Plus Nine Boy 2

.

Cast :

Jung Yunho (29 tahun)

Kim Jaejoong (27 tahun)

Other cast :

Son Dongwoon (29 tahun)

Kim Junsu (25 tahun)

Park Yoochun (29 tahun)

Genre :

Shonen-ai/Boys Love/Chaptered/Transformasi story

Pairing :

YunJae sligh WoonJae xD

Story by :

Dipa Woon

Chapter : 2 (dua)

Note :

Cerita ini terinspirasi dari drama Plus Nine Boys, saya mengambil cerita salah satu tokohnya. Ini bukan sequel dari cerita sebelumnya

Warning :

Bahasa tidak baku dan tidak sesuai EYD, typo(s)bertebaran, short story disetiap chapternya

.

.

.

:: cerita mengandung BOYS LOVE jadi yang TIDAK SUKA silahkan MINGGAT ::

.

.

.

Tanoshimi ni oyomi kudasai ^^

.

.

DOUZO

.

Previous Chap

"Gomawo." Ucap Jaejoong saat keduanya sudah keluar dari bus. Yunho hanya mengangguk dan tersenyum manis.

"Sampai bertemu besok." Lanjut Jaejoong lagi dan perlahan melangkahkan kakinya menuju kearah tempat tinggalnya. Ia pun melambaikan tangannya kearah Yunho dan tersenyum manis kearah namja tampan yang selalu menjaganya itu.

"Ne, sampai besok. Jaljayo, Jaejoongie." Balas Yunho sambil ikut melambaikan tangannya kearah Jaejoong dan tersenyum manis.

'Sejujurnya, bus 909 ini sama sekali tidak berhenti di lingkungan tempatku tinggal. Hanya saja, aku ingin naik bus yang sama dengan Jaejoong'

.

.

Yunho meneguk segelas soju dengan cepat dan segera rasa soju itu menyebar ditenggorokannya. Setelah mengantar Jaejoong tadi, dirinya langsung pergi ke kedai milik sahabatnya, Park Yoochun.

Yoochun hanya menggeleng melihat kelakuan Yunho. Entah sudah keberapa kalinya dalam sebulan ini ia melihat Yunho seperti ini. Datang malam-malam ke kedainya dan memesan dua botol soju.

"Kali ini apa yang membuatmu kembali kesini?" tanya Yoochun sambil meletakkan satu piring penuh ayam goreng diatas meja Yunho.

Yunho hanya menatap malas kearah Yoochun sebelum kembali meneguk segelas soju.

"Apa ini ada hubungannya lagi dengan Kim Jaejoong?" tebak Yoochun tepat sasaran. "Oh ayolah Yunho, apa kau benar-benar masih menyukainya?" tanya Yoochun lagi namun sama sekali tidak dijawab oleh Yunho.

"Aku yakin kau pasti masih menyukainya eoh?" tanya Yoochun lagi sama sekali tidak menyerah.

"Na molla." jawab Yunho akhirnya sambil mencomot satu ayam goreng dari piringnya.

Yoochun tersenyum menang, "Aku heran denganmu Yunho. Kau bisa merayu semua wanita dan uke diluar sana hanya dengan satu kali kedipan. Tapi mengapa kau sama sekali tidak bisa mendapatkan hati orang yang kau sukai?"

Yoochun menggelengkan kepalanya geli atas pemikirannya sendiri.

"Apa karena kejadian itu?" tanya Yoochun lagi karena Yunho sama sekali tak menjawabnya. "Tapi kejadian itu sudah lama sekali. Lagipula saat itu kau sama sekali tak punya pilihan lain." lanjut Yoochun.

Yunho nampak mulai tidak nyaman saat Yoochun mulai membicarakan tentang masa lalu.

"Tapi sepertinya ia sudah lupa. Kejadian itu sudah sangat lama bukan?"

"Diamlah. Aku tidak ingin mengingat apapun tentang masa lalu."

Dan Yoochun pun mengangguk paham. Mengerti jika sahabatnya ini sedang tidak ingin membicarakan apapun tentang Jaejoong.

