Chapter 2 : New Sacred gear and New Family
"Lama tak berjumpa, baal." Sapa Naruto dengan senyuman menawan miliknya kala melihat Baal tengah duduk di salah satu kursi taman sembari memandanginya.
"Ya.., lama tak berjumpa, Naruto." Baal tersenyum membalas sapaan Naruto. Sudah 1 bulan semenjak Naruto pergi menikmati liburan dan meninggalkan dirinya bersama Belphegor dengan sebuah tugas.
"Sudah 1 bulan lamanya kita tidak bertemu Baal.., dan bagaimana perkembangan sacred gear itu ?." Tanya Naruto to the point. Raut wajahnya terlihat serius. "Santai saja..., Naruto, keberadaanku disini memang untuk memberikanmu benda itu." Baal menjawab dengan santai. Perkembangan sacred gear milik Naruto telah selesai. Kini memang waktu bagi dirinya untuk meberikan sacred gear itu kepadanya.
"Hah.., maaf kalau aku terlalu serius, dan dimana Belphegor ?, apakah dia tidak ikut bersamamu ?." Tanya Naruto kembali tetapi dengan suara yang lebih santai. "Hah.., kau tau kan bagaimana dirinya jika aku ajak, dia pasti tidak akan mau jika mengurusi hal sepele seperti ini dan memilih untuk tidur di kasur kesayangan miliknya." Baal menghela nafas panjang. Dia mengingat kala Belphegor dengan mudahnya menolak dan memilih untuk tidur di kasur sebelum dirinya pergi menemui Naruto.
"Hahaha.., sepertinya itu memang kebiasaan dirinya, jadi bagaimana dengan sacred gear itu." Naruto kembali bertanya dengan raut wajahnya yang mulai serius. "Hm.., Elemental Lord sungguh hebat, Naruto, selama percobaan dan penelitian yang kami jalani, ada sebuah fakta yang sangat mengejutkan tentang sacred gear ini." Baal menerangkan dengan serius. Dia menyadari bahwa Sacred gear yang di telitinya ini tergolong amat langka dan merupakan salah satu Sacred gear milik tuhan. "Jadi.., fakta apa yang telah kau dapat, Baal." Naruto menatap Baal dengan tajam dan mendengarkan jawaban darinya.
Sebelum menjawab, Baal memandangi sekeliling untuk memastikan jika pembicaraan mereka aman. "Ehm.., dengarkan baik – baik, Naruto..., Elemental Lord merupakan salah satu Sacred gear suci milik tuhan yang dahulu ia pergunakan sebagai jubah miliknya, tetapi.., di kemudian hari, kala Lucifer masih menjadi malaikat miliknya. Dia berhasil mencuri 2 dari 4 Sacred gear suci milik tuhan dan membawanya saat tuhan berserta para malaikatnya mengusir dirinya dari surga."
Fakta yang dikatakan Baal sungguh mengejutkan Naruto. Dia tidak menyangka bahwa Sacred gear pemberian kakeknya merupakan salah satu Sacred gear milik tuhan. Benar – benar tak terduga.
"Fakta yang sungguh mengejutkan, Baal.., aku tidak pernah menyangka jika Elemental Lord adalah salah satu Sacred gear milik tuhan, ku kira benda itu hanya setingkat Longinus." Naruto menyeringai senang. Tak di sangka dirinya akan mempunyai kekuatan lebih demi mencapai rencana miliknya dan kakeknya. Jika seperti ini, pasti semua mahkluk di seluruh dunia, entah ras apa mereka, akan bersikap segan dan takut akan kekuatan clan lucifer. Mendominasi dunia akan menjadi hal yang mudah nantinya.
"Memang pertama kalinya aku mendengar fakta ini, sungguh sangat membuatku terkejut, aku juga tidak menyangkanya sama sekali." Baal memahami betul keterkejutan Naruto. Dirinya saja tidak menyangka dan juga terkejut saat menyadari hal ini.
"Tapi...," Baal menghela nafas sejenak. Raut wajah miliknya terlihat kecewa. "Kekuatan yang bisa di keluarkan dari sacred gear ini hanya mencapai 60% saja, aku dan Belphegor sudah mencoba semaksimal mungkin untuk meningkatkannya, tetapi.., sepertinya beberapa kekuatan inti dari sacred gear ini telah menghilang."
