Allow Minna..
Saya minta maap karena telah berbulan-bulan menelantarkan fic ini. Akhirnya setelah mendapatkan semangat dari seorang Author temenku yang menagih updetan fic ini, saya jadi punya semangat utk menulis lagi. Saya berusaha keras menyuruh otak saya yang lagi demam WB ini utk bekerja. Dan pada akhirnya ide itu muncul. Dg segera saya tuangkan ide tersebut utk kelanjutan fic ini.
Okey langsung ku mulai aja ya..!
…
…
…
Selamat Membaca
Title : Whises Come True
Disclaimer : Bleach milik Tite Kubo
Pairing : Ichiruki
Rated : T
Genre : Drama/Romance
Warning : OOC
CHAPTER 2
Rukia berjalan menuruni tangga rumahnya satu persatu. Ia terlihat segar pagi ini. Di arahkan mata violetnya ke seluruh penjuru ruangan berinterior Inggris miliknya. Nampak beberapa orang pelayan yang sedang sibuk membersihkan dan merapikan barang-barang mewah serta berkelas yang memenuhi ruangan tersebut. Ia menengadahkan kepalanya, melihat cahaya sang surya yang terlihat ingin sekali menembus kaca-kaca besar yang menjulang naik sampai lantai 2. Cahaya itu mengenai keramik-keramik kristal yang di pajang di rak-rak besar berwarna emas. Sehingga pantulannya terlihat berkilauan di mata Rukia. Dan itu pertanda bahwa cuaca hari ini akan cerah sepanjang hari. Tanpa sadar dia tersenyum samar.
"Ohayou, Rukia!" Rukia tersentak dari lamunannya dan mengalihkan pandangan pada suara yang dikenalnya. Terlihat pamannya yang sedang duduk di meja makan sambil menyeruput teh. Kelihatannya dia sudah selesai sarapan. "Ohayou, paman!"
Rukia berjalan menuju salah satu kursi dan duduk tepat dihadapan Aizen. Ia mengambil dua helai roti tawar lalu diletakkannya kepiring yang sudah disediakan di hadapannya. Ia oleskan selai roti strawberry di atas roti kemudian menggigitnya. Aizen terus memperhatikannya, "Apa hari ini kau benar-benar akan pergi ke Rukongai sendirian?"
"Iya, tentu saja." gumamnya sambil melahap sisa rotinya.
"Apa perlu paman temani?"
Rukia menggeleng cepat. "Tidak perlu," ia menyambar susu hangat di depannya, lalu meneguknya. "Bukankah hari ini paman akan mewakiliku memberikan arahan dan sambutan bagi tenaga kerja yang baru?"
Sebelum Aizen sempat menjawab, seorang pelayan berkata, "Nona Rukia, ini map dan bunga yang anda minta."
Mereka berdua serentak menoleh ke arah dua pelayan wanita yang sudah berdiri di samping Rukia dengan membawa map coklat. Sedangkan yang satunya membawa dua ikat bunga Lily yang masih segar.
"Ya, terima kasih," balas Rukia tersenyum sambil menerima map coklat yang disodorkan padanya. Rukia berpaling kembali pada Aizen yang sedang menyeruput tehnya yang hampir kosong. " Map ini berisi berkas kualifikasi seleksi karyawan yang sudah lulus seleksi rekrutmen. Aku sudah memeriksa dan menandatanganinya," ia memberikan map itu pada Aizen. " Tolong paman berikan pada manajer personalia!"
Aizen mengangguk dan menyeringai samar, "Tenang saja, aku akan mengurus semuanya hari ini. Kau bisa percayakan hal ini padaku. Bersenang-senanglah dan jangan terlalu bersedih!"
Rukia tersenyum kaku. "Terima kasih! Aku percayakan semuanya pada paman."
ZZZZZ
Matahari benar-benar bersinar cerah hari ini. Tampak seorang pria berambut orange yang mengenakan celana jeans dan jaket berwarna biru duduk sendirian di bangku Halte Bus. Di sebelahnya ada sebuah tas ransel berwarna merah terang. Mata musim gugurnya terus menatap langit biru yang berawan putih. Ber-arak dan bergerak mengikuti kemana angin menuntunnya. Tatapan mata pria itu kosong. Sepertinya ia sedang melamun.
