.
" mwo?! Kau tidak berbohong kan? " jerit Junhong, Baekhyun dan Kyungsoo secara bersamaan sambil menatap Jungkook antusias. Mereka sedang makan siang di ruang olahraga. Ruangan ini memang sering dipakai makan siang atau tempat kencan karena kafetaria penuh
Jungkook mengangguk " Kookie tidak berhenti tersenyum sejak kemarin Junhong-ie, rasanya di perut Kookie ada ribuan kupu-kupu "
" selamat ya Kookie, akhirnya kau dekat dengannya " Baekhyun menggenggam tangan Jungkook
" itu artinya dia memperhatikanmu dan ini kesempatan bagus untukmu " ujar Kyungsoo dengan mata berbinar
" hai gadis-gadis " sapa Jongup
" oppa.. " Junhong mengecup singkat pipi Jongup yang merupakan kekasihnya. Jongup tidak datang sendiri, dia bersama Jongin. Namja menyukai Jungkook dan ingin menjadikan Jungkook pacarnya namun Jungkook menolak karena Jongin adalah seorang playboy meski Jongin berjanji untuk berhenti menjadi playboy jika Jungkook menjadi miliknya. Namun Jungkook mengingat perkataan kakaknya
' jangan percaya pada mulut lelaki diluar sana, mereka itu pembual nomor satu. Hanya mulutku saja yang bisa kau percaya karena aku kakakmu dan aku tidak pernah membual '
" Kookie, apa sepulang sekolah kau punya acara? " tanya Jongin
Jungkook menggeleng " tidak oppa, wae? "
" kau bisa menemaniku pergi membeli hadiah? "
" hadiah? Siapa yang berulang tahun ? " tanya Jongup
" eomma, besok hari ulang tahunnya "
Jongup mengangguk mengerti. Yang Jungkook dengar meski berandalan dan playboy Jongin sangat menyayangi ibunya
" Kookie minta ijin Namjoon oppa dulu " Jungkook mengeluarkan ponselnya dan mengirim pesan pada kakaknya
To : Namjoon oppa
Hari ini tidak usah menjemput Kookie, Kookie akan pergi bersama teman Kookie untuk mencari hadiah ulang tahun eommanya
From : Namjoon oppa
Teman? Siapa namanya? Kemana kalian pergi? Lalu jam berapa kau pulang?
To : Namjoon oppa
Namanya Kim Jongin, Kookie tidak tahu
Incoming call, Namjoon oppa
" Kookie permisi sebentar " Jungkook bangkit dan berjalan ke tempat yang agak jauh dari teman-temannya sementara Jongin terlihat kesal. Kakak Jungkook adalah orang yang posesif dan Jongin tidak yakin namja yang baru menikah 3 bulan lalu itu mengijinkan Jungkook pergi sendiri
" apa dia namja? " Namjoon bertanya dengan nada tenang
" nde oppa, dia sunbae Kookie di sekolah, dia dan ibunya hadir dalam acara pernikahan oppa. Boleh ya.. Kookie tidak tega menolaknya "
Jungkook mendengar desahan napas berat dari seberang " baiklah, tapi sebelum jam 7 kau sudah harus berada di apartemenmu, oppa akan mengecek pada resepsionis. Jika kau melanggar oppa akan marah padamu "
Jungkook tersenyum " nde oppa, Kookie janji "
" arraseo, oppa masih punya rapat setelah ini jadi oppa tutup teleponnya.. Poppo "
Jungkook memberikan ciuman lewat telepon lalu memasukkan ponselnya ke saku blazer dan berjalan ketempat teman-temannya
" bagaimana? " tanya Baekhyun
Jungkook mengangguk senang " Kookie diijinkan pergi bersama Jongin oppa dengan syarat harus pulang sebelum jam 7 "
" arraseo, sepulang sekolah tunggulah di parkiran " Jongin tersenyum senang, hari ini dia akan berkencan bersama Jungkook. Yeoja manis yang disukainya
.
Jungkook menatap berbagai jenis perhiasan yang terbuat dari berlian di etalase toko. Ujung jarinya menunjuk sebuah kalung yang terlihat sederhana namun elegan
" bagaimana jika yang ini oppa? "
Jongin yang sejak tadi memperhatikan wajah Jungkook mengalihkan pandangannya ke arah kalung yang ditunjuk Jungkook lalu tersenyum
" wah.. ini bagus sekali Kookie, pasti eomma akan terlihat cantik memakainya "
" Kookie juga berpikir begitu oppa "
" arra.. aku akan membawa ini " ucap Jongin pada pelayan didepannya
" eomma Jongin oppa pasti senang menerima ini.. "
Jongin mengangguk " nde, aku juga berpikir begitu. Ini masih jam 5, masih ada dua jam lagi sebelum aku mengantarmu pulang bagaimana jika kita pergi ke danau Han? Sunset disana sangat bagus Kookie "
Jungkook mengangguk semangat " ayo kita pergi kesana oppa "
.
