[REMAKE] Tutor by Moegi Yuu
.
.
Main Casts: Byun Baekhyun, Park Chanyeol
And others.
Genre: Romance, Drama.
Rated: M
.
.
Warning: Yaoi, Some Age-Switch, OOC, No Children
Disclaimer: Cerita sepenuhnya milik Moegi Yuu.
Saya hanya mengganti nama karakter dan beberapa hal lainnya agar sesuai.
.
.
Really hope you guys will enjoy this story~
Review, kritik dan saran sangat dinanti.
No bash. If you hate ChanBaek or hate this story then don't read.
Thank you.
.
.
Pls read remaker's note in the end of the story if you don't mind.
.
.
Chapter 2
"Hey, maaf yaa. Ibuku hari ini sedang tidak ada di rumah, jadi semua cemilan dan teh hari ini aku yang membuatnya," Baekhyun meletakkan baki yang ia bawa di depan Chanyeol. "Maaf jika rasanya tidak seenak buatan ibuku."
Chanyeol tersenyum. "Tidak masalah," jawabnya. "Lagipula aku kesini bukan untuk makan atau minum teh, tetapi untuk membantumu belajar. Dan, terima kasih Baekhyun-ah."
Baekhyun menganggukkan kepalanya dan dengan cepat mengalihkan pandangannya. Dia bisa merasakan wajahnya memanas seketika setelah melihat senyum Chanyeol. Baekhyun merasa dirinya benar-benar kacau. Setelah kejadian kemarin, Baekhyun merasa semuanya menjadi semakin parah. Jantungnya berdebar jauh lebih kencang dari sebelumnya dan dia benar-benar merasa seperti akan mati karenanya.
"Baekhyun-ah," panggil Chanyeol, membuat Baekhyun menoleh. "Sepertinya kau tidak memasukkan gula ke dalam teh ini, tetapi garam."
"Huh? Benarkah?" Sahut Baekhyun tidak percaya. Dia menyesap teh miliknya dan berakhir tersedak karena teh itu terasa benar-benar asin. "Astaga! Maaf, Chanyeol-ah. Aku benar-benar minta maaf."
Chanyeol menggelengkan kepalanya. "Hmm, dan aku juga menyadari sejak tadi. Bajumu... Kau memakai bajumu secara terbalik!" Chanyeol menunjuk ke arah baju yang dikenakan Baekhyun.
"Whoaaaaa!" Seru Baekhyun. "Astaga, aku benar-benar tidak sadar!"
Baekhyun menggeleng-gelengkan kepalanya. Dia bertanya kenapa dia terus menerus seperti ini. Dan parahnya dia selalu seperti ini ketika Chanyeol berada di dekatnya. Benar-benar memalukan.
Baekhyun baru saja hendak membuka bajunya ketika tangan Chanyeol menahannya. Baekhyun menahan napasnya ketika Chanyeol mulai mendekatkan wajah mereka berdua.
"Kau benar-benar ceroboh," ucap Chanyeol kemudian perlahan mengangkat baju Baekhyun dan meletakkan telapak tangannya di dada telanjang Baekhyun. "Apakah aku harus membantumu membenarkannya juga?"
"Tidak!" Baekhyun mendorong Chanyeol seketika sampai Chanyeol terduduk di atas lantai. "Aku bisa melakukannya sendiri!"
Chanyeol terdiam sejenak menatap Baekhyun. Beberapa saat kemudian dia tersenyum lebar dan menganggukkan kepalanya. "Ah, baiklah kalau begitu. Sayang sekali," ucapnya.
Baekhyun merengut dengan wajah memerah. Chanyeol benar-benar suka menggodanya dan ini benar-benar menyebalkan. Semua yang dia rasakan saat ini kepada Chanyeol juga sama sekali tidak membantu. Dengan cepat Baekhyun kemudian berbalik dan bergegas membenarkan bajunya. Dia lalu kembali duduk di depan Chanyeol dan mereka pun mulai kembali belajar.
"Chanyeol-ah..." ucap Baekhyun beberapa saat kemudian.
"Hmm?"