Flasback
Ichigo berdiri di samping piano putih yang sudah cukup tua umurnya. Piano putih itu berada di ruang keluarga. Ia menyentuh salah satu tuts piano sehingga mengeluarkan sebuah dentingan not. Wajahnya terlihat sedih. Piano ini mengingatkannya pada kenangan lama tentang ibunya yang sudah lama meninggal. Yang paling membuat hatinya sakit sampai sekarang adalah..dia sendirilah penyebab kematian ibunya. Setiap kali mengingat kejadian itu, dadanya selalu sesak. Kejadian yang membuat Ichigo tidak bisa memaafkan dirinya sendiri sampai sekarang.
Tanpa ia sadari, seorang pria paruh baya sedang memandanginya dengan penuh prihatin. Ya, dia adalah ayah Ichigo. Ishin menghela nafas berat melihat anak laki-lakinya yang belum bisa melupakan penyebab kematian mendiang istrinya. Ditambah lagi dengan kejadian setengah tahun lalu yang telah merampas impian terbesar dalam diri putranya.
Ishin melihat tatapan senduh Ichigo yang mengarah pada piano tua milik istrinya. Garis wajahnya menampakkan kesedihan batin yang begitu dalam. Ia bisa merasakan bahwa jiwa putranya tertekan. Ia khawatir jika terus-terusan seperti ini, maka tidak ada masa depan maupun kebahagian untuk putranya. Apakah kekhawatirannya ini berlebihan?
Ishin segera menepis semua pikiran buruk yang berkelebat di otaknya. "Ichigo, apa kau punya rencana hari ini?"
Ichigo tersentak dan mengangkat wajahnya, "Hm?"
"Kalau kau tidak punya rencana, bagaimana kalau kau jalan-jalan saja hari ini?" ucap Ishin sambil memperlihatkan senyum lebarnya. Ishin sadar, yang harus dilakukannya sekarang adalah membuat Ichigo bangkit dari keterpurukannya. Dan ia sudah berjanji pada istri dan dirinya sendiri. Bagaimanapun caranya ia harus mengembalikan senyum dan semangat putranya. "Kau pergilah jalan-jalan ke Rukongai. Disana tempatnya sangat indah! Ayah dulu pernah kesana sekali, waktu ayah menghadiri pesta ulang tahun pernikahan sahabat ayah," tambahnya.
Mata Ichigo menyipit, "Rukongai?" Ayahnya menyodorkan sebuah peta kecil dan ia terima dengan ragu-ragu.
Ishin menghela nafas, "Ya, aku harap kau bisa menemukan sedikit kebahagian disana."
End Of Flashback
Suara decitan bus menyentakkan Ichigo kembali ke alam sadarnya. Ia menarik nafas panjang dan menghembuskannya cepat. Di raihnya ransel merah yang ada di sampingnya. Berdiri dan segera masuk kedalam bus yang sudah menunggunya.
ZZZZZ
Ckiiiittt…..!
Mobil sedan yang ditumpangi Rukia berhenti mendadak, membuatnya sedikit terhuyung ke depan. Sopir pribadinya yang bernama Kira segera turun dan memeriksa keluar. Lima menit kemudian, Kira memberitahu Nona nya bahwa ban depan mobil mereka bocor dan harus segera diganti.
Rukia menghela nafas lalu turun dari mobil. Dia melirik Kira yang tengah serius mengotak-atik ban mobil tersebut. Rukia mendesah frustasi. Pasti akan membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menggantinya. Dan ia tidak ingin terlambat. Lalu apa yang harus ia lakukan sekarang?
Rukia mulai menolehkan kepalanya kekiri dan kekanan. Matanya berusaha menemukan jawaban yang ia cari. Dari arah kiri, banyak mobil pribadi yang berlalu-lalang. Tidak ada taksi atau semacamnya. Kini dipinggir jalan itu, ada beberapa pejalan kaki yang tengah asyik mengobrol, lalu diselingi tawa kecil sebagai wujud respon dari temannya. Kemudian kepalanya berputar ke kanan. Tunggu! Ia melihatnya! Ia menemukan jawabannya!
