~ All Alone All Along ~
Happy Reading Guys...
~Percayalah Typo Merupakan Karya Terindah ~
"Kau dimana Chanyeol?," Sehun tengah menelpon Chanyeol karena Chanyeol tidak kunjung datang ke club sesuai janjinya.
Setelah kelas selesai sore tadi Chanyeol langsung pamit pulang lebih dulu karena ia bilang ada urusan yang harus ia selesaikan, sekarang Sehun Luhan dan Johnny sudah berada di Club menunggu Chanyeol, namun batang hidung mancung nya Chanyeol saja belum terlihat sedangkan jam sudah menunjukan pukul 10:47 malam.
Sebenarnya urusan apa sampai memakan waktu berjam-jam, setahu mereka Chanyeol bukan pebisnis atau pemilik cafe, restoran atau hotel dan apapun itu yang berkaitan dengan bisnis, tidak sama sekali. Chanyeol seorang yang menikmati fasilitas mewah dari orang tua nya, itu setahu mereka.
"Tunggu sebentar aku sedang dijalan menuju kesana!." jawab Chanyeol
Sehun memutuskan panggilan teleponnya, dia kemudian kembali menikmati segelas minuman berahkoholnya bersama Luhan.
"Bagaimana kalau kita melantai sayang?," bisik Sehun yang dibalas anggukan oleh Luhan.
Tak butuh waktu lama, keduanya sudah meliukkan tubuhnya dilantai dansa mengikuti alunan musik yang diciptakan Johnny untuk memeriahkan malam ini. Malam ini Johnny yang menemani mereka menari bersama dengan alunan musik DJ dari nya. Chanyeol dan Johnny merupakan DJ yang biasa tampil di Club itu, namun mereka tidak tetap karena Chanyeol dan Johnny hanya akan bermain ketika mereka menginginkan nya saja.
Sementara itu sebuah mobil sport berwarna hitam melaju dengan kecepatan sedang membelah jalanan malam kota Seoul yang masih ramai. Di balik kemudi Chanyeol terlihat serius menatap jalanan di depan nya, Chanyeol mengemudikan nya dengan kecepatan diatas rata-rata. Walau Chanyeol dikenal sebagai seorang pria brengsek namun ia tetap seorang yang akan menuruti peraturan pemerintah tentang lalulintas, ia cukup sayang pada hidupnya. Menurutnya jika ia mengebut itu bisa membahayakan dirinya sendiri dan itu sama saja dengan ia berusaha mati, oh Chanyeol tidak suka dengan opini ia harus mati. No besar, ia menikmati hidupnya jadi ia masih ingin hidup lama, ingatlah dia belum menikah dan mempunyai keturunan untuk menjadi penerus keluarga nya nanti.
Park Chanyeol lelaki cerdas dengan tingkat kebrengsekan diatas rata-rata orang brengsek pada umumnya.
Chanyeol sampai di club, ia memberikan kunci mobilnya pada petugas parkir dan segera masuk ke club mewah yang terletak tidak jauh dari pusat kota Seoul. Club itu biasa dikunjungi para selebritis papan atas yang ingin menghilangkan kepenatan setelah lelah bekerja di dunia Entertainment jangan heran jika tidak ada wartawan atau paparazzi karena club itu sudah akrab di telinga para masyarakat Seoul yang tahu kehidupan gelap sang artis.
Chanyeol kaya raya ia mampu membayar di club ini untuk sekedar minuman berahkohol yang mahal sekalipun, bahkan mungkin jika dibandingkan dengan para artis, kekayaan keluarga Chanyeol melebihi selebritis manapun di Seoul, kecuali agency pemilik si artis baru bisa jadi mungkin setara.
Didalam Chanyeol berbaur dengan teman-teman nya, kehidupan malam menjadi sudah terbiasa bagi seorang Park Chanyeol, tapi sepertinya malam ini ia tidak akan menyewa jalang atau wanita panggilan manapun, mengingat ia sudah melakukan seks siang tadi. Chanyeol hanya akan melakukan seks dua kali seminggu jadi ketiga angka dua itu sudah terpenuhi maka Chanyeol tidak akan melakukan seks lagi, kecuali memang dalam keadaan darurat seperti ia yang diberi obat perangsang atau ketika ia sangat terangsang. Chanyeol tidak bodoh untuk tidak memeriksakan kesehatannya ke rumah sakit mengingat gaya hidupnya yang jauh dari kata sehat ketika ia sudah berhubungan seks.
