.
7 Maret 13:12
" kita sudah berbelanja dan makan, saatnya menonton film. Khaja " Jessica menarik tangan Hoseok menuju bioskop yang terletak di COEX. Jung sister's itu terlihat kompak dengan surai yang dicat warna emas dan sepanjang punggung, jika dilihat dari belakang mereka tidak bisa dibedakan
" unnie ingin menonton film apa? "
Jessica memperhatikan daftar film yang akan diputar hari ini " aigoo.. kenapa banyak sekali film horror hari ini? menyebalkan "
Hoseok mengerucutkan bibirnya lucu " ditunda saja unnie, aku tidak suka menonton film horror "
" ya Seokkie, unnie juga. Lalu apa yang kita lakukan sekarang? "
Hoseok mengambil ponselnya dari saku blazer saat merasakan benda tersebut bergetar, dia tersenyum saat mengetahui siapa yang menelpon
" nde oppa " ucapnya riang
" kau dimana sayang? " suara lembut di seberang membuat perut Hoseok geli, dia sangat menyukai suara berat rendah milik Namjoon
" aku sedang bersama Jessi unnie, oppa tahu ternyata Jessi unnie tidak pergi keluar negeri "
Jessica hanya bisa terpaku mendengar obrolan ringan Hoseok bersama orang yang dia yakini adalah Namjoon
" benarkah? Maaf, oppa tidak tahu. Lalu kapan kau kembali? "
Hoseok menatap Jessica yang sedang tersenyum paksa " aku akan kembali saat jam makan malam, kami akan pergi ke salon hari ini "
" baiklah, hubungi aku jika kau sudah selesai aku akan menjemputmu "
" nde oppa "
" baiklah sayang, aku masih punya urusan setelah ini. selamat bersenang-senang dan sampaikan salamku pada Jessi noona "
" nde oppa. Saranghae "
" nado saranghae Seokkie " PIP
" Namjoon oppa menitipkan salam untuk unnie " ujar Hoseok lalu memasukkan ponselnya ke dalam tas
" ah? Terima kasih. Kita ke salon sekarang? "
Hoseok mengangguk semangat lalu menggenggam tangan kakaknya
" tentu "
.
7 Maret 13:15
Yoong menatap malas layar ponselnya yang menampilkan pesan dari Namjoon
From : Namjoon
Temui aku sekarang
Dia terkekeh sebentar lalu mengetik balasan pesan dengan cepat
To : Namjoon
Aku sedang sibuk
Yoong lalu menyerahkan ponselnya pada seorang namja yang melanjutkan latihan tembaknya. Dia sudah menduga jika Namjoon akan mengetahui tindakannya pagi tadi dan dia juga tahu siapa yang memberitahu Namjoon
.
7 Maret 13:15
Taehyung memarkir mobilnya di depan sebuah gedung tua yang tidak terawat, dia lalu segera masuk ke dalam dan disambut dua orang bersenjata serta seorang pria dengan setelan jas hitam
" selamat datang tuan "
" barangnya sudah masuk? "
" sudah tuan "
" malam ini antarkan ke markas mafia Block B, aku akan ikut bersama kalian "
" baik tuan "
Taehyung menaiki tangga " bagaimana perkembangannya? "
" mesin yang anda datangkan dari Rio itu sangat menakjubkan tuan "
Taehyung tersenyum " tentu saja, aku membayar mahal untuk mesin tersebut. Bagaimana produksinya? "
" dari 300 pil per jam menjadi 500 pil per jam, pendapatan naik hingga 75% "
Dia mengangguk mengerti " aku senang mendengarnya lalu apa ada masalah selama aku pergi? "
Pria tersebut terdiam sejenak " hanya masalah kecil yang bisa saya atasi tuan "
" baguslah, lanjutkan pekerjaanmu. Hiburan untukku sudah siap? "
Namja tersebut tersenyum " dia ada di ruangan tuan "
Taehyung mengangguk lalu berjalan menuju ruangannya yang berada tidak jauh dari tangga, berbeda dengan penampilan luar gedung yang terkesan tidak terawat dan menyeramkan, desain di lantai dua gedung sangat mewah dan berkelas
Sebelum masuk ke dalam ruangan, Taehyung mengambil ponselnya dari saku celana dan menelpon Seokjin
" lakukan tugasmu noona " ucap Taehyung saat panggilannya dijawab oleh yeoja yang mencintai kakaknya itu
.
7 Maret 13:15
Seokjin menampilkan senyum mempesonanya saat seorang pria paruh baya menghampirinya
" selamat datang nona "
" bagaimana? Apa terjadi sesuatu selama aku pergi? "
" semua berjalan seperti biasa nona " pria itu menyerahkan sebuah tablet pada Seokjin dimana dia mencatat semua transaksi penjualan organ tubuh ke luar negeri
" kerja bagus, tingkatkan lagi " Seokjin menyerahkan tablet tersebut dan berjalan menyusuri lorong dimana terdapat beberapa ruangan tempat anak buahnya bekerja mengeluarkan organ dari tubuh manusia yang mereka culik dari berbagai tempat. Ponselnya bergetar ketika dia akan menuruni tangga, terlihat nama adik dari namja yang dicintainya di layar ponsel
" nde, aku mengerti " ucapnya singkat lalu memutuskan sambungan telepon dan kembali menelpon seseorang
.