Disisi lain, nampak beberapa wanita pelanggan di kedai Yoochun nampak mencuri-curi pandang kearah Yunho. Bahkan ada beberapa wanita yang dengan terang-terangan ingin mengajak mengobrol Yunho.

"Bagaimana kalau kau menjadi pegawai di kedaiku? Aku yakin pelangganku akan semakin bertambah jika kau yang menjadi pramusajinya."

Yunho segera menatap tajam kearah Yoochun, dan membuat Yoochun segera meralat ucapannya "Aku hanya bercanda Yun." Yoochun pun hanya tertawa kecil sebelum akhirnya kembali menyiapkan pesanan pelanggan.

Sepeninggal Yoochun, Yunho segera membuka ponselnya dan tersenyum saat melihat wallpaper ponselnya yang ternyata menggunakan foto Jaejoong tengah tersenyum manis. Ia pun tanpa sadar ikut tersenyum manis walau hanya dengan melihat foto.

::

:

Yunjae – Plus Nine Boy 2

:

::

Yunho sedikit terkejut saat menemukan tumpukan coklat diatas meja kerjanya. Ya, hari ini adalah hari valentine dan tentu saja sebagai seorang pria idola, dirinya mendapatkan hadiah-hadiah dari penggemarnya.

"Woaa hyung, seperti biasa. Kau selalu mendapatkan coklat terbanyak diantara kita." ucap Junsu sambil mengangkat dua buah hadiah yang berhasil didapatnya hari ini oleh penggemarnya. "Aku hanya mendapatkan ini." lanjutnya lagi sambil berjalan meninggalkan meja Yunho.

Yunho hanya menggeleng melihat kelakuan Junsu dan segera duduk dibangkunya dan mulai membereskan sedikit kekacauan di atas meja kerjanya.

"Apa itu semua dari penggemarmu?"

Yunho segera mendongak saat mendengar suara halus Jaejoong. Tersenyum manis Yunho hanya mengangguk sebagai jawaban.

"Apa kau tidak berniat memberiku juga Joongie?" tanya Yunho sedikit menggoda Jaejoong.

Jaejoong berdecih pelan, "Untuk apa aku memberimu? Sudah cukup kau mendapatkannya dari para penggemarmu itu."

Yunho tertawa kecil mendengar jawaban Jaejoong, "Apa kau cemburu karena aku mendapatkan hadiah-hadiah ini Jaejoongie?" tanya Yunho lagi dan segera mendapat tatapan tajam dari Jaejoong.

"Dalam mimpimu tuan Jung!"

Dan Yunho tidak bisa menyembunyikan tawanya lagi.

.

.

Jaejoong tengah serius mengerjakan laporan dilayar komputernya saat sebuah tangan terulur menyodorkan sebuah coklat batangan dihadapannya. Mengernyit kaget, Jaejoong segera menolehkan wajahnya kearah samping.

"Dongwoon-ah!" serunya setelah melihat siapa yang sudah mengagetkannya itu.

Son Dongwoon, salah seorang rekan kerja Jaejoong dan Yunho di agen perjalanan ini, dan juga merupakan sahabat dari kedua namja menawan itu. Ya, ketiganya memang sudah bersahabat sangat lama dan entah sebuah kebetulan atau tidak, setelah berpisah selama dua tahun mereka kembali dipertemukan di dalam perusahaan yang sama.

"Untukmu, makanlah." ucap Dongwoon sambil menyodorkan coklat itu kearah Jaejoong.

Jaejoong tersenyum kecil dan segera mengambil coklat pemberian Dongwoon, "Kebetulan sekali aku sangat lapar."

Dongwoon hanya megangguk. Jaejoong segera membuka bungkus coklat itu dan mulai melahapnya. Senyum mengembang diwajah Jaejoong yang memang sangat menyukai makanan.

"Apa pekerjaanmu sudah selesai? Bagaimana kalau kita makan siang?" ajak Dongwoon lagi dan mendapat anggukan antusias dari Jaejoong.

"Apa kalian tak berniat mengajakku?"

