.

|EPILOG|

Dua tahun kemudian

Xiumin sudah kuliah, tentu nya bersama teman-teman nya. Baekhyun, Luhan, Tao, Dio, dan Lay. Xiumin mengambil jurusan seni. Entah mengapa dia mengambil jurusan itu. Tentu nya bersama kelima teman nya, mengambil jurusan yang sama. Walau Tao juga mengambil sebuah kegiatan martial art.

Kini, Xiumin duduk termangu di kursi taman, tangan nya tengah memegang erat buku catatan yang berisi coretan-coretan tentang perkuliahan. Tapi, di halaman paling belakang, terdapat sebuah 2 foto.

Bibir Xiumin tertarik membentuk senyuman. Jari telunjuk nya mengusap foto yang berisi 6 namja, namun hanya satu namja yang di usap nya.

"YA! PARK CHANYEOL! APA MAKSUD MU MENGATAKAN AKU SUARA BEBEK HAH?!"

"KENYATAAN BODOH!"

"APA KAU BILANG?!"

Sebuah suara yang mengalihkan perhatian Xiumin. Dan betapa kaget nya. Tengah, dua orang yang berbeda tinggi tubuh nya sedang berkejar-kejaran. Dan dibelakang mereka ada 4 orang yang seperti nya teman kedua orang… itu.

"M—mustahil…"

Mata Xiumin melihat foto, dan depan dengan seksama, berkali-kali. Tapi, tidak ada perbedaan. Apa—mereka…

"…Berenkarnasi…?"

Guman Xiumin, matanya membulat.

"XIUMIN!"

Menoleh kebelakang, terdapat Baekhyun, Lay, Dio, Luhan, dan Tao sedang berlari menuju kearah nya.

"Kau kemana saja hah? Kami mencari-cari diri mu sejak sejam yang lalu, KAU TAHU ITU, BUKAN?!"

Suara Baekhyun terdengar membahana di telinga Xiumin. Yang lain hanya mengelengkan kepala nya.

"Baek, kita baru mencari Xiumin selama 45 menit." Ucap Tao.

Baekhyun berdecih, "Dibulatkan, akan menjadi 1 jam. Sama saja."

"Sudahlah, hey Xiumin, mengapa kau disini?" tanya Luhan.

"Ak—Aku hanya ingin sendiri saja…" jawab Xiumin ragu. Matanya melirik sekilas ke arah namja-namja yang ia perkirakan berenkarnasi. Eh—tunggu, mengapa mereka melihat kemari?

"Tapi Xiumin, kita sampai kecapaian-_- dari pada kita kekantin, aku membawa makanan, mau?" tawar Dio, mengeluarkan kotak bekal berisi makanan-makanan yang ia buat tadi pagi.

"Tentu saja! Lay, kau juga kan?" tanya Luhan, melihat Lay menatap lurus kedepan—tempat namja-namja itu berada, tentu nya.

"Eh, aku mau. Hanya saja… apa perasaan ku saja atau mereka melihat kita?" tanya Lay bingung.

Semua mata melihat apa yang ditunjuk Lay.

"Xi—Xiumin…" Baekhyun menggoyangkan tubuh Xiumin.

"Y—ye…?"

"Orang itu… mirip Jongdae… bukan?"

Bisikan Baekhyun dijawab anggukan Xiumin.

"Mereka juga, sama seperti teman-teman Jongdae." Balas Xiumin, menunjukkan foto yang berada di belakang buku catatan nya.

"Mereka hantu?"

"Bukan, Baek."

"Lalu?"

"Perkiraan ku, berenkarnasi—"

"Eh? Jadi mereka berenkarnasi?"

Baekhyun dan Xiumin menoleh kearah Lay, Luhan, Dio, dan Tao. Menatap Baekhyun dan Xiumin kaget.

"Ka—Kalian…"

"Jadi mereka berawal dari hantu dan berenkarnasi? Wow! Aku jarang melihat hal ini!" seru Luhan girang.

"Orang yang dibunuh atau mati dibawah 15 tahun atau pas. Memang akan berenkarnasi dengan umur yang mereka inginkan." Ujar Dio.

"Hebat sekali…" takjub Tao.

"Tapi… mengapa mereka melihat kita…?" tanya Lay, dia cukup risih dilihat orang, apalagi jika banyak.

"Ya, benar. Apa mereka—atau salah satu dari mereka ada hubungan nya dengan kalian? Xiumin, Baekhyun?"tanya Luhan.

Baekhyun meneguk saliva nya dengan susah payah. Bagaimana cara menjelaskan nya? Ia sudah berjanji kepada Xiumin pada 2 tahun yang lalu untuk tidak membocorkan hal ini kepada yang lain, sekalipun mereka adalah teman-teman nya.