7 Maret 17:22
Yoong bersandar di meja sembari menatap datar Namjoon di hadapannya, namja berkulit pucat itu mendengus pelan
" apa yang ingin kau bicarakan Namjoon-ah? Aku sedang sangat sibuk sekarang "
" beraninya kau hyung " ucap Namjoon geram
" aku hanya berpikir dia terlalu merindukan kakaknya dan menurutku tidak ada salahnya jika dia bertemu sebentar dengan kakaknya itu " ucap Yoong santai, dia mengeluarkan sebungkus rokok dari saku hoodie, menarik sebatang lalu membakar ujungnya dengan pemantik milik Namjoon yang didapatnya dari atas meja
" hyung tahu dengan pasti jika aku tidak suka "
Yoong menghembuskan asap ke udara " lalu? Santailah Namjoon-ah, kau pasti tidak suka jika ada yang menghalangimu bertemu Himchan noona "
Namjoon melempar gelas winenya ke lantai hingga gelas mahal itu pecah berantakan, jika tatapannya bisa membakar sudah dipastikan Yoong sudah menjadi abu
" aku masih menghormatimu hyung jadi jangan pancing emosiku "
Yoong terkekeh lalu berjalan menghampiri Namjoon " kontrol emosimu jika berhadapan denganku, kau tidak ingin aku mengeluarkan jantungmu bukan? "
" pergilah hyung " ucap Namjoon setelah terdiam cukup lama. Yoong menepuk bahu Namjoon lalu beranjak pergi meninggalkan namja blonde pucat itu yang merasa seperti terbakar di tempat
.
7 Maret 17:32
" mereka akan mengirim 2 truk berisi ekstasi ke Seocho malam ini " ucap Sehun setelah mendapat informasi dari Jongin beberapa saat lalu
" siapkan pasukan dan tangkap mereka " perintah Yifan
" baik hyung, apa kau akan ikut? "
Yifan mengangguk " tentu "
Sehun mengangguk lalu berjalan keluar dari ruangan Yifan
" siapapun kau aku akan menarikmu keluar dan memasukkanmu ke dalam penjara "
.
7 Maret 17:42
" dia bekerja sama dengan Jihoo? " suara Mino meninggi, dia bahkan membuang bantal sofa yang sejak tadi diletakkan diatas kedua pahanya. Woo Jihoo bukanlah orang yang bagus untuk dijadikan saingan
Seunghoon mengangguk, dia sudah menduga namja yang beberapa bulan lalu menjadi partner bisnis mereka akan bekerja sama dengan orang yang menjadi saingan terbesar Song Mino " sudah kuduga dia tidak bisa menjadi sekutu kita "
Mino mendelik ke arah Seunghoon " Jihoo itu tidak tahu apapun tentang keadaan disini jadi pasti ada orang yang memberitahunya soal Namjoon "
" Kwon Jiyong, namja eksentrik itu yang memberitahu Jihoo soal Namjoon. Ck, pengkhianat itu selalu mencoba menghancurkan kita " ujar Seungyoon, yeoja dengan wajah imut dan dandanan seperti remaja meski usianya sudah mencapai 26 tahun itu menatap kukunya yang berhiaskan nail art
Mino mengusap wajahnya " kita semakin terdesak. Namjoon sialan itu sudah bekerja sama dengan 85% mafia berpengaruh disini, jika terus seperti ini kita akan musnah "
" anak baru seperti dia bisa menguasai pasar dengan cepat " Seunghoon memutar ponselnya di atas meja
Seungyoon bangkit dari sofa " Bang Yongguk adalah kakak ipar Namjoon, tidakkah itu cukup untuk membuatnya menjadi sangat berpengaruh begitu cepat? "
" hubungi Youngbae hyung " ujar Mino lalu meninggalkan ruangan tersebut
Seunghoon menatap Seungyoon " Youngbae hyung? Dia benar-benar meminta bantuan Youngbae hyung? "
Seungyoon mengangkat bahunya " hanya dia yang bisa kita harapkan sekarang "
" ini gila " Seunghoon memijat pangkal hidungnya
" dari awal ini memang sudah gila, kau baru menyadarinya? "
.
7 Maret 20:10
Hoseok dan Namjoon menaiki tangga bersama dua maid di belakangnya yang membawa belasan paper bag berisi barang-barang milik Hoseok
" segeralah mandi dan beristirahatlah " Namjoon mengecup dahi Hoseok
" kita mandi bersama? "
Namjoon tersenyum dan menggeleng " aku masih ada urusan di ruanganku, lain kali saja sayang "
" baiklah oppa " Hoseok masuk ke kamar sedangkan Namjoon berjalan menuju ruangannya
" jalang itu sudah kembali? " tanya Seokjin pada seorang maid yang baru saja menutup pintu kamar Namjoon dan Hoseok setelah mengantar belasan paper bag
Sang maid tahu siapa yang dimaksud Seokjin hanya bisa menunduk dan tidak menjawab pertanyaan Seokjin
" hei, kau bisu? "
Maid tersebut menggeleng pelan " tidak nona "
Seokjin mendecih " jadi kalian sudah berpihak pada si jalang sekarang? Aku mengerti "
" Seokjinnie " panggil Namjoon dari pintu ruangannya
" nde oppa? "
" kemarilah "
.