Jongin memarkir motor sportnya lalu turun bersama Jungkook. Mereka menuju pagar pembatas dan berdiri disana menatap matahari yang sebentar lagi terbenam
" Kookie.. ada yang ingin aku katakan "
Jungkook menoleh, dia tahu arah pembicaraan ini akan menuju kemana " oppa.. "
" saranghe Kookie " ucap Jongin pelan namun masih bisa didengar oleh Jungkook
" mian oppa.. Kookie sudah punya orang lain di hati Kookie "
" tidak bisakah kau menyisakan sedikit untukku? Aku benar-benar mencintaimu Kookie "
Jungkook menggeleng " mian oppa.. jeongmal mianhe "
Jongin menggenggam tangan Jungkook lalu menunduk " tak apa Kookie.. "
.
Jungkook berjalan masuk kedalam lift dan menekan angka 15. Di lantai tiga lift sempat berhenti dan pintu lift terbuka menampilkan sosok yang membuat Jungkook sukses memerah. Oh Sehun masuk dengan menenteng sebuah tas berwarna hitam
" Jungkook? "
" Sehun-ssi "
Pintu lift tertutup " kau tinggal disini? "
Jungkook mengangguk " Kookie baru saja pindah tiga hari yang lalu, Sehun-ssi juga tinggal disini? "
Sehun mengangguk sambil mengacak rambutnya sejenak sekedar membenahi tatanan " aku tinggal di lantai 14 kamar nomor 987, kau? "
" Kookie di lantai 15 kamar nomor 1004 "
" oh.. kau baru pulang? " Sehun menatap Jungkook yang masih mengenakan seragam sekolah
" iya.. "
ting.. pintu lift terbuka
" kau tidak ingin mampir ke tempatku? " tawar Sehun dan tanpa berpikir dua kali Jungkook mengangguk.
Dan disinilah Jungkook, di ruang tengah kamar apartemen Sehun menunggu Sehun membuatkan minuman untuknya
" kau mau susu coklat atau vanilla? " teriak Sehun
" Vanila saja Sehun-ssi " jawab Jungkook lembut. Jungkook menatap sekeliling apartemen yang rapi dan bersih. Ada foto Sehun dengan kostum basket di atas meja, ada foto Sehun bersama seorang yeoja paruh baya yang terlihat sangat mirip dengan Sehun
" mian membuatmu menunggu lama, ini minumannya " Sehun menyodorkan susu vanilla pada Jungkook sedangkan dia menaruh susu coklat miliknya di atas meja
" aku senang ternyata kita tinggal dalam gedung yang sama " ucap Sehun
Uhuk.. Jungkook tersedak susu, Sehun yang melihat itu langsung menepuk punggung Jungkook pelan
" pelan-pelan saja minumnya "
" mian oppa, akan kubersihkan " ujar Jungkook saat melihat tumpahan susu di lantai
Sehun menggeleng " biar aku saja "
Sehun lalu mengambil tisu dan membersihkan susu di sekitar lantai dan meja
" mian merepotkanmu Sehun-ssi "
" tak apa " Sehun juga membersihkan bekas susu di sekitar mulut Jungkook. Mata mereka bertemu dengan jarak yang dekat, Jungkook memerah sempurna
" saranghe Jungkookie.. " ucap Sehun
Jungkook membulatkan matanya tidak percaya atas apa yang didengarnya. Oh Sehun, namja yang disukainya menyatakan cinta padanya.. seseorang tolong tampar Jungkook agar dia tahu ini bukan mimpi
" Jungkook.. " panggil Sehun
" ah ne? "
" bagaimana? "
Jungkook menunduk dan menggigit bibir bawahnya " i..itu.. nado saranghae "
Sehun tersenyum lalu membawa Jungkook ke pelukannya " gomawo chagi.. jeongmal gomawo.. sarange "
" nado.. "
Sehun melepaskan pelukannya " call me oppa right? "
Jungkook mengangguk " nde oppa "
Sehun lalu meraup bibir merah Jungkook, menghisap, menggigit dan menjilat bibir manis itu, menyesap semua rasa disana. Jungkook yang awalnya sedikit terkejut perlahan mengikuti permainan bibr Sehun bahkan dia membuka sedikit mulutnya dan membiarkan lidah Sehun masuk. Ciuman mereka semakin panas bahkan Sehun mendorong Jungkook hingga yeoja itu terbaring di sofa dan Sehun lalu menindihnya. Jungkook mendesah lembut saat Sehun menjilat leher putih dan sesekali menghisap dan menggigit untuk meninggalkan tanda kemerahan, tangan Sehun pun mengelus paha putih tanpa cacat milik Jungkook
" oh.. oppa.. " desah Jungkook, dia meremas surai blonde terang Sehun dan membuat Sehun semakin bersemangat. Dia lalu membuka kancing seragam Jungkook, saat itu Jungkook tersadar jika tindakan mereka salah dan segera mendorong Sehun kuat
" oppa.. aku belum siap " ucap Jungkook
Sehun menutup matanya lalu menunduk " mian Kookie.. jeongmal miane "
Jungkook merapikan seragamnya lalu tersenyum lembut pada Sehun " nde oppa "
" kuantar kau pulang, kau harus beristirahat "
.