Benar-benar berkomitmen sekali seorang Park Chanyeol.
Sementara itu dilain tempat Baekhyun tengah menunggu bis di halte bis yang akan mengantarnya pulang kerumah. Jika kalian berpikir Baekhyun seorang gadis miskin maka kalian salah besar, Baekhyun sepupu Johnny dan kalian tahu sendiri Johnny merupakan anak seorang pengusaha yang sukses di Korea Selatan lalu bagaimana dengan Baekhyun? Tentu saja Baekhyun juga seorang anak pengusaha yang cukup sukses di Korea Selatan.
Perusahaan Baekhyun bergerak dibidang properti, seperti properti rumah dan lain nya. Namun Baekhyun tidak pernah merasa itu adalah alasan untuk dia bermanja-manja diantar jemput oleh supir pribadi atau membawa mobil mewah ke kampus nya. Itu milik orang tua nya bukan miliknya jadi ia berpikir ia hanya akan menggunakan sewajarnya saja sesuai kebutuhan nya. Angkutan umum masih banyak jadi Baekhyun memilih menggunakan angkutan umum ketimbang kendaraan pribadi. Baekhyun akan menaiki bis terakhir yang melewati rute tidak jauh dari rumah nya yang terletak dikawasan rumah mewah.
Karena Baekhyun tidak suka berlama-lama ada dirumah nya jadi Baekhyun sengaja berlama-lama diluar rumah, kenangan masa lalu dirumah nya membuat Baekhyun lebih nyaman diluar. Baekhyun akan terlihat lebih murung jika ia sudah berada dirumah nya, apa lagi kedua orang tua nya tidak pernah pulang kerumah, entah mereka tinggal dimana yang jelas selama hari kerja kedua orang tua nya akan menjadikan hotel dan perusahaan sebagai rumah mereka. Lagipula kedua orang tua Baekhyun sudah tidak akur semenjak ia berada dibangku Senior High School.
Baekhyun mengayun-ngayunkan kaki nya menikmati gerimis yang turun sambil menunggu bis datang. Sebenarnya Baekhyun saat ini berada tidak jauh dari club dimana Chanyeol berada. Sore tadi Baekhyun berjalan-jalan mencari objek untuk sketsa nya, karena terlalu asik berjalan membuat Baekhyun kejauhan berjalan. Ia yang bingung akhirnya memilih menunggu bis di halte setelah ia mencari tahu rute bis yang melewati rumah nya datang jam berapa.
Lama menunggu ia melirik kembali jam ditangan nya yang menunjukan waktu sekarang sudah jam 11 malam dan bis nya akan datang sebentar lagi sesuai jadwal yang ia tahu. Namun Baekhyun merasa tidak nyaman ketika ada dua orang lelaki datang dari arah berlawanan dengan arah menuju ke club mengamati Baekhyun dengan begitu intens. Entah perasaan nya saja apa memang Baekhyun sedang di awasi, dan Baekhyun merasa yakin ia di awasi setelah kedua lelaki itu berjalan ke arah Baekhyun.
Baekhyun yang merasa dirinya berada dalam bahaya memilih bangkit dan berjalan dengan agak cepat ke arah club, ia sendiri tidak menyadari jika jalan yang ia ambil mengarah ke club dimana Chanyeol berada. Nafas Baekhyun memburu karena kini jalan nya sengaja dipercepat, sesekali ia menengok kesana kemari berharap ada orang yang lewat atau taxy yang lewat. Baekhyun merasa menyesal karena tidak menelpon taxy sedari tadi, sekarang baterai ponsel nya habis bagaimana bisa ia menelpon taxy.
Sementara Chanyeol yang merasa kebosanan memilih keluar dari dalam club untuk mencari udara segar yang akan menyegarkan tubuhnya. Tapi Pikiran nya kembali melayang pada urusan yang belum ia selesaikan.
Dan lagi entah itu urusan apa author pun sama sekali tidak tahu...
Chanyeol berdiri tidak jauh dari club, mengamati ponsel nya dan berniat untuk menghubungi seseorang, namun ia enggan melakukan nya karena masih ragu. Ia masih menimbang untuk menelpon orang itu namun keraguan masih memenuhi pikiran nya. Ah ini membuat Chanyeol bingung.
