Summary : kau adalah udara bagiku yang akan kuhirup hingga nafas terakhirku, namun kini dia ada didekatku menjadi tumpuhanku saat udara tentangmu mulai menipis, dan kau tahu ada dia yang menjadi hatiku kini yang memberiku kehidupan walau tampa udara dan tumpuan itu.

Disclaimer : FF ini punya saya loh *gak nanya* sungmin punya appa eomma adiknya dan fansnya , kalau kyuhyun baru suami sahnya author *diintai sparkyu* , author disini hanya minjam nama dari member super junior, selebihnya maaf kalau ada salah salah ya, happy reading chingudeul ^^

Warning! : Ganderswith, typo bertebaran, tidak sesuai dengan EYD, beberapa ada bahasa korea yang mian banget kalo salah arti , author newbie ^^

Cast : Lee sungmin, Cho kyuhyun, Lee donghae, Yesung, kim ryeowook, heechul

.

.

.

"ya! Apa kau gila" teriak kyu , sambil berbalik kearah yeoja beriris foxy itu, kini dua pasang manik itu telah bertemu dalam satu pandangan, yang masing-masing menyimpan pertanyaan sendiri.

*Kyuhyun Pov*

"ya! Apa kau gila" aku mengerang sakit, aku membalikkan badanku mencari tahu siapa yang memukulku keras sekali, "deg" jangtungku seperti tertancap sesuatu, iramanya kini tak menentu beralun seperti drum yang di pukul tak beraturan. Mataku memeperhatikan iris foxy itu, siapa dia beraninya memukulku? Tapi.. ahh lihatlah betapa cantiknya dia , pipi chubinya rambut hitamnya yg sedikit bergelombang dia biarkan terurai sungguh aku tidak tau kata apa yang mampu mendreskripsikan kecantikannya. Lamunanku terpecah ketika ku dengar suara yeoja itu.

"Ya! Apa kau tidak punya sopan santun, atas dasar apa kau berbicara itu kepadaku? Kau pikir kau siapa?" dia berteriak kearahku, kulihat semburat merah yang timbul dipipinya, jika aku baik padanya hancurlah reputasiku. Aku akan bersikap dingin.

"kau tidak mengenalku hah? Asal kau tahu ya jika kepalaku cedera aku tidak yakin kau dapat mengganti nya bahkan jika kau menjual dirimu mengerti!" tunggu apa kata-kata itu terlalu kasar, aku dapat mengetahuinya sepasang Kristal itu kini berkilau, aku yakin dia sedang menahan tangisnya, ottoke? Mianhae… tidak , tidak mungkin aku katakan padanya.

"plak" tangan itu kini menyentuh pipiku, terasa panas… dia menamparku.

"kau laki-laki brengsek" ucapnya, sambil berlari pergi, aku melihatnya ketika menyeka ujung matanya. Aku membuat yeoja itu menangis,,, ah biarkan saja lagi pula aku tak mengenalnya.

*Kyuhun End Pov*

*Author Pov*

Sungmin menghapus sisa air mata yang membuat parit di pipinya, sungguh kata-kata yang baru di dengarnya adalah kata-kata yang baru pertama kali dia dengar dari mulut seorang pria yang terlebih adalah idolanya, tunggu… mungkin setelah ini dia akan menjadikan namja brengsek itu sebagai musuhnya bukan idolanya.

Sungmin masih terus berjalan , hingga dia berhenti di sebuah kursi taman (masih di area kampus) di bawah sebuah pohon sakura. Pandangan tertuju kosong kedepan, kemudian dia melirik jam tangan merah muda di tangannya .

"ya! Hampir jam 8 dan aku belum masuk kelas… ini semua akibat namja berengsek itu, kenapa aku tadi harus bertanya kepadanya" gerutu sungmin

Sungmin beranjak dari kursi itu, dia berjalan menuju satu gedung yang terdapat banyak orang disanya. Dia memperhatikan sekitar sebentar melihat beberapa orang dengan seksama, kini matanya tertuju pada seorang yeoja berambut caramel sebahu yang di biarkan tergerai. Dia menghampiri yeoja yang sedang duduk di salah satu gedung itu sendirian.