Penjelasan lanjut dari Baal membuat raut wajah Naruto terlihat tidak senang. Dia telah membayangkan betapa hebatnya kekuatan dari sacred gear itu sebelumnya, akan tetapi, semua itu sirna karena kekuatan yang dapat di pergunakan hanya 60% saja. Tidak terlalu kuat seperti kekuatan aslinya.
"Cih.., jadi hanya 60 % saja." Suara Naruto terdengar kesal. Sedikit rasa kecewa memasukki hatinya. "Ya.., mungkin sekitar 60% dan kekuatan yang dapat di keluarkan hanya mencapai tahap balance breaker walau tidak sempurna, tetapi.., jangan terlalu kecewa, aku dan Belphegor merasakan sebuah potensi di dalam sacred gear ini." Perkataan Baal membuat Naruto kembali senang. Dia merasa 60% itu tidak menghalangi seberapa kuatnya sacred gear ini.
"Sebuah potensi ya." Naruto menyeringai. Sebuah bayangan muncul di benaknya. 60% kekuatan itu memiliki potensi. Tidak mungkin sacred gear milik tuhan begitu lemah. "Benar.., sebuah potensi," Baal tersenyum menanggapi Naruto. Kekuatan sacred gear itu memiliki potensi yang tinggi.
"Hm.., baiklah, informasi penelitian yang kau dan Belphegor lakukan sangat membantu, aku sangat berterima kasih.., lalu.., bagaimana dengan kekuatan matamu, apakah jeda waktunya telah selesai ?." Tanya Naruto mengalihkan topik pembicaraan. Kini dia bertanya mengenai kekuatan mata milik Baal.
"Ya.., sama – sama.., apapun untuk teman, dan kekuatan mata milikku masih memiliki jeda waktu, mungkin sebulan dari sekarang aku dapat mempergunakannya." Baal tersenyum menjawab pertanyaan Naruto. "Sekitar 1 bulan ya..., aku akan menunggunya." Naruto membalas dengan senyuman menawan miliknya.
"Yah.., baiklah, sepertinya cukup di sini saja Naruto, aku akan kembali." Baal kemudian membuat sebuah pentagram sihir teleportasi di bawah kaki miliknya. "Ya, sampai jumpa, Baal, aku titip terima kasih dan salam untuk Belphegor." Naruto berkata sembari melambaikan satu tangannya. "Sampai jumpa juga, pasti aku akan menyampaikan salam itu, Naruto." Baal membalas dengan senyuman miliknya sebelum pergi menghilang.
Setelah itu.., mata Naruto memandang ke arah danau yang berada tepat di samping kanannya dan bibir miliknya membentuk sebuah seringai.
'Elemental Lord..., aku berharap banyak padamu, hahahaha.'
In Another Place
Di langit malam kota paris.., nampak sosok ber-armor putih; Hakuryuukou; sang kaisar naga putih yang melegenda, tengah terbang di langit yang luas. Dia terlihat sangat senang dan bersemangat. Raut wajahnya selalu tersenyum dan hatinya merasa sangat bahagia. Bagaimana tidak, Azazel telah memberinya waktu untuk berlibur selama beberapa hari dan kali ini dia akan mengunjungi kedua orang tuanya setelah sekian lama. Kerinduan yang selama ini dia pendam dapat ia curahkan seluruhnya.
"Vali sepertinya kau sangat bahagia malam ini." Albion berkata kepada Vali lewat sebuah telepati. Sedari tadi, dia terus melihat raut wajah Vali yang begitu semangat dan bahagia. Tidak seperti biasanya.
"Yah.., bagaimana tidak, setelah sekian lama, aku akan mengunjungi kedua orang tuaku, kau tau kan Albion, sudah lama aku merindukan mereka." Vali tersenyum membalas perkataan Albion.
