.
.
Gameplay (c) m a y u r a r e
Genre: Romance, Drama, School life
I rate this M for reader's safety.
Casts (and pairs): Mainly KyuMin, YeWook, etc.
Seluruh karakter di dalam cerita ini murni milik diri mereka sendiri. Kecuali OC tentunya, hanya sekadar visualisasi imajinasi saya.
Saya tidak mengambil keuntungan dari menulis fanfiction ini, selain fangirling tentunya.
Warning: Gender switch, rated M, NOT FOR CHILDREN (re: yadong parah), typo(s), picisan, plot gaje, pasaran, OOC, bahasa kasar dimana-mana, bahasa yang terlalu frontal, tidak sesuai EYD, kaku, dan lain-lain sebagainya yang akan dirasakan sendiri ketika membaca.
Chapter ini berisi lemon yang tidak terlalu asam, tapi tidak juga basa dan bukan garam/?
Ragu? Kesempatan untuk menekan tombol back selalu ada
Selamat membaca
.
Kyuhyun membuka matanya perlahan. Kemudian bangkit dan duduk di kasurnya. Seketika ia merasa pusing dan mual menyerangnya habis-habisan. Ia lalu kembali berbaring untuk sekadar mengurangi rasa pusingnya.
Cklek! Pintu kamar terbuka. Muncullah Kangin yang membawa nampan berisi semangkuk bubur dan segelas air dari baliknya. Kangin lalu menutup pintu dan menaruh nampan tersebut di dekat laptop Kyuhyun, kemudian mendekatinya.
Ah, seandainya Kangin tahu apa yang terjadi padanya, pasti ia akan kecewa. Atau malah bangga karena ajaran sesatnya sukses?
"Bocah, kau merasa baikan?" tanya Kangin, yang bagi Kyuhyun terdengar seperti berbasa-basi.
"Tidak usah berbasa-basi. Kau memang sudah basi, hyung." Kyuhyun menjawab sinis.
Kangin berusaha menahan kepalan tangannya dari menonjok makhluk songong di hadapannya ini. Ia lalu menyentuh dahi Kyuhyun.
"Demammu sudah turun rupanya," gumam Kangin.
Kyuhyun menatap Kangin aneh. "Demam? Memangnya aku demam?" tanya Kyuhyun heran.
Kangin jadi semakin kesal dibuatnya. "Kau demam sejak kemarin sore. Makanya jangan berlebihan." Jawab Kangin, mengalahkan sinisnya Kyuhyun.
"Kuulangi, tidak usah berbasa-basi. Kau memang sudah basi, hyung." Kyuhyun mengulangi dua kalimat kejamnya.
Kini Kangin sudah kehabisan stok kesabarannya.
"Basa-basi basa-basi, kau bukan masturbasi! Setidaknya aku tidak sampai menggigil hanya karena tidak bisa menahan onani." Balas Kangin kesal.
"Aku tidak onani! Aku masturbasi!"
"Itu onani! Mendengar suara Sungmin saja onani, apalagi kalau kau benar-benar memainkannya!"
Kyuhyun terdiam. Tak sanggup membalas.
"Cepat jelaskan kau ini onani atau masturbasi!" Kangin berseru dengan wajah tegas.
Kyuhyun bungkam. Kemudian ia membuka mulutnya. "Aku ..., yang pertama onani di kamar mandi karena Sungmin dan Ryeowook. Lalu aku tidak tahan untuk masturbasi. Keduanya, hyung." Jelas Kyuhyun pelan dan takut-takut, layaknya anak yang sedang mengakui kesalahannya.
Kangin tidak habis pikir lagi. Dongsaeng bodohnya ini memang tidak pernah tanggung-tanggung rupanya.
"Kenapa tidak sekalian kau tembus saja dia?" tanya Kangin.
Kyuhyun memalingkan wajahnya yang memerah. "Aku tidak tega merusaknya, hyung. Dia terlalu suci. Orang sesuci itu harus dijaga," jawabnya sambil mengerucutkan bibir.
Kangin ikut memalingkan wajah, menahan tawa. Ini namanya Kyuhyun yang menjaga prinsip, bukan Kyuhyun yang sekedar bermain-main lagi. Meskipun dua bulan lagi usia Kyuhyun akan menginjak 17 tahun, Kyuhyun tidak pernah meninggalkan perintah Ahra untuk menjaga yeoja yang disayanginya. Atau lebih tepatnya lagi, Kyuhyun sangat menaati (selain soal film porno tentunya) dan takut pada Ahra.
Tiba-tiba Kangin menyadari sesuatu. Berarti ..., Kyuhyun menyayangi Sungmin, eh? Pikirnya. Namun ia buru-buru menyadarkan dirinya dari pikiran tersebut.
"Sudah, kau tidur lagi sana! Aku harus sekolah," Kangin memberi perintah, lalu keluar meninggalkan Kyuhyun.
Kyuhyun hanya terdiam di kasurnya. Pikirannya terus dihantui oleh Sungmin. Cara bicaranya. Suara lembut manis nan angelic-nya. Tubuh indahnya.
Yang terakhir berusaha ia buyarkan. Ia tidak mau onani lagi di kasur dalam keadaan seperti ini.
.
Kangin sedang berjalan di koridor kelas 3 ketika matanya menangkap bayangan siswi bertubuh seksi. Lee Sungmin, pemilik tubuh tersebut. Kangin berusaha mengabaikannya, mengingat dirinya adalah orang yang mungkin akan membuat martabat Sungmin jatuh melalui Kyuhyun. Kangin pun berjalan menjauhi Sungmin, menjauh, dan menjauh.