"joesonghabnida, aku ingin bertanya apakah kau tahu gedung fakultas kesenian?" ucap sungmin sambil tersenyum.

Yeoja itu berdiri dari posisi duduknya dan menghampiri sungmin, dia tersenyum terlihat lesung pipi di pipi sebelah kanannya

"kau mahasisiwi kesenian juga?" ucap yeoja itu dengan ramah

"ne, aku mahasisiwi fakultas kesenian, jurusan melukis .. apakah kau tau gedung fakultas kesenian?

"tentu saja, aku juga mahasisiwi fakultas kesenian dan sepertinya kita juga satu jurusan, kau sudah betul masuk gedung, ini gedungnya" yeoja itu menepuk tangan sungmin ramah.

"ahh. Joneun kim ryeowook imnida"

"sungmin imnida,"

"mari kita bersama kekelas "ajak yeoja itu sambil menarik tangan sungmin

"ne, ryeowookssi apakah kita belum telat? Di jadwalku seharusnya kelas pertama di mulai jam tujuh tepat tapi sekarang.." sungmin tidak meneruskan ucapannya ketika dia sampai di kelas dan kelasnya masih sangat sepi,

"ya! Kemana semua orang" teriak sungmin, ryeowook hanya tertawa geli.

"bersyukurlah sungminssi karena kyosu yang mengajar ada keperluan jadi dia tidak datang" ryeowook masih memegang tangan sungmin lalu berjalan menuju bangku di barisan tengah.

"aish kalau aku tahu kyosu tidak ada , aku tidak akan terburu-buru ryeowookssi" sungmin menyandarkan dagunya di meja , bibir plumnya kini mengkerut, ryeowook yang menyaksikan itu hanya bisa tersenyum.

"panggil saja aku wookie arra?"

"ne, kau juga panggil saja aku mini" bibir plum itu melengkung di ikuti dengan puppy eyes yang hadir dari iris foxy itu.

Kedua yeoja itu pun mengobrol dengan asik hingga ruangan kelas yang tadinya sepi lama kelamaan menjadi ramai dengan mahasiswa lain . jam pelajaran hari ini pun selesai, sungmin melirik jam tangan pinknya,

"sepertinya ini masih jam makan siang, wooki-ah apa kau mau makan siang dengan ku?"

"baikklah Minnie, kajja kita ke kantin…" wokkie tersenyum dan mengandeng tangan sungmin , mereka berdua berjalan ke kantin , memesan makanan dan minuman lalu mengabil tempat duduk di sisi jendela agar dapat melihat pemandangan keluar. Sungmin dan ryeowook menikmati makanannya sambil mengobrol dan bercerita banyak hal. Obrolamn mereka terhenti ketika mereka melihat kerumunan yeoja yang sepertinya sedang mengelilingi seseorang. Ryeowook yang penasaran pun bangkit dari tempat duduknya dan melihat siapa sumber keributan itu.

"ya! Cho kyuhyun …. Cho kyuhyun" teriak yeoja-yeoja itu.

Sungmin menoleh kearah keramaian itu, dia tersenyum jijik melihat namja yg namanya di eluh-eluhkan oleh yeoja-yeoja itu, ryeowook yg tadi berdiri kini sudah duduk kembali dan mulai memakan makanannya lagi, ryeowook memperhatikan exspresi wajah sungmin yang Nampak kesal.

"gwencana Minnie-ah" ryeowook mendekatkan wajahnya pada sungmin.

"ya! Kau sedang apa?" sungmin terkekeh

"anii tapi wajahmu berubah seketika ketika melihat makhluk itu" ucap wookie sambil melirik namja jangkung yg masih berdiri di kerumuni yeoja-yeoja itu.