Tiba-tiba suara Yunho terdengar sedikit berat dan terkesan penuh dengan nada cemburu. Dongwoon dan Jaejoong segera menolehkan wajahnya kedepan dan menemukan wajah Yunho yang tengah merenggut kesal.

"Ikut saja jika kau mau ikut. Kami tidak keberatan." jawab Jaejoong cuek dan kembali melanjutkan memakan coklatnya.

::

:

Yunjae – Plus Nine Boy 2

:

::

Jam sudah menunjukkan pukul 7 malam, Dongwoon sudah bersiap untuk pulang karena pekerjaannya sudah selesai. Walau atasannya belum pulang, namun Dongwoon sama sekali tidak peduli, ia tetap cuek dan segera permisi untuk pulang terlebih dahulu.

Melihat Dongwoong yang sudah pulang, Yunho pun juga bersiap untuk pulang. Ia segera membereskan semua peralatan kerjanya dan bersiap untuk keluar ruangan, namun-

"Aigoo ya, aku tidak heran Dongwoon bisa pulang lebih dulu karena pekerjaannya sudah selesai. Namun lihatlah, masih ada juga orang yang belum menyelesaikan tugasnya, tetapi ia sudah ingin pulang."

Yunho segera berhenti melangkah saat mendengar sindiran kasar dari atasannya. Ya, sudah menjadi rahasia umum jika Lee Soman tidak menyukai Jung Yunho.

Menghela nafas, Yunho pun akhirnya kembali melangkah balik menuju bangkunya. Menaruh tasnya dengan raut wajah kesal, ia pun mulai kembali menyalakan komputernya, sampai matanya menemukan sesuatu yang aneh di atas mejanya.

"Ige mwoya?" gumamnya sambil mengambil sebuah kotak berukuran sedang berwarna hijau yang tergeletak begitu saja diatas mejanya. Setengah penasaran, ia pun segera membuka kotak itu dan menemukan beberapa potong coklat dengan bermacam-macam bentuk dan warna disana.

"Coklat?" gumamnya heran. "Oh, ada suratnya." lanjutnya lagi setelah melihat sebuah kertas terselip disalah satu coklat bentuk beruang.

'Aku membuatnya karena bosan. Tapi karena aku membuatnya terlalu banyak dan Changmin sudah tidak kuat lagi menampungnya, maka aku memberikannya kepadamu karena aku tidak mungkin untuk membuangnya'

Dan Yunho merasakan perasaan yang sangat berbunga saat membaca surat dari Jaejoong. Kembali ditatapnya kotak coklat itu dengan senyum lebar mengembang diwajahnya.

"Johayo. Gomawo Joongie."

::

:

Yunjae – Plus Nine Boy 2

:

::

Seperti biasa, Yunho dan Jaejoong kini sudah duduk di dalam bus yang menuju rumah mereka. Ani, bukan rumah mereka, namun hanya menuju rumah Jaejoong. Mereka nampak asik bercerita mengenai berbagai macam hal, dan terkadang terdengar suara tawa dari keduanya.

"Ah, chankanman. Ada telpon masuk."

Yunho segera mengangkat panggilan yang ternyata berasal dari sang eomma, "Ne yeoboseyo?"

"..."

"Ne, aku baru saja naik bus. Ani, sepertinya aku akan sedikit terlambat. Kalian makanlah duluan."

"..."

"Ne arraseo."

Pip

"Apa itu telpon dari ibumu?" tanya Jaejoong setelah Yunho mematikan sambungan telponnya.

"Ne, eomma menanyakan apa aku sudah pulang."

"..."

"Apa kau tau, eommaku adalah orang yang sangat kolot." ucap Yunho tiba-tiba setelah keduanya cukup lama terdiam. "Bayangkan saja dizaman modern seperti ini ia masih saja percaya akan yang namanya takhayul."

Jaejoong mengernyit heran mendengar cerita Yunho, "Takhayul?"

"Ne. Kemarin ia mengirimiku sebuah gambar jimat, tapi aku langsung menghapusnya. Dan tadi pagi ia memberiku sebuah jimat lagi."

Yunho terkekeh geli saat mengingat kejadian tadi pagi. Ya, eommanya lagi-lagi memberinya sebuah jimat karna tahu jika dirinya tidak akan menggunakan gambar yang dikimkannya kemarin sebagai wallpaper ponselnya.

