Ulasan chapter 1:

"Jawabannya... Tentu saja..."

Hibari terdiam.

Dino en Mukuro ikut diam.

Neth yang asyik membereskan dokumen-dokumen(ga) penting milik Hibari-sama-nya dan Hibird yang mangkal(?) dikepala Neth, diam juga.

Hening~

Hening~

Masih hening~

MASIH HEN-

"Hibari-san~"

"!"


Rebutan

DevKiRai Present

A Katekyo Hitman Reborn! Fancition

Genre:Humor(gosong), Parody(gagal), Poetry(cuman dikiiit)

Warning:GAJE, OOC, OC numpang lewat, typo(s), bisa bikin mata rusak kayak Devil

Yang lebih penting, mengandung BoyxBOy a.k.a BoysLove a.k.a YAOI!

.


Ketiga- nggak, keempat remaja tersebut langsung terdiam melihat siapa yang membuka pintu. Rambutnya panjang...

Bajunya putih...

Mukanya ancur-ancur macam kecoa dilindes truk(?)...

Nggak, dia bukan Orochimaru..

Dia adalah...

Genderuwo...

EH? Gender-

Tsuna:HIEEEE!

Hibari:O-Oi! Apa-apaan herbivore berambut panjang itu?*panik*

Neth:GYAAA! SETAAAN! ABANG NETHERLAND!*kabur ke fandom lain*

Mukuro:Kufufu. Kupikir kita harus... KABUR!*ilang*

Hibird:Hibari! Hibari! Tolong!

Devil:D-Dukun! Panggil dukun kesini!*nelpon FBI(hah?)*

Asari:Apa?

Tsuya(OC):Bukan pawang hujan!

Asari:'Loe pikir gue pawang hujan gitu?'

Alaude:Berisik sekali...

Hibari:'Ni anak nga nyadar ya?'

1 Studio:*kalangkabut*

-An error has been occured. Mohon tunggu sebentar. Maaf atas kenyamanan(?) ini.-

Setelah 5 menit, kekacauan akibat hantu gaje tersebut pun menghilang bagaikan batu ditiup angin(?).

"Hhh... Hhh.. Makhluk terkutuk macam apa itu tadi?" Tanya Dino sambil mengatur nafasnya yang berantakan.

"... Herbivore... rambut panjang sialan.." Ucap Hibari pelan, namun dapat dikatakan dari raut wajahnya ia masih terkejut.

Neth dan Hibird yang masih jantungan(Tsuya:Tolong panggilkan ambulan..) langsung sweatdrop. Mukuro? Jangan ditanya. Dia masih menghilang dan belum kembali.

'Yang kau bicarakan bukan Squalo-san dan Orochimaru-san, 'kan?' Batin Neth.


~HQ Anime~


Terlihat dua orang berambut panjang, yang satu kayak zombie, yang satunya lagi rambutnya putih ketumpahan cat#ditebas#.

Squalo:VOOOII! Ayo kita tanding, rambut siapa yang paling indah-HATCHIII!

Orochimaru:... Sepertinya ada yang membicarakanmu, Squalo-kun(Author bingung manggilnya apa..).

Squalo:A-Apa?! VOOOII! Siapa yang membicarakanku, hah?!*ngeluarin pisau-maksud Author pedang*

Kita berdoa, semoga para charaters dari dunia anime yang sedang berada di HQ Anime diterima disisinya#dilemparbatu#.


~Balik lagi~


Setelah keadaan tenang, barulah mereka bisa tenang. Dino asyik nge-gombal-in Hibari. Hibari hanya bisa blushing sambil membuang muka. Neth asyik sms-an ama abangnya, Netherland(Devil:Kalau kalian pikir-pikir, nama Neth ama Netherland dari Hetalia emang mirip =_=). Hibird tertidur dikepala Neth.

"Ne ne, Kyoya. Dengarkan dulu puisiku ini~" Rengek Dino layaknya anak minta beliin es krim ama emak tercintjah.

"Cih! Cepatlah, Haneuma bodoh!" Ujar Hibari jutek. Dino tersenyum penuh kemenangan*emang bulan Ramadhan?*.