"aku hanya muak melihat makhluk itu" jawab sungmin malas. Wookie pun tak berniat melanjutkan percakapan mengenai namja bernama cho kyuhyun itu, ketika mereka sedang asik makan seorang namja berwajah tampan dan teduh mendekati mereka, namja itu menepuk pundak sungmin yang membuat sungmin kaget.

"ya! Oppa kau membuatku kaget" wajah sungmin cemberut sambil mengusap dadanya.

"mianhae aku hanya bercanda Minnie" donghae tersenyum, wookie hanya bias memasang wajah innocentnya tidak mengerti siapa namja yang kini duduk di sisi sungmin.

"wookie-ah kenalkan ini lee donghae dia sepupuku"

"lee donghae imnida,"

"kim ryeowook imnida"

"senang bertemu denganmu ryeowookssi" donghae tersenyum manis kearah ryeowook, itu membuat ryeowook sedikit malu.

"wookie-ah aku bias melihat pipimu memerah, oppa hentikan senyummu sebelum wookie tak sadarkan diri" sungmin terkekeh, wajah wookie pun kini sempurna memerah. Donghae hanya tersenyum dan mengusap rambut sungmin.

Mereka bertiga kini larut dalam candaan, tampa sadar sedari tadi ada yang memperhatikan percakapan mereka, namja jangkung yang masih di kelilingin yeoja-yeoja yang bukannya semakin berkurang melainkan semakin bertambah yang membuatnya kini merasa sesak.

*Kyu Pov*

"oppa aku sangat mencintamu pergi berkencan denganku"

"oppa kau adalah idolaku, saranghae oppa"

"Ya tuhan kupingku serasa ingin meledak menddengar rengekan yeoja-yeoja liar ini. Mata ku kini tertuju pada gadis bersweater pink itu. Hey tunggu bukankah dia yeoja yang tadi memukulku? Kenapa dia tammpak akrab sekali dengan donghae hyung apakah itu kekasihnya, lihatlah donghae hyung mengelus rambutnya dan dia tidak menolak. Aku baru tahu si ikan itu memiliki yeojachingu yang cantik" batinku

"ya! Nona-nona biasakah kalian berhenti mengganggu kyu, dia butuh ruang privacy, semuanya bubar" yesung hyung berteriak membuat kerumana yeoja-yeoja itu bubar, aku tersenyum, ku pegang pundak hyung kesayanganku itu.

"gomawo hyung" yesung hyung membalas senyumku.

Kini langkahku berjalan menuju tempat yeoja itu duduk, kuliahat mereka sedang asik berbicang, sesekali kulihat mereka bertiga tertawa, gadis beriris foxy itu yang lebih sering memulai tawa diantara mereka bertiga, aku berjalan mendekati mereka bertiga diikuti yesung hyung.

"hyung, aku mencarimu sejak pagi kemana saja kau?" aku menepuk pundak donghae hyung. Tatapan mereka bertiga kini semua terarah padaku, tapi… tunggu kenapa iris foxy itu hanya melirik saja lalu membuang pandangannya lagi ke jendela. Apa dia masih marah atas perkataan ku tadi pagi? Ya cantik aku tak serius..

"ya! Evil kau mengagetkanku saja, yesung hyung apa kabar" donghae menyapa yesung hyung yang maasih berdiri di sebelahku namun matanya tetuju pada gadis berambut sebahu itu.

*Kyu Pov End*

*Author Pov*

Wookie yang sadar bahwa dirinya sedang di perhatikan oleh namja berkepala besar itu pun salah tingkah,

"Waeyo? Ada yang salah padaku? " wookie melirik namja itu.

"aniiyo hanya saja donghae tidak pernah bercerita kalau dia mempunyai teman secantik dirimu" semuanya terkekeh tak terkecuali sungmin yang matanya masih tak memandang kearah kyuhyun.

"ahh arraso, duduklah dulu hyung, kyu" donghae menarik tangan kyu agar duduk di sebelahnya, yesung mengambil posisi duduk di sebelah wookie masih sambil menatap wookie *yesung genit banget deh ahh -_-*

"kenalkan ini kim ryeoowok, dan ini lee sungmin, lee sungmin ini…" perkataan donghae terhenti ketika kyuhyun menyelanya.