Jaejoong tertawa setelah mendengar keseluruhan cerita Yunho, "Eommaku juga seperti itu. Ia selalu mengkhawatirkan diriku dan nuna."

Yunho sempat terdiam saat melihat tawa Jaejoong, astaga, hanya mendengar suara tawanya saja bisa membuat Yunho seakan melayang.

"Aku rasa semua eomma di dunia seperti itu. Mereka selalu mengkhawatirkan keadaan anak-anak dan suami mereka."

Jaejoong pun mulai bercerita tentang hal aneh apa saja yang pernah ia lakukan bersama sang eomma. Sementara Yunho sama sekali tidak mendengarkan apa yang Jaejoong katakan. Ia hanya terpaku pada wajah ceria Jaejoong saat namja cantik itu dengan semangatnya bercerita.

'Aku sama sekali tidak pernah bosan mendengar suaranya. Apapun yang ia katakan, aku akan selalu mendengarkannya. Wajahnya saat bercerita sangat menggemaskan, dan aku sama sekali tidak ingin melewatkannya'

::

:

Yunjae – Plus Nine Boy 2

:

::

Jaejoong dan Yunho sama-sama terdiam memandangi pekatnya malam lewat jendela bus. Setelah tadi terlibat percakapan yang lumayan panjang mengenai eomma mereka.

'Selamat malam bagi kalian semua, bagaimana valentine kali ini, apakah kalian berhasil mendapatkan coklat dari orang yang kalian sukai?'

Terdengar suara dari siaran radio yang diputar di dalam bus. Pertanyaan yang bahkan sama persis dengan keadaan Yunho sekarang.

'Jika seorang namja mendapatkan hadiah dari seseorang, dan bahkan hadiah itu sudah dibungkus sendiri oleh sang pengirim, apakah itu artinya sang pengirim itu menyukai sang pria?'

Yunho diam-diam tersenyum saat mendengar kembali suara dari sang penyiar. Bagaimana mungkin penyiar ini tahu tentang keadaannya saat ini.

'Ya, aku yakin 100% kalau sang pengirim itu menyukai sang namja.'

Yunho semakin mengembangkan senyuman diwajahnya saat mendengar jawaban dari sang penyiar. Diam-diam diliriknya Jaejoong yang berada di sebelahnya.

'Tapi bagaimana kalau sang pengirim itu memberikannya kepada semua orang?'

Yunho segera menghela nafas saat mendengar pertanyaan dari sang peniar itu. Sial , ia sama sekali tidak memikirkan kemungkinan tersebut.

'Aku tetap yakin 100% kalau itu adalah signal untuk pengakuan.'

Dan jawaban sang penyiar kembali membuat Yunho tersenyum lebar. Ia terus memandangi Jaejoong dan tersenyum semakin lebar.

"Kita sudah sampai."

Yunho sedikit terkejut saat tiba-tiba Jaejoong menoleh kearahnya dan mengatakan jika mereka sudah sampai. Ia pun sedikit salah tingkah dan segera berdiri dari duduknya dan segera keluar dari dalam bus.

"Jja, oneul gomawo. Neil boja." Jaejoong segera berpamitan pada Yunho dan melambaikan tangannya, sebelum melangkah pergi menjauh dari Yunho. Namun langkahnya segera terhenti saat tiba-tiba Yunho memanggilnya.

"Jaejoong-ah."

"Ne?"

"Aniya, joshimhaera."

Jaejoong hanya mengangguk dan kembali melanjutkan langkahnya, meninggalkan Yunho yang terus menatap kearah dirinya yang mulai menjauh.

Hahhhhh

Helaan nafas kembali terdengar dari Yunho, ia pun memutuskan untuk beristirahat sebentar di halte. Dikeluarkannya kotak coklat pemberian Jaejoong dan menatapnya lama.

"Eotteokhaji?" gumamnya pelan sambil terus memperhatikan kotak coklat ditangannya.