"Ehem!" Dino membersihkan dahak dari tenggorokannya. Neth masang telinga baik-baik. Hibari diem-diem ngelirik Dino.

Selamat Pagi Cintaku

Semoga hari ini

Hatimu secerah hari ini

Secerah matahari bersinar

Langkah yang kau tapak selalu membawa kebahagiaan

.

Biarkan musim berganti

Tinggalkan pesan yang mendalam

Tak mudah dilupakan dari mata jernihmu yang berkaca

.

Lihat aku...

Yang selalu bisa membaca pikiranmu

Mengisi jiwamu

Menyapamu menghias hari-hariku

.

Lihat senyumku...

Dengarkan suaraku...

Akan teduhkan jiwamu

Karena aku mencintaimu dengan kesungguhanku

.

"Dan selesai!" Ujar Dino dengan senyumnya yang membuat para cewek berteriak-teriak dan pingsan seperti yang sedang nge-tren ditempat Author.

Hibari langsung bulshing berat dan salting. Neth ngakak sambil tengkurap dilantai dan memukul-mukul lantai malang tersebut. Hibird ngapalin puisi tadi.

"A-A-Apa-apaan puisimu itu, Haneuma?!" Teriak Hibari yang mukanya masih memerah. Dino tersenyum,

"Tentu saja, itu puisi pernyataan cintaku padamu!" Ujar Dino. Hibari hanya bisa terdiam, dengan muka semerah apel masak. Tiba-tiba, terdengar suara hentai nan mesum yang tidak kalah dengan Sebastian Michaelis#ditusukpiso#.
"Kufufu. Sungguh puisi yang tidak berharga." Ucap Mukuro yang tahu-tahu sudah berada disamping Dino.

"M-Mukuro!" Kata Dino setengah kaget.

"Akan kubacakan puisi yang bernilai, ok~?" Kata Mukuro PD abis sambil mengibaskan poninya dengan sangat OOC.

Selamat Malam Sayang

Aku terkapar dalam hamparan tempat tidurku.

Melamunkan semua tentang cinta dimalam ini

Cinta yang selalu datang dalam setiap nafas

Ya, itu cinta dirimu

.

Malam yang gelap ini

Aku selalu mengirim sesuatu yang indah untukmu

Walau kau tak melihat tapi selalu ada disampingmu

Hanya bisa kau rasakan

Dan memberikan kenyamanan dalam tidurmu malam ini

.

Putri dalam indahnya malam ini

Aku datang lewat mimpimu

Dan aku keluar lewat keindahan yang kau rasakan

Terlelaplah wahai putri indahku

Aku selalu datang untuk menemanimu

Walau hanya lewat angin

Tapi aku akan selalu menyejukanmu

.

Aku akan datang.

Saat kau bermimpi.

.

"Kufufu, selesai~" Kata Mukuro dengan tenang.

Dino speechless. Neth memberikan tepuk tangan yang meriah. Hibari merinding.

"Woi, nanas mesum! Puisi macam apa itu?!" Teriak Dino. Mukuro menyeringai[mesum].

"Puisi cinta romantisku~" Jawab Mukuro dengan gaya Viscount Druitt. Hibari langsung merinding part 2.

'Gue gak akan tidur malam ini!' Batinnya frustasi. Kenapa? Coba kalian scroll balik keatas dan pahami tulisannya. Masih nggak paham? Berarti kailan yang koplak#digebukinreaders#.

"Itu tidak romantis, kau tahu! Itu malah seperti stalker!" Ujar Dino sambil menunjuk-nunjuk pucuk rambut Mukuro.

"Biarin. Yang penting 'kan puisi." Jawab Mukuro dengan enteng.

"Puisi itu tidak berharga ataupun bernilai!" Ujar sebuah suara dengan dingin.

"Heh?" Dino menoleh kebelakang dan mendapati adik guru se-peguruannya berdiri dan mengeluarkan aura gelap.

"T-Tsuna..?"

"Kufufufufu. Untuk apa kau datang kesini, Tsunayoshi-kun?" Tanya Mukuro kepo#ditrident#. Hibari melirik tangan kanan Tsuna yang memegang 2 tiket bioskop. '.. Tiket..?' Batin Hibari.

