annyeong~
terima kasih untuk reviewnya..
aku sudah update nih,,,
mohon pendapatnya ya~ slamat membaca :*
-chapter 2-
Hangover
.
.
.
.
Zelo bangun dari tidurnya dan pusing yang melanda sangat hebat , bahkan saat duduk ia merasa dunia berputar dengan cepat dan kuat.
"ukkhh !"
Zelo menutup mulutnya, ia berjalan ke kamar mandi tapi saat ia temukan pintu , ia hanya menemukan ruang tamu dan ia berjalan pada pintu lainnya dan ia lupa jika itu kamar Yongguk.
Ia segera membuka pintu kamar mandi menuju wastafel dan memuntahkan segala isinya disana.
Zelo menyalakan kran air dan membersihkan apa yang Zelo muntahkan tadi.
Ia melihat Yongguk yang duduk diam didalam bathub dengan pancuran air , Yongguk tampak acuh melihat kedatanganya mendadak.
"kau baik-baik saja ?" Tanya Zelo khawatir dan Yongguk menggeleng. Zelo memperhatikan luka dileher Yongguk , dan kedua mata Yongguk sembab. Seperti habis menangis.
"kau yakin ? kau tampak berantakan.." Zelo mendekat dan menyentuh lengan Yongguk. Dan Zelo baru sadar luka diwajah Yongguk lebih parah jika diperhatikan dari dekat.
"a-aku baik.. keluarlah jangan kemari... ku mohon.."
Zelo mengangguk dan masih dengan sempoyongan ia berjalan keluar dari kamar Yongguk dan ia ambruk disofa itu, ia meraih ponselnya dan berharap ada satu pesan dari Bomi untuknya namun ia menemukan item baru yang tersimpan disana.
"Yongguk hyung.. kau benar-benar yakin ? hyung !"
Yongguk menatap kosong kearahnya dan Daehyun tidak mengerti apa yang harus dilakukan sekarang. Youngjae yang menangis semalaman karena harus menyaksikan kejadian itu secara live. Posisi laptop Yongguk berada tepat disamping mereka dan Zelo tidak menyadarinya.
"kemana si bajingan itu hah !" Daehyun berteriak keras dan Yongguk menunduk, ia tampak ketakutan mendengar nama Zelo. Bayangan semalam terlalu mengerikan.
"H-hyung !" Daehyun menatap Yongguk khawatir , hyungnya mulai bertingkah aneh. Yongguk menatap liar sekitarnya , ia menggosok kasar bahkan mencakar bekas yang semalam sempat Zelo sentuh.
"tidaakk..."
Yongguk perlahan menangis, air matanya mulai membanjiri wajahnya.
Kau menyukainya jalang?!
Yongguk menutup telinganya dengan memejamkan Zelo yang mengerikan masih terdengar dengan jelas dan begitu mengintimidasi.
"hentikaann ..."
kau suka hah ? seperti ini cara bercinta yang kau suka jalang ? cuih !
"ARGGHHH!"
Yongguk menjerit keras dan menghempaskan apapun yang ada didekatnya.
Ia mengambil pigura diatas mejanya dan dengan tangisan pelan ia menggumankan maaf.
Yongguk memeluk pigura itu dan menangis dalam diam, ia mendengar Daehyun ribut dan memanggilnya namun Yongguk tidak ingin bergerak ia ingin menenangkan diri.
-o0o-
"Yongguk Hyung ! hey !"
Daehyun berteriak sekeras apapun , Yongguk tidak berniat menganggkat laptopnya yang terjatuh, ia hanya bisa melihat Zelo masuk ke dalam kamar , dan Daehyun dengan jelas melihat raut wajah penuh penyesalan disana.
"jangan sentuh Yongguk kau setan !"
Daehyun ingin menembus kesana dan menghajar anak itu. Tapi keadaan tidak memungkinkan, polisi tengah genjar bahkan di Taiwan sekalipun. Yang bisa membantu adalah Himchan dan Jongup yang sedang ada di Hongkong. Dan untung saja Jongup adalah dokter psikologi dan Himchan juga seorang dokter , entahlah Daehyun lupa dalam bidang apa tapi mungkin mereka bisa menyembuhkan Yongguk.
"Youngjae hubungi Hime Hyung.."