"Kau punya murid lain selain diriku kan?" Tanya Baekhyun. "Apa kau melakukan hal seperti ini juga kepada murid-muridmu itu?"
Chanyeol menatap Baekhyun bingung, namun kemudian tatapan bingung itu seketika berubah menjadi tatapan menggoda. "Apa maksudnya dengan hal ini? Aku tidak mengerti jika kau tidak menjelaskannya kepadaku dengan benar."
"Aish!" Baekhyun menatap Chanyeol kesal. "Terserahlah. Itu tidak penting juga."
Chanyeol hanya tertawa mendengar jawaban Baekhyun.
Beberapa jam kemudian, jam mengajar Chanyeol di rumah Baekhyun pun selesai. Setelah membantu Baekhyun beres-beres, dia pun melangkah keluar dari rumah Baekhyun dengan Baekhyun yang mengantarnya sampai ke depan pagar. Chanyeol berbalik dan tersenyum tipis melihat Baekhyun yang terlihat benar-benar kelelahan.
"Terima kasih atas hari ini," Baekhyun membungkukkan tubuhnya.
Chanyeol menepuk kepala Baekhyun lembut. "Ya, sampai jumpa lagi. Jangan lupa kerjakan pekerjaan rumah yang aku berikan kepadamu, okay?!"
"Ya..." Baekhyun mendengus sebal. Dia benar-benar tidak suka ketika Chanyeol memperlakukannya seperti anak kecil.
"Ah, ini benar-benar Chanyeol hyung!"
Suara seseorang yang menyebutkan nama Chanyeol membuat Baekhyun dan Chanyeol menoleh bersamaan. Disana, tak jauh dari mereka, seorang laki-laki yang masih mengenakan seragam tampak berdiri menatap Chanyeol.
"Sehun-ah?" ucap Chanyeol tampak kaget. "Apa yang kau lakukan disini?"
Anak laki-laki yang dipanggil Sehun itu berjalan mendekat. "Aku baru saja dari rumah temanku di dekat sini," jawab Sehun. Dia kemudian menyadari sosok Baekhyun dan tersenyum lebar. "Hey, siapa itu?"
Baekhyun terdiam menatap Sehun. Sehun terlihat benar-benar tampan dan melihatnya berdiri di samping Chanyeol sekarang ini membuatnya seperti terkena visual attack. Sehun juga terlihat begitu imut ketika dia tersenyum.
Sehun menatap Baekhyun dengan seksama sebelum mengangguk-anggukkan kepalanya. "Apa kau murid Chanyeol hyung juga?" Tanyanya.
"Baekhyun-ah," sahut Chanyeol. "Perkenalkan, ini Oh Sehun. Dia muridku juga."
"Hai, aku Oh Sehun. Senang bertemu denganmu," ucap Sehun menunjukkan senyum lebarnya lagi.
"Ah ya, aku Byun Baekhyun. Senang bertemu denganmu juga," ucap Baekhyun canggung.
Chanyeol menghela napas panjang melihat interaksi Baekhyun dan Sehun. Dia benar-benar tidak pernah mengharapkan ini terjadi. Dia benar-benar tidak mau Baekhyun bertemu dengan Sehun. Ini semua benar-benar di luar dugaan dan dia merasa harus segera memperingatkan Baekhyun akan Sehun.
"Baekhyun-ah," Chanyeol berjalan mendekat ke arah Baekhyun dan meletakkan kedua tangannya di atas bahu Baekhyun. "Jangan terlalu dekat dengan Sehun, mengerti?" bisik Chanyeol pelan, berusaha keras agar Sehun tidak mendengarkan ucapannya kepada Baekhyun.
"Eh?" Baekhyun menatap Chanyeol bingung.
"Hanya jangan, okay? Dengarkan saja ucapanku dan kau akan baik-baik saja," bisik Chanyeol dengan nada serius.
"Hei, apa yang kalian bicarakan?" Seru Sehun. "Aku juga mau dengar!"
Chanyeol mengedipkan matanya sebelum akhirnya menarik dirinya menjauh dari Baekhyun. Dia kemudian tertawa keras kepada Sehun dan menepuk-nepuk bahunya kencang, membuat Sehun menatap Chanyeol aneh.