Dari arah kanannya, sekitar 50 meter dari tempatnya berdiri ada sebuah halte bus. Dan kebetulan sekali bus itu saat ini sedang berhenti. Dia juga melihat ada ujung punggung seseorang yang baru saja masuk kedalam bus itu. Tanpa pikir panjang, Rukia segera mengambil tas kecil dan dua ikat bunga Lily yang di taruhnya di dalam mobil.
"Kira, kau urus mobilnya! Aku akan naik bus!"
Kira yang semula berjongkok, serius berkutat dengan ban yang ada di depannya, langsung terkejut dan menoleh cepat mendengar keputusan mengejutkan yang disampaikan Nona nya. Dia bangkit berdiri ketika melihat Rukia sudah berlari ke arah bus tersebut. "Tapi, Nona! Nanti tuan Aizen bisa marah pada saya!" teriaknya panik. Tapi Rukia tidak peduli dan langsung masuk bus.
ZZZZZ
Pria itu berdiri tegak di depan gedung berlantai delapan. Dia memakai kemeja putih dengan membawa seberkas map merah ditangan kanannya. Sedangkan tangan kirinya ia masukkan kedalam saku celana hitamnya. Rambut hitamnya tampak terbuai oleh hembusan angin disekitarnya.
Mata hitam pria itu tak berkedip menatap orang-orang yang keluar masuk gedung itu. Di alihkannya tatapan mata yang dingin itu ke arah dinding yang ada di sebelah kiri pintu masuk. Ia terpaku pada tulisan yang terpampang disana. Sebuah logo berukuran besar bertuliskan 'Kuchiki Company'. Sedetik kemudian, ia menyeringai lebar. Di ayunkan ke dua kakinya melangkah masuk menuju lobby utama gedung itu dengan angkuh.
ZZZZZ
Ichigo mendesah kesal! Kini dia berdiri didalam bus yang mulai maju dengan posisi menghadap kiri jalan. Bus yang di tumpanginya penuh dan sulit bernafas. Kursi-kursi penumpang yang disediakan pun sudah penuh. Tidak ada satu kursi pun yang kosong. Ia jadi menyesali keputusannya. Kenapa ia menolak mobil yang ditawarkan oleh ayahnya yang gila itu. Tapi ia memang tidak punya pilihan. Jika ia memilih membawa mobil, kemungkinan pasti ia akan tersesat karena tidak tahu menahu dimana Rukongai berada. Ia kembali mendesah. Yah…seandainya pun ia benar-benar tersesat, setidaknya ia tidak perlu sampai berdesak-desakkan dan terjepit seperti ini.
Ichigo merogoh tas ranselnya dan mengeluarkan peta kecil yang diberikan ayahnya tadi pagi. Dipelajarinya sekilas peta itu. Sejujurnya ia masih bingung dimana pemberhentian bus yang akan membawanya ke Rukongai. Sebuah ide tiba-tiba muncul di otaknya. Kenapa ia tidak bertanya pada orang-orang di sekelilingnya ini?
"Maaf, dimana pemberhentian bus selanjutnya dengan tujuan Rukongai?" tanyanya sopan pada seorang perempuan setengah baya yang duduk di depannya.
Perempuan itu mendengus dan berdecak pelan. "AKU TIDAK TAHU! DAN JANGAN GANGGU AKU!" ucapnya ketus.
Ichigo melongo sesaat sambil menatap ibu-ibu dengan perawakan gemuk itu, yang kini sibuk memasang earphone di telinganya, lalu memencet-mencet IPod di tangan kanannya. Untuk kesekian kalinya Ichigo menghela nafas. Apakah perjalanan liburannya kali ini benar-benar buruk?
Di alihkan pandangannya kesamping. Astaga! Ia sampai tidak menyadarinya. Di samping kanannya kini berdiri seorang gadis. Entah kenapa hatinya merasa tertarik untuk memperhatikan gadis ini dengan seksama. Menurutnya, gadis ini seumuran dengannya. Ia memakai sweater merah muda dengan dalaman berwarna cream, dipadu dengan bawahan rok selutut warna putih. Poni dan rambut hitam sebahunya menutupi wajah mungilnya. Sehingga Ichigo tidak dapat melihat dengan jelas wajah gadis itu. Tapi yang pasti adalah…gadis ini pendek! Mungkin tingginya sekitar 157 cm. tentu sangat berbeda jauh dengan tinggi badan miliknya. Yang membuat Ichigo heran, kenapa gadis ini membawa dua ikat bunga Lily putih? Apakah dia ingin menghadiri sebuah pesta pernikahan?