"Ya, ada."

Jawaban Xiumin membuat mereka semakin penasaran. Baekhyun hanya menghela nafas. Xiumin yang berbicara, bukan dia.

"Siapa? Kau atau Baekhyun?"tanya Tao.

"Eng… sebenar nya aku… Baekhyun hanya membantu…" jawab Xiumin. Tidak menyadari bahwa orang-orang yang tadi diam melihat mereka mulai mendekat.

"Siapa?"tanya Lay. Dio mengangguk membenar kan, dia penasaran.

"Dia… bernama Kim Jongdae, tapi… aku tidak tahu siapa namanya sekarang—"

"Kau memanggil nama ku?"

Semua membeku. Bayangan 6 orang yang dapat mereka lihat membuat berkeringat dingin. Jangan bilang, namja-namja tampan itu sudah berada 1 meter di depan mereka.

"Ah—hay… Jongdae… -ssi…" sapa Baekhyun canggung, karena hanya diri nya yang tidak mengerubuni Xiumin. Dia menghadap kearah namja-namja itu.

Namja yang dipanggil Baekhyun hanya tersenyum, "Hay Baekhyun, sudah lama aku tidak bertemu dengan mu."

Namja yang berwajah happy virus menyikut orang yang tadi berbicara dengan Baekhyun, "Kenapa kau mengenal mereka? Hu-uh."

"Berisik."

"Ah, annyeong… Jongdae…" sapa Xiumin, tersenyum canggung, "kau… berenkarnasi…?"

Orang yang bernama Jongdae mengangguk, "Bersama teman-teman ku! Hebat bukan!" girang nya.

"Eng.. hebat… tapi aku merasa teman-teman mu menatap teman-teman ku dengan tatapan... ng… you know…"

Jongdae tertawa, "Kau tahu, teman-teman mu mirip dengan orang-orang masa lalu kami. Entah kebetulan atau apa, benar bukan?"

Jongdae melirik setiap teman nya, dan melirik teman-teman Xiumin yang sudah bersembunyi di balik tubuh Xiumin, kecuali Baekhyun. Walau terlihat risih karena di pandangi terus oleh teman nya yang happy virus ini.

"Hey Baekhyun!" Jongdae berjalan mendekati Baekhyun dan merangkul nya, menatap jahil salah satu teman nya yang menatap nya garang.

"E—eh, wae…?"

"Teman ku menyukai mu." Bisik Jongdae. Pipi Baekhyun sedikit memerah. Hey, mengapa bisa seperti ini?

"Lepaskan, Jongdae-ya!"

"Yang cemburu, week!"

"Awas kau!"

"Wahahaha!"

Xiumin tertawa kecil melihat kelakukan Jongdae dan orang yang ia yakini bernama Park Chanyeol itu. Lalu menatap teman-teman Jongdae yang tersisa.

"Annyeonghaseyo… Wu Yifan-ssi, Kim Joonmyun-ssi, Kim Jongin-ssi, dan… Oh Sehoon-ssi…" sapa Xiumin ramah.

"H—hei… kau mengenal mereka, Xiumin?" bisik Luhan. Dibalas anggukan Xiumin.

"Oh, Hai Xiumin-ssi, kau mirip sekali dengan Minseok -_-a dan hebat, kau bisa mengetahui nama kami!" seru Sehoon.

"Aku, melihat foto di kamar Jongdae. Dan terdapat nama-nama nya, jadi aku langsung hapal." Jawab Xiumin seadanya.

"Oh, foto apa?" tanya Joonmyun.

Dengan ragu, Xiumin membuka halaman terakhir buku catatan nya. Dan menunjukkan foto yang sudah terlihat lusuh dengan tertunduk.

"Bukankah itu saat kita di bukit?" tanya Jongin, melirik teman-teman nya—kecuali Jongdae dan Chanyeol yang masih berkejar-kejaran di kampus.

"Ah… benar. Kau menemukan nya dimana?" tanya Yifan, menatap bingung Xiumin yang masih tertunduk.

"Ba—Baek…" panggil Xiumin, Baekhyun menatap Xiumin, "Kau… yang berbicara."

"E—Eh…?"

Baekhyun membulatkan mata, kaget dengan maksud dari Xiumin.

"Ak—Aku…?" Xiumin mengangguk.

Keempat orang itu langsung menatap Baekhyun lekat.

"Ah! Kau mirip dengan Baekhyun!" pekik Sehoon.

"Eh? Dia memang Baekhyun. -_-"

"Maksud mu, nama nya sama?" tanya Joonmyun, menaikkan sebelah alis nya. Apa yang sebenar nya terjadi? Bahkan namja yang masih menenangkan namja bermata panda mirip dengan… 'dia'.