"Bukan apa-apa. Sudah larut malam, sebaiknya kita pulang sekarang. Sampai jumpa lagi Baekhyun-ah," ucap Chanyeol sembari mendorong Sehun pergi tidak peduli dengan Sehun yang terus menerus berkata kalau dia masih ingin mengobrol dengan Baekhyun.
Baekhyun melambaikan tangannya sampai Chanyeol dan Sehun berbelok di ujung jalan. Dia mengerenyitkan dahinya, bertanya-tanya apa maksud Chanyeol yang menyuruhnya untuk tidak dekat-dekat dengan Sehun padahal Chanyeol sendiri terlihat begitu dekat dengan Sehun.
Baekhyun merengut sembari menggenggam erat pagar rumahnya. Entah kenapa dia merasa tidak senang melihat kedekatan Sehun dan Chanyeol. Tentu saja Chanyeol dekat dengan semua muridnya, bukan hanya dengannya saja. Dan mungkin Chanyeol juga melakukan semua hal yang dia lakukan kepada Baekhyun, kepada semua muridnya juga.
"Kenapa aku merasa cemas begini?" Baekhyun meletakkan tangannya di depan dada dan menghela napas panjang.
.
.
.
.
Ding... Dong... Ding... Dong...
"Ya, tunggu sebentar!"
Baekhyun berlari kecil menuju pintu depan ketika dia mendengar bel rumahnya dipencet berkali-kali. Dia membuka pintu rumahnya dan seketika terkejut ketika melihat Sehun berdiri dengan senyum lebar di hadapannya. Dia mengarahkan kepalanya kesana kemari, mencari-cari Chanyeol yang mungkin datang bersamanya, tapi Chanyeol tak ada disini.
"Sehun-ssi?" Baekhyun mengerutkan dahinya.
"Hello! Aku kesini untuk mengunjungimu, Baekhyun-ssi," ucap Sehun dengan nada gembira.
"Uhm, baiklah..."
"Apa aku boleh masuk?" Tanya Sehun.
Baekhyun menganggukkan kepalanya dan mempersilahkan Sehun masuk. Dengan gembira, Sehun melangkahkan kakinya masuk dan mengikuti Baekhyun ke ruang tamu. Kedua mata Sehun melihat kesana kemari memperhatikan keadaan rumah Baekhyun. Baekhyun sendiri hanya bisa tersenyum melihatnya karena Sehun terlihat benar-benar imut saat ini.
"Kemarin Chanyeol hyung mengganggu jadi aku tidak bisa bicara banyak denganmu. Karena itu aku hari ini memutuskan untuk datang kesini mengunjungimu," jelas Sehun ketika Baekhyun meletakkan segelas jus jeruk segar di atas meja untuknya. "Maaf jika aku datang tiba-tiba dan malah mengganggumu."
"Tidak, tidak apa-apa," jawab Baekhyun.
"Benarkah? Baguslah kalau begitu," ucap Sehun senang.
Baekhyun menghela napas panjang. Tiba-tiba saja di dalam pikirannya melintas haruskah dia menanyakan soal hubungan Sehun dengan Chanyeol. Dia terus menerus memikirkan soal ini sejak semalam.
"Sehun-ssi," panggil Baekhyun.
"Ya?"
"Dari yang aku lihat kemarin," Baekhyun melanjutkan. "Kau sepertinya memiliki hubungan yang sangat dekat dengan Chanyeol ya?!"
Sehun terdiam sejenak sebelum akhirnya menganggukkan kepalanya. "Tentu saja kami dekat," jawabnya. "Kami berdua masih saudara jauh. Kebetulan saja dia akhirnya menjadi tutorku, tapi aku sama sekali tidak bisa memanggilnya seonsaengnim. Itu akan terasa benar-benar canggung dan aneh."
"Ah, begitu. Ternyata begitu," ucap Baekhyun. Dia tidak bisa menahan senyumnya mendengar jawaban dari Sehun. Entah kenapa dia benar-benar lega mendengar jawaban Sehun.
