Chap 2
Genre:,.,romance,family,mistery
Pair:masih mikir kalo bisa voting
Warning:femnaru,occnaru,nocakra,noover power
Jalan kota konoha terlihat sangat padat,jika dilihat dari keatas kita bisa melihat dijalan konoha manusia bagaikan semutg
Ntah kenapa orang-oraang dikonoha lebih mementing ego nya sendiri, mereka bahkan tidak mempedulikan tangisan seorang bocah
Narutopov
"hosh hosh dimana jalan untuk menuju panti hosh hosh"ucap dengan keringat terus mengucur dari kulitku,
"Aku terus berjalan tanpa arah sambil menahan rasa sakit disluruh tubuhku, ntah sampai kapan tuhan terus menyiksaku"jerit hatiku,
Deggg deggg deggg
"pandangaku ntah kenapa menghitam"
Deggg deggggg
"dadaku perih"
Degggg deggg
"gelap ya hanya gelap yg kurasakan, perlahan-lahan kesadaranku menghilang, disamping itu rasa sakitkku menghilang"
Endpov
Orang-orang masih berlalu lalang, tanpa membantu seorang anak kecil yg penuh dengan luka,p mungkin rasa iba mereka telah ditiadakan, mungkin juga yang mereka pikirkan anak itu hanya sedang berakting agar dikasahani.
Tak jarangjuga salah satu dari pejalan itu menginjak badanya.
Sedangkan dipanti
Terlihat anak-anak sedang bermain dengan ceria,mereka tertawa,berlari-lari,walaupun kondisi panti yang mengalami kabangkrutan.
Hanya ada satu anak yang terdiam didepan panti, mengabaikan panggilan teman-temannya,dari dalam panti munculah seorang wanita paruh baya, terlihat dari keriput dikulitnya. Wanita itu memegang pundak anak berambut putih
"Tobiramakun, apa kau merindukannya"ucap ibu kepala panti dengan halus, namun sang lawan bicara hanya diam tak bergeming.
"Yah kita semua merindukannya"ucap sang ibu kepala panti sambil menarik nafas dalam dalam, waktu bagaikan berhenti saat ibu panti berbicara begitu.
"Kau berbohong,kau bohongkan, narutoku sebenarnya telah kau jual"bentak tobirama,air matanya mengalir, sedangkan ibu kepala merasa kaget, bagaimana mungkin seorang anak yang paling sopan bisa membentaknya.
"Tobiramakun apa yang kau maksud, naruto sudah bahagia bersama keluarganya"ucap ibu kepala panti
"kau bohong, aku mendengar dari warga rumah yang mereka tinggali terbakar, kau tidak hanya dia yang kumiliki"tobirama membentak ibu kepala panti dengan suara yang lantang
"Aku membencimu"ucap tobirama lalu pergi meninggalkan panti itu, sedangkan ibu kepala panti hanya menangis
$%##&- ;+
Kini terlihat tobirama duduk termenung disebuah sungai, sungai yang penuh dengan kenangan dengan naruto, ia mengaggap naruto seperti adiknya sendiri, tak terasa hari beranjak senja, matahari mulai tertelan. Ia terus menangis, air matanya terus mengalir dan menetes diair sungai itu.
Tiba -tiba air sungai itu mulai bergelombang, awalnya kecil namun lambat laun gelom air itu bertambah besar,melihat kejadian itu tobirama terpelonjak kaget dan terjatuh, dan dari air bergelombang itu munculah sesosok mahluk
;))-8%%-$$&**&++ &-+
Terlihat seorang wanita yang berumur skitar 30 tahun melihat bahan bahan belanjaanya, ntah seperti tidak biasanya ia melewati jalan ini, yupz dia sangat jarang melewati jalan ini dengan berjalan, ia biasanya membeli sesuatu dengan mobil,
"hm sepeetinya sakenya tertinnggal"ucapnya wanita itu sambil memeriksa barang belanjaannya yupz benar sakenya tertinggal, ketika ia ingin kembali ke toko ia melihat seorang anak tergeletak dijalanan, ia mendekatinya dan memeriksa keadaan anak itu
"aku harus mengobatinya, sebelum luka berinfeksi"ucap. Sunade lalu menggendong naruto.