Ichigo menggeleng-gelengkan kepalanya. Berusaha menghilangkan semua pikiran-pikiran itu. Ia kembali melirik gadis itu sekali lagi. Kali ini matanya memperhatikan kedua tangan gadis itu yang mencoba melindungi bunga itu agar tidak terjepit dari desakan orang-orang di sekelilingnya. Tiba-tiba…
Ckiiiiiiiiiiiiiiiiiitttt
Suara decitan rem mendadak itu sanggup membuat semua penumpang kehilangan keseimbangan dan terhuyung kedepan. Semua orang berteriak histeris. Ichigo refleks meraih bahu gadis yang ada di sampingnya dengan tangan kanannya. Meraih dan memeluk tubuh gadis itu kedalam pelukannya agar tidak terjatuh dan terperangkap di antara sekian banyak penumpang lainnya. Sedangkan tangan kirinya sudah lebih dulu memegang sandaran kursi yang ada di depannya. Sebenarnya apa yang telah terjadi? Sayup-sayup dari arah depan Ichigo mendengar bahwa secara tidak sadar seorang nenek menyeberang jalan ketika lampu sudah berubah menjadi merah. Untung saja bus bisa berhenti tepat pada waktunya. Dan nenek itu selamat.
Bus mulai melaju kembali.
Ichigo menghembuskan nafas lega. Ia mengalihkan perhatiannya pada gadis yang masih tetap berada di pelukannya. Tunggu! Tubuh gadis ini bergetar hebat! Ichigo bisa merasakannya. Apa ia ketakutan?
Gadis ini tetap menunduk. Ia menyembunyikan wajahnya di dada bidang milik Ichigo. "Hei, kau tidak apa-apa?"
Gadis itu mendongakkan kepalanya menatap Ichigo. Wajah gadis itu terlihat pucat. Matanya terbelalak kaget. Saat itu, Ichigo melihatnya. Mata gadis itu berwarna violet. Sangat indah! Mata violetnya seakan mampu membuat Ichigo tidak berkedip. Semua pandangan di sekitarnya seakan memudar. Gadis ini sangat cantik. Tapi, ini perasaannya saja atau apa? Ichigo melihat ada sesuatu yang lain, sisi lain dibalik sinar violetnya. Rasa takut, kesepian, dan…kepedihan yang dalam.
Gadis itu tersadar dan segera melepaskan diri dari pelukan Ichigo. Kepalanya menunduk. "Te-terima kasih," Ucapnya dengan nada berat dan kaku.
"Apa?" Ichigo memiringkan kepalanya. "Oh, tidak masalah!" jawabnya sambil tersenyum.
Kemudian selama sisa perjalanan, gadis itu hanya diam membisu. Sikapnya itu membuat Ichigo mengurungkan niatnya untuk mengajak gadis itu berkenalan. Yah..atau setidaknya mengobrol.
ZZZZZ
Didalam ruang gedung luas bercat putih. Di ruangan itu sudah tertata rapi kursi-kursi berwarna coklat terang. Dari deretan kursi yang berjajar rapi itu, kini di penuhi karyawan-karyawan baru yang telah lulus seleksi rekrutmen. Di bagian panggung sudah berdiri Aizen Sousuke yang tengah memberikan sambutan, menjelaskan visi dan misi perusahaan, tujuan perusahaan, dan beberapa hal yang perlu diperhatikan bagi setiap karyawan baru yang akan bergabung.
Di antara kumpulan karyawan tersebut, ada salah satu. Seorang pria sedang susuk di kursi sebelah kiri. Posisinya terletak agak kebelakang. Mata hitamnya menatap dengan tajam dan sinis ke arah Aizen.
Pria itu mendengus, "Jadi dia yang bernama Aizen Sousuke?" ekspresinya berubah menjadi marah. "General Manajer Kuchiki Company!" gumamnya pelan sambil menyeringai.
TBC
Gimana minna? Udah lama ga nulis nih, maaf ya kalau tulisanku tambah kacau. Saya berterima kasih kepada semua author maupun reader yang uda bersedia RNR fic ini.