7 Maret 20:22
Tubuh Jessica bergetar hebat membayangkan apa yang akan terjadi pada Yoong, dia sangat merasa bersalah pada namja dengan senyum semanis gula itu. Dia berjalan menuju kamar mandi dan meminum 2 obat penenang yang disimpan di balik cermin wastafel. Sudah lima tahun ini dia selalu mengkonsumsi obat tersebut dan itu semua karena berbagai tekanan yang diberikan Namjoon. Dia mengutuk ketua mafia Bangtan itu agar terbakar hidup-hidup. Dia cukup kehilangan nyalinya saat Namjoon datang ke apartemennya untuk menjemput Hoseok
Flashback
Bel apartemennya berbunyi dan Jessica segera membuka pintunya, berharap itu adalah petugas delivery food yang dihubunginya beberapa saat lalu namun tubuh Jessica menegang ketika melihat Namjoon berdiri di depan pintu dengan kedua tangan di saku dan senyum yang memperlihatkan dimple miliknya
" selamat malam noona "
" se..selamat malam Namjoon, masuklah " Jessica menggeser tubuhnya kaku agar Namjoon bisa masuk, bahkan aura Namjoon terasa begitu menekan untukknya
" terima kasih "
" oppa " sambut Hoseok riang, adik Jessica jung yang sedang bersandar lelah di sofa coklat muda milik Jessica itu menunjukkan ekspresi yang berlawanan dengan ekspresi Jessica
Namjoon lalu menghampiri Hoseok kemudian menumpukan tubuhnya di sandaran sofa dan memberikan yeoja itu sebuah kecupan lembut di bibir " bagaimana harimu nyonya Kim? "
" menyenangkan oppa, aku sangat bahagia hari ini "
" senang mendengarnya, ayo kita pulang "
Hoseok menarik tangan Namjoon agar duduk di sampingnya
" Jessi unnie baru saja memesan makanan, kita makan malam disini saja "
Namjoon melirik kea rah Jessica yang berdiri mematung di sisi sofa
" benarkah noona? "
" ah.. iya, aku baru saja memesan makanan "
Namjoon tersenyum lalu mengelus surai Hoseok
" baiklah, kita akan makan malam disini "
Bel apartemen yang berbunyi pun hampir membuat jantung Jessica melompat keluar, dia segera pergi untuk membuka pintu dan membawa beberapa kotak berisi makanan. Dan makan malam Jessica menjadi sangat kaku dan mencekam ketika Namjoon makan bersama mereka berbeda dengan Hoseok yang bisa merengek pada Namjoon untuk memotong dagingnya menjadi kecil
Flashback end
" semoga tidak terjadi apa-apa " ujarnya lalu duduk dan bersandar di dinding sisi wastafel dan mulai kehilangan kesadarannya
.
7 Maret 22:32
" kau senang? " tanya Seokjin pada Hoseok yang sedang menonton televisi
" apa maksudmu unnie? "
" tidak perlu berpura-pura bodoh jalang! " ucap Seokjin sinis
Hoseok berdiri dan menatap tajam Seokjin " yang jalang itu kau unnie! Hanya seorang jalang yang masih menempeli namja yang berstatus kekasih orang lain, berkacalah "
" kau! " Seokjin hendak melangkah dan menampar mulut Hoseok saat suara Taehyung menghentikan niatnya
" teruskan dan kau akan kehilangan hidupmu noona "
" brengsek! " Seokjin menumpahkan kekesalan pada vas bunga di sampingnya, dia merasa bebas melakukannya karena Namjoon yang sudah pergi satu jam lalu
" ada apa ini? " tanya Yoong yang baru saja keluar dari kamarnya, dia menatap tidak suka pada Seokjin. Siang tadi jika saja Namjoon tidak mengingat trauma yang disebabkan Yoong pada dirinya beberapa tahun lalu maka sudah dipastikan Yoong sudah menghilang dari dunia saat ini dan mendapat tatapan tidak suka dari Yoong membuat emosi Seokjin semakin naik
" kau juga akan membelanya? "
Taehyung merasa ini akan menjadi tidak bagus jadi dia memutuskan untuk segera menggandeng tangan Seokjin " khaja noona "
" urusan kita belum selesai jalang " ucap Seokjin saat melewati Hoseok
Hoseok lalu menjatuhkan dirinya ke sofa dan terisak sembari menutupi wajahnya dengan kedua telapak tangannya, Yoong pun menghampirinya
" tenanglah Seokkie "
" aku membencinya oppa, sangat membencinya. Kenapa dia harus hadir di dunia jika kehadirannya hanya membuatku muak " ujar Hoseok disela isakannya
Yoong mengalihkan pandangan pada dua orang maid di belakang Hoseok
" bereskan kekacauan ini dan bawa Seokkie ke kamarnya "
Yoong menunduk dan menyingkirkan tangan Hoseok dari wajahnya, dia mengusap air mata Hoseok dan tersenyum " semua akan baik-baik saja Seokkie, aku akan berada di pihakmu selamanya "
Hoseok mengangguk, hatinya menjadi sedikit lebih tenang mendengar perkataan Yoong. Dia mengutuk orang-orang yang mengatakan jika Yoong adalah seorang yang dingin dan kejam, nyatanya namja itu selalu terlihat manis di hadapannya
" berisitrahatlah "
Hoseok mengangguk lalu beranjak dan meninggalkan Yoong yang masih memandang punggungnya
.