"Hm.., baiklah, aku mengerti, dan Vali, kau terlihat sangat cantik jika tersenyum seperti ini, berbeda dengan biasanya yang serius dan pendiam." Albion sedikit terpana akan kecantikan hostnya saat ini. Dia terlihat sangat berbeda dari biasanya. Senyuman dan raut wajah bahagianya itu membuatnya terlihat seperti seorang dewi yang amat cantik.
"Hihihi.., terima kasih atas pujiannya, Albion." Vali tersenyum menanggapi pujian Albion. Wajah cantik miliknya sedikit mengeluarkan blushing.
"Ya, sama – sama, Partner." Albion membalas Vali dengan senyuman. Menampilkan gigi runcing miliknya.
Kemudian..., di tengah perjalanan. Vali tiba - tiba menghentikan laju terbang miliknya kala melihat seorang lelaki yang sangat misterius tepat berada di hadapanya dan menghadang perjalanannya. Laki - laki misterius itu memiliki surai pirang dan wajah miliknya sangat tampan. Vali yang memandangi wajah sosok itu merasakan kedua pipinya mulai merah.
'Sangat tampan, Kyaaaaa.' Batin Vali menyadari seseorang yang berada di hadapannya sangat tampan.
"Hah..,Siapa kau ?." Tanya Vali setelah menghela nafas panjang. Raut wajah miliknya kembali serius.
Untuk beberapa saat terjadi keheningan. Lelaki misterius terdiam dan di lihat dari raut wajahnya, dia sepertinya memikirkan sesuatu. "Aku bukan siapa – siapa, Hahaha..., tidak terlalu penting bagimu untuk mengetahui diriku." Laki – laki itu menyeringai. Sepertinya dia ingin bermain – main sejenak dengan Vali. "Apa maksudmu ?." Tanya Vali dengan suara kesal. Gestur tubuhnya memasang pose siaga.
"Hm.., tidak usah kau pikirkan.., sekarang bersiaplah." Sebuah pukulan tiba - tiba di lancarkan lelaki misterius itu. Vali yang menyadarinya dengan lihai menghindari ke arah samping sembari membalas dengan sebuah pukulan.
Lelaki misterius yang melihat sebuah pukulan menerjang ke arahnya segera mnghindar dan mencengkram pukulan dari Hakuryuukou itu, tetapi, sebuah seringai muncul di wajah Vali. Sepertinya musuhnya telah terjebak dengan rencananya.
[Divide]
Lelaki misterius merasakan kekuatan miliknya berkurang setengah. Tapi itu tidak berarti apapun. Bagi dirinya, kekuatan yang Vali ambil hanya secuil dari kekuatan miliknya yang sebenarnya.
Kemudian, lelaki itu melepaskan cengkramannya dari tangan Hakuryuukou dan melompat mundur, menjauh darinya. Vali yang melihat lelaki misterius menjauh darinya, mulai membuat bola sihir dan mengumpulnya di kedua tangan.
[Demonic Shoot]
Sebuah bola sihir demonic meluncur dan mengarah tepat ke arah lelaki misterius. Vali yang melihat hal itu tersenyum senang. Bola sihir itu semakin lama semakin dekat dengan lelaki misterius, tetapi, dia yang menyadari bola sihir itu telah dekat dengannya, hanya memasang raut wajah senang.
"Baiklah..., sudah cukup main – mainnya." Lelaki misterius itu menahan bola sihir demoniac milik Vali dengan satu tangan miliknya. Perlahan, bola sihir demoniac itu semakin menyusut dan akhirnya menghilang seutuhnya. Vali yang melihat lelaki itu dapat menahan serangan miliknya hanya menggunakan satu tangan. Nampak sangat terkejut. "B-b-bagaimana bisa ?." Suara Vali terdengar gugup dan lemah.
Kemudian.., Langit, Perkotaan, dan semua isi dunia ini mulai retak dan akhirnya pecah menjadi berkeping – keping. Vali yang melihat semua hal itu sangat terkejut. Setelahnya, Vali tiba – tiba terbangun dan menyadari dirinya tengah menatap lelaki misterius itu seperti pertama kali mereka bertemu, sebelum terjadi perkelahian.
