Minna. See you again!