7 Maret 23:00
Namjoon menatap ponselnya yang baru saja menerima pesan dari Taehyung, dia tersenyum miring membuat Seokjin yang sedang menatap kartu yang dibagikan oleh seorang pelayan di hadapannya beralih memandangnya heran
" apa yang membuatmu tersenyum seperti itu oppa? "
" Taehyung sedang menuju markas Jihoo hyung " Namjoon menyimpan ponselnya ke saku jas dan membuka kartunya lalu tersenyum
" kau yakin tidak ada yang mengikuti Tae? " tanya Yoong kemudian meletakkan dua buah kartu yang berjumlah 17 diikuti Seokjin yang meletakkan kartu berjumlah 22
" adikku itu selalu bisa kuandalkan "
" aku tahu dan jangan lupa itu juga berkat diriku, besok Tae akan pergi bersama siapa ke Jeju? " Seokjin mematikan rokoknya kemudian mengambil sebatang rokok lagi dari atas meja
Yoong menyalakan rokok Seokjin dengan pemantik miliknya " kau akan pergi bersama Namjoon dan Tae yang akan pergi ke Daegu, bukan begitu? "
Namjoon mengangguk " ya, kita akan pergi setelah sarapan "
Dan Seokjin pun tersenyum puas membuat Yoong memutar bola matanya malas
.
7 Maret 23:13
Yifan membanting kantung berisi terigu ke aspal, dia lalu memandang Sehun yang berdiri di samping mobil box yang sedari tadi mereka ikuti
" ini? "
" hyung aku- "
" kita kembali "
Yifan benar-benar kesal, menurut perkiraannya malam ini dia akan menggagalkan pengiriman ekstasi berjumlah 2 mobil box namun yang didapatnya malah berton-ton terigu yang akan dikirim ke sebuah pabrik roti di Seocho sementara itu sebuah truk melaju dari arah berlawanan bersama sebuah sedan merah. Di dalam sedan tersebut Taehyung tersenyum mengejek pada Yifan
.
8 Maret 08:15
" aku akan pergi ke Jeju selama 4 hari " ujar Namjoon lalu memasukkan beberapa potong pakaian ke dalam koper
Hoseok yang baru saja terbangun pun segera beranjak dari ranjang dan memeluk erat namja yang dicintainya itu
" jangan pergi "
" tidak bisa sayang, ada beberapa hal yang harus kuurus. Aku janji hanya 4 hari "
Namjoon mengelus surai emas Hoseok
Hoseok pun terisak hingga membuat Namjoon mengecup dahinya
" 4 hari itu lama "
Mereka kemudian terdiam dan berpelukan erat cukup lama sebelum Namjoon melepaskan pelukannya dan menatap lekat Hoseok
" hanya 4 hari sayang "
Hoseok berbalik dan duduk di sudut ranjang dan membelakangi Namjoon, dirinya selalu sulit membayangkan tidak bertemu Namjoon meskipun hanya sehari. Walaupun Namjoon sibuk setiap hari namun namja blonde pucat itu selalu memeluk Hoseok saat tertidur, menemani Hoseok sarapan dan Namjoon jarang bepergian ke tempat yang jauh, dia mengontrol semua bisnisnya melalui Seokjin, Taehyung, Yoong dan Jimin
" tetap saja tidak boleh, aku akan sangat marah padamu oppa "
Namjoon mengancingkan kopernya lalu duduk di samping Hoseok dan mengusap air mata Hoseok dengan ibu jarinya lalu melumat bibir itu lembut
" please "
" apa tidak bisa Yoong oppa dan Seokjin unnie saja? " dan Hoseok sangat berharap jika Seokjin yang disuruh pergi ke Jeju, dia gerah jika melihat wujud Seokjin di sekitarnya
" jika saja bisa aku tidak akan pergi, kumohon mengertilah "
Hoseok menghembuskan napas berat lalu mengangguk pelan
" gomawo " Namjoon pun memeluknya
.