"Hm.., jadi kau sudah bangun." Lelaki misterius itu tersenyum. "Dimana aku ?, dan apa yang sebenarnya telah terjadi ?." Tanya Vali dengan raut wajah bingung. "Ehm..., maafkan aku sebelumnya, karena telah menjebakmu dalam dunia ilusiku," Suara penyesalan keluar dari Lelaki misterius itu. Dia sepertinya sangat merasa bersalah.
"Jadi..., kau yang telah melakukan semua ini." Vali melompat menjauh dari memasang pose siaga. "Hah.., tolong tenanglah nona, dan maafkan aku akibat hal tadi." Lelaki misterius tersenyum sangat menawan, membuat Vali yang melihatnya blushing di kedua pipinya.
"B-b-bagaimana k-kau bisa t-tau jika ak-ku adalah seorang w-wanita ?." Tanya Vali dengan raut wajah gugup dan malu. "Hah.., sepertinya aku memang harus memperkenalkan diri terlebih dahulu." Lelaki misterius itu menghela nafas sejenak.
Setelah itu..., dari bawah kaki miliknya, muncul pentagram sihir berlambang lucifer. Tiba – tiba, surai yang semula berwarna pirang berubah menjadi silver dan warna matanya yang hijau emerald berubah menjadi merah ruby. Enam pasang sayap hitam mirip seperti malaikat jatuh (nanti ada penjelasannya entah di chap depan) muncul dan terbentang sangat lebar.
"Perkenalkan..., aku adalah Naruto Lucifer, cucu dari sang putra bintang fajar, Rizevim Livan Lucifer." Naruto memperkenalkan dirinya dengan menunduk dan salah satu tangannya memegang dada.
"T-t-tidak mungkin.., k-kau adalah keturunan lucifer." Raut wajah vali terlihat sangat shock. Dia tidak menyangka jika salah satu dari keluarga aslinya masih hidup. Selama perjalanan hidupnya, dia telah mati - matian mencari jari diri keluarga aslinya, tetapi tidak satupun dirinya menemukan sebuah petunjuk tentang keberadaan clan lucifer.
'Tidak salah lagi, lambang dan surai itu, dia benar – benar seorang keturunan lucifer.' Batin Vali sangat shock menyadari fakta yang ada.
"Ya.., aku memang asli dari clan lucifer, dan bisa di bilang juga.., aku ini adalah sepupumu.., Vali Lucifer, cucu dari Rizevim Livan Lucifer, lalu bisakah aku melihat wajah cantikmu itu, sepupuku." Fakta yang di berikan Naruto sangat membuat Vali merasa senang sekaligus terharu. Akhirnya dia dapat bertemu dengan keluarga aslinya, bahkan pertemuan langsung dengan saudaranya.
"Baiklah.., k-kalau itu maumu." Vali melepaskan balance breaker miliknya. Kini terlihat wajah asli dirinya yang amat cantik (La Folia Rihavein from strike the blood). Naruto yang memandangi wajah Vali tersenyum sangat menawan. "Jadi begitu ya..., wajah aslimu, sepupuku yang cantik."
Greeb
Vali tiba – tiba memeluk Naruto dengan sangat erat. Wajah miliknya dia sandarkan ke bahu milik Naruto. Isak tangis keluar dari mata lentik miliknya. Dia tidak menyangka akan pertemuan ini. Senang,sedih,bahagia,haru, semua itu menjadi satu dengan perasaan di dalam hatinya. Setelah sekian lama dirinya terpisah dari keluarga aslinya. Tiba – tiba sebuah ikatan takdir mengingkat dan mempertemukan mereka.
"Hiks.., hiks.., hiks.., hari ini aku sangat – sangat bahagia, bisa mendapatkan libur dari Azazel, bertemu dengan keluarga asliku, hiks – hiks.., ini merupakan kenangan indah yang tak akan aku lupakan." Vali tersenyum bahagia. Air matanya terus turun mengalir membanjiri wajah cantiknya.
"Sessh.., tenang lah.., aku pasti akan selalu ada untukmu, dan bisakah kau ikut denganku." Naruto mengelus – elus rambut Vali dengan lembut. Dia ingin sepupunya yang cantik ini tidak bersedih dan kembali tersenyum.