Ketika ia sibuk dengan pikiran nya Chanyeol dibuat kaget dengan tubuhnya yang hampir terjatuh kebelakang karena tertubruk seseorang. Mula nya Chanyeol ingin berteriak marah pada orang yang menubruk nya sampai hampir membuat ponsel mahal nya jatuh. Walau Chanyeol kaya raya dan bisa membeli lagi ponsel baru, tapi ia type orang yang menjaga baik barang-barang yang dibeli nya.
"Yakk kalau jalan lia... Baekhyun?," Chanyeol memperjelas penglihatan nya ketika ia melihat Baekhyun yang duduk diatas trotoar jalan dengan nafas terpenggal-penggal seperti habis lomba bari marathon.
"Kau kenapa?." Chanyeol yang merasa telah terjadi sesuatu dengan Baekhyun mengedarkan penglihatan nya memastikan jika dugaan nya kalau Baekhyun tengah dikejar oleh orang jahat tidak benar.
Hanya insting lelaki, mungkin karena sesekali ia suka menonton drama jadi ya ia sedikit mampu memahami situasi dengan cepat.
Sepertinya kecurigaan nya itu benar karena ketika Chanyeol masih memastikan keadaan sekitar nya tiba-tiba Baekhyun berdiri dibelakang nya dan memegang tangan nya dengan begitu erat, tangan Baekhyun gemetaran. Chanyeol semakin yakin jika Baekhyun dikejar oleh orang jahat.
Chanyeol itu memang brengsek suka mempermainkan wanita namun walau dia brengsek ia tidak mungkin tega jika ada wanita seperti Baekhyun dibiarkan begitu saja sementara ia yakin Baekhyun tengah berada dalam keadaan bahaya, ingat Chanyeol itu lelaki bertanggung jawab.
Ya bertanggung jawab sekali sehingga selalu mengabulkan permintaan para wanita yang ingin tidur dengan nya.
"Kau dikejar orang?" tanya Chanyeol menoleh pada Baekhyun yang bersembunyi dibelakang nya. Pakaian yang Baekhyun kenakan sudah basah dan kotor karena sebelum nya terjatuh menabrak Chanyeol.
Sebenarnya jika boleh jujur Baekhyun memang tahu jika orang yang ia tabrak itu Chanyeol, karena sewaktu ia melihat siluit tubuh Chanyeol ia sengaja berlari ke arah Chanyeol untuk meminta bantuan. Baekhyun tahu jika Chanyeol teman Johnny jadi ia merasa yakin jika sepupunya juga sedang bersama dengan Chanyeol. Mengingat mereka kumpulan orang populer.
Baekhyun mengangguk menjawab pertanyaan Chanyeol. Chanyeol kembali mengedarkan penglihatannya ke sekeliling dan ia melihat dua pria tengah berlari menengok kesana kemari mencari keberadaan Baekhyun. Chanyeol yang melihat itu mengumpat pelan.
"Brengsek."
Ia mengumpat kesal pada dua orang pria yang mengejar Baekhyun, padahal ia sendiri harusnya mendapat umpatan itu juga karena kebrengsekan nya. Kadang memang Chanyeol tidak pernah bercermin pada dirinya sendiri, karena saat ia bercermin hanya akan ada wajah tampan dan gagah nya seorang Park Chanyeol. Kebrengsekan nya mendadak hilang jika wajah tampan nya mendominasi cermin.
Ya author akui Chanyeol memang tampan dan keren.
Chanyeol menarik tangan Baekhyun membawa nya ke club namun tidak masuk kedalam club ia hanya membawa Baekhyun kedepan club, Chanyeol tahu Baekhyun gadis baik-baik jadi ia tidak ingin membuat Baekhyun ketakutan karena membawa nya ke dalam club dan harus mencium bau tidak enak dari dalam club. Sementara Baekhyun yang tangan nya untuk pertama kali digenggam oleh Chanyeol hanya bisa memperhatikan tautan tangan itu dengan kedua matanya yang berkedip berkali-kali.
Baekhyun tahu Chanyeol itu brengsek tapi tidak tahu kenapa Baekhyun suka, ia suka suara bass Chanyeol, ia suka ketika tidak sengaja ia mendengar suara tawa Chanyeol yang tertawa bersama teman-teman nya atau ketika Chanyeol yang memasang wajah jutek tampan nya terhadap orang. Baekhyun suka itu, sangat suka. Kadang Baekhyun merasa ia sudah gila karena selalu membuat sketsa Chanyeol sampai bertumpuk-tumpuk.