Jongin menatap kesal ke arah Sehun dan Jungkook yang sedang menikmati makan siang di taman sekolah. Namja berkulit tan itu meremas kaleng colanya lalu melempar dengan keras ke tempat sampah, dari kabar yang dia dengar adalah yeoja manis yang dicintainya itu telah memiliki hubungan dengan namja pucat menyebalkan yang kini telah masuk dalam daftar -orang yang tidak disukai Kim Jongin- serta menempati posisi teratas
" hei.. dia sudah menjadi milik orang lain " Jongup menepuk bahu Jongin
" dia menolakku untuk namja pucat seperti dia? Belum lagi namja itu anti sosial Jongupie "
Jongup menggelengkan kepalanya " dari mana kau tahu dia anti sosial? Dia cukup aktif dalam klub fisika "
Jongin mendelik ke arah Jongup " kau membelanya? Kau ini teman siapa sebenarnya "
Jongup berdecak " aku tidak membelanya.. sudahlah cari yeoja lain saja "
Jongin menggeleng " tidak, Kim Jungkook itu ditakdirkan untukku. Aku akan merebut apa yang seharusnya menjadi milikku "
" kau ini.. "
Satu bulan kemudian
Sehun membaringkan tubuhnya di atas rumput hijau di taman sekolah sedangkan kepalanya berada di paha kekasihnya, dia memejamkam matanya menikmati semilir angin musim gugur.
" akhirnya ujian menyebalkan itu berakhir juga " ucap Sehun. Jika dengan orang lain Sehun akan berucap singkat dan dingin maka akan lain jika bersama Jungkook. Namja bermarga Oh itu akan menjadi lebih hangat dan cerewet bahkan menyaingi Jungkook, Sehun menunjukkan sisi lain dirinya hanya pada Jungkook. Satu bulan menjalin hubungan dengan Sehun membuat Jungkook tahu jika Sehun baru saja kehilangan ayahnya tahun lalu dan memutuskan tinggal sendiri, sementara ibunya mengurus perusahaan mereka hingga Sehun lulus sekolah
" nde oppa, setelah ini kita akan liburan. Oppa akan pergi kemana? " tanya Jungkook sambil memainkan rambut coklat milik Sehun
" kau ingin kemana? " Sehun balik bertanya
" entahlah, mungkin kami akan ke Gwangju " yang dimaksud kami adalah Jungkook, Junhong, Kyungsoo dan Baekhyun
" oh.. aku tidak kemana-mana, aku akan membantu eomma mengelola perusahaan "
" aku senang mendengarnya, oppa itu pewaris jadi harus bisa mengelola perusahaan "
Sehun membuka matanya dan tersenyum " iya Oh Jungkook "
Jungkook tersipu " namaku Kim Jungkook oppa, jangan seenaknya "
Sehun mencubit ujung hidung Jungkook " sebentar lagi kau akan jadi Oh Jungkook chagi "
.
" bosan.. " Jungkook memindahkan chanel untuk mencari tontonan yang menarik. Sehun yang sedang asik dengan PSPnya menoleh pada Jungkook yang duduk disampingnya hanya untuk mengecup bibir Jungkook
" aku bosan oppa " Jungkook bersandar di bahu Sehun
" lalu? "
" kita jalan-jalan.. "
Sehun menatap jam dinding dan mendesah pelan" ini sudah jam 9 dan udara malam musim gugur tidak baik untuk kesehatan, jika kau bosan pergilah tidur di kamarku "
Jungkook menatap Sehun kesal. Malam ini dia menginap di apartemen Sehun, sore tadi dia dan Sehun memasak bersama meskipun lebih banyak Sehun yang mengerjakannya. Jungkook memilin kaus hitam Sehun yang dipakainya, wajahnya ditekuk kesal
" kita bisa jalan-jalan dengan mobil "
" lalu kau mau kemana? " tanya Sehun tanpa mengalihkan pandangannya dari layar PSP
" Kookie tidak tahu "
" nah.. kau saja tidak tahu mau kemana, sudahlah chagi sebaiknya kau tidur di kamarku besok kita pergi ke Lotte World. Oette? Aku akan menyusul setelah menyelesaikan level akhir "
" aku tidak bisa tidur jika bosan.. oppa.. " rengek Jungkook kali ini air matanya membendung
Sehun yang mendengar rengekan Jungkook mempausekan gamenya lalu menatap Jungkook
" arra, ambil salah satu jaketku dan kita pergi "
Mata Jungkook langsung berbinar " kita mau kemana oppa? "
Sehun tersenyum lalu mengecup singkat bibir Jungkook " nanti juga kau akan tahu "
.