Sehun sama sekali tidak melewatkan perubahan ekspresi Baekhyun di hadapannya. Tiba-tiba saja tatapan mata Sehun yang lembut dan kekanakan berubah menjadi tajam. Namun, Baekhyun sama sekali tidak menyadari semua itu.
"Baekhyun-ssi, kau menyukai Chanyeol hyung ya?" Tanya Sehun kemudian.
Baekhyun tersentak mendengar pertanyaan Sehun, tetapi dia tidak bisa mengeluarkan kata tidak untuk pertanyaan itu. Membuat Sehun menghela napas sebal di tempatnya.
"Apa yang bagus dari Chanyeol hyung?" Tanya Sehun lagi sembari menopang dagunya di atas meja. "Dia bertingkah seperti dia tahu segalanya. Dia juga suka menggoda dan menjahili orang lain hanya untuk mengetahui reaksi dari orang itu. Dia adalah orang yang menyebalkan. Tidak ada yang bagus darinya."
"Ya, itu memang benar," Baekhyun mengakui. "Sikapnya memang terkadang menyebalkan, tetapi dia adalah orang yang baik. Dia bukan orang jahat."
Baekhyun meremas kedua tangannya erat. Dia bisa merasakan wajahnya memanas mengingat semua yang pernah Chanyeol lakukan kepadanya. Chanyeol memang menyebalkan dan bahkan suka bertingkah mesum, tetapi Chanyeol memiliki banyak kebaikan juga dan Baekhyun menyukai semua kebaikan dari Chanyeol itu.
Sehun memandang Baekhyun datar namun sedetik kemudian seringai lebar muncul di wajahnya. Dia mendekatkan tubuhnya kepada Baekhyun sehingga dia bisa menyentuh dada Baekhyun.
"Kalau begitu aku juga baik untukmu kan, Baekhyun-ssi?" ucapnya.
Baekhyun memandang Sehun bingung, tetapi dia akhirnya menganggukkan kepalanya menjawab pertanyaan Sehun.
Sehun tertawa. Dia kemudian mendorong tubuh Baekhyun sehingga Baekhyun terbaring di atas lantai. Dengan cepat, dia kemudian naik ke atas tubuh Baekhyun dan menahan kedua tangan Baekhyun tepat di samping kepala Baekhyun.
Baekhyun tersentak. Ekspresi Sehun benar-benar terlihat menyeramkan di matanya saat ini. Semua anggapannya soal Sehun yang imut dan tampan seketika menghilang. Kedua mata Sehun yang menatapnya tajam benar-benar membuatnya ketakutan. Dia berusaha melepaskan tangannya dari cengkraman Sehun, tetapi Sehun menahannya dengan sangat kuat.
"Sekarang aku menemukan seseorang yang menarik. Aku tidak akan membiarkan Chanyeol hyung mengambilnya dariku," bisik Sehun tepat di telinga Baekhyun, membuat Baekhyun merinding seketika. "Kita akan bersenang-senang, Baekhyun-ssi."
Mulut Baekhyun terbuka lebar karena kaget. Melihat tatapan Sehun, Baekhyun seketika sadar bahwa dia dalam masalah besar saat ini. Dia menggeleng-gelengkan kepalanya. Sehun akan memperkosanya. Tidak. Ini tidak boleh terjadi.
"Sehun-ssi, sepertinya kau salah paham. Aku..."
Ucapan Baekhyun terhenti seketika ketika Sehun mendaratkan bibirnya tepat di atas bibir Baekhyun. Baekhyun terkesiap. Ini tidak benar. Baekhyun terus berusaha membebaskan diri, tetapi tenaga Sehun jauh lebih besar darinya. Baekhyun terus menggeleng-gelengkan kepalanya. Semua ini terasa begitu berbeda dari saat Chanyeol menciumnya. Ini terasa menjijikkan. Dia tidak menginginkan ini semua.
Baekhyun menutup kedua matanya erat ketika Sehun mulai mencium telinga dan lehernya. Air matanya mulai memaksa keluar. Chanyeol. Dalam hati dia terus berteriak memanggil nama Chanyeol.
"Aku rasa ini sudah cukup!"
