Halte dan Hujan
Chapter 2
Disclamer : Ansatsu punya Matsui Yuusei-sensei, Zaky Cuma pinjem beberapa chara-nya aja~
Genre : Hurt/Comfort
Rating : T
Pairing : Shinigami-sanxAguri, YanagisawaxAguri, DPL (Dan Pairing Lainnya)
WARNING ! Author newbie, typo(s) berceceran, alur kecepetan plus lompat-lompat(?), Human!Koro-sensei, OOC, DKL (Dan Kesalahan Lainnya)
Oke, minna-san langsung baca aja, ne! Dan selamat berbingung-bingung-ria(?)
Jaa naa~! ^^
Summary : "Tarik dan ulur, terus saja berjalan seperti itu. Sementara di sini, kita semakin terjebak situasi."
Author POV
"Fufufu... kau pikir aku bercanda, Aguri?" sebelah tangannya menopang wajah rupawannya yang senantiasa tersenyum ramah.
"Tidak, bukan begitu, Shinigami-san!" sahut Aguri dengan raut bingung dan merengut kesal, "Tapi kau selalu bilang, 'Aku tak tahu siapa namaku, atau tanggal maupun tempat lahirku. Yang kutahu, aku ada di sini karena beberapa tugas.' Ataupun hal-hal sejenisnya," jeda sejenak, dan tubuh wanita itu menunjukan gestur gemas yang kentara, "Aku bingung. Lagipula, bukankah itu aneh?"
Giliran Sang Shinigami yang terdiam. Dia mengerti, namun merasa sedikit sulit menjelaskannya. Padahal dia sudah mengatakan pada Aguri, bahwa dia tinggal sementara di Jepang karena permintaan klien dan tuntutan tugasnya.
Akhirnya lelaki berusia dua puluhan itu mengangkat bahunya, "Aku tidak berbohong, Aguri. Aku memang sering menipu orang lain, tapi saat ini aku berkata jujur." Mungkin itu adalah kali pertama dia berbicara dengan nada serius, bahkan matanya yang biasa berkilat ramah dan jenaka berubah tegas. "Aku hanya seorang pembunuh bayaran, dan orang-orang memanggilku 'Shinigami'."
o.o.o
Sebuah hantaman menghampiri kepala Aguri. Hantaman yang cukup keras hingga membuat tubuhnya terpelanting jatuh di lantai dingin. Tangan kasar tunangannya memang tak pernah absen mengukir luka fisik di tubuhnya saat satu saja kesalahan setitik dilakukan Aguri. Yanagisawa tak peduli, yang dia pikir Yukimura Aguri sudah dibelinya setelah seluruh saham perusahaan kimia nyaris bangkrut milik ayah wanita itu resmi menjadi miliknya. Jadi apapun yang dia lakukan pada wanita itu bukan masalah. Termaksud memeras seluruh tenaganya tanpa sisa, dan menguliti semangat wanita itu—baginya semua itu hanya bonus dari pembeliannya tempo hari.
Dengan dalih telah menyelamatkan perusahaan Tuan Yukimura, putri sulung keluarga itu pun menjadi tunangannya. Dan sebagai tunangan sekaligus calon istri yang baik, Aguri berhak membantu Yanagisawa dalam proses penelitiannya. Mungkin bukan di posisi yang tinggi, tapi dianggap sebagai asisten pribadi Yanagisawa adalah alibi terbaik untuk memperbudak wanita itu. Berulang kali lelaki itu menekan Aguri untuk menyelesaikan pekerjaan tak bergunanya di tengah gunung sebagai satu-satunya pengajar kelas terbelakang di sebuah sekolah dan memfokuskan diri membantu Yanagisawa di perusahaan tunangannya itu.
Namun Aguri menolak, dan seolah tak jera dia tetap rutin terlambat dari jadwal kerjanya. Oh Tuan Peneliti yang jenius, sadarkah kau wanitamu sedang dicuri seseorang?
o.o.o
Kekosongan. Hanya itu yang mengisi hari-harinya, selain ceceran darah dan genangannya yang selalu dia lewati sehari-hari. Napasnya ditemani aroma pekat mencekik. Dia seorang pembunuh handal, bahkan dia dijuluki Sang Kematian, Sang Shinigami. Dia membunuh dengan cara yang mengagumkan—sederhana namun mematikan. Senjata adalah bagian dari dirinya. Dengan segala pengetahuan dan pengalaman yang ia miliki, menghilangkan napas manusia semudah memetik bunga—tak lebih sulit dari menjentikan jari.