Tak disangka, Sungmin mengikutinya. Mengejarnya. Hingga akhirnya ...
"Kangin-ah!" panggil Sungmin. Kangin tercekat. Seluruh tubuhnya tegang.
Kyuhyun tidak salah juga jika sampai onani seperti kemarin. Kangin pun nyaris kini.
"Ii ..., ya, Sungmin-ah? Wae?" tanya Kangin, berusaha menyembunyikan rasa gugupnya.
"Kau sepupu Cho Kyuhyun, kan?" tanya Sungmin. Kangin batal onani. Pikiran laknatnya malah jadi berkembang liar untuk menjodohkan kelinci imut ini dengan dongsaeng brengseknya hanya karena pertanyaan ini. Apalagi pengakuan Kyuhyun tadi pagi membuatnya semakin geli.
"Iya. Memang kenapa?" tanya Kangin yang kini sudah biasa lagi.
"Ryeowook menitipkan salam untuknya, tapi aku tidak melihatnya di kelasnya pagi ini. Padahal kata Ryeowook, pasti dia sudah mencari ribut bersama Siwon, Donghae dan Changmin di kelasnya." Sungmin benar-benar menjelaskan semuanya dengan polos.
Astaga, Kangin mendadak labil dibuatnya. Antara ingin menjodohkan Sungmin dengan Kyuhyun, atau menjauhkan Sungmin dan kepolosannya dari Kyuhyun dan kebrengsekannya.
"Oh, dia drop sejak kemarin sore." Jawab Kangin sejujur-jujurnya.
Sungmin membulatkan matanya. "Astaga, pantas saja kulihat kemarin dia agak sedikit pucat dan gemetar!" seru Sungmin dengan polosnya.
Kangin mendengus keras, menahan tawanya yang nyaris meledak. Ia tidak tahu saja kalau Kyuhyun yang pucat dan gemetar kemarin itu sebenarnya sedang onani karenanya. Pikir Kangin geli.
"Ya sudah, semoga Kyuhyun cepat sembuh, ya. Terima kasih, Kangin-ah!" ucap Sungmin yang kemudian berbalik badan.
Kangin benar-benar tidak sanggup lagi menahan tawanya. Ia lalu memburu Leeteuk di kelas dan menepuk punggungnya sambil tertawa puas.
"Aduh! Kangin-ah! Kau memang overload!" Leeteuk berseru kesal. Tepukan Kangin itu sama seperti smash yang kuat dalam permainan voli.
"Mian, chagi." Kangin mencicit, namun tetap terdengar oleh Leeteuk. "Sungmin-ah ..., lucu sekali! Ia tidak tahu kalau Kyuhyun sampai sakit setelah onani karenanya," Kangin berucap amat pelan, yang terdengar seperti desahan.
"APA?! ONANI?!" Leeteuk berseru kaget. Kangin mendadak diam. Semua pasang mata tertuju pada pasangan tersebut.
.
Kyuhyun kini duduk di kasurnya, memakan bubur yang tadi dibawa Kangin dengan perlahan, dan sedikit enggan. Ia mengingat-ingat kapan terakhir ia makan.
Ah, ya. Aku terakhir makan kemarin pagi. Pikirnya. Pantas saja dirinya benar-benar tak bertenaga ketika dan setelah onani dan masturbasi.
Setelah menghabiskan sarapannya, ia lalu memutuskan untuk membuka laptopnya, hendak bermain game. Ia membuka passwordnya, lalu menemukan sticky note yang menghalangi pemandangan wallpapernya.
"Oi, siapa ini yang membuat note?" serunya kesal. Ia pun membacanya.
Cho Kyuhyun yang bodoh, seingatku aku hanya memberimu 2 film biru 3gp. Kau beri makan apa sampai berkembang biak jadi 20 koma sekian GB kualitas HD? – Kangin
Kyuhyun membelalakkan matanya melihat pesan yang ditulis Kangin tersebut. Tangannya buru-buru membuka folder laknatnya. Dan, ya. Semua film porno-nya terpampang manis di setiap folder, berderet dengan rapi. Ia lalu menemukan file bernama 'readmeasapbykangin', yang kemudian ia buka.
Aku tadi mengabari Ahra-noona kalau kau sakit. Berdoalah semoga Ahra-noona tidak meminjam laptopmu ketika ia pulang. Cepat sembunyikan lagi film pornomu, aku tidak mengerti caranya! Jangan salahkan aku kalau Ahra-noona melihat semuanya
"BODOH! AKU JUGA TIDAK TAHU CARANYA, HYUNG!" Kyuhyun menjerit stres. Bagaimana tidak? Selama ini yang menyembunyikan film pornonya adalah sukarelawan baik hati bernama Donghae, karena perintahnya tentu.
.
Kyuhyun sedang bermain PSP dengan wajah sayu ketika tahu-tahu Donghae, Siwon, dan Changmin menghambur masuk ke kamarnya.
"Wah, si Tuan Muda Cho membolos rupanya!" seru Siwon yang kemudian menyerbu Kyuhyun.
"Malah enak-enakkan main game, pula! Sedangkan kita kesulitan mengerjakan tugas matematika di kelas," tambah Changmin.
"Aku tidak bolos!" seru Kyuhyun kesal sambil berusaha melepas pelukan alay Siwon.
Siwon terkekeh. "Tenang saja, aku sudah mengizinkanmu, Kyu."