Baekhyun tersentak ketika dia mendengar suara seseorang yang familiar di telinganya. Dia juga bisa merasakan cengkraman Sehun yang terlepas dari kedua tangannya.
Baekhyun membuka kedua matanya. Dia bisa melihat Chanyeol berdiri tepat di belakang Sehun, memandang Sehun dengan tatapan datar. Rasa lega seketika muncul di dalam dadanya. Chanyeol datang. Chanyeol menyelamatkannya.
"Apa-apaan ini? Kenapa kau berada disini? Apa ini harimu mengajar?" Tanya Sehun dengan nada mengejek.
"Ya, hari ini aku memiliki jadwal untuk mengajarmu," jawab Chanyeol sembari menarik Sehun untuk berdiri dan menjauh dari atas tubuh Baekhyun.
Sehun mendengus. "Benarkah? Aku benar-benar lupa."
"Ketika aku datang ke rumahmu, para pelayan bilang kalau kau belum pulang. Aku punya firasat kau ada disini, dan ternyata benar," ucap Chanyeol.
Sehun menarik tangannya agar terlepas dari tangan Chanyeol dan kembali mendengus. "Jika Baekhyun-ssi benar-benar berharga bagimu sampai-sampai kau langsung kemari ketika sadar bahwa dia adalah targetku selanjutnya, lebih baik kau pasangkan saja tali di lehernya."
"Hmm, itu ide yang sangat bagus."
Sehun memutar kedua bola matanya. "Sayang sekali," gumamnya. "Aku sudah tidak mood lagi. Aku tidak akan pulang hari ini, jadi kau tidak usah datang ke rumahku."
Sehun meraih ranselnya dan melangkah pergi, membanting pintu di belakangnya.
Chanyeol menghela napas panjang melihat kepergian Sehun. Dia kemudian melangkah mendekati Baekhyun dan membantu Baekhyun untuk duduk.
Baekhyun terlihat masih sangat terkejut karena apa yang baru saja terjadi kepadanya. Dia benar-benar tidak menyangka Sehun akan bersikap seperti tadi.
"Kau pasti terkejut," Chanyeol membuka suaranya. "Sehun memang suka bertingkah imut seperti anak anjing atau anak kucing untuk menarik perhatian orang, tetapi apa yang baru saja kau lihat adalah dirinya yang sebenarnya."
Baekhyun menoleh menatap Chanyeol.
"Karena itu aku menyuruhmu untuk jangan dekat-dekat dengannya," tambah Chanyeol.
"Bagaimana aku bisa tahu kalau dia seperti itu?" Baekhyun menatap Chanyeol dengan kedua matanya yang berkaca-kaca.
"Kesimpulannya, kau adalah orang yang mudah tertipu, lamban dan juga tidak memiliki sifat alami untuk bisa melindungi dirimu sendiri, Baek," jawab Chanyeol.
Baekhyun menundukkan kepalanya. Dia mengakui semua perkataan Chanyeol, tetapi apa harus Chanyeol mengatakannya secara langsung seperti itu? Chanyeol benar-benar tidak sensitif.
Chanyeol terkekeh melihat ekspresi sedih Baekhyun. Perlahan dia menyentuh dagu Baekhyun dan membuat Baekhyun menatapnya kembali. "Karena itu, aku disini sangat khawatir bahwa suatu hari nanti akan ada seseorang yang mengambilmu dariku," ucap Chanyeol lembut. "Ini benar-benar tidak mudah bagiku."
"Chanyeol..."
Chanyeol tersenyum. "Apa saja yang Sehun lakukan padamu ngomong-ngomong?"
"Eh? Bukan apa-apa," jawab Baekhyun.
Chanyeol mendekatkan wajah mereka berdua, membuat jantung Baekhyun berdebar dengan begitu keras karenanya. "Beritahu aku semuanya," ucap Chanyeol.
"Dia... Dia mencium bibirku, dan juga telingaku..."
"Selain itu?"
"Tidak ada lagi. Hanya itu."
"Hanya itu?"
Baekhyun menganggukkan kepalanya.