"Uhk." Joonmyun memijat pelipis nya pelan. Dunia ini benar-benar aneh.

"Ang… Annyeonghaseyo… Byun Baekhyun, teman Xiumin. Dan… dia—Luhan, Dio, Lay, dan Tao… maaf… mengapa kalian melihat mereka dengan… tajam…?"tanya Baekhyun, takut-takut. Beruntung namja bertiang telepon sedang berkejar-kejaran dengan Jongdae.

"Wajah sudah mirip. Bahkan nama pun mirip! Kecuali… dua orang yang tadi kau sebutkan namanya… siapa tadi? D—Dio… dan La—Lay…?"tanya Jongin, menggaruk tenguk nya bingung.

"Dio dan Lay itu hanya panggilan!" sergah Luhan, dia sudah berani keluar dari balik badan Xiumin, "Dio bernama asli Do Kyungsoo, kalay Lay, sama dengan ku, orang China, bernama asli Zhang Yixing!"

"DO KYUNGSOO KAU BILANG?!"

Pekikan Jongin begitu memekik telinga. Sedangkan Joonmyun hanya membulatkan matanya.

"N—nde… wae—yo…?" tanya Dio takut-takut. Dia meremas bahu Xiumin hingga dia meringis.

"Aniyo," sergah Yifan, dia melirik sinis Jongin terlebih dahulu, "lebih baik kita mencari Jongdae dan Chanyeol. Dasar pasangan happy virus."

Ketiga namja mengangguk dan melangkah pergi. Membuat keenam namja yang masih terdiam di tempat menghela nafas lega.

"Seperti… mereka mengenal kita." Ucap Lay pelan, tangan nya menepuk-nepuk bahu Tao yang bergetar.

"Memang," jawab Xiumin singkat, "karena kita mirip dengan 'orang masa lalu' mereka."

"Ngomong-ngomong, mengapa mereka masih mengingat disaat mereka hidup dulu ya? Bahkan Jongdae—ketika menjadi hantu." Tanya Baekhyun, mengacak rambut nya frustasi.

"Permintaan mereka," jawab Tao, ia masih sedikit ketakutan karena tatapan namja yang sangat tinggi, "kata eomma, di sana setelah di beri ujian untuk kembali ke dunia, mereka boleh meminta sesuatu. Dan mungkin, permintaan mereka adalah tetap mengingat semua hal di dunia nya dulu, saat menjadi hantu, di atas sana, dan, di dunia ini."

"Oh, pantas. Seperti nya namja bernama Oh Sehoon itu tertarik kepada ku." Keluh Luhan.

Xiumin tertawa, "Sudahlah, lagipula kalian masih lajang."

"Kau juga-_-"

Xiumin melihat jam tangan nya. 13.50 KST, dia ada jam kuliah lagi.

"Maaf teman-teman. Aku masih ada jam kuliah, pye!"

Xiumin berlari menjauh. Menuju kelas nya yang hanya ditempuh dalam waktu 7 menit. Ya… dia bisa bersantai sebentar sampai seosaengnim nya datang.

7 menit berselang, Xiumin sudah sampai di pintu kelas nya. Sedikit capai karena dia terlalu berlari dengan cepat. Tapi, tak apalah, dari pada di sembur kemarahan oleh Park seosaengnim.

"Ah, Xiumin!"

Xiumin mengangkat kepala nya. Membulatkan mata—kaget, tapi akhir nya dia membalas melambai.

"Kau juga ada jam kuliah, Jongdae?"

Xiumin menghampiri nya, melihat kursi kosong disebelah orang yang tadi menyapanya, ia langsung duduk.

"Nde, aku capek mengejar Chanyeol. Dia tidak kalah gesit -_-" keluh Jongdae.

Xiumin tertawa, "Bagaimana rasanya menjadi manusia—kembali? Kau senang? Ah, bagaimana dengan cita-cita mu?"

Jongdae tersenyum, "Tentu saja aku sangat senang! Bahkan bisa bertemu dengan mu lagi! Dan aku sedang dalam masa trainee!"

Xiumin kembali tertawa dan bertepuk tangan, "Chukkae! Kapan-kapan nyanyikan lagu untuk ku!"

Jongdae mengangguk, sebelum dia menjawab, Park seosaengnim sudah memasuki ruangan. Mau tidak mau, mereka harus menghentikan pembicaraan dan memperhatikan Park seosaengnim.

ͼ My Ghost Epilog ͽ

"Nggghh!" Xiumin meregangkan tubuh nya yang kaku. Mendengar ceramah Park seosaengnim selama 3 jam benar-benar membuat badan nya pegal-pegal. Beruntung dia tidak tertidur. Seperti—

Namja yang ada di sebelah nya ini. Ia tertidur 1 jam sesudah Park seosaengnim memulai ceramah nya.