"Ya, bahkan dia berbual kalau kau terserang malaria." Donghae menambahkan.
Kyuhyun berdecak. "Oi, kalau begitu kau sama saja menyuruhku bolos seminggu lebih!" serunya kesal.
"Aku tidak tahu, Kyu. Siwon menyuruhku berbual soal barusan." Donghae menunjuk Siwon.
Kali ini Siwon yang berdecak. "Bodoh! Jangan katakan!" serunya.
"Tapi Kyuhyun harus tahu. Kita kan satu," Donghae berujar dengan polosnya. Siwon menepuk dahi. Sedangkan Changmin tertawa terpingkal-pingkal.
"Geez," Kyuhyun menggerutu, malu karena dibuali Siwon secara tidak langsung.
Changmin yang sudah pulih dari rasa gelinya lalu duduk di sebelah Kyuhyun. "Kau kenapa mendadak sakit? Tidak tahan onani karena Sungmin-noona?" tanya Changmin, seolah tahu segalanya.
Kyuhyun mengerucutkan bibirnya. "Jangan keras-keras, bodoh! Donghae terlalu polos,"
Donghae yang merasa terpanggil langsung menatap mereka berdua. "Kenapa?" tanyanya.
Siwon yang sudah tidak tahan lagi pun menyahut. "Tidak apa-apa, ada kucing yang habis masturbasi lewat barusan." Jawab Siwon kesal.
"Kau jangan sebut-sebut kata itu, bodoh!" seru Kyuhyun, merasa tersinggung. Siwon menyeringai.
"Ternyata memang masturbasi," Siwon menggoda Kyuhyun dengan seringaian isengnya.
"Bukan, dia habis onani." Changmin meralatnya.
"Masturbasi!"
"Onani!"
Lalu, keduanya menatap Kyuhyun dengan tatapan 'If You Know What I Mean' seolah ini adalah adegan terencana. "Dua-duanya, ya?"
"CUKUP! KALIAN BERDUA KELUAR SANA!" Kyuhyun berseru mengusir Siwon dan Changmin seperti tuan putri sedang mengusir namja penggoda. Siwon dan Changmin keluar sambil tergelak.
Kini tinggal Kyuhyun dan Donghae berdua.
"Kyu, kau mengusirku juga?" tanya Donghae dengan wajah memelas.
Kyuhyun merasa sedikit familiar dengan ekspresi konyol Donghae (yang memang tidak dibuat-buat).
"Tidak." Jawab Kyuhyun. "Oh ya, Hae. Aku ingin bertanya,"
"Tanya apa?"
Oke, Kyuhyun tahu pertanyaan ini cukup berat baginya.
"Kau kenal Lee Sungmin?"
Jantung Kyuhyun berdebar menunggu jawaban dari mulut Donghae.
Tak disangka, Donghae justru menjawab sewot. "Astaga, kau kemarin sudah menanyakan ini padaku berkali-kali! Lee Sungmin itu sepupuku, Kyu!"
Kyuhyun melongo, memutar ingatannya. Alangkah malunya ia ketika baru ingat soal kemarin.
"Hae, kau kenal Lee Sungmin?"
"Kenal. Dia sepupuku."
"Hae, kau tidak salah kan, soal Lee Sungmin?"
"Tidak. Dia sepupuku."
"Kau tahu apa hubungan Lee Sungmin dan Kim Ryeowook?"
"Kakak adik dari hubungan pernikahan eomma Sungmin-noona dan appa Ryeowook?"
Kyuhyun merasa amat bodoh sekarang. Kenapa ia melupakan semua itu?
"Oh, mianhae." Ucap Kyuhyun, sedikit merasa bersalah.
"Tapi pinjamkan aku laptop!" pinta Donghae dengan seringaian lebarnya.
Kyuhyun mengurungkan rasa salahnya. Ternyata Donghae memang punya niatan tersendiri mengunjunginya. Namun tiba-tiba seringai licik muncul di wajahnya.
"Boleh, asalkan sembunyikan dulu film pornoku."
.
Sungmin menghela napas. Dirinya merasa tidak tenang sore ini. Padahal, ia sudah menyetel lagu-lagu menyenangkan dari ponselnya melalui earphone.
Kini ia sedang kerja kelompok bersama Jinri, Hangeng, dan Yunho di meja dekat kantin sekolah. Seharusnya begitu. Namun Hangeng dan Yunho sedang membeli minuman, meninggalkan Sungmin dan Jinri.
"Aish, kenapa aku harus sekelompok dengan orang seidiot kamu?" keluh Jinri.
Sungmin terdiam mendengarnya, mematikan lagu yang didengarnya.
"Sebodoh-bodohnya aku, aku tidak idiot sepertimu yang terlalu jujur akan segalanya."
Sungmin menimang-nimang pensil yang digenggamnya dan menatap benda tersebut nanar.
"Tidak berguna. Hanya bisa merusak kecurangan kecil di kelompok,"
Sungmin bangkit, menatap dalam-dalam Jinri yang duduk membelakanginya.
"Aku tidak habis pikir lagi, kenapa ada orang sejujur kamu? Well, sebenarnya itu bukan jujur, sih. Tukang adu tepatnya."
Sungmin tersenyum tipis di belakang Jinri. Ia menatap sedih rekan kelompoknya itu.
"Aku juga tidak mengerti kenapa hanya kamu yang dibilang suci. Padahal sok suci. Sok jujur. Sok polos. Sok tidak mau pacaran."