Menyadari jika ia terlalu lama memandangi tautan tangan itu Baekhyun mengangkat wajah nya untuk melihat Chanyeol namun tiba-tiba kepalanya berdenyut sakit. Ia lupa jika ia sudah berlari ditengah gerimis tanpa memakai payung dan Baekhyun paling sensitif terhadap udara dingin, ia benci kedinginan. Ia lebih menyukai kehangatan seperti kehangatan merasakan tubuh Chanyeol misalnya.
Chanyeol tengah berusaha menelpon Johnny namun Johnny sepertinya masih sibuk menjadi DJ, Chanyeol menengok Baekhyun untuk memastikan Baekhyun baik-baik saja, tapi kedua bola mata Chanyeol membulat sempurna karena Baekhyun yang terhuyung dan hampir jatuh kembali jika saja ia tidak menahan nya.
"Yakk yakk Byun Baekhyun kau kenapa!," Chanyeol menepuk-nepuk pipi Baekhyun mencoba membuat Baekhyun bangun namun tetap saja kedua matanya terpejam dengan deru nafas hangat, Chanyeol memegang kening Baekhyun untuk mengecek keadaan Baekhyun.
"Astaga panas sekali!." Chanyeol akhirnya memilih meminta petugas parkir untuk membawa mobil nya.
Tidak sampai 10 menit mobil nya sudah dibawa petugas parkir, Chanyeol segera masuk kedalam mobil nya membaringkan dulu Baekhyun disamping kursi pengemudi, ia kemudian beralih ke kursi kemudi.
"Bertahanlah jangan bertambah parah, aku tidak mau disalahkan Johnny jika tahu sepupunya pingsan saat denganku," tapi Chanyeol tidak tahu harus membawa Baekhyun kemana? Sementara yang ada dipikiran nya saat ini adalah sebaiknya ia membawa Baekhyun ke apartemen nya.
Ya apartemen nya untuk membuat keadaan Baekhyun membaik.
"Sialan kenapa mereka bertiga tidak mengangkat telepon ku." Chanyeol berkali-kali mengumpat karena panggilan telepon nya yang diacuhkan oleh Sehun, Luhan dan Johnny. Mereka bahkan mungkin tidak sadar jika Chanyeol sudah menghilang disekitar mereka.
Sementara disamping nya Baekhyun masih terpejam dan kini nafasnya semakin memburu dengan dada yang naik turun tidak beraturan, sepertinya Baekhyun benar-benar kesakitan.
Dengan susah payah Chanyeol menggendong Baekhyun menuju apartemen nya ketika ia sudah sampai di gedung apartemen nya, dan ia harus kembali kesusahan ketika menekan pin sandi pintu apartemen nya. Setelah pintu itu terbuka Chanyeol segera membawa Baekhyun ke kamar nya, membaringkan Baekhyun diatas tempat tidur nya walau pakaian Baekhyun masih basah Chanyeol tidak perduli toh masih bisa ia ganti seprei nya jika kotor atau basah. Bahkan pabrik seprei nya saja bisa Chanyeol beli.
"Aiisshh aku bisa gila jika begini caranya," Chanyeol mengerang frustasi mencengkram rambut nya sendiri.
Pakaian Baekhyun basah dan seharusnya itu dibuka agar demam Baekhyun tidak semakin bertambah parah tapi ingatkan Chanyeol jika ia gampang terangsang apa lagi jika sekarang ia dipaksa harus melihat tubuh mulus telanjang Baekhyun.
Ia tidak ingin dibunuh Johnny, ia masih ingin hidup tentu nya.
"Ahh dokter Jung!" pekik Chanyeol dan berlari keluar kamar nya meraih telepon rumah di apartemen nya untuk menelpon salah satu dokter pribadi Yoora kakak nya, Dokter Jung seorang wanita, jadi ia bisa meminta bantuan untuk menggantikan pakaian basah Baekhyun.
Ya kau pintar sekali Park Chanyeol.
~ All Alone All Along ~
"John kau lihat Chanyeol?," Tanya Luhan dengan sedikit berteriak karena suara berisik musik di Club mengintrupsi suara nya.
"HAH!" Johnny balik berteriak.