"yeojachingumu hyung" jawabnya datar smbil menyunggingkan senyum evilnya. Mata sungmin membulat melirik kearah namja yang sangat dia benci padahal dia baru mengenalnya dan sebelumnya sungmin sangat mengidolakannya. Semuanya terdiam.

"jinjja? Donghae-ah dia yeojachingumu" yesung mendekatkan wajahnya kearah dongahe, donghae mendeorong wajah yesung dengan tangannya.

"ya! Hyung hentikan, kyu kau bicara apa? Dia ini sepupuku" donghae melirik kearah kyu, sungmin berdiri dari tempatnya duduk, dia mengepalkan tangannya ,melirik tajam kearah kyu, yang diikuti tatapan aneh dari empat orang di dekatnya *minus yesung dan kyuhyun* donghae yang bingung hanya bisa menggenggam tangan sungmin yang terkepal.

"gwencana?" Tanya donghae

"ne , oppa.. aku sudah selesai makan aku ingin pulang jam kuliah ku sudah selesai. Wookie-ah kau ingin pulang denganku?" pandangan sungmin kini tertuju pada wookie yang masih menunjukan wajah innocentnya

"ahh anii kau pulang saja duluan , masih ada beberapa hal yang akan aku kerjakan" jawab wookie agak kaget.

"arraso" ucap sungmin singkat, sambil berjalan menjauhi meja tempat mereka makan tadi, di ikuti donghae di belakangnya.

"ya, kyu sepertinya gadis itu masih marah kepadamu"

"apa yang kau lakukan padanya" Tanya ryeowook dengan nada agak tinggi, kyu hanya tersenyum menatap kearah dua orang yang kini berjalan menjauh hingga tak terlihat lagi.

"sampah!" guman kyuhyun lirih, yang masih terdengar oleh ryeowook.

"Ya! Kau bicara apa?" ryeowook mengangkat buku di tangannya ingin rasanya dia memukul namja brengsek di hadapannya , namun sayang yesung menghalanginya.

"sabar nona manis , kalau kau marah cantiku akan hilang"

"kalian berdua sama-sama kurang ajar" ryeowook pun meninggalkan kyuhyun yang masih tersenyum keji (?) dan yesung yang masih bingung,

.

.

.

"gwencana"

donghae menatap sungmin yang masih terlihat kesal, mata sungmin kini tertuju pada hamparan air yang tenang, sepulang kuliah tadi sungmin menolak untuk langsung pulang ke rumah, dia ingin berjalan-jalan dulu, donghae pun mengajaknya duduk-duduk di sekitar sungai han, di temani sinar matahari yang kini tidak terlalu terik angin yang sedikit berhembus melewati helai rambut sungmin memberiaknnya kesegaran, tatapannya kini tertuju kepada donghae yang masih terlihat cemas, sungmin tersenyum kearahnya dan menatap donghae.

"ne gwencana, hanya saja aku sedikit kesal dengan pemuda bernama kyuhyun itu" sungmin menundukkan kepalanya, hingga saat dia rasakan ada sesuatu yang mengalir pelan keluar dari hidungnya, bukan untuk yang pertama kali tapi teteap saja membuatnya kaget ketika ciran kental bewarna merah itu keluar dari hidungnya, donghae yang meliahatnya pun langsung memegang pundak sungmin dan mengajaknya duduk di kursi taman yang letaknya tak jauh dari tempat mereka berdiri.

"Minnie-ah hidungmu" donghae mengeluarkan sapu tangan dari saku celananya, mengusapkannya pelan di hidung sungmin, kini tangannya terhenti dia menatap wajah sungmin dalam.