Sungmin meraih gelas berisi cola sisanya. Ia lalu melangkah perlahan mendekati Jinri.
"Bodoh sekali namja-namja yang tertarik padamu. Mereka tertarik pada kepura-puraanmu itu."
ZRASHH! Sungmin tidak sengaja menyiram Jinri dari belakang, dan berpose nyaris terjatuh. Jinri sontak menoleh ke arah yeoja berwajah manis tersebut.
"A-ah! Jeongmal mianhaeyo, Jinri-ah! Aku tidak sengaja!" Sungmin berseru panik meminta maaf.
Jinri (yang mungkin sadar kalau Sungmin mendengar semua omongannya) berdecak kesal. "Dasar! Kalau acting lebih pro sedikit, dong!" omelnya.
Sungmin menatap Jinri dengan pandangan memelas. "Aku tidak ber-acting. Mian, Jinri-ah!" serunya, yang dijawab Jinri dengan cara memalingkan wajah. Kemudian, tatapannya berubah menjadi tatapan tajam mengintimidasi.
.
Cklek! Pintu kamar Kyuhyun lagi-lagi terbuka. Kali ini, pelakunya adalah Ahra. Yeoja tinggi semapai itu menemukan adiknya tengah tertidur lelap di ranjangnya.
Ahra mendekati ranjang Kyuhyun, lalu memperhatikan wajah pucat adiknya yang agak memerah. Disentuhnya kening tersebut, lalu diusapnya keringat yang membasahi wajah adiknya.
"Kebanyakan main game, sih. Jadi kurang minum, kan. Kangin ini bagaimana, sih? Turun apanya, sebegini panas!" Ahra mengomel sendiri. Ia lalu menatap sekeliling, dan menemukan laptop Kyuhyun yang teronggok bisu dalam keadaan terbuka, namun mati.
"Laptop ini, sih! Sudah tahu sering sakit, masih saja bablas main game." Ahra mengomel untuk kedua kalinya, sambil menutup laptop malang tersebut.
"Aduh, masih panas pula laptopnya! Atau jangan-jangan memang panasnya sudah turun tadi pagi, tapi karena memaksakan diri main game jadi panas lagi? Sudahlah, kusita saja!" Ahra lalu mengambil laptop tersebut beserta charger-nya, kemudian berjalan menuju pintu.
"Eh, tapi aku jadi ingin dengar kisah cinta si bocah. Dia pasti menjaga yeoja itu baik-baik, hihihi~" Ahra terkikik geli, lalu keluar kamar dan kembali menutup pintunya.
Ternyata, di balik pintu bersembunyilah seorang Lee Donghae dengan wajah paniknya.
.
"NOONA KENAPA MENYITA LAPTOPKU?!" teriak Kyuhyun emosi.
Ahra menoleh pada adiknya, lalu menjawab santai. "Pagi-pagi sudah marah-marah. Pantas saja gantengnya hilang."
"Ck, noona~" Kali ini Kyuhyun memanggil noona-nya setengah merajuk.
"Kalau kau tidak menceritakan tentang seorang gadis padaku, tidak akan kukembalikan~" goda Ahra.
"Argh! Noona~"
"Cerita dulu!" Ahra berucap tegas.
"Nggak mau!"
Ahra menyerah untuk sementara. Namun ia tidak berhenti menggoda adiknya. "Aku semalam membuka laptop-mu,"
Kyuhyun menatap kakaknya dengan wajah menantang.
"Aku ingin mencari harta karun di laptop-mu, dan akhirnya kubuka folder 'Assignments',"
Wajah keras Kyuhyun perlahan melunak. Sedangkan di hadapannya, Ahra tersenyum penuh kemenangan.
"Kubuka tiap isi foldernya, tapi kosong. Jadi kumunculkan saja semua hidden files-nya."
BRUUUSH! Kangin yang sedari tadi minum sambil mendengarkan menyemburkan minumannya. Sedangkan Kyuhyun membulatkan matanya.
"I-itu ...,"
"Sudah kuduga, isinya memang film biru. Padahal aku baru memeriksa ukuran foldernya saja," Ahra melipat tangannya sambil tersenyum puas.
Kini kedua namja laknat tersebut tersadar bahwa mereka baru saja memakan jebakan Ahra mentah-mentah.
"Kangin-ah, kemarin kau bilang Kyu sudah mulai menyukai yeoja sungguhan, kan?" tanya Ahra pada Kangin yang langsung seperti tersetrum mendadak.
Kangin mengangguk sambil menunduk seperti anak kecil yang baru tertangkap basah main ke warnet oleh eomma-nya.
"Siapa namanya?"
Kangin menelan ludah. Posisinya kini sungguh terjepit antara takut dihajar Kyuhyun atau Ahra.
"Sudah abaikan ancaman Kyuhyun!" perintah Ahra dengan aura mengintimidasinya.
Tentu saja Kangin lebih takut pada ancaman Ahra. "Lee Sungmin,"
"Lee Sungmin? Aku seperti pernah mendengar namanya," Aura mengintimidasi Ahra mendadak hilang, dan kini malah terlihat seperti orang bodoh yang berusaha mengingat nasihat seonsaengnim kemarin.
"Ah, sudahlah. Lupakan. Maaf Kyu, hari ini aku banyak bicara."
Kau memang selalu banyak bicara, noona! Aku memaafkanmu, tentu. Sepanjang kau tidak menggodaku soal film biru lagi! pikir Kyuhyun.