"DASAR TULI, KAU MELIHAT CHANYEOL TIDAK?," teriak Sehun pada akhirnya tidak tega jika harus membiarkan kekasihnya berteriak-teriak, Luhan seorang model ia tidak ingin kekasih nya mendapat masalah jika kehilangan suaranya.
"BRENGSEK KAU OH! TIDAK, AKU TIDAK MELIHAT NYA SEJAK NAIK KESINI." jawab Johnny "MUNGKIN DIA PERGI KE KAMAR DENGAN WANITA."
"OH OKE." jawab Sehun dengan satu tangan nya memberikan jempol pada Johnny.
Kembali pada Chanyeol yang tengah menunggu dokter Jung memeriksa dan mengganti pakaian Baekhyun didalam kamar nya.
CEKLEK
Pintu itu terbuka dan dokter Jung keluar dengan wajah mengejek Chanyeol.
"Padahal kau bisa membuka baju nya Chanyeol, kenapa kau meminta aku menggantikan baju nya, siapa gadis itu sebenarnya?," tanya dokter Jung dengan tatapan mengintimidasi.
"Dia sepupu Johhny, jika aku yang mengantikan baju nya aku pasti akan dibunuh Johnny! Maaf saja aku masih ingin menikmati hidupku," ucap Chanyeol bergidik ngeri jika Johnny benar-benar murka padanya "Bagaimana demam nya?."
"Aku sudah memberi nya obat lewat suntikan, ia juga sempat sadar ketika aku mengganti baju nya jadi ia tidak akan berpikir kau yang menggantinya, tenang saja kau juga tidak akan dibunuh teman mu itu," Dokter Jung memberikan beberapa obat pada Chanyeol "Pastikan ia meminum semua obat ini sampai habis sesuai dengan ketentuan yang sudah aku tulis, sekarang aku harus pulang suamiku sudah menungguku diranjang."
"Ya ya aku tahu pengantin baru masih lengket-lengket nya diatas ranjang! Terima kasih sudah datang, aku akan menghubungi dokter lagi jika keadaan nya tidak membaik," Chanyeol mengantar dokter Jung sampai kedepan apartemen nya.
Chanyeol kembali mencoba menelpon Johnny semoga saja Johnny sudah selesai menjadi DJ nya.
"Yakk Johnny kenapa kau baru mengangkat telepon ku sekarang!,"
"Aku sedang bermain, ada apa?." - Johnny
"Ke apartemen ku sekarang, Baekhyun ada diapartemenku." ucap Chanyeol dengan hati-hati
"APA!,"
Chanyeol menjauhkan ponsel nya ketika mendengar Johnny berteriak disebrang sana. Sungguh lebay sekali, pikirnya.
"YAK PARK CHANYEOL BUKANKAH AKU SUDAH MEMPERINGATKAN MU TADI SIANG JANGAN MENDEKATI SEPUPUKU, KENAPA KAU BERANI SEKALI HAH!."
"Sebaiknya kau kesini dulu jangan banyak bertanya atau aku benar-benar akan menidurinya dan menikmati tubuh sepupumu itu!."
"YAK YAKK PARK CHAN..."
Chanyeol menutup telepon nya sepihak mendengar teriakan Johnny kembali membuat kuping nya sakit. Mendadak ia berpikir jika Johnny cocok menjadi wanita ketika berteriak marah seperti itu.
Chanyeol membuka kaos nya memilih bertelanjang tata karena merasa kegerahan padahal AC sudah ia hidupkan. Chanyeol berjalan ke arah dapur, perut nya kelaparan minta di isi jadi ia harus mengisi perut nya sekarang.
Lelaki sexy bertelanjang dada dan sedang berada didapur, oh itu bonus yang menguntungkan jika saja dapat dilihat secara langsung, sayangnya TIDAK.
Chanyeol terlihat sibuk didapur, tapi sayup-sayup ia mendengar seperti suara seseorang sedang merintih dan memanggil-manggil sebuah nama, dan itu berasal dari kamar nya dimana Baekhyun berada. Chanyeol yang penasaran kembali melangkah masuk kedalam kamar nya dengan perlahan. ia melihat Baekhyun tengah tidur dengan wajah gelisah penuh keringat dipelipis nya. Matanya masih terpejam namun bibir nya menggumamkan sebuah nama. Chanyeol mendekat untuk memastikan jika Baekhyun baik-baik saja. Dan yang ia dengar adalah sebuah suara lembut milik Baekhyun yang mengintrupsi pendengaran nya, semakin ia mendekat ia semakin mendengar suara itu menjadi semakin jelas.