Perlahan, Chanyeol semakin mendekatkan wajah mereka berdua dan kemudian ia mendaratkan kecupan di atas bibir Baekhyun. Membuat Baekhyun terkejut namun dia sama sekali tidak menghindar. Dia membuka kedua matanya dan merasa meleleh ketika dia melihat Chanyeol menatapnya dengan lembut.
"Buka mulutmu sedikit," perintah Chanyeol kemudian.
Baekhyun terdiam sejenak, namun akhirnya dia membuka mulutnya. Dia menerima begitu saja ketika Chanyeol mulai menciumnya lagi. Mengecup dan melumat bibirnya lembut, membuatnya merasa seperti melayang seketika. Cara Chanyeol menciumnya benar-benar berbeda dengan saat Sehun menciumnya tadi. Ciuman Chanyeol sama sekali tidak terasa menjijikkan untuknya. Baekhyun merasa malu, tetapi dia sama sekali tidak membencinya.
"Ah, Yeol, tunggu..."
Baekhyun mendesah pelan ketika Chanyeol mulai mencium dan menjilat telinganya.
"Yeol, Sehun tidak melakukan itu," Baekhyun mengerang.
Chanyeol tidak mendengarnya. Perlahan ia mendorong Baekhyun sehingga Baekhyun kembali berbaring di atas lantai. Kedua tangan Chanyeol bergerak mengangkat kaus yang dikenakan oleh Baekhyun. Baekhyun sendiri hanya bisa mengerang dan mendesah menikmati semua yang Chanyeol lakukan kepadanya.
"Baekhyun-ah, kau mungkin saja berbohong kepadaku, jadi aku harus memeriksa semuanya langsung," bisik Chanyeol.
"Aku tidak berbohong," ucap Baekhyun, namun dia tidak bisa melanjutkan ucapannya ketika Chanyeol mulai mencium lehernya.
Chanyeol terus menggerakkan bibir dan lidahnya di leher Baekhyun, sedangkan jari-jarinya terus menggoda kedua puting Baekhyun.
"Chanyeol!" Baekhyun berseru ketika Chanyeol menggigit pelan leher Baekhyun.
"Aku belum menyentuhnya, tetapi dia tampaknya sudah mengeras," ucap Chanyeol sembari menggerakkan jari-jarinya turun sampai menyentuh kancing celana Baekhyun.
Chanyeol mulai membuka kancing celana Baekhyun dan menariknya turun. Perlahan, dia mendaratkan bibirnya di paha mulus Baekhyun, membuat Baekhyun semakin mendesah tak terkendali dengan wajah yang memerah.
"Kau mengeras hanya karena aku menggodamu sedikit," Chanyeol terkekeh.
"Chan-Chanyeol..."
Chanyeol menghisap dua jarinya dan kemudian dengan pelan memasukkannya ke dalam lubang Baekhyun. Baekhyun menggeleng-gelengkan kepalanya. Chanyeol benar-benar membuatnya gila. Semuanya benar-benar terasa berlebihan, tetapi dia juga tidak mau Chanyeol berhenti.
Baekhyun mengerang kencang ketika Chanyeol mulai mengecup dan menjilat kejantanannya yang sudah berdiri tegak. "Chanyeol, jangan gigit disana," bisik Baekhyun. "Kau suka menggigit tubuhku, tapi aku mohon jangan gigit disana."
Chanyeol mendengus. "Disana dimana? Aku tidak mengerti jika kau tidak mengatakannya dengan benar," ucap Chanyeol dengan nada menggoda.
Baekhyun mengangkat tangannya dan perlahan menurunkannya sehingga kini kedua tangannya menggenggam erat kejantanannya sendiri. Chanyeol menyeringai menatap apa yang sedang Baekhyun lakukan saat ini.
"Disini," ucap Baekhyun sembari memompa kejantanannya sendiri.
"Kau benar-benar tahu bagaimana cara menggodaku, Baekhyunnie," Chanyeol terkekeh.
Dengan cepat, Chanyeol membuka celananya sendiri dan mulai mengeluarkan kejantanannya. Napas Baekhyun memburu ketika ia melihat kejantanan Chanyeol yang terlihat begitu besar dan keras di hadapannya. Chanyeol menyeringai. Perlahan tapi pasti, dia mulai memasukkan dirinya ke dalam diri Baekhyun. Membuat Baekhyun terkesiap karena rasa sakit yang dirasakannya.