8 Maret 08:22
" semua sudah siap noona? "
Hoseok mendelik pada Seokjin yang sedang ditanyai Namjoon
" tentu " balas Seokjin dengan seringai pada Hoseok
" oppa akan pergi bersama Seokjin unnie? " nada bicara Hoseok sedikit tinggi dan membuat Seokjin semakin lebar menyeringai, Taehyung yang melihat kejadian itu hanya menggelengkan kepalanya. Kakaknya begitu bodoh menyatukan singa dan cheetah dalam satu kandang
" tentu sayang " Namjoon beranjak dari duduknya dan mengecup puncak kepala Hoseok dengan sayang
" aku pergi, jadilah anak baik. Tae aku menitipkan Seokkie padamu dan bangunkan Yoong hyung untuk sarapan "
" nde hyung "
Hoseok mendengus kasar ketika Seokjin melambaikan tangan padanya dan berjalan terburu-buru untuk menyamakan langkahnya dengan langkah Namjoon
" mau pergi bersamaku noona? " tanya Taehyung pada Hoseok. Namja ini seharusnya masih bersekolah namun berkat otak jeniusnya dia menyelesaikan sekolahnya dua tahun lebih awal dari anak seusianya
Hoseok mengangguk lalu mengambil tasnya dan pergi bersama Taehyung
" kau tidak curiga noona? "
" curiga apa? " Taehyung membuka pintu mobil untuk Hoseok " Namjoon hyung dan Seokjin noona "
Hoseok merenggut lalu masuk ke dalam mobil, dia benci semua topik pembicaraan dimana ada nama Seokjin di dalamnya
" apa yang harus kucurigai? Semuanya terlihat baik-baik saja " ujar Hoseok saat Taehyung melajukan mobilnya keluar dari garasi Mansion Kim. Taehyung menyetel lagu dengan irama hip hop dan menggoyangkan kepalanya sementara Hoseok sibuk dengan ponselnya setelah merasa Taehyung tidak lagi menanggapi ucapannya
8 Maret 08:30
Yifan dan Zitao sarapan dengan tenang, Yifan sesekali melihat Zitao yang mengernyit dengan wajah sedikit pucat
" bagaimana jika tidak usah pergi saja hari ini? " pagi tadi Zitao mengalami morning sick yang cukup parah, yeoja keturunan China itu bahkan harus bertumpu di wastafel jika tidak ingin jatuh beruntung Yifan segera memeganginya
" hari ini aku hanya punya satu jadwal dan akan pulang cepat "
" tapi sayang- "
Zitao menatap lembut Yifan " aku baik-baik saja "
" baiklah, aku yang akan mengantarmu. Habiskan sarapanmu "
Zitao mengangguk dan kembali melanjutkan sarapan
8 Maret 08:32
" kerjamu bagus "
Jongin menghembuskan napas berat, dia baru saja selesai mandi dan mendapat telepon dari seseorang yang menghancurkan hidupnya " lalu dimana noonaku? "
Tawa licik yeoja di seberang membuatnya ingin membanting ponselnya ke lantai
" jangan terburu-buru, semuanya akan baik-baik saja selama kau tetap bekerja dengan baik Jongin-ah "
Jongin mendesis " brengsek! "
" terima kasih, hubungi aku jika terjadi sesuatu dan pastikan kau bekerja dengan baik jika tidak ucapkan selamat tinggal pada kakakmu yang lemah ini, aku bahkan bisa menghilangkannya dari dunia ini dengan hanya satu kali gerakan "
Tangan Jongin bergetar, dia kembali memikirkan kakaknya " aku akan bekerja dengan baik tapi jangan sakiti noona "
" good boy " PIP
Jongin menaruh ponselnya ke atas meja dan menatap pigura yang terletak di meja nakas, diraih pigura yang berisi foto dirinya dan kakaknya air matanya menetes
" noona.. "
8 Maret 09:00
Lamborghini emas Taehyung berhenti di halaman parkir universitas dan Hoseok pun mengecek riasannya sebelum Taehyung membukakannya pintu
" Namjoon hyung selalu pergi bersama Seokjin noona bahkan saat Seokjin noona sedang sibuk pun Namjoon hyung akan memaksa untuk pergi bersamanya "
Hati Hoseok panas mendengarnya, dia lalu keluar dari mobil Taehyung
" mungkin saja hanya Seokjin unnie yang mengerti cara kerja Namjoon oppa "
Taehyung menggeleng lalu menutup pintu mobilnya " jangan terlalu naïf noona, tatapan Seokjin noona pada Namjoon hyung itu berbeda. Lagipula hari ini seharusnya Seokjin noona pergi ke Daegu bukan Jeju "
" apa maksudmu Taehyung-ah? Jangan berpikir macam-macam "
Taehyung mengangkat bahunya lalu tersenyum ketika melihat Jungkook keluar dari Alfa Romeo merahnya " terserah noona saja, saat Namjoon hyung kembali tanyakan padanya kalung berbandul mahkota raja itu "
Hoseok teringat kalung berwarna hitam dengan bandul mahkota raja yang selalu dipakai Namjoon " itu pemberian Seokjin unnie? "
" jika noona lebih teliti, noona juga akan melihat kalung yang sama di leher Seokjin noona dan untuk noona ketahui kalung tersebut pemberian mendiang ayah Seokjin noona sebelum dia meninggal "
Hancur sudah pertahanan Hoseok yang memang tidak kuat, sekarang hatinya gelisah dan mulai membayangkan berbagai hal yang terjadi pada Namjoon dan Seokjin apalagi mereka sedang pergi bersama sekarang
" selamat pagi Seokkie, Selamat pagi Tae oppa " ujar Jungkook saat menghampiri kedua orang tersebut
" selamat pagi kelinciku sayang "
Jungkook terkekeh " kapan oppa kembali? Kenapa tidak memberitahuku? "
Taehyung mencubit gemas pipi Jungkook " beberapa hari lalu, maaf aku sedang sangat sibuk. Malam nanti kau punya acara? "
Sebenarnya Jungkook punya acara makan malam bersama seorang namja yang baru saja dikenalnya beberapa malam lalu di sebuah klub malam namun pergi bersama Taehyung lebih membuatnya tertarik dan merubah rencananya malam ini
" tidak ada, ingin mengajakku pergi? "
" ya, aku akan menghubungimu siang ini "
" aku akan menunggu, ayo Seokkie kelas sebentar lagi dimulai. Bye oppa " Jungkook menarik tangan Hoseok yang sedari tadi hanya terdiam melangkah masuk ke dalam gedung dan meninggalkan Taehyung yang menyeringai pada keduanya. Ketika akan berbalik matanya menangkap dua sosok manusia yang baru saja keluar dari dalam mobil sedan. Taehyung mengenali namja yang sedang menutup pintu mobil, dia adalah namja yang mendapat seringai Taehyung semalam, Wu Yifan
" jadi itu Huang Zitao? Menarik " Taehyung lalu masuk ke dalam mobil dan melaju dengan kecepatan sedang meninggalkan kawasan universitas tersebut
.