;) 🌓🌒 🐜🐛
Sampainya dikediaman tsunade,
Terlihat rumah yg cukup besar dan mewah terlihat didepan mata, terdapat pepohonan dan kolam yang membuat suasana rumah itu sangat sejuk.
"tsunade segera masuk kerumah, lalu menidurkan naruto dikamar
Tsunadepov
"siap kondisinya sangat memprihatinkan,memar-memar terlihat baru,apa yang terjadi pada anak ini"ucapku ntah pada siapa, ntah kenapa aku sangat pedulinya pada anak ini
Aku trus membasuh luka-lukanya dengan air hanga dan memplester lukanya, sebagai exocirt meiser medis luka pada anak itu bukan apa apa, tapi aku khawatir pada kondisi psikologisnya,
"siapa yg tega menyiksa anak ini"ucapku, lalu mencopot bajunya, ntah apa yang terjadi bajunya pun penuh dengan luka
Beberapa menit kemudian
"huh cape juga mengobatinya"ucapku ntah kepada,
"melihat wajah anak ini mengingatkanku dengan masa laluku"batin diriku termenung, ia tertidur dengan damai
Beberapa hari kemudian
Kini naruto terbangun dari pingsannya,ia bisa melihat ruangan yang sangat asing, ia berusaha berdiri namun dicegat oleh tsunade
"nak jangan banyak bergerak dahulu,biarkan tubuhmu membaik dahulu"ucap tsunade dari luar kamar
"Anuu, aku dimana"tanya naruto kebingunan
"Kau ada dirumahku, aku melihatmu pingsan dijalan jadi aku membawa kesini"balas tsunade, ia masih berada diluar kamar
"ano, terimakasihi baashan"ucap naruto
"kau kenapa bisa terluka, ohya dimana rumahmu"tanya tsunade ,lalu ia masuk kekamar sambil membawa makanan dan minuman, sedangkan narutohanya terdiam tak bergeming,
"jawab saja nanti, makanlah dahulu"ucap tsunade sambil memberikan bubur
"bi,aku tidak punya rumah,"ucap naruto dengan polos
"dan aku telah membunuh ayah dan ibu angkat"lanjut naruto mendengar itu tsunade kaget matanya membulat saat mendengar kesaksian anak itu
Setelah mendengar penjelasan naruto ia sekarang mengerti, kenapa anak ini melakukan hal itu, jika dirinya dalam keadaan itu ia pasti melakukannya juga.
"nah naruto berhubung baachan tinggal sendirian kau boleh tinggal disini, dan panggilah baachan dengan panggilan kaachan"ucap tsunade dengan lembut
"serius, terimakasih kaachan"ucapnya lalu memeluknya
1minggu kemudian
"Nee naruto besok siapkan bajumu ya"ucap tsunade
"emangnya kita mau kemana kaachan"tanya naruto dengan polos
"besok kita kekebun binatang ya"ucap tsunade tersenyum
"Ok kaachan"ucap naruto dengan semangat, dia sangat senang karena besok ia kekebun binatang, dan baru pertama kalinya ia kekebun bibatang
Keesokanya
Narutopov
"akhirnya kami pergi kekebun binatang, ternyata begini ya kebun binatang"ucapku dengan senang
"kau baru pertama kali kesini"tanya tsunade sambil tersenyum
"Ya kaachan, saat dipanti kami hanya bermain didepan panti"ucap naruto dengan polos, mendengar jawaban dari naruto membuat dirinya prihatin
"Wahh kaachan kita kesana yuk"ucap naruto sambil menarik tsunade, untuk melihat kandang zebra.