Chanyeol mengangkat kepalanya dan tanpa ragu mencium Baekhyun. Membelit dan menghisap lidah Baekhyun, berusaha keras membuat Baekhyun melupakan rasa sakitnya.
"Chanyeol!"
"Tenang, Baek. Santailah. Semuanya akan baik-baik saja," Chanyeol bergumam di bibir Baekhyun dan terus memasukkan kejantanannya ke dalam diri Baekhyun.
"Chanyeol, aku..."
"Aku sudah masuk Baek," bisik Chanyeol.
Baekhyun menganggukkan kepalanya dan melingkarkan kedua lengannya di leher Chanyeol. "Bergeraklah," ucapnya kemudian.
Chanyeol tersenyum dan mulai menggerakkan dirinya di dalam Baekhyun. Membuat Baekhyun mulai mendesah dan mengerang kembali. Jantung mereka berdua terdengar berdebar begitu kencang dan saling bersahutan. Chanyeol memeluk Baekhyun erat, menenggelamkan wajahnya di leher Baekhyun dan terus bergerak.
Mereka berdua berteriak kencang saling memanggil nama satu sama lain ketika mereka mencapai puncak bersamaan. Chanyeol mengangkat kepalanya perlahan dan tersenyum lembut melihat wajah Baekhyun yang memerah dan tampak puas.
"Chanyeol, aku mencintaimu," gumam Baekhyun sembari membuka kedua matanya.
Chanyeol tersentak, namun sedetik kemudian dia langsung mendaratkan satu kecupan di bibir Baekhyun. "Butuh waktu lama bagimu untuk menyadarinya heh," ucap Chanyeol.
.
.
.
.
"Baekhyun-ah, ini untukmu."
Chanyeol melemparkan tali leher yang ada di atas tangannya ke atas meja di hadapan Baekhyun. Baekhyun mengambilnya dan mengerenyitkan dahi bingung menatapnya.
"Untuk apa ini?" Tanya Baekhyun.
"Well, kau ingat ide Sehun waktu itu kan?" Chanyeol menyeringai.
Baekhyun tersentak ketika dia menyadari apa maksud dari Chanyeol. Tentu saja dia ingat apa yang Sehun katakan, tetapi dia sama sekali tidak menyangka Chanyeol akan mengartikannya seperti ini. Tidak mungkin Chanyeol akan benar-benar memasangkan tali leher ini kepadanya kan? Baekhyun menatap Chanyeol tidak percaya.
"Kau sedang sibuk belajar mempersiapkan ujian saat ini jadi aku tidak akan memaksamu untuk memakainya. Tapi, ketika ujianmu sudah selesai, ayo kita pakai itu," ucap Chanyeol dengan senyum lebar di wajahnya.
"Apa? Kau serius? Tidak. Aku tidak mau!"
.
.
The End
.
.
Jengjeng~ Ini dia chapter dua.
Told you before jangan bingung kalau aku pasang the end di akhir setiap chapter yaa karena Katekyo! a.k.a Tutor ini lebih kayak kumpulan one shoot, so don't worry ini belum bener-bener akhir dari cerita ini kok, masih banyak chapter-chapter lain yang menunggu~
So sorry jika enaena nya sama sekali tidak hot. Huhu. I'll try to be better in the future~
And thank you so much buat yang udah review di chapter sebelumnya:
WinterJun09, Guest, alietha doll, Shiro Park, Kimsymp, brinabaek, n3208007, imgezz, Sitachaan, ooharinoshxo
Thank you juga buat kalian yang udah follow dan favorite cerita ini. Jangan lupa tinggalin review yaa! Hohoho
Btw buat Shiro Park: wah, aku emang udah kepikiran mau remake yang Sleepless Night. Tunggu aja tanggal mainnya yaa. Doain aja semoga bisa secepetnya. Hehe.
Sekali lagi terima kasih banyak semuanya~ Don't forget to leave your review for fast update! Hohoho.
See you soon in the next chapter!
Bubye~