"Ne, Hibari-san. Tadi Chrome memberiku 2 tiket ini." Kata Tsuna sambil melambai-lambaikan tiket tersebut.

"Katanya ia ingin menonton film denganmu, tapi karena Ken-san dan Chikusa-san ada urusan dan Chrome sangat dibutuhkan, jadi dia memberikannya untukku!" Jelas Tsuna sambil tersenyum lebar.

'Apa... Chrome ingin mengajak Hibari-kun menonton dibioskop bersama..?' Batin Mukuro shock.

'Dan itu artinya... Mereka berdua akan kencan?!' Batin Dino yang juga shock.

'Hn. Sudah kuduga, dia memang sibuk hari ini.' Batin Hibari sambil menghela nafas.

Tsuna menarik nafas panjang,

"Jadi, Hibari-san, temani aku menonton dibioskop ya~" Rengek Tsuna.

"... Eh? I-Itu.." Hibari langsung gelagapan.

"Tidak boleh!" Sergah Dino. Tsuna hanya melongo.

"Kau boleh pergi dengan nanas mesum itu, asalkan bukan dengan Kyoya!" Lanjutnya. Mukuro menganggukkan kepalanya.

"Mou, aku tidak ingin pergi dengan Mukuro! Aku inginnya sama Hibari-san!" Tsuna bersikeras. OOC berat nih...

"Bagaimana kalau kalian tanding puisi saja?" Tanya Reborn yang tiba-tiba sudah berada diatas meja Hibari.

"Tanding... Puisi..? Tanya Mukuro. Reborn berjalan mendekati Hibari sambil menyeringai. Hibari langsung bergidik ngeri.

'... S-Setan..' Batinnya. Lah, bukannya kau sendiri terkenal dengan sebutan'Setan Namimori', Hibari?

"Ya. Dino dan Mukuro sudah membacakan puisinya kepada Hibari, berarti tinggal Tsuna yang belum." Jelas Reborn sambil menunjuk Hibari.

"Aku ya..." Tsuna langsung memikirkan puisinya.

"Dan yang menilai puisi-puisi tersebut adalah Hibari, dan pemenangnya bisa menonton bioskop berduaan, tentunya dengan Hibari." Sambung Reborn. Hibari shock. Mukuro dan Dino langsung tersenyum penuh arti. Neth sweatdrop untuk kesekian kalinya.

'R-Reborn-san fudanshi,ya?' Batin Neth.

"Nah, Hibari, bagaimana menurutmu, tentang puisi Dino tadi?" Tanya Reborn. Hibari langsung merona ria(?).

"I-Itu... Cukup membuatku.. Ehmm.." Ucapan Hibari terputus. Dino tersenyum lebar. Mukuro mengeluarkan deathglarenya.

"... Senang..." Sambungnya. Dino nosebleed ditempat. Mukuro, makin kayak setan ngamuk#ditrident#. Reborn menyeringai,

"Bagaimana dengan milik Mukuro?" Tanya Reborn sambil meminum kopinya*sejak kapan?*. Hibari terdiam.

"... Itu membuatku meriding dan terdengar seperti psikopat yang lagi galau." Jawab Hibari sambil merinding. Lah, emang Mukuro psikopat kok...

Dino ngakak sejadi-jadinya. Mukuro pundung dipojokkan kelas. Neth? Dia udah selesai dari tadi dan pergi kefandom lain tempat abangnya berada.

"Reborn! Puisiku udah siap! Kapan dibacanya?" Tanya Tsuna dengan mata berbinar-binar. Reborn tersenyum.

"Kalau begitu, langsung bacakan."

"OK!"

Kesempurnaanmu

Kau begitu sempurna dimataku

Hatiku mulai tenang bila kau ada di sampingku

Hatiku mulai rapuh bila kau tak ada di sampingku

Apa yang harus aku lakukan tanpa dirimu

.

Canda dan tawamu begitu terngiang

Dalam lubuk hatiku

Teringat saat-saat kau ada di sampingku

Kau menemaniku dengan penuh kehangatan

Menghilang rasa sedih dan sepi yang kurasakan

.