Daehyun memberi perintah dan Youngjae mengangguk, ia meraih laptopnya dan berhasil menyambungkan video call.
"yo DaeJae whats upp~" Sapa Himchan diseberang sana. Dan Youngjae tertawa melihat Jongup menyembul dari sebelah Himchan.
"fine just Yongguk Hyung.." Youngjae menghela nafas dan Himchan terlihat panik.
"whats wrong with him ? tell me"
"fine, just last night he is got raped by young kid okay !" Daehyun merebut laptop dan ia melihat Himchan dan Jongup membulatkan matanya kaget.
"bagaimana Yongguk hyung sekarang ?"
Tanya Jongup dan Daehyun menggeleng. Ia menghadapkan laptopnya yang masih terhubung dengan milik Yongguk. Dan suasana disana sangat hening.
"aku ingin kalian menjemput Yongguk dan mengobatinya.."
Ucap Daehyun dan Jongup mengangguk mengerti. Daehyun melihat laptopnya saat layarnya berubah posisi dan ia melihat Zelo.
"kau ! dasar binatang ! apa yang kau lakukan pada Yongguk hah ! mana Yongguk !"
Teriak Daehyun, Zelo menunduk menyesal.
"aku .. maafkan aku.. saat itu aku mabuk dan tidak bermaksud seperti ini.."
"Daehyun.."
"Yongguk Hyung !"
Daehyun melihat Yongguk yang hanya diam setelah memanggilnya. Himchan juga terkejut melihat Yongguk penuh luka seperti itu.
"kau baik-baik saja Bbang ?"Tanya Himchan dan Yongguk menggeleng tanpa mengangkat wajahnya.
"aku akan segera menjemput mu , tenang saja .."
Ucap Himchan dan Yongguk mengangguk. Jongup melihat Zelo penuh selidik.
"kau anak kecil kau tau apa akibat mu membuatnya seperti ini hah ?!" bentak Himchan dan ia melihat Zelo hanya diam.
Jongup yang tengah membuka site pengaman miliknya menemukan keanehan dilayarnya.
"Himchan hyung kesini sebentar.." Jongup menunjukan layar miliknya dan Himchan membulatkan matanya
PING ! PING ! PING!
"oh shit, Daehyun polisi mulai mengetahui keberadaan Himchan dan Jongup di Hongkong !" Youngjae histeris dan Daehyun menggeleng panik.
"tidak, ini belum waktunya ! ini salah mu Zelo ! kau tidak seharusnya merusak Yongguk hingga seperti ini ! jika Yongguk baik-baik saja ia pasti sudah mampu mengecoh data ini !"Daehyun menarik laptop lain , dan mulai membaca berita acara yang mulai dibuat oleh kepolisian.
"masih ada waktu , 2 jam. Beresi barang mu Himchan! kali ini pasukan siluman ikut diturun kan !" Daehyun membulatkan matanya melihat rencana yang dibuat oleh kepolisian sudah semakin beringas untuk menangkap mereka.
"pasukan siluman ? itu artinya rival kita ada disana !" Tambah Himchan dan Youngjae menggeleng. Ia ingat betul rival mereka, yang juga sama sekelompok hacker tapi mereka lebih mendukung pemerintahan. Daripada orang miskin.
-o0o-
"pergerakan sudah dimulai, saya pikir cukup cerdas untuk membuat berita palsu dalam data bank disana, bagaimana anda tau mereka sudah meretas data itu ?" Tanya seorang laki-laki berumur dengan wajah tenangnya. Pemimpin kepolisian. Jung Yunho.
"karena kami membuat data itu untuk pengecoh dari data yang asli, dan kami grub elite hacker VIXX tidak akan kalah dari mereka, para penjahat roobin hood itu.." Lelaki lainnya dengan name tag Hakyeon, membungkuk sopan dan meninggalkan ruangan.
"hallo.. Leo ? siapkan pengejaran , cukup 10 orang saja, sepertinya mereka hanya sendirian dan tidak ada bantuan dari luar, amankan jalan menuju pelabuhan sekarang !"
Hakyeon menutup telponnya dan berlari menuju parkiran , ia berencana mengejar Yongguk namun ia sampai sekarang belum mampu menemukan posisi Yongguk dan mangsa yang ia dapat sekarang adalah Himchan. Dan dengan tertangkapnya satu member saja ia yakin semua akan dating apda akhirnya.