Kembali kilasan memori beberapa waktu yang lalu terngiang di otaknya, bagaimana Jaejoong yang sangat ceria bercerita kepadanya, Jaejoong yang dengan semangat menyuruhnya untuk menghabiskan potongan demi potongan pizza, dan bagaimana Jaejoong memberinya bingkisan coklat dihari valentine ini.

Semuanya nampak sangat sempurna dimata Yunho. Kembali ditatapnya kotak pemberian Jaejoong, dan akhirnya ia pun sudah memutuskan. Ia pun segera berdiri dan berlari menyusul Jaejoong.

'Saat itu yang ada di pikiranku hanyalah terus berlari untuk bisa bertemu dengan Jaejoong. Dan tanpa aku sadari perlahan takdir ahopsoo ku pun juga mulai berlari mengikutiku dari belakang'

::

:

Yunjae – Plus Nine Boy 2

:

::

Semua terjadi begitu cepat dan tanpa bisa Yunho cegah. Yunho melangkah lemas menuju halte bus dengan wajah yang penuh dengan raut kekecewaan. Nampaknya sesuatu sudah terjadi hingga membuat namja tampan itu terlihat begitu menyedihkan.

'Eomma sudah mengingatkanku akan ahopsoo, namun ini terjadi secara mendadak, seperti kutukan besar dalam hidupku dan aku sama sekali tidak mempersiapkan apapun'

/

Flashback

Yunho berlari kencang menuju rumah Jaejoong. Kali ini keputusannya sudah bulat, dan ia akan memperjuangkannya hingga akhir.

Yunho terus melangkah pasti menyusuri setiap gang yang menuju kediaman Jaejoong, seiring langkahnya yang semakin mendekat di rumah Jaejoong, begitu juga jantungnya yang berdetak semakin liar.

Hingga akhirnya sampailah ia dipersimpangan jalan menuju kediaman Jaejoong, ia pun mengembangkan senyum lebar dan kembali melangkah pasti berbelok menuju rumah Jaejoong.

Namun-

Degh

Tap

Yunho segera menghentikan langkahnya begitu melihat Jaejoong tengah berdiri sambil tersenyum manis kearah seorang pemuda yang tak alih adalah Dongwoon tepat didepan kediamannya. Keduanya nampak tengah membicarakan sesuatu yang lucu hingga keduanya tertawa sangat lebar.

Nyuutt

Yunho segera merasakan perasaan yang tidak enak saat melihat interaksi kedua namja dihadapannya itu. Ia merasakan suatu hantaman besar saat melihat keduanya asik tertawa.

Apa yang terjadi diantara mereka? Mengapa mereka terlihat sangat akrab? Apakah mereka ternyata menjalin hubungan dibelakangnya?

Dan mata Yunho semakin melebar saat melihat Dongwoon perlahan semakin mendekatkan tubuhnya kearah Jaejoong, dan Yunho segera merasakan dunianya runtuh saat melihat adegan live dengan mata kepalanya sendiri.

Ya, di depan sana, nampak Dongwoon yang telihat mencium Jaejoong dengan lembut. Seakan memperlihatkan jika keduanya memang tengah menjalin suatu hubungan.

Perlahan Yunho pun membalikkan badannya tak sanggup melihat lebih jauh apa yang dilakukan oleh keduanya. Dengan menahan rasa perih akibat luka tak kasat mata di hatinya, ia pun berjalan gontai meninggalkan sebongkah perasaan yang sama sekali tak bisa ia jelaskan.

'Tiba-tiba suatu hari, aku menjadi pemeran utama dalam cerita cinta menyedihkan. Dan ketika sesuatu menghalangi cinta dalam kehidupanku, saat itulah aku yakin akan kebenaran Ahopsoo'

.

.

.

.

.

.

.

Oshimai

(END)

Ketawa nista xP

Nampaknya diumur Yunho yang ke-29 ini nasib baik sama sekali tidak berpihak kepadanya..

Ini beneran END ya semuanya.. wakakaaaa #ditimpuk

Terimakasih bagi yang sudah baca dan menyempatkan untuk review.. Semoga kalian ngga kapok ya baca cerita saya.. hehee

.

Denpasar, 29 Juni 2016