8 Maret 14:12
" barangnya akan kuantar 3 hari lagi " ujar Yoong lalu bersandar di sofa putih tersebut
Namja bersurai merah di hadapan Yoong menghembuskan asap rokoknya ke udara
" tidak masalah, yang terpenting adalah minggu ini aku mendapatkan barangku "
Yoong menyeringai " tentu saja Jiyong hyung, bagaimana dengan bisnismu bersama Jimin di Jepang? "
Jiyong terdiam memperhatikan maid seksinya menuangkan wine ke gelasnya dan gelas Yoong
" dia dan Seungri yang berbisnis disana, rencananya aku akan pergi akhir minggu ini untuk melihat perkembangan bisnis mereka "
Yoong mengangguk " dimana Chaerin? "
" dia sedang menghabiskan waktunya di Paris bersama Dara noona, kau pasti tahu apa yang mereka perbuat disana " Chaerin adalah istri Jiyong dan Dara adalah teman Chaerin. Lee Chaerin juga ketua mafia Blackjack dan pernikahannya dengan Kwon Jiyong juga merupakan penyatuan kedua kelompok mafia besar dan berpengaruh
" baru-baru ini Namjoon mendapat gangguan dari kepala polisi yang baru "
Jiyong menyesap winenya " Wu Yifan? "
Yoong mengangguk " dia membuat Namjoon merugi dan Yixing murka "
Jiyong terkekeh, dia teringat perkataan adik tirinya beberapa minggu lalu tentang kepala polisi baru yang nantinya akan menyusahkan mereka. Gong Minji adalah seorang pengacara yang terkenal selalu menang dalam setiap kasus yang ditanganginya adalah payung hukum untuk Jiyong beserta seluruh partner Jiyong
" Minji memberitahuku jika dia adalah orang yang sulit, jadi apa Namjoon sudah punya cara untuk menghadapinya? "
" dia menggunakan cara biasa, cara Kim Namjoon "
" lakukanlah, jika sempat undang aku dalam pertunjukan Namjoon "
Yoong tersenyum " tentu hyung, akan kusampaikan pada Namjoon "
.
8 Maret 16:43
Hoseok meremas ujung jari telunjuknya dan mendesis pelan, dia masih memikirkan perkataan Taehyung pagi tadi. Tidak bisa Hoseok pungkiri jika tatapan Seokjin pada Namjoon berbeda dan dia tidak menginginkan hal itu, Hoseok juga membayangkan bagaimana tingkah Seokjin sekarang yang pastinya sedang bersama Namjoon. Diambil pon sel dari dalam tas dan menelpon Namjoon
" nde chagi " panggilan Hoseok dijawab saat nada sambung kelima dan membuat perasaan Hoseok semakin tidak karuan
" sedang apa oppa? "
" baru saja selesai bertemu dengan beberapa rekan bisnis dan akan kembali ke hotel, kau sudah pulang ke rumah? "
Hoseok bergumam " Shin menjemputku karena Taehyung punya urusan, apa oppa sedang bersama Seokjin unnie? "
" tentu sayang, dia ada di sampingku "
Hoseok mengepalkan tangan kirinya " suruh dia menjauh, aku tidak suka "
" eh? Ada apa denganmu? "
" SURUH DIA MENJAUH OPPA! AARGHH! " Hoseok membanting ponselnya ke lantai mobil hingga baterainya terlempar keluar, dia mengacak surai emasnya kasar dan berteriak keras
" tenanglah nona " ujar Shin, supir pribadi Hoseok dan satu-satunya orang yang dipercayai Namjoon untuk mengantar dan menjemput Hoseok selain keluarga dan orang kepercayaannya
" bagaimana aku bisa tenang Shin-ah, dia menempeli Namjoon oppa seperti ulat bulu dan itu brengsek "