=o0o=
"Jongup ! kau kenapa ?"
"polisi.. ada dilantai paling bawah.."
Jongup menatap Himchan penuh ketakutan.
Himchan memeluk Jongup sesaat untuk menenangkannya.
"hey kita bisa melompat dari satu gedung ke gedung yang lain kan ? kita menuju bandara lewat kereta api bawah tanah . dan kita harus lari menyusul Daehyun dan Youngjae kau mengerti ? siapkan semua aku akan mengacaukan sistem penguncian di hotel ini.."
"yes sir,," Jongup mulai mengemasi laptop mereka dan beberapa benda elektronik lainnya dan tas lain berisi pakaian dan barang penting lainnya. Jongup mengambil kalung rosarionya dan mengecup bandulnya sesaat.
"aku masih ingin hidup.. ku mohon.. selamatkan kami.." Jongup kemudian menyimpannya didalam saku celananya dan menuju Himchan. Hyungnya segera melepas colokan kabelnya , memasukannya dalam tas dan memakainya. Ia membuka jendelanya dan melompat ke gedung sebelah yang untung saja memiliki balkon-balkon yang membantunya.
"ayo Jong !" Bentak Himchan dan Jongup mengangguk, ia baru saja membuat swiss milk , dan belum sempat ia minum.
Buang-buang uang saja Jongup berdecih pelan dan ia melompat ke tempat Himchan dan mereka lari bersama melompati gedung-gedung.
Untung saja Daehyun sendiri sudah berbohong mengenai rencana kabur mereka. Sejak Daehyun meretas data , ia menemukan keanehan bagaimana mungkin kepolisian memasang foto anjing disana ? itu adalah kamuflase untuk menyembunyikan software perekam dari siapapun yang membuka data itu.
=o0o=
"kita harus berkumpul , dimana ?"
Tanya Youngjae pada Daehyun sambil memperhatikan layar cctv yang ia pasang disekitar gedung tua yang DaeJae temukan dulu. Kini tempat itu disulap sangat canggih dibagian dalamnya. Dan Daehyun ingin menyuruh mereka untuk berkumpul di Taiwan.
"ada polisi di arah jam 4 tapi.. hanya lewat.." Youngjae bernafas lega. Dan Daehyun menggeleng bingung.
"heish.. terlalu cepat kejadian ini.. aku kan belum persiapan.. Afrika masih terlalu sulit untuk dipecah.. jadi bagaimana jika.. ahh ! Brazil ! kau ingat tempat dengan penuh kejahatan itu ? aku bisa membuat basecamp untuk kita disana !" Daehyun berteriak girang dan mulai menyusun rencana.
Sebagai hacker , dan memiliki anak buah sebanyak ini tentu tidak mudah. Hanya saja mereka disebut Roobin Hood karena mereka mencuri uang milik negara dari pejabat yang korup dan kantor kepolisian bermasalah untuk memberikan hasilnya kepada orang miskin dan para anak jalanan. Hanya saja mereka bertemu musuh yang kuat.
VIXX Empire. Hacker elite yang mendukung kebusukan pemerintahan karena ideology Hakyeon yang percaya semua orang jahat harus dihukum tanpa perlu alasan apapun.
Jika saja mereka tidak ada mungkin sekarang mereka tengah menikmati ice cream di Hawai.
=o0o=
Jongup menghentikan langkahnya diatas atap apartement terakhir. Himchan memeriksa kebawah mencari tangga. Ia melihat mobil truk barang yang bersiap untuk pergi.
"ayo Jong ! jika kita lompat sekarang, kita bisa lari.."
"Hyung.. ku pikir sedikit mengerikan berjalan diatas sini ?" ucap Jongup dan Himchan melihatnya dengan khawatir.
"apa maksudmu Jong ?" Tanya Himchan.
"aku memasang radar dan aku menemukan 3 helikopter menuju kemari, bagaimana ini ?" Jongup mulai panik dan Himchan membulatkan matanya.
"kenapa tidak bilang , aku akan memasang pemecah sinyal , mungkin ada salah satu barang milik kita yang terkena injeksi virus milik mereka. Kau tenang saja ayo pergi Jong !" bentak Himchan dan menarik Jongup untuk melompat turun keatas tumpukan matras bekas yang tertumpuk banyak.