*Donghae Pov*

"Minnie-ah hidungmu" aku melihat lagi darah itu menetes dari hidungnya, aku sakit melihatnya, tuhan bisakah kau bagi sedikit beban gadis di hadapan ku ini kepadaku, aku mengeluarkan sapu tangan dari saku celanaku ku usap sisa darah yang masih tersisa di phyltrum nya, sebagian darah itu sudah berpindah ke tangannya yang sejak tadi berusaha menutupi hal ini dariku, kini aku menatap wajahnya dalam, lihat wajah malaikat di hadapanku ini sangat cantik bukan hanya saja tertutup rasa sakit yang teramat dalam, entah karena penyakitmu ini, atau karena kerinduanmu kepada eommamu Minnie-ah, atau mungkin…. Lamunanku terhenti saat kau menyikirkan tanganku yang masih menyeka sisa darah yang keluar dari hidungmu.

"gwencana, aku baik-baik saja donghae-ah"

Bibirmu mungkin mengatakan baik-baik saja, tapi lihatlah tubuhmu semakin hari semakin lemah , kumohon Minnie-ah jangan seperti ini, kau boleh menangis di hadapanku, kau boleh mengatakan kau tak sanggup lagi, atau kata apapun yang bisa membuat bebeanmu sedikit berkurang, sedikit saja kumohon bagi rasa sakit mu padaku, lihatlah aku kumohon , aku slalu disini bersamamu menjagamu memastikan kau akan baik-baik saja.

"hae, sungguh aku baik-baik saja jangan memandangku seperti itu" kau berusaha meyakinkanku sambil tersenyum dengan kebohongan.

"aku hanya mengkhawatirkanmu , itu saja…" aku membuang pandanganku kearah kilauan air sungai han yang terpantul cahaya matahari senja.

"aku akan baik-baik saja percayalah" kau menunduk, aku melihatmu menyeka ujung matamu entah apa yang kau rasakan saat ini.

"Minnie kau kenapa? Ayo kita pulang saja jika kau merasa tak nyaman disini" aku merangkul pundakmu, kau menoleh kearahku dan tersenyum lagi.

"harus aku katakana berapa kali pada mu hae, aku baik-baik saja… aku masihingin diisni merasakan musim panas yang mungkin akan menjadi musim panas terakhirku, aku sungguh takut hae jika pada kenyataannya aku tidak bisa merasakan musim panas lagi di tahun-tahun yang akan datang … aihh bodohnya aku, bahkan mungkin aku tidak dapat melihat salju di tahun ini ya" kau tertawa pelan entah tawa itu tulus atau hanya untuk menutupi kesedihannmu.

"Minnie-ah"

"aku… aku hanya ingin terus bisa tersenyum melewati musim-musim di tiap tahunnya, aku masih ingin menunggunya, tapi kenapa,,, kenapa ini semua terjadi pada ku hae? Kenapa? Apa eomma mengiinkanku untuk menemaninya disana? Apakah eomma kesepian disana hae? Aku merindukannya hae"

Kau kini ada dalam pelukanku, aku rasakan airmatamu menetes kedadaku aku bisa merasakannya sungguh ,

"Minnie, kau akan sembuh percayalah , kau akan selalu bisa menyaksikan setiap musim yang berganti… aku yakin eomma mu selalu ingin kau bahagia.. percayalah Minnie-ah kau akan baik-baik saja akan aku pastikan itu" aku mengecup pucuk kepalamu lembut.

"aku sudah berjanji bukan Minnie aku akan memastikan semuanya akan baik-baik saja percayalah"

*Donghae Pov End*

.

.

.

*Author Pov

Mobil audi hitam itu sudah memasuki pagar rumah yang cukup mewah itu, sang empunya mobil turun dengan exspresi datar di wajahnya, dia berjalan cepat menuju pintu rumah itu, masuk kedalamnya tampa mengucapkan sepatah kata pun.

"kyu kau pulang? " wanita separuh baya yang masih sangat terlihat cantik itu menghampiri kyuhyun yang sudah berjalan menaiki tangga.