Shin terdiam. Dia tahu siapa yang dimaksud Hoseok, Shin telah cukup lama bekerja pada Namjoon untuk mengetahui apa yang terjadi di antara dua wanita paling dekat dengan Namjoon ini dan melihat tindakan Hoseok tadi Shin yakin jika sudah terjadi sesuatu
Drrt.. drrt.. ponsel disaku Shin bergetar dan menampilkan nama sang pemimpin mafia Bangtan, Kim Namjoon
" halo tuan "
" berikan pada Hoseok " ujar Namjoon dingin
" baik tuan " Shin menepikan mobilnya dan berbalik
" nona, ini dari tuan Namjoon "
Hoseok mendelik " jauhkan benda ini dariku "
" tapi nona- "
" JAUHKAN! " bentak Hoseok
Shin berbalik dan mendekatkan kembali ponselnya ke telinga
" maaf tuan tapi nona Hoseok- "
" aku akan menghabisi seluruh keluargamu tanpa tersisa jika dia masih bersikap menyebalkan seperti itu " wajah Shin memucat, dia tahu jika Namjoon tidak pernah main-main dengan ucapannya, dia pun berbalik pada Hoseok yang sedang menangis
" nona, jika nona tidak berbicara maka tuan akan menghabisi seluruh keluarga saya tanpa tersisa "
" APA PEDULIKU! "
" saya mohon nona " suara Shin bergetar membayangkan apa yang menimpa keluarganya jika Hoseok tetap bersikap seperti ini
" aku akan meledakkan rumah sakit tempat ibumu dirawat " perkataan Namjoon terdengar oleh Hoseok dan Shin dan membuat Shin ingin menangis
Hoseok mendecih lalu merebut ponsel dari tangan Shin, dia tidak suka dengan setiap cara Namjoon memaksa
" ada apa oppa? "
" apa yang membuatmu bersikap menyebalkan seperti itu "
Hoseok menghembuskan napas berat dan Shin kembali melajukan mobil mereka, hatinya kembali tenang
" aku tidak suka jika oppa terus berada di dekat Seokjin unnie hiks.. oppa tidak sadar dengan tatapan hiks.. Seokjin unnie pada oppa? Atau oppa memang menginginkannya? Hiks.. sakit.. hiks,, aku sakit oppa hiks.. memikirkan kalian membuatku hiks.. sakit hiks.. "
" hei..hei.. hentikan tangisanmu dan dengarkan aku " ujar Namjoon lembut dan penuh rasa bersalah
" aku mencintaimu dengan sangat jadi aku tidak akan mencintai orang lain lagi, percayalah padaku "
" hiks.. tapi bagaimana dengan hiks.. "
" apa aku terlihat mudah tergoda? Ayolah berhenti bersikap seperti ini, aku sangat mencintaimu "
Hoseok terdiam sementara mobil mereka sudah berhenti di depan mansion Kim
" berhentilah menangis sayang, kau membuat hatiku sakit mendengar tangisanmu apalagi jika itu penyebabnya adalah aku "
Hoseok mengusap kasar air mata di wajahnya " nde oppa hiks.. aku sudah berhenti "
" good girl "
" aku mencintaimu oppa "
" nado Seokkie "
Wajah Hoseok memerah setiap kali Namjoon memanggilnya dengan sebutan Seokkie
" aku akan menghubungi oppa sebelum tidur "
" nde sayang, saranghe "
" nado saranghe oppa " PIP
Hoseok menarik napas berat dua kali lalu menungut ponselnya di lantai dan mengembalikan ponsel Shin lalu kelaur dari mobil. Dia menyerahkan tasnya pada dua orang maid yang sudah menunggunya dengan wajah ramah di depan pintu
.
8 Maret 17:00
Wu Yifan baru saja akan masuk ke ruangannya saat Sehun menahannya
" ada apa? "
" kita ke Daegu sekarang, ada sesuatu yang menarik disana "
Yifan tersenyum, dia tahu apa yang dimaksud dengan sesuatu yang menarik oleh Sehun
" darimana kau tahu? "
" beberapa orangku di Daegu "
" siapkan pasukan, kita akan menembus Daegu kali ini "
.