"B-baekhe~~~~" suara Baekhyun begitu pelan dan lembut, setelah nya Baekhyun terdiam kembali, matanya masih sama terpejam, tapi nafas nya mulai teratur dan sepertinya ia tertidur.
Chanyeol masih disana dengan tubuh mematung karena kaget mendengar suara Baekhyun untuk pertama kalinya. Johnny benar jika Baekhyun tidak bisu ia hanya jarang berbicara atau lebih tepat nya tidak pernah berbicara pada orang lain. Dan Chanyeol beruntung bisa mendengar suara Baekhyun yang berhasil membuat Chanyeol menelan ludah nya.
Demi tuhan suara itu begitu indah dipendengaran nya. Dan Chanyeol mulai berpikiran liar, jika saja suara itu mendesahkan nama Chanyeol itu akan semakin indah.
"Dia barusan berbicara?," tanya nya pada diri sendiri masih memperhatikan Baekhyun "Baekhe?," ia mengulang nama itu sekali "Siapa Baekhe? Kakaknya? Adiknya? Saudaranya? Ibunya?." Oke Chanyeol mulai menjadi seseorang yang penasaran pada Baekhyun sekarang.
"PARK CHANYEOL BUKA PINTU NYA BODOH."
Chanyeol kembali keluar kamar karena mendengar teriakan dan gedoran pintu di luar apartemen nya dengan sangat brutal, dan ia yakin sepertinya itu Johnny. Ketika pintu itu terbuka Chanyeol hampir terjatuh kebelakang karena dorongan Johnny.
"Apa yang kau lakukan pada sepupuku hah?," tanya Johnny dengan pandangan tajam.
"Bisakah kau tidak menatapku seperti kau akan mengulitiku saat ini juga John!," Chanyeol melenggang menuju dapur
"Baekhyun sepertinya dikejar orang jahat, ia berlari ke arahku ketika aku sedang berada diluar club dan tiba-tiba saja ia jatuh pingsan, makanya aku membawa dia kesini ahh iya satu lagi, yang menggantikan baju Baekhyun itu dokter Jung bukan aku, jadi tidak usah menatapku dengan tatapan seperti itu!," Chanyeol menyuapkan sandwice ke mulutnya "Dimana Sehun dan Luhan?."
"Mereka langsung pulang, mereka tidak akan kuat menahan untuk tidak saling mendesah satu sama lain setelah lama tidak bertemu!."
Johnny memutar bola matanya malas mengingat kejadian di club sebelum ia ke apartemen Chanyeol. Sehun sudah seperti maniak seks jika itu berhadapan dengan Luhan, ya mereka memang akan saling berbagi kenikmatan ketika Luhan telah selesai dari kesibukan nya menjadi model. Sehun hanya seorang pengangguran yang menjadi idola kaum wanita ketika ia memposting photo selca miliknya di akun sosial media nya. Sesekali ia memang suka menjadi model ketika mood nya sedang baik, namun itu pun hanya beberapa kali selebih nya ia hanya menikmati masa muda nya dengan kebebasan.
"Aku mau mengecek Baekhyun, dimana dia?."
"Dikamarku," ucap Chanyeol acuh dan duduk disofa menyalakan televisi mengusir kebosanannya.
"Kau serius? Baekhyun Dikamarmu?," Johnny mendadak menatap Chanyeol memastikan pendengaran nya.
"Iya dia dikamar ku, dokter Jung baru saja memberinya obat ia sedang tidur sekarang!." Chanyeol menjawab masih dengan pandangan nya pada televisi
"Kau memasukan orang asing ke apartemenmu, bahkan sampai ke kamarmu sendiri?," Johnny masih berdiri disana menunggu jawaban Chanyeol yang tiba-tiba saja menghentikan kunyahan nya.
"Kau membawanya dalam keadaan sadar kan Chanyeol?," Chanyeol menelan ludah nya dengan pelan, ia baru sadar jika Baekhyun memang orang asing sebelum ia tahu Baekhyun sepupu Johnny tadi siang.
"Aku tidak berpikir dia orang asing ketika melihat ia dalam kondisi menghawatirkan, jadi apa ada yang salah?," ucap nya pelan masih menatap Johnny.