"Sejujurnya aku kecewa padamu soal koleksi film birumu yang sampai 20 koma sekian GB itu."
Noona jangan bahas ituuu! Pekik Kyuhyun dalam hati.
"Tapi ..., menurutku itu normal bagi seorang namja kalau mereka menjadi pervert sepertimu. Temanku saja ada yang koleksinya sampai menghabiskan sebuah harddisk."
"Maksud noona?" Kyuhyun mulai berani angkat bicara. Dalam hati, ia bersyukur ada namja lain yang lebih laknat darinya.
"Sekarang begini. Kau kan mesum, Kyu. Dan kau sedang jatuh cinta, kata Kangin." Ahra menekankan klausa terakhir sambil melirik Kangin yang pura-pura bersiul sambil membuang muka.
"Ingat, Cho Kyuhyun-ah. Untuk menjaga batas, cinta tidak harus pacaran. Karena cinta itu menjaga—" ucapan Ahra terpotong.
"Bukan merusak." Tandas Kyuhyun mantap.
"JADI KAMU NGGAK BOLEH PACARAN, YAA~!" seru Ahra riang dengan suara keras sambil menepuk-nepuk kepala Kyuhyun.
"IYAAA~"
"PINTAAAR! NAH, SEKARANG KAMU SEKOLAH, YAA~!"
"IYAAA~"
.
Setelah itu, aku akan mencoba mendekatinya.
.
Di bangku depan kelas ...
"Tinggi, besar, hitam, manis. Apa hayo?" Changmin melontarkan tebak-tebakkan.
"Tiang listrik diberi kecap!" tebak Siwon.
"Salah!" Changmin menjawabnya sambil menyeringai.
"Gulali panda raksasa!" Donghae menebak asal.
"Salah!"
"Shim Changmin!" jawab Kyuhyun, semakin asal.
"Aku memang tinggi dan manis, sih. TAPI BUKAN AKU!" Changmin berseru kesal. Sedangkan Kyuhyun, Siwon, dan Donghae tertawa lebar di sebelahnya.
"Sejak kapan Changmin manis," Kyuhyun berkata di sela-sela tawanya.
"Aish, jinjja, ini gampang sekali! Jawabannya gorila bacem! Masa kalian tidak bisa menebaknya?" Changmin menggerutu.
"Aku tahunya tempe bacem, makanan Indonesia. Eomma Sooyoung-noona pernah menyajikan makanan itu ketika aku main ke rumahnya." Siwon curhat.
"Crispy sekali teka-tekimu, Chwang," Donghae meledek.
"Tapi ini pengetahuan tentang kuliner!" Changmin membela diri.
"Sudah, sudah. Bagaimana kalau kita tebak-tebakkan nama hewan, sesuai alfabet?" tawar Kyuhyun, dengan senyum setannya.
Siwon, Changmin dan Donghae terdiam. Mereka merasa Kyuhyun akan mempermainkan mereka tak lama lagi.
"Binatang dari huruf A?" Kyuhyun memberi soal
"Ayam!" cetus Donghae.
"Anjing!" giliran Kyuhyun menjawab.
"Ant!" celetuk Siwon dengan wajah tanpa dosa.
"Pintar kau Choi Siwon. Jawabanku angsa. Sekarang dari huruf B!" Changmin terlihat mulai menikmati permainan ini.
"Bebek!"
"Babon!"
"Bee!"
"Babi. Sekarang huruf C? Changmin." Kyuhyun menyeringai jahat.
"KENAPA AKUUU?!" Changmin berseru kesal.
"Cicak."
"Chicken."
"Capung. Huruf D, Donghae." Changmin ikut meledek, tapi Donghae korbannya.
"Tidak, Donghae bukan binatang."
"TAPI AKU JUGA BUKAN BINATAANG!" Changmin berseru frustrasi.
"Kyuhyun-ah~ Kau sudah sembuh?" Suara manis nan angelic membuat Kyuhyun yang sedang tertawa lebar tiba-tiba terhenti dan duduk tegak dengan sendirinya. Ia menoleh ke arah pemilik suara tersebut.
Lee Sungmin dan senyum manisnya sukses membuat jakun Kyuhyun, Donghae, Siwon, dan Changmin naik turun. Meskipun agak polos, Donghae tentu memiliki sisi mesum yang ditahannya sendiri.
"E-eh, seonbae. Iya. Me-memangnya kenapa?" tanya Kyuhyun agak gugup. Jantungnya mulai berdebar tak karuan.
Astaga, seonbae satu ini memang cantik sekali, bahkan tanpa polesan make-up sedikitpun!
Sungmin mengeluarkan aura manisnya. "Ah, tidak. Wookie-ah kemarin menitipkan salam untukmu. Salam gaming katanya." Ucapnya riang tanpa dosa.
Aura manis Sungmin di mata Kyuhyun pecah seketika bagai kaca terkena lemparan batu. Kenapa oh kenapa, yeoja manis ini terlalu polos, menyampaikan salam yang seharusnya tidak usah disampaikan~ Kyuhyun bersenandung galau di dalam hati. Siwon, Changmin dan Donghae membuang mukanya, menahan tawa.
"A-ah, ya, kamsahamnida. Salam balik untuk Ryeowook, ya, seonbae." Jawab Kyuhyun berusaha ramah, meskipun suasana hatinya mendadak mendung.
"Baiklah, urusanku selesai. Kutinggal ya, Kyu. Jaljja~" Sungmin melambaikan tangannya, kemudian berlalu.
