Naruto DxD : Missions

Genre : Adventure, frienship.

Warning : ooc, typo, bahasa kurang jelas, dan kesalahan lain yang susah sekali dihilangkan.

Chapter 2

Atap sekolah

" hei, bisa kau jelaskan apa alasanmu memanggilku kemari, Issei? "

Seorang pemuda berambut kuning cerah melirik kesamping kanan nya dimana sang sahabat yang bernama lengkap Hyoudo Issei yang duduk berdampingan dengannya di temani kopi kaleng dingin.

" Naruto, saat aku bilang padamu 'aku bisa mengatasi semua' itu bohong, aku… tak bisa mengatasi nya "

Sedikit gemetar Issei tubuhnya gemetar kuat bukan karena kedinginan ataupun takut, tapi karena suatu rasa dalam dirinya akan ingatan masa lalu hal yang membuatnya harus kehilangan keutuhan keluarga karena makhluk 'itu'.

Pluk..

Sebuah tangan menepuk pundak Issei dan dia adalah Naruto yang tersenyum padanya

" gak papa lah.. kita'kan teman bukan tapi sahabat, ya'kan? Dan aku ada disini untuk membantumu "

" Naruto terima kasih "

[jangan lupakan aku patner ]

Sebuah suara yang muncul didalam kepalanya yang Cuma bisa didengarnya, suara sang Heavenly dragon

' Draig.. terima kasih patner'

" sekarang ayo kita kembali ke kelas. Pelajaran terakhir mau dimulai " ajak Naruto setelah menghabiskan minuman kalengnya dan membuangnya ke tong sampah didekat sana dan diikuti oleh Issei.

" ya "

.

.

.

.

.

.

" jadi bisakah Namikaze-san dan Hyoudo-san datang ke ruang club kami? " seorang pemuda berambut pirang lurus dengan wajah tampan dengan sedikit memohon kepada Naruto dan Issei untuk mengajak mereka ke club nya.

'eh, langsung secara frontal. Uhh, tak ada pilihan lain'

'aku percaya padamu Naruto'

"baiklah, pimpin jalannya"

Seru Naruto dan dibalas senyuman senag oleh pemuda pirang didepannya,

" kalau begitu, lewat sini " ajaknya langsung memimpin jalan.

XXXXxxxxwsa krisnaxxxXXXX

" kami mengajak kalian berdua untuk bergabung di club peneliti ilmu gaib, Namikaze-kun dan Issei-kun " ucap seorang gadis bersurai merah pandang yang duduk disofa berhadapan dengan Naruto dan Issei.

" eetto, bagaimana ya? aku harus kerja paruh supaya bisa membiayai hidup jadi aku menolaknya Gremory-senpai " tolak halus Naruto diikuti senyumannya yang lembut, walau dalam hati Naruto 'najis, siapa yang mau juga. Jilat anus gajah sono'.

" souka, sayang banget. Bagaimana denganmu Issei-kun? " kali ini Rias melihat Issei tak lupa mimik wajah yang bisa dibilang imut.

" gomen senpai, aku juga harus kerja paruh sama seperti Naruto. Ibuku juga sedang dirawat dirumah sakit sedangkan tou-san sudah 'meninggal' " tolak Issei tak lupa wajahnya mulai menggelap tertutupi oleh poni surai cokelatnya pada kata 'meninggal'.

" uhm, sayang sekali. Tapi kalau kalian berubah pikiran club ini selalu terbuka untuk kalian " si gadis yang diketahui bernama Rias Gremory sedikit tak rela membiarkan kedua pemuda ini tak masuk clubnya tapi mau bagaimana lagi ia tak mungkin memaksa karena itu 'dilarang'.

'jangan ngarep deh' pikir Issei dan Naruto yang langsung pamit dari sana dengan alasan ada urusan.

" bagaimana buchou? " sebuah pertanyaan keluar dari mulut seorang gadis berambut hitam panjang yang diikat ponytail muncul dari euangan lain karena mengurus sesuatu.

" sayang sekali. Mereka menolak padahal aku menginginkan mereka. Akeno suruh koneko mengawasi mereka berdua aku yakin mereka mempunyai sacred gear dan menyadari kekuatannya " perintah cepat Rias

" ha'i buchou, aku mohon pamit pulang "

" ya " hanya balasan singkat dari Rias.

'Hyoudo Issei dan…. Namikaze Naruto kalian menarik sekali' begitulah isi pikiran sang gadis bersurai merah itu.

Dengan Naruto dan issei

Keduanya sedang berjalan pulang tadinya mereka mau ke kafe tempat mereka bekerja tapi mereka mendapat sms bahwa kafe akan ditutup dulu.

" oi Naruto apa kau rasa mereka akan berhenti mengajak kita? " suara Issei memecah keheningan diantara dia dan Naruto,

" entahlah, lagipula pada dasarnya 'mereka' itu makhluk egois jadi kupikir mereka tak akan berhenti semudah itu " balas Naruto dengan menyampai sebuah fakta tentang 'mereka'.