"Aku hanya tidak percaya jika seorang Byun Baekhyun mampu memporak-porandakan pendirian seorang Park Chanyeol yang tidak akan pernah membawa orang asing masuk kedalam apartemen nya sendiri kecuali aku, Sehun dan Luhan temanmu, dan bahkan kau membawanya orang asing itu ke kamarmu sendiri! Sungguh amazing Byun Baekhyun. Perlu ku ingatkan lagi Park, dia seorang wanita!."
Ucap Johnny yang langsung masuk ke kamar Chanyeol untuk mengecek keadaan Baekhyun.
"Kau benar John aku bahkan lupa jika Baekhyun sama sekali tidak akrab denganku!." Chanyeol merasa heran sendiri dengan dirinya, kenapa juga ia begitu peduli pada Baekhyun. Lama berpikir Chanyeol memutuskan mengikuti Johnny yang masuk ke dalam kamar nya.
"Bantu aku menggendong nya ke mobil," pinta Johnny yang masih bingung membawa tubuh mungil Baekhyun.
"Kau mau membawa nya kemana? Sudah biarkan saja dia tidur disana, aku tidak akan menidurinya! Aku akan tidur diluar dan kau bisa menginap dikamar tamu jika kau takut aku akan menidurimu sepupumu itu." Chanyeol mengambil laptop nya dan membawa nya keluar. Johnny masih membeo ditempatnya, benar-benar diluar dugaan nya.
"Kau yakin Park Chanyeol? Aku tidak percaya kau bahkan membiarkan dia tidur diranjangmu," Johnny ikut duduk disofa dengan Chanyeol.
"Aku hanya kasian dengan dia, obat nya baru saja bekerja jadi biarkan saja, besok pagi kau bisa membawanya ketika dia sudah baikan! Dia memang orang asing bagiku tapi dia sepupumu jadi ya anggap saja aku juga mengenalnya jadi dia bukan orang asing lagi."
Johnny menganga tidak percaya, untuk pertama kalinya seorang Park Chanyeol memperlakukan seorang wanita dengan baik, apa mungkin itu karena Baekhyun, sepupunya? Bisa jadi.
Atau mungkin karena Chanyeol tertarik? Oh tidak itu harus Johnny cegah sebelum Baekhyun menjadi korban kebrengsekan seorang Park Chanyeol.
"Oke kalau begitu kau tidur dikamar tamu dan aku akan tidur di sofa, aku takut jika kau tidur disini nanti malam kau malah berjalan dan pergi ke kamar mu untuk meniduri sepupuku," Johnny membuka jaket nya dan menyisakan kaos polosnya. Ia sudah kelelahan setelah menjadi DJ dan bermain di club bersama Sehun dan Luhan.
"Ya sudah kalau kau ingin tidur disini, aku dengan senang hati tidak melarangmu!," Chanyeol mengangkat bahu nya acuh.
"Celana panjang punyaku yang biasa aku simpan disini ada dimana?,"
"Dilemari dikamar tamu." Chanyeol masih pokus pada acara ditelevisinya. Johnny pun mengambil celana santai miliknya yang biasa ia pakai jika ia tidur diapartemen Chanyeol.
Johnny kembali dengan bantal dan selimut untuk ia tidur disofa. Johnny mulai memposisikan dirinya di sofa milik Chanyeol, tangan nya masih memegangi ponsel nya untuk bermain game sebentar menunggu Chanyeol yang belum pindah ke kamar tamu, setelah memastikan Chanyeol benar-benar pindah ke kamar tamu baru ia akan tidur.
Satu jam kemudian Chanyeol sudah pindah ke kamar tamu apartemen nya sendiri dan terlelap tidur, hari ini cukup menguras tenaga dan otaknya dan yang ia butuhkansaat ini adalah kasur empuk dan selimut tebal. Tidur memang membuat orang melupakan sejenak kesibukan yang terjadi selama sehari penuh dan semua kelelahan yang dirasakan.
Menjelang jam 3 pagi Johnny bergerak gusar di sofa nya, ia merasa tidak nyaman, punggung nya terasa sakit dan pegal, ia tidak terbiasa tidur di sofa. Karena sudah tidak tahan Johnny melangkah masuk kedalam kamar tamu dimana ada Chanyeol disana. Johnny mengunjang tubuh Chanyeol agar bergeser karena ia butuh space untuk ia tidur di tempat tidur itu.
"Aiiishhhh," Chanyeol bangkit dengan masih setengah terpejam karena mengantuk, ia cukup merasa kesal tidur nya diganggu. Langkah nya ia bawa keluar dari kamar tamu yang sudah Johnny kuasai sepenuhnya.