Balas repyu yuk :
Si ungi : gpp vla, thanks uda RnR. Yo, aku setuju ama pendapatmu.
The Lord of Lucifer : Ichi jadi apa ya? Lihat aja ntr..hahaha
Rukii Nightray : Thanks uda bilang bagus! Iya aku akan ati2 ama typo. Nyok qt berjuang bersama2…..
Namie Amalia : Fic ini emag OOC, maaf kmrn lupa nyantumin warning! Tp ckg uda aq cantumin kok! Thanks uda bilang bagus. Kenapa yang jaga Rukia Aizen? Jawabannya karena Aizen adl satu2nya orang yang mempunyai hub keluarga dg Rukia (paman rukia) yang masih hidup.
: iya cintaku, thanks uda bilang keren! Nie uda apdet.
Jee-ya Zettyra : Namaste! Thanks uda suka ma nie fic! Di chap ini ichiruki uda ketemu kuan….
Yurisa-shirany kurosaki : iya gpp,,haha…..iya nie mereka uda ketemu. Soal byakun, dia emg sengaja kubikin meninggal. Agar dikau ga ngerayu2 dia lagi, biar byakun ma hisana hidup bahagia selamanya disurga..kwkwkwkwkw…*ditendang jeng ayu* Yg itu masih HIMITSU, lht aja ntr. Thanks uda membuatku semangat utk memapdet fic ini.^^
Arzhetty : thanks uda di bilang seru. Ichiruki na uda ketemu tuh!^^
Hira-Hikhasi Dark Butterfly : jawabannya ada di chap2 selanjutnya hahaha…
Hiroyuki Naomi : gpp jeng! Emg sengaja kubikin byakun mati, hihihi
Hatsune Julie : jadi menurtmu Aizen pelakunya? Ehm lht ntr ya….nie uda di apdet n ichiruki na uda ketemu…^^
Aya-na rifai : haha…iya aku uga kangen cin…nie ichiruki na uda aku pertemukan,,aku jgn dikemplang ya….
Riztichimaru : thanks uda bilang keren! Nie ichiruki uda ketemu^^
Girlinlightblue : iya temanya emg berat, thanks uda dibilang keren! Haha… gat au dech di chap ini kamu blg bagus lagi ato nggak.! Jyah, klo adegan byakun mati nag a di bikin sedih malah jadi aneh kuan?
Matsura Akimoto : iya, nasib byakun emg sangat nahas! Yang jadi supir emg Kira, dy cocok sibh,,hahaha…..wuoooooo kamu semangat bgt! Nie uda ku apdet!
Edogawa Luffy : Rukia bs balik kerumahnya setelah ditemukan oleh polisi kak. Ah, klo yang itu mci HIMITSU, hihihi
Hikaru Ryuuzaki : thanks uda di blg bagus neng! Iya daku jg kacian ama Rukia. Heh, Aizen emg uda dari sononya jahat mulu….
Yuki-ssme : Ishin katanya uda bosen dijadiin org lebay n bodoh jeng! Kwkwkw….*digampar ishin* nie uda di apdet!
Ruki Yagami : aku jg suka ama sifatnya Rukia cin! Yg itu lht aja ntr. Yo, Nie Ichiruki uda aku pertemukan!
Yuuki Phantomv : thanks uda blg bagus! Typo akan kuperbaiki. Ntr aku bkl ati2 lagi. Nie uda ada sedikit adgan ichiruki.
Zheone Quin : thanks uda blg bagus! nie ichiruki na uda aku pertemukan. Maaf apdetnya molor! Hehehe
Ruki4062jo : thanks uda blg bagus! Typo ama diksinya akan kuperhatikan lagi. Thanks uda dikoreksi pren!^^
Sagara Ryuuki : hehehe….itu mci HIMITSU ! ayo donk ficmu jg di apdet!^^
Aizawa Ayumu : thanks uda di blg keren jeng! Nie uda ada adegan ichiruki^^
Aichii Chiyuri : iya kasihan bgt Rukia, nie ichiruki na uda aku pertemukan.!
Nica Teef : selamat bwt jeng nica, dikau perepyu uda ku apdet!^^
Silahkan tekan tombol Repyu na dengan semangat! GANBATTE!^^