"Dasar. Dia sebenar nya ingin menjadi artis atau tidak sih." Gerutu Xiumin berguman. Dia memutuskan untuk tidak membangunkan Jongdae—namja yang tertidur di sebelah nya. Tapi… inikan pertemuan nya kembali dengan Jongdae setelah 2 tahun. Bahkan dia hanya berjumpa dengan Jongdae selama 3 hari.

"Hah… sudahlah, biarkan saja." Xiumin kembali berguman sendiri. Teman-teman sekelas nya sudah keluar sejak akhir pembelajaran Park seosaengnim. Hanya tinggal mereka berdua.

Tanpa banyak bicara, Xiumin keluar dari kelas nya. Tapi, belum 1 langkah mendekati pintu, Jongdae sudah memanggil nya.

"XIUMIN!"

Xiumin berdecak, "Kau dari tadi tidur, bodoh."

Jongdae tampak terburu-buru dalam merapihkan peralatan nya. Tidak peduli buku nya ada yang jatuh. Itu membuat Xiumin menghela nafas, akhirnya dia menghampiri Jongdae yang tidak peduli dengan buku nya—

"Kau menjatuhkan ini, dasar ceroboh."

Kini Jongdae berdecak, "Aku tak peduli, dasar uke aneh."

"Eh? Uke? Aku?!"

"Ya, memang kenapa?"

"Rasanya kau yang pantas menyandang uke!"

"Dasar sok, kau uke, aku seme!"

"Apa bukti nya hah?!"

"Kau lebih imut dan terlihat lebih seperti yeoja—sekarang!"

Xiumin sedikit menggerutu, "O—oh, apa karena kau yang lebih tampan heh—eh..?"

"Dengar! Kau sendiri yang mengakui nya kan? HAHAHAHAHAHA!"

Paras Xiumin memerah, "Y—yak! Bukan itu maksud ku! Dasar namja aneh!"

"Kau juga namja, bodoh."

Xiumin menggerutu, "Aku tahu."

Jongdae tertawa pelan, "Lalu, apa yang akan kita lakukan sekarang?"

Xiumin termenung, "Ng… entahlah, aku sedang serius dalam perkuliahan."

"Kau tahu, seperti nya teman-teman ku tertarik dengan teman-teman mu—karena, teman-teman mu seperti orang-orang masa lalu ku." Ujar Jongdae.

"Nde, aku tahu jika mereka menyukai teman-teman ku—dari reaksi nya -_-"

Jongdae kembali tertawa, seperti nya namja ini sangat suka sekali tertawa, "Jadi, apa kau ingin melanjutkan 'kejadian' 2 tahun yang lalu?" tanya Jongdae.

Xiumin tersenyum, "Tentu saja, tuan Kim."

Jongdae langsung merangkul Xiumin, "Nah, ayo kita keluar."

|EPILOG END|

.

HALOHA! RIN COMEBACK xD! Tapi bukan di 'Mianhae, Saranghae' -_-.

MIANHAE! QAQ 'Mianhae, Saranghae' belum Rin lanjutkan karena tugas sekolah menumpuk—5 kerja kelompok dalam 1 minggu pertama di awal masuk. Dan MPK '-' sekarang kan mau pemilihan ketua OSIS di sekolah Rin, makanya Rin sibuk-_-

Sip. Maafkan Rin Rin T.T Tapi Rin janji, jika semua nya sudah selesai, Rin akan kembali menulis 'Mianhae, Sarangahe' '-'9

Btw, kenapa malah bahas ini -_-

Menurut kalian, BAGAIMANA DENGAN FANFIC INI? IDE INI TERLINTAS BEGITU SAJA DI TENGAH KE-BLANK-NGAN OTAK RIN RIN! W(QAQW)

Sip. Maaf GJ -_- Rin tau kok, kalau FanFic ini akanberakhir jelek -pundung-

Tapi, tetep ChenMin xD Dan… unsur YAOI nya sedikit ya? '-'a

Eh, kan ada Kim Xiumin dan Kim Minseok kan? Nah, itu dua orang yang berbeda, namun mirip wajah nya._. eh, kan emang sama –jedag jedug/?-

Dan, ini Mystery nya kurang banget ;_; cuman pas inti nya aja. Dan Romance nya kurang. Paling-paling, pas di Epilog nya ya? -uhuk-, maaf -_-

Oke, tanpa basa-basi. MIND TO REVIEW? #bbuing2~

.

Bandung, 4 September 2013, 17.51 WIB (Btw, 20 hari lagi ultah Rin ._.v)