Selama bertahun-tahun hidupnya, mungkin dia sudah melewati rekor Jack The Ripper, pembunuh paling ditakuti yang selalu mengincar wanita. Dia bukan pembunuh sadis, dia hanya seorang profesional. Entah sudah berapa banyak nyawa yang hilang di tangannya. Karena dulu sebuah perang saudara dapat dihentikannya dengan membunuh beberapa pejabatnya saja. Mungkin dia memang Shinigami yang bekerja dalam diam, hingga seolah tangan-tangan takdir yang membimbingnya dalam tugas suci menjemput seseorang yang telah habis waktunya.
Namun akhir-akhir ini, dibandingkan melakukan hobinya, dia memiliki satu kegiatan favorit baru.
Melihat hujan, sambil mengenang jutaan kehidupan yang telah dia putus benangnya. Menikmati dingin yang merasuk dari bajunya yang tak terlalu tebal. Menghitung waktu yang dia buang sebelum melanjutkan pekerjaannya. Menatap gemuruh langit dan mendung awan. Seperti wajah sendu sepersekian detik yang ditunjukan wanita itu. Mata yang takkan pernah dilupakannya—sorot yang sulit dijelaskan. Bagian kecil di sudut hatinya merasa penasaran—ingin tahu, mengapa bisa mata itu menampakan hal yang demikian?
Jadi diam-diam, dia akan meluangkan sedikit waktunya.
o.o.o
Semangat dan hangat. Dua hal yang seolah tak pernah luput dari diri Yukimura Aguri. Hal yang tak terlalu menarik, namun membuat Yanagisawa ingin memilikinya. Karena sejenius apapun lelaki itu, dia tak memiliki ambisi yang cukup besar untuk mengimbangi langkahnya. Dan menurutnya, Aguri memiliki hal itu—Yanagisawa menginginkannya. Dan jika dengan menjadikan wanita muda energik itu sebagai tunangannya dapat mencapai tujuannya—mengisi kekurangannya, maka itu bukan masalah besar. Malah itu sangat mudah karena dengan semua yang dia miliki, Yanagisawa dapat melakukan apapun.
Sayangnya, mempelajari seluk-beluk manusia tidak sebatas anatominya semata, Tuan Peneliti. Mempelajari dunia tidak hanya mengenal seperti apa alam dari segi ilmiah. Manusia memiliki banyak sisi yang tak bisa dijabarkan, harus kau alami sendiri untuk mengetahuinya—abstrak. Terutama perkara hati, sekalipun dapat kau miliki fisiknya—kau gagal meraih hatinya. Kau peroleh perhatian dan hormat darinya, namun kau tak sanggup membuat matanya hanya tertuju padamu. Tidak ada dirimu dalam cermin jiwanya.
Tetapi coba kita lihat, di sini—kau semakin membutuhkannya.
TBC
Typo di chap 1 parah banget DX
Dan Zaky baru sadar setelah dua hari publis di FAKI DX #pundungdipojokan
Minna-san, Zaky mohon maaf yang sebesar-besarnya atas typo di bagian akhir sebelum TBC chapter 1 "Halte dan Hujan" dan tpyos lainnya yang mungkin keselip di sana-sini m(_ _)m
Lain kali Zaky bakal lebih teliti lagi m(_ _)m
Zaky udah ganti sedikit bagian typo-nya, selebihnya sama, kok ^^)b
Naah, sekarang waktunya berbalas review buat readers yang ga on~ ^0^)/
Lluvia Pluviophile ne, FF KoroAgu emang jarang di FAKI, un ^^ tapi berhubung Zaky sukaa banget sama Hum!Koro-senseixAguri, Zaky ga tahan buat nulisnya XDa padahal UN tinggal ngitung hari :'D
Tenaang, konfliknya bisa muncul kapan aja, Lluvia-san~ ^^
Yosh, seperti biasa Zaky minta RnR+RCL-nya ya, minna-saaan~ ^o^)/
Salam,
Z.U.M