Mereka berdua segera masuk kedalam truk, dan truk mulai berjalan meninggalkan lokasi. Jongup melihat Jam radarnya dan helicopter itu berbalik arah. Jongup menghela nafas lega.
Himchan melihatnya dan tersenyum ia meraih kepala Jongup dengan lembut dan mengecup bibirnya.
"sudah ku katakan aku akan menjaga mu Jong.."
=o0o=
Zelo meletakkan laptop Yongguk. Dan ia melihat Yongguk yang hanya diam. Ia meraih tangan Yongguk dengan lembut.
"aku minta maaf Hyung.. aku benar-benar tidak sadar.."
Yongguk meliriknya sekilas. "aku memaafkan mu, tapi tolong pergilah.. aku tak ingin melihat mu !"
"Hyung.." Zelo menunduk dan ia meninggalkan Yongguk. Ia berjalan menuju sofa ruang tengahnya dan meraih ponselnya.
Ia juga mengambil jaket hitamnya dan berjalan keluar. Ia memang menyalahkan Yongguk atas kesialan yang ia dapat tapi ia tidak berharap ia melukai Yongguk kelewatan begini, harusnya dengan 1 atau 2 pukulan cukup.
Zelo menuju supermarket dan melihat cctv disana sedang dibongkar. Ia melihat pemilik toko mengawasi dengan khawatir.
"ahjussi Yuan.. kenapa dengan cctv mu ?" Tanya Zelo , dan paman Yuan menggeleng.
"katanya kepolisian menemukan sosok teroris beredar di sekitar sini kemarin, dan mereka sedang mengambil chip inti didalam sana karena aku tidak memasang ke toko ku tapi ke kepolisian dekat sini Zel.. omong-omong tumben kau disini siang-siang begini .. biasanya kau tengah mabuk dalam kamar.."
"ahh benar paman.. aku sedang ingin minum di luar.. aku belanja dulu ya.." Zelo masuk kedalam toko dan mengambil beer dingin di kulkas. Dan ia melihat bibi Yuan membawa sekotak pakaian diranjang.
"ohh ku bantu bibi,, kau mau apa ?" Tanya Zelo sambil membawa keranjang besar itu.
"aigoo terima kasih .. aku sekarang jualan piyama kostum.. kemarin baru saja laku 3.. aku beruntung sekali ada yang suka dengan buatan ku ini.." jawab bibi Yuan dan Zelo mengangguk.
Ia melihat celana piyama tigger yang mirip dengan milik Yongguk. Yang ia robek semalam.
"ahh bibi ! apa ada yang Pikachu ?"
"ada sebentar…" bibi Yuan mengambil dari keranjangnya dan menyerahkannya pada Zelo. "ini dia .."
"AHH ! bibi .. apakah ada yang beli motif tigger kemarin oleh laki-laki dengan bibir tebal ?"
"sepertinya.. ada.. kenapa ?"
"tidak , katanya dia suka sekali… hehehe… ini bibi , aku kembali dulu,, dadah !"
Zelo membawa celana dan botol beernya berlari menuju kamar miliknya dan menemukan Yongguk terlelap.
"Daehyun hyung !"
"Daehyun hyung !" Zelo berteriak memanggil dari laptop milik Yongguk. Zelo belajar sedikit , bahwa Yongguk sudah ditemukan berkat cctv yang sialan itu tersambung langsung ke kepolisian. Daehyun harus tau info ini.
"hey ! Daehyun !"
TOK TOK TOK~
Zelo membulatkan matanya saat pintu depan diketok dengan pelan. Ia melihat Yongguk dan menggoyangkan tubuh hyungnya dengan pelan.
"hyung.. bangun.."
TOK TOK TOK~
Pasrah , Yongguk dan Daehyun tak merespon. Zelo berjalan menuju pintu masuknya dan membuka pintunya dengan sangat pelan. Ia mengintip dari celah pintunya. Namun tamu itu mendorong kasar pintunya hingga terbuka dengan lebar.
Zelo menahan nafasnya melihat tamunya.
Tidak
Ini bahaya…
TBC~
kira-kira yang dateng siapa ?
mohon reviewnya~
hahaha~