"Naah naru kau membawa buku gambar ya"tanya tsunade
"iya kaachan aku ingin melukis kulitnya"ucap naruto sambil menggambar kulit zebra, menurutnya hewan itu sangat indah
Beberapa jam kemudian
Sekarang jarum jam memenujukan angka 4
"nah naruto kita pulang yuk"ucap tsunade dan dibalas anggukan oleh naruto, ia berjalan beriringan dengan tsunade sambil membawa lukisannya, lukisa terkesan abstrak
Beberapa hari kemudian
"Terlihat naruto sedang bermain sendirian diterasnya, saat sedang asyiknya ia melihat sebuah kucing yang cukup aneh, ia mendekatinya
"push push"ucap naruto kepada kucing itu, namun kucing itu lari, melihat hal itu ia berlari dan mebgejarnya, baginya kucingnya sangat unik, kucing itu memiliki 2 ekor, ia mengejar terus sampai disebuah rumah, terdengar suara anak kecil
"wahh kuro kau dari mana saja"ucap seorang anak kecil,
Naruto mengintip anak itu, ia melihat kucing itu sangat jinak pada anak itu, ia mendekati anak berambut biru itu
"Anuuu, apa kucing itu milikmu"tanya naruto pada anak itu, sedangkan anak itu kaget,
"kau bisa melihat kucing ini"tanya anak itu pada naruto,sedangkan dibalas anggukan oleh naruto
"Waahhhh, ohya kenalkan namaku okumura rin dan ini kucingku namanya kuro"ucap rin sambil memperkenalkan diri
"namaku uzumaki naruto salam kenal"balas naruto sambil tersenyum,
"sekarang kita berteman"ucap rin sambil tersenyum
"ya"balas naruto tersenyum
9Tahun Kemudian
Narutopov
Tok tok tok
"Iyah"gumam tsunade lalu membukakan pintu,ia melihat sesosok gadi berabut kuning
"kaachan aku lulus"ucapku dan sontak membuat kaachan bahagia,
"kau memang anaku yg paling pintar"ucap kachan sambil memelukku
"baik untuk merayakan kelulusan, mari kita makan-makan, kau mau kemana"tanya kaachan kepada
"keramen ichiraku"ucapku semangat, sedangkan kaachan sweetdrop
Kamipun pergi menuju kedai ramen ichiraku
Skiptime
"kenyangnya"ucapku sambil mengelus-elus perutku,sedangkan kaachan sedang bersedih hati karena uang dalam dompet menipis.
"Kami berdua berjalan melewati sebuah bangunan yg belum dikerjakan sedangkan kaachan ekspresi muka kaachan terlihat berubah, seperti bersiap siaga.
"naruto "ucap kaachan
"Ada apa"balasku
"kita harus berhati-hati"ujar kaachan yang membuatku bingung,
Tiba-tiba dari kegelapan malam muncul sesosok mahluk yg mencoba menyerangku, saat itu pula tubuhku didorong oleh kaachan
"hosh hosh"aku terengah-engah karena shock
"naruto apa kau tidak apa-apa"teriak kaachan, sedangkan aku hanya terdiam karena shock
"Yoo tsunade, sekaranng kau sudah tua ya"ucap sosok itu, ia terlihat seperti pria aneh berambut hijau, wajahnya sungguh pucat bagaikan penderit anemia
"kau "ucap kaachan dengan siaga
"ternyata sudah tua ya"sosok itu kembali berbicara
"Huh tidak kusangka wujudmu masih seperti itu saja "ucap kaachan dengan nada menyindir.
Tbc
"hai senpai perkenalkan saya dikacangin, saya autor baru jadi kalo ada kesalahan mohon dimaklumi, ohya saya juga minta sarannya buat kelanjutan ni fanfic, ohya tolong ya nicerita direview, karena review kalian akan sangat membantu buat saya.
Soal pair juga saya minta sarannya, ok sampai disini saja pertemuan kali ini.
Byeeeee muach