Siwon, Changmin, dan Donghae tergelak kemudian. "Hatimu potek, Kyu?" goda Changmin puas. Kyuhyun merengut.
"AH YA!" Belum jauh, Sungmin tiba-tiba berhenti, berseru dan kembali. Membuat tiga per empat bebek yang sedang tertawa menghentikan tawanya.
"Kau Siwon, kan? Sooyoung-ah menunggumu pulang sekolah nanti. Katanya ia ingin menghukummu karena kau meninggalkannya kemarin." Jelas Sungmin polos, bahkan menjelaskan apa yang tidak perlu dijelaskan. "Sudah, ya." Sungmin lalu kembali pergi.
Kali ini Kyuhyun, Donghae, dan Changmin-lah yang tergelak. Sedangkan Siwon mengerucutkan bibirnya.
Bersamaan dengan tawanya, otak jenius Kyuhyun berpikir. Bagaimana kalau aku mulai mendekatinya sore ini?
.
"Kau yakin tidak akan pulang bersamaku, Minnie-ah?" tanya Yesung pada Sungmin yang sedang berkutat dengan ponselnya.
Sungmin menengadah, menatap namja yang lebih tinggi darinya tersebut. Ia tersenyum manis. "Tentu saja. Hari ini kan jadwal istirahatku." Jawabnya riang.
Yesung tersenyum. Ia senang melihat kebahagiaan di wajah Sungmin. Kemudian ia melihat ke arah langit yang mendung. "Tapi cuaca sepertinya tidak baik. Apa kau yakin?" tanya Yesung lagi.
Sungmin mengerucutkan bibirnya. "Oppa, pulang bersamamu itu mengganggu waktu istirahatku. Sama saja bohong kalau suasana yang kulihat tetap sama. Lagipula, bukankah oppa sendiri yang meminta supaya aku punya waktu istirahat?"
Oke, Yesung kalah telak. Atau tepatnya lagi, ia mengalah. Ia pun mengacak surai cokelat yeoja manis tersebut. "Baiklah. Jaga dirimu baik-baik, ya." Pesan Yesung yang kemudian berlalu meninggalkan Sungmin.
"Oppa seperti tidak mengenalku saja!" teriak Sungmin dari tempatnya berdiri. Ia tersenyum melihat kepergian Yesung, lalu kembali berkutat dengan ponselnya.
Beberapa menit berselang setelah Yesung meninggalkannya, tiba-tiba saja seseorang menepuk bahunya. "Seonbae punya waktu untukku?"
Sungmin terkesiap. Ia menoleh pada pemilik tangan serta suara tersebut. "Ah, Kyuhyun-ah. Kau mengagetkan saja!"
.
"Ah, Kyuhyun-ah. Kau mengagetkan saja!"
Kyuhyun menyeringai. "Seonbae sendiri saja?" tanyanya.
Sungmin mengerucutkan bibirnya, membuat Kyuhyun lapar ingin memakan bibir kissable tersebut. "Begitulah, sampai kau tiba-tiba mengagetkanku seperti tadi!"
"Hehehe~ Mian, seonbae." Ucap Kyuhyun sambil terkekeh.
Sungmin ikut terkekeh. "Aku menganggur sore ini. Memangnya kenapa, Kyu?" tanya Sungmin.
Kyuhyun menyeringai. "Aku juga menganggur. Kita mengobrol berdua, yuk!" ajak Kyuhyun.
"Ayo!"
Di taman sekolah ...
Kyuhyun dan Sungmin duduk berdua di salah satu kursi. Sungmin terlihat asyik dengan ponselnya. Sedangkan Kyuhyun terlihat sedang berpikir.
"Ehm, seonbae?" Kyuhyun berdeham, mencari perhatian.
Sungmin menoleh ke arahnya. "Ya?"
"Kau sedang apa?" Astaga, kau basi sekali, Kyu! Kau harus meminta maaf pada Kangin-hyung karena sudah mengatainya basi! Pekik Kyuhyun dalam hati.
"Main ponsel," Sungmin menjawab polos, jujur apa adanya.
"Bu-bukan," Kyuhyun sweatdrop. "Apa yang kau lakukan dengan ponselmu?"
Sungmin tersenyum cerah. Aha, nampaknya ini pertanda baik.
"Aku sedang mencari resep makanan yang tidak biasa. Aku ingin pandai memasak seperti Wookie~" jawab Sungmin riang.
Aura Kyuhyun kembali berubah suram. "S-seonbae, bisa tidak usah bahas Wookie lagi? Aku agak alergi dengan topik itu." Pinta Kyuhyun dengan wajah memelas.
"Oh, maafkan aku, Kyu. Baiklah, aku tidak akan membahas makhluk kecil itu lagi. Tapi dengan satu syarat," Sungmin mengacungkan jari telunjuknya sambil mengedipkan sebelah mata.
Kyuhyun memiringkan kepala. "Syaratnya apa, seonbae?"
"Eumm~" Sungmin menundukkan kepalanya dengan wajah malu. "Aku tahu kau hoobae yang sopan, Kyu. Tapi ..., jangan panggil aku seonbae lagi, ya. Aneh rasanya, hehehe~" Gadis manis itu lalu terkekeh.
Kyuhyun menyeringai lebar. Tak disangka, pencitraannya sebagai hoobae yang sopan membuatnya semakin dihargai Sungmin. "Tentu saja!" tandasnya.