8 Maret 19:21
Namjoon keluar dari kamar mandi dengan handuk yang melingkar di pinggang, dia berjalan ke balkon dengan segelas wine di tangannya
" kau tidak kedinginan? "
" kapan noona masuk? "
Seokjin tertawa kecil lalu memeluk Namjoon dari belakang
" haruskah kau bertanya seperti itu? "
Namjoon terkekeh saat tangan Seokjin mengelus perutnya halus, dia juga dapat merasakan jika Seokjin sedang naked sekarang
" noona tidak lelah? "
Seokjin membalikkan Namjoon hingga dia bisa menatap wajah Namjoon, disentuh hidung kemudian bibir Namjoon dengan jari telunjukknya
" kau meragukanku? "
Dan Namjoon pun menarik Seokjin ke pelukannya dan melumat bibir kissable tersebut, lidahnya membelit lidah Seokjin. Seokjin pun menekan kepala Namjoon untuk memperdalam ciuman mereka sementara sebelah tangannya meremas sesuatu di antara kedua paha Namjoon membuat namja itu mendesah disela-sela lumatannya pada bibir Seokjin
" Namjoonnhh "
Namjoon pun segera menggendong Seokjin seperti koala dan membawanya masuk, membanting yeoja Kim itu ke ranjang dan segera menindihnya setelah melempar handuknya ke lantai. Tangannya sibuk meremas bongkahan dada Seokjin dan bokong sintal tersebut. Bibir Namjoon beralih ke leher Seokjin untuk memberikan kissmark disana. Jilat, hisap, gigit itulah yang dilakukan Namjoon hingga leher putih jenjang Seokjin dipenuhi kissmark hasil karyanya. Namjoon semakin membenamkan kepalanya di leher Seokjin ketika yeoja itu mempercepat kecepatan tangan pada kejantanannya yang sudah menegang sempurna di bawah sana
" Jinnieeh "
" God damnit Namjoonhh "
Seokjin menyeringai lalu membalikkan tubuh mereka menjadi dia yang berada di atas Namjoon, disentuh bibir tersebut sebelum mulai melumatnya liar sementara tangan kanan Namjoon terus bekerja di bongkahan dadanya dan jari telunjuk beserta tengah Namjoon yang masuk ke dalam kewanitaannya
" I'll ride you " ucap Seokjin dengan nafas hangat di bibir Namjoon. Yeoja itu menyingkirkan kedua jari Namjoon dan menggantinya dengan kejantanan Namjoon yang selalu membuatnya kehilangan akal sehat. Keduanya mendesah ketika milik mereka bersatu, Seokjin bergerak liar membuat Namjoon memukul bokongnya
" shit! You're so fucking great " umpat Namjoon setelah setengah jam Seokjin 'mengendarainya' dan Seokjin pun tertawa kecil disela desahannya
" so, who's the best? "
Namjoon kembali menampar bokong Seokjin dan membanting Seokjin hingga dirinya mengambil alih, Seokjin melingkarkan kakinya erat di pinggang Namjoon
" just moans bitch! " Namjoon menggerakkan pinggulnya kasar membuat miliknya menghujam milik Seokjin hingga yeoja itu mendesah keras sampai mencakar punggungnya
" ahh.. Namjoonnh "
" eerrhhh.. " Seokjin menarik pinggang Namjoon saat dirasa namja itu akan klimaks dan keduanya mendesah hebat dengan Namjoon yang langsung menindih Seokjin, mereka lalu mengatur kembali nafas yang memburu sejak tadi
Seokjin menjilat dan menghisap leher Namjoon sembari menggerakkan tangannya sensual di punggung tersebut
" I'm ready for next round "
" I'll make you crazy tonight " Namjoon melumat bongkahan dada Seokjin. Keduanya akan terus seperti itu hingga beberapa jam ke depan
.
8 Maret 21:55
Hoseok merenggangkan otot-ototnya sembari menguap, dia lalu mensave tugasnya kemudian mematikan laptop tersebut. Diraih ponselnya dan mengirim pesan untuk kekasihnya itu, dia terlalu lelah untuk berbicara saat ini
To : Namjoon chagi
Jaljayo oppa
Saranghe ^^
Hoseok pun pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri lalu tidur setelah itu, tubuhnya terasa sangat lelah saat ini. Dia terlelap beberapa saat setelah menaruh kepalanya di bantal dan memeluk boneka beruang kecil dengan aroma parfum Namjoon
8 Maret 22:00
Taehyung turun dari mobilnya tepat di belakang sebuah mobil box berwarna putih, angin malam yang berhembus kencang menghempas wajahnya hingga surai orangenya berantakan, dia lalu bersandar di kap depan saat seorang namja yang turun dari mobil box itu datang membawa dua koper besar berisi uang
" jumlahnya pas, silahkan dihitung "
Taehyung menyuruh kedua anak buahnya untuk mengecek isi koper yang diletakkan di atas aspal tersebut
" pas tuan "
Taehyung lalu melempar kunci mobil box yang berada di belakangnya. Bersamaan dengan itu tempat mereka dipenuhi cahaya merah dan biru yang membuat Taehyung mengumpat sejadinya, beberapa anak buahnya terlihat sedikit kebingungan meskipun mereka langsung siaga dengan senjata di tangan
" polisi! Kalian dikepung! Letakkan senjata dan berbalik! " dan Taehyung bersumpah akan memenggal kepala Yifan yang sedang tersenyum puas sekarang
.
8 Maret 22:15
Yoong mengumpat dan menyingkirkan tiga yeoja yang sedari tadi memanjakan dirinya, emosinya meningkat drastis saat menerima panggilan dari seorang anak buahnya tentang apa yang menimpa Taehyung
" mati kau Wu Yifan "
Prangg! Cermin tersebut pecah berantakan karena ditinju oleh Yoong, ketiga yeoja bayaran yang merupakan milik Seokjin itu segera memunguti pakaian mereka dan meninggalkan Yoong daripada menanggung resiko dibunuh oleh namja bermarga Min itu meski berwajah manis namun mereka tahu kalau temperamen Yoong tidak seperti wajahnya
.
.
TBC
Bagaimana? Sampaikan pendapat kalian di kotak review