" hehehe… lihat dua bocah makhluk rendahan. Kuharap daging kalian enak dimakan " sebuah suara mengalihkan pandangn Issei dan Naruto kearah sebuah rimbunan pohon bambu. Jalan yang mereka lewati memang jauh dari keramaian dan berada didekat hutan.

Perlahan muncullah sosok mahluk bertubuh besar sebesar gajah dengan wajah mirip babi dan membawa kapak perang dikedua tangannya jelas dia bukanlah makhluk sirkus ataupun orang jahil yang memakai kostum untuk mengerjai orang. Makhluk itu asli dan disebut iblis liar.

" matilah bocah " mengagumkan, meski tubuhnya besar tapi dia memliki kecepatan luar biasa yang bisa diikuti mata. Ia sudah muncul dibelakang Issei dan Naruto bersiap menebaskan kapaknya kearah punggung mereka.

BRAKK

Suara tanah yang hancur karena terkena kapak iblis itu tanpa berhasil menebas punggung dua pemuda itu karena keduanya meloncat kearah depan.

" aku lagi gak mood tapi kalau dibiarkan akan mengganggu orang lain, ya'kan Iss-"

Ucapan Naruto terhenti karena sang sahabat sudah melesat kearah iblis liar dengan tangan kiri terselimuti sarung tangan warna merah sesiku dengan berlian hijau dipunggung telapak tangannya. Boost sebuah suara muncul dari berlian hijaunya menandakan bila kekuatannya sudah digandakan.

" heyyahhh" teriak Issei sambil memberikan pukulan tangan kiri yang diselimuti aura warna merah gelap yang dengan cepat mengenai dada si iblis liar dan membuatnyya terpental ke belakang.

BUGGHH

"sialan, kau hebat juga, kita main-main sebent-" si iblis liar tak jadi menyelesaikan kata-katana akrena ia harus menghindari sebuah tendangan dengan berguling kesamping kanannya.

" aku lagi gak mood. Naruto "

" oke "

Sebuah cahaya muncul dileher Naruto dan berubah menjadi sebuah kalung dengan bandul sebuah lingkaran dengan kepala singan ditengahnya.

" ayo leon " entah bicara pada siapa Naruto meloncat ke depan makhluk itu dengan sebuah tombak dari cahaya ditangan kanannya. Lagi-lagi si iblis liar harus menghindar dengan meloncat kebelakang karena tak ingin tertusuk tombak cahaya Naruto.

Stab

" masih belum " Naruto mengangkan tangan kirinya keatas dan secara perlahan kumpulan cahaya berkumpul dan membentuk tiga tombak cahaya dan ia melemparkannya kaearah si iblis liar.

Swushh … swushh .. swushh

Trank .. trank … trank

Si iblis liar tak kehilangan akal ia menggunakan kedua kapak dikedua tangannya untuk menangkis tombak cahaya yang menyerangnya.

" hebat. Tapi kau lengah " sebuah suara mengalihkan si iblis liar kesamping kirinya dan melihat Issei dengan tangan kanan diselimuti aura merah gelap

[Boost]suara mekanik terdengar dari sarung tangan Issei membuat aura di tangan kanannya berlipat ganda dan siap dihantamkannya.

BUAGHH ...

Dengan keras Issei melepaskan tinju nya kewajah iblis liar dan membuatnya terpental keatas samping kanannya tak lupa dua kapaknya terlepas dari kedua tangannya.

WUSHHH

Naruto sudah siap dengan dua pedang cahaya dikedua tangannya siap ditebaskan kearahnya.

" sampai jumpa "

SPLASSHH …. SPLASHH

Naruto mengayunkan pedang ditangan kanannya kearah tubuh si iblis liar dan disambung dengan pedang ditangan kirinya membuat tanda X ditubuh si iblis liar.

" guoohhh " Cuma itu yang keluar dari mulut si iblis liar.

[Boost]

" terima ini Dragon shot " Issei menembakkan bola merah gelap dengan daya hancur kuat kearah si iblis liar.

Dhuarrr

Dragon shot issei menghasilkan suara yang memekakkan telinga dalam jarak 20 meter dari pusatnya.

Tak ada yang tersisa hanya sebuah kawah kecil sedalam 2-4cm dan lebar sekitar 1m, tubuh iblis liar itu musnah karena tak sanggup menahan day hancur dari serangan issei tadi.

" selesai sudah "

" sebaiknya kita pulang "

" ya "

Issei dan Naruto beranjak pergi dari temapat itu menghiraukan seorang gadis bertubuh loli bersurai putih tak jauh dari sana.

'buchou harus tau ini' batinnya.

done.

maaf menunggu lama, maaf juga pendek, hehesaya coba gak langsung jadiin Issei sama Naruto budak iblis atau mungkin enggak. ehehe

gimana actionnya? seru? kurang? ah, sudah lama saya gak bikin cerita mau gimana lagi. oh saya juga pengen tanya buat fict saya yang satunya saya bingung buat lanjut atau saran?

segitu dulu akhir kata Review nya reader sekalian.