"Ya.., aku akan ikut denganmu, tapi.., bisakah aku bertemu dengan orang tua angkatku terlebih dahulu." Vali membalas dengan suara yang lemah disertai senyuman indah miliknya. "Baiklah kalau begitu." Naruto menuruti kemauan Vali dan mulai mempersiapkan sihir teleportasi. Kemudian..., mereka menghilang.
TBC
Halo para pembaca, aku telah kembali
Maaf kalo kembalinya sangat lama, padahal aku udah janjiin uptade waktu bulan maret. Gomen ya. Aku jadi merasa ngephp huhuhu T_T
Singkat aja...
Chapter 2 udah uptade. Buat plot cerita ini Naruto udah dapet kekuatan baru yang amat Godlike yaitu Elemental Lord salah satu sacred gear milik tuhan. Ehm, jadi begini aku berniat bakalan buat 4 sacred gear milik tuhan dan kekuatanya yang pasti ngelebihin Longinus. Buat yang nanya nama 3 sacred gear lain. Bakal aku rahasiain takut spoiler nantinya. Keliatanya pantes atau gak nih ? kayaknya malah terlalu Godlike banget yah, tapi tenang aja musuhnya juga akan Godlike kok. Biar seimbang.
Buat yang ingin saranin kekuatan Naruto. Sepertinya aku mohon maaf nih, karena Naruto udah punya beberapa kekuatan yang amat Godlike. Dan jika aku tambahin kekuatannya bisa aja bakalan jadi Tuhan beneran. Widih serem deh.
Kalau soal kekuatan mata milik baal itu masih rahasia, dan author belum bisa spoiler. Ohya sekalian, yang tanya kalo baal itu Beelzebub yah seratus buat kamu. Itu bener – bener tepat. Jadi nantinya aku mau pakai raja – raja iblis yang jarang muncul seperti Belphegor,Amon,Mammon. Keliatan bagus atau gak ? jangan – jangan pada bingung ?.
Di chap ini juga, Naruto udah ketemu sama Vali. (Yeeee akhirnya ketemuan juga). Penampilanya Vali kayak La Folia Rihavein dari anime strike the blood, cocok gak ama Vali ?. Lalu soal jurus yang Naruto pakek buat kasih Vali ilusi itu adalah kekuatan matanya Phantasm Dimension. (penjelasan kekuatannya di chapter depan). Untuk yang mengharap Naruto Pair sama FemVali. Mesti aku pikir – pikir dulu, masalahnya Naruto udah ama Erina. Kalo misal nambah jadinya Harem. Nanti aku tanya aja deh ama kalian pada setuju single atau harem.
Mungkin segitu aja sekarang lanjut ke Profil
Profil Characters
Name : Alverne Alucio Naruto Luciel (Alias : Naruto Lucifer)
Appearance : Seperti cover (waktu jadi iblis rambut jadi warna silver/perak dan matanya berwarna merah ruby).
Abillty : Phantasm Dimension (Dimensi khayalan / ilusi)
Sacred gear : Elemental Lord
Weapon : ?
Race : Demon or ?
Name : Erina Nakkiri
Appearance : Erina Nakkiri (Shokugeki no soma)
Abillity : ?
Sacred gear : cooking mastery
Weapon : ?
Race : Human
Name : ? (Alias : Baal) (Notes : belum dapet nama samaran yang cocok nih #btw ada yg bisa bantu gak ?)
Appearance : Akashi seijuro (Kuroko no basuke)
Abillity : ?
Sacred gear : ?
Weapon : -
Race : Demon
Name : Vali Lucifer
Appearance : La Folia Rihavein (Strike the blood
Abillity : ?
Sacred gear : Divine dividing (Hakuryuukou)
Weapon : ?
Race : Demon
Selanjutnya nyusul, seiring berjalannya cerita...
Terakhir, aku ingin ucapin kepada para pembaca setiaku semua.
Jangan lupa ya buat favorite,follow, dan juga review kalian. Itu bisa jadi pembuat semangat bagiku saat menulis dan terus uptade !
Ok cukup sekian, bila ada salah kata mohon maaf ya senpai :D
~Sampai jumpa~