Jungkook kegirangan ketika mobil Sehun menuju pinggiran Seoul dan ke arah Incheon. Sudah lama Jungkook tidak pergi kesana, perjalanan ke Incheon yang hanya membutuhkan waktu satu jam diisi dengan nyanyian Jungkook dan Sehun serta tak lupa ciuman panas. Namun Jungkook sedikit khawatir karena tidak memberitahu kakaknya, Sehun menenangkan Jungkook dan berkata mereka hanya pergi beberapa jam dan Namjoon tidak perlu tahu karena Jungkook sangat yakin jika Namjoon tidak akan memberi ijin. Jungkook menonaktifkan ponselnya dan menaruhnya di jok belakang
" maaf tapi hanya tersisa satu kamar " ucap resepsionis
Sehun mengerutkan dahi dan menatap Jungkook yang terlihat lelah. Ini sudah jam 4 pagi dan mereka berdua butuh istirahat
" chagi.. kamarnya tersisa satu, kita cari hotel lain saja ne.. "
Jungkook menggeleng manja " Kookie lelah oppa.. Kookie ingin segera tidur "
" araseo.. " Sehun mengalihkan pandangannya ke resepsionis " baiklah aku akan menginap "
" ini kunci kamar anda. Apa ada barang bawaan? " tanya resepsionis
Sehun menggeleng, mereka hanya membawa sebuah tas jinjing berukuran sedang berisi barang-barang milik Sehun dan Junhong " aku akan membawanya sendiri "
.
Sehun menutup pintu dan menuntun Jungkook yang terlihat sangat kelelahan ke ranjang. Setelah itu Sehun pun pergi ke kamar mandi dan membersihkan diri. Saat dia selesai mandi dia terkejut melihat Jungkook berdiri di tepi jendela, yeoja kesayangannya itu hanya memakai kaos hitam miliknya dan shortpants yang tidak kelihatan karena kaos tersebut mencapai pertengahan paha
" chagi.. kenapa kau tidak tidur? "
" Kookie menunggu matahari terbit oppa, Incheon adalah tempat paling bagus untuk melihat matahari terbit "
Sehun terkekeh lalu memeluk tubuh mungil Jungkook dari belakang. Jungkook sedikit merinding merasakan kulit halus dingin Sehun menyentuh tubuhnya apalagi nafas hangat Sehun membelai lehernya
" saranghae Oh Jungkook "
" nado oppa "
Sehun membalikkan tubuh Jungkook hingga dia bisa menatap mata Jungkook. Jungkook pun memeluk leher Sehun dan membuat dahi mereka bersentuhan. Sehun mencium bibir dan membelai pinggang Jungkook, yeoja itu memejamkan matanya dan menekan tengkuk Sehun untuk memperdalam ciuman mereka. Ciuman tersebut berubah menjadi ganas dan menuntut, Sehun yang membelai lidah Jungkook serta Jungkook yang menghisap bibir bawah Sehun serta meremas surai blonde terang Sehun hingga namja itu menggeram rendah
" hah.. hah.. itu ciuman terlama kita oppa " ucap Jungkook dengan wajah memerah dan napas terengah-engah. Sehun tersenyum lalu membersihkan jejak saliva yang berada di sekitar mulut Jungkook dengan ibu jarinya. Dia menatap mata Jungkook dalam
" bolehkah? " ucap Sehun pelan
" tapi oppa.. Kookie takut "
Sehun mengecup dahi Jungkook " I'll be gentle "
Anggukan Jungkook mengawali segalanya, dari ciuman, hisapan dan berakhir di ranjang dengan kondisi full naked. Sehun memeluk tubuh mungil Jungkook, membawa kekasihnya ke dalam tubuh hangatnya. Jungkook membenamkan wajahnya ke dada Sehun dan mulai tertidur
.
" saranghe Kookie-ya, aku berjanji tidak akan meninggalkanmu " Sehun mencium dahi Jungkook lalu menarik selimut untuk menutupi tubuh naked mereka berdua dan menyusul Jungkook ke alam mimpi
.
.
TBC
RnR please