Menghilangkan kegelisahan yang selalu menyelimuti hatiku

Tapi kini kau telah pergi, entah apa yang bisa aku lakukan tanpamu

Kau begitu indah, dan mungkin akan tetap indah selamanya

Aku akan setia menunggumu disini

.

Hingga waktu yang akan mempertemukan aku dan kamu

Aku berdoa tak hentinya ku curahkan untukmu

Agar kau bahagia di surga...

Walaupun airmata tak hentikan ku

Teteskan untukmu

.

Tapi kuyakin air mata ini air mata ketegaran

Jangan pergi kekasihku

Teriakan yang begitu hebat dalam hatiku

Meski kau tak ada tapi kenanganmu tetap ada

Dilubuk hati ku selamanya

.

Dino dan Mukuro menangis deras. Hibari terdiam mendengar puisi yang dibaca Tsuna tadi. Tsuna sendiri hampir menangis. Air mata sudah menggenang diujung matanya. Reborn menyeringai untuk kesekian kalinya.

"Bagaimana menurutmu, Hibari? Apa itu cukup sedih bagimu?" Tanya Reborn. Hibari menganggukkan kepalanya.

"Yah, kuakui cukup sedih. Puisi itu." Jawab Hibari singkat.

'Itu sangat menggambarkan kesehidupannya sebelum Akanbou itu datang.' Batin Hibari. Ciee, berarti selama ini Hibari nge-stalk Tsuna dong?#disabittonfa#

"H-Hibari-san... Temani aku ya?" Rengek Tsuna sambil menggunakan puupy eyes dan efek bling-blingan(?) atau sparkle.

"Eh.."

"YA?"

Hibari menghela nafasnya lagi.

"Baiklah." Ucap Hibari. Tsuna langsung ceria seperti abis lari keliling Ka'bah 7 kali(?). Dino pingsan dilantai. Mukuro makan nanas. Reborn tersenyum.

"Kalau begitu, selamat beruntung!" Teriak Reborn.

Dan perkataan Reborn tersebut dijawab oleh helaan nafas sang Skylark dan lambaian tangan sang brunette.

-FIN(dengan GAJEnya)-


Devil:Yosh! Akhirnya fic ini selesai!*baca komik KHR*

Tsuya:Oi, kau baca komik sebanyak ini nggak papa toh?

Devil:Lah, emang kenapa? Kan, daku cuma punya 5 komik KHR.

Tsuya:Bukannya kau besok ada PR bahasa Indonesia, Bahasa Aceh, dan Kesenian?

Devil:*sweatdrop*

Tsuya:Lalu hari rabu ada PR Matematika, kamisnya ulangan Fisika, dan jum'at hapalan kimia?

Devil:...

Hibari:Ketemu kau, Author geblek!

Devil:G-Gawat! Aku dipanggil Rivaille Hencou!*kabur pake 3D Manuver Gear*

Hibari:Tunggu kau!*ikutan pake 3D Manuver Gear*

Tsuya:Hh. Baiklah, pertama-tama kita balas review dulu.

.

LalaNur Aprilia

Maaf ya, Lala-chan, kalau kurang greget. Subuh-subuh ketawa, nanti dikirain ada apa lo#digeplak#

Bagaimana dengan fic ini? Cukup membuat anda tertawa? Thanks udah mau nge-review fic ini! m(_ _)m

.

VongolaAlice18

Iya, memang si Dino ama Mukuro rebutan. Tsuna malah mau Hibari jadi seme XD

Soal Chrome.. Salahkan Ken dan Chikusa yang mengganggu ehemkencanehem Chrome!#dilemparbatu#

Anyway*sok inggris lu*,thanks udah mau nge-review fic ini! m(_ _)m

.

Miharu Midorikawa

Hem, jadi Miharu-senpai butuh obat sakit perut#woy#

Hahaha, daku juga suka nge-OOC-in character, terutama D182769!

Ini udah update, thanks udah mau nge-review dan nge-follow fic ini! m(_ _)m

.

Tsuya:Yak, itu saja. Thanks untuk Nabila Chan BTL untuk nge-fave fic gaje ini. Dan untuk anda*nunjuk kedepan*, maukah anda BERSEDIA me-review fic ini? Nge-flame juga boleh. Jadi, review please?*nyodorin kotak sumbangan review(?)*