Sungmin mencubit pipi Kyuhyun gemas. "Kelakuanmu ini persis Kangin, ya. Hanya saja ..., Kangin terlalu berotak mesum, sedangkan kau baik sekali. Kau jangan mesum seperti dia, ya, Kyu."
"Hehehe~" Kyuhyun tertawa renyah, merasa amat tersanjung. Gadis manis polos nan suci di hadapannya tidak tahu saja kelaknatannya yang melebihi Kangin.
Sungmin menatap ke depannya kosong. "Jadi ..., apa yang ingin kau bicarakan denganku?" tanyanya.
Checkmate. Apakah jika Sungmin tahu Kyuhyun hanya modus ingin mendekatinya saja, Sungmin akan menjauhinya?
Ah, tidak. Sungmin kan polos.
"Aku ..., eh ..., ingin berkenalan denganmu." Jawab Kyuhyun jujur.
Bingo. Jawaban itu sungguh tidak masuk akal.
Benar saja, Sungmin malah menatapnya bingung. "Kenalan? Bukankah kita sudah berkenalan? Kau sudah tahu namaku, kan?" tanya Sungmin polos.
Sepertinya, aura modus Kyuhyun sama sekali tidak dirasakan oleh Sungmin dan kesuciannya.
"E-eh, maksudku ..., aku ingin mendengar noona bercerita tentang diri noona sendiri." Ralat Kyuhyun buru-buru dan berkesan gugup. Ia berharap semoga Sungmin tidak mencium aroma modusnya.
Sungmin tertawa lepas melihat Kyuhyun yang gugup. Astaga, ini sungguh memalukan! Pekik Kyuhyun dalam hati.
"Kau seperti yeoja yang berkata pada appa-nya kalau pekan depan teman sekelasnya akan melamar." Sungmin bertutur polos dengan seringai lebarnya.
"Tapi aku namja, noonaa~" Kyuhyun merajuk. Seketika ia tersadar kalau rajukkan khas anak bungsunya ini menjatuhkan harga dirinya di depan Sungmin.
Di luar dugaan, tanggapan Sungmin bukan mengenai nada manja Kyuhyun. "Aduh, Kyuhyun-ah. Jangan panggil aku dengan sebutan noona, deh! Aku tidak pernah membiarkan laki-laki yang dekat denganku memanggilku noona,"
DEG! Jantung Kyuhyun berdegup kencang. Jangan kira jantung Kyuhyun berdegup kencang karena terkalahkan oleh kalimat seorang yeoja. Itu sebenarnya karena 'adik'-nya mulai menegang akibat telinganya yang menangkap kata 'dekat'.
"La-lantas? Aku harus memanggilmu Sungmin?" tanya Kyuhyun memastikan.
Sungmin mengangguk cepat. "Begitu lebih baik menurutku! Nah, sekarang dengarkan aku, ya."
Kyuhyun pasang telinga.
Sungmin mengambil napas, lalu mulai membuka mulutnya. "Namaku Lee Sungmin, putri pertama dari dua bersaudara. Ulang tahunku tanggal 1 Januari. Seandainya aku punya waktu luang, aku suka menghabiskannya dengan bermain piano atau bernyanyi." Jelas Sungmin. "Sudah, kan?"
Kyuhyun sweatdrop. Sepertinya yeoja satu ini benar-benar tidak mengerti maksud modusnya.
"Euh, Sungmin. Apa kau tidak ingin menceritakan tentang sesuatu yang terjadi padamu akhir-akhir ini?" tanya Kyuhyun, memancing.
Sungmin tertawa renyah mendengar pertanyaan Kyuhyun tersebut. "Ah, aku tidak pernah punya peristiwa yang spesial menurutku." Jawabnya. "Tapi ..., aku belakangan ini merasa senang karena bisa berteman dengan seoran namja, contohnya kau, Kyu. Kalau boleh jujur, sebenarnya aku agak takut berinteraksi dengan namja."
Pengakuan Sungmin sukses membuat Kyuhyun mengerutkan kening. "Kenapa harus takut?" tanya Kyuhyun.
Sungmin mengangkat bahu. "Entahlah, mungkin karena tidak terbiasa."
Baru kali ini Kyuhyun merasakan aura yang sedikit ganjil dari seorang Lee Sungmin. Ia melamun karenanya.
"Boom!" Sungmin membuat efek ledakan dengan tangannya di depan wajah Kyuhyun. Kyuhyun seketika tersadar. "Euh, kenapa?"
"Kau malah melamun, ya. Seharusnya kau memperkenalkan dirimu, Kyu." Sungmin berujar sambil memamerkan gigi kelincinya.
"Ah, mianhaeyo." Gumam Kyuhyun. Ia lalu berpikir sejenak, kemudian membuka mulut. "Namaku Cho Kyuhyun. Ulang tahunku tanggal 3 Februari. Hobiku adalah main game dalam bentuk apapun." Jelas Kyuhyun. Seandainya Sungmin peka, pasti yeoja itu mengerti salah satu bentuk game yang dimaksud Kyuhyun.
Namun, sepertinya kepekaan sama sekali tidak berlaku pada Lee Sungmin. "Memang apa hebatnya bermain game? Bukankah itu hanya membuang-buang waktu dan uang?" tanya Sungmin polos.
Pertanyaan polos yang dilontarkan Sungmin sukses menohok jantung Kyuhyun secara telak.
"Aku bermain karena aku suka. Teman-temanku juga suka bermain game. Banyak sekali yang bisa didapat dari game." Jawab Kyuhyun, berusaha menentang opini Sungmin.