Dan tanpa sadar Chanyeol melangkah memasuki kamar nya sendiri, menyibak selimut yang dimana ada Baekhyun sedang tertidur di sisian tempat tidur nya. Chanyeol tidur disisan tempat tidur nya yang lain merasa lupa jika ada Baekhyun juga di tempat tidur nya. Baekhyun yang bergerak merubah posisi nya mencium wangi aroma maskulin yang menyamankan, membuat ia beringsut mendekat pada tubuh Chanyeol yang juga ternyata tidur menghadap nya. Masih dengan kedua matanya yang terpejam Baekhyun seolah mencari kenyamanan disana dengan terus beringsut mendekat dan memeluk tubuh Chanyeol tanpa ia sadari. Setelah merasa nyaman dengan posisi nya Baekhyun tersenyum samar dan tidak bergerak lagi. Ia melanjutkan mimpi indahnya kembali.
Chanyeol merasa selimut nya semakin hangat, dan ia merasa ia sedang memeluk sebuah guling, ia akhirnya memeluk tubuh Baekhyun dengan begitu posesif layaknya sebuah bantal guling. Keduanya tertidur dengan begitu nyenyak saling memeluk dengan nyaman tanpa menyadari jika yang Baekhyun peluk itu Chanyeol dan yang Chanyeol peluk itu Baekhyun.
Sekian jam berlalu Johnny yang mendengar alarm ponselnya berbunyi ketika jam sudah menunjukan pukul 7 pagi beringsut untuk mencari ponselnya yang berada di saku celananya. Ia mematikan alarm ponsel nya dan bergerak bangun. Johnny merentangkan otot-otot nya sambil memandangi kesamping tempat tidur.
Dan ia baru ingat jika semalam ia berjalan ke kamar tamu diapartemen Chanyeol.
"OH SHIT."
Johnny segera turun dari tempat tidur untuk mencari Chanyeol yang tidak berada disamping nya dan bahkan di sofa ruang tamu. Dan Johnny semakin hawatir terjadi sesuatu dengan sepupunya, Baekhyun. Ia merasa yakin jika si brengsek Park Chanyeol berada dikamar nya. Begitu pintu itu terbuka Johnny begitu terperangah dengan apa yang ia lihat diatas tempat tidur Chanyeol.
Disana, sepupunya dengan hanya memakai kemeja kebesaran Chanyeol tengah tidur dipelukan Chanyeol, Baekhyun tampak nyenyak tidur sambil dipeluk Chanyeol. Kaki mereka bahkan saling bertumpukan, dan demi tuhan Baekhyun tidak menggunakan celana panjang atau pun celana pendek lain selain celana dalam nya, paha mulus nya itu sedikit terbuka karena posisi kaki mereka yang saling bersilangan.
"YAKK PARK CHANYEOL," teriak Johnny.
Chanyeol dan Baekhyun yang kaget mendengar teriakan Johnny langsung duduk dengan kedua mata mereka yang masih setengah terpejam dan tangan yang masih saling memeluk tubuh masing-masing.
"APA YANG KAU LAKUKAN PADA BAEKHYUN!." Teriak Johnny kembali berusaha menyadarkan Baekhyun dan Chanyeol yang masih berusaha mengumpulkan nyawa mereka.
Chanyeol menoleh kesamping setelah matanya benar-benar terbuka dan begitu pun dengan Baekhyun. Kedua mata mereka membulat sempurna ketika saling memandang satu sama lain dan pelukan mereka berdua akhirnya terlepas dengan Baekhyun yang beringsut mundur dan berdiri disamping tempat tidur Chanyeol kemudian membungkuk.
"Maafkan aku~~" ucap nya meminta maaf.
Johnny semakin bingung sekarang, kenapa Baekhyun yang meminta maaf?
Double Shit - Johnny
'Cinta memang mampu membuat orang berpikir diluar logikanya'
.
.
.
.
.
TBC
Aku seorang author alakadarnya yang memaksakan kehendak sendiri membuat cerita abal-abal dan mungkin jauh dari kata bagus, tapi semoga kalian menikmatinya walau ini kesannya jelek.
Mohon REVIEW nya untuk masukan buat aku kedepannya. Thanks You
Favorita dan Follow jika kalian tertarik mengikuti cerita ini.