"kyu, kau sehat? Eomma membuatkan makanan kesukaanmu makan lah dulu sebelum kau pergi lagi, eomma tau kau sibuk kyu tapi sempatkan waktumu sedikit untuk setidaknya makan bersama eommamu ini" wanita itu tersenyum hangat kepada anak lelakinya itu.

Langkah kyuhyun terhenti, dia meliahat kearah wanita itu dalam.

"eomma apa kau tidak lelah terus memasang senyum palsumu itu, senyum kesedihan karena lelaki brengsek yang kau sebut appa ku, cih aku muak mengingatnya, laki-laki yang bahkan tak pantas untuk wanita yang terlalu baik sepertimu"batin kyuhyun.

"anii, aku sangat sibuk… aku kemari hanya untuk mengambil beberapa barangku yang tertinggal" kyuhyun berbalik meneruskan langkahnya lagi tampa memperdulikan raut kekecewaan yang terpancar dari wanita bernama cho heechul itu.

Cho heechul adalah seorang dosen di salah satu universitas ternama di korea, cho heechul hanya memiliki satu orang anak yaitu kyuhyun, dia membesarkan kyuhyun sendirian sejak kyu masih di dalam kandungan, appa kyu adalah seorang pengacara terkenal , namun appa dan eomma kyu sudah tidak tinggal bersama sejak lama, karena suatu hal.

Tak berapa lama kemudian kyuhyun turun dari kamranya dilantai atas, eommanya menunggu sambil duduk di sofa. Heechul memperhatikan kyu yang terus berjalan menuju pintu tampa memperdulikannya, dia cepat memghampiri kyuhyun dang mengenggam tangannya.

"kyu sampai kapan kau akan seperti ini pada eomma, kenapa kau hanya peduli terhadap eommamu ketika eomma hampir mati saja, kyu pulanglah… eomma hanya memilikimu, jangan terus menjadi sepeti ini terlalu lama, eomma merindukan mu kyu" hechul melepaskan genggaman tangannya lalu, memberikan sekotak bekal berisi makanan untuk kyuhyun.

"makanlah kyu, jika kau tidak menginginkannya kau bisa membuangnya, setidaknya eomma senang kau mau menerimanya" heechul lalu meninggalkan kyuhyun yang masih memetung di pintu.

hati kyu seperti baru saja tersambar petir, dia sadar betapa jahatnya dia selama ini,membiarkan eommanya sendirian, tidak ada teman untuk berbagi. "anak macam apa aku ini" batinnya.

Mobil audi hitam ini kini sudah melesat menjauhi rumah bercat coklat itu.

.

.

.

"Minnie-ah gwencana?" donghae menempelkan telapak tangannya di dahi sungmin yang terbaring di ranjang bersprei pink itu, sepulang kuliah tadi sepertinya sungmin kehujanan, di tambah lagi aktifitas di kampus yang sangat padat akhir-akhir ini membuat kondisi tubuh sungmin tidak stabil.

Sungmin mengangguk pelan, wajahnya terlihat pucat sekali.

"sebaiknya kau istirahat Minnie, besok kau tidak usah ke kampus arra?"

"anii , daonghae-ah aku ingin ke kampus besok ada seleksi lomba pameran lukisan, aku dan wookie akan mengikutinya, wookie sudah mendaftarkan kami berdua."

"kau bisa mengikuti lomba itu lain kali yang terpentingsekarang kondisimu stabil itus aja, aku sudah berjanji pada appa mu akan menjagamu minni"

"hae, jebbal" pinta sungmin dengan nada lirih.

"ahhh, arraso… tapi kau janji beristirahat malam ini jangan melakukan apapun hanya tidur supaya kondisimu besok lebih baik"

"gomawo hae" sungmin tersenyum, dia bangun lalu memeluk donghae.

"ne sekarang kau istirahat Minnie" donghae merapatkan selimut sungmin mengusap rambutnya lalu meninggalkan sungmin yang mulai terlelap dan memejamkan matanya, berlayar ke negeri mimpi yang melukiskan senyum di bibir plum nya.

.

.

.

TBC