Setetes, kemudian dua tetes, dan disusul ratusan tetes air hujan mulai mengairi taman tersebut. Kyuhyun bangkit, menarik tangan Sungmin.
"Ayo kita berteduh di dalam," ajak Kyuhyun.
Tanpa menunggu jawaban dari Sungmin, Kyuhyun menarik yeoja tersebut ke bawah naungan atap sekolah. Kyuhyun membawanya menuju kursi panjang di luar kelasnya, tempat paling strategis untuk melihat hijaunya taman sekolah serta kerennya lapangan basket di dekatnya.
"Sungmin, kau tidak kedinginan, kan?" tanya Kyuhyun sambil duduk.
"Tidak, kok. Aku hanya basah sedikit." Jawab Sungmin sambil menyeringai.
Kyuhyun berusaha mengabaikan bayang-bayang betapa-manisnya-seringaian-imut-Sungmin-setiap-saat. Ini sedang hujan dan ia tidak mau 'adik'-nya terangsang di saat seperti ini. Kyuhyun kemudian membuka ranselnya dan mengeluarkan sebuah jaket hitam dari dalamnya. Ia lalu menyerahkannya pada Sungmin. "Pakailah,"
Sungmin lalu menatapnya dengan tatapan memelas. "Kenapa tidak kau saja yang memakainya? Kau juga basah, bukan?"
Kyuhyun berusaha menenangkan pikirannya agar tidak sampai onani hanya karena tatapan memelas Sungmin. "Tidak apa, kau lebih membutuhkannya."
"Hehehe ...," Sungmin terkekeh. "Gomawo ...," ucapnya, tulus dan riang. Ia lalu memakai jaket tersebut.
.
"Aaahh ..., geliiii ...," Sungmin menggeleng-gelengkan kepalanya, meronta.
Kyuhyun memeluk tubuh seksi Sungmin yang tak terbalut pakaian apapun. "Bersiaplah, aku akan masuk."
"Aah!" Sungmin menjerit pelan saat kejantanan Kyuhyun sudah masuk sepenuhnya.
"Aahh ..., ssshh ..., aahh!" Sungmin mencengkram erat lengan Kyuhyun ketika Kyuhyun menggerakkan kejantanannya. Sedangkan Kyuhyun memejamkan matanya, menikmati remasan otot vagina gadis tersebut.
"Kyuuh ..., basah ..., rambutmuuhh ...," Sungmin berucap lirih.
Kyuhyun terhenti. Rambut? Basah? Seketika Kyuhyun menyadari maksud Sungmin ketika tetesan air turun dari rambutnya, membasahi wajahnya dan kemudian menetes lagi ke wajah Sungmin.
"Aku heran kenapa kau sulit sekali dibangunkan,"
GUBRAK!
.
Kyuhyun membuka matanya. Ia melihat sekeliling, dan menemukan Kangin yang menatapnya galak.
"Kau tidur seperti orang mati!" gerutu Kangin.
Kyuhyun seketika teringat pada mimpinya barusan. Ia melihat ke arah boxernya. Basah.
"Hyung ...," Kyuhyun berucap datar dan dingin.
"Apa? Kau sudah terlambat hari ini!"
"Keluar dulu. Celanaku basah."
Ekspresi kesal Kangin seketika berubah menjadi tawa yang tak tertahankan.
.
.
.
TBC!
.
.
.
Author's note:
Annyeong readers! Kembali lagi bersama saya, unresponsible author pennamed m a y u r a r e, dengan chapter kedua Gameplay yang berisi lemon asam basa garam ini!
Aduh, maaf NC-nya masih jauh dari kata memuaskan. Jujur aja, saya nulisnya masih sambil nyari referensi dari yadong-yadong terdekat, takut ada yang salah gitu.
Maaf juga, chapter ini masih sama kayak yang sebelumnya, nggak sempet dicek ulang apalagi diedit. Keburu lappy saya abis batre. Karena saya melakukan jutaan pelanggaran demi nyalurin imajinazeh liar saya yang lagi menggebu-gebu gak jelas ini :'v /abaikanajasumpah
Harusnya chapter ini lebih panjang lagi dari sebelumnya, eh malah lebih pendek. Habisnya, dengan jutaan pelanggaran itu juga saya sambil bikin poster buat teater bahasa indonesia. Udah gitu anggota kelompok saya ada aja yang rese soal poster, padahal dia aja ga ngerti konsep poster. Kan ribet heloh~ /sumpahmendingdiabaikan
Oh ya, tau kan yang pas Heechul, Yesung, Sungmin, Shindong, sama Leeteuk ngelive berjamaah di ig? Mana si Kyuhyun ada pula, kaga punya ig sih sayangnya. Saya liat, kok, liat. LIAT BERITANYA DOANG DI AKUN Z*NAKOREA 6 JAM KEMUDIAN HUHUHU T_T
Baper iya baper, mana si Yesung aplot video yang dia rekam pas gabut lagi siapsiap ngelive lagi. Aduh emang bias yang satu tuh bikin orang makin gedek ajaaa huaaa~~
Lah, ini malah jadi lapak curcol author :'v
Ya udah deh selese curcolnya. Saya mengharapkan respon positif readers sekalian, loh FYI. Alurnya masih panjang kok, selama review masih mengalir *ngodebangetsi
Eh, tapi saya gak janji bisa apdet kilat, loh. Mungkin sabtu atau minggu depan kali ya saya bisa update lagi? Gak janji deh, itu paling cepet, ya.
Thanks for reading. The last but not least, mind to review?
